Home
Login.
Artikelilmiahs
33144
Update
GHINA TAZKIA DESWALASTI
NIM
Judul Artikel
Analisis Hubungan Pasang dan Surut Terhadap Kelimpahan Juvenile Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) di Perairan Pantai Teluk Penyu Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Stadia juvenil udang jerbung (Penaeus merguensis) merupakan salah satu fase kritis dalam masa hidupnya dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya arus pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, rasio kelimpahan dan hubungan pasang dan surut terhadap kelimpahan juvenil udang jerbung di perairan pantai Cilacap. Metode survei ini mengumpulkan data lapang pada 3 stasiun pengamatan dan diulang tiga kali dengan karakteristik lingkungan berbeda, yaitu stasiun 1 merupakan perairan terlindung, stasiun 2 merupakan perairan terbuka dan stasiun 3 merupakan perairan estuari. Juvenil dikoleksi menggunakan larva net dengan mulut rangka berukuran 1 m2 dan mesh size 500 µm. Larva net diseret di dasar perairan pantai dan sejajar garis pantai dengan jarak 100 m, pada kedalaman 1 m. Kelimpahan rata-rata post larvae udang jerbung (Penaeus merguiensis) di perairan Pantai Teluk Penyu, Cilacap pada saat pasang diperoleh 8 indv/100 m2 dan surut didapatkan 11 indv/100 m2 . Rasio kelimpahan juvenil udang jerbung (P. merguiensis) pada saat surut lebih tinggi dibanding pada saat pasang (75:100). Hubungan kelimpahan juvenil udang jerbung (Penaeus merguiensis) saat pasang terhadap surut diperoleh korelasi sedang (r=0,576) dan secara statistik diperoleh berbeda (p<0,05). Kondisi tersebut diduga terdapat faktor lain yang mempengaruhi yaitu arus dan iklim.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The juvenile stage of white shrimp (Penaeus merguensis) is one of the critical phases and strongly is influenced by environmental conditions, one of which is tidal currents. The purpose of this study was to determine the abundance, abundance ratio and the relationship between the abundance of juvenile white shrimp during low and high. This survey method collects field data at 3 observation stations and is repeated three times with different environmental characteristics, namely station 1 is protected waters, station 2 is open water and station 3 is estuarie waters. Juveniles are collected using front rectangle frame of 1 m2 and a mesh size of 500 µm. The larvae net are dragged on the bottom of the coastal waters and parallel to the shoreline with a distance of 100 m, at a depth of 1 m. The average juvenile abundance of white shrimp (P. merguensis) at high tide was found 8 indv/100 m2 and at low tide was obtained 11 indv/100 m2. The ratio of the average abundance of the juvenile shrimp when low tide was obtained higher than during high tide (75:100). The relationship between the abundance of white shrimp (P. merguiensis) juvenile was, obtained moderate (R=0.576) and statistically the abundance of the juvenil shrimp when the high tide was obtained different to the low tide, the condition was suspected that other factors that influence are currents and seasons.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save