Home
Login.
Artikelilmiahs
34834
Update
HEPI NURSELA
NIM
Judul Artikel
SI MISKIN DALAM MEDIA (ANALISIS ISI REPRESENTASI HABITUS KELAS BAWAH DALAM PROGRAM "ORANG PINGGIRAN" TRANS7)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan habitus kelas bawah dalam tayangan “Orang Pinggiran” Trans7. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni 137 tayangan “Orang Pinggiran” yang diakses melalui akun Youtube ”TRANS7 OFFICIAL”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan “Orang Pinggiran” lebih sering menampilkan orang tua sebagai tokoh utama dan anak-anak sebagai tokoh pendamping. Habitus kelas bawah yang ditampilkan mulai dari pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kondisi fisik, hingga sifat yang dimiliki. Bekerja sebagai penjual makanan keliling, buruh harian lepas, dan penjual kerajinan tangan yang waktu kerjanya tidak menentu dan penghasilannya juga tidak menentu. Serta, tinggal di desa dengan kondisi tempat tinggal rumah semi permanen yang sudah usang dan kondisi keluarga tidak lengkap menjadi habitus kelas bawah yang dicirikan sebagai orang pinggiran . Selain itu, pekerja keras dan pantang menyerah, dan selalau bersyukur dan ikhlas merupakan sifat positif kelas bawah yang juga ditampilkan dalam tayangan “Orang Pinggiran”. Jadi, semua habitus yang muncul dalam alur cerita tayangan “Orang Pinggiran” menggambarkan ciri hidup kelas bawah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This article is a research that describes the habitus of the lower class in Trans7's "Orang Pinggiran" program. This research was conducted using quantitative content analysis method. The sampling technique used in this study was census sampling, namely 137 "Orang Pinggiran" shows which were accessed through the "TRANS7 OFFICIAL" Youtube account. The results of the study show that the "Orang Pinggiran" show more often shows parents as the main character and children as the companion character. The lower class habits that are displayed start from work, living conditions, physical conditions, to their characteristics. Working as a food seller, casual daily laborer, and handicraft seller whose working hours are uncertain and their income is also uncertain. In addition, living in a village with semi-permanent housing conditions that are outdated and family conditions are incomplete has become a lower class habitus which is characterized as marginal people. In addition, hardworking and unyielding, and always grateful and sincere are positive qualities of the lower class which are also shown in the program "Orang Pinggiran". So, all the habitus that appear in the storyline of the “Orang Pinggiran” show the characteristics of the lower class life.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save