Artikelilmiahs
Menampilkan 28.681-28.700 dari 50.148 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28681 | 32027 | D1A017031 | PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 5oC TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNG DENGAN PENGENCER SKIM KUNING TELUR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan spermatozoa pada suhu 5oC pada pengencer skim kuning telur terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam pelung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk motilitas dan Rancangan Acak Lengkap untuk fertilitas (RAL) dengan perlakuan (P0= lama simpan 0 menit, P1= lama simpan 30 menit, P2= lama simpan 60 menit, P3= lama simpan 90 menit, P4= lama simpan 120 menit) pada suhu 5oC dan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Materi yang digunakan semen ayam pelung 2 ml dari 10 ekor dengan umur 1-2 tahun dan 50 ekor ayam niaga petelur dengan umur 81-82 minggu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi, hasil analisis variansi menunjukan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas spermatozoa kemudian diuji lanjut menggunakan orthogonal polynomial menunjukan pengaruh sangat nyata secara linier (P<0,05). Persentase motilitas yang dihasilkan perlakuan P0, P1, P2, P3, dan P4 berada diatas 60% sehingga layak digunakan untuk IB. Hasil terbaik di tunjukan oleh perlakuan P0 (lama simpan 0 menit) sebesar 93%. Data motilitas spermatozoa membentuk garis linier dengan persamaan Y = 92,08 – 0,25 X dan koefisien determinasi (R2) sebesar 89,17%. Persentase rata-rata fertilitas yang dihasilkan pada perlakuan P0, P1, P2, P3, dan P4 hanya 29% sehingga tidak layak untuk digunakan IB. Hasil analisis variansi menunjukan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas spermatozoa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh lama penyimpanan dapat menurunkan tingkat motilitas, tetapi lama penyimpanan 120 menit masih layak digunakan untuk IB, namun tidak berlaku terhadap fertilitas spermatozoa ayam pelung karena memiliki persentase yang relatif sama. | The purpose of this research was to determine the effect of spermatozoa storage time at 5oC in egg yolk skim diluent on spermatozoa motility and fertility of pelung rooster. This experiment used a randomized block design (RBD) for motility and a completely randomized design for fertility (CRD) with treatment (P0 = storage time 0 minute, P1 = storage time 30 minutes, P2 = storage time 60 minutes, P3 = storage time 90 minutes, P4 = storage time 120 minutes) at 5oC and each treatment was repeated 5 times. The materials used were 2 ml pelung rooster semen from 10 pelung rooster aged 1-2 years and 50 commercial layer hens aged 81-82 weeks. The data obtained were then analyzed using analysis of variance, the results of the analysis of variance showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on spermatozoa motility and then further tested using orthogonal polynomials showed a very significant linear effect (P<0.05). The percentage of motility produced by treatment P0, P1, P2, P3, and P4 is above 60% so it is suitable for AI. The best results are shown by P0 treatment (0 minute storage time) of 93%. The spermatozoa motility data forms a linear line with the equation Y = 92.08 - 0.25 X and the coefficient of determination (R2) of 89.17%. The average percentage of fertility produced in treatment P0, P1, P2, P3, and P4 is only 29% so it is not suitable for AI treatment. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on the fertility of spermatozoa. Based on the results of this study it can be concluded that the effect of storage time can reduce the level of motility, but storage time of 120 minutes is still suitable for AI, but does not apply to the spermatozoa fertility of pelung rooster because it has a relatively the same percentage. | |
| 28682 | 32028 | G1F014056 | OPTIMASI JUMLAH NaOH DAN WAKTU SINTESIS 4’-METOKSIKALKON DARI 4’-METOKSIASETOFENON DAN BENZALDEHID | Latar Belakang: Senyawa 4’-metoksikalkon merupakan senyawa turunan kalkon yang dapat diperoleh melalui sintesis dengan metode kondensasi Claisen-Schmidt. Dibutuhkan jumlah katalis NaOH dan waktu sintesis yang tepat untuk mendapatkan rendemen yang tinggi. Optimasi dengan Response Surface Methodology (RSM) dipilih untuk mendapatkan prediksi jumlah NaOH dan waktu sintesis optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum jumlah NaOH optimum dan waktu sintesis optimum dalam sintesis 4’-metoksikalkon. Metodologi: Penelitian ini meliputi pembuatan rancangan percobaan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan matriks Central Composite Design (CCD) pada Software Design Expert Version 12. Sintesis senyawa 4’metoksikalkon dilakukan sebanyak 13 percobaan. Hasil sintesis dianalisis menggunakan Software. Prediksi kondisi optimum yang didapatkan diverifikasi di laboratorium. Senyawa hasil sintesis diidentifikasi dan uji kemurnian dengan KLT dan Spektrofotometri UV. Hasil Penelitian: Prediksi kondisi optimum yaitu jumlah NaOH 5,128 mmol dan waktu sintesis 17,584 menit dengan prediksi rendemen berdasarkan software sebesar 93,787%. Hasil verifikasi kondisi optimum sebanyak tiga kali replikasi mendapatkan rendemen sebesar 96,05%; 96,75%; dan 96,51%. Kesimpulan: Kondisi optimum yang diperoleh adalah jumlah NaOH 5,128 mmol dan waktu sintesis 17,584 menit dengan rendemen sebesar 96,44%. | Background: 4'-methoxychalcone is chalcone derivative which can be obtained by synthesis using the Claisen-Schmidt condensation method. It takes the right amount of NaOH as catalyst and synthesis time to get high yields. Optimization with Response Surface Methodology (RSM) was chosen to get the prediction of the optimum amount of NaOH and synthesis time. This study aims to determine the optimum conditions for the optimum amount of NaOH and the optimum synthesis time in the synthesis of 4'-methoxychalcone. Methods: This research included making an experimental design using Response Surface Methodology (RSM) with a matrix of Central Composite Design (CCD) on Software Design Expert Version 12. The synthesis of 4'-methoxychalcone was carried out in 13 experiments. Synthesis results were analyzed using software. The prediction of the optimum conditions obtained is verified in the laboratory. The synthesized compound was identified and purity test by TLC and UV Spectrophotometry. Results: The prediction of the optimum condition is NaOH 5,128 mmol and the synthesis time of 17,584 minutes with a prediction of yield based on software of 93,787%. The results of the verification of the optimum conditions for three replications obtained a yield of 96,05%; 96,75%; and 96,51%. Conclusion: The optimum conditions were NaOH 5,128 mmol and the synthesis time of 17,584 minutes with a yield of 96,44%. | |
| 28683 | 32029 | H1A017076 | Analisis Penggunaan Google Earth Dan OptiSystem Dalam Perencanaan Pelayanan Fiber To The Home Di Perumahan Binong 1 Residence Tangerang | Fiber To The Home (FTTH) merupakan suatu transmisi isyarat optik dari pusat layanan ke kawasan pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai media transmisinya. Transmisi optik dengan menggunakan teknologi FTTH ini dapat menghemat biaya dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Perumahan Binong 1 Residence Tangerang memiliki jaringan FTTH yang kurang memadai sehingga dibutuhkan perluasan jaringan FTTH untuk memenuhi kebutuhan penduduk perumahan tersebut. Perancangan FTTH ini menggunakan dua software yaitu software Google Earth untuk memetakan letak komponen-komponen FTTH seperti STO, ODC, ODP dan ONT serta menggunakan software OptiSystem untuk membuat simulasi sesuai dengan perancangan di lapangan yang selanjutkan akan dihitung dan dianalisis parameter kelayakan seperti Power Link Budget, Rise Time Budget, dan Bit Error Rate kemudian hasil simulasi tersebut dibandingkan dengan hasil perhitungan manual. Hasil analisis perancangan jaringan FTTH di Perumahan Binong 1 Residence Tangerang menunjukkan hasil yang baik untuk ketiga parameter kelayakan jaringan yaitu power link budget, rise time budget, dan bit error rate. Nilai power link budget pada konfigurasi downstream rumah terdekat B1 dan rumah terjauh J2 diperoleh sebesar -15,506 dB dan -15,677 dB. Sedangkan