Artikelilmiahs
Menampilkan 28.641-28.660 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28641 | 31985 | D1A017084 | Tingkat Infeksi dan Identifikasi Cestodiasis pada Sapi Potong berbagai umur di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi cestodiasis dan mengidentidikasi jenis Cestoda pada sapi potong berbagai umur di Kecamatan Sumbang. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2020 sampai dengan 3 Januari 2021 di peternakan sapi potong Kecamatan Sumbang. Sasaran dari penelitian ini yaitu sapi potong dengan periode pedet (1-8 bulan), muda (9-18 bulan) dan dewasa (>18 bulan). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu feses sapi potong sebanyak 5 gram per ekor dengan masing-masing periode 32 ekor. Variabel yang diukur yaitu tingkat infeksi cestodiasis dan species Moniezia sp. Data analisis dengan menggunakan metode deskriptif dan chi square. Jenis Moniezia yang menginfeksi adalah Moniezia benedini dan Moniezia expansa. Tingkat infeksi Cestodiasis periode pedet sebesar 8,33%, periode muda sebesar 11,46%, periode Dewasa sebesar 7,29%. Hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat infeksi Cestodiasis pada sapi potong di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dapat dikategorikan sedang. P > 0,05 menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat infeksi cestodiasis pada sapi potong berbagai umur di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat infeksi cestodiasis tidak berbeda nyata pada sapi periode pedet, muda, dan dewasa. | ABSTRACT The research aims to determine the rate of cestodiasis infection and identify the type of Cestoda in beef cattle of various ages in Sumbang Subdistrict. Data collection was carried out on 29 October 2020 to 3 January 2021 at the cattle farm in Sumbang Subdistrict. The targets of this study were cattle with calf periods (1-8 months), veal (9-18 months) and adults (> 18 months). The research method used is a survey method with purposive sampling technique sampling. The sample used was beef cattle feces as much as 5 grams per head with 32 cows for each period. The variables measured were the infection rate of cestodiasis and species Moniezia sp. The data were analyzed using descriptive methods and chi square. The types of Moniezia that infect are Moniezia benedini and Moniezia expansa. The infection rate of cestodiasis in calf period was 8.33%, veal period was 11.46%, adult period was 7.29%. These results indicate that the infection rate of Cestodiasis in cattle in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency can be categorized as moderate. P > 0.05 indicates that there is no difference in the infection rate of cestodiasis in beef cattle of various ages in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. The conclusion of this study is that the infection rate of cestodiasis is not significantly different in calves, veal and adult cattle. | |
| 28642 | 32066 | H1B017036 | DETEKSI BENCANA BANJIR MENGGUNAKAN MODEL SHETRAN (SYSTEM HYDROLOGY EUROPEAN TRANSPORT) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM | Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Dampak dari bencana banjir dapat berupa kerugian secara materil maupun non-materil dan dapat mengakibatkan korban jiwa. Deteksi bencana banjir diperlukan agar dapat menanggulangi dan memitigasi kejadian bencana banjir yang dapat mengurang kerugian maupun korban jiwa. Nilai kedalaman air freatik adalah nilai dari kedalaman tanah dangkal diatas lapisan permeabilitas yang dapat digunakan sebagai salah satu parameter deteksi banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi kejadian banjir yang terjadi pada tahun 2001 sampai tahun 2013 di DAS Citarum dengan resolusi data sebesar 1 Km x 1 Km dan mengetahui debit yang terjadi di sungai. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah model fisik SHETRAN dengan menggunakan data inptan yaitu data hidroklimatologi dan data spasial yang berupa data Digital Elevation Model (DEM), data Land Use Land Cover (LULC), data propertis tanah Harmonized Soil World Database (HSWD), data curah hujan satelit TRMM dan data evaporasi Global Land Evaporational Amsterdam Model (GLEAM). Dari penelitian ini didapatkan bahwa model hidrologi SHETRAN dapat digunakan sebagai deteksi banjir bukan hanya di DAS Citarum, namun dapat dilakukan diberbagai DAS di Indonesia. | Flood disaster is one of the natural disasters that often occurs in Indonesia. The impact of a flood disaster can be in the form of material or non-material losses and can cause casualties. Flood disaster detection is needed in order to cope with and mitigate flood disaster events that can reduce losses and casualties. The value of the phreatic water depth is the value of the shallow soil depth above the permeability layer which can be used as one of the flood detection parameters. The purpose of this study was to detect flood events that occurred in 2001 to 2013 in the Citarum watershed with a data resolution of 1 km x 1 km and determine the discharge that occurred in the river. The method used in this research is the SHETRAN physical model using input data, namely hydro-climatological data and spatial data in the form of Digital Elevation Model (DEM) data, Land Use Land Cover (LULC) data, soil property data Harmonized Soil World Database (HSWD). , TRMM satellite rainfall data and theevaporation data Global Land Evaporational Amsterdam Model (GLEAM). From this research, it was found that the SHETRAN hydrological model can be used as flood detection not only in the Citarum watershed, but can be done in various watersheds in Indonesia. | |
| 28643 | 31988 | F1D017010 | Konflik Politik Pembebasan Tanah Dalam Pembangunan Bendungan Leuwikeris Di Desa Ancol Kabupaten Tasikmalaya | Konflik politik dalam pembebasan tanah dalam pembangunan Bendungan Leuwikeris yang berada di Desa Ancol Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pada teori Rafl Dahrendorf dalam dinamika konflik politik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif serta penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Kemudian di analisis menggunakan analisis Miles and Huberman yang terbagi menjadi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian ini menunjukan bahwa dalam konflik pembebasan tanah guna pembangunan Bendungan Leuwikeris terjadi karena tidak ada kesetaraan harga tanah masyarakat Desa Ancol dengan harga tanah di Kabupaten Ciamis. Selain itu, tidak adanya sosialisasi dan transfaransi dokumen yang berkaitan tanah masyarakat membuat masyarakat kecewa terhadap aktor pembangunan Bendungan Leuwikeris. Maka muncullah penolakan dari masyarakat dalam pembangunan Bendungan Leuwikeris tersebut. Namun, upaya penyelesaian konflik sudah dilakukan seperti, pengaduan, mengirim surat kepada presiden, serta negoisasi. | Political conflict over land acquisition in the construction of the Leuwikeris Dam in Ancol Village, Tasikmalaya Regency. This research uses Rafl Dahrendorf's theory in the dynamics of political conflict. The research method used is qualitative analysis and this research was conducted by interview, observation and documentation. Then analyzed using the analysis of Miles and Huberman which is divided into three components, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the land acquisition conflict for the construction of the Leuwikeris Dam occurred because there was no equality in the land price of the Ancol Village community with the land price in Ciamis Regency. In addition, the absence of socialization and transparency of documents relating to community lands has made the community disappointed with the actors of the Leuwikeris Dam construction. Then there was resistance from the community in the construction of the Leuwikeris Dam. However, efforts to resolve conflicts have been made, such as complaints, sending letters to the president, and negotiations. | |
