Artikelilmiahs
Menampilkan 33.261-33.280 dari 49.994 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33261 | 36439 | D1A018181 | PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP PERSENTASE PRODUK, KADAR AIR, TINGKAT KEASAMAN (pH), DAN WARNA CONCENTRATED YOGHURT SUSU KAMBING | BELLA FRIDA TAMA. “Pengaruh Penambahan Karagenan Terhadap Persentase Produk, Kadar Air, Tingkat Keasaman (pH) dan Warna Concentrated yoghurt Susu Kambing”. Penelitian ini dimulai pada tanggal 17 Maret 2022 sampai dengan 27 Maret 2022 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan karagenan terhadap persentase produk, kadar air, pH, dan warna concentrated yoghurt susu kambing. Materi dan metode. Materi penelitian yang digunakan yaitu 5.000 gram susu kambing segar, 5 gram starter yoghurt, 25 gram karagenan, 250 ml larutan buffer dan 500 ml aquadest. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu (P0) Susu kambing segar + karagenan 0%, (P1) Susu kambing segar + karagenan 0,25%, (P2) Susu kambing segar + karagenan 0,5%, (P3) Susu kambing segar + karagenan 0,75%, (P4) Susu kambing segar + karagenan 1%, dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan 4 kali, serta uji lanjut yang digunakan yaitu ortogonal polinomial. Hasil. Nilai kisaran persentase produk dari 48,49±3,97 sampai dengan 82,28±0,83; kadar air 74,67±2,15 sampai dengan 78,99±0,98, pH 3,83±0,04 sampai dengan 4,13±0,04; warna 58,20±0,34 sampai dengan 60,14±0,30. Simpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan karagenan meningkatkan persentase produk, kadar air, pH dan warna concentrated yoghurt susu kambing, penggunaan karagenan untuk concentrated yoghurt susu kambing disarankan dengan konsentrasi 0,25%. Kata kunci: susu kambing, concentrated yoghurt, karagenan, persentase produk, kadar air, tingkat keasaman (pH), warna BELLA FRIDA TAMA. “Pengaruh Penambahan Karagenan Terhadap Persentase Produk, Kadar Air, Tingkat Keasaman (pH) dan Warna Concentrated yoghurt Susu Kambing”. Penelitian ini dimulai pada tanggal 17 Maret 2022 sampai dengan 27 Maret 2022 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan karagenan terhadap persentase produk, kadar air, pH, dan warna concentrated yoghurt susu kambing. Materi dan metode. Materi penelitian yang digunakan yaitu 5.000 gram susu kambing segar, 5 gram starter yoghurt, 25 gram karagenan, 250 ml larutan buffer dan 500 ml aquadest. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu (P0) Susu kambing segar + karagenan 0%, (P1) Susu kambing segar + karagenan 0,25%, (P2) Susu kambing segar + karagenan 0,5%, (P3) Susu kambing segar + karagenan 0,75%, (P4) Susu kambing segar + karagenan 1%, dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan 4 kali, serta uji lanjut yang digunakan yaitu ortogonal polinomial. Hasil. Nilai kisaran persentase produk dari 48,49±3,97 sampai dengan 82,28±0,83; kadar air 74,67±2,15 sampai dengan 78,99±0,98, pH 3,83±0,04 sampai dengan 4,13±0,04; warna 58,20±0,34 sampai dengan 60,14±0,30. Simpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan karagenan meningkatkan persentase produk, kadar air, pH dan warna concentrated yoghurt susu kambing, penggunaan karagenan untuk concentrated yoghurt susu kambing disarankan dengan konsentrasi 0,25%. | BELLA FRIDA TAMA. "The Effect of Addition of Carrageenan on Product Percentage, Water Content, Acidity (pH) and Color of Concentrated Goat Milk Yogurt". This research was started March 17, 2022 until March 27, 2022 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. This study aims to study the effect of adding carrageenan to product percentage, water content, pH, and color of concentrated goat's milk yogurt. Materials and methods. The research materials used were 5,000 grams of fresh goat's milk, 5 grams of yogurt starter, 25 grams of carrageenan, 250 ml of buffer solution and 500 ml of aquadest. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, namely (P0) fresh goat milk + carrageenan 0%, (P1) fresh goat milk + carrageenan 0.25%, (P2) fresh goat milk + carrageenan 0.5%, (P3) Fresh goat's milk + 0.75% carrageenan, (P4) Fresh goat's milk + 1% carrageenan, and each treatment was repeated 4 times, and the further test used was orthogonal polynomials. Results. Product percentage values range from 48.49±3.97 to 82.28±0.83; water content 74.67±2.15 to 78.99±0.98, pH 3.83±0.04 to 4.13±0.04; color 58.20±0.34 to 60.14±0.30. Conclusion. The results of the study concluded that the addition of carrageenan increased the product percentage, water content, pH and color of concentrated goat milk yogurt, the use of carrageenan for concentrated goat's milk yogurt is recommended with a concentration of 0.25%. | |
| 33262 | 36454 | E1A018344 | TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DALAM PROSES RITUAL ( Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Ciamis Nomor 253/Pid.B/2018/PN.Cms ) | Tindak pidana pembunuhan semakin banyak terjadi di masyarakat, hal ini dapat dilihat dari angka kematian yang diakibatkan oleh kejahatan pembunuhan yang akhir-akhir ini cukup tinggi. Salah satu tindak pidana pembunuhan yang terjadi yaitu terdapat pada kasus dalam Putusan Nomor 253/Pid.B/2018/PN.Cms, dalam putusan tersebut tindak pidana pembunuhan itu terjadi dalam suatu proses ritual untuk mendapatkan ilmu kebal. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan yang diuraikan secara sistematis. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Perapan unsur-unsur Pasal 338 KUHP dalam perkara Nomor 253/Pid.B/2018/PN.Cms sudah sesuai, namun bentuk kesengajaan dalam perbuatan terdakwa merupakan bentuk kesengajaan dengan sadar kemungkinan. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Nomor 253/Pid.B/2018 PN. Cms sudah sesuai, namun menurut penulis pidana yang dijatuhkan itu dirasa terlalu berat. Saran dari penulis terhadap penelitian ini Majelis Hakim dalam melakukan pertimbangan hukum selain harus memperhatikan mengenai pertimbangan yuridis, juga harus memperhatikan pertimbangan sosiologis (nonyuridis). | The crime of murder is increasingly happening in society, this can be seen from the death rate caused by the crime of murder which has recently been quite high. One of the crimes of murder that occurred is in the case in Decision Number 253/Pid.B/2018/PN.Cms, in that decision the crime of murder occurred in a ritual process to gain invulnerability.This research aims to find out the application of Article 338 of the Criminal Code (KUHP) and the judge's legal considerations in imposing criminal sanctions of the crime of murder. The research methods used in this research are normative juridical methods, with descriptive analytical research specifications and used secondary data obtained through literature and systematically deciphered. This research can be concluded that the application of the elements of Article 338 of the Criminal Code in case Number 253/Pid.B/2018/PN.Cms is appropriate, but the form of intentionality in the defendant's actions is a form of intentional awareness of the possibility. The judge's consideration in imposing a sentence on the defendant in Decision Number 253/Pid.B/2018 PN. Cms is appropriate, but according to the author, the sentence imposed is too heavy. Suggestions from the author on this research, the Panel of Judges in carrying out legal considerations in addition to paying attention to juridical considerations, must also pay attention to sociological (non-juridical) considerations. | |
