Artikelilmiahs
Menampilkan 31.461-31.480 dari 50.040 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31461 | 34707 | F1A017007 | Hubungan antara Status Sosial Ekonomi dan Pengetahuan Agama Orang Tua dengan Pemilihan Sekolah Berbasis Agama Islam di Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara status sosial ekonomi dengan pemilihan sekolah berbasis agama Islam, hubungan antara pengetahuan agama orang tua dengan pemilihan sekolah berbasis agama Islam, serta hubungan antara status sosial ekonomi dan pengetahuan agama orang tua dengan pemilihan sekolah berbasis agama Islam. Metode yang digunakan survei melalui google form yang dibagikan kepada orang tua siswa. Sasaran penelitian adalah orang tua kelas 1 SDIT Khoiro Ummah dan SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah 02, keduanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Responden berjumlah 81 orang, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu disproportionate stratified random sampling, yakni teknik pengambilan sampel karena sifat populasi yang tidak sama dan tidak proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan pemilihan sekolah berbasis agama Islam. Dari angka yang diperoleh terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan. Artinya, semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua, maka akan cenderung memilih sekolah berbasis agama Islam. Kemudian dari kedua variabel tidak terdapat hubungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa temuan dalam penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh wilayah. Pada variabel pengetahuan agama orang tua dengan pemilihan sekolah berbasis agama Islam terdapat hubungan yang positif. Kemudian terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dan pengetahuan orang tua dengan pemilihan sekolah berbasis agama Islam. Hubungan tersebut signifikan dengan taraf kesalahan 0,05 yang artinya terdapat hubungan di antara tiga variabel tersebut. Dari penelitian ini diharapkan orang tua yang akan dan telah menyekolahkan anak di sekolah elit tidak menyekolahkan anak dengan tujuan untuk mempertahankan status sosial ekonomi. Namun pelajaran yang didapat oleh anak di sekolah tersebut. | This study aims to explain the relationship between socioeconomic status and the choice of Islamic-based schools, the relationship between parents' religious knowledge and the choice of Islamic-based schools, and the relationship between socio-economic status and parents' religious knowledge with the selection of Islamic-based schools. The method used is a survey through a google form which is distributed to parents. The research targets were parents of grade 1 SDIT Khoiro Ummah and SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah 02, both in Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java. Respondents were 81 people, with the sampling technique used was disproportionate stratified random sampling, namely the sampling technique due to the unequal and disproportionate nature of the population. The results showed that there was no relationship between socioeconomic status and the selection of Islamic-based schools. From the figures obtained, there is a positive and insignificant relationship. That is, the higher the socioeconomic status of parents, the more likely they are to choose Islamic-based schools. Then from the two variables there is no relationship. This indicates that the findings in this study cannot be generalized to all regions. In the variable of parental religious knowledge with the selection of Islamic-based schools there is a positive relationship. Then there is a relationship between socioeconomic status and parental knowledge with the choice of Islamic-based schools. The relationship is significant with an error level of 0.05, which means that there is a relationship between the three variables. From this research, it is hoped that parents who will and have sent their children to elite schools do not send their children to school with the aim of maintaining their socioeconomic status. But the lessons learned by children at the school. | |
| 31462 | 34708 | F1B017101 | PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MEMBINA NARAPIDANA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SUMBER DAYA MANUSIA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA TANGERANG | Keberhasilan pembangunan nasional yang tidak lepas dari peran pemerintah melalui Lembaga Pemasyarakatan yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang baik setelah keluar dari masa tahanan guna dapat menyukseskan pembangunan nasional secara adil dan Makmur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Lembaga kemasyarakatan dalam membina narapidana untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia di Lembaga Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA melakukan pembinaan kepada narapidana menggunakan 4 macam aspek yaitu entrepreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi. Hasil penelitian dapat dilihat dari peran enterpreneur, koordinasi, fasilitasi, stimulasi, secara keseluruhan sudah cukup baik, tetapi Lembaga Pemasyarakatana Perempuan Klas IIA Tangerang masih harus meningkatkan perannya dalam setiap aspeknya. Dalam Entrepreneur belum bisa meningkatkan strategi untuk meningkatkan penjualan ketrampilan dan mengembangkannya menjadi suatu usaha atau produk hasil dari narapidana. Aspek koordinasi sudah menjalin kerjsama yang efektif antara Lembaga Pemasyarakatan dengan Lembaga Pelatihan Keterampilan dan Narapidana.Aspek fasilitasi sudah cukup baik dalam pemberian fasilitas yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyaraktan Perempuan Klas IIA Tangerang untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia narapidana berupa pemberian alat keterampilan yang dapat dilakukan dalam jangka panjang. Aspek Stimulasi sebagai perwujudan dari peran pemerintah dalam melakukan promosi atau sosialisasi stimulasi dilakukan agar masyarakat dapat memahami apa yang akan menjadi tujuan pemerintah. | The success of national development cannot be separated from the role of the government through prisons, namely improving the quality of good human resources after being released from detention in order to be able to succeed in national development in a just and prosperous manner. The purpose of this study was to determine the role of social institutions in fostering prisoners to improve human resource skills in Class IIA Women's Penitentiary. The research method used in this research is descriptive qualitative research. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The Class IIA Women's Correctional Institution provides guidance to prisoners using 4 aspects, namely entrepreneurship, coordination, facilitation and stimulation. The results of the research can be seen from the role of entrepreneurs, coordination, facilitation, stimulation, overall it is quite good, but the Class IIA Tangerang Women's Penitentiary still has to improve its role in every aspect. Entrepreneurs have not been able to improve strategies to increase sales of skills and develop them into a business or product of prisoners. The coordination aspect has established effective cooperation between the Correctional Institution and the Skills Training Institute and Prisoners. The facilitation aspect has been quite good in providing facilities carried out by the Class IIA Tangerang Women's Penitentiary to improve the skills of inmates' human resources in the form of providing skills tools that can be done in the long term. long Stimulation Aspect as a manifestation of the government's role in promoting or socializing stimulation is carried out so that people can understand what the government's goals will be | |
