Artikelilmiahs

Menampilkan 28.721-28.740 dari 50.148 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2872132017E1A017162UPAYA HUKUM BANDING YANG DIKABULKAN OLEH MAHKAMAH AGUNG ATAS PUTUSAN ARBITRASE (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019)Arbitrase merupakan alternatif penyelesaian sengketa yang putusannya bersifat final dan mengikat. Putusan arbitrase agar dapat dieksekusi harus didaftarakan ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri domisili termohon sebagaimana ditentukan oleh Pasal 62 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (UU AAPS). Pihak yang keberatan dengan putusan arbitrase dapat mengajukan permohonan pembatalan putusan arbitrase melalui Pengadilan Negeri domisili termohon dengan alasan yang tercantum dalam Pasal 70 UU AAPS. Pihak yang keberatan dengan putusan pembatalan putusan arbitrase yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri sesuai Pasal 72 ayat (4) UU AAPS dapat mengajukan permohonan banding ke Mahkamah Agung. Penelitian ini berdasarkan pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 yang akan menganilisis bagaimana pertimbangan Majelis Hakim Mahkamah Agung yang menerima dan mengabulkan permohonan banding dan akibat hukum dengan dikabulkannya permohon banding tersebut. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian: 1) Pertimbangan Majelis Hakim Mahkamah Agung yang menerima dan mengabulkan permohonan banding tentang perkara pembatalan arbitrase dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 adalah karena permohonan banding telah memenuhi syarat formil dan syarat materil, yaitu judex facti telah salah menerapkan ketentuan Pasal 70 huruf c UU AAPS dan telah melanggar ketentuan Pasal 11 ayat (2) UU AAPS 2) Akibat hukum dengan dikabulkannya permohonan banding dalam Putusan Nomor 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 adalah Putusan Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 145/Pdt.Sus-Arb/2017/PN. Smr dinyatakan batal sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dan Putusan Arbitrase BANI Nomor 806/II/ARB-BANI/2016 tetap berlaku, mengikat kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan eksekutorial.Arbitration is an alternative dispute resolution whose decision is final and binding. In order for the arbitration award to be executed, it must be registered at the Registrar's Office of the District Court where the defendant resides as determined by Article 62 of Law Number 30 Year 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution (AADR Law). Parties who object to the arbitration award can submit a request for cancellation of the arbitration award through the defendant's domicile District Court for the reasons listed in Article 70 of the AAPS Law. Parties who object to the decision to cancel the arbitration award handed down by the District Court in accordance with Article 72 paragraph (4) of the AAPS Law can submit an appeal to the Supreme Court. This research is based on the Supreme Court Decision Number 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 which will analyze the considerations of the Supreme Court Judges who accept and grant the appeal and the legal consequences with the grant of the appeal petition. This study uses a normative juridical research type with a statutory approach method. The results of the research: 1) The consideration of the Supreme Court Judges who received and granted the appeal regarding the case of arbitration cancellation in the Supreme Court Decision Number 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 is because the appeal has met the formal and material requirements, namely judex facti. has incorrectly applied the provisions of Article 70 letter c of the AADR Law and has violated the provisions of Article 11 paragraph (2) of the AADR Law 2) The legal consequence of the grant of appeal in Decision Number 142 B/Pdt.Sus-Arbt/2019 is the Judgment of the Samarinda District Court Number 145/Pdt.Sus-Arb/2017/PN. SMR is declared null and void so that it does not have binding legal force and the BANI Arbitration Award Number 806/II /ARB-BANI/2016 is still valid, binding both parties and having executorial power.
2872232069D1A017089HUBUNGAN LAMA BETERNAK DAN JUMLAH TERNAK DENGAN TINGKAT KETERAMPILAN PEMBERIAN PAKAN PADA PETERNAK SAPI POTONG DI DAERAH URUT SEWU KABUPATEN KEBUMENPenelitian dengan judul “Hubungan Lama Beternak dan Jumlah Ternak dengan Tingkat Keterampilan Pemberian Pakan pada Peternak Sapi Potong di Daerah Urut Sewu Kabupaten Kebumen” dilaksanakan pada 05 Februari sampai dengan 28 Februari 2021 di Kecamatan Klirong, Buluspesantren dan Mirit, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama beternak sapi, jumlah sapi yang dipelihara, tingkat keterampilan pemberian pakan, dan menganalisis hubungan lama beternak dan jumlah ternak dengan tingkat keterampilan pemberian pakan di Kecamatan Klirong, Buluspesantren dan Mirit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, penetapan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling. Daerah urut sewu ada 6 kecamatan(Kecamatan Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal dan Mirit) diambil sampel 50% terpilih 3 Kecamatan yaitu Desa Mirit mewakili Kecamatan Mirit, Desa Ayamputih mewakili Kecamatan Buluspesantren dan Desa Pandanlor mewakili Kecamatan Klirong. Penetapan jumlah responden menggunakan rumus slovin. Pengambilan responden dilakukan secara random sampling sebanyak 90 peternak. Metode analisis yang digunakkan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sapi di Desa Mirit Kecamatan Mirit, Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren dan Desa Pandanlor Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, memiliki lama beternak dalam katergori baru dan jumlah ternak pada kategori sedang. Peternak sapi di Desa Mirit Kecamatan Mirit, Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren dan Desa Pandanlor Kecamatan Klirong sebagian besar sudah dikategorikan cukup terampil dalam pemberian pakan (75,36%). Hasil analisis rank Spearman menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara lama beternak dengan tingkat keterampilan dalam pemberian pakan dan hubungan yang lemah antara jumlah ternak dengan tingkat keterampilan pemberian pakan.

ABSTRACT
The research with the title "The Relationship of Long Breeding and Number of Livestock with the Skill Level of Feeding Beef Cattle Farmers in the Urut Sewu Area, Kebumen Regency”, was conducted from February 5th to February 28, 2021 in Klirong, Buluspesantren and Mirit Districts, Kebumen Regency. This study aims to determine the length of raising cows, the number of cows raised, the skill level of feeding, and to analyze the relationship between the length of raising and the number of livestock with the skill level of feeding in Klirong, Buluspesantren and Mirit Districts. The method used in this research is survey method, the determination of the sample area is done by purposive sampling. The sewu sequence area has 6 sub-districts (Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal and Mirit sub-districts) taken a sample of 50% selected 3 districts, namely Mirit Village representing Mirit District, Ayamputih Village representing Buluspesantren District and Pandanlior Village representing Klirong District. Determination of the number of respondents using the Slovin formula. Sampling was done by random sampling as many as 90 breeders. The analytical method used is descriptive analysis and Spearman rank correlation analysis. The results showed that the cattle breeders in Mirit Village, Mirit Subdistrict, Ayamputih Village, Buluspesantren District and Pandanlor Village, Klirong District, Kebumen Regency, had a long time to breed in new categories and the number of livestock was in the medium category. Most of the cattle breeders in Mirit Village, Mirit Subdistrict, Ayamputih Village, Buluspesantren District and Pandanlor Village, Klirong District, are mostly categorized as quite skilled in feeding (75.36%). The results of the Spearman rank analysis showed a very weak relationship between the length of farming and the skill level in feeding and also weak relationship between the number of livestock and the level of skill in feeding.
Keywords: Length of raising cattle, number of cattle, PO Kebumen cattle breeders, level of skill level of feeding.
2872332070I1E016013MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMA NEGERI SE KOTA PURWOKERTOLatar belakang: Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor motivasi, baik yang berasal dari dalam diri siswa (faktor intrinsik) maupun dari luar diri siswa (faktor ekstrinsik). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi tentang bagaimana motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri se Kota Purwokerto.

Metodelogi: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampel pada penelitian ini menggunakan anggota tim esktrakurikuler futsal di SMA Negeri Se-Kota Purwokerto. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif.

Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data menunjukan sebagai berikut; 1) Motivasi intrinsik yang mempengarui siswa mengikuti ekstrakurikuler futsal SMA Negeri se kota Purwokerto adalah aspek psikologi sebesar 17.15%, aspek minat sebesar 18.00%, aspek bakat sebesar 16.29%, aspek keterampilan sebesar 16.08%, aspek fisik sebesar 15.49%, dan aspek kebutuhan sebesar 16.99%. 2) Motivasi ekstrinsik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri se kota Purwokerto adalah aspek lingkungan sebesar 21.89%, aspek keluarga sebesar 18.89%, aspek Sarana Prasarana 21.51%, aspek pelatih sebesar 20.49%, dan aspek sekolah sebesar 17.23%.

