Artikelilmiahs

Menampilkan 33.321-33.340 dari 49.981 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3332136434I1C018048GAMBARAN SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA FARMASI TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA PURWOKERTOPandemi COVID-19 berdampak pada dunia pendidikan. Pemerintah mengarahkan untuk merubah pembelajaran luring menjadi daring. Penelitian sebelumnya menyatakan adanya perubahan sikap dan perilaku belajar mahasiswa. dimana dapat mempengaruhi ketrampilan mahasiswa farmasi yang akan berpengaruh pada kualitas pelayanan kefarmasian di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap dan perilaku mahasiswa farmasi terhadap pembelajaran daring serta mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap dan perilaku pada mahasiswa aktif angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode cross sectional yang dilakukan di Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Harapan Bangsa. Kuesioner sikap dan perilaku disusun oleh tim peneliti berdasarkan hasil FGD (Forum Group Discussion) bersama mahasiswa jurusan farmasi di Perguruan Tinggi di Purwokerto. Sebanyak 205 responden dari mahasiswa angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 dipilih berdasarkan proportional sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji komparasi menggunakan uji Kruskall Wallis untuk kuesioner sikap dan One Way ANOVA untuk kuesioner perilaku. Hasil penelitian ini yaitu sebanyak 87,51% responden memiliki sikap positif dan 12,49% memiliki sikap negatif terhadap pembelajaran daring. Sebesar 26,83% responden berperilaku baik, 67,32% berperilaku cukup, dan 5,85% berperilaku kurang terhadap pembelajaran daring. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap dan perilaku mahasiswa pada pembelajaran daring angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 dengan p-value sebesar 0,373 dan 0,225. Secara keseluruhan, mahasiswa farmasi pada penelitian ini sebagian besar memiliki sikap positif dan berperilaku cukup terhadap pembelajaran daring dimana hal tersebut tidak dipengaruhi oleh tingkat mahasiswa.The COVID-19 pandemic has an impact on the world of education. The government is directing to turn offline learning into online learning. Previous research stated that there were changes in students' attitudes and learning behaviors, which can affect the skills of pharmaceutical students, which will affect the quality of pharmaceutical services in the future. This study aims to determine description of attitudes and behaviors of pharmaceutical students towards online learning and to find out whether there are differences in attitudes and behaviors in active students of the 2018, 2019, 2020, and 2021 levels. This research used a cross-sectional design conducted at the Bachelor of Pharmacy Study Program of Harapan Bangsa University, Purwokerto. The attitude and behavior questionnaire was prepared by the research team based on the results of the FGD (Forum Group Discussion) with students of the Department of Pharmacy from Jenderal Soedirman University, Muhammadiyah Purwokerto University, STIKES Ibnu Sina, and Harapan Bangsa University. The respondents in the study were 205 first to fourth graders who were taken using the proportional sampling method. Data were analyzed descriptively and comparatively tested using Kruskall Wallis test for attitude questionnaire and One Way ANOVA for behavior questionnaire. As many as 87.51% of respondents had a positive attitude and 12.49% had a negative attitude towards online learning. A total of 26.83% of respondents behaved well, 67.32% behaved fairly, and 5.85% behaved less towards online learning. The results of the comparative analysis showed that there were no significant differences between the attitudes and behaviors of students in online learning of the 2018, 2019, 2020, and 2021 is 0.373 and 0.225. Overall, pharmacy students in this study mostly have a positive attitude and behave fairly towards online learning where this is not influenced by the level of students.
3332236435I1C018044GAMBARAN SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA FARMASI TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOPandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia berdampak di bidang pendidikan. Pemerintah menghimbau untuk menyelenggarakan pembelajaran secara daring. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perubahan metode pembelajaran tersebut menyebabkan adanya perubahan sikap dan perilaku belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap dan perilaku mahasiswa farmasi terhadap pembelajaran daring serta melihat perbedaan sikap dan perilaku pada mahasiswa tingkat satu, tingkat dua, tingkat tiga, dan tingkat empat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di Jurusan Farmasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Kuesioner sikap dan perilaku disusun oleh tim peneliti berdasarkan hasil FGD (Forum Group Discussion) bersama mahasiswa Jurusan Farmasi dari Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, STIKES Ibnu Sina, dan Universitas Harapan Bangsa. Responden dalam penelitian berjumlah 219 orang mahasiswa tingkat satu hingga empat yang diambil menggunakan metode proportional sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji komparasi menggunakan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 97,72% responden memiliki sikap positif dan 2,28% responden memiliki sikap negatif terhadap pembelajaran daring. Kemudian sebesar 15,98% responden berperilaku baik, 79% responden berperilaku cukup, dan 5,02% responden berperilaku kurang terhadap pembelajaran daring. Hasil uji komparasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap dan perilaku mahasiswa tingkat satu, tingkat dua, tingkat tiga, dan tingkat empat terhadap pembelajaran daring dengan p-value sebesar 0,448 pada variabel sikap dan 0,227 pada variabel perilaku. Mahasiswa farmasi pada penelitian ini sebagian besar memiliki sikap yang positif dan perilaku cukup terhadap pembelajaran daring dimana hal tersebut tidak dipengaruhi oleh tingkat mahasiswa.The Covid 19 pandemic that occurred in Indonesia had an impact in the field of education. The government urges students to organize online learning. Previous research shows that changes in learning methods cause changes in students' learning attitudes and behaviors. This study aims to determine the descriptions of attitudes and behaviors of pharmaceutical students towards online learning and to see the differences in attitudes and behaviors in students of level one, level two, level three, and level four. This research used a cross-sectional design conducted at the Department of Pharmacy Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The attitude and behavior questionnaire was prepared by the research team based on the results of the FGD (Forum Group Discussion) with students of the Department of Pharmacy from Jenderal Soedirman University, Muhammadiyah Purwokerto University, STIKES Ibn Sina, and Harapan Bangsa University. The respondents in the study were 219 first to fourth graders who were taken using the proportional sampling method. Data were analyzed descriptively and comparatively tested using Kruskal-Wallis. The results showed that 97.72% of respondents had a positive attitude and 2.28% of respondents had a negative attitude towards online learning. Then, 15.98% of respondents behaved well, 79% of respondents behaved fairly, and 5.02% of respondents behaved less towards online learning. The comparative test results showed that there were no significant differences in attitudes and behaviors of level one, level two, level three, and level four students towards online learning with a p-value of 0.448 on the attitude variable and 0.227 on the behavior variable. Pharmacy students in this study mostly have a positive attitude and sufficient behavior towards online learning where this is not influenced by the level of students.