| 28644 | 31989 | E1A017034 | TANGGUNG JAWAB HUKUM PRODUSEN OBAT TRADISIONAL TERHADAP KEAMANAN OBAT TRADISIONAL BAGI PASIEN | TANGGUNG JAWAB HUKUM PRODUSEN OBAT TRADISIONAL TERHADAP KEAMANAN OBAT TRADISIONAL BAGI PASIEN Oleh : Nani Suryani E1A017034 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan tanggung jawab hukum produsen obat tradisional terhadap keamanan obat tradisional bagi pasien dan bentuk tanggung jawab hukum produsen obat tradisional terhadap keamanan obat tradisional bagi pasien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengaturan tanggung jawab hukum produsen obat tradisional terhadap keamanan obat tradisional bagi pasien telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya telah menjadi dasar pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum produsen obat tradisional terhadap keamanan obat tradisional bagi pasien meliputi : tanggung jawab mengganti kerugian yang merupakan tanggung jawab dari hukum perdata. Tanggung jawab menjalankan sanksi pidana berupa pidana penjara dan denda sesuai dengan apa yang sudah tercantum dalam peraturan tersebut. Tanggung jawab menjalankan sanksi administratif berupa peringatan, peringatan keras, perintah penarikan produk dari peredaran, pengentian sementara dari kegiatan, atau pencabutan izin industri dan izin usaha, teguran lisan serta teguran tertulis. | LEGAL RESPONSIBILITY OF TRADITIONAL DRUG MANUFACTURERS TOWARDS THE SAFETY OF TRADITIONAL MEDICINES FOR PATIENTS By: Nani Suryani E1A017034 ABSTRACT This study aims to determine the synchronization of the legal responsibility of traditional medicine manufacturers towards the safety of traditional medicines for patients and the forms of legal responsibility of traditional medicine producers for the safety of traditional medicines for patients. This study uses a normative juridical research method. The approach method used is a statutory approach (Statue Approach), an analytical approach (Analytical Approach) and a conceptual approach (Conceptual Approach). with research specifications on the inventory of statutory regulations, legal synchronization, and in-concreto legal discoveries. Based on the results of the research conducted, it is found that the regulation of the legal responsibility of traditional medicine manufacturers for the safety of traditional medicines for patients has shown a level of synchronization. This means that regulations with a lower degree are in accordance with regulations of a higher degree and regulations of a higher degree have become the basis for the formation of lower regulations. The form of legal responsibility of traditional drug manufacturers for the safety of traditional medicines for patients includes: responsibility for compensation which is the responsibility of civil law. Responsibility for carrying out criminal sanctions in the form of imprisonment and fines in accordance with what is stated in the regulation. Responsibility for carrying out administrative sanctions in the form of warnings, stern warnings, orders to withdraw products from distribution, temporary suspension of activities, or revocation of industrial and business permits, verbal warnings and written warnings. | |
| 28645 | 31995 | E1A017244 | UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM OPTIMALISASI PERAN BADAN USAHA MILIK DESA PADA ERA PANDEMI COVID-19 (Studi di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga) | BUM Desa di wilayah Kecamatan Karangreja yang selama ini memiliki peran untuk meningkatkan perekonomian Desa, kondisinya akan semakin mengkhawatirkan apabila BUM Desa tidak mampu mempertahankan eksistensinya di tengah Pandemi COVID-19 ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan pemerintah desa dan kendala yang dihadapi dalam mengoptimalkan peran BUM Desa pada era pandemi COVID-19. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder dan primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumenter. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah Desa dalam mengoptimalkan BUM Desa pada era Pandemi COVID-19 diketahui melalui tiga pola hubungan yaitu: 1) Hubungan Susunan Organisasi; 2) Hubungan Kewenangan; 3) Hubungan Keuangan. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi: a) Dinamika kesadaran Pemerintah Desa dan kepercayaan masyarakat desa terhadap usaha yang dijalankan BUM Desa; b) Pengaruh kebijakan supra struktur Pemerintah Desa; c) Akses permodalan dan kecenderungan egosentris kebijakan; d) kapasitas kemampuan sumber daya pengelola BUM Desa; e) Kurangnya kerja sama dan komunikasi yang dilakukan oleh BUM Desa. | BUM Desa in the Karangreja Subdistrict area which has played a role in improving the village economy will be increasingly in a worrisome condition if BUM Desa is unable to maintain its existence amid this COVID-19 Pandemic. This study aims to identify and analyze the efforts made by the village government and the obstacles faced in optimizing the role of BUM Desa in the era of the COVID19 pandemic. The approach method used in this research is the normative juridical approach method. The research data comes from secondary and primary data. The data method was carried out by literature and documentary studies. The analysis method used in this research is normative qualitative. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the efforts made by the Village Government in optimizing the Village BUM during the COVID-19 Pandemic era were known through three relationship patterns, namely: 1) Relationship of Organizational Structure; 2) Authority Relationship; 3) Financial Relations. Meanwhile, the obstacles faced include: a) Dynamics of awareness of the Village Government and the trust of the village community in businesses run by BUM Desa; b) The influence of the supra structure policy of the Village Government; c) Access to capital and policy egocentric tendencies; d) the capacity of the management of BUM Desa resources; e) Lack of cooperation and communication carried out by BUM Desa. | |
| 28646 | 32296 | L1C017025 | UJI AKURASI KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR DENGAN PENDEKATAN SPASIO-TEMPORAL | Segara Anakan bagian timur merupakan daerah estuari yang sangat strategis. Lokasi yang dekat dengan pusat kota dan dialiri oleh 3 sungai besar yang menyebabkan banyak aktivitas alami dan antropogenik yang dapat mempengaruhi kesuburan perairan. Salah satu parameter untuk mengetahui kesuburan perairan adalah konsentrasi klorofil-a. Penelitian mengenai pengukuran konsentrasi klorofil-a ini dilakukan pada 6 lokasi (spasial) selama 3 musim (temporal). Metode yang digunakan adalah analisis laboratoris dan penginderaan jauh menggunakan satelit Sentinel-2, dan dilakukan uji akurasi. Didapatkan hasil uji laboratoris konsentrasi klorofil-a berkisar 1,167– 8,519 mg/m3, dan secara temporal berkisar 2,941– 8,820 mg/m3. Hasil penginderaan jauh menggunakan 2 persamaan, secara spasial didapat hasil 1,718 – 8,015 mg/m3 (persamaan I), dan 14,84 – 18,20 mg/m3 (persamaan II), sedangkan temporal berkisar 4,759 – 8,971 mg/m3 (persamaan I) dan 13,75 – 19,80 mg/m3 (persamaan II). Hasil uji akurasi pengukuran antara konsentrasi klorofil-a uji laboratoris dan penginderaan jauh menggunakan 2 persamaan, didapatkan nilai lebih baik pada persamaan I dengan y = 0,145 + 1,026 x, R2 = 0.90 r = 0,94, dibanding dengan hasil persaamaan II y = 15,58 + 0,426 x, R2 = 0,55, r = 0,74. | The eastern part of Segara Anakan is a very strategic estuary area. The location is close to the city center and is fed by 3 large rivers which cause many natural and anthropogenic activities that can affect the fertility of the waters. One of the parameters to determine water fertility is the chlorophyll-a concentration. This research regarding the measurement of chlorophyll-a concentration was carried out at 6 locations (spatial) for 3 seasons (temporal). The method used is laboratory analysis and remote sensing using the Sentinel-2 satellite, and the accuracy test is carried out. The laboratory test results showed that chlorophyll-a concentrations ranged from 1,167 - 8,519 mg/m3, and temporally ranged from 2,941 - 8,820 mg/m3. The results of remote sensing use 2 equations, spatially the results are 1,718 - 8,015 mg/m3 (equation I), and 14.84 - 18.20 mg/m3 (equation II), while the temporal range is 4,759 - 8,971 mg/m3 (equation I) and 13,75 – 19,80 mg / m3 (equation II). The results of the measurement accuracy between the chlorophyll-a concentration in the laboratory test and remote sensing using 2 equations, obtained a better value in equation I with y = 0,145 + 1,026 x, R2 = 0.90 r = 0.94, compared to the results of equation II y = 15,58 + 0,426 x, R2 = 0,55, r = 0,74. | |