| 33263 | 36374 | H1B018086 | STUDI KOMPARASI KINERJA PELAT LANTAI BETON KONVENSIONAL DENGAN PELAT LANTAI BONDEK TERHADAP WAKTU DAN BIAYA (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG UPBJJ-UT SURABAYA) | Produktivitas yang rendah, kurangnya pengelolaan limbah proyek, serta pemakaian sumber daya alam yang berlebihan menjadi isu konstruksi masa kini. Dari isu-isu tersebut, maka harus memilah dan memilih material yang digunakan dalam proyek, seperti pelat lantai beton konvensional dan pelat lantai bondek. Kedua jenis pelat lantai ini memiliki kelebihan, kekurangan, serta metode pelaksanaan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mencari selisih waktu dan biaya dari kedua jenis pelat lantai. Objek penelitiannya adalah sample area pelat lantai satu pada pembangunan gedung UPBJJ-UT Surabaya. Menggunakan data pelat lantai beton konvensional, spesifikasi bondek, dan wiremesh yang ada dilapangan kemudian mencari tujuan dari penelitian ini. Dari hasil penelitian, didapat selisih total biaya pada kedua jenis pelat lantai sebesar Rp 9.263.792,19 dengan presentase 18,883% lebih mahal pelat lantai beton konvensional. Selisih total durasi pekerjaan pada kedua jenis pelat lantai dengan asumsi pekerja 5 orang sebesar 12 hari dengan presentase 75% lebih lama pelat lantai beton konvensional. | Low productivity, lack of project waste management, and excessive use of natural resources are the current construction issues. From these issues, it is necessary to sort and choose the materials used in the project, such as conventional concrete floor slabs and bondek floor slabs. Both types of floor slabs have different advantages, disadvantages, and implementation methods. The purpose of this study was to find the time and cost difference between the two types of floor slabs. The object of this research is the sample area of the first floor plate in the construction of the UPBJJ-UT Surabaya building. Using data from conventional concrete floor slabs, bondek specifications, and wiremesh in the field, then looking for the purpose of this research. From the results of the research, the difference in total costs for the two types of floor slabs is Rp. 9,263.792.19 with a percentage of 18.883% which is more expensive than conventional concrete slabs. The difference in the total duration of work on both types of floor slabs assuming 5 workers is 12 days with a percentage of 75% longer than conventional concrete floor slabs. | |
| 33264 | 36373 | A1F018002 | ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN KEPENTINGAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK COTO MANGGALA | Coto Manggala adalah soto berbahan dasar dari singkong (manggala) yang berasal dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Makanan ini pernah mewakili daerah dalam ajang tertentu seperti Anugerah Pesona Indonesia 2020 dan terpilih sebagai Juara II kategori Makanan Terpopuler, selain itu pada tahun 2009, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat juga memperkenalkan Coto Manggala ke masyarakat sekaligus meraih rekor MURI dengan menyajikan 8.000 mangkuk Coto Manggala sepanjang 2,1 kilometer yang digelar dalam rangka hari ulang tahun emas Kabupaten tersebut. Namun banyaknya makanan modern yang masuk ke Indonesia serta produk pangan luar daerah Kabupaten banyak bermunculan dan mulai diminati oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten menginginkan makanan ini dipatenkan dan semakin dikenal masyarakat luas serta bisa berdampak secara ekonomi bagi masyarakat Kotawaringin Barat. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen terhadap produk Coto Manggala sehingga diketahui atribut yang perlu diperbaiki dari produk Coto Manggala. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan mulai November 2021 – April 2022 di Kabupaten Kotawaringin Barat. Data primer diperoleh dari 100 responden kuesioner yang disebar secara online melalui google form dengan kriteria responden bertempat tinggal di Kecamatan Arut Selatan, berusia minimal 17 tahun, dan pernah mengkonsumsi Coto Manggala minimal 2x dalam enam bulan terakhir. Pada penelitian ini terdapat 4 tahapan penelitian, yaitu penentuan atribut, pembuatan kuesioner serta uji validitas dan reliabilitas, pengumpulan data, dan pengolahan data. Berdasarkan hasil analisis tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen, ditemukan bahwa atribut yang memiliki kepuasan rendah dengan kepentingan tinggi yaitu kemudahan dalam menemukan produk dan promosi melalui sosial media. | Coto Manggala is a soup made from cassava (manggala) originating from Pangkalan Bun, West Kotawaringin, Central Borneo. This food has represented the region in certain events such as the Anugerah Pesona Indonesia 2020 and was selected as the 2nd Winner of the Most Popular Food category. Besides that in 2009, the West Kotawaringin Regency Government also introduced Coto Manggala to the public while achieving a MURI record by serving 8,000 bowls of Coto Manggala for 2,1 kilometers which was held in the District's Golden Anniversary. However, many modern foods that enter Indonesia and many food products outside the Regency area have emerged and are starting to be in demand by the public. The District Government wants this food to be patented and increasingly known to the wider community and can have an economic impact on the people of West Kotawaringin. The purpose of this research is to determine the level of satisfaction and consumer interest in Coto Manggala products so that it is known the attributes that need to be improved from Coto Manggala products. The research was carried out for 6 months starting from November 2021 - April 2022 in West Kotawaringin Regency. Primary data were obtained from 100 respondents distributed online via google form. Responden criterias are resided in South Arut District, at least 17 y old, and had consumed Coto Manggala at least twice in the last six months. In this study, there are 4 stages of research; determining attributes, making questionnaires and testing validity and reliability, data collecting, and data processing. Based on the results of the analysis of the level of satisfaction and consumer interest, it was found that the attributes that have low satisfaction with high importance are the ease of finding products and promotions in social media. | |
| 33265 | 36375 | G2A018010 | ANALISIS PARAMETER ENTOMOLOGI DENGAN METODE RT-PCR PASCA POPM DI KELURAHAN SIMBANG KULON, KECAMATAN BUARAN, KABUPATEN PEKALONGAN | Latar belakang : Filariasis limfatik tersebar hampir di seluruh Indonesia, beberapa daerah dikategorikan sebagai daerah endemis filariasis. Endemisitas filariasis suatu daerah ditentukan oleh angka mikrofilaria (MF rate) di atas 1% melalui pemeriksaan survei darah jari (SDJ). Kelurahan Simbang Kulon di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah endemis filariasis dengan MF rate 2,65%. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengukur parameter entomologi dan pemeriksaan molekular pada transmisi filariasis limfatik di Kelurahan Simbang Kulon. Metode : Penelitian ini menggunakan survei dengan desain studi cross-sectional. Penangkapan nyamuk dilakukan dengan metoda Human Landing Collection dan Resting baik di dalam maupun di luar rumah. Hasil penangkapan nyamuk dibawa ke laboratorium untuk proses rearing selama 14 hari. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil : Hasil identifikasi 50 nyamuk didapati 94% nyamuk Culex quinquefasciatus dan 6% nyamuk Culex vishnui. Tingkat paritas, tingkat infeksi dan tingkat infektif Culex quinquefasciatus dan Culex vishnui adalah nol persen. Culex quinquefasciatus memiliki kelimpahan nisbi tertinggi (23,5%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis data penelitian, larva filaria tidak ditemukan dalam tubuh nyamuk disebabkan kedua spesies nyamuk Culex belum pernah bertelur (nulliparous). | Background : Lymphatic filariasis is spread almost throughout Indonesia, some areas are categorized as filariasis endemic areas. The endemicity of filariasis in an area is determined by the microfilariae number (MF rate) above 1% by means of a finger blood survey (SDJ). Simbang Kulon Village in Buaran District, Pekalongan Regency is one of the filariasis endemic areas with an MF rate of 2.65%. Objective : This study aims to measure the entomological parameters and molecular examination of the transmission of lymphatic filariasis in Simbang Kulon Village. Methods : This study used a survey with a cross-sectional study design. Mosquito catching was carried out using the Human Landing Collection and Resting method both inside and outside the house. The results of the mosquito catching were brought to the laboratory for rearing process for 14 days. Data were analyzed descriptively. Results : The results of the identification of 50 mosquitoes found 94% Culex quinquefasciatus mosquitoes and 6% Culex vishnui mosquitoes. Parous rate, infection rate and infective rate of Culex quinquefasciatus and Culex vishnui were zero per cent. Culex quinquefasciatus had the highest relative abundance (23.5%). Conclussion : Based on the results of the analysis of research data, filaria larvae were not found in the mosquito body because the two Culex mosquito species had never laid eggs (nulliparous). | |