3332336436I1I020006HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA KARYAWAN SHIFT DI PT. PAJITEX KABUPATEN PEKALONGANABSTRAK
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA KARYAWAN SHIFT DI PT. PAJITEX KABUPATEN PEKALONGAN

Latar Belakang : Mencapai produktivitas kerja yang baik tidak terlepas dari gaya hidup pekerja. Gaya hidup yang tidak sehat seperti asupan makan tidak seimbang, kualitas tidur buruk dan aktivitas fisik rendah dapat berdampak pada masalah gizi pekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan zat gizi makro, kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan status gizi pada karyawan shift di PT. PAJITEX Kabupaten Pekalongan.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebesar 87 karyawan shift dengan teknik purposive sampling. Variabel asupan zat gizi diukur menggunakan recall 2x24 jam, kualitas tidur dengan kuesioner Pittsburgh Quality Sleep Index (PSQI), aktivitas fisik dengan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan status gizi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan uji regresi linear berganda.
Hasil : Terdapat hubungan asupan energi (p=0,000 r=0,392), protein (p=0,000 r=0,415), lemak (p=0,000 r=0,393), karbohidrat (p=0,000 r=0,450), kualitas tidur (p=0,046 r=0,215) dan aktivitas fisik (p=0,000 r=-0,406) dengan status gizi. Uji regresi linear berganda menunjukkan terdapat pengaruh asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kualitas tidur dan aktivitas fisik secara bersama-sama (p=0,000) dengan status gizi sebesar 39,2%.
Kesimpulan : Terdapat hubungan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan status gizi. Secara bersama-sama terdapat pengaruh dengan status gizi.
Kata Kunci : Aktivitas fisik, asupan zat gizi, kualitas tidur, status gizi.
ABSTRACT
THE RELATION OF MACRONUTRIENT INTAKE, SLEEP QUALITY AND PHYSICAL ACTIVITY WITH NUTRITIONAL STATUS OF SHIFT EMPLOYEES AT PT. PAJITEX PEKALONGAN REGENCY

Background : In order to achieve excellent productivity at work, the employee’s lifestyle can not be separated from the equation. Unhealthy lifestyle such as an imbalanced food intake, bad sleeping quality, and low physical activity can have an impact on the employee’s nutritional problems. This study aims to determine the relation between macronutrient intake, sleep quality, and physical activity with the nutritional status of shift employees at PT. PAJITEX Pekalongan Regency.
Method : This research is an observational research with cross sectional approach. The sample is 87 shift employees with purposive sampling technique. Nutrient intake variables was measured used a recall 2x24 hour, sleep quality used the Pittsburgh Quality Sleep Index (PSQI) questionnaire, physical activity used the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and nutritional status used Body Mass Index (BMI). Data analysis used Pearson Product Moment correlation and multiple linear regression tests.
Result : There was a relation between energy intake (p=0,000 r=0,392), protein (p=0,000 r=0,415), fat (p=0,000 r=0,393), carbohydrates (p=0,000 r=0,450), sleep quality (p=0.046 r=0,215) and physical activity (p=0.000 r=-0,406) with nutritional status. Multiple linear regression tests showed that there was an effect of energy, protein, fat, carbohydrate, sleep quality and physical activity together (p=0,000) with nutritional status of 39,2%.
Conclusion : There is a relation between energy intake, protein, fat, carbohydrate, sleep quality, physical activity and nutritional status.
Keyword : Physical activity, nutrient intake, sleep quality, nutritional status.
3332436437D1A018172HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN PETERNAK KERBAU TENTANG PAKAN DENGAN KETERAMPILAN PETERNAK DALAM PENYEDIAAN PAKAN UNTUK PENGEMBANGAN TERNAK KERBAU DI KABUPATEN PEMALANGTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan peternak tentang pakan dengan keterampilan peternak dalam penyediaan pakan ternak kerbau di Kabupaten Pemalang. Sasaran penelitian adalah peternak kerbau di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penetapan sampel dilakukan purposive random sampling dengan mengambil responden peternak kerbau di tiga wilayah yaitu Desa Surajaya di Kecamatan Pemalang, Desa Kejambon di Kecamatan Taman, dan Desa Wanarata di Kecamatan Bantarbolang. Penetapan jumlah responden dilakukan menggunakan rumus slovin dengan margin of error 10% diperoleh responden sebanyak 69 peternak. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendidikan peternak dalam kategori rendah, tingkat pengetahuan peternak tentang pakan dalam kategori sedang, dan tingkat keterampilan peternak dalam penyediaan pakan dalam kategori sedang. Terdapat hubungan yang nyata antara pendidikan peternak dan pengetahuan peternak tentang pakan dengan keterampilan peternak dalam penyediaan pakan ternak kerbau. Nilai korelasi spearman antara pendidikan peternak dengan keterampilan peternak dalam penyediaan pakan menunjukan nilai sebesar 0,372 sedangkan antara pengetahuan peternak tentang pakan dengan keterampilan peternak dalam penyediaan pakan menunjukan nilai sebesar 0,582.The purpose of this study was to determine the relationship between farmer education and knowledge of farmers about feed with the skills of farmers in providing buffalo feed in Pemalang Regency. The research target was buffalo breeders in Pemalang Regency. The sampling method used was purposive random sampling by taking buffalo breeders as respondents in three areas, namely Surajaya Village in Pemalang District, Kejambon Village in Taman District, and Wanarata Village in Bantarbolang District. The data obtained were analyzed using Spearman rank correlation. The results showed that there was a significant relationship between farmer's education and knowledge of farmers about feed with the skills of farmers in providing buffalo feed. The Spearman correlation value between farmer education and farmer skills in providing feed shows a value of 0.372, while between farmer knowledge about feed and farmer skills in providing feed shows a value of 0.582.
3332536438F1B018009Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Inovasi Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat Pengguna Inovasi Layanan Online Go-Dokumen (Go-Dok) di Kecamatan Purbaratu Kota TasikmalayaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan publik akibat buruknya kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyedia layanan. Maka dari itu, penyedia layanan harus terus berinovasi agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan inovasi pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pengguna inovasi layanan online Go-Dokumen (Go-Dok). Dengan kualitas pelayanan dan inovasi pelayanan sebagai variabel bebas (X) dan kepuasan masyarakat (Y) sebagai variabel terikat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dan teknik pemilihan informannya simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui kuesioner dan wawancara.
Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruhnya, teknik analisa yang digunakan adalah teknik korelasi Kendall’s Tau, Kendall’s W, dan regresi ordinal. Sampel yang diambil berjumlah 73 orang dengan margin of error 10%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan dan inovasi pelayanan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pengguna inovasi layanan online Go-Dokumen (Go-Dok). Hasil analisis data menggunakan korelasi Kendall’s Tau-b menunjukan hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,497. Selain itu, variabel inovasi pelayanan juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,447. Hasil analisis konkordansi kendall’s W variabel kualitas pelayanan dan variabel inovasi pelayanan bersama-sama mempengaruhi kepuasan masyarakat dengan sangat rendah. Pada uji regresi ordinal, menunjukkan nilai antara 0,192 sampai dengan 0,352 yang berarti variasi variabel kepuasan masyarakat (Y) yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan (X1) dan inovasi pelayanan yaitu antara 19,2 % sampai dengan 35,2%
Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan dan Inovasi Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat Pengguna Inovasi Layanan Online Go-Dokumen (Go-Dok). Penyedia layanan harus terus mempertahankan kualitas pelayanan dan harus terus mengembangkan inovasi layanan online Go-Dokumen (Go-Dok). Untuk meningkatkan kepuasan masyarakat penyedia layanan harus memperbaiki satu-satu antara kualitas pelayanan dan inovasi pelayanan tidak bisa memperbaiki keduanya secara bersama-sama.
This research is motivated by the community towards public services due to the poor quality of services provided by service providers. Therefore, service providers must continue to work in order to be able to improve the quality of service so as to provide satisfaction to the community. The purpose of this study was to determine the effect of service quality and service innovation on community satisfaction users of Go-Dokumen (Go-Dok) online service innovations. With service quality and service innovation as independent variables (X) and community satisfaction (Y) as determinant variables. The method used is quantitative associative and the informant selection technique is simple random sampling. Data was collected by means of questionnaires and interviews.
To determine the level of significance of the effect, the analytical technique used is the correlation technique of Kendall's Tau, Kendall’s W, and ordinal regression. The samples taken were 73 people with a margin of error of 10%. The results of this study reveal that service quality and service innovation have a positive and significant influence on the satisfaction of users of Go-Dokumen (Go-Dok) online service innovations. The results of data analysis using Kendall's Tau-b correlation show a positive and significant relationship between service quality and community satisfaction with a correlation coefficient of 0.497. In addition, the service innovation variable also has a positive and significant relationship to community satisfaction with a correlation coefficient of 0.447. The results of the concordance analysis of Kendall’s W, variables together affect community satisfaction very low. In the regression test, it shows a value between 0,192 to 0.352 which means that the variation of the community satisfaction variable (Y) can be explained by the variation of the service quality variable (X1) and service innovation (X2), which is between 19.2% to 35.2%.
The conclusion of this study is that there is a positive and significant influence between Service Quality and Service Innovation on the Satisfaction of the Society of Users of Go-Dokumen (Go-Dok) Online Service Innovation Users. Service providers must continue to maintain service quality and must continue to develop Go-Dokumen (Go-Dok) online services innovation. Ti increase community satisfaction, service providers must improve one-on-one service quality and service innovation, can’t improve both together.
3332636440J1B018059Implementasi Tingkat Tutur Bahasa Jawa sebagai Wujud Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di PPQ Al Amin PabuwaranManusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan manusia lain. Selain kemampuan berbahasa, kesantunan berbahasa juga penting untuk diperhatikan agar tercipta komunikasi yang lancar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman diantara pelaku tutur. Penelitian implementasi tingkat tutur bahasa Jawa sebagai wujud kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial di PPQ Al Amin Pabuwaran menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode simak dalam mengumpulkan data penelitian.Data penelitian berupa tuturan masyarakat pesantren. Kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial yang terjadi di PPQ Al Amin Pabuwaran dilatarbelakangi oleh perbedaan usia, hubungan sosial, dan status sosial pelaku tutur. Penggunaan bahasa Jawa ngoko merupakan bentuk kesantunan berbahasa untuk menambah kesan akrab antara penutur yang berusia lebih tua daripada lawan tutur dan penutur yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada lawan tutur. Selanjutnya, penggunaan bahasa Jawa krama merupakan bentuk penghormatan kepada lawan tutur yang berusia lebih tua daripada penutur dan lawan tutur yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada penutur. Dalam hal ini santri sebagai murid dan berusia jauh lebih muda dari Abah Kyai, Ibu Nyai maupun Gus sebagai pengajar, pengasuh, dan pendiri Pondok Pesantren PPQ Al Amin Pabuwaran yang berusia jauh lebih tua dari santri atau murid. Humans as social beings use language to interact with other humans. In addition to language skills, language politeness is also important to note in order to create smooth communication and not cause misunderstandings between speech actors. The research on the implementation of the Javanese speech level as a form of language politeness in social interaction at PPQ Al Amin Pabuwaran uses a qualitative descriptive method with the observation method in collecting research data. Language politeness in social interactions that occur at PPQ Al Amin Pabuwaran is motivated by differences in age, social relations, and social status of the speech actor. The use of the Javanese ngoko language is a form of language politeness to add a familiar impression between speakers who are older than the interlocutor and speakers who have a higher position than the interlocutor. Furthermore, the use of Javanese manners is a form of respect for the interlocutor who is older than the speaker and the interlocutor who has a higher position than the speaker. In this case, students are students and are much younger than Abah Kyai, Ibu Nyai and Gus as teachers, caregivers, and founders of the PPQ Al Amin Pabuwaran Islamic Boarding School who are much older than students or students.
3332736441C1B017102PENGARUH WORKLOAD, EXTERNAL LOCUS OF CONTROL DAN WORK FAMILY CONFLICT TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN STRESS KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Perkebunan Kelapa Sawit PT. Swadaya Sapta Putra)
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis workload, eksternal locus of control dan work family conflict terhadap kepuasan kerja dengan stress kerja sebagai variabel mediasi pada pekerja lapangan di PT. Swadaya Sapta Putra, Bajarau, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 664 karyawan PT. Swadaya Sapta Putra, Parenggean. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak sebanyak 84 orang pada luas perkebunan 1,398,48 Ha.
Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa: 1) workload tidak memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, 2) external locus of control memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, 3) work family conflict memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, 4) workload tidak memiliki pengaruh positif terhadap stress kerja, 5) external locus of control berpengaruh positif terhadap stress kerja, 6) work family conflict memiliki pengaruh positif terhadap stress kerja, 7) stress kerja tidak memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, 8) stres kerja tidak memediasi pengaruh workload terhadap kepuasan kerja karyawan, 9) stress kerja memediasi pengaruh externla locus of control terhadap kepuasan kerja karyawan, 10) stress kerja memediasi pengaruh work family conflict terhadap kepuasan kerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini yaitu diperlukan adanya pemenuhan kebutuhan karyawan yang menunjang dalam pekerjaan untuk memunculkan kepuasan kerja karyawan dan tidak menimbulkan external locus of control serta stress dalam bekerja.