Kesimpulan: Berdasarkan interpretasi data penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Motivasi intrinsik yang mempengaruhi motivasi siswa mengikuti ekstrakurikuler futsal SMA Negeri se kota Purwokerto yang paling berperan adalah minat sebesar 18.00%. 2) Motivasi ekstrinsik yang mempengarui motivasi siswa mengikuti ekstrakurikuler futsal SMA Negeri se kota Purwokerto yang paling adalah aspek lingkungan sebesar 21.89%.
Background: Learning achievement that can be achieved by students can be relied on by several motivational factors, both from within students (intrinsic factors) and from outside the students (extrinsic factors). The purpose of this study was to find out information about how the students' motivation in participating in futsal extracurricular activities in SMA Negeri Purwokerto.

Methodology: This research method is quantitative quantitative research. The method used is a survey method. The sample in this study used members of the futsal extracurricular team at SMA Negeri Purwokerto. The data analysis technique used descriptive analysis.

Research Results: Based on data analysis shows the following; 1) Intrinsic motivation in influencing students' motivation to follow futsal extracurricular activities at SMA Negeri Purwokerto with psychological aspects of 17.15%, aspects of interest by 18.00%, aspects of talents of 16.29%, aspects of skills of 16.08%, aspects of physical at 15.49%, and aspects of the need for 16.99%. 2) Motivation of external students in joining futsal extracurricular activities in public high schools throughout Purwokerto with environmental aspects of 21.89%, family aspects of 18.89%, aspects of infrastructure 21.51%, aspects of coaches of 20.49%, and aspects of schools amounted to 17.23%.

Conclusion: Based on the interpretation of the research data, it can be shown as follows: 1) Intrinsic motivation that affects students' motivation to take futsal extracurricular activities in SMA Negeri Purwokerto with the most important aspects. 2) External motivation that influences the motivation of students to take futsal extracurricular activities in SMA Negeri Purwokerto with the most environmental aspect.
2872432071E1A017056PERMOHONAN BANDING YANG DIKABULKAN DALAM SENGKETA JUAL BELI TANAH
(Suatu Studi Terhadap Putusan Nomor 420/Pdt/2018/PT Smg Jo Nomor 257/Pdt.G/2017/PN Skt)
Kewenangan mengadili merupakan syarat formil keabsahan gugatan. Kekeliruan mengajukan gugatan kepada lingkungan pengadilan yang tidak berwenang, maka pengadilan akan memutus gugatan dinyatakan tidak dapat diterima. Putusan Pengadilan Negeri Surakarta Nomor 257/Pdt.G/2017/PN Skt dalam perkara jual beli tanah diputus gugatan tidak dapat diterima dengan pertimbangan adanya klausula pilihan domisili dimana apabila terjadi sengketa maka diajukan di Pengadilan Negeri Karanganyar. Kemudian Penggugat mengajukan permohonan banding. Oleh Pengadilan Tinggi Semarang, Putusan Pengadilan Negeri Surakarta dibatalkan serta mengadili sendiri dengan amar menyatakan Pengadilan Negeri Surakarta berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo, mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian serta menyatakan jual beli antara Tergugat I dengan Tergugat II sah dan Penggugat sah sebagai pemilik obyek jual beli. Penulis tertarik untuk meneliti dengan mengambil judul penelitian Permohonan Banding Yang Dikabulkan Dalam Sengketa Jual Beli Tanah dengan rumusan masalah pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Semarang yang menerima permohonan Banding dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Surakarta dalam sengketa jual beli tanah dan akibat hukum atas putusan Pengadilan Tinggi Semarang. Metode pendekatan penelitian adalah yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metode analisa normatif kualitatif. Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa permohonan banding yang diajukan oleh Pembanding telah memenuhi syarat formil pengajuan banding yang diatur dalam Pasal 7 undang-Undang Nomor 20 Tahun 1947 dan syarat materiil yaitu judex facti telah salah menerapkan ketentuan Pasal 118 HIR ayat (2) dan ayat (3). Akibat hukum atas putusan Pengadilan Tinggi Semarang adalah akibat hukum atas putusan Pengadilan Tinggi Semarang adalah Pengadilan Negeri Surakarta dinyatakan berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo. Pengadilan Tinggi Semarang mengadili sendiri dengan amar menyatakan gugatan Penggugat dikabulkan untuk sebagian.The authority to adjudicate is a condition formil validity of the lawsuit. The error of filing a lawsuit to an unauthorized court environment, then the court will decide the lawsuit is declared unacceptable. The decision of the Surakarta District Court No. 257/Pdt.G/2017/PN Skt in the case of land sale and purchase was decided by the consideration of the domicile option clause where in case of dispute it was filed in karanganyar district court. Then Plaintiff filed an appeal. By the High Court of Semarang, the Decision of the Surakarta District Court was annulled and adjudicating itself by warning that the Surakarta District Court is authorized to examine and adjudicate the case a quo, grant the Plaintiff's claim for part and declare the trade between Defendant I and Defendant II valid and the Plaintiff is valid as the owner of the buying and selling object. The author is interested to examine by taking the title of the research Of Appeal Granted In Land Sale Dispute with the formulation of the matter of consideration of the Semarang High Court Judge Who accepted the appeal and annulled the Decision of the Surakarta District Court in a land sale dispute and legal consequences of the decision of the Semarang High Court. The method of research approach is normative juridical. Research data is sourced from secondary data. The method of data collection is done by literature study with qualitative normative analysis method. The results of the study can be described that the appeal submitted by the Comparator has met the requirements formil appeals stipulated in Article 7 of Law No. 20 of 1947 and the material requirement that judex facti has wrongly applied the provisions of Article 118 HIR paragraph (2) and paragraph (3). The legal consequence of the decision of the High Court of Semarang is the legal result of the decision of the High Court of Semarang is the Surakarta District Court is declared authorized to examine and adjudicate the case a quo. The Semarang High Court tried itself by warning that the plaintiff's claim was granted for a portion.
2872532072I1E016003PERBEDAAN EFEKTIVITAS TEKNIK EFFLEURAGE DAN PETRISSAGE TERHADAP PENINGKATAN RANGE OF MOTION PADA SENDI BAHU MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI UNSOED
ABSTRAK
PERBEDAAN EFEKTIVITAS TEKNIK EFFLEURAGE DAN PETRISSAGE TERHADAP PENINGKATAN RANGE OF
MOTION PADA SENDI BAHU MAHASISWA
PENDIDIKAN JASMANI UNSOED
Adi Kurniawan1, Rifqi Festiawan2, Neva Widanita3

Latar Belakang: Manipulasi effleurage adalah gerakan menggosok jaringan kulit atau otot yang dilakukan di area tertentu. Sedangkan manipulasi petrissage yaitu gerakan memijat area otot tertentu yang dapat dilakukan dengan kedua tangan. Kedua manipulasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan ruang gerak sendi bahu.

Metodologi: Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan two group pre test and post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 20 orang mahasiswa laki-laki Jurusan Pendidikan Jasmani yang kemudian dibagi menjadi kelompok A (Effleurage) dan kelompok B (Petrissage). Teknik analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test.

Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan; 1) Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi dari effleurage sebesar 0.003 dengan 0.002 (gerakan fleksi), 0.000 (gerakan ekstensi), 0.007 (gerakan abduksi), 0.001 (gerakan adduksi), 0.001 (gerakan eksorotasi), dan 0.003 (gerakan endorotasi), 2) Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi dari petrissage sebesar 0.000 dengan 0.013 (gerakan fleksi), 0.013 (gerakan ekstensi), 0.014 (gerakan abduksi), 0.003 (gerakan adduksi), 0.006 (gerakan eksorotasi), dan 0.021 (gerakan endorotasi), dan 3) Hasil uji independent t-test menunjukkan nilai signifikansi dari range of motion sebesar 0.000 dengan 0.036 (gerakan fleksi), 0.039 (gerakan ekstensi), 0.037 (gerakan abduksi), 0.001 (gerakan adduksi), 0.032 (gerakan eksorotasi), dan 0.001 (gerakan endorotasi).