| 31463 | 35438 | E1A017167 | PERBANDINGAN TENTANG PENUNTUTAN PERKARA PIDANA MENURUT HUKUM ACARA PIDANA DI INDONESIA DENGAN AMERIKA SERIKAT | Hukum Komparatif adalah hukum yang membandingkan suatu sistem hukum terhadap sistem hukum lainnya dan mengklasifikasikannya menjadi 3 sistem hukum, yaitu civil law, common law, dan socialist law. Setiap negara mempunyai sistem hukumnya sendiri sebab setiap hukum membentuk suatu sistem. Dalam sistem peradilan pidana dikenal dengan proses penuntutan dimana penuntutan adalah menuntut seorang terdakwa di muka hakim pidana dan menyerahkan perkara seorang terdakwa dengan berkas perkaranya kepada hakim. Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau setidak-tidaknya mendekati kebenaran materiil, ialah kebenaran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian perbandingan mengenai pelaksanaan penuntutan menurut Hukum Pidana Indonesia dan Hukum Pidana Amerika Serikat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem penuntutan dalam peradilan pidana di Indonesia dengan Amerika Serikat, dan bagaimana perbedaan kewenangan Jaksa Penuntut Umum di Indonesia dan di Amerika Serikat.Penerapan sistem penuntutan di Indonesia dan di Amerika Serikat memiliki perbedaan yang dimana penuntutan oleh negara Amerika Serikat dibedakan menjadi dua penuntutan, yaitu penuntutan dari kejaksaan federal dan penuntutan dari kejaksaan negara bagian. Setiap kompenen lembaga sistem peradilan Amerika Serikat dibagi menjadi dua kedaulatan, yaitu kedaulatan federal dan kedaulatan negara bagian yang masing-masing kedaulatan menjalankan diskresi mereka masing-masing. Mengenai tahapan penuntutan, di Indonesia mengenal dua tahapan penuntutan, yaitu prapenuntutan dan penuntutan, namun di negara Amerika Serikat dikenal beberapa tahapan, yaitu Initial Appereance, Prelimanary Hearing dan Grand Jury. | Comparative Law is a law that compares a legal system against another and classifies it into three legal systems, namely civil law, common law, and socialist law. Each country has its own legal system because each law forms a system. In the criminal justice system is known as the prosecution process where the prosecution is to prosecute a defendant in front of a Criminal Judge and submit the case of a defendant with his case file to the Judge. The purpose of the criminal procedure law is to seek and obtain or at least to approach material truth, the true truth. Therefore, it is necessary to conduct a comparative review of the implementation of prosecutions according to the Indonesian Criminal Law and the United States Criminal Law.The issues in this study are how the prosecution system in criminal justice in Indonesia with the United States, and how perbedaan authority of the Public Prosecutor in Indonesia and in the United States.The application of the prosecution system in Indonesia and in the United States has a difference where prosecution by the United States is divided into two prosecutions, namely prosecution from federal prosecutors and prosecutions from state prosecutors. Each company of institutions of the United States justice system is divided into two sovereignties, namely federal sovereignty and state sovereignty, each of which exercises their respective discretion. Regarding the stages of prosecution, in Indonesia knows two stages of prosecution, namely pre-prosecution and prosecution, but in the United States there are several stages, namely Initial Appereance, Prelimanary Hearing and Grand Jury. | |
| 31464 | 34704 | K1C017059 | SIMULASI KUANTUM PADA PROSES DEHIDROKSILASI DARI GUAIACOL DENGAN KATALIS NiMoS2 BERBASIS DENSITY FUNCTIONAL THEORY | Penelitian mengenai simulasi kuantum pada proses dehidroksilasi dari guaiacol pada permukaan NiMoS2 berbasis Density Functional Theory (DFT) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar energi aktivasi pada proses pemecahan guaiacol menjadi anisole. Selanjutnya, penelitian ini juga dilakukan untuk menentukan mekanisme reaksi tersebut. Dalam penelitian ini, dilakukan optimasi situs-situs adsorpsi reaktan dan produk pada permukaan NiMoS2 untuk mendapatkan keadaan awal dan akhir. Energi aktivasi dihitung menggunakan metode Nudged Elastic Band (NEB). Dalam reaksi pemecahan ini, diasumsikan berlangsung dengan mengalirkan gas H2 pada sistem guaiacol diatas permukaan. Kemudian, dari reaktan-reaktan di atas katalis tersebut, terjadi rekombinasi menurut persamaan reaksi C7H8O2 (ad) + H2(ad) → C7H8O(ad) + H2O(ad). Konfigurasi adsorpsi yang paling stabil dari reaktan adalah pada top Ni, baik pada guaiacol maupun H2. Sedangkan konfigurasi paling stabil dari produk adalah pada top S untuk anisole dan top Ni pada H2O. Berdasarkan hasil perhitungan NEB, diperoleh bahwa energi aktivasi cukup kecil sehingga memungkinkan untuk terjadi pemecahan dengan mudah. Selanjutnya, dilakukan analisis Bader untuk mendapatkan charge density difference. Hasil analisis menunjukkan pada keadaan awal, terjadi transfer muatan dari surface ke reaktan. Pada keadaan transisi, surface berperan sebagai donor elektron. Kemudian pada keadaan akhir, adsorbat berperan sebagai akseptor yang menerima elektron dari surface. Berdasarkan analisis tersebut, jumlah transfer muatan terbesar terjadi pada keadaan awal yaitu dari surface ke reaktan. Hal ini diperkuat dengan analisis grafik Local Density of State (LDOS) dengan banyaknya hibridisasi yang terjadi saat keadaan awal pada orbital atomik yang ditinjau yaitu orbital px pada O dan dxy pada Ni. | Research on quantum simulation of the dehydroxylation process of guaiacol on the surface of NiMoS2 based on Density Functional Theory (DFT) has been carried out. This study aims to determine the amount of activation energy in the process of breaking down guaiacol into anisole. Furthermore, this study was also carried out to determine the mechanism of the reaction. In this study, the adsorption sites of reactants and products were optimized on the NiMoS2 surface to obtain initial and final states. The activation energy was calculated using the Nudged Elastic Band (NEB) method. In this splitting reaction, it is assumed to take place by flowing H2 gas in a guaiacol system above the surface. Then, from the reactants above the catalyst, recombination occurs according to the reaction equation C7H8O2(ad) + H2(ad) → C7H8O(ad) + H2O(ad). The most stable adsorption configuration of the reactants is on top of Ni, both in guaiacol and H2. While the most stable configuration of the product is in top S for anisole and top Ni on H2O. Based on the results of the NEB calculation, it is found that the activation energy is small enough to allow for easy breakdown. Furthermore, Bader analysis was performed to obtain a charge density difference. The results of the analysis show that in the initial state, there is a charge transfer from the surface to the reactants. In the transition state, the surface acts as an electron donor. Then in the final state, the adsorbate acts as an acceptor that accepts electrons from the surface. Based on this analysis, the largest amount of charge transfer occurs in the initial state, namely from the surface to the reactants. This is reinforced by the analysis of the Local Density of State (LDOS) graph with the number of hybridizations that occur when the initial state of the atomic orbitals under consideration are px orbitals on O and dxy on Ni. | |
| 31465 | 34709 | F1B017060 | Manajemen Dana Desa Dalam Masa Pandemi COVID-19 di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Tahun 2020 | Penelitian ini berjudul “Manajemen Dana Desa dalam masa Pandemi COVID-19 di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Manajemen dana desa dalam masa pandemic COVID-19 di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, meliputi (1) Penggunaan dana desa untuk penanganan dan pencegahan COVID-19; (2) Padat Karya Tunai Desa; (3) Bantuan Langsung Tunai Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan Teknik purposive dan snowball sampling, sementara untuk teknis analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dam dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Dana Desa dalam masa pandemic COVID-19 di Desa Karangnangka dapat dikatakan sudah berjalan cukup baik meskipun terdapat beberapa kendala yaitu terdapat kebijakan dan peraturan yang berbeda yang membuat desa harus merubah anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya dan banyak pembangunan pun menjadi tertunda dan dialihkan untuk penanganan dan pencegahan COVID-19. Kegiatan pelaksanaan Dana Desa di Desa Karangnangka apabila dilihat dari segi pembangunannya belum berjalan dengan optimal tetapi pelaksanaan pada penanganan dan pencegahan COVID-19 di Desa Karangnangka sudah berjalan dengan efektif. | This research is entitled “Village Fund Management during the COVID-19 Pandemic in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This study aims to describe the management of village funds during the COVID-19 pandemic in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency, including (1) the use of village funds for handling and preventing COVID-19; (2) Village Cash Intensive Work; (3) Village Cash Direct Assistance. The method used in this research is comparative descriptive with a qualitative approach. The selection of informants used purposive and snowball sampling techniques, while for technical data analysis using an interactive analysis model from Miles, Huberman, and Saldana which was collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that the Village Fund Management during the COVID-19 pandemic in Karangnangka Village could be said to have been going quite well even though there were several obstacles, namely there were different policies and regulations that made the village have to change the previously planned budget and many developments were delayed and diverted to handling and preventing COVID-19. The implementation of the Village Fund in Karangnangka Village when viewed from a development perspective has not run optimally but the implementation of the handling and prevention of COVID-19 in Karangnangka Village has been running effective. | |