untuk power link budget konfigurasi upstream rumah terdekat B1 dan rumah terjauh J2 diperoleh sebesar -15,726 dB dan -15,939 dB. Selanjutnya nilai bit error rate dimana hasil yang didapatkan pada software optisystem untuk konfigurasi downstream diperoleh sebesar 1,01407e-77 dan 2,97499e-72. Dan parameter terakhir yaitu nilai rise time budget konfigurasi downstream rumah terdekat B1 dan rumah terjauh J2 diperoleh sebesar 0,2536 ns dan 0,2551 ns. Sedangkan untuk rise time budget konfigurasi upstream rumah terdekat B1 dan rumah terjauh J2 diperoleh sebesar 0,2502 ns dan 0,2503 ns. Dari ketiga nilai parameter kelayakan jaringan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perancangan jaringan FTTH di Perumahan Binong 1 Residence Tangerang dapat dikatakan layak karena telah memenuhi standar kelayakan jaringan sesuai dengan standar PT. Telkom Indonesia | Fiber To The Home (FTTH) is an optical signal conductor from the center (provider) to the user's area using optical fiber as the medium of delivery. Delivery using FTTH technology can save costs and provide better service to customers. Binong 1 Residence Tangerang Housing has an inadequate FTTH network so that it requires an expansion of the FTTH network to meet the needs of the housing population. This FTTH design uses two software, namely Google Earth software to map the location of FTTH components such as STO, ODC, ODP and ONT and uses OptiSystem software to make simulations according to the design in the field which will then be calculated and analyzed the feasibility parameters such as the Power Link Budget, The Rise Time Budget and Bit Error Rate are then compared with the results of the simulation. The results of the analysis of the FTTH network design at Binong 1 Residence Tangerang housing show good results for the three network feasibility parameters, namely the power link budget, rise time budget, and bit error rate. The value of the power link budget in the downstream configuration of the nearest house B1 and the farthest house J2 is obtained at -15,506 dB and -15,677 dB. Meanwhile, for the upstream configuration of the closest house to B1 and the farthest house to J2, it was obtained -15,726 dB and -15,939 dB. Furthermore, the value of the bit error rate where the results obtained in the optical system software for downstream configuration are 1,01407e-77 dan 2,97499e-72. And finally, the value of the rise time budget for the downstream configuration of the closest house B1 and the farthest house J2 is obtained as 0.2536 ns and 0.2551 ns. Meanwhile, the upstream configuration of the closest house to B1 and the farthest house to J2 is 0.2502 ns and 0.2503 ns. From the value of the three network feasibility parameters, it can be concluded that the network design carried out at the Binong 1 Residence Tangerang Housing can be said to be feasible because it has met the network feasibility standard according to the PT. Telkom Indonesia. | |
| 28684 | 32030 | D1A017187 | PENGARUH PAKAN DOMBA BERKROMIUM ORGANIK YANG DISUPLEMENTASI RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KONSUMSI SERAT DAN PROTEIN KASAR | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan domba berkromium organik yang disuplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) dan tepung bawang putih (Allium sativum) terhadap konsumsi serat dan protein kasar. Materi penelitian yang digunakan adalah domba ekor tipis dengan bobot badan 15±2 kg. Pakan perlakuan terdiri atas tepung rumput laut (Glaciaria sp.), tepung bawang putih (Allium sativum) dan Kromium Organik (Cr). Pakan basal yang diberikan sebanyak 4,5% (dalam bahan kering) yang terdiri atas 70% hijauan (rumput lapang) dan 30% konsentrat (nutrifeed, roti afkir, pollard, tepung indigofera, urea, bungkil kelapa sawit, bungkil kelapa, limbah soun, mineral kapur, dan garam) serta air minum. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan perlakuan yang diujicobakan yaitu R0= Pakan Basal + 1,5 ppm Kromium Organik (Cr); R1= R0 + 250 ppm Tepung Bawang Putih; R2= R0 + 3,6 % Tepung Rumput Laut. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi serat kasar dengan rataan R0 = 176,66 ± 28,77; R1 = 186,83 ± 20,49; R2 = 196,42 ± 35,74 (g/ekor/hari). Perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein kasar dengan rataan R0= 101,07 ± 10,11; R1= 92,39 ± 10,94; dan R2= 104,02 ± 15,07 (g/ekor/hari). Kesimpulannya, suplementasi 3,6 % tepung Rumput Laut dan 250 ppm tepung bawang putih dalam pakan domba berkromium organik 1,5 ppm tidak meningkatkan konsumsi serat maupun protein kasar. | This research aims to study the effect of organic chromium sheep feed supplemented with seaweed flour (Gracilaria sp.) and garlic powder (Allium sativum) on consumption of fiber and crude protein. The research material used was thin tail sheep with a body weight of 15 ± 2 kg. The treatment feed consisted of seaweed flour (Glaciaria sp.), Garlic flour (Allium sativum) and Organic Chromium (Cr). The basal feed given was 4,5% (in dry matter) consisted of 70% forage (field grass) and 30% concentrate (nutrifeed, expired bread, pollard, indigofera flour, urea, palm oil cake, coconut cake, glass noodles waste, limestone, and salt) and drinking water. The research method was experimental using a Completely Randomized Design (CRD). The experimental feed which was tested were R0= Basal feed + 1,5 ppm Organic Chromium (Cr); R1= R0 + 250 ppm Garlic Flour; R2= R0 + 3,6 % Seaweed Flour. Each treatment was repeated 6 times. The results showed that the treatment had no significant effect (P>0,05) on crude fiber consumption (g/head/day) with an average of R0 = 176,66 ± 28,77; R1 = 186,83 ± 20,49; R2 = 189,42 ± 35,74. The treatment had no significant effect (P>0,05) on crude protein consumption (g/head/day) with an average of R0= 101,07 ± 10,11; R1= 92,39 ± 10,94; and R2= 104,02 ± 15,07. In conclusion, the supplementation of 3,6 % Seaweed Flour and 250 ppm of garlic flour in 1,5 ppm organic chromium sheep feed is not increase the consumption of fiber or crude protein. | |
| 28685 | 32031 | H1A017086 | Pengukuran dan Analisis Jaringan FTTH (Fiber To The Home) pada Cluster Banyaksumba di Kota Baru Parahyangan oleh PT. Akses Nusa Karya Infratek | Peningkatan pertumbuhan penduduk di perkotaan dan pedesaan telah memicu peningkatan layanan pelanggan. Mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan yang cepat, handal dan efisien, media transmisi menjadi penting disini. Solusinya adalah dengan menggunakan jaringan fiber optic. Fiber optic adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentrasnmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lain. Ada beberapa teknologi untuk menerapkan fiber optic salah satunya yaitu FTTH ( Fiber To The Home) . FTTH (Fiber To The Home) merupakan salah satu infrastruktur jaringan berbasis GPON (Gigabit passive Optical Network) yang akan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali cluster Banyaksumba di Kawasan Kota Baru Parahyangan. Hasil analisis dari perancangan jaringan FTTH di cluster Banyaksumba didapatkan hasil yang baik dari 3 aspeknya, yaitu power link budget, rise time budget, dan bit error rate. Nilai power receive yang didapatkan pada jalur downlink sebesar -16,2799 dBm pada pelanggan terjauh dan untuk jalur uplink sebesar -17,2044 dBm pada pelanggan terjauh, sementara nilai rise time budget yang didapatkan sebesar 0,28714493 ns untuk jalur downlink pada pelanggan terjauh dan sebesar 0,2527036 ns untuk jalur uplink pada pelanggan terjauh dan yang terakhir yaitu bit error rate dimana hasil yang didapatkan dari simulasi dengan software optisystem dapat dikatakan baik karena tidak melebihi batas sebesar 〖10〗^(-9) dan Q-factor juga sudah melebihi batas minimal sebesar 6. | Increased population growth in urban and rural areas has led to improved customer service. Taking into account the needs of people who really need fast, reliable and efficient service, transmission media is important here. The solution is to use a fiber optic network. Optical fiber is a transmission line or a type of cable made of glass or plastic which is very fine and smaller than a strand of hair, and can be used to transmit light signals from one place to another. There are several technologies for implementing fiber optic, one of which is FTTH (Fiber To The Home). FTTH (Fiber To The Home) is a network infrastructure based on GPON (Gigabit passive Optical Network) which will be developed throughout Indonesia, without exception the Banyaksumba cluster in Kota Baru Parahyangan area. The results of the analysis of the FTTH network design in the Banyaksumba cluster have good results from 3 aspects, namely the power link budget, rise time budget, and bit error rate. The power receive value obtained on the downlink line is -16.2799 dBm for the farthest customer and for the uplink line is -17.2044 dBm for the farthest customer, while rise time budget value obtained is 0.28714493 ns for the downlink path on the farthest customer and amounting to 0.2527036 ns for the uplink path on the farthest customer and the last one is the bit error rate where the results obtained from the simulation with optical system software can be said to be good because they do not exceed the limit 〖10〗^(-9) and the Q-factor has also exceeded the minimum limit of 6. | |
