Artikelilmiahs

Menampilkan 29.641-29.660 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2964132976A1D116040PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH CAIR TAHU TERFERMENTASI DAN PENGURANGAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh fermentasi limbah cair tahu terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. 2) mengetahui pengaruh terbaik pengurangan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai rawit. 3) mengetahui interaksi dan kombinasi fermentasi limbah cair tahu dan pengurangan dosis pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai dengan Desember 2020 di screen house yang berlokasi di perumahan Grand Kusuma Karangin, Desa. Karanggintung, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas, Jawa Tengah dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berupa pecobaan polibag dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah limbah cair tahu terfermentasi 0 ml/tanaman, 300 ml/tanaman, dan 700 ml/tanaman. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK 0%, 15% dan 30% dan didapatkan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, umur berbunga, umur panen, bobot buah per tanaman, bobot kering tanaman, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi limbah cair tahu dosis 700 ml/tanaman hanya memberikan pengaruh terhadap jumlah buah yaitu 37,41 buah. Pengurangan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang sama dengan tanpa pengurangan dosis pupuk NPK terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati. Pengaruh interaksi antara dosis limbah cair tahu terfermetasi dan pupuk NPK diperoleh pada tinggi tanaman dengan kombinasi terbaik pada perlakuan tanpa limbah cair tahu terfermentasi dengan pengurangan pupuk NPK 15% dan limbah cair tahu terfermentasi dosis 700 ml/tanaman dengan pengurangan pupuk NPK 15%. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh fermentasi limbah cair tahu terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. 2) mengetahui pengaruh terbaik pengurangan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai rawit. 3) mengetahui interaksi dan kombinasi fermentasi limbah cair tahu dan pengurangan dosis pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai dengan Desember 2020 di screen house yang berlokasi di perumahan Grand Kusuma Karangin, Desa. Karanggintung, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas, Jawa Tengah dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berupa pecobaan polibag dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah limbah cair tahu terfermentasi 0 ml/tanaman, 300 ml/tanaman, dan 700 ml/tanaman. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK 0%, 15% dan 30% dan didapatkan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, umur berbunga, umur panen, bobot buah per tanaman, bobot kering tanaman, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi limbah cair tahu dosis 700 ml/tanaman hanya memberikan pengaruh terhadap jumlah buah yaitu 37,41 buah. Pengurangan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang sama dengan tanpa pengurangan dosis pupuk NPK terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati. Pengaruh interaksi antara dosis limbah cair tahu terfermetasi dan pupuk NPK diperoleh pada tinggi tanaman dengan kombinasi terbaik pada perlakuan tanpa limbah cair tahu terfermentasi dengan pengurangan pupuk NPK 15% dan limbah cair tahu terfermentasi dosis 700 ml/tanaman dengan pengurangan pupuk NPK 15%.
2964232981E1A017057PENEGAKAN HUKUM ATAS PELANGGARAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI KOTA TASIKMALAYAPenjatuhan suatu sanksi atas terjadinya pelanggaran izin mendirikan bangunan dapat dijatuhi sanksi administrasi maupun sanksi pidana. Proses penegakan hukum penjatuhan sanksi tersebut biasanya diatur di dalam suatu peraturan daerah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian inventarisasi perundang-undangan dan spesifikasi penelitian penemuan hukum in concreto. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan metode kepustakaan dan metode dokumentasi, data yang diperoleh diolah dengan cara reduksi yang disajikan dalam bentuk deskriptif naratif, dan metode analisis bahan hukum yang digunakan adalah metode analisis normatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa di dalam pelanggaran izin mendirikan bangunan tersebut tidak dapat dijatuhi sanksi administrasi setelah sanksi pidana dijatuhkan dan untuk pemenuhan kewajiban retribusi pendirian bangunan tersebut pemilik harus membayar retribusi sebesar Rp. 25.104.300.00 beserta dengan denda dari penjatuhan sanksi pidana sebesar Rp. 5.000.000,00
The imposiotion of a sanction for the violation of building permits can be punished by administrative sanctions as well as criminal sanctions. The process of ecforcing the sanctions is usually regulated in a local regulation
The method used in this study is juridical normative with the specification of statutory inventory research and the specification of legal discovery research in concreto. The data sources used are primary legal materials and secondary legal materials. The method of collecting legal materials is done by library method and documentation method, the data obtained is processed by reducing which is presented in descriptive narrative form, and the method of analysis of legal materials used is normative analysis method.
Based on the results of the study, it can be concluded that in violation of the building permit can not be sanctioned administration after criminal sanctions are imposed and for the fulfillment of the obligation of retribution of the establishment of the building the owner must pay a levy of Rp. 25.104.300.00 along with a fine from the criminal sanction of Rp. 5.000.000,00
2964332982B1A017138DETERMINASI SENYAWA ANTIJAMUR DARI Streptomyces sp. SAC4536 DAN MEKANISME PENGHAMBATANNYA TERHADAP Candida albicansStreptomyces merupakan bakteri Gram positif Familia Streptomycetaceae yang membentuk spora dan banyak ditemukan pada tanah yang alami. Streptomyces sangat menarik perhatian para ahli bakteriologi karena kemampuannya dalam mensintesis metabolit sekunder berupa senyawa antimikroba atau antibiotik. Streptomyces sp. SAC4536 merupakan actinomycetes yang terbukti mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans. Jamur C. albicans bersifat patogen dan menyebabkan infeksi jamur yang disebut kandidiasis yaitu penyakit pada selaput lendir, mulut, vagina dan saluran pencernaan. Zat antijamur yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. SAC4536 belum diketahui golongan senyawanya dan mekanisme antibiosisnya terhadap C. albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa antijamur yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. SAC4536 berdasarkan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan mengetahui mekanisme penghambatan zat antijamur yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. SAC4536 terhadap C. albicans melalui deteksi kebocoran sel. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan metode survey dan analisis secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 8 bulan dari bulan Januari 2021 sampai Agustus 2021. Variabel yang diamati, yaitu isolat Streptomyces sp. SAC4536 dan karakteristik senyawa antijamur Streptomyces sp. SAC4536. Parameter yang diamati, yaitu golongan senyawa antijamur, nilai Rf, nilai Optical Density (OD), Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan diameter zona hambat. Streptomyces sp. SAC4536 memproduksi senyawa metabolit golongan senyawa flavonoid. Senyawa antijamur yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. SAC4536 dapat menghambat C. albicans dengan mekanisme penghambatan melalui kebocoran sel, C. albicans mengalami kebocoran asam nukleat dan protein pada dinding selnya.Streptomyces is a Gram positive bacteria of the Streptomycetaceae family that forms spores and is commonly found in natural soils. Streptomyces has attracted the attention of bacteriologists because of its ability to synthesize secondary metabolites in the form of antimicrobial or antibiotic compounds. Streptomyces sp. SAC4536 is an actinomycetes which is proven to be able to inhibit the growth of Candida albicans. The fungus C. albicans is pathogenic and causes a fungal infection called candidiasis, which is a disease of the mucous membranes, mouth, vagina and digestive tract. The antifungal substance produced by Streptomyces sp. SAC4536 is not yet known the class of compounds and the mechanism of their antibiosis against C. albicans. This study aims to determine the class of antifungal compounds produced by Streptomyces sp. SAC4536 based on thin layer chromatography (TLC) method and knowing the mechanism of inhibition of antifungal substances produced by Streptomyces sp. SAC4536 against C. albicans via cell leak detection. The research was conducted at the Microbiology Laboratory, Plant Physiology Laboratory and Animal Development Structure Laboratory of the Faculty of Biology at Jenderal Sudirman University using survey methods and descriptive analysis. This research was carried out within 8 months from January 2021 to August 2021. The observed variables, namely the isolates of Streptomyces sp. SAC4536 and characteristics of antifungal compounds Streptomyces sp. SAC4536. The parameters observed were antifungal compound group, Rf value, Optical Density (OD) value, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and the diameter of the inhibition zone. Streptomyces sp. SAC4536 produces metabolites of the flavonoid group of compounds. The antifungal compound produced by Streptomyces sp. SAC4536 can inhibit C. albicans with an inhibitory mechanism through cell leakage, C. albicans has leakage of nucleic acids and proteins in its cell wall.