| 31466 | 34710 | J1B017007 | CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA KARYA MIRA W | Skripsi ini berjudul “Citra Perempuan Dalam Novel Sampai Maut Memisahkan Kita Karya Mira W”. Rumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini yaitu Bagaimanakah citra perempuan pada masyarakat dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W?. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap citra perempuan menggunakan feminisme Betty Friedan yang mengungkapkan sikap perempuan berdasarkan novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analisis.Teknik penelitian ini yaitu (1) Menganalisis citra perempuan dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W. (2) Menyimpulkan citra perempuan dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita menggunakan teori feminisme Betty Friedan. Skripsi ini menggunakan teori feminisme Betty Friedan dalam mengungkapkan pemaknaan jenis perempuan di dalam masyarakat, berdasarkan buku The Feminine Mystique dengan menganalisis novel Sampai Maut Memisahkan Kita Karya Mira W. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya jenis kondisi perempuan yaitu The Sub Urban Women, The American Women, The Educated Women, The Happy Women, dan New Women. Hasil analisis dalam novel Sampai Maut Memisahkan Kita karya Mira W yaitu dalam setiap tokoh novel terdapat citra perempuan yang menjadikannya dalam posisi tahapan masing-masing untuk memperoleh kebahagiaannya. | The thesis was entitled "the image of women in novels till death do us part Mira W". The formula of the problem contained in this thesis is how does the image of women in the community in novels till death separate us from mira w? The purpose of this study is to expose the image of women using Betty friedan feminism that reveals women's attitudes based on the novel. The study employs a descriptive qualitative study method. The research technique is (1) to analyze the image of women in novels until death do us part by mira w. (2) to infer the image of women in novels until death do we use the feminist theory of Betty friedan. The thesis used Betty friedan's feminist theory of exposing the use of women in society, based on the book the mystique mystique, by analyzing novels to death, we have mira w. the result of this study is that the sub urban women, the American women, the women, the happy women, and the new women. An analysis of the novel till death do us part, mira w, in each novel character, is the image of women, putting them in their own stages to achieve their happiness. | |
| 31467 | 34711 | E1A017013 | TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR AKIBAT TERJADINYA KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAK PERJANJIAN KONSTRUKSI (ANALISIS PUTUSAN NOMOR 27/PDT. G/ 2018/PN. BDG) | TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR AKIBAT TERJADINYA KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KONSTRUKSI (Analisis Putusan Nomor 27/Pdt. G/ 2018/PN. Bdg) Oleh Sheila Andamari Prihandini (E1A017013) ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai tanggung jawab kontraktor akibat terjadinya keterlambatan dalam pelaksanaan perjanjian kontruksi (Analisis Putusan Nomor 27/Pdt. G/2018/PN. Bdg). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konstruksi hukum antara CV. Horeb Karunia Persada dengan PT Sutera Sejahtera menurut perjanjian konstruksi berjudul Lump Sum Contract Agreement nomor 001/SSRSC-LOA/IX/2015 dan menganalisis pertanggungjawaban CV Horeb Karunia Persada sebagai kontraktor terhadap akibat hukum keterlambatan penyelesaian pembangunan Seres Springs Hotel & Spa menurut perjanjian konstruksi berjudul Lump Sum Contract Agreement nomor 001/SSRSC-LOA/IX/2015 Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan menggunakan data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan secara normatif kualitatif Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa hubungan hukum antara CV. Horeb Karunia Persada dengan PT. Sutera Sejahtera merupakan hubungan hukum dengan menggunakan perjanjian pemborongan kerja kerja yang merupakan salah satu jenis perjanjian untuk melakukan pekerjaan yang diatur dalam BAB VII A KUH Perdata. Bentuk tanggung jawab hukum CV. Horeb Karunia Persada sebagai Penyedia Jasa Konstruksi terhadap keterlambatan penyelesaian pembangunan yaitu membayar ganti rugi, pembatalan perjanjian, membayar biaya perkara dan hak retensi sebesar 10% dari nilai kontrak. Hal tersebut dibuktikan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi. Kata Kunci: Konstruksi, Perjanjian, Wanprestasi | CONTRACTOR RESPONSIBILITIES DUE TO DELAY IN THE IMPLEMENTATION OF THE CONSTRUCTION AGREEMENT (Analysis of Decision Number 25/Pdt. G/2018/PN.Bdg) By Sheila Andamari Prihandini (E1A017013) ABSTRACT This study discusses the contractor's responsibility due to delays in the implementation of the construction agreement (Analysis of the construction agreement) Decision Number 27/Pdt. G/2018/PN. Bdg). The purpose of this study was to analyze the legal construction between CV. Horeb Karunia Persada with PT Sutera Sejahtera according to the Lump Sum Contract Agreement number 001/SSRSC-LOA/IX/2015 and analyze the liability of CV Horeb Karunia Persada as a contractor against the legal consequences of delays in the completion of the construction of the Seres Springs & Spa hotel according to the Lump Sum Contract Agreement number 001 /SSRSC-LOA/IX/2015 This study uses a normative juridical approach and uses secondary data using primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Data analysis was carried out in a qualitative normative manner. Based on the results of the research conducted, it was found that the legal relationship between CV. Horeb Karunia Persada with PT. Sutera Sejahtera is a legal relationship using a work charter agreement which is one type of agreement to carry out work as regulated in CHAPTER VII A of the Civil Code. Form of legal responsibility CV. Horeb Karunia Persada as a Construction Service Provider for delays in construction completion, namely paying compensation, canceling the agreement, paying court fees and retention rights of 10% of the contract value. This is evidenced in the Civil Code (KUH Perdata), Law Number 2 of 2017 concerning Construction Services. Keywords: Construction, Agreement, Default | |
