Artikel Ilmiah : I1A015090 a.n. ADITYA PRATAMA RAMADHANI

Kembali Update Delete

NIMI1A015090
NamamhsADITYA PRATAMA RAMADHANI
Judul ArtikelLiterature Review Analisis percepatan pembuatan Vaksin SARS-CoV-2 menggunakan metode Human Challenge Trial dari segi Etika Kesehatan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Untuk dapat melawan kondisi Pandemi COVID-19 yang terus menghantui kita, diperlukan sebuah solusi yang kuat, dan jawaban yang paling tepat adalah Vaksin yang Aman dan Efektif. Proses pembuatan Vaksin secara konvensional memakan waktu yang sangat lama, maka dari itu Human Challenge Trial hadir sebagai alternatif percepatan pembuatan Vaksin dengan menginfeksi secara sengaja Partisipan/Relawan dengan sumber penyakit. Melihat model penelitian seperti ini tentunya akan mengundang banyak problem juga tantangan, terutama dari segi Etika Kesehatan. Maka dari itu perlu banyak persiapan matang. Penelitian Literature Review ini bertujuan untuk menjabarkan persiapan juga Batasan apa saja yang sudah dan perlu dilakukan agar HCT SARS-CoV-2 dapat diterima dari segi Etika Kesehatan

Metode : Desain Penelitian yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka (Literature Review), dengan menggunakan Prisma Checklist dan PICOS Framework untuk menyeleksi juga menajamkan Artikel yang digunakan dalam Penelitian Ini

Hasil : Secara umum, penelitian Human Challenge Trial adalah penelitian yang sensitif dari segi Etika Kesehatan, dengan resiko yang sangat tinggi bahkan ada juga yang belum diketahui, namun HCT untuk percepatan pembuatan Vaksin SARS-CoV-2 dilaksanakan tanpa melupakan hal tersebut. Penelitian HCT dijalankan berdasarkan standar etik yang kuat, dan garis besar penelitian yang didesain secara komprehensif. Hal ini mencakup Perencanaan Batasan Penelitian, Proses dan Metodologi Penelitian, Perbandingan Resiko dan Manfaat, Kriteria Inklusi dan Eksklusi, Informed Consent/ Lembar Persetujuan dan Analisis data Penelitian.

Kesimpulan : Untuk memangkas waktu secepat mungkin tanpa melupakan Etik Kesehatan dalam pengembangan Vaksin SARS-CoV-2 adalah tujuan dari Penelitian.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The COVID-19 Continues to haunt us, a strong solution is needed and the most viable option is a safe and effective Vaccines. The Conventional Vaccine development is most likely to take years, therefore Human Challenge Trials is here as an alternative to accelerate Vaccine Development by intentionally infecting participants/volunteer with the source of disease. This Research model comes with its own many problem and challenges, especially in terms of Health Ethics. This Literature Review Study aims to summarize the preparation as well as what have been and what need to be done in order for The Human Challenge Studies of SARS-CoV-2 can be accepted from The Health Ethics perspectives.

Method : The research design that is used for this research is a literature review, using Prisma Checklist and PICOS Framework to classify and round up articles used in this research.

Result : In general, the Human Challenge Trials is a sensitive research in terms of Health Ethics. Very large risk, maybe even more that are yet to be known, and the undergoing HCT to accelerate the development of SARS-CoV-2 Vaccines is carried out without forgetting this aspect, and are conducted on strong ethical standards with comprehensive designed outlines. This includes Planning Research Boundaries, Research Processes and Methodologies, Potential Risk and Benefit Balance, Inclusion and Exclusion Criteria, Informed Consent and Research Data analysis.

Conclusion : To cut time as quickly as possible without compromising Health Ethics in the Development of the SARS-CoV-2 Vaccine is the main objective of the SARS-CoV-2 Human Challenge Trials.
Kata kunciHuman Challenge Trials, Human Challenge Studies, Infeksi Terkontrol, Pengembangan Vaksin, SARS-CoV-2, Pandemi, Etika Kesehatan.
Pembimbing 1Aditya Pratama Ramadhani
Pembimbing 2Arih Diyaning Intiasari
Pembimbing 3Yuditha Nindya Kartika Rizqi
Tahun2022
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2022-01-27 10:38:52.777999
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.