Home
Login.
Artikelilmiahs
34843
Update
MUHAMMAD FATHAN MUTTAQY
NIM
Judul Artikel
UJI APLIKASI JAMUR PATOGEN GULMA PADA GULMA DAUN SEMPIT DI LAPANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gulma merupakan masalah utama sejak awal persiapan penanaman sampai menjelang panen pada budidaya tanaman. Keberadaan gulma di tengah tanaman budidaya dapat memberikan dampak kerugian besar. Pengendalian gulma menggunakan herbisida kimia sintetik dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga memerlukan alternatif pengendalian gulma dengan memanfaatkan jamur patogen gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan jamur patogen gulma dalam menginfeksi beberapa jenis gulma berdaun sempit di lapang. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan dan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada Oktober 2020 hingga Mei 2021. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dengan dua faktor utama yaitu tiga jenis jamur patogen (Chaetomium sp., Fusarium sp., dan Curvularia sp.) dan tiga jenis gulma (Cynodon dactyon, Cyperus rotundus, dan Imperata cylindrica) serta ulangan tiga kali. Variabel yang diamati adalah intensitas penyakit, laju infeksi, area under diseases progress curve (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah daun, serta bobot segar dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi jamur patogen infektif untuk menginfeksi ketiga jenis gulma daun sempit di lapang dengan tingkat intensitas tertinggi yaitu jamur patogen Curvularia sp. dengan intensitas penyakit 82,67%, dan AUDPC 72,94% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Ketiga jamur patogen tidak menunjukkan hasil yang signifikan untuk dapat menekan bobot segar, bobot kering, tinggi tanaman dan jumlah daun. Gulma Cyperus rotundus merupakan yang paling rentan mengalami kerusakan akibat aplikasi jamur patogen dengan intensitas penyakit sebesar 18,84% dan AUDPC sebesar 39,57%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Weeds are a major problem from the beginning of planting preparation until before harvest in plant cultivation. The presence of weeds in cultivated plants can have a large loss impact. Weed control with herbicides can have a negative impact, thus an alternative weed control was required by the use of weed pathogenic fungi. This research aimed to determine the ability of weed pathogenic fungi to infect several narrow leaf weeds in the field. This research was carried out in the experimental field and in the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from October 2020 to May 2021. A factorial randomized block design was used with 12 treatment combinations with two main factors, namely three fungal pathogens (Chaetomium sp., Fusarium sp., and Curvularia sp.) and three narrow leaf weeds (Cynodon dactyon, Cyperus rotundus, and Imperata cylindrica) and replicated three times. Variables observed were disease intensity, infection rate, area under disease progress curve (AUDPC), plant height, number of leaves, and plant fresh and dry weight. The results showed that the application of infective pathogenic fungi to infect three types of narrow leaf weeds in the field with the highest intensity level, namely the pathogenic fungus Curvularia sp. with disease intensity 82.67%, and AUDPC 72.94% higher than control. The three pathogenic fungi did not show significant results in suppressing fresh weight, dry weight, plant height and number of leaves.weed Cyperus rotundus was the most susceptible to damage due to application of pathogenic fungi with disease intensity of 18.84% and AUDPC of 39.57%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save