| 31468 | 34712 | F1F015046 | KERJASAMAINDONESIADAN FILIPINADALAM PEMBEBASAN ANAK BUAH KAPALWNI OLEHABU SAYYAF GROUPTAHUN 2016 | Penculikan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang terjadi di laut Asia Selatan merupakan Tindakan aksi teror yang dilakukan oleh Abu Sayyaf Group (ASG) yang merupakan kelompok teroris dari negara Filipina. Penculikan ini membuat Indonesia menjadi panas dengan aksi teror yang dilakukan oleh ASG di laut Asia Selatan pada tanggal 15 Maret 2016. Indonesia dan Filipina melakukan kerjasama dalam upaya pembebasan ABK Indonesia yang disandera oleh ASG. Aksi teror yang dilakukan ASG membuat trauma bagi para sandera dan keluarganya dan juga memiliki catatan aksi teror yang sangat meresahkan warga Filipina maupun warga asing yang sedang melintas di laut Asia Selatan atau yang sedang berkunjung ke negara Filpina. Dalam menangani pembebasan sandera ABK, Indonesia perlu melakukan kerjasama dengan opsi diplomasi bilateral agar menjaga kedekatannya dengan Filipina. Diplomasi bilateral ini diwujudkan oleh Indonesia dengan Filipina dalam mengupayakan pembebasan WNI sandera Abu Sayyaf Group, dengan melakukan hubungan politik, pertemuan-pertemuan kedua negara dan kerjasama bilateral kedua negara. Selain kontribusi yang dilakukan Indonesia terhadap Filipina menghadapi kelompok separatis, hal serupa juga dilakukan Filipina terhadap Indonesia. Filipina menjadi salah satu dari lima negara ASEAN yang Bersama dengan Uni Eropa membentuk Aceh Monitoring Mission (AMM). Kerjasama militer Indonesia dan Filipina dapat meloloskan beberapa sandera WNI, gempuran dari militer Filipina membuat para ASG lengah dan dapat membebaskan beberapa sandera WNI. Operasi militer Filipina tersebut terjadi dengan adanya desakan Indonesia saat pertemuan trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada selasa 2 Agustus 2016. | The kidnapping of Indonesian crew members that occurred in the South Asian sea was an act of terror carried out by the Abu Sayyaf Grup, which is a terrorist group from the Philippines. This kidnapping made Indonesia feel angry with the terrorist acts carried out by the Abu Sayyaf Group (ASG) in the South Asian sea on March 15, 2016. Indonesia and the Philippines are cooperating in efforts to free Indonesian crew members held hostage by the Abu Sayyaf Group (ASG). The terrorist acts carried out by the Abu Sayyaf Group (ASG) have traumatized the hostages and their families, and have a record of acts of terror that are very disturbing to Filipinos and foreigners who are crossing the South Asian seas or who are visiting the Philippines. In handling the release of the hostages, Indonesia needs to cooperate with bilateral diplomacy options in order to maintain its close relationship with the Philippines. This bilateral diplomacy was realized by Indonesia and the Philippines in seeking the release of Indonesian citizens hostage to the Abu Sayyaf Group (ASG), by conducting political relations, meetings of the two countries and bilateral cooperation between the two countries. In addition to the contribution made by Indonesia to the Philippines against separatist groups, the Philippines has also done the same thing to Indonesia. The Philippines is one of the five ASEAN countries that together with the European Union formed the Aceh Monitoring Mission (AMM). Military cooperation between Indonesia and the Philippines was able to release several Indonesian hostages, the attacks from the Philippine military caught the Abu Sayyaf Group (ASG) off guard and were able to free several Indonesian hostages. The Philippine military operation took place at the insistence of Indonesia during the trilateral meeting between Indonesia, Malaysia and the Philippines on Tuesday, August 2, 2016. | |
| 31469 | 34716 | E1A115096 | TEKNIK PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBAKARAN HUTAN (Studi Kasus di Kepolisian Resor Batu) | TEKNIK PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBAKARAN HUTAN (Studi Kasus di Kepolisian Resor Batu) Oleh: Abdurrahman Shidqi Arofah E1A115096 ABSTRAK Permasalahan lingkungan pembukaan lahan akan berhubungan dengan hutan luas Indonesia. Pembukaan lahan biasa dilakukan dengan cara membakar hutan, pembakaran hutan identik dengan kejadian yang disengaja pada satu lokasi, pembakaran hutan dengan sengaja dapat dikatagorikan sebagai tindak pidana. Apabila kepolisian menerima laporan maka dapat dilakukan upaya penyidikan. Teknik penyidikan tindak pidana pembakaran hutan di Kepolisian Resor Batu didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Prosedur penyidikan yang dilakukan Kepolisian Resor Batu berpedoman pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (PERKAP) Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana. Teknik penyidikan yaitu suatu teknik atau cara yang digunakan oleh penyidik sesuai cara dan aturan yang terdapat didalam suatu prosedur penyidikan. Teknik penyidikan diatur dalam Pasal 10 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana dimana teknik penyidikan dilaksanakan secara bertahap meliputi penyelidikan, dimulainya penyidikan, upaya paksa, pemeriksaan, penetapan tersangka, pemberkasan, penyerahan berkas perkara, penyerahan tersangka dan barang bukti, penghentian penyidikan. Penelitian ini untuk mengetahui teknik penyidikan dan faktor-faktor hambatan yang dialami penyidik Kepolisian Resor Batu untuk menemukan tersangka dalam tindak pidana pembakaran hutan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif, metode pengumpulan data studi kepustakaan dan wawancara, serta metode analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis serta dengan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik penyidikan yang dilakukan penyidik Kepolisian Resor Batu untuk menemukan tersangka dalam tindak pidana pembakaran hutan dilakukan secara bertahap yaitu meliputi penyelidikan, dimulainya penyidikan, upaya paksa, penetapan tersangka, pemberkasan, penyerahan berkas perkara, penyerahan tersangka dan barang bukti, penghentian penyidikan. Hambatan yang di alami oleh penyidik Kepolisian Resor Batu untuk menemukan tersangka dalam tindak pidana pembakaran hutan yaitu adanya hambatan dari faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas yang mendukung penegakan hukum, serta faktor masyarakat. | INVESTIGATION TECHNIQUE IN THE CRIMINAL OFFENSE OF FOREST FIRE (Cases Study in Batu Police Station) By: Abdurrahman Shidqi Arofah E1A115096 ABSTRACT The environmental issue of land clearing will be associated with the vastness of Indonesian Forest. This land clearing act could be done with the method of burning, which it self is an act of consciousness in an area, this can be categorized as a criminal offense. When the police receive a report about it then they can conduct an investigation. The investigation technique in criminal offense of forest fire in Batu Police Station is in accordance with Indonesian Criminal Prosedure Code (KUHAP). The investigation procedure which is conducted by Batu Police Station follows The Regulations of Indonesians Police Chief (PERKAP) Number 6 of 2019 about The Investigation of Criminal Offense. Investigation technique is a technique or ways that is used by the investigator according to the methods and regulation in a procedure of investigation. It is regulated in Chapter 10 of The Regulation of Indonesian Police Chief Number 6 of 2019 about the Investigation of Criminal offense where the technique of investigation is done gradually, starting with early investigation, investigation, coercion inspection, suspect appointation, filing, criminal file handover, suspect and evidence handover, cessation of investigation. This research is aimed to find out the technique of investigation and the hurdles that is experienced by the investigator in Batu Police Station to find out the suspect in forest fire criminal offense. The method used in this research is Juridical Sociologic with descriptive specification research, data mined from literature and interview, and analyzed qualitatively. In accordance to the result of this research, it can be concluded that the investigation technique that is used to find the suspect on forest fire criminal offense is started with early investigation, follow up investigation, coercion, suspect appointation, filing, files handover, suspect and evidence handover, and investigation stoppage. The hurdle experienced by the Batu Police Station Investigators to find out the suspect was the factor of law enforcer, supporting facilities and infrastructure, and community factor. | |