| 28647 | 24153 | B1J014111 | ASPEK REPRODUKSI IKAN KATING (Mystus gulio) YANG TERTANGKAP di Kali Bodo, Jetis, Kabupaten Cilacap | Ikan kating (Mystus gulio) saat ini masuk dalam kategori tidak terancam punah, namun di alam terjadi penangkapan secara terus menerus oleh masyarakat, termasuk sekitar Perairan Kali Bodo, Jetis Kabupaten Cilacap, sehingga berpotensi menurunkan jumlah populasi di alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data aspek reproduksi, meliputi Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) pada ikan kating (Mystus gulio) yang tertangkap selama empat bulan, Agustus-November di Perairan Kali Bodo, Jetis, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini telah dilakukan di Perairan Kali Bodo, Jetis, Kabupaten Cilacap dengan metode survey menggunakan teknik purposive sampling. Ikan ditangkap menggunakan jaring nelayan sebanyak tiga kali ulangan pada setiap pengambilan sampel dan menggunakan 30 sample ikan pada setiap ulangan.Variabel dari penelitian ini adalah Aspek Reproduksi pada Ikan Kating. Parameter yang diukur adalah Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG). Data Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa ikan kating yang tertangkap dari Perairan Kali Bodo, Jetis, Kabupaten Cilacap pada bulan Agustus sampai November 2019 didominasi memiliki tingkat kematangan Gonad (TKG) III. Data Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan kating betina tertinggi diperoleh pada bulan Agustus 2019 sebesar 12% ±2,2 %. Disimpulkan bahwa reproduksi ikan kating Perairan Kali Bodo, Jetis, Kabupaten Cilacap pada bulan Agustus yang menghasilkan ikan tangkapan dengan TKG dan IKG tinggi. | Mystus gulio is a non domestic fish so far possibly in condition of extenive exploitation, in nature contonous capturing by people including at river or watery area location of Kali Bodo, Jetis Kabupaten Cilacap, Central java. Those action may decreased natural stock of the fish. This study report aim to get data in reproductive aspect namely Gonad Maturity Status (GMS) and Gonad Somatic Indext (GSI) of kating fish (Mystus gulio) captured during four months periods of August to November from watery area of Kali Bodo, Jetis, Cilacap Regency. This study has been conducted applied survey methode with purposive sampling technique. The fishes were captured using farmer netting normally use, three times replication at each sampling time. Total of 30 samples of fishes as research material.Variabel of this study was reproductive aspect of Kating fish. Parameter measure were Gonad Maturity Status (GMS) Gonado Somatic Indext (GSI). Quantitative data was statistically analisis and qualitative data was analize descriptively. Results shown that kating fish captured from Kali Bodo, Jetis, Cilacap regency during periode of August to November 2019 was dominated by GMS III. The highest GSI data of the female fish was from August 2019 captured whith average GSI of 12% ±2,2 %. So it can be concluded that the fish reproduction periode is near months of August since fish captured were in high GMS and high GSI condition. | |
| 28648 | 31990 | L1C015012 | PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP BENTUK PERTUMBUHAN DAN TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN TELUK MELANO KALIMANTAN BARAT | Penelitian ini berjudul Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Bentuk Pertumbuhan dan Tutupan Karang di Pantai Teluk Melano Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertumbuhan, tutupan karang, intensitas cahaya secara temporal, dan pengaruh intensitas cahaya terhadap tutupan karang di perairan Teluk Melano. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode survey dan sampel diambil mengunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan karang termasuk dalam kategori buruk (24,7%) sampai baik (63,3%). Terdapat 10 (sepuluh) bentuk pertumbuhan karang yaitu Acropora Branching, Acropora tabulate, Acropora Digitate, Massive, Branching, Submassive, Encrusting, Foliose, Mushroom dan Soft Coral. Rata–rata intensitas cahaya berkisar antara 3707 – 7611 lux. Intensitas cahaya memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap bentuk pertumbuhan dan tutupan karang. | This study entitled The Effect of Light Intensity on the coral life form and coral coverage in Teluk Melano Beach, West Kalimantan. This aims of study to determine life form, coral cover, light intensity temporally, and the influence of the light intensity on coral cover in Melano Bay waters. This research was held on March 10, 2020. Survey method was used in this research, and samples were taken using Line Intercept Transect (LIT) method. The research shows that the percentage of coral cover is in the bad (24.7%) to good (63.3%) categories. There are 10 (ten) coral life forms namely Acropora Branching, Acropora tabulate, Acropora Digitate, Massive, Branching, Submassive, Encrusting, Foliose, Mushroom and Soft Coral. The average light intensity ranges from 3707 - 7611 lux. Light intensity has a significant effect (P <0.05) to coral life form and coverage. | |
| 28649 | 31991 | D1A017014 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KUNYIT TERHADAP BOBOT TELUR DAN WARNA KUNING TELUR (YOLK) AYAM NIAGA PETELUR | ABSTRAK ANGGUN MARISA. Penelitian yang berjudul “Pengaruh Suplementasi Penambahan Tepung Kunyit terhadap Bobot Telur dan Warna Kuning Telut (yolk) Ayam Niaga Petelur”. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan suplementasi tepung kunyit terhadap peningkatan bobot telur dan perubahan warna kuning telur (yolk) semakin pekat atau cerah. Materi penelitian terdiri dari ayam niaga petelur sebanyak 80 ekor yang dipelihara selama 8 minggu, kandang baterai berisi 4 ayam yang dilengkapi dengan tempat pakan dan minum, peralatan yang digunakan untuk mengukur kualitas telur. Pakan ayam periode produksi, yang terdiri atas jagung giling (50%), dedak (25%) dan konsentrat (25%) dengan kandungan nutrient energi 2900 kcal/kg, protein kasar 17,5%, Ca 3%, P 1,6%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental yaitu penimbangan bobot telur dan warna kuning telur (yolk) yang ditambahkan dengan suplementasi tepung kunyit. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan P0:sebagai control, P1:1% tepung kunyit, P2:2% tepung kunyit, dan P3:3% tepung kunyit. Hasil analisis variansi bahwa penambahan tepung kunyit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur (yolk). Pemberian suplementasi tepung kunyit dalam pakan berpengaruh terhadap warna kuning telur, namun tidak berpengaruh terhadap warna kuning telur (yolk). Warna kuning telur tertinggi pada P3 dengan konsentrasi 3% dalam pakan. | ABSTRACT ANGGUN MARISA. The study entitled "The Effect of Turmeric Flour Supplementation on Egg Weight and Egg Yolk Color in Laying Commercial Hens." The purpose of this study was to determine the effect of the addition of turmeric flour supplementation on the increase in egg weight and discoloration of the yolk to become darker or lighter. The research material consisted of 80 laying commercial hens that were kept for 8 weeks, a battery cage containing 4 chickens equipped with a place to eat and drink, and the equipment used to measure egg quality. The production period for chicken feed consists of milled corn (50%), bran (25%), and concentrate (25%) with an energy nutrient content of 2900 kcal/kg, crude protein 17.5%, Ca 3%, P 1.6%. The research used an experimental method of weighing eggs and egg yolk coloring supplemented with turmeric flour. The research design was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment P0 :as control, P1 :1% turmeric flour, P2 :2% turmeric flour, and P3 :3% turmeric flour. Results of research on egg weight gain was P0 (48,256); P1 (49,846); P2 (51,388); P3 (53,14), and egg yolk color P0 (8,124); P1 (8,222); P2 (8,52); P3 (8,624). The results of the analysis of variance showed that the addition of turmeric flour had no significant effect (P> 0.05) on the egg's weight, but had a very significant effect (P <0.01) on the color of egg yolk (yolk). The highest egg yolk color was in P3 with a 3% concentration in the feed. | |
