Artikel Ilmiah : F1A014030 a.n. LATHIFAH CITRA DEWI

Kembali Update Delete

NIMF1A014030
NamamhsLATHIFAH CITRA DEWI
Judul ArtikelKesadaran dan Kreatifitas Pelaku Industri Kreatif (Kaos) di Purwokerto Tentang Nilai-Nilai Banyumasan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Skripsi ini mengangkat industri fashion Kaos Banyumasan dengan fokus utama pada peran pekerja kreatif. Kaos Banyumasan menitikberatkan kebudayaan Banyumas sebagai ide, gagasan dalam desainnya. Desain itu berisi tulisan, landmark, falsafah, atau petuah-petuah yang berkembang di masyarakat Banyumas. Karena itu ia bisa disebut sebagai ikon Banyumas. Peran pekerja kreatif sangat menentukan dalam industri ini. Mereka adalah orang yang memiliki ide, konsep yang dituangkan dalam bentuk desain meskipun dalam proses pembuatan desain, mereka dibantu oleh para pekerja desain grafis. Pergulatan mereka menjadi bagian dari masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan desain tertentu. Karena itu para pekerja kreatif membutuhkan pemahaman terhadap realitas sosial, kebudayaan Banyumas dan memilih tema menarik untuk desain mereka. Para pekerja kreatif ini memiliki perusahaan masing-masing seperti Dablongan Clothing, Kaos Ngapak, Kecean, Baloeng_Gedhe.
Penelitian menggunakan metode kualitatif. metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif yaitu kata-kata yang ditulis maupun diucapkan serta perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang dapat diamati. Asumsi tersebut selaras dengan dasar aktivitas ekonomi kreatif yang awal mula terbentuknya berasal dari minat, bakat dan kreativitas yang dimiliki oleh individu pelakunya.
Dari penelitian ini diketahui para pekerja kreatif telah memproduksi berbagai macam desain tentang Banyumasan. Masing-masing mereka memiliki belasan hingga puluhan desain. Dan pasar mereka tidak hanya terbatas di Banyumas saja. Produk kaos mereka bahkan sudah dikirim ke luar negeri. Tetapi dari sisi penjualan, para pekerja kreatif mengaku bahwa Kaos Banyumasan hanya memberikan 10% dari total pendapatan perbulan. Para pekerja kreatif juga menemukan berbagai kendala seperti plagiarisme desain yang dilakukan oleh perusahaan lain. Hasil penjualan yang masih relatif kecil dan plagiarisme desain menjadi tantangan bagi perkembangan industri Kaos Banyumasan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This thesis discusses the role of creative workers in Kaos Banyumasan fashion industry. The Kaos Banyumasan emphasizes on Banyumas culture as an idea in its design. The design contains writings, landmarks, philosophies, or tips that have developed in the Banyumas community. Because of that, it can be called an icon of Banyumas. The role of creative workers is very decisive in this industry. They are people who have ideas and concepts that are poured into a design. Their struggle becomes the main capital in creating certain designs. Not surprisingly, creative workers require an understanding of the socio-cultural reality of Banyumas. Besides, they should also be able to choose an attractive theme for their designs. These creative workers have their own companies such as Dablongan Clothing, Kaos Ngapak, Kecean, Baloeng_Gedhe.
This study uses a qualitative method. This research method produces descriptive data such as written or spoken words and behaviors that can be observed.
From the research conducted, we know that creative workers have produced various designs about Banyumasan. Each worker has tens to hundreds of designs. In addition, their market is not only limited in Banyumas. Their t-shirt products have been shipped overseas. However, in terms of sales, creative workers admit that Kaos Banyumasan only provides 10% of the total monthly income. Creative workers also face various obstacles such as design plagiarism by other companies and small sales results.
Kata kunciKaos Banyumasan, Desain, Plagiarisme
Pembimbing 1Drs. Hendri Restuadhi, M.Si., M.A(soc)
Pembimbing 2Dr. Hariyadi, M.A.
Pembimbing 3Dr. Sulyana Dadan, M.A.
Tahun2022
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2022-01-28 01:55:38.737706
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.