2964432984H1B017027Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Dengan Pendekatan Geometrik Jalan dan Fasilitas Perlengkapan Jalan di Kabupaten CiamisPada saat ini, penentuan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dilakukan dengan menggunakan metode Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK), yang masih sangat tergantung dengan data kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan parameter geometrik jalan dan parameter fasilitas perlengkapan jalan. Sehingga, lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dapat diprediksi sebelum insiden kecelakaan lalu lintas terjadi melalui pembobotan parameter geometrik jalan dan parameter fasilitas perlengkapan jalan. Metode yang digunakan adalah Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK), Upper Control Limit (UCL), dan Z-Score. Geometrik jalan yang ditinjau adalah kecepatan, lebar lajur jalan, lebar bahu jalan, lebar trotoar, lebar median jalan, beda elevasi bahu jalan dan tepi perkerasan, serta alinyemen horisontal. Sedangkan untuk fasilitas perlengkapan jalan yang digunakan untuk melakukan pembobotan adalah marka jalan, rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan, dan alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Penelitian ini dilakukan pada lima ruas jalan di Kabupaten Ciamis yang diperoleh dari pembobotan metode AEK berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2017 sampai tahun 2020. Dengan menggunakan metode UCL pada hasil survei pembobotan parameter geometrik jalan serta parameter fasilitas perlengkapan jalan tidak diperoleh lokasi rawan kecelakaan, maka untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan dilihat dengan analisis metode Z-Score. Sehingga dari lima ruas jalan yang disurvei, diperoleh 3 lokasi rawan kecelakaan yaitu Jalan: Raya Ciamis-Banjar, Raya Cikoneng, dan Jenderal SoedirmanAt this time, the determining of the black spot locations is carried out using the Equivalent Accident Numbers Method which is still very dependent on traffic accident data. The purpose of this research is to determine the black spot locations by using road geometric parameters and parameters road equipment fasilities. Thus, black spot locations can be predicted before the incidence of traffic accidents occur through the weighting the road geometric parameters and parameters road equipment facilities. The method used is the Accident Equivalent Number (AEK), Upper Control Limit (UCL), and Z-Score. The road geometric reviewed are speed, lane width, roadside width, sidewalk width, median width, roadside and pavement adge elevation difference, and horizontal alignment. Meanwhile road equipment facilities reviewed are road markings, traffic signs, traffic signaling device, road lighting equipment and control devices and safety of road users. Research was conducted on five roads in Ciamis obtained from the weighting of the AEK method based on traffic accident data from 2017 to 2020. By using the UCL method on the results of the survey on the weighting of road geometric parameters and parameters road equipment facilities, there are no black spot locations, then to determine the location of the black spot seen by the analysis of the Z-Score method. So that out of the 5 road segment surveyed, obtained 3 balck spot locations are Jalan: Raya Ciamis-Banjar, Raya Cikoneng, and Jenderal Soedirman.
2964532985B1A017157Diferensial Leukosit Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan Suplementasi Chlorella vulgaris dan Spirulina platensis serta Dipelihara dalam Sistem Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan suplementasi S. platensis dan C. vulgaris yang dipelihara dalam sistem berbeda terhadap diferensial leukosit, mendapatkan sistem pemeliharaan terbaik untuk meningkatkan diferensial leukosit ikan nilem yang dipelihara dalam sistem berbeda, mendapatkan kombinasi antara perlakuan pakan dan sistem pemeliharaan terbaik dalam meningkatkan diferensial leukosit. Hasil yang didapatkan yaitu diferensial leukosit khususnya limfosit dipengaruhi oleh suplementasi S. platensis dan C. vulgaris dalam pakan. Sistem pemeliharaan memberikan pengaruh yang sama pada diferensial leukosit ikan nilem (Osteochilus vittatus). Kombinasi faktor pakan dan sistem pemeliharaan memperlihatkan pengaruh yang sama pada diferensial leukosit ikan nilem.The purposes of this research are to determine the effect of supplementation of S. platensis and C. vulgaris fed in different systems on differential leukocytes, to obtain the best rearing system to increase differential leukocyte of nilem fish reared in different systems, detemine the effect of combination of feed treatment and different rearing system that is best for increasing differential leukocyte. The results showed that feeding treatment S. platensis and C. vulgaris was significantly able to increase differential leukocytes especially lymphocytes. The biofloc system did not significantly increase the differential leukocyte. The combination of biofloc system and feed supplementation did not significantly affect the differentiatial leukocytes of nilem fish
2964632986F1A016055CINTA ANAK MILENIAL ( Studi Tentang Lirik Lagu Cinta Dari BTS )Cinta adalah sebuah perasaan yang ada dalam setiap insan. Cinta memiliki berbagai jenis dan cara penyampaian yang berbeda. Salah satunya lewat sebuah lagu. BTS adalah boy band Korea yang menyampaikan makna cinta lewat series bertema Love Yourself yang terdiri dari tiga album, Love Yourself : Her, Love Yourself : Tear dan Love Yourself : Answer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatakan hermeneutik. Hermeneutik merupakan sebuah ilmu tentang interpretasi. Hermeneutika dalam penelitian ini akan dimanfaatkan untuk melakukan interpretasi terhadap teks lirik lagu cinta berbahasa Korea dari BTS, boy band dari Korea Selatan. Hasil penelitian ini berisi tentang proses BTS memaknai cinta yang disampaikan lewat lima lagu cinta dari series album Love Yourself. Pemaknaan awal cinta BTS yaitu akan melakukan apapun demi sosok yang BTS cintai dengan menutupi jati diri yang sesungguhnya agar sosok yang BTS cintai selalu ada untuk BTS, yaitu pada lagu ‘Outro : Her’ dan ‘The Truth Untold 전하지 못한 진심 (ft. Steve Aoki)’. Ketika BTS merasa salah tentang cinta yang selama ini BTS lakukan, BTS mengakhiri cinta yang BTS miliki, seperti pada lagu ‘Fake Love’ dan mulai menampilkan sosok BTS yang sesungguhnya dan mulai memahami untuk mencintai diri sendiri yang tergambar lewat lagu ‘Epiphany’ dan ‘Answer : Love Myself’.Love is a feeling that exists in every human being. Love has many different types and different ways of conveying it. One of them through a song. BTS is a Korean boy band who conveys the meaning of love through a series themed Love Yourself which consists of three albums, Love Yourself: Her, Love Yourself: Tear and Love Yourself: Answer.