| 31470 | 34718 | C1A015106 | ANALISIS EFISIENSI USAHA TERNAK KAMBING DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA TANI DI DESA PAMULIHAN KECAMATAN KARANGPUCUNG KABUPATEN CILACAP | Tujuan penelitian ini yaitu keuntungan usaha ternak kambing, menganalisis pengaruh variabel lama beternak, luas kandang, biaya pakan, biaya obat dan tenaga kerja terhadap produksi usaha ternak kambing, menganalisis efisiensi saha ternak kambing dan menganalisis kontribusi usaha ternak kambing terhadap pendapatan rumah tangga tani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Usaha ternak kambing di Desa Pamulihan Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap memiliki rata-rata keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 5.432.714, dimana besarnya rata-rata biaya total Rp. 5.733.000, dan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 11.165.714, (2) Variabel lama beternak, luas kandang dan biaya pakan berpengaruh positif signifikan terhadap produksi kambing, sedangkan biaya obat dan tenaga kerja tidak berpengaruh positif signifikan terhadap output produksi, (3) Mayoritas usaha ternak kambing di Desa Pamulihan memperoleh nilai R/C Ratio <1, artinya usaha ternak kambing di Desa Pamulihan Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap belum efisien dan belum layak untuk dijalankan, (3) Rata-rata kontribusi usaha ternak kambing terhadap pendapatan rumah tangga tani di Desa Pamulihan Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap sebesar 22,05% dan telah lolos uji proporsi. | The purpose of this study were the profits of goat farming, to analyze the effect of the variable length of time, cage area, feed costs, drug and labor costs on the production of goat farming, to analyze the efficiency of goat farming and to analyze the contribution of goat farming business to farm household incomes. The analytical method used is descriptive quantitative analysis. This study uses multiple linear regression analysis (multiple regression). The results showed that: (1) Goat farming in Pamulihan Village, Karangpucung District, Cilacap Regency has an average profit of Rp. 5.432.714, where the average total cost is Rp. 5.733.000, and the average revenue is Rp. 11.165.714, (2) The length of time, cage area and feed costs have a significant positive effect on goat production, while drug and labor costs have no significant positive effect on production output, (3) The majority of goat farming businesses in Pamulihan Village get an R value. /C Ratio <1, meaning that the goat farming business in Pamulihan Village, Karangpucung District, Cilacap Regency is not yet efficient and not feasible to run, (4) The average contribution of goat farming business to farmer household income in Pamulihan Village, Karangpucung District, Cilacap Regency is 22,05% and has passed the proportion test. | |
| 31471 | 34719 | G1A016085 | PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN SHOLECH SHOLECHAH KEMBARAN BANYUMAS | ABSTRAK Latar Belakang: Skabies merupakan salah satu penyakit kulit tersering di Indonesia yang menimbulkan dampak negatif bagi kualitas hidup penderitanya. Skabies sering terjadi pada tempat dengan kepadatan hunian yang tinggi, termasuk pondok pesantren. Salah satu faktor yang ikut mendukung penyebaran skabies di kalangan santri adalah kurangnya pengetahuan santri terhadap skabies. Oleh karena itu, pengetahuan santri terhadap skabies perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk menambah pengetahuan adalah penyuluhan. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang skabies pada santri Pondok Pesantren Sholech Sholechah Kembaran Banyumas. Metode: Penelitian ini adalah penelitian pre-experimental dan menggunakan desain one group pretest-posttest sehingga pada penelitian ini tidak dibentuk kelompok kontrol. Sampel penelitian dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan metode total sampling yang berjumlah 36 sampel. Data primer diambil menggunakan instrumen kuesioner yang diisi oleh sampel sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan menggunakan metode ceramah dengan power point, video, dan pamflet. Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan santri tentang skabies dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rerata tingkat pengetahuan santri tentang skabies sebelum penyuluhan adalah 35,08±5,847 meningkat menjadi 42,36±2,002 setelah diberi penyuluhan. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan santri mengenai skabies sebelum dan sesudah penyuluhan p=0,000 (p<0,05). Setiap santri mengalami peningkatan tingkat pengetahuan skabies setelah mendapatkan penyuluhan sehingga tingkat pengetahuan skabies santri menjadi 100% baik. Kesimpulan: Penyuluhan tentang skabies pada santri di Pondok Pesantren Sholech Sholechah Kembaran Banyumas meningkatkan tingkat pengetahuan santri. | ABSTRACT Background: Scabies is one of the most common skin diseases in Indonesia which can cause negative effect for the patients quality of lifes. Scabies often occurs in places with high occupancy density, including Islamic boarding schools. One of the other factors which contibutes to the spread of scabies among Islamic boarding school students is low level of scabies knowledge. Therefore, the knowledge level of scabies among students have to be increased. One of the methods to increase the knowledge level is health promotion. Aim:This study was conducted to know the influence of health promotion on scabies knowledge level of Sholech Sholechah Islamic Boarding School Students in Kembaran Banyumas. Methods: This study was a pre-experimental study and it used one group pretest-posttest design. Therefore, there was no control group in this study. The samples selection was adjusted to the inclusion and exclusion criterisa using the total sampling method with total number of samples was 36 students. Primary data were colected using questionaire which was fulfilled by sample before and after receiving health promotion. The influence of health promotion on scabies knowledge level of Students was analyzed by Wilcoxon test. Result: The mean value of students’ knowledge level of scabies before they received health promotion is 35,08±5,847, then increased to 42,36±2,002 after they received health promotion. The result of Wilcoxon test showed that there was a significant difference of students’ knowledge level of scabies before and after health promotion, p=0,000 (p<0,05). Each student has increased in scabies knowledge level after they received health promotion. Therefore, now 100% students had good knowledge level of scabies. Consclusions: The health promotion about scabies could improve the knowledge level of Sholech Sholechah Islamic Boarding School students in Kembaran Banyumas. | |
| 31472 | 34720 | E1A016063 | PEMBUKTIAN TERHADAP TINDAK PIDANA PEMERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR (Suatu Studi Kasus Putusan Nomor: 18/Pid.Sus.Anak/2020/PN. Smn) | Pembuktian tentang benar tidaknya terdakwa melakukan perbuatan yang didakwakan, merupakan bagian yang terpenting acara pidana. Dalam hal ini pun hak asasi manusia dipertaruhkan. Pembuktian Pidana tersebut telah dimulai sejak tahap penyelidikan guna menemukan dapat tidaknya dilakukan penyidikan dalam rangka membuat terang suatu tindak pidana dan menemukan tersangka dari tindak pidana tersebut. Karena arus globasilasi membuat krisis moral di masyarakat semakin meningkat, sehingga perbuatan pidana juga meningkat. Termasuk salah satunya yang dilakukan oleh anak. Secara filosofi anak sebagai bagian dari generasi muda, yang memiliki peran strategis serta mempunyai ciri dan sifat khusus, memerlukan pembinaan dan perlindungan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesisikasi penelitian preskriptif, data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumenter. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapati pertimbangan hokum hakim dalam pembuktian kasus a quo medasar pada Pasal 183 jo. 184 KUHAP yakni keterangan saksi dan keterangan terdakwa. Di mana ditemukan kesesuain satu dengan lainnya, sehingga hakim memperoleh keyakinan mengenai tindak pidana yang dilakukan. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pemidanaan mendasar pada dua hal yakni yuridis di mana terdakwa terbukti melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP. Kemudian non yuridis yakni terdakwa masih muda sehingga berhak mendapat perlindungan sebagaimana tertuang di Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Selain itu jika melihat pemidanaan yakni relatif, pemidanaan bukanlah merupakan upaya untuk balas dendam. | Proving whether or not defendant has committed the act he is accusedof, is the most important part of a criminal procedure. Human rights are staken by. The criminal provement has been started from the investigation process in order to find out whether or not investigation can be carried out so that the crime scene and suspect could be found out. Criminal acts are increasing in line with development of globalization which has its own negative impacts related moral crisis in society. Even kids are also involved as a criminal actor lately. Philosophically, children as a young generation has a strategic role, special characteristics and characteristics as an investment, therefore they have to be guided and protected. Normative juridical approach with prescriptive research specification by secondary date are used as the methodological instrumens in this research. The data are being collected by literature and docemntary studies method. In addition, normative qualitative is being used as the analytical method. Based on the research, it was found that the judge’s legal considerations in proving the a quo case were based on Article 183 jo. 184 of the Criminal Procedure Law, it is a witnesses and defedant’s explanations. The material truth was found after giving the explanation, then the judge sure towards the committed crime. The judge’s legal considerations in imposing are considering on two juridical things where the defendant is proven violating Article 368 paragraph (1) of the Criminal Law. Then the non-juridical things, because the defendant is still young so that he is entitled to be protected as stated in the Juvenile Criminal Justice System Act. In addition, based on relatives view of criminal, sentencing is not an attempt to take revenge | |
| 31473 | 35439 | E1A017072 | UPAYA HUKUM BANDING DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI SECARA BERSAMA-SAMA DI KEMENPORA RI (Studi Putusan Nomor 28/PID.SUS/2020/PT DKI JKT) | Upaya hukum banding adalah upaya hukum biasa yang tersedia bagi pihak yang berperkara apabila tidak puas dengan putusan pengadilan tingkat pertama. Tujuan banding sendiri adalah untuk memeriksa kembali putusan pengadilan tingkat pertama apakah telah benar mengenai fakta maupun aspek-aspek hukumnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah alasan permohonan banding Jaksa Penuntut Umum dalam Putusan Nomor 28/PID.SUS/2020/PT. DKI telah sesuai dengan Pasal 67 jo. Pasal 233 KUHAP dan bagaimana pertimbangan hukum majelis hakim pengadilan tinggi dalam memperbaiki putusan dalam Putusan Nomor 28/PID.SUS/2020/PT. DKI. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dalam Putusan Nomor 28/PID.SUS/2020/PT. DKI bahwa permohonan banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dilakukan sesuai prosedur dan syarat-syarat yang termuat dalam Pasal 67 jo. Pasal 233 KUHAP karena permohonan tersebut diajukan terhadap putusan pemidanaan. Kesesuaian tersebut dapat dilihat pada subyek yang mengajukan permohonan banding, kesesuaian amar putusan pengadilan negeri, dan permohonan banding yang diajukan sesuai dengan tenggang waktu yang ditentukan dalam KUHAP. Pertimbangan majelis hakim pengadilan tinggi dalam memperbaiki putusan pada Putusan Nomor 28/PID.SUS/2020/PT. DKI dilakukan dengan berdasarkan pertimbangan yuridis dan pertimbangan non yuridis. Pertimbangan yuridis didasarkan pada telah terpenuhinya semua unsur pasal yang didakwakan dan telah terdapat 2 alat bukti yang sah. Pada pertimbangan sosiologis, majelis hakim kurang cermat dalam memperhatikan perbuatan Terdakwa yang berperan aktif dalam melakukan tindak pidana korupsi dan perbuatan Terdakwa yang berdampak pada masyarakat khususnya para atlet olahraga. Mengenai pertimbangan filosofis, majelis hakim dalam menjatuhkan pidana penjara juga masih sangat rendah mengingat peran Terdakwa didalam melakukan korupsi sehingga dikhawatirkan tidak memberikan efek jera terhadap Terdakwa. | Appeals are ordinary legal efforts available to litigant parties if they are not satisfied with the verdict of the first-tier court. The purpose of the appeal itself is to re-examine the first-degree court's decision whether it has been true regarding the facts or aspects of its law. The formulation of the problem in this study is whether the reason for the Public Prosecutor's appeal in Decision No. 28 / PID. SUS/2020/PT. DKI has been in accordance with Article 67 jo. Article 233 of the Kuhap and how the legal consideration of the high court judges in improving the verdict in Decision No. 28 / PID. SUS/2020/PT. DKI. This research uses normative juridical methods, the data source used is secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. Results of research in Verdict No. 28/PID. SUS/2020/PT. DKI that the appeal submitted by the Public Prosecutor is carried out in accordance with the procedures and conditions contained in Article 67 jo. Article 233 of the Kuhap because the application was submitted against the verdict of the prosecution. Such conformity can be seen in the subjects who submit an appeal, the conformity of the district court's decision, and the appeal filed in accordance with the grace period specified in the Kuhap. Consideration of high court judges in correcting the verdict on Decision No. 28/PID. SUS/2020/PT. DKI is carried out based on juridical considerations and non-juridical considerations. Juridical considerations are based on the fulfillment of all elements of the article charged and there have been 2 valid evidences. In sociological considerations, the panel of judges was less careful in paying attention to the actions of defendants who played an active role in committing criminal acts of corruption and the actions of defendants that impacted the community, especially sports athletes. Regarding philosophical considerations, the panel of judges in sentencing prison is also still very low considering the role of the Defendant in committing corruption so it is feared that it does not have a deterrent effect on the Defendant. | |
| 31474 | 34721 | E1A014308 | IMPLEMENTASI HUKUM PENANGGULANGAN PENYEBARAN COVID-19 OLEH SATGAS DI KELURAHAN DONAN KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum penanggulangan penyebaran Covid-19 oleh Satgas Kecamatan Cilacap Tengah di Kelurahan Donan, Kabupaten Cilacap dan pengaruh faktor kedisplinan, kerjasama dan fasilitas terhadap implementasi hukum penanggulangan penyebaran Covid-19 oleh satgas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap dengan responden sebanyak 50 (lima puluh) orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Anlisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi hukum Satgas dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator yaitu efektifnya penyuluhan penanggulangan Covid-19, efektifnya pelayanan kesehatan, efektifnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, efektifnya pembinaan kepada masyarakat, dan efektifnya tindakan pencegahan covid-19. Faktor kedisiplinan, faktor kerjasama dan faktor fasilitas cenderung berpengaruh positif terhadap implementasi hukum Satgas dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap, artinya semakin tinggi tingkat kedisiplinan, dan semakin baik kerjasama dan fasilitas maka semakin efektif pula implementasi hukum satgas dalam penanggulangan penyebaran covid-19 di Kelurahan Donan, Kabupaten Cilacap | This study aims to determine the implementation of the legal implementation of the spread of Covid-19 in Donan Village, Central Cilacap District Cilacap Regency and the influence of discipline, cooperation and facilities factors on the implementation of the legal implementation of the spread of Covid-19 in Donan Village, Central Cilacap District Cilaca. This study uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Donan Village,Central Cilacap District Cilacap Regency with 50 (fifty) respondents as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using the questionnaire, documentary and library methods. The collected data is processed using coding, editing, and tabulation techniques and then presented in a narrative and data table. Quantitative data analysis used simple statistical methods, while qualitative data analysis used content analysis and comparison analysis methods. The results showed that the level of implementation of the legal implementation of the spread of Covid-19 in Donan Village, Central Cilacap District Cilaca . This is evidenced by indicators, namely the effectiveness of counseling on the prevention of Covid-19, the effectiveness of health services, the effectiveness of health services to the community, the effectiveness of guidance to the community, and the effectiveness of preventive measures against COVID-19. The discipline factor, cooperation factor and facility factor tend to have a positive effect on the implementation of the legal implementation of the spread of Covid-19 in Donan Village, Central Cilacap District Cilaca, meaning that the higher the level of discipline, and the better the cooperation and facilities, the more effective the implementation of the task force law in controlling the spread of the virus. covid-19 in Donan Village, Central Cilacap Cilacap Regency | |