| 28650 | 31992 | A1A116001 | MOTIVASI PERAJIN GULA KELAPA BERALIH DARI GULA CETAK KE GULA SEMUT DI DESA TANGGERAN KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH | Kelompok Tani Sari Manggar Barokah merupakan kelompok tani yang mengusahakan gula semut dan memiliki standar organik dengan menerapkan Sistem Pengawasan Internal. Kelompok Tani berdiri tahun 2017 dan memiliki 45 anggota. Kelompok Tani terletak di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede yang merupakan salah satu daerah penghasil gula semut di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat motivasi perajin gula kelapa mengusahakan gula semut di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, (2) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi perajin gula kelapa beralih dari gula cetak ke gula semut di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2020 di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Metode analisis yang digunakan yaitu: (1) Uji Validitas, (2) Uji Reliabilitas, (3) Skala Likert, (4) Uji Asumsi Klasik, (5) Uji F, (6) Uji Koefisien Determinasi (R2), (7) Analisis Regresi Berganda, dan (8) Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi perajin mengusahakan gula semut kategori tinggi. Kelompok tani (X1), Internal Control System (ICS) (X2), proses produksi (X3), pengalaman usahatani (X4), jumlah tanggungan keluarga (X5), dan umur (X6) berpengaruh secara positif terhadap motivasi perajin gula kelapa beralih dari gula cetak ke gula semut, sedangkan tingkat pendidikan (X7) tidak berpengaruh terhadap motivasi perajin gula kelapa beralih dari gula cetak ke gula semut pada Kelompok Tani Sari Manggar Barokah. | Sari Manggar Barokah Farmer Group is a farmer group that cultivates coconut sugar and has organic standards by implementing an Internal Control System. Farmer Group was founded in 2017 and has 45 members. Farmer Group is located in Tanggeran Village, Somagede District which is one of the coconut sugar producing areas in Banyumas Regency. This study aims to:(1)determine the level of motivation of coconut sugar producers to cultivate coconut sugar in Tanggeran Village, Somagede District, Banyumas Regency,(2) Knowing what factors influence the motivation of coconut sugar producers to switch from brown sugar to coconut sugar in Tanggeran Village, Somagede District, Banyumas Regency. The research was conducted from August to September 2020 in Tanggeran Village, Somagede District, Banyumas Regency. The analytical methods used are: (1)Validity Test, (2)Reliability Test, (3)Likert Scale, (4)Classical Assumption Test, (5)F Test, (6) Determination Coefficient Test (R2), (7)Multiple Regression Analysis, and (8)t test. The results showed that the motivation level of the coconut sugar producers in cultivating organic coconut sugar was high. Farmer group (X1), Internal Control System (X2), production process (X3), farming experience (X4), number of dependents (X5), and age (X6) have a positive effect on the motivation of coconut sugar producers to switch from brown sugar to coconut sugar, while the level of education (X7) does not affect the motivation of coconut sugar producers to switch from brown sugar to coconut sugar in the Sari Manggar Barokah Farmer. | |
| 28651 | 31994 | J1E016018 | E-LEARNING MODELS DURING THE PANDEMIC OF COVID-19 (A Case Study on the Sixth Semester of English Education Study Program at Jenderal Soedirman University in the Academic Year of 2019/2020) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran e-learning yang digunakan dosen pada mahasiswa semester 6 pada masa pandemi Covid-19, persepsi mahasiswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan dan masalah yang dihadapi dosen maupun mahasiswa terhadap sistem pembelajaran menggunakan e-learning di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan desain penelitian kualitatif. Populasi dari penelitian ini adalah 11 dosen dan 37 mahasiswa semester enam. Peneliti menggunakan metode teknik pengambilan sampel total dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara sebagai metode perolehan data. Hasil penelitian ini adalah; (1) Model pembelajaran e-learning yang digunakan dosen untuk mengajar mahasiswa semester enam selama pandemi Covid-19 adalah sinkronus dan asinkronus. Desen mengkombinasikan kedua model pembelajaran tersebut dalam mengajar menggunakan media e-learning. (2) Mahasiswa memberikan tanggapan mereka terhadap penerapan e-learning di semester enam. Sebagian besar mahasiswa memberikan persepsi negatif. Terdapat 76% atau 28 mahasiswa yang memberikan persepsi negative dan 24% atau 9 mahasiswa yang memberikan persepsi positif. (3) Masalah yang dihadapi oleh dosen dalam penerapan e-learning selama pandemi antara lain; kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa, koneksi internet, hanya beberapa dosen yang memiliki kemampuan menguasai teknologi, dan masalah dalam merancang teknik mengajar dalam persiapan yang singkat. Selain itu masalah yang dihadapi mahasiswa antara lain; koneksi internet yang buruk, kurangnya interaksi dengan deosen dan teman sekelas, manajemen waktu belajar, dan kurangnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran online selama pandemi. | The purposes of this research were to know the models of e-learning were used by the lecturers to the sixth semester students during the pandemic of Covid-19, the students’ perceptions toward the implementation of e-learning conducted by the lecturers, and the problems faced by the lecturers and sixth semester students to the implementation of e-learning conducted by the lecturers during the pandemic of Covid-19. This research is a case study with qualitative research design. The population of this research was 37 students and 11 lecturers. The researcher used total a sampling technique in conducting this research. The researcher collected the data by using observation, questionnaire, and interview. The researcher used data triangulation technique to analyze the data. The results of this research showed that; (1) E-learning models used by the lecturers for sixth semester students during the pandemic were synchronous and asynchronous. The lecturers combined both models in teaching by using e-learning platforms. (2) The students perceived negative and positive perceptions toward the implementation of e-learning. Most of students stated negative perceptions. There are 76% or 28 students gave negative perception and 24% or 9 students gave positive perception. (3) The implementation of e-learning during the pandemic caused some problems not only for the lecturers but also the students. The problems faced by the lecturers such as; less interaction between lecturers and students, internet connections, only some lecturers who were capable in mastering technology, and problem of changing the teaching method in short preparation. The problems faced by the students such as; internet connections, the lack of interaction with the lecturers and classmates, time management, and less motivation in learning. | |