Kata Kunci: Workload, External Locus of Control, Work Family Conflict, Stress Kerja, Kepuasan Kerja
SUMMARY
In general, this study aims to analyze workload, external locus of conrol and work family conflict on job satisfaction with job stress as a mediation variable in field workers in PT. Swadaya Sapta Putra, Bajarau, Parenggean, East Kotawaringin Regency, Central Kalimantan. The population in this study was as many as 664 employees of PT. Self-Help Sapta Putra, Parenggean. The samples used in this study were as many as 84 people on a plantation area of 1,398,48 Ha.
The results showed that: 1) workload does not have a negative influence on job satisfaction, 2) external locus of control has a negative influence on job satisfaction, 3) work family conflict has a negative influence on job satisfaction, 4) workload does not have a positive influence on job stress, 5) external locus of control has a positive effect on job stress, 6) work family conflict, 8) work stress does not mediate the effect of workload on employee job satisfaction, 9) work stress mediates the effect of external locus of control on employee job satisfaction, 10) work stress mediates the effect of work family conflict on employee job satisfaction.The implication of this study is that it is necessary to meet the needs of employees who support the work to bring about employee job satisfaction and not cause external locus of control and stress in work
Keywords: Workload, External Locus of Control, Work Family Conflict, Work Stress, Job Satisfaction
3332836442E1A018063PERAN TES DNA DAN VISUM ET REPERTUM KERANGKA TULANG KORBAN DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Putusan Nomor 7/Pid.B/2020/PN Bms)Peran tes DNA dan Visum et Repertum kerangka tulang korban dalam proses pembuktian perkara tindak pidana pembunuhan berencana Nomor 7/Pid.B/2020/PN Bms, peran DNA untuk mengungkap genetik atau identitas para korban dan peran Visum et Repertum untuk mengungkap bagaimana penyebab kematian para korban, kedua peran tersebut dilakukan dengan cara pemeriksaan medis. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan dakwaan kombinasi yaitu kumulatif dan subsidair. Hakim terlebih dahulu mempertimbangkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam memutus kesalah para Terdakwa. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer,sekunder, dan tersier. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peran DNA untuk mengungkap genetik atau identitas para korban dan peran Visum et Repertum untuk mengungkap bagaimana penyebab kematian para korban. Secara yuridis Terdakwa 1 Irvan Firmansyah dan Terdakwa 2 Achmad Saputra terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, non yuridis perbuatan para Terdakwa menimbulkan perasaan sedih yang sangat mendalam pada keluarga. Para Terdakwa yang menunjukkan sikap atau karakter diri para Terdakwa yang kurang dapat memberikan penghargaan terdahap kehidupan manusia.The role of DNA testing and Visum et Repertum of the victim's bone skeleton in the process of proving the criminal act of premeditated murder No. 7/Pid.B/2020/PN Bms, the role of DNA to reveal the genetics or identity of the victims and the role of Visum et Repertum to reveal the cause of death of the victims. victim, both roles are carried out by means of a medical examination. The prosecution of the Public Prosecutor with a combination of cumulative and subsidiary charges. The judge first considers the indictment of the Public Prosecutor in deciding the guilt of the Defendants. The research method used is normative juridical, with prescriptive research specifications. This study uses primary, secondary, and tertiary data. Based on the results of the study, it was concluded that the role of DNA was to reveal the genetics or identity of the victims and the role of Visum et Repertum to reveal the cause of death of the victims. Juridically Defendant 1 Irvan Firmansyah and Defendant 2 Achmad Saputra were proven to have committed unlawful acts as stipulated in the indictment of the Public Prosecutor, non-juridically the actions of the Defendants caused deep feelings of sadness to the family. The Defendants who show the attitude or character of the Defendants are less able to give respect to human life.
3332937908J1B017030Istilah Asing Sebagai Penanda Register pada Media Sosial Komunitas Pecinta Kucing D’clovers BandungPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan istilah asing sebagai penanda register pada media sosial komunitas pecinta kucing D’Cloves Bandung. Pemakaian bahasa di komunitas pecinta kucing D’Covers Bandung memiliki ciri khas berupa penggunaan campur kode. Peristiwa campur kode biasanya ditandai dengan adanya istilah khusus sebagai penanda register yang berasal dari bahasa asing. Oleh karena itu, penulis meneliti bentuk dan makna register yang berasal dari bahasa asing. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya terdapat register. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah metode agih dan metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah asing sebagai penanda bahasa register pada media sosial komunitas pecinta kucing D’Clovers Bandung berbentuk kata tunggal, kata kompleks, dan frasa. Selanjutnya, setiap register yang ditemukan memiliki makna kontekstual terkait penggunaan dalam media sosial komunitas pecinta kucing D’Clovers Bandung. The purpose of this research is to describe foreign terms as register markers on the social media of D’Clovers Bandung cat lovers community. The language on social media of D'Clovers Bandung cat lovers community is characterized by the use of code-mixing. Code-mixings are marked by the presence of special terms as register markers originating from foreign languages. Therefore, the author examines the form and meaning of register from foreign languages. This research is using qualitative descriptive method. This research data is the utterance containing registers. The data were collected by using the observation method with uninvolved conversation observation and tapping technique. The methods that have been used to analyze data in this research are the distributional method and the identity method. The result of the analysis is that there are foreign terms as register markers on social media of the D'Clovers Bandung cat lovers community in the form of single words, complex words, and phrases. Furthermore, each register found has a contextual meaning based on the context of social media of D'Clovers Bandung cat lovers community.
3333038312F1C018097REPRESENTASI BULLYING
TERHADAP KAUM DIFABEL PADA ANIME “ A SILENT VOICE “
Munculnya tindakan diskriminasi yang berbentuk bullying sering terjadi terhadap
kaum difabel. Kaum difabel yang berperan sebagai korban sudah banyak bercerita
mengenai mereka yang diperlakukan secara tidak adil hanya karena mereka seorang
difabel atau penyandang kebutuhan khusus. Dengan banyaknya kasus yang mucul
mengenai diskriminasi dan bullying yang terjadi, munculah sebuah media massa baru
yang berbentuk audio visual atau bisa juga disebut dengan film untuk menyampaikan
pesan mengenai diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis dan
merepresentasikan bentuk dari bullying yang terjadi terhadap salah satu karakter
difabel pada film A Silent Voice. Teori yang akan digunakan yaitu semiotika milik
Roland Barthes yang berkemungkinan untuk menganalisis setiap makna yang
terkadung dalam film A Silent Voice. Penelitian ini akan menggunakan paradigma atau
metode penelitian kualitatif konstruktif yang menggunakan metode dokumentasi
atau mengumpulkan seluruh data dokumen yang berkaitan dengan penelitian yang
kemudian digunakan untuk menemukan hasil dari penelitian ini. Hasil dan
pembahasan penelitian ini menemukan bahwa perilaku diskriminasi dan bullying
yang terjadi salah satu karakter dalam film A Silent Voice merupakan sebuah bentuk
penolakan kehadiran seorang kaum difabel pada suatu kelompok teman sekolah
dengan mengatas namakan sebagai bentuk bercandaan antar teman.