| 28686 | 32035 | H1A017075 | ANALISIS PERFORMANSI DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR JARINGAN FIBER TO THE HOME DI CLUSTER MAYANG PADMI DENGAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK | Perkembangan teknologi telekomunikasi telah berkembang dengan pesat. Tingginya permintaan masyarakat dalam layanan telekomunikasi yang bukan hanya suara lagi, melainkan data dan video, membuat diperlukannya media transmisi terpandu yang mampu menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dan kecepatan transfer data yang mempuni. Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Jaringan yang dibangun oleh kabel serat optik memiliki kerja yang sangat baik dan handal dalam berselancar di internet. Arsitektur jaringan yang menggunakan kabel serat optik sebagai media transmisi dalam sistem telekomunikasi area perumahan adalah FTTH (Fiber To The Home). Cluster Mayang Padmi adalah salah satu cluster yang ada di kompleks area perumahan yang ada di Kota Baru Parahyangan, Bandung. Merupakan cluster baru dibangun sehingga belum terjangkau oleh jaringan akses milik PT. Telkom. Oleh karena itu, pada penelitian ini, dilakukan perancangan jaringan FTTH, dan setelah itu dilakukan pengujian menggunakan perhitungan manual dan perangkat OTDR untuk mengetahui apakah jaringan yang dirancang sudah layak atau belum sesuai dengan standar PT. Telkom. Pada perancangan jaringan ini menghasilkan rata-rata nilai power link budget sebesar -22,67299895 dB, rise time budget sebesar 0,294549024 ns, dan bit error rate sebesar 〖3,50676E〗^(-24). Secara keseluruhan, perancangan jaringan ini dapat dinyatakan layak karena semua nilai parameter-parameter kualitas jaringan tersebut sesuai dengan standar PT. Telkom. | The development of telecommunication technology has developed rapidly. The high public demand for telecommunication services that are not only voice anymore, but data and video makes a need for a guided transmission medium capable of transmitting information with a large capacity and high data transfer rates. Optical fibers are transmission lines made of glass or very fine plastic and can be used to transmit light signals from one place to another. Networks built by fiber optic cables work very well and are reliable in surfing the internet. The network architecture that uses fiber optic cables as a transmission medium in the residential area telecommunication system is FTTH (Fiber To The Home. The Mayang Padmi Cluster is one of the clusters in the residential area complex in Kota Baru Parahyangan, Bandung. The new cluster is built so that Not yet reached by Telkom's access network. Therefore, in this study, FTTH network design was carried out, and after that, testing was carried out using manual calculations and OTDR devices to determine whether the designed network was feasible or not in accordance with Telkom standards. Overall, this network design can be declared feasible because the value of the fiber optic network quality parameters, namely loss, power link budget, rise time budget, and bit error rate are in accordance with PT. Telkom standards. In this network design, the average power link budget value is -22.67299895 dB, a rise time budget of 0.294549024 ns, and a bit error rate of 〖 3,50676E〗^(-24). Overall, this network design can be declared feasible because all the values of the network quality parameters are in accordance with PT. Telkom. | |
| 28687 | 32036 | I1A017095 | FAKTOR INDIVIDU YANG MEMPENGARUHI STRES KERJA PADA PEKERJA SOHUN BAGIAN PRODUKSI DI PT SOKA INDAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2020 | Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar dari berbagai negara dan jenis pekerjaan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada 12 orang pekerja bagian produksi di PT Soka Indah Kabupaten Banyumas, diketahui bahwa 3 orang pekerja (25%) dalam kategori tidak stres dan 9 orang pekerja (75%) dalam kategori stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor individu dengan stres kerja di PT. Soka Indah Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 pekerja produksi dengan sampel berjumlah 73 pekerja produksi di PT. Soka Indah Kabupaten Banyumas. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara tipe kepribadian & penilaian diri dengan stres kerja dengan nilai p value masing-masing 0,000 & 0,008. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tipe kepribadian (p value 0,003 ; OR=5,524) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap stres kerja pada pekerja sohun bagian produksi di PT. Soka Indah Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Faktor individu yang paling berpengaruh terhadap stres kerja adalah tipe kepribadian A. Saran: Pekerja disarankan untuk memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin dan mengisinya dengan hal-hal positif dan menyenangkan. | Background: Job stress is one of the biggest health problems for many countries and types of work. Based on the preliminary study on 12 production workers at PT Soka Indah, Banyumas Regency, it is known that 3 workers (25%) are in the no stress category and 9 workers (75%) are in the stress category. This study aims to determine the effect of individual factors on work stress at PT. Soka Indah, Banyumas Regency. Methodology: This research is an analytical study with a quantitative approach and using a cross-sectional study design. The population in this study were 200 production workers with a sample of 73 production workers at PT. Soka Indah Banyumas Regency. The analysis of this study used the chi square test and multiple logistic regression test. Results: There is a relationship between personality type and self-assessment with work stress with each p value is 0.000 & 0.008. The results of multivariate analysis showed that type A personality (p value 0.003 ; OR = 5,524) was the most affecting factor on work stress on sohun production workers at PT. Soka Indah Banyumas Regency. Conclusion: The factor that most affecting work stress is personality type A. Reccomendation: Workers are advised to make the most of the rest time and fill it with positive and fun things. | |