| 33266 | 36377 | C1I017052 | The Use of The UTAUT Model in Explaining User Acceptance of The SIMDA Application | Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah (SIMDA) dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) pada Organisasi Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dan Organisasi Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Banyaknya kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam menerapkan akuntansi berbasis akrual berimplikasi pada rendahnya kualitas akrual. Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas penerapan basis akrual pemerintah daerah di Indonesia adalah rendahnya infrastruktur sistem informasi. Pemerintah sendiri telah menginvestasikan cukup banyak dana untuk infrastruktur teknologi informasi. Namun, pengeluaran investasi yang besar untuk infrastruktur teknologi informasi tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan karena banyak dari proyek infrastruktur teknologi informasi ini gagal dalam implementasinya. Data penelitian ini dilakukan melalui survei dengan pendekatan kuantitatif. Kuesioner disebarkan kepada 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Cilacap dan 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Purbalingga dengan responden adalah pengguna atau operator SIMDA. Sampel penelitian ini menggunakan judgement sampling untuk memperoleh informasi dari populasi yang sangat spesifik. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa variabel kinerja yang diharapkan (performance expectancy), usaha yang diharapkan (effort expectancy), dan pengaruh sosial (social influence) berpengaruh positif terhadap penerimaan SIMDA. Sedangkan variabel kondisi memfasilitasi (facilitating conditions) tidak berpengaruh positif terhadap penerimaan pengguna SIMDA. | This study aims to empirically test the factors that influence the acceptance and use of the Local Government Management Information System (SIMDA) by using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model in the Cilacap Regency Government Apparatus Organization and in the Purbalingga Regency Local Government Apparatus Organization. The many obstacles local governments face in implementing accrual-based accounting have implications for the low quality of accruals. One of the factors that cause the low quality of the implementation of the accrual basis of local governments in Indonesia is the low level of information system infrastructure. The government itself has invested quite a lot of funds in information technology infrastructure. However, large investment spending on information technology infrastructure does not always produce the desired results because many of these information technology infrastructure projects have failed in their implementation. This research data was conducted through a survey with a quantitative approach. Questionnaires were distributed to 15 Regional Apparatus Organizations (OPD) of Cilacap Regency and 15 OPD of Purbalingga Regency with SIMDA users or operators as respondents. The sample of this study used judgment sampling to obtain information from a very specific population. Hypothesis testing using Partial Least Square (PLS) shows that the expected performance variables (performance expectancy), expected effort (effort expectancy), and social influence (social influence) have a positive effect on SIMDA acceptance. While the facilitating conditions variable does not have a positive effect on SIMDA user acceptance. | |
| 33267 | 36376 | A1D018028 | Pengaruh Pupuk Organik Cair Urin Sapi dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda | Tanaman sawi pagoda bernilai ekonomi tinggi serta memiliki prospek pasar yang bagus. Permintaan sawi pagoda semakin bertambah sehingga upaya yang dapat dilakukan yaitu peningkatan kualitas serta kuantitas sawi pagoda. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh dosis pemupukan urin sapi dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.). Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian dan Laboratorium Agronomi Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 4x3 dengan 3 ulangan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama yaitu dosis pupuk organik cair urin sapi yang terdiri dari 4 taraf : 0 ml/tanaman, 30 ml/tanaman, 60 ml/tanaman, dan 90 ml/tanaman. Faktor kedua yaitu komposisi media tanam yang terdiri dari 3 taraf : (50% tanah inseptisol: 25% pupuk kandang sapi: 25% arang sekam), (25% tanah inseptisol: 50% pupuk kandang sapi: 25% arang sekam), dan (25% tanah inseptisol: 25% pupuk kandang sapi: 50% arang sekam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dosis POC urin sapi 60 ml/tanaman merupakan perlakuan yang meningkatkan seluruh variabel pengamatan dibandingkan dengan dosis 0 ml/tanaman. (2) Komposisi media tanam 25% tanah inseptisol: 50% pupuk kandang sapi: 25% arang sekam merupakan perlakuan yang paling baik karena mendapatkan tinggi tanaman, bobot tajuk segar, dan bobot tanaman segar tertinggi. (3) Interaksi antara dosis pupuk organik cair berbahan urin sapi dan komposisi media tanam tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati sehingga belum diperoleh bentuk kombinasi perlakuan terbaik. | Pagoda mustard plant have high economic value and have good market prospects. The demand for pagoda mustard is increasing, so one of the efforts is to improve the quality and quantity. This study aims to obtain the effect of liquid organic fertilizer cow urine and the composition of the growing media on the growth and yield of pagoda mustard plant (Brassica narinosa L.). The research was conducted at the screen house of the Faculty Agriculture and Horticultural Agronomy Laboratory, Faculty Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study was 4x3 factorial experiment with three replications, using Randomized Completely Block Design (RCBD). The first factor was the dose of cow urine liquid organic fertilizer (lof) that consisted of 4 levels: 0 ml/plant, 30 ml/plant, 60 ml/plant, and 90 ml/plant. The second factor was the composition of the growing media which consists of 3 levels: (50% inceptisol soil: 25% cow manure: 25% husk charcoal), (25% inceptisol soil: 50% cow manure: 25% charcoal husk), and (25% inceptisol soil: 25% cow manure: 50% husk charcoal).The results showed that (1) the dose of 60 ml/plant was the best treatment that increased all observational variables compared to the dose of 0 ml/plant. (2) The composition of growing media 25% inceptisol soil: 50% cow manure: 25% husk charcoal was the best treatment because it got the highest plant height, fresh crown weight, and fresh plant weight. (3) The interaction between the dose of liquid organic fertilizer made from cow urine and the composition of the growing media did not affect all the variables observed so that the best form of treatment combination has not been obtained. | |