The emergence of acts of discrimination in the form of bullying often occurs against
people with disabilities. People with disabilities who play the role of victims have told
many stories about those who are treated unfairly just because they are a person with a
disability or with special needs. With so many cases emerging regarding discrimination
and bullying that occurred, a new mass media emerged in the form of audio-visual or it
could also be called a film to convey messages about discrimination. This study aims to
be able to analyze and represent the forms of bullying that occur to one of the disabled
characters in the film A Silent Voice. The theory that will be used is Roland Barthes'
semiotics which has the possibility to analyze every meaning contained in the film A
Silent Voice. This study will use a paradigm or constructive qualitative research method
that uses the documentation method or collects all document data related to research
which is then used to find the results of this research. The results and discussion of this
study found that the discrimination and bullying behavior that occurred by one of the
characters in the film A Silent Voice was a form of refusing the presence of a person with
disabilities in a group of school friends on behalf of as a form of joking between friends.
3333136357K1B015052SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK LABORATORIUM DI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPendidikan merupakan sistem yang terdiri dari tenaga pendidik, peserta didik, tujuan pendidikan, alat pendidikan, dan lingkungan pendidikan. Alat pendidikan yang baik dapat membantu penyerapan ilmu yang diberikan oleh tenaga pendidik. Salah satunya adalah laboratorium. Laboratorium pendidikan berfokus pada kegiatan dan proses pendidikan. Kegiatan pendidikan pada laboratorium berjalan dengan baik apabila dikelola dengan sistem informasi laboratorium. Sistem informasi yang mudah diakses dapat berupa aplikasi desktop, aplikasi ponsel pintar, ataupun aplikasi web. Aplikasi yang dikaitkan dengan basis data membuatnya mudah diperbaharui untuk setiap informasi yang tersedia didalamnya. Sistem informasi berbasis web untuk laboratorium dibuat dengan menggunakan HTML, PHP, dan SQL dalam pemrosesannya, serta CSS untuk memperindah tampilannya. Tahap pembuatan sistem informasi terdiri dari 3 langkah yaitu : pembuatan alur data dengan menggunakan diagram alir, diagram alir data, dan diagram hubungan antar entitas; penyusunan basis data; dan pembuatan proses untuk mengolah data. Sistem informasi laboratorium memiliki pengguna admin, dosen, dan mahasiswa. Setiap pengguna memiliki akses yang berbeda terhadap sistem. Admin sebagai pengguna tertinggi memiliki akses terhadap semua data dan pemrosesan. Dosen memiliki akses untuk melihat data laboratorium, inventaris, praktikum, jadwal, dan dapat menambahkan data praktikum. Sedangkan untuk pengguna mahasiswa memiliki akses untuk meelihat data laboratorium, inventaris, jadwal, peminjaman, dan dapat mengajukan peminjaman kepada admin.Educatian is a system consist of teacher, student, educational goals, educational tools, and educational environtment. Good educational tools help teacher to give lesson to student. Either one is laboratory.Classroom laboratory focused for educational process and activity. Educational activity in laboratory will goes well if handled by laboratory information system. Desktop application, smartphone application, and web application are easy to access for a information system. Database linked application is easy to manage and update for every information contain in it. Web based laboratory information system created by using HTML, PHP, and SQL for processing the data, and using CSS for layouting. Building laboratory information sistem divided by 3 steps : create the flow process using flowchart, data flow diagram and entity relationship diagram; create the database; and create the process for the data using HTML, PHP, and SQL. Laboratory information system have 3 users, admin, teachers, and students. Every users have difference rights to access the system. Admin as the highest level user have access for all data and processes. Teachers have access to see the data of laboratories, inventories, practices, schedule, and add the data for practices. Student have access to see the data of laboratories, inventories, schedule, and asking permission to use the laboratory to admin.
3333236443C1I018038THE EFFECTIVENESS OF INTERNAL AUDIT AS A FRAUD PREVENTION EFFORT
(STUDY AT THE GOVERNMENT INSPECTORATE OF BANYUMAS REGENCY)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam dan mendeskripsikan efektivitas audit internal pada inspektorat pemerintah daerah sebagai upaya pencegahan fraud di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dengan jumlah 10 informan. Penelitian ini menggunakan sembilan ukuran menurut Standar Profesi Audit Internal (SPAI) yang terdapat dalam Tugiman (1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal pada Inspektorat Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah efektif dalam melaksanakan peranannya.This study aims to analyze more deeply and describe the effectiveness of internal audit as a fraud prevention effort at the government inspectorate of Banyumas Regency. The method used is a qualitative descriptive method with a case study approach. Primary data obtained from interviews and observations. The technique of determining the informants in this study used a snowball sampling technique with a total of 10 informants. This study uses nine measures according to Standar Profesi Audit Internal (SPAI) contained in Tugiman (1997). The results showed that the internal audit at the Government Inspectorate of Banyumas Regency was effective in carrying out its role.