| 28652 | 31997 | D1A016224 | KADAR LEMAK DAN BAHAN KERING TANPA LEMAK (BKTL) SUSU SEGAR KAMBING PERAH PERANAKAN ETAWAH (PE) DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO | Tujuan penelitian yaitu mengkaji kualitas susu, mengkaji perbedaan kadar lemak atau bahan kering tanpa lemak (BKTL) susu dan mengkaji hubungan antara kadar lemak dan BKTL susu kambing perah PE di Kecamatan Kaligesing. Penelitian menggunakan metode survei yang distratifikasi berdasarkan jumlah peternak kambing PE yang terbesar, sedang dan terendah di Kecamatan Kaligesing yang kemudian diperoleh tiga desa terpilih yaitu Desa Pandanrejo, Tlogoguwo dan Kaliharjo. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linier Sederhana dan Analisis Uji t. Hasil analisis regresi linier sederhana kadar lemak dan kadar BKTL susu kambing PE adalah kadar lemak memiliki pengaruh 13,6% terhadap kadar BKTL dan memiliki persamaan linier sederhana yaitu Y = 9,300 - 0,185X, artinya kadar BKTL (X) dapat menduga kadar lemak (Y). Hasil analisis uji t kadar lemak susu kambing PE Desa Pandanrejo (4,83%), Tlogoguwo (4,90%) dan Kaliharjo (4,60%) tidak berbeda nyata (P>0,05), demikian juga untuk dan begitu juga hasil analisis uji t kadar BKTL susu kambing PE Desa Pandanrejo (8,45%), Tlogoguwo (8,32%) dan Kaliharjo (8,37%). Kadar lemak dan BKTL susu kambing PE di Kecamatan Kaligesing sudah memenuhi standar kualitas susu kambing. Kadar lemak dan BKTL susu kambing PE di Desa Pandanrejo, Desa Tlogoguwo, dan Desa Kaliharjo relatif sama. | The research objectives were to assess the quality of milk, to assess differences in levels of fat or solid non fat (SNF) of milk and to examine the relationship between fat content and SNF of PE dairy goat milk in Kaligesing District. The study used a survey method that was stratified based on the largest, medium and lowest number of PE goat breeders in Kaligesing District which was obtained by three selected villages, namely Pandanrejo Village, Tlogoguwo and Kaliharjo. The data analysis used is simple linear regression analysis and t-test. The results of simple linear regression analysis of fat content and SNF content of goat milk with PE is that fat content has an effect of 13.6% on SNF levels and has a simple linear equation, namely Y = 9,300 - 0.185X, meaning that SNF (X) levels can indicate fat content (Y). The results of the analysis of the value of the fat content of the PE goat's milk in the villages of Pandanrejo (4,83%), Tlogoguwo (4,90%) and Kaliharjo (4,60%) were not significantly different (P> 0.05), similarly the results of the t-test analysis for the levels SNF of PE goat milk in the villages of Pandanrejo (8,45%), Tlogoguwo (8,32%) and Kaliharjo (8,37%). Fat content and SNF of PE goat milk in Kaligesing District have met the quality standards of goat milk. Fat content and SNF of PE goat milk in Pandanrejo Village, Tlogoguwo Village, and Kaliharjo Village are relatively the same. | |
| 28653 | 31998 | A1C014023 | ANALISIS EFISIENSI USAHA DAN NILAI TAMBAH SINGKONG MENJADI TAPE SINGKONG DI DESA WIRADADI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Pengolahan singkong menjadi tape singkong dapat memberikan nilai tambah dan pendapatan yang lebih besar bila dibandingkan tanpa melalui proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, dari pengolahan tape singkong di Desa Wiradadi, 2) mengetahui efisiensi usaha pengolahan tape singkong di Desa Wiradadi, 3) mengetahui nilai tambah tape singkong di Desa Wiradadi. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Pengambilan data dilaksanakan pada 20 Februari sampai 20 Maret 2020. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus terhadap 21 orang perajin tape singkong. Analisis data yang digunakan meliputi analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, efisiensi usaha, dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya yang dikeluarkan perajin tape singkong pada periode 20 Februari sampai 20 Maret di Desa Wiradadi sebesar Rp8.696.831,87 dan penerimaan sebesar Rp12.410.857,14 serta keuntungan sebesar Rp3.714.025,27. Usaha tape singkong yang dilakukan sudah efisien. Pengolahan singkong menjadi tape singkong memiliki nilai tambah sebesar Rp1.566,64 per kg singkong atau sebesar 37,89 persen. | The Processing of the original cassava into cassava tapai can provide additional value and larger income when compared without going through the production process. This research aims to 1) determine the cost, revenue, profit, from processing cassava tapai in Wiradadi Village, 2) find out the efficiency of the cassava tapai processing business in Wiradadi Village, 3) figure out the additonal value of cassava tapai in Wiradadi Village. This research was conducted in Wiradadi Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. The research was conducted from February 20th to March 20th, 2020.The sampling method used was a census of 21 producers of cassava tapai. Data analysis used includes analysis of cost, revenue and income, business efficiency, and its additional value. The results showed that the average total cost incurred by cassava tapai producers in the period of February 20th until March 20th in Wiradadi Village was IDR 8.103.212,83 and the income was IDR 12,410,857.14 and the profit was IDR 4.307.644,32. The cassava tapai business that is being done is efficient. According to the result of the data, the processing of original cassava into cassava tapai has an additional alue of IDR 1,566.64 every 1 kg of original cassava or 37.89 percent. | |
| 28654 | 31999 | D1A017107 | Membran Plasma Utuh dan Abnormalitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah Hasil Seks Separasi Menggunakan Albumen Putih Telur dengan Gradien yang Berbeda | Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penggunaan albumen putih telur sebagai media seks separasi terhadap kondisi membran plasma utuh dan abnormalitas pada spermatozoa kambing peranakan etawah. Materi penelitian yang akan digunakan adalah straw semen kambing peranakan etawah sebanyak 56 staw berukuran 0,25 ml yang berasal dari Balai Inseminasi Buatan Ungaran dengan konsentrasi 200 juta spermatozoa/ml, larutan aquabides 100 ml dengan NaCl 0,179 g sebagai larutan hipoosmotik, NaCl fisiologis sebagai pengencer dan albumen ayam petelur sebagai media pemisah. Alat yang digunakan dalam penelitian terdiri atas gelas ukur, pipet, object glass, cover glass, micro tube, kamar hitung Neubauer, waterbath, spatula, tabung erlenmeyer, egg separator, tabung eppendorf, centrifuge, , gelas beaker, mikro pipet, spuit, stopwatch, counter, termos dan mikroskop. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Terapan, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode experimental secara laboratorium dengan perlakuan perbedaan gradien albumen putih telur pada setiap straw semen kambing peranakan etawah dengan menggunakan Uji t Student tidak berpasangan dengan 14 kali ulangan dan 2 perlakuan. Hasil dari penelitian keutuhan membran plasma spermatozoa X diperoleh rataan sebesar X1 = 66,10 ± 10,68% dan X2 = 69,32 ± 10,68% sedangkan spermatozoa Y diperoleh rataan sebesar Y1 = 79,82 ± 13,49% dan Y2 = 70,07 ± 8.35% dan abnormalitas spermatozoa X diperoleh rataan sebesar X1 = 34,32 ± 10,28% dan X2 = 30,67± 10,68% sedangkan spermatozoa Y mendapatkan hasil rataan sebesar Y1 = 20,17 ± 13,49% dan Y2 = 29,92 ± 8.35%. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kualitas spermatozoa hasil seks separasi kambing peranakan etawah yang mendapatkan hasil terbaik adalah spermatozoa Y gradien 10:30% ditinjau dari keutuhan membran plasma dan abnormalitas. | The purpose of this research is to determine the effect of using egg white albumen as a sex medium for separation on intact plasma membrane conditions and abnormalities in the spermatozoa of etawah crossbred goat. The research materials to be used were 56 staw straws of Etawah crossbreed goat semen measuring 0.25 ml from the Ungaran Artificial Insemination Center with a concentration of 200 million spermatozoa / ml, 100 ml aquabides solution with 0.179 g NaCl as a hypoosmotic solution, physiological NaCl as a diluent. and albumen of laying hens as a separating medium. The tools used in the study consisted of measuring cups, pipettes, object glass, cover glass, micro tube, Neubauer counting room, waterbath, spatula, erlenmeyer tube, egg separator, eppendorf tube, centrifuge, beaker glass, micro pipette, syringe, stopwatch, counters, flasks and microscopes. The research was conducted at the Laboratory of Applied Animal Physiology and Reproduction, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The research method used was a laboratory experimental method with different treatment of egg white albumen gradient on each straw of the etawah crossbred goat semen using unpaired Student's T test with 14 replications and 2 treatments. The results of the research on the integrity of the spermatozoa plasma membrane X obtained an average of X1 = 66.10 ± 10.68% and X2 = 69.32 ± 10.68% while the Y spermatozoa obtained an average of Y1 = 79.82 ± 13.49% and Y2. = 70.07 ± 8.35% and abnormal spermatozoa X obtained an average of X1 = 34.32 ± 10.28% and X2 = 30.67 ± 10.68% while spermatozoa Y got an average yield of Y1 = 20.17 ± 13.49% and Y2 = 29.92 ± 8.35%. The conclusion from this study is the quality of spermatozoa from the separation of etawah crossbred goats that get the best results is the 10:30% gradient Y spermatozoa in terms of plasma membrane intactness and abnormalities. | |