| 33268 | 36383 | J1A015042 | Fictional Poioumena In Rainbow Rowell's "Fangirl" | Penelitian ini berjudul “Fictional Poioumena in Rainbow Rowell’s Fangirl” dan bertujuan untuk mengetahui Poiumena sebagai metafiction di dalam Fangirl. Teori yang digunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu Poioumena yang digagas oleh Alaistar Fowler (1986). Untuk menjawab rumusan masalah, metode kualitatif deskriptif digunakan dalam menganalisis data. Sementara itu, data utama dalam penelitian ini diambil dari novel karya Rainbow Rowell berjudul Fangirl. Untuk dapat mengetahui secara spesifik tipe metafiction dari narasi yang dikumpulkan dari novel tersebut, teori Poioumena dari Fowler digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan analisa yang dilakukan, di dalam novel tersebut terdapat sebuah proses penulisan yang dibuat oleh sang karakter utama yang mana prosesnya merujuk pada keterikatan narrator dan karakter satu sama lain dan menghasilkan munculnya karya dalam sebuah karya. Karya yang dibuat oleh karakter utama adalah fanfiction yang berjudul Carry On, diambil dari karakter orisinil Simon Snow milik Gemma T. Leslie. | This research is entitled "Fictional Poioumena in Rainbow Rowell's Fangirl" and aims to find out Poioumena as a metafiction in Fangirl. The theory used in conducting this research is Poioumena which was initiated by Alaistar Fowler (1986). To answer the problem formulation, a descriptive qualitative method was used in analyzing the data. Meanwhile, the main data in this study were taken from the novel by Rainbow Rowell entitled Fangirl. To be able to find out the specific type of metafiction from the narrative collected from the novel, in particular Fowler's Poioumena theory was used in this study. Based on the analysis carried out, in the novel there is a writing process that is created by the main character which results in a work inside the work that refers to the connection of the narrator and character inside the work. The work is fanfiction entitled Carry On, taken from the original character Simon Snow by Gemma T. Leslie. | |
| 33269 | 36384 | L1A017003 | STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PLAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN, CILACAP | Perairan Plawangan Timur merupakan bagian dari Laguna Segara Anakan, Cilacap yang merupakan muara dari beberapa aliran sungai. Perairan Plawangan Timur sering mengalami perubahan ekologis yang disebabkan karena adanya aktivitas antropogenik yang berpotensi memberikan dampak terhadap kualitas perairan. Salah satu biota yang dapat merespon perubahan tersebut adalah zooplankton, dimana zooplankton hanya dapat hidup dan berkembang dengan baik pada kondisi perairan yang sesuai. Kepekaan tinggi zooplankton terhadap kondisi fisik-kimia yang berfluktuasi menjadikan zooplankton sebagai bioindikator perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton yang meliputi indeks kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan dan indeks dominansi. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan Purposive Random Sampling di 5 stasiun. Uji f dan metode Lackey Drop Microtransect Counting digunakan untuk mengetahui kelimpahan zooplankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton berkisar antara 113-598 ind/L (rendah); indeks keanekargaman zooplankton berkisar antara 1,83-2,03 (sedang); indeks kemerataan zooplankton berkisar antara 0,79-0,85 (tinggi) dan indeks dominansi zooplankton berkisar antara 0,166-0,211 (rendah). Berdasarkan PP RI Nomor 22 tahun 2021, faktor fisik-kimia Perairan Plawangan Timur Segara Anakan, Cilacap, masih berada di ambang batas yang dapat ditoleransi oleh zooplankton, kecuali pada parameter kecerahan, kekeruhan, Total Suspended Solid (TSS) dan salinitas. | Plawangan Timur, located in the Segara Anakan Lagoon, Cilacap, is an estuary with many rivers flowing into it, and has a free connection with the open seas. Plawangan Timur waters suffer increased environmental pressures caused by anthropogenic activities, resulting in pollution, degradation of water bodies, and ecological changes. Ecological changes related to the physical and chemical estuary environment have been considered as major drivers of significant fluctuations in the zooplankton community structure. In order to manage and mitigate the effects of these changes, a prediction of their potential impacts on zooplankton communities is needed. This study aimed to determine the zooplankton community, which includes the abundance index, diversity index, evenness index and dominance index. The method used is a survey method with purposive random sampling at five stations. The F test and the Lackey Drop Microtransect Counting method were used to determine the abundance of zooplankton. The results showed that the abundance of zooplankton ranged from 113-598 ind/L (low); zooplankton diversity index ranged from 1.83-2.03 (medium); zooplankton evenness index ranged from 0.79-0.85 (high) and zooplankton dominance index ranged from 0.166-0.211 (low). Based on PP RI Number 22/2021, the physico-chemical factors of the Plawangan Timur waters are still at the safe concentration for zooplankton, except for the brightness, turbidity, Total Suspended Solid (TSS) and salinity. | |
| 33270 | 36335 | E1A018102 | PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENAMBANGAN PASIR GUNUNG TANPA IZIN DI KOTA TASIKMALAYA | Penambangan pasir marak dilakukan di Kota Tasikmalaya, terutama pasir gunung sebagai akibat dari hasil erupsi Gunung Galunggung yang ada di Tasikmalaya yang meletus pada tahun 1982. Penambangan pasir gunung di Kota Tasikmalaya ini lebih banyak yang tanpa izin dibandingkan dengan yang berizin. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penegakan hukum yang tepat terhadap penambangan pasir gunung tanpa izin dan dampak dari penambangan pasir gunung tanpa izin di Kota Tasikmalaya berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Data-data yang terkumpul diolah dan disajikan dalam bentuk teks naratif serta dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penegakan hukum terhadap penambangan pasir gunung tanpa izin dan penegakan hukum terhadap dampak penambangan pasir gunung di Kota Tasikmalaya dilakukan dengan penegakan hukum secara preventif dan penegakan hukum secara represif dengan diberikan sanksi administratif dan sanksi pidana. | Sand mining is widespread in Tasikmalaya City, especially mountain sand as a result of the eruption of Mount Galunggung in Tasikmalaya which erupted in 1982. Mountain sand mining in Tasikmalaya City is more unlicensed than licensed. The purpose of this study is to analyze the proper law enforcement against unlicensed mountain sand mining and the impact of unlicensed mountain sand mining in Tasikmalaya City based on related laws and regulations. The research method used was normative-juridical, with a regulatory approaches and an analytical approaches. The collected data is processed and presented in the form of narrative text and analyzed by qualitative methods. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that law enforcement against unlicensed mountain sand mining and law enforcement against on the impact unlicensed mountain sand mining in Tasikmalaya is carried out by preventive law enforcement and repressive law enforcement by being given administrative sanctions and criminal sanctions. | |
| 33271 | 36385 | H1E018020 | USULAN PERBAIKAN PERFORMA GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (GSCM) DENGAN PENDEKATAN GREEN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (GSCOR) PADA PT SAMPOERNA KAYOE PURBALINGGA | Aktivitas industri yang semakin berkembang pesat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Industri kayu lapis termasuk sektor industri yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu industri kayu lapis di Indonesia yaitu PT Sampoerna Kayoe Purbalingga. Perusahaan tersebut berkomitmen untuk mencapai sustainability dalam aspek lingkungan yang tercermin dalam nilai dan kode etik perusahaan. Namun, perusahaan belum pernah melakukan pengukuran performa Green Supply Chain Management (GSCM). Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengukur performa GSCM pada PT Sampoerna Kayoe Purbalingga serta merancang usulan perbaikannya. Metode Green Supply Chain Operation Reference (GSCOR) digunakan untuk mengukur performa GSCM, didukung dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan serta Traffic Light System (TLS) untuk mengetahui indikator kinerja yang kritis. Kemudian pendekatan Green Operations digunakan untuk merancang usulan perbaikan dari indikator kinerja yang kritis. Hasilnya, diperoleh nilai total kinerja GSCM perusahaan sebesar 84,97 (Good). Dari pengelompokkan KPI dengan metode TLS, diperoleh 5 KPI berwarna merah yaitu Employee trained on environmental requirements (0), Supplier with an ISO 14001 certificate (1,31), Solid Waste (28,33), Water usage (55,56), dan Recyclable waste/scrap (0). Usulan perbaikan yang dihasilkan yaitu menerapkan clean production, recycle limbah padat dan air bekas pencucian kayu, mengadakan pelatihan mengenai kebutuhan lingkungan, serta menambahkan kriteria supplier bersertifikasi ISO 14001 pada sistem pemilihan supplier. | Industrial activities that are growing rapidly have the potential to have a negative impact on the environment. The plywood industry is an industrial sector that has the potential to have a negative impact on the environment. One of the plywood industries in Indonesia is PT Sampoerna Kayoe Purbalingga. The company is committed to achieving sustainability in environmental aspects which is reflected in the company's values and code of ethics. However, the company has never measured the performance of Green Supply Chain Management (GSCM). Therefore, this study was conducted to measure the performance of GSCM at PT Sampoerna Kayoe Purbalingga and to design suggestions for improvement. The Green Supply Chain Operation Reference (GSCOR) method is used to measure GSCM performance, supported by the Analytical Hierarchy Process (AHP) method for weighting and Traffic Light System (TLS) to determine critical performance indicators. Then the Green Operations approach is used to design proposed improvements to critical performance indicators. As a result, the total value of the company's GSCM performance is 84.97 (Good). From the grouping of KPIs using the TLS method, 5 red KPIs were obtained, namely Employee trained on environmental requirements (0), Supplier with an ISO 14001 certificate (1.31), Solid Waste (28.33), Water usage (55.56), and Recyclable waste/scrap (0). The proposed improvements include implementing clean production, recycling solid waste and water used for wood washing, conducting training on environmental needs, and adding criteria for suppliers with ISO 14001 certification to the supplier selection system. | |
| 33272 | 36413 | D1A018124 | Pengaruh Penambahan Karagenan sebagai Bahan Pengental terhadap pH, Total Asam Tertitrasi, Viskositas, dan Sineresis pada Yoghurt Susu Kambing | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan karagenan terhadap pH, total asam tertitrasi, viskositas dan sineresis pada yoghurt susu kambing. Materi penelitian adalah 5000 gr susu kambing, 5 gr bibit yoghurt kering, 50 gr karagenan, aquades, NaOH 0,1 N dan indikator fenolphtalein 1%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah yoghurt susu kambing tanpa penambahan karagenan, penambahan karagenan 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari bobot susu kambing. Variabel yang diamati adalah pH, total asam tertitrasi, viskositas dan sineresis pada yoghurt susu kambing. Respon perlakuan yang berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut ortogonal polinomial dan uji BNJ untuk menguji perbedaan respon perlakukan tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan penambahan karagenan berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan pH dan viskositas, serta penurunan total asam tertitrasi dan sineresis pada yoghurt susu kambing. Rata-rata pH 4,00 ± 0,06; total asam tertitrasi 1,09 ± 0,03%; viskositas 1534,49 ± 306,90 cP; dan sineresis 6,90 ± 0,95 pada yoghurt susu kambing dengan penambahan karagenan. Pengaruh penambahan karagenan terhadap pH, total asam tertitrasi, viskositas, dan sineresis yoghurt susu kambing bersifat kuadratik. Penambahan karagenan 0,5 – 2 % meningkatkan pH dan viskositas, serta menurunkan total asam tertitrasi dan sineresis yoghurt susu kambing. Konsentrasi penambahan karagenan yang baik untuk yoghurt susu kambing berdasarkan viskositas dan sineresisnya adalah 2%, serta pH yoghurt susu kambing masih dalam batas normal dan total asam tertitrasinya tidak terlalu rendah. | This study aims to examine the effect of adding carrageenan to pH, total titrated acid, viscosity and syneresis in goat's milk yogurt. The research material was 5000 grams of goat's milk, 5 grams of dry yogurt seeds, 50 grams of carrageenan, aquadest, 0.1 N NaOH and 1% phenolphthalein indicator. The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Treatment given goat milk yogurt without the addition of carrageenan, the addition of carrageenan 0.5%, 1%, 1.5%, and 2% of the weight of goat's milk. The variables observed were pH, titrated total acid, viscosity and syneresis in goat's milk yogurt. The treatment response that had a significant effect was carried out by using an orthogonal polynomial further test and the BNJ test to test the differences in the treatment responses of each variable. The results showed that the addition of carrageenan had a very significant effect on increasing pH and viscosity, as well as decreasing total titrated acid and syneresis in goat's milk yogurt. Average pH 4.00 ± 0.06; total titrated acid 1.09 ± 0.03%; viscosity 1534.49 ± 306.90 cP; and syneresis 6.90 ± 0.95 in goat's milk yogurt with the addition of carrageenan. The effect of adding carrageenan to pH, titrated total acid, viscosity, and syneresis of goat's milk yogurt is quadratic. The addition of carrageenan 0.5 – 2% increased the pH and viscosity, and decreased the total titrated acid and syneresis of goat's milk yogurt. A good concentration of carrageenan addition for goat's milk yogurt based on its viscosity and syneresis is 2%, and the pH of goat's milk yogurt is still within normal limits and the total titrated acid is not too low. | |
| 33273 | 36386 | A1A018005 | MANAJEMEN RISIKO USAHATANI JAGUNG DI DESA LABUHAN RATU IV KECAMATAN LABUHAN RATU KABUPATEN LAMPUNG TIMUR | Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, di Indonesia jagung yang digunakan sebagai bahan baku industri, bahan pangan pokok, dan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui biaya dan pendapatan, (2) Mengetahui efisiensi usahatani, (3) Mengetahui risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan, (4) Mengetahui bagaimana tingkat risiko, (5) Mengetahui bagaimana manajemen risiko. Lokasi penelitian di Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anilisis Biaya Dan Pendapatan, Revenue Cost Ratio, Analisis Deskriptif Identifikasi Risiko, Analisis Tingkat Risiko, Analisis Deskriptif Manajemen Risiko. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Biaya rata-rata permusim tanam adalah Rp10.649.827,00. dan rata-rata penerimaan permusim tanam adalah Rp16.896.017,00 sehingga rata-rata keuntungan permusim tanam yang diperoleh adalah Rp6.246.190,00.; (2) Usahatani jagung sudah efisien atau menguntungakan diukur dengan R/C rasio sebesar 1,59; (3) Risiko produksi: degradasi lahan, banjir, kekurangan air, tanaman roboh, serangan OPT, penyakit bule, serangan tikus, gangguan tanaman tahunan, dan tanaman dimakan unggas. Risiko harga : harga benih mahal, harga pupuk mahal, upah tenaga kerja tinggi, dan harga jual jagung rendah. Risiko pendapatan: biaya yang dikeluarkan belum sesuai hasil, fluktuasi produksi, dan fluktuasi harga dan risiko sosial adanya pencurian hasil panen; (4) Tingkat risiko produksi sebesar KV 0,10, tingkat risiko harga sebesar KV 0,03, dan tingkat risiko pendapatan sebesar KV 0,27; (5) Manajemen risiko dilakukan secara terstruktur dan terpadu agar menimalisir risiko yang dihadapi sehingga dapat meningkatakan efisiensi usahatani dan dapat meningkatkan pendapatan. | Corn plant is one of the world's most important food crops, in Indonesia corn is used as industrial raw material, staple food, and animal feed. This study aims to: (1) find out the costs and income, (2) know the efficiency of farming, (3) know the production risk, price risk, and income risk, (4) know how the level of risk, (5) know how to manage risk. The research location was determined purposively in Labuhan Ratu IV Village, Labuhan Ratu District, East Lampung Regency. The time of the study was held on March-April 2022. The sampling design was sampling, namely simple random sampling. The