3333336395J0B019019Penerjemahan Dokumen Standar Pelayanan Sertifikat Halal Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM BanyumasLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Standar Pelayanan Fasilitasi Sertifikat Halal Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas”. Kegiatan ini dilaksanakan di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas pada tanggal 13 Desember 2021 – 25 Mei 2022. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menghasilkan dokumen standar pelayanan fasilitas sertifikat halal berbahasa Mandarin guna memudahkan para pengusaha Tiongkok memahami isi dari dokumen tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu metode observasi partisipan, studi pustaka, wawancara, dan jelajah internet. Penulis dalam menerjemahkan dokumen ini menggunakan metode penerjemahan komunikatif dan strategi semantis sebagai strategi pendukung dalam proses penerjemahan. Metode komunikatif ini berupaya menghasilkan terjemahan yang mudah dipahami pembaca sehingga pembaca tidak menemukan kesulitan saat membaca hasil dokumen yang telah diterjemahkan. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini adalah dokumen standar pelayanan fasilitasi sertifikat halal yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dan telah diterima oleh pihak Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas. 这份实习报告的题目是“Penerjemahan Dokumen Standar Pelayanan Fasilitasi Sertifikat Halal Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas”。这活动于2021年12月13日 到 2022年6月25日在 Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas 县进行。实习的目的是翻译清真证书设施服务编制一份标准文件成汉语,以便中国企业家更容易理解该文件的内容和并已被Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas县接受。作者将采用的资料收集方法是参与者观察法、文献研究法、访谈法和互联网浏览法。在翻译文件时,作者将使用交际翻译法,并在翻译过程中使用语义策略作为辅助策略。这种交际法旨在产生读者易于理解的翻译,这样读者在阅读已翻译文件的结果时不会遇到困难。实习的结果是该文件已经翻译成汉语并已被Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Banyumas县接受。
3333436468B1B018029DETECTION OF VARIANTS COVID-19 FROM PURWOKERTO, BANYUMAS, CENTRAL JAVAPada Desember 2019, Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang disebabkan oleh virus dari Wuhan, provinsi Hubei, menjadi penyakit menular saat ini. Diindikasikan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020, COVID-19 bermutasi dengan penularan yang cepat dan memiliki angka kematian yang tinggi. Pada 21 Maret 2020, kasus pertama COVID-19 di Purwokerto dikonfirmasi oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein. Berdasarkan situasi tersebut, penting untuk mengetahui variasi genetik karena belum ada laporan rinci tentang penyebaran variasi genetik di Purwokerto, Banyumas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami varian penyebaran COVID-19 di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi sampel menggunakan protokol Astrabiotech, diamplifikasi menggunakan qRT-PCR dan Whole Genome Sequencing, kemudian hasilnya disimpan pada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Genom dari sampel diidentifikasi menggunakan PANGOLIN v3.1.16 dengan PangoLEARN versi v1.2.105 dan pohon filogeni (Maximum Likelihood; GTR+F+I) yang dibuat menggunakan PhyML dari NGPhylogeny dengan menggunakan MAFFT dan 1000 bootstrap ulangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar genom sampel yang dikumpulkan merupakan varian Delta atau keturunan B.1.617.2 (64,3%), AY.23 (77,78%) dan AY.24 (22,22%); B.1.466.2 (7,14%); B.1.459 (7,14%); B.1.111 (7,14%) dan B.1.36.19 (7,14%). Satu virus (hCoV-19/Indonesia/JT-BMS-LIPI-Unsoed-015/2021) dikategorikan tidak terklasifikasi berdasarkan PANGOLIN tetapi diidentifikasi sebagai garis keturunan B.1 (7,14%). Sampel dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi GK (64,3%), GH (28,57%), dan O (7,14%).In December 2019, Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), caused by the virus existed in Wuhan, Hubei province is occurring infectious disease nowadays. It was indicated as a pandemic by the WHO on March 11, 2020. COVID-19 was mutated quickly with rapid transmission and had high mortality number. On March 21, 2020, the first COVID-19 case in Purwokerto was confirmed by the Regent of Banyumas, Achmad Husein. Based on the situation, it is important to know the genetic variation because there has been no detailed report on which genetic variation spreads in Purwokerto, Banyumas. Therefore, this study aims to understand the variant of COVID-19 spreading in Purwokerto, Banyumas, Central Java. This research was conducted by samples extraction using the Astrabiotech protocol, amplified using qRT-PCR and Whole Genome Sequencing (WGS), then the result was deposited on Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). The SARS-CoV-2 lineages genomes were identified using PANGOLIN v3.1.16 with designated pangoLEARN version v1.2.105 and the phylogenomic tree (Maximum Likelihood; GTR+F+I evolutionary model) built using PhyML from the NGPhylogeny by employing MAFFT and 1000 bootstrap replications. The result of this research found that the majority of genomes of samples collected belonged to Delta variants or B.1.617.2 descendant (64,3%); B.1.466.2 (7.14%); B.1.459 (7.14%); B.1.111 (7.14%), B.1.36.19 (7.14%) and unclassified based on PANGOLIN but identified as B.1 lineage (7.14%). In this study, the Delta variants include the lineage from AY.23 (77,78%) and AY.24 (22,22%) lineage.
3333538242C1C018053Pengaruh Tipe Industri, Profitabilitas dan Komite Pertanggungjawaban Sosial dan
Lingkungan Terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan
Aktivitas bisnis perusahaan yang mengesampingkan tanggung jawab sosial dan lingkungan
menyebabkan kerusakan sosial dan lingkungan perusahaan. Dibutuhkan alat kendali untuk
mengurangi risiko keberlanjutan yang dapat memberikan informasi ekonomi, lingungan dan sosial
perusahaan yang tertuang dalam laporan keberlanjutan (sustainability report). Penelitian ini
merupakan penelitian kausalitas dengan metode kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui apakah tipe industri, profitabilitas dan komite pertanggungjawaban sosial dan
lingkungan (CSR) berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan. Perusahaan
non-keuangn yang terdaftar di BEI periode 2019-2021 menjadi populasi pada penelitian ini dan
sampel yang diambil menggunakan kriteria tertentu. Sampel terdiri dari 80 data perusahaan yang
diperoleh dari website masing-masing perusahaan yang mengungkapkan laporan sustainability
report secara terpisah dan menggunakan GRI Standar sebagai acuan indeks pelaporan.
Hasil penelitian dari analisis menggunakan regresi data panel Random Effect Model
menunjukkan bahwa (1) tipe industri tidak berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan
keberlanjutan, (2) profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan
keberlanjutan, (3) komite pertanggungjawaban sosial dan lingkungan berpengaruh positif terhadap
pengungkapan laporan keberlanjutan.
Kata Kunci: Laporan keberlanjutan (sustainability report), tipe industri, profitabilitas, komite
pertanggungjawaban sosial dan lingkungan (CSR).

The company's business activities that ignore social and environmental responsibilities cause
social and environmental damage to the company. Sustainability report used as a company control tool in reducing sustainability risk which describes the company's operating activities related to the
company's economic, social and environmental responsibilities, so that the company can be accepted by the community. This research is causality research with quantitative method. The purpose of this study is to determine whether the type of industry, profitability and the Corporate Social Responsibility (CSR) committee have a positive effect on the disclosure of the sustainability report. Non-financial companies listed on the IDX for the 2019-2021 period are the population in this study and the samples are taken using certain criteria. The sample consists of 80 company data obtained from the website of each company that discloses the sustainability report separately and uses GRI Standards as a reference for the reporting index. The results of the analysis using panel data regression Random Effect Model show that (1) the type of industry does not have a positive effect on the disclosure of the sustainability report, (2) profitability does not have a positive affect the disclosure of the sustainability report, (3) the CSR committee has a positive effect on the disclosure of the sustainability report.
Keywords: Sustainability report, industry type, profitability, CSR committee.