This study uses a qualitative method with a hermeneutic approach. Hermeneutics is a science of interpretation. The hermeneutics in this study will be used to interpret the text of the Korean love song lyrics from BTS, a boy band from South Korea.
The results of this study is the BTS process of interpreting love which is conveyed through five love songs from the Love Yourself album series. The initial meaning of BTS' love is to do anything for the person that BTS loves by covering up their true identity so that the person that BTS loves is always there for BTS, namely in the songs 'Outro: Her' and 'The Truth Untold 못한 (ft. Steve Aoki )'. When BTS feels wrong about the love that BTS has done so far, BTS ends the love that BTS has, as in the song 'Fake Love' and begins to show the real BTS figure and begins to understand to love yourself which is depicted through the songs 'Epiphany' and 'Answer'. : Love Myself'.
2964732987E1A016015PERWUJUDAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM PELAYANAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK DI KABUPATEN MAGELANGTata Kelola Pemerintahan yang Baik (good governance) dalam pelayanan publik merupakan hal yang sangat penting, salah satunya pelayanan Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL). Pemerintah dituntut untuk memberikan pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan penerima pelayanan dalam hal ini masyarakat, hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Apabila pemerintah dalam memberikan pelayanan KTP-el sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik maka pelayanan publik dapat dikatakan sudah maksimal dalam pelayanannya.
Penelitian ini menganalisis mengenai perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik dalam pelayanan KTP-el di Kabupaten Magelang dan hambatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam pelayanan KTP-el di Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis.
Hasil Penelitian bahwa Perwujudan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) dalam Pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Magelang sudah diterapkan secara maksimal dan telah memenuhi empat prinsip yaitu Prinsip Transaparan, Prinsip Akuntabilitas, Prinsip Efektif dan Efisien, dan Prinsip Persamaan Hak dalam Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance). Hambatan dalam Perwujudan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) dalam pelayanan KTP-el yaitu adanya faktor eksternal dan faktor internal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Magelang dan tidak sanksi yang tertera dalam peraturan perundang-undangan dalam kepengurusan KTP-el.
Good Governance in public services is very important, one of which is the issuance of Electronic Identity Cards (KTP-EL). The government is required to provide services that are oriented towards meeting the needs and satisfaction of service recipients in this case the community, this is in accordance with Law No. 25 of 2009 concerning Public Services. If the government provides e-KTP services in accordance with the principles of good governance, public services can be said to have been maximized in their services.
This study analyzes the realization of good governance in the e-KTP service in Magelang Regency and the obstacles in realizing good governance in the e-KTP service in Magelang Regency. The research method used is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data used are primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews, while secondary data was obtained from literature study. The data that has been obtained is then analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description.
The results of the study show that the realization of Good Governance in the Electronic Identity Card (KTP-el) Service at the Population and Civil Registration Office of Magelang Regency has been maximally implemented and has fulfilled four principles, namely the Principle of Transparency, the Principle of Accountability, and the Principle of Effectiveness. and Efficient, and the Principle of Equal Rights in Good Governance. Barriers to the realization of Good Governance in the e-KTP service, namely the existence of external and internal factors from the Magelang Regency Population and Civil Registration Office and not the sanctions stated in the legislation in the KTP-el management.
2964832988B1A017142Keanekaragaman Kultivar Mangga (Mangifera indica L.) Di Kabupaten TangerangMangga (Mangifera indica L.) merupakan buah tropika yang diminati banyak orang sehingga dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Mangga memiliki berbagai macam variasi morfologi. Keragaman ini terjadi karena adanya perkawinan silang, seleksi alam, pengaruh manusia, evolusi bahkan pengaruh lingkungan tiap lokasi Pengaruh lingkungan menyebabkan pertumbuhan daun, batang, akar, serta buahnya mengalami perbedaan pada setiap pohon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kultivar mangga di Kabupaten Tangerang dan mengetahui hubungan kemiripan berdasarkan karakterteristik morfologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tangerang dengan metode survey, dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Parameter yang diamati meliputi karakteristik morfologi batang, daun, buah dan biji. Data sampel mangga dianalisis dengan metode deskriptif. Sedang untuk mengetahui hubungan kemiripan dianalisis dengan MEGA X menggunakan metode UPGMA. Hasil penelitian dari empat kecamatan di Kabupaten Tangerang ditemukan 14 kultivar. Hubungan kemiripan berdasarkan 22 karakteristik morfologi menghasilkan fenogram yang terbagi kedalam 4 kelompok utama. M. indica L. ‘Madu’ dengan M. indica L. ‘Manalagi’ dan M. indica L. ‘Khiosaway’ dengan M. indica L. ‘Namdokmai’ mempunyai hubungan terdekat dengan indeks disimilaritas sebesar 0,182. M. indica L. ‘Chokanan’ dan M. indica L. ‘Gedong’ mempunyai hubungan terjauh dengan indeks disimilaritas sebesar 0,682.Mango (Mangifera indica L.) is a tropical fruit that is in demand by many people so that it can be found throughout Indonesia. Mangoes have a wide variety of morphology. This diversity occurs because of crossbreeding, natural selection, human influence, evolution and even environmental influences of each location. The research aims to determine the morphological variation of mango cultivars in Tangerang Regency and to know the relationship of similarities based on morphological characteristics. The research was conducted in Tangerang Regency by survey method, with purposive sampling techniques. The bound variables in this study were types of mango cultivars, while free variables covered the height of the place, temperature, humidity, light and pH of the soil. The observed parameters include the morphological characteristics of stems, leaves, fruits and seeds. Mango sample data is analyzed by descriptive method. Medium to know the relationship of similarities analyzed with MEGA X using UPGMA method.