| 28655 | 32000 | D1A017037 | PENGARUH SUPLEMENTASI KUNYIT (Curcuma longa Linn.) TERHADAP BOBOT YOLK, BOBOT ALBUMEN, RASIO YOLK DAN ALBUMEN AYAM NIAGA PETELUR | ABSTRAK Penelitian berjudul “Pengaruh Suplementasi Kunyit Terhadap Bobot Yolk, Bobot Albumen, Rasio Yolk Dan Albumen Ayam Niaga Petelur”. Tujuan penelitian Untuk mengkaji pengaruh dari suplementasi kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap kualitas fisik telur (bobot yolk, bobot albumen, perbandingan yolk dan albumen. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23 Desember sampai dengan 23 februari 2021, bertempat di Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Materi penelitian yang akan digunakan adalah ayam niaga petelur umur 45 minggu sebanyak 80 ekor. Bahan penelitian terdiri atas : kunyit (Curcuma longa Linn.) yang berbentuk tepung, pakan komplit ayam periode produksi, yang terdiri atas jagung giling (50%), dedak (25%) dan konsentrat (25%). Penelitian menggunakan metode experimental dengan rancangan acak lenkap (RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = Pakan basal (konsentrat); P1 = pakan basal + tepung kunyit 1%, P2 = pakan basal + tepung kunyit 2%, P3 = pakan basal + tepung kunyit 3%. Variabel yang diukur yaitu bobot yolk, bobot albumen, rasio yolk dan albumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi kunyit dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot yolk dan rasio yolk dan albumen dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot albumen. Pemberian suplementasi kunyit dalam pakan meningkatkan bobot yolk, dan rasio yolk dan albumen akan tetapi mengahasilkan terhadap bobot albumen yang relatif sama. Bobot yolk tertinggi pada P3 dengan konsentrasi 3% dalam pakan. | ABSTRACT The study entitled "The Effect of Turmeric Supplementation on Yolk Weight, Albumen Weight, Yolk Ratio and Albumen of Laying Commercial Chickens". Research objectives To examine the effect of turmeric supplementation (Curcuma longa Linn.) On the physical quality of eggs (yolk weight, albumen weight, yolk and albumen ratio. Soedirman Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java Province. The research material to be used is 80 commercial layer chickens aged 45 weeks. on milled maize (50%), bran (25%) and concentrate (25%). The study used an experimental method with a complete randomized design (CRD), 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0 = basal feed (concentrate); P1 = basal feed + 1% turmeric flour, P2 = basal feed + 2% turmeric flour, P3 = basal feed + 3% turmeric flour. yolk, albumen weight, yolk and albumen ratio. The data obtained were analyzed using analysis of variance followed by an honest real difference test (BNJ). The results of the analysis showed that turmeric supplementation in feed had a very significant effect (P <0.01) on yolk weight and yolk and albumen ratio and had no significant effect (P> 0.05) on albumen weight. Supplementation of turmeric in feed increases the yolk weight and yolk and albumen ratio but results in relatively the same albumen weight. The highest yolk weight was in P3 with a concentration of 3% in the feed. | |
| 28656 | 32001 | E1A017202 | PERLINDUNGAN HAK PEKERJA DALAM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (STUDI DI PT PLN (PERSERO) PURWOKERTO) | Pekerja mempunyai peran penting bagi perusahaan, pemerintah dan masyarakat, maka perlu dilakukan perlindungan terhadap pekerja agar dapat menjaga keselamatannya dalam menjalankan pekerjaan. Perlindungan yang dimaksud adalah untuk menjamin hak-hak dasar pekerja, salah satunya yaitu perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). PT PLN (Persero) merupakan perusahaan milik negara yang bergerak dalam bidang penyalur listrik yang mempunyai target tentang K3, yaitu Zero Accident atau tidak ada kecelakaan tiap tahunnya. Mengingat bahwa PT PLN (Persero) adalah salah satu perusahaan milik Negara terbesar di Indonesia yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi maka diperlukan kajian tentang keselamatan dan perlindungan bagi para pekerja di PT PLN (Persero). Permasalahan yang diteliti yaitu mengenai standar dan prosedur keselamatan dalam pelaksanakan K3 di PT PLN (Persero) Purwokerto. Permasalahan kedua yaitu bentuk perlindungan hak pekerja dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan pekerja di PT PLN (Persero) Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara. Metode penyajian data adalah deskriptif kualitatif, serta metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT PLN (Persero) Purwokerto telah berupaya melakukan prosedur-prosedur pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan melakukan pengelolaan dan pemantauan terhadap peralatan dan penerapan K3. Wujud proteksi kesehatan diberikan oleh PT PLN (Persero) Purwokerto kepada karyawannya berupa penjaminan Program Kartu Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sehat. Program ini merupakan upaya pemberian layanan kesehatan kepada pegawai. | Workers has an important role for companies, government and for society. Therefore, it is necessary to protecting the workers in order to maintain their safety in carrying out work, The protection for guaranteeing the basic rights of workers, which is the protection of occupational safety and health (K3). PT PLN (Persero) is one of the largest state-owned companies in Indonesia engaged in electricity distribution which has a target on K3, with Zero Accidents or no accidents every year. It also has a high risk of work accidents so it is necessary to review the safety and protection of workers at PT PLN (Persero). The problem to be discussed in this scientific article is about safety standards and procedures for implementation of occupational safety and health (K3) at PT PLN (Persero). The second problem is a form of protection for workers 'rights in the implementation of occupational safety and health at PT PLN (Persero) Purwokerto. This research uses empiric juridical as its research method. The research specification is descriptive, the data source used is primary data and secondary data, the method of data collection is literature and interviews, the method of data presentation is qualitative descriptive, and the method of data analysis uses qualitative. The results of this research concludes that PT PLN (Persero) Purwokerto has attempted to carry out procedures for implementing Occupational Safety and Health by managing and implementing K3. The form of health protection provided by PT PLN (Persero) Purwokerto to its employees is the Healthy Card Program. This program is an effort to provide health services to employees. | |