Kesimpulan: Berdasarkan interpretasi data penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) Pemberian manipulasi effleurage pada sendi bahu efektif meningkatkan range of motion pada mahasiswa laki-laki Jurusan Pendidikan Jasmani Unsoed, 2) Pemberian manipulasi petrissage pada sendi bahu efektif meningkatkan range of motion pada mahasiswa laki-laki Jurusan Pendidikan Jasmani Unsoed, 3) Terdapat perbedaan efektivitas antara teknik effleurage dan petrissage terhadap peningkatan range of motion pada sendi bahu mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Unsoed, 4) Pemberian manipulasi petrissage lebih efektif untuk meningkatkan range of motion pada sendi bahu daripada manipulasi effleurage.
ABSTRACT
THE DIFFERENCES IN EFFLEURAGE AND PETRISSAGE BESIC
EFFECTIVENESS AGAINST INCREASING THE RANGE OF
MOTION IN THE JOINT UNSOED PHYSICAL
EDUCATION STUDENTS
Adi Kurniawan1, Rifqi Festiawan2, Neva Widanita3

Background: Effleurage manipulation is a movement of rubbing skin or muscle tissue in a certain area. Meanwhile, petrissage manipulation is a movement to massage certain muscle areas that can be done with both hands. Both of these manipulations can be used to increase the range of motion of the shoulder joint.

Methodology: This research method is a quasi experimental design with two group pre test and post test design. The sampling technique used purposive sampling as many as 20 male students of the Department of Physical Education who were then divided into group A (Effleurage) and group B (Petrissage). The data analysis technique used paired t-test and independent t-test.

Research Results: Based on the results of data analysis, it shows; 1) The paired t-test results show the significance value of the effleurage of 0.003 with 0.002 (flexion movement), 0.000 (extension movement), 0.007 (abduction movement), 0.001 (adduction movement), 0.001 (excorotation movement), and 0.003 (movement endorotation), 2) The paired t-test results showed the significance value of petrissage of 0.000 with 0.013 (flexion movement), 0.013 (extension movement), 0.014 (abduction movement), 0.003 (adduction movement), 0.006 (exorotation movement), and 0.021 (endorotation movement), and 3) The results of the independent t-test showed the significance value of the range of motion of 0.000 with 0.036 (flexion movement), 0.039 (extension movement), 0.037 (abduction movement), 0.001 (adduction movement), 0.032 (exorotation movement), and 0.001 (endorotation movement).

Conclusion: Based on the interpretation of research data, it can be set aside as follows; 1) Administration of effleurage manipulation in the shoulder joint effectively increases the range of motion of male students of the Unsoed Physical Education Department, 2) Giving petrissage manipulation to the shoulder joint effectively increases the range of motion in male students of the Unsoed Physical Education Department, 3) the strength of the effleurage technique and petrissage to increase the range of motion in the shoulder joints of Unsoed Physical Education students, 4) Petrissage manipulation is more effective at increasing the range of motion in the shoulder joint than effleurage manipulation.
2872632074I1E017023PERBANDINGAN LATIHAN COMPLEMENTED DRILL DENGAN KONVENSIONAL DRILL TERHADAP KETERAMPILAN
BACKHAND SERVIS PENDEK BULUTANGKIS
Latar Belakang: Pukulan servis merupakan pukulan yang sangat menentukan dalam awal memperoleh nilai, karena pemain yang melakukan servis dengan baik dapat mengendalikan jalannya permainan. Beberapa model latihan dapat dipakai untuk meningkatkan servis pendek backhand diantaranya yaitu complemented drill dan konvensional drill. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model latihan complemented drill dan konvensional drill terhadap servis pendek backhand.
Metodologi: Penelitian eksperimen ini menggunakan desain pretest posttest control grup design, bertujuan untuk mencari pengaruh antara model latihan complemented drill dan konvensional drill terhadap servis pendek backhand. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PB. Delta Purwokerto KU 11-14 tahun. Sampel pada penelitian ini berjumlah 26 responden yang terdiri dari 17 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik analisis data menggunakan uji pengaruh paired sample t-test
Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data memperlihatkan bahwa model complemented drill memperoleh nilai signifikansi p sebesar 0,000 dengan t hitung 13,120 dan pengaruh signifikan model latihan konvensional drill dengan nilai signifikansi p sebesar 0,000 dengan t hitung 11,904. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa kedua metode latihan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan backhand servis pendek bulutangkis. Hasil uji independent t test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,023, yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil posttest nilai rerata kelompok 1 sebesar 22,62, sedangkan rerata kelompok 2 sebesar 20,00 yang menunjukkan bahwa latihan complemented drill lebih meningkatkan keterampilan backhand servis pendek daripada konvensional drill.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model latihan complemented drill dan konvensional drill terhadap keterampilan backhand servis pendek atlet PB. Delta Purwokerto KU 11-14 tahun. Model latihan complemented drill menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan konvensional drill dengan selisih nilai rerata 2,62.