The results of research from four sub-districts in Tangerang district found 14 types of cultivars. The similarity relationship based on 22 morphological characteristics results in phenograms divided into 2 main groups. M. indica 'Madu' with M. indica 'Manalagi' and M. indica 'Khiosaway' with M. indica 'Namdokmai' has the closest relationship with the disimilarity index of 0.182. M. indica L. 'Chokanan' and M. indica L. 'Gedong' have the furthest relationship with the disimilarity index of 0.682.
2964932990J1C017012Representasi Kebiasaan Membaca Masyarakat Jepang pada Film Mimi o Sumaseba (Semiotika John Fiske)Penelitian ini menggunakan objek kajian berupa film animasi yang berjudul “Mimi o Sumaseba” (1995). Film ini mengurai representasi kebiasaan membaca masyarakat Jepang dalam narasi filmnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori semiotika The Codes of Television dari John Fiske yang terbagi ke dalam tiga tahapan analisis yaitu level realitas, representasi, dan ideologi. Kebiasaan membaca teridentifikasi melalui kode-kode yang muncul pada ketiga level tersebut yang berasal dari tokoh maupun objek yang menjadi representamen indikasi kebiasaan, yang diukur berdasarkan lingkungan, fasilitas membaca, frekuensi membaca, durasi membaca, tujuan membaca dan kebutuhan akan bacaan. Hasil penelitian pada level realitas, kebiasaan membaca masyarakat Jepang disematkan pada tokoh utama dan figuran yang menunjukan indikasi kebiasaan membaca, terlihat dari aspek penampilan, dialog, gerakan dan ekspresi. Sementara pada level representasi, kode-kode teknis pada film yang menggambarkan kategori kebiasaan membaca disematkan pada tokoh utama dan figuran seperti pada perilaku membaca koran, manga, buku dan sebagainya yang tercermin melalui aspek latar, properti, serta musik dan suara. Pada level ideologi, yang dapat disimpulkan penggambaran kebiasaan membaca pada tokoh-tokoh menunjukkan ideologi maskulinitas dan individualisme. Film “Mimi o Sumaseba” menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyebarkan ide gagasan terkait literasi dan juga menjadi media budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jepang kepada khalayak. This research used an animation film as the study object entitled “Mimi o Sumaseba” (1995). This film depicts Japanese people reading habits in the film’s narrative. This research was analyzed using the theory of The Codes of Television by John Fiske. There were three stages of analysis, namely, reality level, representation level, and ideology level. These habits are identified through the codes that appear at the three levels originating from the characters and objects that represent the indications of habits, which were measured based on the environment, reading facilities, reading frequencies, reading durations, reading purposes, and the need for reading. The research result of the reality level is Japanese people’s reading habits were embedded in the main character and extras who show reading habits that are visible from appearance, dialogue, gesture, and expression. Representation level, the technical codes that describe the class of reading habits that are embedded in the main character and extras such as reading newspapers, manga, books, and so on, are reflected through the background, property, sound, and music aspect. The ideology level, which can be deduced from the depiction of reading habits on characters, shows the ideology of masculinity and individualism. “Mimi o Sumaseba” film became an effective medium for spreading the idea of literacy and become a cultural medium that portrayed the life of Japanese society to the audience.
2965032991L1C016015ANALISIS KONSENTRASI FOSFAT (PO₄³⁻) DAN NITRAT (NO3-) DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN PANTAI CILACAPKabupaten Cilacap adalah kota pantai dan kota industri dengan kawasan pesisir yang sangat kompleks akan aktivitas atropogenik, antara lain persawahan, pertambangan, perikanan, maritim, pabrik, aktivitas kota dan eksploitasi hutan mangrove Segara Anakan serta sedimentasi. Keseluruhan aktivitas tersebut telah mempengaruhi konsentrasi kimia di perairan pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dan perbedaan fosfat dan nitrat dalam air dan sedimen di perairan pantai Cilacap. Metode survey ini mengaplikasikan metode penelitian Purpose random sampling. Sampel air dan sedimen dikemas menggunakan metode botol gelap. Konsentrasi fosfat dan nitrat dalam air dan sedimen dianalisis dengan ASS (Atomic Absorbsion Spectrophotometer) dan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi fosfat dan nitrat dalam air versus sedimen dianalisis secara statistik. Konsentrasi fosfat dalam air dan sedimen di perairan pantai Kabupaten Cilacap diperoleh 0.1593 mg/l dan 15.2224 mg/g dengan rasio 0.010 atau 10:1000. Sedangkan konsentrasi nitrat dalam air dan sedimen diperoleh 0.9911 mg/l dan dalam sedimen 1.67775 mg/l dengan rasio 0.59 atau 59:100. Konsentrasi fosfat dalam air versus konsentrasi fosfat dalam sedimen dan konsentrasi nitrat dalam air versus konsentrasi nitrat dalam sedimen keduannya diperoleh perbedaan pada P<0,05. Konsentrasi nitrat dan fosfat dalam sedimen lebih tinggi dari konsentrasinya dalam air mengindikasikan eksistensi proses penguraian biologis bahan organik dalam sedimen. Cilacap Regency is coastal city and industrial city and on coastal area have complex of anthropogenic activities, namely activities of rice fields, mining, fisheries, maritime, factories, urban activities and exploitation of the Segara Anakan mangrove forest and sedimentation. All of the activities have affect to chemical concentrations in coastal waters. The purpose of this study is to determine the concentration and difference of phosphate and nitrate in waters and sediment in the coastal waters of Cilacap. This survey method applies the Purpose random sampling research method. Water and sediment samples are packed using the black bottle method. The concentration of phosphate and nitrate in waters and sediment are analyzed by ASS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method and to determine the difference of concentration of phosphate and nitrate in waters versus sediment is analyzed statistically. The concentration of phosphate in waters and sediment in the coastal waters of Cilacap Regency were obtained 0.1593 mg/l and 15.2224 mg/g , and the ratio was found 0.010 or 10:1000. Meanwhile, the concentration of nitrate in waters and sediment were found 0.9911 mg/l and 1.67775 mg/l in sediment, and the was obtained ratio 0.59 or 59:100. Both of the phosphate concentration in waters versus the phosphate concentration in the sediment and the nitrate concentration in the water versus the nitrate concentration in the sediment were obtained different at P<0.05. The concentration of nitrate and phosphate in the sediment is higher than its concentration in waters, the condition is indicate an existence of a biological decomposition process to organic matter in the sediment.