| 28657 | 31993 | A1C017002 | Pengaruh Laju Aliran dan Lama Pemurnian Biogas Menggunakan Metode Adsorpsi Berlapis dengan Arang Aktif dan Zeolit sebagai Adsorben | Biogas merupakan bahan bakar gas alternatif yang diperoleh dari fermentasi bahan organik. Kandungan biogas sebagian besar terdiri dari gas metana (CH4) sebagai komponen utama dan gas karbon dioksida (CO2) sebagai gas pengotor. Kualitas biogas ditentukan oleh banyaknya kandungan gas CH4. Salah satu upaya peningkatan kualitas biogas ialah dengan pemurnian secara adsorpsi berlapis menggunakan arang aktif dan zeolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan laju aliran dan lama pemurnian biogas serta mengetahui hasil pemurnian terbaik pada pemurnian biogas secara adsorpsi berlapis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Analisis data digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan laju aliran dan lama pemurnian yang diberikan terhadap kandungan gas CH4 yang diperoleh. Selain itu, pengukuran berbagai faktor yang mempengaruhi proses fermentasi biogas seperti rasio C/N, suhu, pH, total solid, volatil solid dan warna api juga dilakukan pada penelitian ini. Karakteristik awal pengujian diperoleh rasio C/N kotoran sapi sebesar 19,46% dengan suhu substrat rata-rata yaitu 30,23°C dan pH rata-rata 7,3. Total solid (TS) awal dan akhir penelitian mengalami peningkatan sebesar 0,54%. Volatil solid (VS) awal dan akhir penelitian mengalami penurunan sebesar 6,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pemurnian biogas secara adsorpsi berlapis ialah pada laju aliran 1,0 L/menit dan lama pemurnian 10 menit yang masing-masing mampu meningkatkan kandungan gas metana (CH4) tertinggi sebesar 82,93% dan 149,20%. Selain itu, perlakuan yang mampu menurunkan kandungan gas karbon dioksida (CO2) terbaik ialah pada laju aliran 0,1 L/menit dan lama pemurnian 10 menit yang masing-masing mampu menurunkan kandungan gas karbon dioksida (CO2) sebesar 71,90% dan 80,90%. | Biogas is an alternative gas fuel obtained from fermentation of organic matter. The biogas content mostly consists of methane gas (CH4) as the main component and carbon dioxide gas (CO2) as an impurity gas. The quality of biogas is determined by the amount of CH4 gas content. One of the efforts to increase the quality of biogas is by purification with layered adsorption using activated charcoal and zeolite. The purpose of this study was to determine the effect of flow rate treatment and duration of biogas purification and to determine the best purification results in biogas purification by layered adsorption. The research method used is experimental research. Data analysis was used to determine the effect of each treatment flow rate and purification time given to the CH4 gas content. Besides, the measurement of various factors that influence the biogas fermentation process such as C/N ratio, temperature, pH, total solid, volatile solid and flame color were also carried out. Characteristics of the initial test resulted that C/N ratio was 19.46% with an average substrate temperature of 30.23°C and an average pH of 7.3. The total solid (TS) increased by 0.54%. Volatile solid (VS) decreased by 6.53%. The results showed that the best treatment for biogas purification by layered adsorption was at a flow rate of 1.0 L / minute and a purification time of 10 minutes, which were able to increase the highest methane (CH4) content of 82.93% and 149.20%, respectively. In addition, the best treatment that can reduce the content of carbon dioxide gas (CO2) is at a flow rate of 0.1 L / minute and a purification time of 10 minutes, which can reduce carbon dioxide (CO2) gas content by 71.90% and 80, 90% respectively. | |
| 28658 | 32002 | I1B017067 | HUBUNGAN ANTARA MODAL PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL CAPITAL) DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT PUSKESMAS DI KABUPATEN PESISIR BARAT, PROVINSI LAMPUNG | HUBUNGAN ANTARA MODAL PSIKOLOGIS DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT PUSKESMAS DI KABUPATEN PESISIR BARAT, PROVINSI LAMPUNG Tesya Marisa, Atyanti Isworo, Annas Sumeru Latar belakang : Perilaku caring merupakan bagian penting dari layanan keperawatan. Modal psikologis termasuk efikasi diri, harapan, resiliensi, dan optimisme dapat mempengaruhi perilaku keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dengan perilaku perawat di Puskesmas Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Metodologi : penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat dari Puskesmas Krui, Puskesmas Biha dan Puskesmas Ngambur di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Sampel berjumlah 72 perawat dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,8% responden memiliki modal psikologis yang bagus, 81,9% responden memiliki perilaku caring yang bagus, 80,6% memiliki efikasi diri bagus, 76,4% memiliki harapan bagus, 69,4% memiliki resiliensi bagus, dan 95,8% memiliki optimisme dalam kategori bagus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara modal psikologis dengan perilaku caring perawat (p=0,019). Pada aspek modal psikologis yang meliputi efikasi diri, harapan, resiliensi (p=0,040; p= 0,030; p=0,021) terdapat korelasi yang bermakna dengan perilaku caring perawat, sedangkan optimisme tidak terdapat korelasi yang bermakna dengan perilaku caring perawat (p=0,192). Kesimpulan : Semakin bagus modal psikologis perawat yang meliputi efikasi diri, harapan dan resiliensi, maka perilaku caring perawat juga akan semakin bagus. | RELATIONSHIP BETWEEN PSYCHOLOGICAL CAPITAL AND CARING BEHAVIOR OF PUSKESMAS NURSES IN WEST PESISIR DISTRICT, LAMPUNG PROVINCE Tesya Marisa, Atyanti Isworo, Annas Sumeru Background: caring behavior is an important thing in nursing services. Psychological capital which includes self-efficacy, hope, resilience, and optimism can influence caring behavior. This study aims to see the relationship between psychological behavior and the behavior of nurses at the health centers in Pesisir Barat Regency, Lampung Province. Methodology: This research is a quantitative study with a correlational method with a cross-sectional approach. Retrieval of data using a questionnaire. The population in this study were all nurses at Puskesmas Krui, Puskesmas Biha and Puskesmas Ngambur in Pesisir Barat Regency, Lampung Province. Sampling using total sampling technique with a total sample of 72 nurses. Results: The results showed that 77.8% of respondents had good psychological capital, 81.9% of respondents had good caring behavior, 80.6% had good self-efficacy, 76.4% had good expectations, 69.4% have good resilience, and 95.8% have optimism in the good category. The results also showed that nothing indicated that there was psychological capital with nurse caring behavior (p = 0.019). In the psychological aspect which includes self-efficacy, hope, resilience (p = 0.040; p = 0.030; p = 0.021), there are behaviors that indicate nurse behavior, while optimism does not indicate caring behavior towards nurses (p = 0.192). Conclusion: The better the psychological capital of nurses which includes self-efficacy, hope, and resilience, the better the nurse's caring behavior will be. | |