| 28688 | 32037 | E1A116006 | IMPLEMENTASI HAK-HAK TERSANGKA SEBAGAI BENTUK ASAS PRADUGA TAK BERSALAH DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi di Kepolisian Resor Banyumas dan Kantor Advokat Hak & Partners) | Tersangka wajib dianggap tidak bersalah sampai dinyatakan kesalahannya di pengadilan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Oleh sebab itu penegak hukum harus tetap menghormati hak-hak tersangka khususnya tersangka tindak pidana narkotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi hak-hak tersangka sebagai bentuk asas praduga tak bersalah pada penyidikan tindak pidana narkotika di Kepolisian Resor Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian dilakukan di Kepolisian Resos Banyumas dan Kantor Advokat Hak & Partners. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Data yang diperoleh diolah dengan reduksi data, display data, katagorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian teks naratif, dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi hak-hak tersangka tindak pidana narkotika sebagai asas praduga tak bersalah pada penyidikan Kepolisain Resor Banyumas sebagian besar telah sesuai dengan peraturan. Adapun hak-hak yang memerlukan perhatian lebih lanjut yakni mengenai hak bebas menyampaikan keterangan tanpa adanya tekanan hak mendapatkan bantuan hukum secara cuma-cuma dan pasifnya peran penasehat hukum pada tahap penyidikan. Adapun faktor-faktor penghambat implementasi hak-hak tersangka sebagai asas praduga tak bersalah pada tahap penyidikan antara lain dari substansi hukum yaitu sistem hukum yang masih bersifat Crime Control Model yang berimplikasi pada pasifnya peran penasehat hukum pada penyidikan. Struktur hukum yaitu kurangnya profesionalitas Penyidik khususnya dalam mengontrol emosi dan tidak adanya laboratorium forensik di wilayah Polresta Banyumas. Kultur hukum dalam hal ini justru menjadi faktor pendorong yakni kesadaran masyarakat untuk tidak main hakim sendiri serta respon sosial terhadap tindakan Penyidik dapat mendorong Penyidik untuk bertindak sesuai dengan aturan hukum. | The suspect must be presumed innocent until found guilty in court and have obtained permanent legal force. Therefore, law enforcers must continue to respect the rights of suspects, especially suspects in narcotics crimes. The purpose of this study is to determine the implementation of the suspect's rights as a form of presumption of innocence in the investigation of narcotics crime at the Banyumas Police. This research uses qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive analytical research specifications. The research was conducted at the Banyumas Resos Police and the Office of Advocates for Rights & Partners. The data used include primary data and secondary data. Methods of data collection through interviews and literature study. The data obtained were processed by data reduction, data display, data categorization. Presentation of data in the form of narrative text descriptions, using qualitative analysis methods. The results showed that the implementation of the rights of the suspects in narcotics crime as the presumption of innocence at the Banyumas Resort Police investigation was largely in accordance with the regulations. As for the rights that require further attention, namely regarding the right to freely convey information without any pressure, the right to get free legal assistance and the passive role of legal advisors at the investigation stage. The factors inhibiting the implementation of the suspect's rights as the presumption of innocence at the investigation stage include the legal substance, namely the legal system which is still a Crime Control Model which implies the passive role of legal advisors in investigations. The legal structure is the lack of professionalism of investigators, especially in controlling emotions and the absence of a forensic laboratory in the Banyumas Police area. The legal culture in this case actually becomes a driving factor, namely public awareness not to take justice into their own hands and the social response to investigators' actions can encourage investigators to act in accordance with the rule of law. | |
| 28689 | 32041 | A1A016085 | ANALISIS POTENSI WILAYAH BERBASIS KOMODITAS TANAMAN PANGAN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN EKONOMI UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN PURBALINGGA | Tanaman pangan merupakan jenis tanaman yang di dalamnya terdapat karbohidrat dan protein sebagai sumber energi manusia. Setiap kecamatan di Kabupaten Purbalingga memproduksi semua jenis tanaman pangan, sehingga belum terfokus untuk memproduksi tanaman pangan yang sesuai untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan untuk menentukan komoditas tanaman pangan basis yang mempunyai pertumbuhan cepat dan daya saing tinggi di masing-masing kecamatan, sehingga diperoleh komoditas tanaman pangan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui komoditas tanaman pangan basis pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Purbalingga tahun 2014-2019, 2) Mengetahui komoditas tanaman pangan basis yang mempunyai pertumbuhan cepat di masing-masing kecamatan di Kabupaten Purbalingga tahun 2014-2019, 3) Mengetahui komoditas tanaman pangan basis yang mempunyai daya saing yang baik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Purbalingga tahun 2014-2019, dan 4) Membuat pemetaan komoditas tanaman pangan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan metode studi kasus pada komoditas tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini meliputi analisis Location Quotient, analisis Shift Share, dan analisis penentuan prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan basis (Location Quotient, Proportional Shift dan Differential shift).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas padi sawah prioritas dikembangkan di Kecamatan Kemangkon, Bukateja, Purbalingga, Kalimanah, Padamara, Bojongsari, Mrebet, Bobotsari, Karangjambu, Kertanegara, Karangmoncol, dan Rembang. Komoditas jagung prioritas dikembangkan di Kecamatan Pengadegan, Kutasari, Bojongsari, Mrebet, dan Karangreja. Komoditas ketela pohon prioritas dikembangkan di Kecamatan Pengadegan dan Rembang. Komoditas ketela rambat prioritas dikembangkan di Kecamatan Mrebet, Karangreja, dan Karanganyar. Komoditas kacang tanah prioritas dikembangkan di Kecamatan Kaligondang, sedangkan komoditas kedelai prioritas dikembangkan di Kecamatan Kejobong. | Foods plants are a type of plant in which there are carbohydrates and proteins as a source of human energy. Each sub-district in Purbalingga Regency produces all types of food plants, so it has not been focused on producing food crops that are suitable for development in each district. Therefore, calculations are needed to determine basic food crop commodities that have fast growth and high competitiveness in each district, so that food crop commodities are priority to be developed in each sub-district in Purbalingga Regency. This study aims to: 1) Know the basic food crop commodities in each district in Purbalingga Regency in 2014-2019, 2) Know the basic food crop commodities that have fast growth in each sub-district in Purbalingga Regency, 3) Knowing basic food crop commodities that have good competitiveness in each sub-district in Purbalingga Regency, and 4) Making a map of priority food crop commodities to be developed in each sub-district in Purbalingga Regency. This research was conducted in June-July 2020. The research method used was the case study method on food crop commodities in Purbalingga Regency. Data analysis used in this study includes Location Quotient analysis, Shift Share analysis, and analysis of determining the priority of the development of basic food crop commodities (Location Quotient, Proportional shift and Differential shift). The results showed that priority lowland rice commodities were developed in districts of Kemangkon, Bukateja, Purbalingga, Kalimanah, Padamara, Bojongsari, Mrebet, Bobotsari, Karangjambu, Kertanegara,Karangmoncol and Rembang. Priority maize commodities were developed in districts of Pengadegan, Kutasari, Bojongsari, Mrebet, and Karangreja. The priority cassava commodities were developed in districts Pengadegan and Rembang. Priority sweet potato commodities are developed in districts of Mrebet, Karangreja and Karanganyar. Priority peanut commodities are developed in Kaligondang District, while priority soybean commodities are developed in Kejobong District. | |