2965132992B1A017111Kadar Albumin dan Protein Total Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diberi Pakan Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgarisPenyakit dapat menurunkan kadar albumin dan protein total yang akan mengganggu fungsi fisiologis dan pertahanan tubuh ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Hal tersebut dapat dicegah dengan pemberian suplemen kaya nutrisi seperti Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suplementasi S. platensis dan C. vulgaris terhadap kadar albumin dan protein total ikan lele dumbo, serta mendapatkan dosis S. platensis dan C. vulgaris yang berpengaruh terhadap kadar albumin dan protein total ikan lele dumbo. Rata-rata berat ikan yang digunakan adalah 46,1 ± 5,3 g. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan (P0: kontrol, P1: S. platensis 6 g.kg-1, P2: C. vulgaris 4 g.kg-1, P3: S. platensis 3 g.kg-1 dan C. vulgaris 2 g.kg-1, dan P4: S. platensis 2 g.kg-1 dan C. vulgaris 3 g.kg-1 pakan) dan 4 ulangan dengan masa percobaan selama 56 hari. Kadar albumin serum diukur dengan metode Bromocresol green dan kadar protein total serum diukur dengan metode Biuret. Hasil analisis menunjukkan suplementasi S. platensis, C. vulgaris, dan kombinasi keduanya meningkatkan kadar albumin dan protein total serum ikan lele dumbo (P<0,05), kecuali suplementasi tunggal S. platensis tidak meningkatkan kadar albumin. Kesimpulan penelitian ini yaitu suplementasi yang berpengaruh meningkatkan kadar albumin protein total ikan lele dumbo adalah C. vulgaris 4 g.kg-1, S. platensis 3 g.kg-1 dan C. vulgaris 2 g.kg-1, dan C. vulgaris 3 g.kg-1 dan S. platensis 2 g.kg-1, sedangkan S. platensis 6 g.kg-1 hanya meningkatkan kadar protein total. The disease can reduce albumin and total protein levels which will interfere with the physiological and defense functions of African catfish (Clarias gariepinus). This can be prevented by giving nutrient-rich supplements such as Spirulina platensis and Chlorella vulgaris. This study aims to determine the effect of supplementation of S. platensis and C. vulgaris on albumin and total protein levels, and to obtain doses of S. platensis and C. vulgaris that affect albumin and total protein levels of African catfish. The average weight of the fish used was 46.1 ± 5.3 g. This study consisted of 5 treatments (P0: control, P1: S. platensis 6 g.kg-1, P2: C. vulgaris 4 g.kg-1, P3: S. platensis 3 g.kg-1 and C. vulgaris 2 g.kg-1, and P4: S. platensis 2 g.kg-1 and C. vulgaris 3 g.kg-1 feed) replicated 4 times, the trial period is 56 days. Serum albumin levels were measured using the Bromocresol green method and serum total protein levels were measured using the Biuret method. The results showed that supplementation of S. platensis and C. vulgaris increased albumin and total protein levels in African catfish (P<0.05), except that single supplementation of S. platensis did not increase albumin levels. This study concludes that the supplementation that affects increasing the total protein albumin level of African catfish is C. vulgaris 4 g.kg-1, S. platensis 3 g.kg-1 and C. vulgaris 2 g.kg-1, and C. vulgaris 2 g.kg-1, C. vulgaris 3 g.kg-1 and S. platensis 2 g.kg-1, while S. platensis 6 g.kg-1 only increased the total protein levels.
2965232993J1D016026ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH DARA DALAM NOVEL DUA GARIS BIRU KARYA LUCIA PRIANDARINI, DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAPsikonalisis merupakan istilah khusus yang digunakan dalam penelitian psikologi sastra. Teori psikoanalisis berkaitan dengan fungsi dan perkembangan mental manusia. Psikoanalisis pertama kali diungkapkan oleh Sigmund Freud. Dalam struktur kepribadian Freud, ada tiga unsur sistem penting, yaitu Id, Ego, dan Superego. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) hasil analisis kepribadian tokoh Dara dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini menggunakan teori struktur kepribadian psikoanalisis Sigmund Freud (Id, Ego, dan Superego), (2) relevansi hasil interpretasi kepribadian tokoh Dara dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. Bentuk penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang diperoleh dari kutipan novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini, diterbitkan tahun 2019 oleh PT. Gramedia Pustaka Utama dengan tebal 206 halaman. Data diperoleh dengan teknik baca, simak dan catat (BSC). Data dianalisis dengan tahapan (1) mereduksi data, (2) menyajikan data, (3) menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 25 sistem kepribadian Id, 29 sistem kepribadian Ego, dan 31 sistem kepribadian Superego dalam diri Dara sebagai tokoh utama dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini, (2) kepribadian tokoh Dara dalam novel Dua Garis Biru didominasi oleh sistem kepribadian Superego, (3) data mengenai analisis kepribadian tokoh Dara dalam novel Dua Garis Biru dapat digunakan sebagai referensi pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII tentang menganalisis isi novel.

Kata kunci: analisis kepribadian, karya sastra, pembelajaran SMA
Psychoanalysis is a special term used in literary psychology research. Psychoanalytic theory is concerned with human mental function and development. Psychoanalysis was first described by Sigmund Freud. In Freud's personality structure, there are three important system elements, namely the Id, Ego, and Superego. This study aims to describe (1) the results of the personality analysis of Dara's character in Lucia Priandarini's Dua Garis Biru novel using Sigmund Freud's psychoanalytic personality structure theory (Id, Ego, and Superego), (2) the relevance of the interpretation of Dara's personality in the novel Dua Garis Biru by Lucia Priandarini with Indonesian Language Learning in class XII SMA. The approach used in this study is a literary psychology approach. This form of research uses a qualitative descriptive method. The data in this study are qualitative data obtained from the quotation of the novel Dua Garis Biru by Lucia Priandarini, published in 2019 by PT. Gramedia Pustaka Utama with 206 pages thick. The data were obtained by reading, listening and note-taking (BSC) technique. Data were analyzed in stages (1) reducing data, (2) presenting data, (3) drawing conclusions/verification. The results show that (1) there are 25 Id personality systems, 29 Ego personality systems, and 31 Superego personality systems in Dara as the main character in Lucia Priandarini's Dua Garis Biru novel, (2) Dara's personality in Dua Garis Biru is dominated by the Superego personality system, (3) data regarding the personality analysis of Dara's character in the novel Dua Garis Biru can be used as a reference in learning Indonesian class XII about analyzing the content of the novel.