| 31475 | 34722 | L1A017018 | Keragamaan Morfometrik Ikan Brek (Barbonymus balleroides) Sungai Banjaran Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman morfologi dan kondisi populasi B. balleroides di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode suvey dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2021 di Sungai Banjaran yang terbagi menjadi empat stasiun penelitian yaitu wilayah Desa Karang Nangka, Watumas, Kober, dan Kedung Wuluh yang masing-masing stasiun diperoleh 30 ekor sampel B. balleroides untuk diamati. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis Klaster, analisis komponen utama (PCA), dan diskriminan. Hasil penelitian diperoleh B. balleroides pada masing-masing stasiun mempunyai karakter morfologi yang khas yang membedakan satu stasiun dengan stasiun lainnya. Hal ini dapat disebabkan oleh fragmentasi habitat yang disebabkan adanya pembangunan bendungan. | This study aims to determine the morphological diversity and condition of the Barbonymus balleroides population in the Banjaran Stream, Banyumas Regency. The method used in this research was purposive random sampling. Sampling was carried out from May to August 2021 on the Banjaran Stream which was divided into four research stations, namely the Karang Nangka, Watumas, Kober, and Kedung Wuluh villages, where 30 samples of B. balleroides were obtained for each station to be observed. The analysis used in this study uses cluster analysis, principal component analysis (PCA), and discriminant. The results obtained that B. balleroides at each station has a distinctive morphological character that distinguishes one station from another. This could be due to habitat fragmentation caused by the construction of dams. | |
| 31476 | 35422 | K1C017019 | Penentuan Durasi Penyinaran Efektif Pada Terapi Kanker Paru-paru Berbasis BNCT Menggunakan Software PHITS | Penelitian mengenai penentuan durasi penyinaran efektif pada terapi kanker paru-paru dengan metode BNCT dilakukan dengan membuat model phantom organ dada menggunakan PHITS dan menentukan laju dosis total yang efektif. Model phantom organ dada mengacu pada model phantom MIRD pria dewasa yang terdiri dari kulit dengan bentuk geometri elips (r=20 cm), tulang rusuk dengan bentuk geometri elips (r=1 cm), otot/jaringan lunak berbentuk elips dengan r=18 cm, paru-paru berbentuk dua buah elips simetri masing-masing dengan r=4 cm yang menggambarkan paru-paru kanan dan kiri, dan sel kanker dengan bentuk geometri bola dengan diameter 2 cm dan kedalaman 5 cm pada paru-paru kiri. Dengan metode BNCT divariasikan konsentrasi boron dari 30-70 μg boron/g jaringan dengan kenaikan tiap 10 μg boron/g jaringan. Model phantom organ dada diiradiasi menggunakan sumber neutron DLBSA berbasis siklotron 30 MeV pada jarak 5 cm untuk mendapat nilai fluks neutron termal dan laju dosis neutron yang digunakan untuk menghitung nilai laju dosis total. Nilai laju dosis total digunakan untuk menghitung lama durasi iradiasi terapi kanker paru-paru. Hasil penelitian ini menunjukkan phantom organ dada telah berhasil dibuat berdasarkan model phantom MIRD, laju dosis total efektif untuk terapi kenker paru-paru diperoleh pada konsentrasi 70 μg boron/g jaringan yaitu sebesar 7,360×10^(-2) Gy/s. Dari nilai ini dihitung durasi iradiasi efektifnya dan diperoleh nilai 13 menit 58 detik. | Research on determining the duration of effective irradiation for lung cancer therapy using BNCT was carried out by modeling chest phantom using PHITS and determine the effective total dose rate for lung cancer. The chest phantom model refers to the adult male MIRD phantom model consisting of skin with elliptical geometry (r=20 cm), ribs cage with an elliptical geometry (r=1 cm), elliptical muscle/soft tissues (r=18 cm), the lungs are in the form of two symmetrical ellipses with r=4 cm, that representing the right and left lungs, and cancer cells with a spherical geometry with a diameter of 2 cm and depth of 5 cm in the left lung. With the BNCT method, boron concentration was varied from 30-70 μg boron/g tissues with an increase of every 10 μg boron/g tissues. The chest phantom model was irradiated using a 30 MeV cyclotron-based DLBSA neutron source at a distance of 5 cm to obtain the value of the thermal neutron flux and the neutron dose rate which were used to calculate the total dose rate. The value of the total dose rate was used to calculate the duration of lung cancer irradiation therapy. The results of this study indicate that a chest organ phantom has been successfully created based on the MIRD phantom model, the total effective dose rate for lung cancer therapy was obtained at a concentration of 70 μg boron/g tissues is 7,360×10^(-2) Gy/s. From this value, the effective durration of irradiation was calculated and the value was 13 minutes 58 seconds. | |
| 31477 | 34724 | L1A017029 | Analisis Pertumbuhan Dan Laju Eksploitasi Spesies Asli Ikan Palung (Hampala macrolepidota Kuhl & Van Hasselt 1823) Di WadukPB. Soedirman Banjarnegara, Jawa Tengah | Ikan palung (Hampala Macrolepidota Kuhl & Van Hasselt 1823) merupakan ikan spesies asli dan sasaran utama penangkapan di Waduk PB. Soedirman. Aktivitas penangkapan secara terus-menerus mempengaruhi populasi ikan palung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola pertumbuhan dan laju eksploitasi spesies asli ikan palung di Waduk PB. Soedirman. Dengan menggunakan metode survei dan teknik purposive random sampling pada 3 stasiun yang ditentukan berdasarkan pada keseharian nelayan menangkap ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan palung yang diperoleh di 3 stasiun sebanyak 107 ekor, dengan ukuran panjang ikan terkecil 8,3 cm dan ukuran panjang terbesar 31,5 cm. Pendugaan panjang maksimum (L∞) ikan palung yaitu 34,36 cm dengan koefisien laju pertumbuhan (K) 0,52 per tahun yang tergolong cepat. Mortalitas total (Z) sebesar 2,97 per tahun, mortalitas alami (M) sebesar 1,15 per tahun, mortalitas penagkapan (F) sebesar 1,82 per tahun, dan laju eksploitasi (E) sebesar 0,61/tahun. Dari hasil ini menunjukan bahwa penangkapan ikan palung di Waduk PB. Soedirman sudah mengalami overfishing. | Hampala macrolepidota (Kuhl & Van Hasselt 1823) is a native species of fish and the main target for catching in the PB. Sooedirman Reservoir. Fishing activity continuously affects the through fish population. The purpose of this study was determine the growth pattern and rate of exploitation of native species of through fish in PB. Soedirman Reservoir. By using survey methods and purposive random sampling techniques at 3 stations determined based on the daily life of fisherman catching fish. The results showed that there were 107 through fish obtained at 3 stations, with the smallest fish length being 8,3 cm and the lagest being 31,5 cm. Estimated maximum length (L∞) of trough fish is 34,36 cm with a growth rate coefficient (K) of 0,52 per year which is relatively fast. Total mortality (Z) was 2,97 per year, natural mortality (M) was 1,15 per year, fishing mortality (F) was 1,82 per year, and exploitation rate (E) was 0,61 per year. These results indicate that trough fishing in the PB. Soedirman Reservoir has experienced overfishing. | |