data analysis which used in this research is Cost and Revenue Analysis, Revenue Cost Ratio, Risk Identification Descriptive Analysis, Risk Level Analysis, Descriptive Analysis of Risk Management. The results showed: (1) The average cost planting season is Rp10.649.827,00. with an average revenue planting season is Rp16.896.017,00 and the result that the average profit planting season obtained is Rp6.246.190,00.; (2) Corn farming has been efficient or profitable as measured by an R/C ratio of 2.09; (3) Production risk: land degradation, flooding, water shortage, crop collapse, pest attack, downy mildew disease, rat attack, annual crop disturbance, and plants eaten by poultry. Price risk: high seed prices, high fertilizer prices, high labor costs, and low corn selling prices. Income risk: costs used are not in accordance with the results, production fluctuations, and price fluctuations and social risks like harvest theft; (4) The production risk level is KV 0.10, the price risk level is KV 0.03, and the income risk level is KV 0.27; (5) Risk management is carried out in a structured and integrated manner in order to minimize the risks faced so as to increase farm efficiency and increase income. | |
| 33274 | 36387 | A1D018023 | Kajian Frekuensi Tiga Jamur Ptogen Gulma Terhadap Rumput Belulang In Vivo | Rumput belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn) merupakan gulma yang merugikan tanaman budidaya. Pengendalian yang umum dilakukan yakni dengan penggunaan herbisida kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif. Salah satu teknik pengendalian gulma yang aman untuk dilakukan adalah pengendalian hayati dengan memanfaatkan jamur patogen gulma Chaetomium sp., Curvularia sp., dan Fusarium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi yang terbaik dari jamur patogen gulma secara tunggal atau campuran terhadap rumput belulang in vivo. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Experimental Farm Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto, selama lima bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas 2 faktor, yaitu frekuensi semprot (frekuensi 1, 3, dan 5 kali) dan jamur patogen gulma (kontrol, Chaetomium sp., Curvularia sp., Fusarium sp., campuran Chaetomium sp. dan Curvularia sp., Chaetomium sp. dan Fusarium sp., Curvularia sp. dan Fusarium sp., serta Chaetomium sp., Curvularia sp., dan Fusarium sp.). Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, AUDPC, bobot segar gulma, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyemprotan 3 kali jamur patogen gulma secara tunggal atau campuran merupakan frekuensi terbaik dalam mengendalikan rumput belulang, dengan mempercepat masa inkubasi 14,79 %, meningkatkan intensitas penyakit 6,14 %, meningkatkan nilai AUDPC 10,14 %, menekan bobot segar gulma 38,04 %, serta menekan bobot kering gulma 17,17 % dibandingkan dengan frekuensi penyemprotan 1 kali. Campuran Chaetomium sp., Curvularia sp., dan Fusarium sp. merupakan campuran terbaik karena mampu mempercepat masa inkubasi 85,41%, meningkatkan intensitas penyakit 69,07%, meningkatkan nilai AUDPC 80,35%, menekan bobot segar gulma 76,44% dan bobot kering gulma 64,90% dibanding kontrol. | Goosegrass (Eleusine indica (L.) Gaertn) is a weed that harms cultivated plants. A common control do is with chemical herbicides that can cause negative impacts. One of the safe weed control techniques is biological control by utilizing weed pathogen fungi Chaetomium sp., Curvularia sp., and Fusarium sp. This research aims to determine the best frequency of weed pathogenic fungi single-handedly or mixed against the grass in vivo. This research was conducted at the Faculty of Agriculture's Plant Protection and Experimental Farm Laboratory, Unsoed, Purwokerto, for five months. The design used is a Factorial Random Design Group using two factors, namely spray frequency (frequency one time, frequency three times, and frequency five times) and weed pathogen fungus (Control, Chaetomium sp., Curvularia sp., Fusarium sp., the efficacy of Chaetomium sp. and Curvularia sp., the efficacy of Chaetomium sp. and Fusarium sp., a combination of Curvularia sp. and Fusarium sp., as well as the seizure of Chaetomium sp., Curvularia sp., and Fusarium sp.). Observed variables include the incubation period, disease intensity, AUDPC, fresh weight of weeds, and dry weight of weeds. The results showed that spraying weed pathogenic fungi for singly or in a mixture 3 times was the best frequency in controlling the goosegrass, by accelerate the incubation period by 14,79 %, increase the intensity of the disease by 6,14 %, increase the value of AUDPC by 10,14 %, suppress the fresh weight of weeds 38,04 %, and suppress the dry weight of weeds 17,17 % compared to frequency 1 time. Chaetomium sp., Curvularia sp., and Fusarium sp. is the best mixture to control the goosegrass because it can accelerate the incubation period by 85.41%, increase the intensity of the disease by 69.07%, increase the value of AUDPC by 80.35%, suppress the fresh weight of weeds 76.44% and the dry weight of weeds 64.90% compared to control. | |
| 33275 | 37902 | L1B016067 | PEMBERIAN PAKAN DENGAN VITAMIN C DAN SELENIUM PADA DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C dan selenium terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan pada ikan nilem (Osteochilus vittatus) serta mengetahui dosis vitamin C dan selenium yang paling baik untuk pertumbuhan ikan nilem (Osteochilus vittatus). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, ikan yang dipelihara sebanyak 20 ekor/akuarium. P1 (pakan tanpa penambahan vitamin C dan selenium), P2 (vitamin C 20 g dan Selenium 2 mg.kg-1), P3 (vitamin C 40 g dan Selenium 4 mg.kg- 1), P4 (vitamin C 60 g dan Selenium 6 mg.kg-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian vitamin C dan selenium pada pakan dengan dosis yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh terhadap nilai sintasan ikan nilem (Osteochilus vittatus). Dosis terbaik vitamin C dan selenium yang dicampur pada pakan konvensional dengan keseluruhan parameter adalah P4 (Pakan dengan campuran vitamin C 60 g dan selenium 6 mg kg-1) dengan nilai pertumbuhan berat mutlak 11,3±1,07 gr, pertumbuhan panjang mutlak 6,6±0,45 cm, laju pertumbuhan harian 0,28±0,03 g/hari, laju pertumbuhan spesifik 2,28±0,22% dan sintasan 96,88±3,61%. Kualitas air pada media pemeliharaan masih dalam kisaran optimum untuk kehidupan ikan, suhu berkisar antara 25,5-26,5ºC, pH berkisar antara 6-7 dan DO berkisar antara 5,4-7,3 mg/L. | The aims of this study were to determine the effect of vitamin C and selenium on absolute growth, daily growth rate, specific growth rate and survival rate in Nilem Fish (Osteochilus vittatus) and to determine the best dose of vitamin C and selenium for the growth of nilem fish (Osteochilus vittatus). This research was conducted using an experimental method with 4 treatments and 4 replications, with 20 fish per aquarium. P1 (feed without the addition of vitamin C and selenium), P2 (vitamin C 20 g and Selenium 2 mg.kg-1), P3 (vitamin C 40 g and Selenium 4 mg.kg- 1), P4 (vitamin C 60 g and Selenium 6 mg.kg-1). The results showed that the administration of vitamin C and selenium in the feed at different doses had an effect on the growth in absolute weight, absolute length growth, daily growth rate and specific growth rate, but did not affect the survival rate of Nilem Fish (Osteochilus vittatus). The best dose of vitamin C and selenium mixed in conventional feed with overall parameters is P4 (feed with a mixture of vitamin C 60 g and selenium 6 mg kg-1) with an absolute weight growth value of 11.3 ± 1.07 gr, long growth absolute 6.6 ± 0.45 cm, daily growth rate 0.28 ± 0.03 g/day, specific growth rate 2.28 ± 0.22% and survival rate 96.88 ± 3.61%. Water quality in the rearing medium is still in the optimum range for fish life, temperature ranges from 25.5-26.5ºC, pH ranges from 6-7 and DO ranges from 5.4-7.3 mg / L. | |