Keywords: personality analysis, literary works, high school learning
2965332995J0B018013PENERJEMAHAN BUKU PANDUAN MANUAL PENGOPERASIAN REAGEN DARI BAHASA MANDARIN KE BAHASA INDONESIA UNTUK PENGUJIAN AIR DI LABORATORIUM KIMIA PT AGAR SWALLOW BOGORLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Buku Panduan Manual Pengoperasian Reagen dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia untuk Pengujian Air di Laboratorium Kimia PT Agar Swallow Bogor” yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2020 hingga 14 Maret 2021 di PT Agar Swallow Bogor. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan buku panduan manual pengoperasian reagen dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia. Penulis menggunakan dua metode dalam mengumpulkan data, yaitu metode wawancara dan metode studi pustaka. Dalam tahap penerjemahan, penulis menggunakan dua metode penerjemahan yaitu metode setia sebagai metode pendukung dan metode komunikatif sebagai metode utama. Kesimpulan dari laporan praktik kerja ini adalah penerjemahan buku panduan manual pengoperasian reagen menggunakan metode penerjemahan komunikatif yang menjadikan hasil terjemahan dalam bahasa Indonesia yang lebih mudah dipahami oleh karyawan laboratorium kimia PT Agar Swallow. Selain itu, penulis juga membahas apa saja kendala yang dialami saat menerjemahkan buku panduan manual pengoperasian reagen beserta solusinya. 这份实习报告的题目是 “Penerjemahan Buku Panduan Manual Pengoperasian Reagen dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia untuk Pengujian Air di Laboratorium Kimia PT Agar Swallow Bogor”。实习的地点在琼脂燕窝工厂, 实习时间是从2020 年12月14日到2021年3月14日。实习的目的是翻译中文成印尼试剂中文操作说明手册。作者收集资料使用两个收集方法,它们是访谈方法和图书研究方法。在翻译试剂中文操作说明手册过程中,作者使用两种翻译方法是忠实翻译方法作为补充的方法法和交际翻译方法作为主要的方。这份实习报告的结论是翻译试剂中文操作说明手册使用交际翻译方法,让琼脂燕窝工厂的化学实验室员工更容易理解印尼语翻译的结果。除此之外,作者还讨论了翻译中文成印尼试剂中文操作说明手册时遇到的障碍及解决方法。
2965432997I1A017060HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA SMA SEDERAJAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUMEN I

Latar Belakang : HIV/AIDS telah menjadi epidemi yang berkembang pesat di seluruh dunia. Sasaran primer strategis untuk menekan angka HIV/AIDS adalah remaja dan pada hakikatnya hal tersebut membutuhkan dukungan pihak keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada Remaja SMA Sederajat di wilayah kerja Puskesmas Kebumen I.
Metodologi : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi 4.882 remaja dan diambil sampel 188 siswa menggunakan teknik cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan google formulir. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil Penelitian : Ada hubungan pemecahan masalah dalam keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja (p value 0,000), ada hubungan komunikasi dalam keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja (p value 0,000), ada hubungan peran dalam keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja (p value 0,000), ada hubungan responsivitas afektif dalam keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja (p value 0,000), ada hubungan keterlibatan afektif dalam keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja (p value 0,000), dan ada hubungan kontrol perilaku dalam keluarga dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja (p value (0,000). Faktor yang berpengaruh dalam perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja adalah komunikasi (OR 2,573) dan responsivitas afektif (OR 3,007).
Kesimpulan : Komunikasi dalam keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Komunikasi kurang baik cenderung 2,573 kali beresiko lebih tinggi untuk remaja berperilaku kurang dalam pencegahan HIV/AIDS dibandingkan dengan remaja yang komunikasi keluarganya baik, setelah dikontrol oleh variabel responsivitas afektif dalam keluarga.
Kata Kunci : Fungsi Keluarga, Perilaku Pencegahan, HIV/AIDS.
Background : HIV/AIDS has become an epidemic growing throughout the world. The strategic primary target to reduce the number of HIV / AIDS is teenagers and, literally the family support is needed. This study aims to determine the correlation between family’s role and HIV/AIDS preventive behavior among the adolescent in the senior high schools in Puskesmas 1 Kebumen.
Methodology: The type of the research is quantitative research by using cross sectional approach. The population of the research is 4.882 teenagers and the sample that is 188 students is taken by using cluster random sampling technique. The data is collected by using Google Forms. The data analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis.
Research results: There is a correlation between the family’s problem solving and HIV/AIDS preventive behavior in adolescents (p value 0.000), there is a correlation between communication in the family and HIV/AIDS preventive behavior in adolescents (p value 0.000), there is a correlation between family roles and HIV/AIDS preventive behavior in adolescents (p value 0.000), there is a correlation between affective responsiveness in the family and HIV/AIDS preventive behavior in adolescents (p value 0.000), there is a correlation between affective involvement in the family and HIV/AIDS preventive behavior in adolescents (p value 0.000) , and there is a correlation between behavioral control in the family and HIV/AIDS preventive behavior in adolescents (p value (0.000). The factors that influence HIV/AIDS preventive behavior in adolescents are communication (OR 2.573) and affective responsiveness (OR 3.007).
Conclusion: Communication in the family is the most influential factor to HIV / AIDS preventive behavior. Lack of communication tends to be 2,573 times higher risk for adolescents to behave less in HIV/AIDS preventive behavior than for adolescents whose family communication is good, after being controlled by affective responsiveness variables in the family.