3333636444E1A016198ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN DAN PENCABUTAN SURAT KEPUTUSAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERHENTIAN DENGAN TIDAK HORMAT SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL
(Studi Putusan Nomor: 155/G/2019/PTUN.JKT)
Penelitian ini bersumber pada surat keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengenai pemberhentian dengan tidak hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada Putusan Nomor: 155/G/2019/PTUN.JKT yang memutus.Objek gugatan yang menjadi sengketa dalam perkara tersebut adalah Surat Keputusan Menteri Riset, Tekonologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 11464/M/KP/2019 tanggal 22 Maret 2019 Tentang Pemberhentian Karena Melakukan Tindak Pidana Kejahatan Atau Tindak Pidana Yang Ada Hubungannya Dengan Jabatan
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Terdapat beberapa hal yang menjadi kajian teoritik di dalam surat keputusan tentang pemberhentian dengan tidak hormat pada Putusan Nomor: 155/G/2019/PTUN.JKT antara lain pertimbangan hukum hakim yang menyatakan batal objek sengketa yang mana Penggugat diberhentikan dari jabatannya karena melakukan tindak pidana jabatan atau tindak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan, namun senyatanya dalam aspek substansi, tergugat menerbitkan penetapan tanggal berlakunya sanksi yang berlaku surut dalam Objek Sengketa. Selain itu juga sengketa kepegawaian ini telah bertentangan Pasal 57 selain melanggar ketentuan Pasal 57 UU Nomor 30 Tahun 2014 juga melanggar asas yang berlaku umum yaitu asas larangan retroaktif.
This research is based on the decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia regarding dishonorable discharge as a Civil Servant of the Faculty of Engineering, Sam Ratulangi University (Unsrat) Manado in Decision Number: 155/G/2019/PTUN.JKT which decided. The object of the lawsuit that is disputed in the case is the Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia Number: 11464/M/KP/2019 dated 22 March 2019 concerning Dismissal for Committing a Crime or Crime Related to the Position.
The approach method used in this study is a normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials in the form of relevant legislation and literature books.
The conclusion of this study is that there are several things that become theoretical studies in the decision letter regarding dishonorable discharge in Decision Number: 155/G/2019/PTUN.JKT, including the judge's legal considerations which declared the object of the dispute to be null and void in which the Plaintiff was dismissed from his position. because of committing a crime of office or a crime related to the position, but in fact in the aspect of substance, the defendant issues a determination of the effective date of the sanctions that are retroactive in the object of the dispute. In addition, this employment dispute has contradicted Article 57 in addition to violating the provisions of Article 57 of Law Number 30 of 2014 also violating the generally accepted principle, namely the principle of retroactive prohibition.

Keywords : Minister's Revocation Decision, Judge's Consideration, Disrespectful Dismissal.
3333736445C1B018089KONTRIBUSI BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) PADA PEREKONOMIAN MASYARAKAT MISKIN YANG TERKENA DAMPAK COVID-19 DI DESA LINGGASARI, KECAMATAN KEMBARAN, KABUPATEN BANYUMASPada Maret 2020 Pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, penyebarannya semakin meluas dan berkembang di hampir seluruh provinsi. Virus ini tidak hanya berdampak pada kesehatan melainkan juga berdampak pada perekonomian di dunia khusunya perekonomian di Indonesia termasuk di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Pemerintah Indonesia memberikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi BLT pada perekonomian masyarakat miskin yang terkena dampak Covid-19 di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan data model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan data atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana BLT yang diberikan kepada masayarakat Desa Linggasari memberikan kontribusi. Kontribusi tersebut dapat dilihat dari indikator ketahanan ekonomi keluarga yaitu tempat tinggal keluarga, pendapatan keluarga, pembiayaan pendidikan anak, dan jaminan keuangan. Keluarga di Desa Linggasari yang mendapatkan dana BLT ini lebih banyak digunakan sebagai tambahan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian digunakan untuk tambahan modal usaha serta untuk pembiayaan pendidikan anak.In March 2020 the Covid-19 pandemic entered Indonesia, its spread was increasingly widespread and growing in almost all provinces. This virus not only has an impact on health but also has an impact on the world's economy, especially the economy in Indonesia, including in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The Indonesian government provides Unconditional Cash Transfer (BLT) funds to people affected by the Covid-19 Pandemic. This research was conducted to determine the contribution of BLT to the economy of the people affected by Covid-19 in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This type of research is a qualitative field research with a descriptive method. Data collection techniques using interview and documentation techniques. While the data analysis uses interactive model data which includes data reduction, data presentation, and data withdrawal or verification. The results showed that the BLT funds given to the people of Linggasari Village made a contribution. This contribution can be seen from indicators of family economic resilience, there are family residence, family income, financing for children's education, and financial security. Families in Linggasari Village who received BLT funds were mostly used as additional family income to meet daily needs and some were used for additional business capital and for financing children's education.
3333836446E1A018245PUTUSAN BEBAS (VRIJSPRAAK) DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI SAMIN TAN
(Studi Putusan Nomor 37/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst)
Samin Tan dijatuhi putusan bebas oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi melalui Putusan Nomor 37/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst. Dalam penelitian ini putusan yang digunakan adalah putusan pada pengadilan tingat pertama, maka hakim yang memeriksa perkara ini termasuk ke dalam judex factie. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap tindak pidana korupsi pada putusan Nomor 37/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst serta untuk mengetahui akibat hukum dari putusan Nomor 37/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst terhadap terdakwa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan pandangan atau penilaian mengenai hukum yang diterapkan terhadap peristiwa hukum dari hasil penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan mempelajari buku-buku pustaka, makalah-makalah, dan peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan pokok masalah yang menjadi obyek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa majelis hakim dalam putusan ini telah menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) terhadap Samin Tan dengan pertimbangan hakim bahwa pemberi gratifikasi tidak diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Samin Tan was acquitted by the panel of judges at the Corruption Court in Decision Number 37/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst. In this study, the decision used the decision at the first level court, so the judge who examines this case is the judex factie. The purpose of this study is to determine the basis of the judge's consideration of the Central Jakarta Corruption Court in imposing an acquittal against the criminal act of corruption in the Decision Number 37/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst and to find out the legal consequences of the Decision Number 37/Pid. Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst against the defendant. This study use a normative juridical approach. The specification of this research is prescriptive, research that aims to provide views or judgments about the law that is applied to legal events from the results of the research. The method of data collection is carried out by library research, by studying library books, papers, and laws and regulations that are related to the subject matter that is the object of research. The results of this study indicate that the panel of judges in this decision has handed down an acquittal (vrijspraak) against Samin Tan with the judge's consideration that the grantor of gratuities is not regulated in UU No. 31 of 1999 jo. UU No. 20 of 2001 concerning the Eradication of the Criminal Acts of Corruption.