| 33276 | 36389 | G1A018093 | PERANAN HIDROGEN PERSOKSIDA (H2O2) PADA YOGHURT (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis PENYEBAB AKNE VULGARIS | Akne Vulgaris (AV) adalah peradangan pada folikel pilosebasea yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis (S. epidermidis). Yoghurt adalah hasil fermentasi susu dengan campuran kultur bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptopcoccus thermophilus sebagai bakteri Asam Laktat (BAL) yang menghasilkan beberapa senyawa yaitu asam laktat, bakteriosin, hidrogen peroksida, dan karbondioksida. Pemberian hidrogen peroksida efektif dalam mengurangi lesi inflamatorik dan non-inflamatorik pada penderita AV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hidrogen peroksida yang dihasilkan bakteri asam laktat pada yoghurt berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode post-test only with control group design yang dilakukan secara in vitro. Analisis kadar H2O2 dalam yogurt mrnggunakan tektik titrasi permanganometri. Uji hambatan pertumbuhan bakteri menggunakan metode makrodelusi dan colony counter. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 sampel dengan dua kali pengulangan dan terbagi dalam 10 kelompok konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%) dengan 0% sebagai kontrol negative. Perbedaan hambatan kelompok perlakuan dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Analisis uji One Way Anova menunjukkan hasil p<0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara masing-masing kelompok konsentrasi. Hasil uji Post-Hoc LSD adalah p<0,05 antara kelompok kontrol dan semua kelompok perlakuan. H2O2 dalam yoghurt mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. epidermidis. Penelitian ini menunjukkan terdapat penghambatan pertumbuhan S. epidermidis oleh yoghurt dan konsentrasi 5% memiliki kandungan hidrogen peroksida sebesar 0,17 mg/mL dan nilai pH 5,7 merupakan konsentrasi hambat minimal pertumbuhan S. epidermidis. | Acne vulgaris (AV) is an inflammation of the pilosebaceous follicles caused by the bacterium Staphylococcus epidermidis (S. epidermidis). Yogurt is the result of fermented milk with a mixture of Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus as Lactic Acid bacteria (BAL) which produce several compounds like lactic acid, bacteriocin, hydrogen peroxide, and carbon dioxide. Hydrogen peroxide is effective in reducing inflammatory and non-inflammatory lesions in AV patients. This study aims to determine whether hydrogen peroxide produced by lactic acid bacteria in yogurt affects inhibiting the growth of S. epidermidis. This research is an experimental study with the post-test only method with control group design which was conducted in vitro. Analysis of H2O2 levels in yogurt using permanganometric titration. Bacterial growth inhibition test using macro delusion and colony counter. The samples used were 30 samples with two repetitions and divided into 10 concentration groups (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%) with 0 % as negative control. Differences in treatment group barriers were analyzed using the One Way ANOVA test. One Way Anova test showed p < 0.001 which indicated a significant difference between each concentration group. The results of the Post-Hoc LSD test were p<0.05 between the control group and all treatment groups. H2O2 in yogurt has antibacterial activity against S. epidermidis. This study showed that there was an inhibition of the growth of S. epidermidis by yogurt at concentration of 5% had a hydrogen peroxide content of 0.17 mg/mL and pH of 5.7 was the minimum inhibitory concentration of S. epidermidis growth. | |
| 33277 | 36406 | G1A018098 | HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP KADAR TESTOSTERON SALIVA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang : Kecemasan adalah perasaan tidak menyenangkan yang dapat diidentifikasi dengan beberapa gejala fisik, behavioral, dan kognitif. Kecemasan secara teori dapat mempengaruhi kadar testosteron. Testosteron adalah hormon androgen yang paling berperan dalam pertumbuhan karakter seks sekunder pada pria, spermatogenesis dan pengaturan libido. Faktor yang mempengaruhi testosterone meliputi jenis kelamin, usia, obesitas, aktivitas fisik, kecemasan, konsumsi alkohol, konsumsi opioid, dan perokok aktif. Testosterone dan kecemasan memiliki keterkaitan dengan sistem HPA dan HPG yang mana kecemasan meningkatkan sistem HPA dan menekan sistem HPG. Tujuan : Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap testosterone saliva pada mahasiswa FK Unsoed. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 29 mahasiswa yang diambil dengan metode consecutive sampling jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 18-23 tahun. Pengukuran kadar testosteron saliva dan tingkat kecemasan menggunakan metode Salimetrics ELISA dan HARS. Analisis bivariat menggunakan uji non-parametrik Spearman dengan tingkat kemaknaan p=0,000 Hasil : Subjek penelitian ini memiliki kadar testosterone saliva dan tingkat kecemasan masing-masing kategori rendah rerata 13.78 ± 7.52 pg/ml median 13,87 pg/ml dan kategori cemas ringan rerata 17.90 ± 5.28 median 17. Hasil uji non-parametrik spearman tingkat kecemasan dengan kadar testosterone saliva menunjukan nilai r = -0,81 dan p = 0,000 Kesimpulan : Dapat disimpulkan terdapat korelasi negatif antara tingkat kecemasan terhadap kadar testosteron saliva. | Introduction : Anxiety is an unpleasant feeling that can be identified by several physical, behavioral, and cognitive symptoms. Anxiety can theoretically affect testosterone levels. Testosterone is an androgen hormone that plays a significant role in the growth of secondary sex characters in men, spermatogenesis, and libido regulation. Factors that affect testosterone include gender, age, obesity, physical activity, anxiety, alcohol consumption, opioid consumption, and active smoking. Testosterone and anxiety are related to the HPA and HPG systems where anxiety increases the HPA system and suppresses the HPG system. Objective : This study aims to determine the relationship between anxiety levels and salivary testosterone in FK Unsoed students. Methods : This study is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The number of subjects in this study was 29 students who were taken with the consecutive sampling method of male sex with an age range of 18-23 years. Measurement of salivary testosterone levels and anxiety levels using the Salimetrics ELISA and HARS methods. Bivariate analysis using non-parametric Spearman test with result of p=0,000. Results : . The subjects of this study had salivary testosterone levels and anxiety levels in each low category with an average of 13.78 ± 7.52 pg/ml median 13.87 pg/ml and an average mild anxiety category of 17.90 ± 5.28 median 17. The results of the non-parametric Spearman test of anxiety levels with levels of Testosterone saliva show a value of r = -0.81 and p = 0.000 Conclusion : Can be concluded that there is a negative correlation between anxiety levels and salivary testosterone levels. | |
| 33278 | 36390 | C1L017042 | PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DARING, FASILITAS BELAJAR, DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII PROGRAM IPS MAN 1 BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran daring, fasilitas belajar, dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa kelas XII program IPS di MAN 1 Banyumas. Populasi dalam penelitian berjumlah 161 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling, dan ditetapkan sampel sebanyak 118 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Metode pembelajaran daring berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa, 2) Fasilitas belajar tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, 3) Lingkungan keluarga tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih kurang efektif, sehingga untuk evaluasinya yaitu guru untuk inovatif dalam menerapkan metode pembelajaran daring. Bagi sekolah yaitu dapat mengevaluasi guru yang ditampung pada kuesioner yang kemudian hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pengembangan pada program studi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa | This research is a quantitative research with a survey method to analyze the effect of online learning methods, learning facilities, and family environment on the learning achievement of class XII students of the Social Studies program at MAN 1 Banyumas. The population in the study amounted to 161 students. The sampling technique used was convenience sampling, and a sample of 118 students was assigned. Based on the results of this study indicate that: 1) Online learning methods have a positive effect on student achievement, 2) Learning facilities have no effect on student achievement, 3) Family environment has no effect on learning achievement. The implication of the conclusion above is that the learning method applied by the teacher is still less effective, so for the evaluation, the teacher is to be innovative in implementing online learning methods. For schools, it is possible to evaluate teachers who are accommodated in questionnaires which can then be used as development material for study programs to improve student achievement. | |