| 28659 | 32003 | E1A017344 | PENERAPAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 209/Pid.B/2018/PN Pwt) | Perbuatan penganiayaan baik dilakukan terhadap seseorang atau beberapa orang merupakan perbuatan yang dilarang dan ini tidaklah dibenarkan karena menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana perbuatan penganiayaan ini dikatagorikan sebagai tindak pidana. Penganiayaan merupakan suatu perbuatan dengan tujuan menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain, si pelaku menghendaki akibat terjadinya suatu perbuatan menyakiti atau menyiksa. Misalnya memukul, menendang, menusuk, mengaruk dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur Pasal 351 KUHP tindak pidana penganiayaan dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana. Dengan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 209/Pid.B/2018/PN Pwt. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana penganiayaan Pasal 351 ayat (1) KUHP dalam putusan perkara Nomor : 209/Pid.B/2018/PN Pwt, telah dipertimbangkan dan dibuktikan oleh Majelis Hakim secara tepat dan benar antara fakta hukum yang terungkap di persidangan dengan unsur-unsur yuridis tindak pidana penganiayaan yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Adapun unsur - unsur dimaksud : Barangsiapa; Melakukan penganiayaan. Sengaja dalam perkara ini termasuk kesengajaan dengan corak ”kesengajaan sebagai maksud” (Opzet als Oogmerk). Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku penganiayaan. Terpenuhinya syarat pemidanaan berupa perbuatan yang memenuhi rumusan undang-undang dan bersifat melawan hukum. Orang yang mempunyai kesalahan, yaitu : mampu bertanggung jawab dan tidak ada alasan pemaaf. Alat bukti diatur dalam Pasal 184 KUHAP berupa : Keterangan saksi-saksi, Keterangan Ahli, Surat, dan Keterangan terdakwa. Tuntutan pidana oleh Penuntut Umum kepada Majelis Hakim. Pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf (f) KUHAP. Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan dan 15 (lima belas) hari; Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan. | Deed of good maltreatment conducted to someone or some people represent prohibited deed and is not agreed because according to Criminal Code deed of this maltreatment of category as doing an injustice. Maltreatment represent an deed with a purpose to generate to feel hurt or pain at others, the perpetrator want effect of the happening of an deed hurt or torture. For example beating, kicking, etcetera. This research aim to to know applying of element - element Section 351 KUHP maltreatment doing an injustice and consideration base punish judge in dropping crime. With method approach of normative juridical. Specification of descriptive research of analysis, secondary data source of Decision District Court Purwokerto Number 209/Pid.B/2018/PN Pwt. Pursuant to result of research, got by result of that applying of maltreatment doing an sentence injustice elements section 351 (1) KUHP in verdict Number : 209/Pid.B/2018/PN Pwt, have been considered and proved by Judge Committee precisely and real correct between expressed by law fact in conference with maltreatment doing an injustice yuridis elements asserted by Public Procecutor. As for element - element be intended: Whomever; Conducting maltreatment. Intend in this case of is including intention with pattern "intention as intention" (Oogmerk Als Opzet). Consideration base punish judge in let fall crime to maltreatment perpetrator. Fufilled crime condition in the form of deed fulfilling law formula and have the character of to contempt of court. One who have mistake, that is : can hold responsible and there no reason of forgiveful. Evidence appliance arranged in Section 184 KUHAP in the form of : Eyewitness boldness, Boldness Expert, Letter, and Boldness defendant. Criminal prosecution by Publik Prosecutor to Judge Committee. Consideration to things weighing against and lightening to be arranged in Section 197 sentence (1) letter (f) KUHAP. Judge Committee drop crime to Defendant with crime serve a sentence during 4 (four) months and 15 (fifteen) day; Commanding Defendant to remain to stay in prisoner. | |
| 28660 | 32004 | E1A015214 | CERAI GUGAT KARENA TIDAK TERPENUHINYA NAFKAH WAJIB (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kota Malang Nomor : 1371 / Pdt.G / 2020 / PA.Mlg) | Salah satu penyebab perceraian itu terjadi adalah karena salah satu pasangan pergi meninggalkan tanpa pamit sehingga tidak terpenuhinya nafka lahir maupun batin dan sering terjadinya percekcokan, di Pengadilan Agama Kota Malang dengan Nomor Perkara: 1371/Pdt.G/2020/PA.Mlg. Dalam kasus tersebut, pemohon akan mengajukan gugatan cerai yang dikarenakan pihak suami meninggalkan tanpa memberikan nafkah wajib dan sering terjadinya cekcok dalam rumah tangga. Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara cerai gugat karena tidak terpenuhinya nafkah wajib. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah Putusan Pengadilan Agama Kota Malang dengan Nomor Perkara: 1371/Pdt.G/2020/PA.Mlg. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan (library research) dan inventarisasi, metode analisa data menggunakan teks naratif dan teknik analisis data menggunakan normatif kualitatif. Menurut peneliti hakim menggunakan Pasal 116 huruf (b) kurang tepat karena dalam Pasal 116 huruf (b) salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut sedangkan dalam kasusnya Tergugat meninggalkan Penggugat baru terhitung 1 tahun 8 bulan, hakim seharusnya menggunakan Pasal 116 huruf (g) sebagai alasan perceraian karena Tergugat selama meninggalkan Penggugat tidak pernah memberikan nafkah sehingga melanggar perjanjian dalam taklik talak yaitu seorang suami tidak memberikan nafkah selama 3 bulan berturut-turut. Kasus tersebut juga bertentangan dengan Pasal 77 KHI jo Pasal 80 ayat 2 tentang kewajiban seorang ayah untuk menafkahi dan melindungi anak dan istrinya serta memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya. Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menurut peneliti sebaiknya digunakan sebagai pertimbangan hukum hakim karena para pihak saat sidang mediasi hakim tidak berhasil didamaikan. Ketentuan Pasal 9 Undang-Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Larangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga juga dilanggar karena Tergugat sudah menelantarkan Penggugat dan anaknya selama periode di atas, sehingga kasus tersebut sudah masuk dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga yaitu dengan meninggalkan Penggugat dan tidak memberikan kewajibannya sebagai seorang suami yaitu memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada keluarganya. | One of the reasons for the divorce was due to one of the reasons for leaving without saying goodbye so that one's physical or mental living was not fulfilled and often made arguments at the Malang City Religious Court with Case Number: 1371 / Pdt.G / 2020 / PA.Mlg. In that case, the applicant will file for divorce because the husband leaves without providing compulsory support and often receives fights in the household What are the legal considerations for judges in deciding a lawsuit for divorce because the mandatory living conditions are not fulfilled. This study uses a normative juridical legal approach, with prescriptive research specifications. The source of the data used in this study is the Decision of the Malang City Religious Court with Case Number: 1371 / Pdt.G / 2020 / PA.Mlg. By using library data analysis techniques (library research) and inventory, data analysis methods using narrative text and data analysis techniques using qualitative normative. According to the reasercher, the judge used Article 116 letter (b) which was incorrect because in Article 116 letter (b) one of the parties left the other party for 2 consecutive years while in the case the Defendant left the Plaintiff for 1 year and 8 months, the judge should have using Article 116 letter (g) as a reason for divorce because the Defendant, while leaving the Plaintiff, never provided a living so that it violated the agreement in divorce, namely that a husband did not provide living for 3 consecutive months. This case also contradicts Article 77 KHI in conjunction with Article 80 paragraph 2 concerning the obligation of a father to provide living and protect his children and wife and provide all the necessities of household life according to his abilities. according to reasecher, Article 33 Law Number 1 Year 1974 is used as a legal consideration because the parties at the mediation session of the judge failed to reconcile. The provisions of Article 9 of Law No. 23 of 2004 concerning the Prohibition of Domestic Violence were also violated because the Defendant had neglected the Plaintiff and his child during the above period, so that the case was included in the case of domestic violence, namely by leaving the Plaintiff and not giving his obligations as a husband that is to give life, care, or care to the family. |