Background: The service stroke is a very decisive stroke in the beginning of scoring, because players who serve well can control the course of the game. Several training models can be used to improve the backhand short serve, including the complemented drill and the conventional drill. This study aims to determine the comparison of the complemented drill and conventional drill training models to the backhand short serve.
Methodology: This experimental study used a pretest posttest control group design, which aims to determine the effect of the complemented drill and conventional drill training models on the backhand short serve. The population in this study were PB athletes. Delta Purwokerto KU 11-14 years old. The sample in this study amounted to 26 respondents consisting of 17 men and 9 women. The data analysis technique used the paired sample t-test influence test.
Results: Based on data analysis, it shows that the complemented drill model has a significance value of p of 0.000 with t count of 13.120 and a significant effect of the conventional drill training model with a significance value of p of 0.000 with t count of 11.904. The results of these data indicate that the two training methods have a significant effect on the backhand skills of badminton short serve. The independent t test results showed a significance value of 0.023, which means that H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the posttest results, the mean score for group 1 was 22.62, while the mean for group 2 was 20.00, which indicates that complemented drill exercises improve short backhand service skills more than conventional drills.
Conclusion: There is a significant difference between the complemented drill and conventional drill training models on the short backhand skills of PB athletes. Delta Purwokerto KU 11-14 years old. The complemented drill training model shows a better improvement than conventional drills with a mean difference of 2.62.
2872732075C1G016033ANALYSIS OF VALUE-ADDED AND ECONOMIC EFFICIENCY OF HOUSEHOLD INDUSTRY BANANA ROLL SALE IN MERTASARI VILLAGE, PURWANEGARA SUB-DISTRICT, BANJARNEGARA REGENCYPenelitian ini meneliti analisis nilai tambah dan efisiensi ekonomi usaha sale pisang gulung pada home industry di Desa Mertasari. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari buah pisang menjadi sale pisang gulung pada home industri di Desa Mertasari, dan (2) untuk menganalisis tingkat efisiensi ekonomi usaha sale pisang gulung pada home industri di Desa Mertasari.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode untuk pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik usaha sale pisang di Desa Mertasari yang berjumlah 10.
Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pertama, usaha sale pisang gulung pada home indusri di Desa Mertasari memberikan nilai tambah yang positif yaitu sebesar Rp15.744/Kg, dimana 78,02% dari nilai tambah diterima oleh pemilik usaha sale pisang gulung dan sisanya 21,98% diterima oleh tenaga kerja langsung. Kedua, untuk analisis R/C rasio usaha sale pisang gulung pada home industri di Desa Mertasari menunjukkan bahwa usaha sale pisang gulung sudah efisien dengan nilai R/C rasio sebesar 2,18.
Implikasi berkaitan dengan nilai tambah dan efisiensi ekonomi usaha sale pisang gulung pada home industri di Desa Mertasari sebaiknya para pemilik usaha sale pisang gulung harus lebih mampu menekan biaya produksi dan lebih efisien dalam penggunaan faktor produksi sehingga nilai tambah yang dihasilkan lebih tinggi dan pendapatan yang diterima oleh pemilik usaha jadi lebih besar.
This study examined the analysis of the value-added and economic efficiency of banana roll sale business in the home industry in Mertasari Village. This study aims (1) to find out the added value resulting from bananas into banana roll sale in the home industry in Mertasari Village, and (2) to analyze the economic efficiency of banana roll sale business in the home industry in Mertasari Village.
This research is a type of quantitative research. The method for sampling used in this study is the census method. The sample in this study was all of the banana roll sale business owners in Mertasari Village, amounting to 10.
The results showed that first, the banana roll sale business at the home industry in Mertasari Village gave a positive value-added of Rp15,744/Kg, of which 78.02% of the value-added was received by the owner of the banana roll sale business and the remaining 21.98% was received by the direct workforce. Second, for the R/C analysis of the ratio of banana roll sale business in the home industry in Mertasari Village shows that the banana roll sale business has been efficient with an R/C ratio of 2.18.
The implications related to the value-added and economic efficiency of banana roll sale business in the home industry in Mertasari Village, should the owners of banana roll sale businesses should be better able to reduce production costs and more efficient in the use of production factors so that the value-added generated is higher and the income received by business owners becomes greater.
2872832076I1E017053IDENTIFIKASI CEDERA OLAHRAGA ATLET BULU TANGKISKABUPATEN BANYUMAS
SEBAGAI METODE EVALUASI PROGRAM LATIHAN
Bulu tangkis merupakan olahraga yang komplek karena banyak taktik dan teknik yang perlu di kuasai. Program latihan adalah suatu rencana kegiatan fisik dan psikis yang dibuat secara sistematis, terarah, dan berkesinambungan oleh pelatih. Penyusunan program latihan yang baik juga dapat menjadikan latihan terorganisasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan hal yang merugikan bagi atlet Proses pembuatan program latihan pelatih harus memikirkan faktor resiko cedera jika dalam penanganan latihannya salah, karena faktor cedera sangat mampu menghambat prestasi atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kuesioner dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di PB. Delta, PB. Kartika dan PB. Rajawali Kabupaten Banyumas. Menggunakan sampel 30 atlet dan 3 pelatih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan cara menggonakan model Milles dan Huberman Identifikasi Cedera pada atlet bulu tangkis Kabupaten Banyumas sebagian besar yang dilaporkan adalah di bagian ekstremitas bawah dengan presentase 59%. Dilanjutkan dengan bagian ekstremitas atas dengan sebaran 24%. Head/neck 5%, dan back and groin dengan presentase 10%. Di Kabupaten Banyumas dari 30 atlet bulu tangkis yang di tes menggunakan FMS (functional Movement Sreening) 60,1% berada di posisi tidak beresiko cedera, dilanjutkan 23,3% atletnya berada pada posisi resiko cedera yang besar. Atlet bulu tangkis Kabupaten Banyumas 16,6% berada di posisi sedikit beresiko. Program latihan di klub bulu tangkis Kabupaten Banyumas belun tersusun dan dokumentasi dengan baik. Selain itu di klub bulu tangkis Kabupaten Banyumas dari enam prinsip latihan umum yang ada baru dilaksanakan tiga prinsip saja yaitu, incomplek recovery, individualistic dan overload training.
Badminton is a complex sport because of the many tactics and techniques that need to be mastered. The training program is a plan of physical and psychological activities made systematically, directed and continuously by the trainer. The preparation of a good training program can also make training well organized so that it does not cause harm to athletes. The process of making a training program a coach must consider the risk factors for injury if the training is wrong, because the injury factor can greatly hamper athlete performance. This study uses a qualitative method with a questionnaire and interview approach. This research was conducted in PB. Delta, PB. Kartika and PB. Rajawali Banyumas Regency. Using a sample of 30 athletes and 3 coaches with a purposive sampling technique. Data analysis by Milles and Huberman. Identification Most of the reported injuries to badminton athletes in Banyumas Regency are in the lower extremities with a percentage of 59%. Followed by the upper limb with a distribution of 24%. Head / neck 5%, and back and groyne with a percentage of 10%. In Banyumas District, of the 30 badminton athletes tested using FMS (functional movement screening), 60.1% were not at risk of injury, followed by 23.3% of athletes who were at high risk of injury. 16.6% of badminton athletes in Banyumas Regency are in a slightly risky position. The training program at the badminton club in Banyumas Regency is not well structured and documented. In addition, at the Badminton Club, Banyumas Regency, of the six existing general training principles, only three principles were implemented, namely, incomplek recovery, individualistic and overload training.
2872931902D1A016220Hubungan Karakteristik Peternak Dengan Persepsi Peternak Tentang Pengolahan Limbah Ternak Kambing di Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasAbstrak, Penelitian ini merupakan penelitian sosial untuk mengetahui persepsi peternak tentang pengolahan limbah ternak kambing. Persepsi peternak merupakan pandangan peternak terhadap keberadaan limbah ternak kambing diukur dengan sekala likert.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah ternak, lama beternak, tingkat pendidikan peternak dan persepsi peternak tentang pengolahan limbah ternak kambing serta menganalisis hubungan antara variabel di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survey, penetapan sampel wilayah secara purposive sampling (sengaja) dari wilayah yang memiliki jumlah ternak kambing yang cukup banyak yang ada di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yaitu desa Cikidang, desa Karang Tengah dan desa Gunung Lurah. Selanjutnya diambil responden secara acak, Jumlah sample responden dihitung dengan rumus Slovin dengan margin of eror 10% diperoleh responden sebanyak 72 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 71,4% peternak kambing memiliki ternak dalam kategori sedang, rata-rata sebanyak 4,5 STK. Sebanyak 61,4% peternak memiliki lama beternak dalam kategori cukup lama (26 tahun). Tingkat pendidikan peternak pada kategori rendah (47,2% berpendidikan sekolah dasar 6 tahun). Persepsi peternak tentang pengolahan limbah pada kategori sedang, sebanyak 72,2% peternak. Hubungan jumlah ternak dengan persepsi peternak tentang pengolahan limbah ternak kambing pada kategori rendah (0,356), Lama beternak dengan persepsi peternak pada kategori sangat rendah (0,093), dan hubungan tingkat pendidikan dengan persepsi peternak pada kategori tinggi (0,656).
Kata kunci : jumlah ternak, lama beternak, tingkat pendidikan dan persepsi pengolahan limbah, ternak kambing.
Abstract, This study is a socio study to determine the perceptions of breeders about goat waste processing. The farmer's perception is the farmer's view of the existence of goat waste measured by a Likert scale. The purpose of this study was to determine the number of livestock, length of raising, breeders education level and farmer perceptions about goat waste processing and to analyze the relationship between variables in Cilongok District, Banyumas Regency. The study used a survey method, the determination of the sample area by purposive sampling (deliberately), the area that has a large number of goats in Cilongok District, Banyumas Regency, namely Cikidang village, Karang Tengah village and Gunung Lurah village. Furthermore, respondents were taken randomly. The number of sample respondents was calculated using the Slovin formula with a margin of error of 10% so obtained by respondents as many as 72 respondents. The results showed that as many as 71.4% of goat breeders had livestock in the medium category, an average of 4.5 STK. As many as 61.4% of breeders have a fairly long breeding period (26 years). The level of education farmer in the low category ( 47.2% elementary school educated 6 years). Farmers' perceptions about the medium category of waste treatment, as much as 72.2% of breeders. The relationship between the number of livestock and the farmer about perception of goat waste processing in the low category (0.356), the length of raising with the farmer perception of the very low category (0.093), and the relationship between the level of education farmer and the perception of the high category (0.656).
2873032078J1D017055Masalah Sosial dalam Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA (Kajian Sosiologi Sastra)Penelitian ini berjudul “Masalah Sosial dalam Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari dan Relevansi tehadap Pembelajaran Sastra di SMA (Kajian Sosiologi Sastra)”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) Bentuk-bentuk masalah sosial yang terdapat pada kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari, (2) Faktor penyebab terjadinya masalah sosial dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari, (3) Relevansi masalah sosial terhadap pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini berfokus pada masalah sosial yang terjadi pada masyarakat kalangan bawah serta, faktor terjadinya masalah sosial dalam masyarakat kalangan bawah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Teknik penyajian data dalam penelitian ini menggunakan metode penyajian informal.Hasil penelitian mengenai bentuk masalah sosial dan faktor penyebab masalah sosial dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari menunjukkan bahwa, masalah sosial yang terjadi pada masyarakat kalangan bawah meliputi masalah sosial ekonomi berjumlah 6 data, masalah sosial rumah tangga berjumlah 2 data, masalah sosial kebiasaan berjumlah 1 data, masalah sosial politik berjumlah 3 data, masalah sosial agama berjumlah 2 data. Faktor penyebab masalah sosial berupa faktor ekonomi berjumlah 4 data, faktor psikologis berjumlah 2 data, dan faktor kebudayaan berjumlah 2 data. Relevansi hasil penelitian mengenai masalah sosial dapat digunakan dalam pembelajaran sastra di SMA kelas XI dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan pada teks cerpen.
Kata kunci: masalah sosial, kumpulan cerpen, Senyum Karyamin
This research is entitled "Social Problems in the Collection of Karyamin Smiles Short Stories by Ahmad Tohari and Relevance to Learning Literature in Senior High Schools (Sociology Study of Literature)". The purpose of this study is to describe (1) the forms of social problems contained in the collection of short stories Senyum Karyamin by Ahmad Tohari, (2) The causes of social problems in the collection of short stories by Ahmad Tohari's Senyum Karyamin, (3) Relevance of social problems to Literature learning in Senior High School (SMA) class XI. The form of this research is a qualitative descriptive study. The object in this study focuses on social problems that occur in the lower class society as well as factors in the occurrence of social problems in the lower class society. The data collection method in this study was carried out by reading and note-taking techniques. The data analysis methods used were heuristic and hermeneutic reading methods. The data presentation technique in this study uses the informal presentation method. The results of research on the form of social problems and factors causing social problems in the collection of short stories by Ahmad Tohari's Smile Karyamin show that social problems that occur in the lower class include 6 socio-economic problems, the problem household social data totaled 2 data, social habit problems amounted to 1 data, socio-political problems amounted to 3 data, socio-religious problems totaled 2 data. Factors causing social problems in the form of economic factors totaled 4 data, psychological factors amounted to 2 data, and cultural factors amounted to 2 data. The relevance of research results on social problems can be used in literature learning in class XI Senior High School with Basic Competence (KD) 3.8 Identifying the values of life in short story texts.
Keywords: social problems, collection of short stories, Senyum Karyamin
2873132079F2A017007RESPONSIVITAS MANAJEMEN PARIWISATA BATURRADEN DALAM MENGHADAPI
DAMPAK COVID-19
Responsivitas menjadi hal yang penting sebagai upaya penciptaan good governance, apalagi di tengah lesunya industri wisata karena dampak Covid-19. Responsivitas manajemen pariwisata Baturraden di masa pandemi Covid-19 ditunjukkan dengan menyiapkan sejumlah protokol kesehatan bagi petugas dan pengunjung. Responsivitas dalam pelayanan publik dikatakan memenuhi harapan apabila kebijakannya selaras dengan kebutuhan masyarakat. Responsivitas dalam pelayanan publik termasuk pelayanan wisata di lokawisata Baturraden dapat terlaksana sesuai harapan apabila mendapat dukungan dari semua pihak terkait dan hambatan yang ada dapat diatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis responsivitas manajemen pariwisata Baturraden dalam menghadapi dampak Covid-19, dan mengetahui untuk dan mendeskrispsikan faktor yang menentukan responsivitas manajemen pariwisata Baturraden dalam menghadapi dampak Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi di Lokawisata Baturraden, yaitu di kantor UPT Baturraden dan seluruh area wisata Baturraden. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pengelola dan petugas Lokawisata Baturraden yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, serta masyarakat yang sedang berwisata di Lokawisata Baturraden. Pengambilan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. yaitu orang yang peneliti nilai mengetahui dan memahami ketanggapan manajemen lokawisata Baturaden pada masa pandemi Covid-19. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian memperoleh kesimpulan yaitu bahwa responsivitas manajemen pariwisata di Baturraden dalam menghadapi Covid-19 sudah responsif dan efektif dalam memberikan pelayanan wisata kepada para wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh para pengunjung agar dapat berwisata dengan aman dan nyaman. Program penyelenggaraan wisata oleh manajemen lokawisata Baturraden sudah selaras dengan kebutuhan masyarakat karena memenuhi kebutuhan wisata para pengunjung di masa pandemi Covid-19 seperti menetapkan dan menjalankan aturan protokol kesehatan, menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana protokol kesehatan. Perubahan kebijakan manajemen lokawisata Baturraden dalam memberikan pelayanan wisata sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat dalam berwisata di masa pandemi Covid-19. Manajemen lokawisata Baturraden juga dapat mengelola aduan dengan baik yaitu menganggap aduan yang disampaikan oleh pengunjung atau pihak lain sebagai masukan untuk perbaikan atau peningkatan dalam memberikan pelayanan. Responsivity being important matter as effort to creat a good governance, eitherwise in the sluglish tourism industry caused by Covid-19. Management responsivity of Baturraden tourism at Covid-19 pandemic shown with repaired some healthy protocol for worker and visitors. Public services responsivity said according the need if the policy according with society needs. Public services responsivity include the tourism service in Baturraden tour coul be done as expectation if had support from all related stakeholder and the threat could been solving.The purpose of this study is to describe and analyzing the responsiveness of Baturraden tourism management in dealing with the impact of Covid-19, and knowing and description the factor which determine Baturraden's local tourism management responsivity in faced Covid-19 effect. This research is a qualitative descriptive study. The place of thus research was Baturraden's local tourism, that were Baturraden UPT office and all Baturraden tour areas. The main targets in this research are the managers and officers of Baturraden's local tourism whose directly related to public services, as well as the people whose visit on Baturraden tour. The informants of this research been selecting by purposive sampling methode, that were the person whose the writer was understand and know about Baturraden's local tourism management responsivity at Covid-19 pandemic. Data using were primary and secoundary data. Data collected by indepth interview, observation and documentary methode. And then data from research been analyzed with interactive analysis model. The results of the research has been conclusions that the responsiveness of tourism management in Baturraden in dealing with Covid-19 has been responsive and effective in providing tourism services to tourists by implementing the protocol health and provide facilities, facilities and infrastructure needed by visitors in order to travel safely and comfortably. The tourism implementation program by Baturraden's local tourism management was according with community necesary because fulfills of tourist needs the visitors during Covid-19 pandemic such as establishing and implementing healthy protocol rules, providing healthy protocol facilities, facilities and infrastructure. The change of Baturraden local tourism management policy in providing tourism services, was in accordance with government policy and community necesary in tourism during Covid-19 pandemic, Baturraden tourism management could managing the complaints so well with presume the visitor or another part complaints as input for improvement or improvement in providing services.
2873232080E1A115132PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ROKOK ILEGAL DAN TIDAK SESUAI STANDAR YANG DIPERSYARATKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN ( STUDI PUTUSAN NOMOR 59/PID.SUS/2019/PN TTN )Perlindungan hukum terhadap konsumen di Indonesia sudah di atur di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah perbuatan Ridwan Yahya selaku pedagang rokok merek LUFFMAN yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan perundang-undangan dengan tidak mencantumkan tanda peringatan kesehatan. Skripsi ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap konsumen rokok merek LUFFMAN yang tidak mencantumkan tanda peringatan kesehatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil peneltian ini dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum berdasarkan Pasal 199 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam putusan nomor: 59/Pid.Sus/2019/PN.Ttn, hakim tidak menggunakan Pasal 4 huruf (a) dan (c) Pasal 7 huruf (a) dan huruf (b) , dan Pasal 8 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk menjerat pelaku usaha.
Legal protection for consumers in Indonesia has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. One of the consumer protection cases is the act of Ridwan Yahya as a seller of the LUFFMAN brand of cigarettes who did not meet or did not comply with the required standards and statutory provisions by not including a health warning sign. This thesis discusses the legal protection of consumers of LUFFMAN cigarettes that do not include health warning signs based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, tertiary legal materials. The data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was qualitative normative method.
Based on the results of this research, it can be concluded that consumers have received legal protection based on Article 199 of the Law of the Republic of Indonesia Number 36 of 2009 concerning Health. In the decision number: 59 / Pid.Sus / 2019 / PN.Ttn, the judge did not use Article 4 letters (a) and (c) Article 7 letters (a) and (b), and Article 8 paragraph (1) letter ( a) Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection to ensnare business actors.