| 33279 | 36391 | E1A018139 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ISTRI HAMIL (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Purworejo Nomor 1166/Pdt.G/2020/ PA.Pwr) | Perkawinan adalah cara yang sah untuk memenuhi kebutuhan mengembangkan keturunan dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk mewujudkan perkawinan tersebut maka suatu perkawinan harus memenuhi syarat dan rukun perkawinan. Namun pada kenyataannya sering terjadi mempelai itu sendirilah yang membuat rukun dan syarat perkawinan tidak terpenuhi sehingga perkawinan tersebut dibatalkan. Seperti salah satunya Perkara Putusan Pengadilan Agama Purworejo, dimana pemohon mengajukan pembatalan perkawinan dikarenakan pemohon merasa ditipu oleh termohon yang ternyata sudah mengandung anak dari lelaki lain disaat usia pernikahan mereka masih menginjak 7 hari sehingga pada akhirnya oleh majelis hakim perkawinannya diputus dengan pembatalan perkawinan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana dasar pertimbangan hukum Hakim dalam membatalkan perkawinan karena istri sudah hamil terhadap putusan Pengadilan Agama Purworejo Nomor 1166/Pdt.G/2020/ PA.Pwr. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder berupa putusan pengadilan, Literatur berupa buku – buku, jurnal yang relevan dengan penelitian ini dan Perundang – Undangan. metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analaisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Berdasarkan Hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa majelis hakim dalam membatalkan perkawinan dalam putusan Pengadilan Agama Purworejo Nomor 1166/Pdt.G/2020/ PA.Pwr adalah mempertimbangkan pasal 27 (2) UU Nomor 1 tahun 1974 Jo. Pasal 72 (2) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti untuk memeperkuat penetapan pembatalan perkawinan perkara ini sebaiknya hakim juga mencantumkan pasal 27 Ayat (3) Kompilasi Hukum Islam. | Marriage is a legal way to fulfill the need to develop offspring with the aim of forming a happy and eternal family based on God Almighty. To realize the marriage, a marriage must meet the requirements and pillars of marriage. But in reality, it is often the bride and groom themselves that make the pillars and conditions of marriage not fulfilled so that the marriage is annulled. One of them is the Purworejo Religious Court Decision Case, where the applicant filed for marriage annulment because the applicant felt cheated by the respondent who turned out to be pregnant with another man's child when their marriage was still 7 days old so that in the end the panel of judges decided the marriage was an annulment. The formulation of the problem in this study is how the judge's legal basis for annul the marriage because the wife is pregnant against the decision of the Purworejo Religious Court Number 1166/Pdt.G/2020/PA.Pwr. This research data comes from secondary data in the form of court decisions, literature in the form of books, journals relevant to this research and legislation. method of data collection is done by literature study. The analytical method used in this research is qualitative analysis. Based on the results of the research and data analysis, it can be concluded that the panel of judges in annulling the marriage in the decision of the Purworejo Religious Court Number 1166/Pdt.G/2020/PA.Pwr was considering article 27 (2) of Law Number 1 of 1974 Jo. Article 72 (2) Compilation of Islamic Law. According to the researcher, to strengthen the determination of the annulment of marriage in this case, the judge should also include Article 27 Paragraph (3) of the Compilation of Islamic Law. | |
| 33280 | 37903 | J1B018024 | Sistem Fonologi Dan Dinamikanya Dalam Bahasa Jawa Di Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen | Bahasa Jawa Ambal atau selanjutnya disebut BJA dikelompokkan ke dalam bahasa Jawa dialek Ngapak dan Bandek. Secara administratif Kecamatan Ambal terdiri atas 32 desa. Banyaknya jumlah desa tersebut, menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing tempat. Perbedaan tersebut meliputi unsur fonologi dan unsur leksikon. Penelitian ini mengkaji fonologi yang ada di BJA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem fonologi BJA beserta variasi bunyi yang ada dalam BJA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini dapat memberikan deskripsi yang rinci dan detail terkait fonologi BJA. Sumber data diambil berdasarkan sampel desa berjumlah empat desa yaitu Desa Sidomukti, Desa Kaibon Petangkuran, Desa Banjarsari, dan Desa Peneket. Dari empat desa tersebut, diambil masing-masing satu informan penutur BJA yang memenuhi beberapa kriteria untuk dijadikan sumber data primer. Pertanyaan yang diajukan mengacu pada 800 kosakata Budaya Dasar yang telah dimodifikasi kembali. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa fonem yang digunakan BJA sejumlah 32 fonem yang terdiri atas 10 fonem vokal dan 22 fonem konsonan. Semua fonem tersebut dapat berdistribusi dengan baik di semua posisi, kecuali beberapa fonem. Ditemukan pula adanya perubahan bunyi serta variasi bunyi dalam BJA. Variasi bunyi yang ditemukan berupa variasi bunyi vokal. Variasi bunyi vokal yang ditunjukkan di Desa Sidomukti dan Desa Banjarsari menggunakan fonem vokal /a/ seperti bahasa Jawa pada umumnya. Sementara itu, Desa Kaibon Petangkuran menggunakan fonem vokal /e/ dan Desa Peneket menggunakan fonem vokal /ͻ/. | Ambal Javanese or hereinafter referred to as BJA is grouped into Javanese dialects Ngapak and Bandek. Administratively, Ambal District consists of 32 villages. A large number of villages shows the differences between each place. These differences include phonological elements and lexicon elements. This study examines phonology in BJA. The purpose of this study is to describe the BJA phonological system along with the sound variations present in the BJA. This research uses a qualitative descriptive approach. This method can provide a detailed and detailed description of the phonology of BJA. The source data was taken based on a sample of four villages, namely Sidomukti Village, Kaibon Petangkuran Village, Banjarsari Village, and Peneket Village. From the four villages, one BJA-speaking informant was taken each who met several criteria to be used as a primary data source. The question asked refers to 800 Basic Culture vocabulary that has been re-modified. Based on the results of the analysis, it was found that the phonemes used by BJA were 32 phonemes consisting of 10 vowel phonemes and 22 consonant phonemes. All such phonemes can be well distributed in all positions, except for a few phonemes. It was also found that there were sound changes and sound variations in the BJA. The sound variations found are variations in vocal sounds. The variation of vowel sounds shown in Sidomukti Village and Banjarsari Village uses the vowel phoneme /a/ like Javanese in general. Meanwhile, Kaibon Petangkuran Village uses the vocal phoneme /e/, and Peneket Village uses the vocal phoneme /ͻ/. |