Keywords: Family’s role, Preventive Behavior, HIV/AIDS
2965532998J0B018047Penerjemahan Dokumen Profil Perusahaan PT Genta Semar Mandiri Semarang dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa MandarinLaporan Praktik Kerja Lapangan ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Profil Perusahaan PT Genta Semar Mandiri Semarang dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin”, kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada tanggal 2 Februari sampai 2 Mei 2021. Tujuan praktik kerja ini untuk menerjemahkan dokumen profil perusahaan PT Genta Semar Mandiri Semarang dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi partisipan, studi kepustakaan, dan jelajah internet. Dalam proses penerjemahan dokumen profil perusahaan PT Genta Semar Mandiri penulis menggunakan metode komunikatif sebagai metode utama dan didukung dengan strategi penerjemahan struktural dan semantis. Ada tiga tahap dalam melaksanakan penerjemahan yaitu, tahap analisis, tahap transfer, dan tahap restrukturisasi. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini penulis telah menerjemahkan profil perusahaan PT Genta Semar Mandiri Semarang dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin, dan telah diserahkan kepada PT Genta Semar Mandiri Semarang.这份实习报告的题目是“Penerjemahan Dokumen Profil Perusahaan PT Genta Semar Mandiri Semarang dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin”。实习活动从2021年2月2日到5月2日进行的。在这家公司实习的目的是把Genta Semar Mandiri 公司简介文件从印尼文翻译成中文。在收集资料中作者使用三个方法,有观察方法、图书研究方法、和浏览互联网方法。翻译 Genta Semar Mandiri 公司简介的文件过程中,作者使用交际翻译方法为主要方法,并得到结构和语义翻译策略为补充方法。翻译过程有三个阶段,即分析或理解阶段,转移阶段,和重组阶段。实习活动的结果是Genta Semar Mandiri 公司简介的文件已被翻译成中文了,并已经提交而被贵公司接受了。
2965632996J1D017043PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA FILM PENDEK TILIK (2018) KARYA BAGUS SUMARTONO DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT
Penelitian ini berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Film Pendek Tilik (2018) Karya Bagus Sumartono dan Relevansinya Pada Pembelajaran Teks Anekdot”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) Bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat pada film pendek Tilik (2018). (2) Maksud atau tujuan dari pelanggaran prinsip kerja sama yang dilakukan oleh para tokoh dalam film pendek Tilik (2018). (3) Relevansi hasil penelitian pelanggaran prinsip kerja sama film pendek Tilik (2018) pada pembelajaran teks anekdot bahasa Indonesia. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian mengenai pelanggaran prinsip kerja sama dalam film pendek Tilik (2018) ditemukan 77 tuturan yang digolongkan kedalam beberapa maksim pada pelanggaran prinsip kerja sama, yaitu (a) maksim kuantitas dengan frekuensi sebanyak 8 tuturan melanggar, (b) maksim kualitas frekuensi sebanyak 14 tuturan yang melanggar, (c) maksim relevansi dengan frekuensi 18 tuturan yang melanggar, dan (d) maksim pelaksanaan/cara frekuensi sebanyak 37 tuturan yang melanggar. Data yang melanggar tersebut memiliki tujuan atau maksud seperti memberikan informasi, kebingungan, menyalahkan, dll. Relevansi hasil penelitian mengenai pelanggaran prinsip kerja sama film pendek Tilik (2018) dapat digunakan pada pembelajaran teks anekdot dengan Kompetensi Dasar (KD). 3.5 Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat.This research is entitled "Violation of the Principles of Cooperation in the Short Film Tilik (2018) by Bagus Sumartono and its Relevance to Anecdotal Text Learning". The purpose of this study is to describe (1) the form of violation of the cooperative principle contained in the short film Tilik (2018). (2) The intent or purpose of the violation of the cooperative principle by the characters in the short film Tilik (2018). (3) The relevance of the research results on the violation of the principle of cooperation in the short film Tilik (2018) in learning Indonesian anecdotal texts. The form of this research is descriptive qualitative research. The data collection method in this study is the listening method with the basic technique of tapping and recording. The data analysis method used is the matching method with the basic technique of Sorting Determinant Elements (PUP). The results of the study regarding the violation of the cooperative principle in the short film Tilik (2018) found 77 utterances classified into several maxims on the violation of the cooperative principle, namely (a) the maxim of quantity with a frequency of 8 utterances violated, (b) the maxim of frequency of 14 utterances. which violates, (c) the maxim of relevance with the frequency of 18 utterances that violate, and (d) the maxim of implementation/means of frequency as many as 37 utterances that violate. The infringing data has a purpose or intent such as providing information, confusion, blame, etc. The relevance of the research results regarding the violation of the principle of cooperation in the short film Tilik (2018) can be used in learning anecdotal texts with Basic Competence (KD). 3.5 Evaluating anecdotal text from the aspect of implied meaning.
2965733000A1F017075OPTIMASI PROSES FERMENTASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU KOPI BUBUK JENIS ROBUSTA MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM)Kopi Robusta memiliki citarasa cenderung pahit dan nilai kafein yang tinggi. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kesuburan tanah, curah hujan, dan pengolahan pasca panen. Pengolahan pasca panen kopi dibagi menjadi dua yaitu fermentasi basah dan fermentasi kering. Fermentasi pada kopi bertujuan untuk mempermudah proses pengupasan dan menghilangkan lendir pada kopi. Penambahan S. cerevisiae diharapkan dapat mempercepat hilangnya lendir karena kemampuannya yang mampu mengubah glukosa menjadi gas dan alkohol. Tujuan penelitian ini yaitu dapat menentukan model optimum pada fermentasi kopi Robusta serta menentukan optimasi dari hasil validasi dan mengetahui karakteristik mutu kopi Robusta dari hasil optimasi. Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon dengan rancangan percobaan Central Composite Design (CCD). Faktor yang digunakan yaitu penambahan ragi (1,5%; 3%; 4,5%) dan lama fermentasi (3; 5; 7,5 jam). Hasil dari penelitian ini didapatkan model optimum kadar air adalah model linear. Hasil optimasi yang didapatkan memiliki ketepatan sebesar 95,3% dimana nilai yang diharapkan adalah 4,2% dan nilai pada kondisi lapangan sebesar 4,4%. Hasil uji karakteristik mutu kopi penilaian keadaan menunjukkan hasil yang normal, kadar air sebesar 4,4%, kadar abu 4%, sari kopi 25%, dan nilai kafein 0,94%. Seluruh hasil uji karakteristik menunjukkan kopi Robusta dengan fermentasi ragi memperoleh penilaian mutu I.Robusta coffee has a bitter taste and high caffeine value. This can be influenced by several factors including soil fertility, rainfall, and post-harvest processing. Post-harvest processing of coffee is divided into two, namely wet fermentation and dry fermentation. Fermentation in coffee aims to facilitate the process of stripping and removing mucus in coffee. The addition of S. cerevisiae is expected to accelerate the loss of mucus because of its ability to convert glucose into gas and alcohol. The purpose of this study is to determine the optimum model for Robusta coffee fermentation and determine the optimization of the validation results and determine the quality characteristics of Robusta coffee from the optimization results. This study uses the response surface method with a Central Composite Design (CCD) experimental design. The factors used were the addition of yeast (1.5%; 3%; 4.5%) and fermentation time (3; 5; 7.5 hours). The results of this study obtained the optimum model of water content is a linear model. The optimization results obtained have an accuracy of 95.3% where the expected value is 4.2% and the value in field conditions is 4.4%. The results of the test of the quality characteristics of the coffee condition assessment showed normal results, the water content was 4.4%, the ash content was 4%, the coffee extract was 25%, and the caffeine value was 0.94%. All characteristic test results showed that Robusta coffee with yeast fermentation obtained a quality rating of I.