2873331579J1C016004TINDAK TUTUR ILOKUSI: ANALISIS INGRASIASI PELAKU AMAE PADA FILM JEPANGSkripsi ini berjudul Tindak Tutur Ilokusi : Analisis Ingrasiasi Pelaku Amae pada Film Jepang. Skripsi ini membahas masalah penggunaan tindak tutur ilokusi pelaku amae pada film Mirai No Mirai yang mengandung strategi ingrasiasi sebagai motif dalam beramaeru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi pelaku amae ke dalam strategi ingrasiasi yang dimunculkan. Penelitian ini menggunakan teori pragmatik, tindak tutur ilokusi, konsep amae, ingrasiasi, dan konteks. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik simak catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu menggunakan teknik pilah unsur penentu. Sumber data dalam penelitian ini yaitu film Mirai No Mirai karya Mamoru Hosoda. Hasil penelitian ini ditemukan 32 data tindak tutur ilokusi yang diklasifikasikan ke dalam 4 strategi ingrasiasi. Strategi ingrasiasi memuji orang lain ditemukan 9 data tindak tutur direktif dengan fungsi memerintah, memohon, meminta, memberi nasehat dan 5 data tindak tutur ekspresif dengan fungsi memuji. Strategi ingrasiasi menyetujui pendapat yang ada ditemukan 2 data tindak tutur direktif dengan fungsi meminta dan memerintah, kemudian 1 data tindak tutur ekspresif dengan fungsi memuji. Strategi ingrasiasi melakukan hal baik ditemukan 9 data tindak tutur direktif dengan fungsi memerintah, memohon, meminta, memberi nasehat dan 1 data tindak tutur komisif dengan fungsi menjanjikan. Strategi ingrasiasi memuji diri sendiri ditemukan 3 data tindak tutur direktif meminta dan 2 data tindak tutur komisif dengan fungsi menjanjikan. Kesimpulannya adalah pelaku amae menggunakan strategi ingrasiasi dalam tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur komisif dengan strategi memuji orang lain, menyetujui pendapat yang ada, melakukan hal baik, dan memuji diri sendiri. This undergraduate thesis is entitle Illocutionary Speech Acts : The Analysis of Amae Actors Ingratiation. The point of the problem in this thesis is illocutionary speech acts by amae actors in the Mirai No Mirai film which contains ingratiation strategies as a motive in amaeru. This study aims to describe types and functions of the amae actor's illocutionary speech acts in Japanese films in the emerging ingratiation strategies. This study uses theory of pragmatic, illocutionary speech acts, amae concept, ingratiation and kontext. This is kind of qualitative research. Data collection technique in this research is observing technique. The technique used to analyzed this research is determining element sorting technique. The data source in this research is the film Mirai No Mirai by Mamoru Hosoda. The results of this study found 32 data illocutionary speech act which classified into ingratiation strategies. Other enhancement strategy was found 9 data directive speech act with commanding, begging, requesting, giving advice functions and 5 data expressive speech acts with praising functions. Opinion conformity strategy was found 2 data directive speech act with requesting and commanding functions, then 1 data of expressive speech acts with praising functions. Favor doing strategy was found 9 data directive speech act with commanding, begging, requesting, giving advice functions and 1 data commissive speech act with promising functions. Self enhancement strategy was found 3 data directive speech act with requesting function and 2 data commissive speech act with promising functions. The conclusion is amae actors using ingratiation strategies in directive speech acts, expressive speech acts, and commissive speech acts with other enhancement, opinion conformity, favor doing, and self enhancement strategies.
2873432081I1A016028GAMBARAN KESEHATAN MENTAL DAN STRATEGI
COPING MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL
SOEDIRMAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
Latar Belakang: Salah satu penyakit yang sejak awal Tahun 2020 menjadi
perhatian dunia adalah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Situasi pandemi
COVID-19 menyebabkan proses belajar mengajar dilakukan secara daring.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesehatan mental mahasiswa
Unsoed dan strategi coping yang digunakan.