| 28690 | 32047 | D1A017224 | PENGARUH PAKAN DOMBA BERKROMIUM ORGANIK YANG DISUPLEMENTASI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN pH RUMEN | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kadar glukosa darah dan pH rumen domba yang disuplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan tepung rumput laut (Gracilaria sp) pada pakan basal berkromium organik. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai tanggal 1 Agustus – 1 November bertempat di Gunung Tugel Farm Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan berupa 18 ekor domba ekor tipis jantan dengan rataan bobot awal 15±2 Kg, pakan basal yang diberikan sebanyak 4,5% BK/Kg BB. Metode penelitian ini berupa in vivo dengan rancangan acak lengkap (RAL). Ada tiga perlakuan dan enam ulangan yang diuji cobakan yaitu R0 sebagai pakan basal (65% rumput lapang + 30% konsentrat + 5% tepung indigofera), R1 (pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih), R2 (pakan basal + 3,6% tepung rumput laut). Variabel yang diukur adalah kadar glukosa darah dan pH cairan rumen. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan kadar glukosa darah yaitu R0 = 53,07 ± 7,94 mg/dL, R1 = 35,26 ± 7,51 mg/dL, R2 = 47,25 ± 10,79 mg/dL dan rataan pH cairan rumen yaitu R0 = 6,36 ± 0,12, R1 = 6,43 ± 0,20, dan R2 = 6,28 ± 0,24. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pH rumen, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar glukosa darah. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata antara pakan kontrol R0 dengan perlakuan R1 (P<0,01), namun antar perlakuan R1 dan R2 tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung rumput laut sebanyak 3,6% atau tepung bawang putih sebanyak 250 ppm pada pakan basal berkromium organik mampu menghasilkan kadar glukosa darah yang normal dan nilai pH rumen yang ideal. | This study aimed to determine the alteration of plasma glucose levels and rumen pH fluid of thin tailed sheep supplemented with garlic flour and seaweed flour in organic chromium basal feed. This study conducted for three months, starting from 1st of August 2020 until 1st of November 2020 in Gunung Tugel Farm Banyumas and the animal feedstuff laboratory of animal science faculty, of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used were 18 male thin tail sheep with the means of live weight of 15 ± 2 kg, given basal feed 4.5% (on dry matter basis) which was calculated based on body weight. This research method was an experimental in vivo using completely randomized design (CRD). There were three treatments and six replications that were tested, namely R0 as basal feed (65% field grass + 30% concentrate + 5% indigofera flour), R1 (basal feed + 250 ppm garlic flour), R2 (basal feed + 3.6 % seaweed flour). The variables measured were plasma glucose levels and rumen fluid pH. The data were analyzed using analysis of variance. The means of plasma glucose levels were R0 = 53.07 ± 7.94 mg / dL, R1 = 35.26 ± 7.51 mg / dL, R2 = 47.25 ± 10.79 mg / dL and the means of rumen pH fluid was R0 = 6.36 ± 0.12, R1 = 6.43 ± 0.20, and R2 = 6.28 ± 0.24. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect on rumen pH, however it had a significant effect (P<0,05) on blood glucose levels. Further test results showed that there was a very significant difference between the control feed R0 and treatment R1 (P<0.01), but between treatments R1 and R2 did not show any significant differences between treatments (P>0.05). In conclusion, supplementation of 250 ppm garlic flour or 3,6% seaweed flour in organic chromium basal feed could maintanance glucose levels and an ideal pH of ruminal fluid. | |
| 28691 | 32034 | A1D017098 | PENGARUH JENIS AMELIORAN TERHADAP ADSORPSI ION LOGAM Fe (II) DAN Mn (II) PADA TANAH INCEPTISOL DI BALINGTAN PATI | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kapasitas adsorpsi maksimum tanah inceptisol Pati terhadap ion logam Fe dan Mn, (2) mengetahui pengaruh terbaik diantara dosis dan jenis pupuk kandang terhadap ion logam Fe dan Mn. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting untuk mendukung kegiatan pertanian. Penelitian ini menggunakan Metode analisis yang berupa metode spektrofotometri serapan ataom (SSA) serta dengan pendekatan metode Langmuir. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis pupuk kandang yaitu sapi, kambing, dan ayam, serta penambahan faktor dosis yang meliputi 0 (kontrol), 5 , 10, dan 20 ton/ha. Data yang dihasilkan spektrofotometri merupakan data mentah yang dilanjutkan dengan metode Langmuir untuk didapatkan data akhir (data serapan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi maksimum ion logam Fe oleh tanah inseptisol Pati adalah sebesar 156,25 mg/g. Sedangkan, kapasitas adsorpsi maksimum ion logam Mn oleh tanah inseptisol Pati adalah sebesar 19,45 mg/g. Terdapat interaksi Pengaruh perlakuan terbaik pada adsorpsi ion logam Fe dan Mn oleh tanah inseptisol Pati adalah pupuk kandang ayam dengan dosis 20 ton/ha (A1B3). Pupuk kandang ayam dengan dosis 20 ton/ha memiliki rata-rata nilai adsorpsi ion logam tertinggi yaitu 169.49 mg/g untuk Fe dan 35.80 mg/g untuk Mn. | This study aims to (1) the maximum adsorption threshold of starch inceptisol soil against Fe and Mn metal ions, (2) the good effect between dosage and type of manure on Fe and Mn metal ions. The results of this study are expected to provide important information to support agricultural activities. This study uses analytical methods in the form of Atoms absorption spectrophotometry (AAS) and Langmuir method approaches. In this study, three types of manure were used, namely cow, goat, and chicken, and the addition of dosage factors which included 0 (control), 5, 10, and 20 tons / ha. The data generated by spectrophotometry is raw data which is carried out by the Langmuir method to obtain the final data (absorption data). The results showed that the maximum adsorption capacity of Fe metal ions by starch inceptisol soil was 156.25 mg / g. Meanwhile, the maximum adsorption capacity of Mn metal ions by starch inceptisol soil was 19.45 mg / g. The interaction effect of the best treatment on the adsorption of Fe and Mn metal ions by inceptisol soil Starch is chicken manure with a dose of 20 tonnes / ha (A1B3). Chicken manure with a dose of 20 tonnes / ha had the highest average ion adsorption value of 169.49 mg / g for Fe and 35.80 mg / g for Mn. | |
| 28692 | 32038 | D1A017130 | SUPLEMENTASI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) PADA PAKAN DOMBA BERKROMIUM ORGANIK TERHADAP KECERNAAN SERAT DAN PROTEIN KASAR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung bawang putih (Allium sativum) dan tepung rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap kecernaan serat dan protein kasar pada pakan ternak domba yang diberi kromium organik. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Juli sampai Desember 2020 di Kandang Domba Gunung Tugel dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah domba ekor tipis jantan muda sebanyak 18 ekor dengan rataan bobot awal 15 ± 2 kg. Pakan basal terdiri dari rumput lapang 60% dan konsentrat 40% yang diberikan setiap pagi dan sore hari. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan total 3 (tiga) perlakuan dan 6 (enam) ulangan dengan perlakuan yaitu R0 (pakan basal + 1,5 ppm mikro mineral Kromium organik), R1 (R0 + 250 ppm tepung bawang putih (Allium sativum)), dan R2 (R0 + 3,6% tepung rumput laut (Gracilaria sp.)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kecernaan serat kasar tertinggi pada R1 (R0 + 250 ppm tepung bawang putih) yaitu 76,06 ± 2,22% dan kecernaan protein kasar tertinggi yaitu 84,00 ± 2,28%. Hasil analisis variansi menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasar (KcSK) dan kecernaan protein kasar (KcPK). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Suplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) pada pakan domba berkromium organik mampu meningkatkan kecernaan serat dan protein kasar. (2) Suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) pada pakan domba berkromium organik memberikan hasil yang sama dengan pakan kontrol. | The study aims to determine the effect of garlic flour (Allium sativum) and seaweed flour (Gracilaria sp.) against the digestibility of crude fiber and crude protein on the feed of sheep given organic Chromium. The study was conducted for 5 months from July until December 2020 in Gunung Tugel Farm and Feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The material used is 18 young thin-tailed rams with an initial weight of 15 ± 2 kg. The Basal feed consists were 60% forage (grass land) and 40% of concentrate that is given in every morning and evening. The experimental design that used is Completely Randomized Design with a total of 3 (three) treatments and 6 (six) replications with treatment that is R0 (The basal feed + 1.5 ppm of Chromium Organic Minerals), R1 (R0 + 250 ppm of garlic flour (Allium sativum), and R2 (R0 + 3.6% of seaweed flour (Gracilaria sp.). The results of the study showed that the highest digestibility rate of crude fiber is R1 ((R0 + 250 ppm of garlic flour (Allium sativum) that is 76.06 ± 2.22% and the highest digestibility of crude protein that is 84.00 ± 2.28%. Analyze of variance showed that the treatment of both variable had a significant effect (P<0.05) against digestibility of crude fiber and digestibility of crude protein. Based on the study, it concluded that (1) The supplementation of garlic flour (Allium sativum) on the mineral Chromium organical feed is enable to increase the digestibility of crude fiber and crude protein. (2) The supplementation of seaweed flour (Gracilaria sp.) on the mineral Chromium organic feed gives the same result as the feed control. | |