2965832501C1A017053FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI BRAND FASHION LUAR NEGERI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN ANGKATAN 2017Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, uang bulanan, lingkungan sosial, dan kemudahan akses secara individu (parsial) maupun secara bersama-sama (simultan) terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed angkatan 2017 dalam menggunakan brand fashion luar negeri. Serta menganalisis seberapa jauh pengaruh harga, uang bulanan, lingkungan sosial, dan kemudahan akses terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed angkatan 2017 dalam menggunakan brand fashion luar negeri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 84 responden. Sampel ini diambil dengan menggunakan teknik slovin. Pernyataan dalam kuesioner penelitian ini diukur dengan skala likert, kemudian data ordinal pada skala likert diubah menjadi data interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan uji kriteria statistik yaitu uji t (uji parsial), uji F (uji simultan) dan uji koefisien determinasi serta uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel harga, uang bulanan, lingkungan sosial, dan kemudahan akses memiliki pengaruh signifikan secara individu (parsial) dan secara bersama-sama (simultan) terhadap preferensi mahasiswa FEB Unsoed angkatan 2017 dalam menggunakan brand fashion luar negeri. Kemudian 64,8% varian preferensi mahasiswa dalam menggunakan brand fashion luar negeri dapat dijelaskan oleh variabel harga, uang bulanan, lingkungan sosial, dan kemudahan akses sedangkan sisanya yaitu sebesar 35,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.This study aims to analyze the effect of price, monthly fees, social environment, and ease of access individually (partial) or jointly (simultaneously) on the preferences of FEB Unsoed students class 2017 in using brand fashions foreign. As well as analyzing how far the influence of price, monthly fees, social environment, and ease of access on the preferences of FEB Unsoed students for the 2017 class in using brand fashions foreign. This type of research is quantitative research using quantitative and qualitative approaches. The number of samples used is 84 respondents. This sample was taken using the technique slovin. The statements in this research questionnaire were measured using a Likert scale, then the ordinal data on the Likert scale was converted into interval data using the Method of Successive Interval (MSI). The data analysis technique used is multiple linear regression analysis to test the statistical criteria that the t test (partial test), F test (simultaneous test) and test the coefficient of determination and test the classical assumption of normality test, multicollinearity, autocorrelation test, and heteroscedasticity test. Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression analysis, it shows that the variables of price, monthly money, social environment, and ease of access have a significant influence individually (partial) and jointly (simultaneously) on the preferences of FEB Unsoed students class 2017. in using brand fashions foreign. Then 64,8% of student preference variants in using brand fashions foreign can be explained by the variables of price, monthly money, social environment, and ease of access while the remaining 35,2% is influenced by other factors not examined.
2965933001A1D017036KEMAMPUAN EMPAT JENIS PERANGKAP NGENGAT Spodoptera exigua DALAM MEMERANGKAP NGENGAT TERSEBUT
PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui jenis warna dari perangkap lampu yang dapat menangkap ngengat S. exigua paling tinggi 2) Mengetahui jumlah tangkapan ngengat S.exigua menurut waktu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah. Penelitian berlangsung dari bulan Juli sampai September 2020. Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, rincian sebagai berikut: P1 = Lampu warna putih 18 watt, P2 = Lampu warna UV 15 watt, P3 = Lampu warna putih 5 watt, P4 = Perangkap feromon lekat (kontrol). Setiap unit perlakuan diulang 6 kali. Berdasarkan hasil penelitian, ngengat S. exigua yang tertangkap pada semua perangkap yang dipasang pada pertanaman bawang merah. Jumlah ngengat yang tertangkap terbanyak terjadi pada perangkap lampu warna UV (4074 individu), disusul perangkap lekat feromon (1451 individu), perangkap lampu putih 18 watt (153 individu), dan terakhir perangkap lampu putih 5 watt (46 individu). Intensitas serangan hama pada tanaman bawang merah menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada semua petak perlakuan. Intensitas serangan hama yang terendah terdapat pada petak percobaan lampu putih 5 watt (10%) dan intensitas serangan hama yang tinggi terdapat pada petak percobaan lampu UV (31,61%). Hal ini terjadi karena ngengat yang datang tidak tertampung pada ember jebakan (perangkap), dan lepas ke petakan tanaman.The purpose of this research is to: 1) Determine the types of light traps that can catch the highest moths, 2) Know the total catch of insects or the dynamics of insect catches. This research was conducted in Sisalam Village, Wanasari District, Brebes, Central Java. The research took place from July to September 2020. The field experimental design used was a completely randomized design (CRD) with four treatments and six replications with the following details: P1 = 18watt wp trap lamp, P2 = 15watt wUV trap lamp, P3 = 5watt wp trap lamp, P4 = sticky trap (kontrol ). The treatment combination was 4 times repeated 6 times, so that in one study set there were 18 experimental light traps and 6 sticky traps (kontrol). Based on the results of the research that has been carried out, S. exigua moths caught in UV light traps are the most catch (4074 individual), followed by kontrol traps (1451 individual), then 18watt white light traps (153 individual), and finally 5watt white light traps (46 individual). However, from the results of further test analysis carried out, it was found that the best treatment was the treatment using a UV lamp trap and kontrol, then followed by the 18watt white light trap treatment, and finally the 5watt white light trap treatment
2966033008B1A017078DETERMINASI SENYAWA ANTIBAKTERI Streptomyces sp. SAE4034 DAN MEKANISME PENGHAMBATANNYA TERHADAP Klebsiella pneumoniaePenelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik senyawa antibakteri, mekanisme penghambatan dan waktu bunuh terhadap Klebsiella pneumoniae. Hasil yang didapatkan menunjukkan ekstrak kasar etil asetat Streptomyces sp. SAE4034 mengandung beberapa golongan senyawa yaitu polifenol, flavonoid, alkaloid, dan peptida. Pengujian terhadap mekanisme penghambatan senyawa antibakteri dari ekstrak kasar etil asetat Streptomyces sp. SAE4034 didapatkan mekanisme penghambatan senyawa yaitu dengan cara mengganggu dinding sel melalui peningkatan permeabilitas membran sel dan memicu kebocoran sel. Analisis waktu bunuh dari ekstrak didapatkan waktu bunuh pada konsentrasi 64 µg/mL selama 15 jam dan pada konsentrasi 256 dan 128 µg/mL selama 12 jam. Pengujian konsentrasi letal dari ekstrak kasar Streptomyces sp. SAE4034 dilakukan dengan menggunakan metode brine-shrimp lethality assay dan didapatkan konsentrasi letal (LC50) sebesar 9,8 – 15,19 µg/mL, berdasarkan hasil tersebut senyawa ekstrak kasar etil asetat Streptomyces sp. SAE4034 memiliki potensi efek sitotoksisitas dan berpotensi sebagai senyawa yang memiliki aktivitas antikanker.This research aims to know the characteristics of the antibacterial compound, the inhibitory mechanism and killing time towards Klebsiella pneumoniae. The result we achieved shows ethyl acetate crude extract of Streptomyces sp. SAE4034 contains several groups of compounds and there are polyphenol, flavonoid, alkaloid, and peptide. Inhibitory mechanism analysis resulted in the mechanism of the antibacterial extract towards K. pneumoniae is through cell disruption by increasing membrane permeability and destroying the cell membrane caused the leakage of cellular substances. Time-kill test of the extract revealed the time that it needs to kill K. pneumoniae was 15 hours for extract concentration 64 µg/mL and 12 hours for extract concentration 256 dan 128 µg/mL. Brine shrimp lethality assay was conducted to know the lethal concentration of the extract. The lethal concentration of the crude extract was about 9,8 – 15,19 µg/mL, which also showed a potent cytotoxic effect, therefore, may have potential anticancer activity.