Metode penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian
kuantitatif yang menggunakan studi deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan
google formulir sebagai kuesioner yang di share melalui media sosial. Responden
dalam penelitian ini adalah Mahasiswa aktif S1 Universitas Jenderal Soedirman
angkatan 2015-2020, dengan jumlah sampel sebanyak 393 responden yang
didapatkan dari rumus slovin. Analisis yang dipakai menggunakan analisis
univariat.

Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kesehatan
mental mahasiswa Unsoed selama masa pandemi cukup baik sebesar 50,4%,
kesehatan mental mahasiswa berada pada kategori kesejahteraan psikologis
sebesar 50,9% dan tekanan psikologis sebesar 49,1%. Strategi coping mahasiswa
yang paling dominan adalah koping berfokus emosi dengan nilai mean 60,97.

Kesimpulan: Mahasiswa Unsoed memiliki kesehatan mental yang cukup baik
dan strategi coping yang digunakan lebih banyak yaitu koping berfokus emosi.
Perlunya peran kampus untuk meningkatkan bimbingan konsuling kepada
mahasiswa, seperti memanfaatkan konsuling online yang mudah diakses
mahasiswa. Selain itu, bisa dengan mengadakan webinar terkait menjaga
kesehatan mental mahasiswa di tengah pandemi.
Background of Research: One of the diseases that has caught the world's
attention since the beginning of 2020 is Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
In pandemic COVID-19 situation the teaching and learning process via online.
This study aims to describe the mental health of Unsoed students and the coping
strategies used.

Methode of Reseach: This type of research is a quantitative study using a
descriptive study. This research using a google form as a questionnaire that is
shared through social media. Respondents in this study were active undergraduate
students of Jenderal Soedirman University class 2015-2020, with a total sample of
393 respondents obtained from the slovin formula. The analysis used is univariate
analysis.

Result of Reseach: The results showed that in general the mental health of
Unsoed students during the pandemic was good at 50.4%, the mental health of
Unsoed students was in the category of psychological well-being by 50.9% and
psychological distress at 49.1%. The most dominant student coping strategy is
emotion focused coping with a mean value of 60.97.