| 28693 | 32039 | C1C016091 | Pengaruh Filosofi Moral Mahasiswa Akuntansi Terhadap Penilaian Etis Atas Manajemen Laba | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penilaian etis atas praktik manajemen laba berdasarkan filosofi moral individu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuisioner. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 Akuntansi FEB Universitas Jenderal Soedirman yang sudah menyelesaikan mata kuliah etika bisnis dan teori akuntansi. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel diperoleh sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan penilaian etis atas manajemen laba berdasarkan kelompok filosofi moral individu, (2) Kelompok absolutists menilai praktik manajemen laba lebih keras dibanding kelompok situationists, exceptionists, dan subjectivists. Implikasi dari penelitian ini bahwa etika adalah suatu hal mendasar yang harus dipahami para mahasiswa. Mahasiswa akuntansi merupakan calon tenaga kerja yang akan berkarir atau berprofesi sebagai akuntan. Sensitivitas mahasiswa terhadap isu-isu etis perlu untuk dibangun agar di masa mendatang para mahasiswa dapat mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang tidak melanggar etika yang berlaku di dunia kerja maupun di masyarakat. | This study aims to determine in ethical judgments on earnings management practices based on personal moral philosopies. This is a quantitative research using primary data that is obtained through questionnaires. The population in this study were students from Undergraduate Accounting of FEB Universitas Jenderal Soedirman who had completed the Business Ethics class and Accounting Theory class. Sampling using simple random sampling and obtain a sample of 100 respondents. The results in this study indicate that : (1) There differences in ethical judgments on earnings management practices based on personal moral philosopies, (2) Absolutists judge earning managements practices more harshly than situationists, exceptionist, and subjectivists. The implication of this research is that ethics is the most basic thing that students must have. Accounting students are those who will have a career or work as accountants. Students sensitivity to ethical issues needs to be built so that in the future they can make decisions and take actions that do not violate the prevailing ethics in work and society. | |
| 28694 | 32042 | F1A017054 | HUBUNGAN PEMANFAATAN TELEPON PINTAR DAN SOSIALISASI TEMAN SEBAYA DENGAN MINAT MEMBACA BUKU | Penelitian ini menjelaskan hubungan antara pemanfaatan telepon pintar dan sosialisasi dengan teman sebaya terhadap minat membaca buku siswa. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Ciamis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 persen dari jumlah total 557 siswa yaitu sebanyak 233 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportionate stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah tabel silang dan uji korelasi tau kendall. Nilai korelasi antara variabel pemanfaatan telepon pintar dengan minat baca siswa menunjukkan hasil sebesar 0,048 dan nilai signifikasi sebesar 0,441 menunjukkan bahwa hubungan antarvariabel tidak signifikan. Arah hubungan kedua variabel tersebut positif namun sangat lemah dan tidak signifikan pada taraf 0,05 yang artinya hubungan kedua variabel tidak bisa digeneralisasikan. Sedangkan nilai korelasi antara sosialisasi teman sebaya dengan minat membaca buku menunjukkan hasil sebesar 0,154 dan nilai signifikasi sebesar 0,013. Hubungan kedua variabel tersebut positif dan dapat digeneralisasikan. Hipotesis dalam penelitian ini terbukti bahwa terdapat hubungan yang positif antara pemanfaatan telepon pintar dan sosialisasi teman sebaya dengan minat membaca buku siswa. | This study explains the relationship between the use of smart phones and socialization with peers on students' interest in reading books. The target of this research is students of class XII at SMK Negeri 1 Ciamis. This research was conducted using an associative quantitative approach with a survey method. The number of samples taken was 40 percent of the total number of 557 students, namely 233 students. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling. The analytical method used is the cross table and the tau Kendall correlation test.The correlation value between the variable use of smart phones and students' reading interest shows a result of 0.048 and a significance value of 0.441 indicating that the relationship between variables is not significant. The direction of the relationship between the two variables is positive but very weak and insignificant at the 0.05 level, which means that the relationship between the two variables cannot be generalized. Meanwhile, the correlation value between peer socialization and interest in reading books shows a result of 0.154 and a significance value of 0.013. The relationship between the two variables is positive and can be generalized. The hypothesis in this study is proven that there is a positive relationship between the use of smart phones and peer socialization with students' interest in reading books. | |
| 28695 | 32043 | E1A015195 | EFEKTIVITAS HUKUM PELAKSANAAN TUGAS BIDAN BERDASARKAN PELIMPAHAN WEWENANG MANDAT DOKTER KANDUNGAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN (Studi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum pelaksanaan tugas bidan berdasarkan pelimpahan wewenang mandat dokter kandungan dalam pelayanan kebidanan dan pengaruh faktor kedisiplinan kerja, motivasi kerja dan kerja sama terhadap efektivitas hukum pelaksanaan tugas bidan berdasarkan pelimpahan wewenang mandat dokter kandungan dalam pelayanan kebidanan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dengan responden sebanyak 30 (tiga puluh) bidan. Pengambilan sempel mengunakan simple random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas hukum pelaksanaan tugas bidan berdasarkan pelimpahan wewenang mandat dokter kandungan dalam pelayanan kebidanan adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (indikator) meliputi efektifnya bentuk pelaksanaan pelimpahan wewenang mandat dokter kandungan, efektifnya tanggung jawab pelaksanaan pelimpahan wewenang mandat, efektifnya sistem pengawasan pelimpahan wewenang mandat, efektifnya sistem evaluasi pelimpahan wewenang mandat. Faktor kedisiplinan, motivasi, dan kerja sama berpengaruh secara positif terhadap efektivitas hukum pelaksanaan tugas bidan berdasarkan pelimpahan wewenang mandat dokter kandungan dalam pelayanan kebidanan. | This study aims to determine the legal effectiveness of the implementation of midwifery duties based on the delegation of the mandate of obstetricians in midwifery services and the influence of work discipline, work motivation and cooperation factors on the legal effectiveness of midwifery implementation based on the delegation of mandate authority for obstetricians in midwifery services at Regional General Hospitals Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located at the Regional General Hospital dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga with 30 (thirty) midwives as respondents. Samples were taken using simple random sampling. The data used include primary data and secondary data obtained through questionnaires, documentaries and literature methods. The data were processed using coding, editing, and tabulation techniques and then analyzed with analysis frequency distribution, cross-table analysis, content analysis and comparison analysis. The results showed that the level of legal effectiveness in the implementation of midwifery duties based on the delegation of the mandate of obstetricians in midwifery services was effective. This is evidenced by the results of research on 4 (indicators) covering the effective form of the implementation of the delegation of the mandate of the obstetrician, the effectiveness of the implementation of the delegation of mandate authority, the effectiveness of the monitoring system for the delegation of mandate authority, the effective evaluation system for the delegation of mandate authority. The factors of discipline, motivation, and cooperation have a positive effect on the effectiveness of the law in implementing the duties of a midwife based on the delegation of mandate of obstetricians in midwifery services. | |
