Artikel Ilmiah : L1C016043 a.n. GHINA TAZKIA DESWALASTI

Kembali Update Delete

NIML1C016043
NamamhsGHINA TAZKIA DESWALASTI
Judul ArtikelAnalisis Hubungan Pasang dan Surut Terhadap Kelimpahan Juvenile
Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) di Perairan Pantai Teluk Penyu
Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)Stadia juvenil udang jerbung (Penaeus merguensis) merupakan salah satu fase kritis dalam
masa hidupnya dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya arus pasang
surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, rasio kelimpahan dan
hubungan pasang dan surut terhadap kelimpahan juvenil udang jerbung di perairan pantai
Cilacap. Metode survei ini mengumpulkan data lapang pada 3 stasiun pengamatan dan diulang
tiga kali dengan karakteristik lingkungan berbeda, yaitu stasiun 1 merupakan perairan
terlindung, stasiun 2 merupakan perairan terbuka dan stasiun 3 merupakan perairan estuari.
Juvenil dikoleksi menggunakan larva net dengan mulut rangka berukuran 1 m2 dan mesh size 500
µm. Larva net diseret di dasar perairan pantai dan sejajar garis pantai dengan jarak 100 m, pada
kedalaman 1 m. Kelimpahan rata-rata post larvae udang jerbung (Penaeus merguiensis) di perairan
Pantai Teluk Penyu, Cilacap pada saat pasang diperoleh 8 indv/100 m2 dan surut didapatkan 11
indv/100 m2
. Rasio kelimpahan juvenil udang jerbung (P. merguiensis) pada saat surut lebih
tinggi dibanding pada saat pasang (75:100). Hubungan kelimpahan juvenil udang jerbung
(Penaeus merguiensis) saat pasang terhadap surut diperoleh korelasi sedang (r=0,576) dan secara
statistik diperoleh berbeda (p<0,05). Kondisi tersebut diduga terdapat faktor lain yang
mempengaruhi yaitu arus dan iklim.
Abtrak (Bhs. Inggris)The juvenile stage of white shrimp (Penaeus merguensis) is one of the critical phases and strongly
is influenced by environmental conditions, one of which is tidal currents. The purpose of this study was to
determine the abundance, abundance ratio and the relationship between the abundance of juvenile white
shrimp during low and high. This survey method collects field data at 3 observation stations and is repeated
three times with different environmental characteristics, namely station 1 is protected waters, station 2 is
open water and station 3 is estuarie waters. Juveniles are collected using front rectangle frame of 1 m2 and
a mesh size of 500 µm. The larvae net are dragged on the bottom of the coastal waters and parallel to the
shoreline with a distance of 100 m, at a depth of 1 m. The average juvenile abundance of white shrimp (P.
merguensis) at high tide was found 8 indv/100 m2 and at low tide was obtained 11 indv/100 m2. The ratio
of the average abundance of the juvenile shrimp when low tide was obtained higher than during high tide
(75:100). The relationship between the abundance of white shrimp (P. merguiensis) juvenile was, obtained
moderate (R=0.576) and statistically the abundance of the juvenil shrimp when the high tide was obtained
different to the low tide, the condition was suspected that other factors that influence are currents and
seasons.
Kata kuncijuvenil; udang jerbung; kelimpahan; pasang surut; teluk penyu.
Pembimbing 1Dr. F. Eko Dwi Haryono, S.Pi., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Tjahjo Winanto, M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2021
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2021-08-18 07:40:59.419707
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.