Conclusion: Unsoed students have good mental health and the coping strategy
that is used more is emotion focused coping . The role of the campus is needed to
improve counseling guidance to students, such as online counseling that is easily
accessible to students. Other than that, the campus can hold webinar about prevent
mental health in pandemic COVID-19.
2873532084B1A016064PREVALENSI TUNGAU PADA TANAMAN MELATI GAMBIR (Jasminum officinale) DI DESA KARANGCENGIS KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGASalah satu yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman melati gambir (Jasminum officinale) adalah serangan tungau hama yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan dapat berakhir dengan kematian. Kasus sejauh mana terjadinya serangan tungau hama (prevalensi) terhadap tanaman melati gambir belum banyak diungkapkan penelitiannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tungau hama dan predator serta prevalensi ke dua tungau tersebut pada tanaman bunga melati gambir. Data berupa jumlah individu dan spesies tungau hama dan predator, dianalisis menggunakan rumus prevalensi. Untuk mengetahui ada tidaknya keeratan hubungan antara perubahan temperatur dan kelembaban terhadap jumlah individu tungau hama atau predator pada tanaman melati gambir maka dilakukan uji regresi korelasi pada tingkat kesalahan 0,05 menggunakan software SPSS 16. Identifikasi dilakukan berdasarkan kunci identifikasi A manual of Acarology. Berdasarkan hasil serta pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan yaitu, terdapat enam spesies tungau hama yang menyerang tanaman bunga melati gambir, yaitu Tetranychus sp., Brevipalpus phoenicis, B. obovatus, B. californicus, B. lewisi B. yothersi, sedangkan tungau predator ditemukan tiga spesies, yaitu Amblyseius sp., Phytoseius sp., dan Phytoseiulus sp. Prevalensi tungau hama dan predator mencapai 55.25%, yang terdiri atas prevalensi tungau hama sebesar 44% dan tungau predator 11.25%.One of the things that inhibits the growth and development of the gambir jasmine plant (Jasminum officinale) is the attack of pest mites which can cause plant damage and can end in death. The number of cases where the occurrence of pest mite attack (prevalence) on the gambir jasmine plant has not been widely disclosed. The purpose of this study was to determine the types of pest and predatory mites and the prevalence of the two mites on the gambir jasmine flowers. Data in the form of the number of individuals and species of pest and predatory mites were analyzed using the prevalence formula. To determine whether there is a close relationship between changes in temperature and humidity to the number of individual pests or predator mites on the gambir jasmine plant, a correlation regression test was carried out at an error rate of 0.05 using SPSS 16 software. Identification was carried out based on the identification key A manual of Acarology. Based on the results and discussion that has been done, it can be concluded that six species of pest mites attack the gambir jasmine flower plant, namely, Tetranychus sp., Brevipalpus phoenicis, B. obovatus, B. californicus, B. lewisi B. yothersi, while mites predators were found in three species, namely Amblyseius sp., Phytoseius sp., and Phytoseiulus sp. The prevalence of pest and predatory mites reached 55.25%, consisting of 44% prevalence of pest mites and 11.25% of predatory mites.
2873632082J1C016008PERUBAHAN MAKNA GAIRAIGO DALAM BUKU TEKS MINNA NO NIHONGO CHUUKYU 1
Penelitian ini berjudul Perubahan Makna Gairaigo yang Terdapat pada Buku Teks Minna No Nihongo Chuukyuu 1 terbitan 3A Corporation, bertujuan untuk mendeskripsikan gairaigo apa saja yang ada pada buku tersebut, dan perubahan makna dari kata asalnya. Penelitian ini menggunakan teori kelas kata, gairaigo, dan perubahan makna. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis perubahan makna yang terjadi pada gairaigo dalam buku teks Minna no Nihongo Chuukyuu 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Data penelitian ini berjumlah 181 (seratus delapan puluh satu) data, yang terbagi atas 4 (empat) perubahan yaitu, perubahan meluas, menyempit, perubahan total, dan tidak ada perubahan. Setelah itu, data dikelompokkan berdasarkan kelas katanya. Analisis dilakukan terhadap 9 (sembilan) kelaskata gairaigo berdasarkan perubahan maknanya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 15 (lima belas) kelaskata gairaigo dengan perubahan makna meluas, terdiri atas : a) monomeishi (5), b) jitaimeishi (10). Gairaigo dengan perubahan makna menyempit terdapat 56 (lima puluh enam) data terdiri atas: a) doushi (3), b) Na-keiyoushi (1), c) houkoumeishi (2), d) bashomeishi (3), e) monomeishi (25), f) jitaimeishi (22), Gairaigo dengan perubahan total hanya ada 1 (satu) data yaitu monomeishi (1). Gairaigo yang tidak mengalami perubahan makna 109 (seratus Sembilan), terdiri atas : a) doushi (3), b) fukushi (1), c) houkoumeishi (1), d) bashomeishi (20), e) monomeishi (47), f) jitaimeishi (37). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gairaigo yang terdapat pada Buku Teks Minna No Nihongo Chuukyuu 1 yang paling banyak muncul adalah yang tidak mengalami perubahan makna. This research is titled “Change of Meaning on Gairaigo Contained in Minna No Nihongo Chuukyuu 1 Textbook” published by 3A Corporation, which aims to describe any gairago contained in that book, and the change of meaning on its original word. This research used class word theory, gairago, and change of meaning. The method used is qualitative descriptive to analyse the change of meaning which occurred on gairaigo in Minna No Nihongo Chuukyuu 1 textbook. The data collection techniques used are observation and documentation. Total data of this research is one hundred and eighty-one (181) data, which are divided into 4 (four). There are broadening of meaning, narrowing of meaning, complete change of meaning, and no change of meaning, then they are grouped based on their word class. The analysis is done towards 9 (nine) word classes of gairaigo based on its change of meaning. According to the result of this research, this research found 15 (fifteen) word classes of gairago which have broadening of meaning, divided into a) monomeishi (5), b) jitaimeishi (10). word classes of gairago which have narrowing of meaning, 56 (fifty-six) data, divided into, a) doushi (3), b) Na-keiyoushi (1), c) houkoumeishi, d) (2) bashomeishi (3), e) monomeishi (25), f) jitaimeishi (22). Gairago with complete change of meaning, 1 (one) data, monomeishi (1), and gairago which did not have changes of meaning, 109 (one hundred and nine) data divided into, a) doushi (3), b) fukushi (1), c) houkoumeishi (1), d) bashomeishi (20), e) monomeishi (47), f) jitaimeishi (37). Based on the research result, it can be concluded that the most common gairaigo contained in the Minna No Nihongo Chuukyuu 1 Textbook are gairaigo which did not have changes of meaning.
2873732083B1A017003POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT Coprinus comatus TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETESCoprinus comatus atau jamur paha ayam mengandung senyawa bioaktif antara lain flavonoid, terpenoid, comatin, tokoferol, dan ergotionin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan sekresi insulin atau menurunnya sensitivitas insulin yang menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat melebihi normal (hiperglikemia). Hiperglikemia dapat menyebabkan stres oksidatif dan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga memacu terjadinya peroksidasi lipid yang merusak pankreas, ginjal, dan hati. Salah satu cara untuk mengetahui kerusakan hati dengan mengukur kadar enzim hati Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) yang meningkat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan menentukan berapakah dosis yang efektif ekstrak etil asetat C. comatus dengan dosis yang berbeda terhadap kadar SGOT dan SGPT dalam darah tikus putih model diabetes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etil asetat C. comatus dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT serta kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi streptozotocin. Ekstrak etil asetat C. comatus dosis 500 mg/kg BB merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar SGOT dan SGPT dalam darah tikus yang diinduksi streptozotocin dengan rerata kadar SGOT sebesar 57,96 ± 1,58 U/L dan SGPT sebesar 29,67 ± 3,56 U/L, serta presentase penurunan kadar SGOT dan SGPT yang dibandingkan kontrol negatif masing-masing sebesar 43,15% dan 68,70%, serta glukosa darah sebesar 19,62%.
Coprinus comatus or shaggy in cap mushroom contain bioactive compounds including flavonoids, alkaloids, terpenoids, tocopherols, comatin, and ergotionin which function as antioxidants and antidiabetic. Diabetes mellitus is a chronic disease associated with impaired insulin secretion or decreased insulin sensitivity which causes blood glucose levels to rise above normal (hyperglycemia). Hyperglycemia conditions can cause oxidative stress and increase Reactive Oxygen Species (ROS), thus spurring lipid peroxidation which damages the pancreas, kidneys and liver. One way to determine liver damage is by measuring the increase in liver enzyme levels of Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase (SGOT) and Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (SGPT) in the blood. This study aims to determine the effect of administration and determine what the effective dose of C. comatus ethyl acetate extract with different doses on the levels of SGOT and SGPT in the blood of diabetic rats.
The results showed that giving C. comatus ethyl acetate extract could reduce SGOT and SGPT levels as well as streptozotocin-induced rat blood glucose levels. Ethyl acetate extract of C. comatus dose of 500 mg / kg BW was the most effective dose in reducing SGOT and SGPT levels in the blood of streptozotocin-induced rats with a mean SGOT level of 57.96 ± 1.58 U/L and SGPT levels of 29.67. ± 3.56 U/L, and the percentage reduction in SGOT and SGPT levels compared to negative controls respectively was 43.15% and 68.70%, and blood glucose was 19.62%.
2873832086E1A016295PEMALSUAN IDENTITAS SEBAGAI ALASAN PEMBATALAN PERKAWINAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Subang Nomor 441/Pdt.G/2020/PA.Sbg)PEMALSUAN IDENTITAS SEBAGAI ALASAN PEMBATALAN PERKAWINAN
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Subang
Nomor 441/Pdt.G/2020/PA.Sbg)

Oleh :
ALIF JANUAR RAMADHAN
E1A016295

ABSTRAK
Syarat syahnya perkawinan diatur dalam Bab II dari Pasal 6 sampai dengan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Perkawinan dikatakan sah apabila memenuhi syarat dan hukum yang telah ditentukan. Apabila perkawinan dilaksanakan tidak sesuai dengan tata tertib hukum yang ditentukan maka perkawinan itu menjadi tidak sah dan perkawinan tersebut dapat dilakukan pembatalan atau dapat dibatalkan. Perkawinan dapat dibatalkan salah satunya apabila dalam pelaksanaannya terdapat unsur penipuan atau salah sangka mengenai identitas, keadaan diri, atau status.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas pada Putusan Pengadilan Agama Subang Nomor 441/Pdt.G/2020/PA.Sbg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridus normatif, spesifikasi penelitian prespektif analisis, teknik pengumpulan data studi keperpustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa permohonan pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas pada Putusan Pengadilan Agama Subang Nomor 441/Pdt.G/2020/PA.Sbg. Hakim dalam memutus perkara ini mendasarkan pada Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Tentang Perkawinan, Jo. Pasal 71 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam, (Inpres Nomor 1 Tahun 1991), Menurut peneliti, pertimbangan hakim yang mendasarkan pada Pasal 71 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam sudah sesuai akan tetapi Majelis Hakim dapat menambahkan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.
Kata Kunci : Pembatalan Perkawinan, Pemalsuan Identitas
IDENTITY FORMATION AS A REASON FOR CANCELLATION OF MARRIAGE
(Judicial Review of the Decision of the Subang Religious Court
Number 441 / Pdt.G / 2020 / PA.Sbg)

By:

ALIF JANUAR RAMADHAN
E1A016295

ABSTRACT

The requirements for legal marriage are regulated in Chapter II from Article 6 to Article 12 of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage. Marriage is said to be valid if it meets the conditions and laws that have been determined. If the marriage is carried out not in accordance with the stipulated legal order then the marriage becomes invalid and the marriage can be canceled or it can be canceled. One of the ways that a marriage can be canceled is if in its implementation there is an element of deception or misunderstanding regarding identity, personal condition, or status.