| 28696 | 32045 | E1A014022 | PERLINDUNGAN HUKUM TERAPIS GIGI DAN MULUT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi vertikal pengaturan dan bentuk perlindungan hukum terapis gigi dan mulut dalam memberikan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaturan perlindungan hukum terapis gigi dan mulut dalam memberikan asuhan kesehatan gigi dan mulut telah menunjukkan adanya sinkronisasi. Artinya peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sejalan/sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum terapis gigi dan mulut dalam memberikan asuhan kesehatan gigi dan mulut dalam struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia meliputi: jaminan pengaturan memperoleh hak-hak sebagai anggota Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia, jaminan pengaturan memperoleh perlindungan hukum; jaminan pengaturan memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari klien dan/atau keluarganya dan penerima pelayanan kesehatan; jaminan pengaturan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan; jaminan pengaturan memperoleh imbalan jasa; jaminan pengaturan memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama; jaminan pengaturan pengembangan profesi; jaminan pengaturan untuk menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan peraturan; dan jaminan pengaturan hak lainnya. | This study aims to determine the vertical synchronization of legal protection arrangements for oral and dental therapists in providing dental and oral health care in the structure of Indonesian legislation. The research method used in this research is a normative juridical method with a statutory approach method (Statute Approach), an analytical approach (Analytical Approach), a conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used were legal inventory and legal synchronization. Types and sources of data used are secondary data obtained through library research and documentary studies. Based on the research results, it can be concluded that the regulation regarding legal protection of oral and dental therapists in providing dental and oral health care has shown synchronization. This means that regulations with a lower degree are in line with / in accordance with regulations of a higher degree and regulations of a higher degree are the basis for the formation of lower regulations. However, the regulation of legal protection for oral and dental therapists in the Minister of Health Regulation No. 20/2016 is not as comprehensive as Law No. 36 of 2014. The form of legal protection for dental and oral therapists in providing dental and oral health care in the structure of legislation in Indonesia includes: regulatory guarantees to obtain rights as members of the Indonesian Dental and Oral Therapists Association, regulatory guarantees to obtain legal protection ; regulatory guarantees to obtain complete and correct information from clients and / or their families and recipients of health services; guarantee of arrangements for carrying out tasks in accordance with competence and authority; guarantee arrangements for obtaining compensation for services; Regulatory guarantee to obtain protection for occupational safety and health, treatment in accordance with human dignity, morals, morals, and religious values; guarantee of professional development arrangements; regulatory guarantees to refuse the wishes of health service recipients that are against the regulations; and guarantees of other rights arrangements. | |
| 28697 | 32046 | L1B015024 | UJI PROTEOLITIK DAN AMILOLITIK BAKTERI SALURAN PENCERNAAN SIDAT (Anguilla bicolor) DARI DESA PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK | Keberadaan bakteri menguntungkan pada saluran pencernaan banyak dimanfaatkan sebagai sumber pembuatan probiotik. Salah satu metode seleksi bakteri probiotik dilakukan dengan uji sifat hidrolisisnya terhadap bahan pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan bakteri yang bersifat proteolitik dan atau amilolitik dan aktivitasnya dari pencernaan sidat (A. bicolor). Sampel sidat berjumlah 12 ekor yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Pantai Kili-Kili, Desa Panggul, Kabupaten Trenggalek. Analisis kelimpahan bakteri dilakukan dengan metode TPC (Total Plate Count), data yang didapat dianalisis menggunakan Anova. Pengujian Gram KOH dianalisis menggunakan larutan KOH 3%. Selanjutnya isolat diinokulasikan pada media skim milk agar, starch agar dan bacillus agar. Analisis Anova pada kelimpahan bakteri terhadap perbedaan kelompok ukuran menunjukkan hasil non-signifikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 sampel dari 12 sampel bakteri yang memiliki aktivitas proteolitik dan 9 dari 12 sampel bakteri yang menunjukan aktivitas amilolitik. Indeks proteolitik berkisar antara 1,1– 3,3. Sedangkan Indeks amilolitik berkisar antara 0,8 – 2,3. Genus Bacillus memunjukkan aktivitas proteolitik dan amilolitik. B. megaterium dan B. pumilus merupakan Bacillus yang memiliki aktivitas keduanya. Sedangkan B. subtilis hanya menunjukan aktivitas proteolitik. | The existence of beneficial bacteria in the digestive tract of fish is widely used as a source of probiotics. One method of selecting probiotic bacteria is by testing the hydrolysis properties of feed ingredients. The purpose of this study was to determine the presence of proteolytic and / or amylolytic bacteria and their activity from eel digestion (A. bicolor). The sample of 12 eels was obtained from the catch of fishermen on Panggul Village, Trenggalek Regency. Analysis of the abundance of bacteria was carried out using the TPC (Total Plate Count) method, the data obtained were analyzed using Anova. The Gram KOH test was analyzed using a 3% KOH solution. Furthermore, the isolates were inoculated on skim milk agar, starch agar and bacillus agar. Anova analysis on bacterial abundance on group differences in size showed non-significant results. The results showed that there were 8 samples from 12 bacteria samples that had proteolytic activity and 9 out of 12 bacteria samples that showed amylolytic activity. The proteolytic index ranges from 1.1 - 3.3. While the amylolytic index ranges from 0.8 - 2.3. The genus Bacillus exhibits proteolytic and amylolytic activity. B. megaterium and B. pumilus are Bacillus which have both activity. Whereas B. subtilis only shows proteolytic activity | |