| 31478 | 35520 | H1B017076 | KAJIAN PENGARUH PERGESERAN BAUT PADA SAMBUNGAN BALOK-BALOK BAJA A572 DAN BAUT BAJA A490 DENGAN SAMBUNGAN TIPE KAKU PADA KONSTRUKSI BAJA MENGGUNAKAN ANALISIS NUMERIKAL | Pelaksanaan pekerjaan sambungan baut pada baja balok-balok dapat dilakukan secara insitu dan exsitu dimana pekerjaan insitu dilakukan oleh pekerja yang ada di lapangan, metode ini memiliki tingkat akurasi yang berbeda dengan proses fabrikasi exsitu yang dilakukan di pabrik pembuatan baja. Oleh karenanya terdapat kemungkinan terjadi kesalahan proses fabrikasi secara insitu maka pada jurnal ini bertujuan untuk membandingkan hasil dari adanya pengaruh pergeseran baut pada sambungan baja balok – balok tipe kaku. Pada penelitian ini digunakan beberapa variabel berupa mutu baja ASTM A572 serta mutu baut ASTM A490 dengan tiga kondisi pergeseran yaitu sesuai rencana (varian 1), bergeser ke arah kanan 10 mm (varian 2) dan bergeser ke arah atas 10 mm (varian 3) dimana perancangan dan pemodelan sambungan direncanakan dengan pembebanan sekuat profil serta memenuhi ketentuan dari SNI 1729:2020 dan penelitian ini menggunakan metode analisis eksperimental menggunakan aplikasi abaqus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kriteria signifikan terhadap desain asli terjadi pada pada variasi B2 pelat sambung Web (bergeser 10 mm ke arah kanan) terhadap B1 (desain asli) yaitu -26,029%, variasi B3 pelat sambung Web (bergeser 10 mm ke arah atas) terhadap B1 (desain asli) yaitu 42,40%. Hasil diatas menunjukan bahwa pergeseran lubang memberikan dampak berarti terhadap kapasitas sambungan berdasarkan nilai tegangan regangan yang juga besaran nilai signfikansi tersebut dipengaruhi dari adanya variasi mutu baja, dan mutu baut yang digunakan dalam penelitian ini Kata Kunci – Pergeseran, baut, kapasitas, sambungan, balok – balok, kaku. | The implementation of bolt connection work on steel beams can be carried out in situ and ex-situ where the in situ work is carried out by workers in the field, this method has a different level of accuracy from the ex-situ fabrication process carried out in steel manufacturing plants. Therefore, there is a possibility of an error in the in situ fabrication process, so this journal aims to compare the results of the effect of bolt shifting on steel beam connections - rigid type beams. In this study, several variables were used, namely the quality of ASTM A572 steel and the quality of ASTM A490 bolts with three shift conditions, namely according to the plan (variant 1), shifting to the right 10 mm (variant 2), and shifting towards the top 10 mm (variant 3) where the design and modeling of the connection are planned with loading as strong as the profile and meets the provisions of SNI 1729:2020 and this study uses an experimental analysis method using the Abaqus application. The results of this study indicate that the significant criteria for the original design occur in the variation B2 web connection plate (shifted 10 mm to the right) against B1 (original design) is 26.029%, variation of B3 web connection plate (shifted 10 mm upwards) to B1 (original design) is 42.40%. The results above show that the hole shift has a significant impact on the connection capacity based on the stress-strain value which is also the magnitude of the significance value is influenced by variations in the quality of the steel and the quality of the bolts used in this study. | |
| 31479 | 35423 | C1A017027 | ANALISIS PENDAPATAN USAHA KERAJINAN HANDICRAFT (STUDI KASUS INDUSTRI MIKRO, KECIL DAN MENENGAH HANDICRAFT BERBAHAN KAIN PERCA KOTA PEKALONGAN) | Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan, pengaruh modal, tenaga kerja, jam kerja, dan teknologi terhadap produksi serta menganalisis efisiensi produksi pada industri rumah tangga, kecil dan menengah kerajinan kain perca di Kota Pekalongan.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 34 pengusaha. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara dan angket. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis fungsi produksi stochastic frontier Cobb- Douglas dengan metode OLS (Ordinary Least Square) menggunakan software STATA 13. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap produksi kerajinan berbahan kain perca di Kota Pekalongan adalah modal, dan jam kerja. Sedangkan tenaga kerja dan teknologi secara statistik tidak berpengaruh terhadap produksi. Hasil analisis perkiraan efisiensi teknis menunjukkan bahwa faktor input produksi kerajinan kain perca memperoleh nilai efisiensi teknis rata-rata sebesar 68,5 persen, artinya usaha kerajinan ini belum mencapai efisiensi teknis. Sedangkan hasil analisis efisiensi alokatif menunjukkan bahwa penggunaan modal dan jam kerja tidak efisien karena nilai produk marginal lebih besar dari 1 sehingga untuk mencapai efisiensi penggunaan modal dan jam kerja perlu ditingkatkan, sedangkan tenaga kerja dan teknologi tidak efisien karena kedua input produksi tersebut tidak berpengaruh terhadap produksi. Pendapatan industri kecil menengah kerajinan kain perca di Kota Pekalongan adalah sebesar Rp. 103.638.854 dengan rata-rata responden Rp. 3.0482.202/bulan. | The purpose of this study was to analyze income, the effect of capital, labor, working hours, and technology on production and to analyze production efficiency in micro, small and medium-sized industries of patchwork in Pekalongan City. The sample used in this study were 34 entrepreneurs. Research data collection techniques using interviews and questionnaires. For the data analysis technique using the Cobb-Douglas stochastic frontier production function analysis with the OLS (Ordinary Least Square) method using STATA 13 software. The results showed that the independent variables that had a significant effect on the production of patchwork crafts in Pekalongan City were capital, and working hours. Meanwhile, labor and technology statistically have no effect on production. The results of the analysis of technical efficiency estimates indicate that the input factor for patchwork production has an average technical efficiency value of 68.5 percent, meaning that this craft business has not yet achieved technical efficiency. While the results of the allocative efficiency analysis show that the use of capital and working hours is inefficient because the value of marginal product greater than 1, so as to achieve efficiency in the use of capital and working hours need to be increased, while labor and technology are inefficient because the two production inputs have no effect on production. The income of the small and medium-sized patchwork industry in Pekalongan City is Rp. 103,638,854 with an average respondent of Rp. 3,0482,202 per month. | |
| 31480 | 35440 | H1D018026 | PERANCANGAN FRONT-END SISTEM PENJADWALAN MATA KULIAH TERINTEGRASI SIA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Sistem Penjadwalan Mata Kuliah adalah sebuah sistem berbasis website yang memiliki fungsi untuk menyusun jadwal mata kuliah di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Sistem ini digunakan oleh beberapa pengguna yaitu bapendik/admin dan wakil dekan, adapun hasil dari penjadwalan akan diinputkan ke SIA dan dilihat oleh pengguna SIA. Sistem ini memiliki fitur untuk mengelola data dosen, data mata kuliah, data ruangan, data slot, data hari, dan menyusun penjadwalan mata kuliah. Sebelumnya penyusunan mata kuliah masih menggunakan metode manual yaitu dengan cara memasukkan satu per satu data mata kuliah. Berdasarkan masalah yang ada, penulis mencoba untuk membangun frontend Sistem Penjadwalan Mata Kuliah untuk memudahkan pengguna dalam penyusunan jadwal mata kuliah secara terkomputerisasi dan otomatis melalui sistem. Sistem dibuat menggunakan metode pengembangan DevOps dan library javascript yaitu React Js. Pada hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa seluruh fungsi pada sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. | The Course Scheduling System is a website-based system that has the function of compiling course schedules at the Faculty of Engineering, Jenderal Sudirman University. This system is used by several users, namely Bapendik/admin and vice dean, while the results of the scheduling will be inputted into SIA and viewed by SIA users. This system has features to manage lecturer data, course data, room data, slot data, day data, and arrange course scheduling. Previously, the preparation of courses was still using the manual method, namely by entering the course data one by one. Based on the existing problems, the author tries to build a frontend of the Course Scheduling System to facilitate users in compiling a computerized and automatic course schedule through the system. The system is built using the DevOps development method and the javascript library, namely React Js. The results of system testing show that all functions on the system can run according to user needs. |