The formulation of the problem in this research is how the judges' legal considerations in granting a marriage annulment request due to identity forgery in the Subang Religious Court Decision Number 441 / Pdt.G / 2020 / PA.Sbg. The method used in this research is juridus normative, analysis perspective research specifications, library study data collection techniques with an inventory, the data collected is then presented in the form of narrative text and qualitative normative analysis.

Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the request for marriage cancellation due to identity forgery in the Subang Religious Court Decision Number 441 / Pdt.G / 2020 / PA.Sbg. The judge in deciding this case based on Article 37 of Government Regulation Number 9 of 1975, Concerning Implementation of Law Number 1 of 1974, Concerning Marriage, Jo. Article 71 letter (b) Compilation of Islamic Law, (Presidential Instruction Number 1 of 1991), According to researchers, judges' considerations based on Article 71 letter (b) Compilation of Islamic Law are appropriate but the Panel of Judges can add Article 22 of Law Number 1 1974 year.

Keywords : Marriage Cancellation, identity forgery
2873932087F1F014040Translation Strategies and Acceptability of Idiomatic Expressions of “The Lego Movie” Subtitle and its translated versionMasnah Nurul Indah, 2021. Strategi Penerjemahan dan Keberterimaan Ungkapan Idiomatik Subtitle "The Lego Movie". Skripsi. Dosen Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Dosen Pembimbing 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Penguji: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Kata Kunci: Ungkapan Idiomatik, Terjemahan, Subtitle, The Lego Movie

Penelitian ini berjudul “Translation Strategies and Acceptability of Idiomatic Expressions of THE LEGO MOVIE” yang berfokus pada menemukan strategi menerjemahkan ungkapan idiomatik dan untuk menjelaskan keberterimaan terjemahan ungkapan idiomatik dalam film The Lego Movie. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Baker tentang Strategi Penerjemahan Idiom dan Teori Penilaian Kualitas Terjemahan oleh Nababan untuk menganalisis terjemahan film The Lego Movie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai rancangan penelitian dan bertujuan untuk: 1) mengetahui strategi menerjemahkan ungkapan idiomatik dalam film Lego; dan 2) menjelaskan penerimaan penerjemahan strategi ungkapan idiomatik The Lego Movie. Setelah dilakukan analisis data, peneliti menemukan 92 idiom dan tiga strategi penerjemahan ungkapan idiomatik, yaitu: using an idiom of similar meaning but dissimilar form (1 datum atau 1.09%), translation by paraphrasing (85 data atau 92.39%) dan translation by omission (6 data atau 6.52%). Paraphrasing adalah strategi yang paling umum digunakan dalam menerjemahkan ungkapan idiomatik pada film The Lego Movie dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena film The Lego Movie mengandung banyak ungkapan idiom sehingga idiom tersebut diterjemahkan dengan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal supaya memudahkan penonton dalam memahami subtitle. Sebagian besar data termasuk dalam kategori A atau “dapat diterima”, yaitu 78 data atau 85,78%. Sedangkan 14 data atau 15,22% termasuk kategori B atau “kurang dapat diterima” dan tidak ada datum yang termasuk kategori C atau “tidak dapat diterima”. Dalam kategori A atau “dapat diterima” terdapat 75 data yang menggunakan teknik Paraphrasing. Artinya penggunaan teknik Paraphrasing pada subtitle The Lego Movie yang membuat terjemahan ungkapan idiomatik dapat diterima. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mereka yang tertarik dengan analisis teknik penerjemahan ekspresi idiomatik pada subtitle. Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa dengan menerapkan strategi dalam menerjemahkan idiom yang dikemukakan oleh peneliti lain (seperti oleh Nida, Taber, Newmark, dll) sebagai kerangka teoritis untuk menyelidiki terjemahan idiom dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dalam film The Lego Movie (2014).
This research is entitled “Translation Strategies and Acceptability of Idiomatic Expressions of “The Lego Movie” Subtitle and its translated version. It focuses on finding out the strategies of translating idiomatic expressions and to explain the acceptability of translating idiomatic expression strategies of The Lego Movie. The theory used in conducting this research is using Baker’s theory (2018) about strategies in translating idiom and the theory of translation quality assessment by Nababan (2010). Taking descriptive qualitative method as the research design, this research aims 1) to find out the strategies of translating idiomatic expressions in The Lego Movie; and 2) to explain the acceptability of translating idiomatic expression strategies of The Lego Movie.

After analyzing the data, the researcher finds 92 idioms and three strategies of translating idiomatic expression: translation by using an idiom of similar meaning but dissimilar form (1 datum or 1.09%), translation by paraphrasing (85 data or 92.39%) and translation by omission (6 data or 6.52%). Paraphrasing is the most common strategy used in translating idiomatic expression of The Lego Movie from English to Indonesian. It happens because the translator can not find the appropriate idiom in target language so the idioms are translated by using familiar words to make the audience easy to understand the subtitle. Most of the data belong to category A or acceptable which covers 78 data or 85.78%.Whereas, 14 data or 15.22% are less acceptable and there is no datum that belongs to category C or unacceptable. In category A or acceptable, there are 75 data using paraphrasing technique. It means that the use of paraphrasing technique in The Lego Movie subtitle makes the translation of idiomatic expression acceptable.

This research can be used as the reference for those who are interested in translation technique analysis of idiomatic expression in a subtitle. The next researchers can conduct a similar study by applying other strategies of translating idioms proposed by other scholars (such as by Nida, Taber, Newmark, etc.) as a theoretical framework for investigating the translation of idioms from English to Indonesian in The Lego Movie (2014).
Keywords: Idiomatic expressions, Translation, Subtitle, The Lego Movie
2874032088F1A017080Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Perilaku Membuang Sampah Warga Kelurahan Arcawinangun Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku membuang sampah yang dipengaruhi oleh status sosial ekonomi individu masyarakat. Responden dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang tinggal di Kelurahan Purwokerto, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Perilaku membuang sampah merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan masyarakat. Individu yang memiliki perilaku membuang sampah baik, tentunya akan berdampak baik pula pada lingkungan sekitarnya, seperti di Kelurahan Arcawinangun. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 96 responden melalui perhitungan teknik slovin. Teknik penyajian data yang diperoleh menggunakan distribusi frekuensi dan tabel silang. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan alat uji analisis Korelasi Tau Kendal. Hasil diperoleh bahwa hipotesis yang pertama, yaitu pengaruh yang positif status sosial ekonomi terhadap perilaku membuang sampah ditolak karena sesuai dengan angka yang tertera sebesar -0,198. Hal tersebut berarti bahwa warga yang memiliki status sosial ekonomi tergolong rendah, memiliki perilaku membuang sampah yang baik. Sementara itu, warga yang memiliki status sosial ekonomi tergolong tinggi, memiliki perilaku membuang sampah yang kurang baik. This study aims to explain the behavior of disposing of waste which is influenced by the socioeconomic status of the individual in society. Respondents in this study were heads of families who lived in Purwokerto Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. The behavior of disposing of garbage is one of the most important things in people's life. Individuals who have good waste disposal behavior, of course, will also have a good impact on the surrounding environment, such as in Arcawinangun Village. This study uses a survey method. The number of samples obtained was 96 respondents through the calculation of the Slovin technique. The data presentation technique is obtained using frequency distribution and cross tables. The data obtained were then processed using the Tau Kendal Correlation test tool. The results showed that the first hypothesis, namely the positive effect of socio-economic status on the behavior of disposing of waste was rejected because it was in accordance with the figures listed at -0.198 This means that residents who have low socioeconomic status have good waste disposal behavior. Meanwhile, residents who have high socioeconomic status have poor behavior in disposing of garbage.