| 28698 | 32048 | E1A016067 | KEBIJAKAN PERALIHAN STATUS PEGAWAI NON PNS MENJADI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA BERDASARKAN PP 49 TAHUN 2018 TENTANG MANAJEMEN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA | Penulisan hukum dengan judul Kebijakan peralihan status pegawai non PNS menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berdasarkan PP 49 Tahun 2018 Tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan peralihan pegawai non PNS menjadi PPPK dan untuk menganalisis standar dan kriteria menjadi PPPK. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (StatuteApproach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Dalam penelitian ini sumber bahan hukum yang dilakukan adalah data primer dan sekunder dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peralihan status pegawai non PNS menjadi PPPK berdasarkan PP 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja pengangkatan secara otomatis pegawai non PNS menjadi PNS sudah tidak berlaku lagi, sehingga pegawai non PNS tersebut harus memenuhi syarat dan lolos seleksi administrasi, kompetensi, dan wawancara yang pelaksanaannya mirip dengan seleksi CPNS. | Writing laws with the title of the Policy of the transitional status of Non-Civil Servant to be Government Employees with Employment Agreements based on PP 49-Year 2018 On the Management of Government Employees with Employment Agreements. This study aims to analyze the policy of the transition of Non-Civil Servant to be Government Employees with Employment Agreements and to analyze the standards and criteria to be Government Employees with Employment Agreements. This study uses a type of normative juridical research, with the approach of legislation (StatuteApproach), a conceptual approach (Conceptual Approach). In this study the source of the material law is the primary and secondary data and data analysis was conducted in the normative qualitative. Based on the results of research and discussion, Non-Civil Servant to be Government Employees with Employment Agreements must meet the requirements and passed the administrative selection and terms of competence in accordance with the provisions of regulation No. 49 Year 2018 On the Management of Government Employees with Employment Agreements. | |
| 28699 | 32049 | F1C017034 | Komunikasi Inklusif Guru dengan Anak Down Syndrome dalam Pembelajaran Jarak Jauh di SLB Negeri 8 Jakarta pada Era Pandemi Covid-19 | Merebaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo menghimbau agar masyarakat tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 termasuk kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran yang dilakukan dari rumah diterapkan dari TK hingga Perguruan Tinggi termasuk pada SLB Negeri 8 Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru melakukan komunikasi inkslusif dengan siswa down syndrome dalam pembelajaran jarak jauh pada era pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan responden menggunakan purposive sampling (sampling bertujuan) dengan jumlah responden sebanyak empat informan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis menurut Miles & Huberman yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, Peneliti menggunakan teori inclusive special education theory. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi inklusif yang dilakukan oleh guru tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan orang tua. Situasi pandemi COVID-19 ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan orangtua anak down syndrome yang membuat pembelajaran jarak jauh bagi anak down syndrome masih memiliki kekurangan diantaranya konektivitas internet yang buruk, orangtua mengalami kesulitan menggunakan teknologi, aktivitas orangtua dan anak yang kerapkali berbenturan dan mood anak down syndrome yang berubah-ubah ditengah pembelajaran. | Merebaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo menghimbau agar masyarakat tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah untuk menekan angka penyebaran COVID-19 termasuk kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran yang dilakukan dari rumah diterapkan dari TK hingga Perguruan Tinggi termasuk pada SLB Negeri 8 Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru melakukan komunikasi inkslusif dengan siswa down syndrome dalam pembelajaran jarak jauh pada era pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan responden menggunakan purposive sampling (sampling bertujuan) dengan jumlah responden sebanyak empat informan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis menurut Miles & Huberman yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, Peneliti menggunakan teori inclusive special education theory. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi inklusif yang dilakukan oleh guru tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan orang tua. Situasi pandemi COVID-19 ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan orangtua anak down syndrome yang membuat pembelajaran jarak jauh bagi anak down syndrome masih memiliki kekurangan diantaranya konektivitas internet yang buruk, orangtua mengalami kesulitan menggunakan teknologi, aktivitas orangtua dan anak yang kerapkali berbenturan dan mood anak down syndrome yang berubah-ubah ditengah pembelajaran. Abstract The outbreak of positive cases of COVID-19 in Indonesia has prompted President Joko Widodo to urge people to continue learning, working and worshiping from home to reduce the spread of COVID-19, including teaching and learning activities to be carried out online. Distance learning is applied from kindergarten to university students, including in SLB Negeri 8 Jakarta. This study aims to describe teachers inclusive communication with Down syndrome students in distance learning at the era of the COVID-19 pandemic. This study used descriptive qualitative method with the purposive sampling technique with four informants. This study used an analytical technique according to Miles & Huberman which divided into three parts data reduction, data presentation and conclusion drawing. Researchers used the theory of inclusive special education theory. The result indicated Inclusive communication carried out by teachers need assistance of the parents. COVID-19 is a challenge for teachers and parents, that makes distance learning for Down syndrome children has trouble such as bad internet connectivity, difficulty using technology, inappropriate activities of children and parents, also the mood of Down syndrome children that can easily changes in the middle of learning. | |
| 28700 | 32005 | E1A015176 | BANTUAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA HUMAN TRAFFICKING (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS) | Semakin terorganisirnya kejahatan human trafficking, semakin sulit memberikan perlindungan kepada korban karena kejahatan tersebut telah menjadi kejahatan transnasional, struktural dan sistematis. Penting untuk melakukan penelitian mengenai perlindungan terhadap korban tindak pidana human trafficking. Bantuan hukum yang diberikan melalui pengadilan dan Lembaga Bantuan Hukum merupakan bantuan hukum yang dirancang untuk mengurangi beban masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi, dan juga berguna untuk menegakkan keadilan dan perlindungan hukum terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap korban tindak pidana human trafficking di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis data secara kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan, kemudian disajikan dan disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pemberian bantuan hukum terhadap korban tindak pidana human trafficking di wilayah Kabupaten Banyumas sudah memberikan bantuan hukum terhadap korban tindak pidana human trafficking sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Adapun kendal-kendala yang dihadapi yaitu faktor sarana dan fasilitas yang mendukung penegak hukum yaitu keterbatasan dana dan tidak adanya psikolog. | The more organized crimes of human trafficking, the more difficult it is to protect victims because the crime has become a transnational, structural, and systematic crime. It is important to research the protection of victims of crimes human trafficking. Legal aid provided through courts and legal aid institutions is legal aid designed to reduce the burden on economically disadvantaged communities and is also useful for upholding justice and legal protection for society. This study aims to determine and analyze the implementation of the provision of legal aid to victims of human trafficking in the Banyumas Regency area. This study used a qualitative data analysis method with a sociological juridical approach and a descriptive analysis research specification. Sources of data used are primary data and secondary data obtained through interviews and literature study, then presented and arranged systematically. The results showed that the implementation of the provision of legal aid to victims of human trafficking in the Banyumas Regency area has provided legal assistance to victims of human trafficking by existing laws and regulations. The constraints faced are the means and facilities that support law enforcement, namely limited funds and the absence of a psychologist. |