3333936447E1A017352TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN SENJATA API DAN SENJATA TAJAM TANPA IJIN UNTUK MELAKUKAN PENCURIAN DENGAN KEKERASAN SECARA BERSAMA-SAMA
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor : 1212/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr)
ABSTRAK

Kejahatan yang berkaitan dengan kepemilikan senjata api dan senjata tajam tanpa ijin untuk melakukan pencurian dengan kekerasan secara bersama-sama. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor : 1212/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr telah menyatakan bahwa para perbuatan Terdakwa I, Terdakwa II, Terdakwa III, dan Terdakwa IV telah terbukti secara sah dan meyakinkan perbuatannya telah memenuhi rumusan delik Pasal 1 Ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke1 KUHP, Kedua Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Ketiga Primair Pasal 365 Ayat (2) ke-2 KUHP.
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke1 KUHP, Kedua Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Ketiga Primair Pasal 365 Ayat (2) ke-2 KUHP dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor. 1212/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr. dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) Spesifikasi penelitian ini adalah perskriptif, dengan jenis dan sumber data sekunder dan analisis data dilakukan secara deskrtiptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim kurang tepat menerapkan dengan Pasal 365 Ayat (2) ke-2 KUHP tersebut, karena perbuatan para terdakwa justru terbukti memenuhi unsur pengancaman sebagaimana diatur Pasal 368 KUHP dalam dakwaan subsidiar, hal ini didasarkan pada perbuatan para terdakwa yang melakukan pengancaman dengan senjata api dan senjata tajam agar para korban menyerahkan uang, hasil tangkapan (Cumi) dan BBM jenis solar. Atas perbuatan pengancaman tersebut, lebih tepat jika hakim menggunakan Pasal 368 KUHP. Hakim dalam memutus telah mempertimbangkan baik dari aspek perbuatan maupun orangnya, kekuatan alat bukti, alasan penghapus pidana dan hal-hal meringankan dan memberatkakan terdakwa. Namun dalam penjatuhan sanksi pidana kurang memperhatikan landasan yuridis, filosofis dan sosiologis.
ABSTRACT
The crime related to the possession of firearms and sharp weapons without a license to commit theft with violence together. The decision of the North Jakarta District Court Number: 1212/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr has stated that the actions of the First Defendant, Second Defendant, Third Defendant, and Fourth Defendant have been proven legally and convincingly that their actions have fulfilled the offense formulation of Article 1 Paragraph (1) of Law Number 12 of 1951 Jo Article 55 Paragraph (1) to the 1st Criminal Code, Second Article 2 Paragraph (1) of Law Number 12 of 1951 Jo Article 55 Paragraph (1) to the 1st Criminal Code, Third Primair Article 365 Paragraph (2) 2nd Criminal Code.
This study aims to determine the application of the elements of Article 1 Paragraph (1) of Emergency Law Number 12 of 1951 concerning Firearms Jo. Article 55 Paragraph (1) to 1 Criminal Code, Second Article 2 Paragraph (1) of Emergency Law Number 12 of 1951 Jo. Article 55 Paragraph (1) to 1 Criminal Code, Third Primair Article 365 Paragraph (2) to 2 Criminal Code in the North Jakarta District Court Decision Number. 1212/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr. and the basis for the judge's legal considerations in imposing criminal sanctions. This research uses a normative juridical type of legal research, with a statute approach and case approach. The specifications of this research are prescriptive, with secondary data types and sources and data analysis is carried out in a qualitative descriptive manner.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges was incorrect in applying Article 365 Paragraph (2) 2 of the Criminal Code, because the actions of the defendants were proven to fulfill the element of threatening as stipulated in Article 368 of the Criminal Code in the subsidiary charges, this is based on the actions of the defendants who made threats with firearms and sharp weapons so that the victims handed over money, catches (squid) and diesel fuel. For this act of extortion, it is more appropriate for the judge to use Article 368 of the Penal Code. The judge in making the decision has considered both aspects of the act and the person, the strength of the evidence, the reasons for the elimination of the crime and the mitigating and aggravating circumstances of the defendant. However, in imposing criminal sanctions, there is less attention to juridical, philosophical and sociological foundations.
3334036448D1A018091KONSUMSI LEMAK KASAR DAN KADAR KOLESTEROL DARAH KAMBING SAPERA JANTAN YANG DIBERI PAKAN Indigofera sp. DENGAN BENTUK YANG BERBEDAPenelitian bertujuan untuk mengkaji penggunaan Indigofera sp. dengan bentuk yang berbeda pada pakan terhadap konsumsi lemak kasar dan kadar kolesterol darah kambing Sapera jantan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 September 2021 – 22 November 2021, bertempat di Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Cross Over Design dengan 3 periode, 3 perlakuan dan 2 ulangan, menggunakan 6 ekor kambing Sapera jantan. Pakan yang diberikan yaitu P1 = 20% Rumput segar + 40% Konsentrat komersial +40% Indigofera sp. segar; P2 = 20% Rumput segar + 40% Konsentrat komersial + 40% Indigofera sp. kering; P3 = 20% Rumput segar + 40% Konsentrat komersial + 40% Indigofera sp. tepung. Rataan konsumsi lemak kasar pada P1 sebesar 128,68 g/ekor/hari, pada P2 sebesar 108,46 g/ekor/hari dan P3 sebesar 114,48 g/ekor/hari. Rataan kadar kolesterol darah pada P1 sebesar 130,375 mg/dl/ekor, pada P2 sebesar 113,875 mg/dl/ekor dan P3 sebesar 128,750 mg/dl/ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Indigofera sp. dengan bentuk yang berbeda tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi lemak kasar dan kadar kolesterol darah kambing Sapera jantan. This study aims to examine the use of Indigofera sp. with different forms of feed on crude fat consumption and blood cholesterol levels of male Sapera goats. The research was carried out on September 12, 2021 – November 22, 2021, at the Experimental Farm and Laboratory of Nutrition and Animal Feed Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The study was conducted using an experimental method with a Cross Over Design with 3 periods, 3 treatments and 2 replications, using 6 male Sapera goats. The treatment given was P1 = 20% fresh grass + 40% commercial concentrate + 40% Indigofera sp. fresh; P2 = 20% Fresh grass + 40% Commercial concentrate + 40% Indigofera sp. dry; P3 = 20% Fresh grass + 40% Commercial concentrate + 40% Indigofera sp. flour. The average result of crude fat consumption in P1 was 128.68 g/head/day, in P2 it was 108.46 g/head/day and P3 was 114.48 g/head/day. The average result of blood cholesterol levels in P1 was 130.375 mg/dl/head, at P2 it was 113.875 mg/dl/head and P3 was 128.750 mg/dl/head. The results showed that the use of Indigofera sp. with different forms were not significantly different (P>0.05) on the consumption of crude fat and blood cholesterol levels of male Sapera goats.