Home
Login.
Artikelilmiahs
33153
Update
PUTRI AYU AMBARWATI
NIM
Judul Artikel
Strategi Pemenangan William Aditya Sarana dalam Pemilihan Legislatif Tahun 2019 di Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Setiap caleg membutuhkan suatu strategi yang matang untuk memenangkan kontestasi politik. Terlebih apabila calon tersebut merupakan figur yang baru terjun di dunia politik dan bukan berasal dari kalangan yang sudah dikenal sebelum terjun ke dunia politik. Salah satu kontestan tersebut adalah William Aditya Sarana. William memiliki latar belakang agama minoritas, etnis minoritas, memilih partai baru sebagai kendaraan politiknya, dan usia yang masih muda. Walaupun dengan latar belakang tersebut, William tetap berhasil memenangkan Pemilihan Legislatif tahun 2019 di DKI Jakarta sehingga strategi politik yang dilakukan oleh William sebagai caleg minoritas menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan dengan perspektif strukturalisme serta metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Kemudian, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pemenangan yang dilakukan oleh William Aditya Sarana sebagai calon legislatif yang memiliki triple minority dan memilih partai politik baru sebagai kendaraan politiknya diantaranya yaitu 1.) membentuk tim relawan sebagai kekuatan internal yang solid, 2) menentukan segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat. Pemilihan segmentasi William dilakukan melalui pemanfaatan isu minoritas, sedangkan targeting dilakukan dengan berbasis identitas triple minority. Positioning juga dilakukan untuk membantu penciptaan identitas politik dan memperkuat identitas yang ingin dibangun atau dimunculkan ke masyarakat, diantaranya seperti pemilihan isu dan program, branding image sebagai caleg muda, bersih, dan berani, pemasangan baliho/banner yang intens dan menampilkan identitas etnis, kampanye door to door dan pembagian kartu konstituen sebagai remembering konstituen, melakukan titik temu warga, dan menggunakan metode khusus untuk mendapatkan suara di wilayah perumahan. Kemudian, gaya komunikasi kontestan politik saat berkomunikasi dengan masyarakat dapat mempengaruhi pilihan politik masyarakat, sehingga gaya komunikasi menjadi hal yang harus diperhatikan. Dalam proses komunikasi juga dibutuhkan saluran komunikasi agar pesan-pesan politik dapat disampaikan. William membedakannya saluran komunikasinya menjadi dua yaitu saluran darat (baliho, spanduk, banner, poster, surat, kaos, kalender, stiker, kartu nama, dan kartu konstituen) dan udara (media sosial). Pemanfaatan identitas triple minority yang tepat, pemanfaatan modal sosial yang baik, dan nomor urut menjadi faktor yang mendukung kemenangan William Aditya Sarana.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Each candidate needs a mature strategy to win political contestations. Especially if the candidate is a figure who has just entered the world of politics and does not come from a circle that was known before entering the world of politics. One of the contestants is William Aditya Sarana. William has a minority religious background, ethnic minorities, chooses a new party as his political vehicle, and is still young. Even with this background, William still managed to win the 2019 Legislative Election in DKI Jakarta so that the political strategy carried out by William as a minority candidate is interesting to study. This study used a constructivism paradigm and with a structuralism perspective and the method used is a qualitative research method. Then, the approach used is a case study approach. The informant selection technique used purposive sampling and snowball sampling methods. While the data collection techniques used is in-depth interviews, observation, and documentation studies. The data analysis technique used is to use interactive data analysis techniques. As for the validity of the data by using data triangulation techniques. The results of this study are the winning strategy carried out by William Aditya Sarana as a legislative candidate who has a triple minority and chooses a new political party as his political vehicle, including 1) forming a team of volunteers as a solid internal force, 2) determining segmentation, targeting, and proper positioning. The selection of William's segmentation is done through the use of minority issues, while the targeting is done based on the identity of the triple minority. Positioning is also carried out to help create a political identity and strengthen the identity that you want to build or raise to the community, such as the selection of issues and programs, branding images as young, clean, and brave candidates, installation of intense billboards/banners and displaying ethnic identities, door campaigns. door-to-door and distribution of constituent cards as constituents remembering, holding community meeting points, and using special methods to get votes in residential areas. Then, the communication style of political contestants when communicating with the public can influence the people's political choices, so that communication style becomes something that must be considered. In the communication process, communication channels are also needed so that political messages can be conveyed. William distinguishes his communication channels into two, namely landlines (billboards, banners, banners, posters, letters, t-shirts, calendars, stickers, business cards, and constituent cards) and air (social media). The right use of triple minority identity, good use of social capital, and serial numbers are factors that support William Aditya Sarana's victory.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save