Artikelilmiahs
Menampilkan 28.781-28.800 dari 50.148 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28781 | 32248 | E1A016306 | Eksepsi Gugatan Kabur (Obscuur Libel) Yang Dikabulkan (Studi Putusan Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Pbg) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pertimbangan hukum hakim yang mengabulkan eksepsi Obscuur Libel pada Putusan Nomor 13/Pdt.G/2018/PN.Pbg serta mengetahui dan menganalisis bagaimana akibat hukum dengan dikabulkannya eksepsi Obscuur Libel. Penggugat dalam perkara ini berjumlah 2 (dua) orang, dan Tergugatnya berjumlah 1 (satu) orang, serta Turut Tergugatnya berjumlah 2 (dua) orang. Dengan objek sengketa jual beli sebidang tanah yang terletak di Rt 001 Rw 003 Desa Makam, Kec. Rembang, Kabupaten Purbalingga, luas 267 m², yang tertuang dalam Sertifikat Hak Milik (dahulu) SHM Nomor 03538 atas nama Sugeng bin Nurngali, yang sekarang telah menjadi SHM Nomor 04056 atas nama Yuniati Cs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Peneliti menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan inventarisasi hukum normatif, data dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil dari penelitian ini, para Penggugat tidak menjelaskan kedudukan Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II dalam fundamentum petendi, sehingga Tergugat mengajukan eksepsi obscuur libel. Majelis Hakim atas eksepsi tersebut memberikan keputusan dengan menerima eksepsi Tergugat dan menyatakan gugatan para Penggugat tidak diterima/NO (Niet Ontvankelijk Verklaad). | ABSTRACT This study aims to determine and analyze how the legal considerations of judges who grant Obscuur Libel exception on Decision Number 13 / Pdt.G / 2018 / PN.Pbg and to find out and analyze how the legal consequences are granted by the exception of Obscuur Libel. There are 2 (two) Plaintiffs in this case, and 1 (one) Defendant, and 2 (two) Co-Defendants. With the object of the sale and purchase dispute over a plot of land located at Rt 001 Rw 003 Desa Makam, Kec. Rembang, Purbalingga Regency, with an area of 267 m², which is stated in the Certificate of Ownership (formerly) SHM Number 03538 in the name of Sugeng bin Nurngali, which has now become SHM Number 04056 in the name of Yuniati Cs. The method research used in this study is normative juridict. Researchers used primary legal materials and secondary legal materials with a normative legal inventory, data were analyzed normatively qualitatively. The results of this study, the Plaintiffs did not explain the position of Co-Defendant I and Co-Defendant II in the petendi fundamentum, so the Defendant filed an exception obscuur libel. The Panel of Judges on the exception gave a decision by accepting the Defendant's exception and stating that the Plaintiff's claim was not accepted / NO (Niet Ontvankelijk Verklaad). | |
| 28782 | 32131 | F1A016012 | Perubahan Profesi Petani Sebagai Dampak Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka | Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) merupakan realisasi rencana pembangunan Provinsi Jawa Barat yang kemudian dijadikan pembangunan nasional. Pembangunan BIJB membutuhkan dukungan dari masyarakat, salah satunya adalah pembebasan tanah. Terjadinya pembebasan tanah tersebut berdampak dan mengakibatkan adanya perubahan pada mata pencaharian, adaptasi lingkungan, dan sosial ekonomi masyarakat sekitar khususnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk proses alih profesi petani di Desa Sukamulya yang terdampak pembangungan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebanyakan petani yang melakukan perubahan profesi petani adalah menjadi seorang pedagang. Mereka awalnya mendapatkan uang dari hasil pembebasan lahan dan akhirnya membeli lahan baru untuk tempat tinggal dan mata pencaharian baru. Adanya peningkatan pendapatan dari hasil profesi baru dibandingkan profesi sebelumnya dan dapat mencukupi kehidupan ekonomi keluarga. Kemudian, perubahan lainnya terjadi pada lingkungan baru masyarakat yang pindah ke desa lain dan merasa sulit untuk melakukan interaksi dan membutuhkan proses adaptasi dengan lingkungan barunya karena jarak dari satu rumah ke rumah yang lainnya berjauhan. | The development of West Java International Airport (BIJB) is a realization of the West Java Province development plan which is then used as national development. BIJB development requires support from the community, one of which is land acquisition. The land acquisition had an impact and resulted in changes to the livelihoods, environmental adaptation, and the socio-economy of the surrounding community, especially in Sukamulya Village, Kertajati District, Majalengka Regency. This study aims to describe how the form of the process of changing the profession of farmers in Sukamulya Village which is affected by the construction of Kertajati West Java International Airport. This research is a qualitative research that uses techniques by determining specific characteristics that are in accordance with the research. Methods of data collection are done by means of interviews, observation and documentation. The data analysis technique used in this research is interactive analysis. The results of this study indicate that most farmers who change the profession of farmers are becoming traders. They initially earn money from land acquisition and eventually buy new land for housing and new livelihoods. There is an increase in income from the results of a new profession compared to the previous profession and can be sufficient for the family's economic life. Then, another change occurred in the new environment of the community who moved to another village and found it difficult to interact and needed an adaptation process to their new environment because the distance from one house to another was far apart. | |
| 28783 | 32132 | F1C017086 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PROMOSI PRODUK JAWELRY WIRE PADA AKUN TIKTOK @DEARDIORA | Jawelry Wire merupakan bentuk unik dari perhiasan yang dibentuk oleh Deardiora. Pemasarannya mulai muncul di berbagai media salah satunya media sosial Tiktok. Tikkok merupakan platform baru dan cukup dikenal dan diminati banyak khalayak karena fungsinya sebagai hiburan, pengetahuan dan salah satunya pemasaran sehingga penelitian ini berusaha untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran Jawelry Wire oleh Deardiora melalui media sosial Tiktok untuk mempromosikan produk. | Jawelry Wire is a unique form of jewelry formed by Deardiora. Its marketing has begun to appear on various media, one of which is the Tiktok sosial media. Tikkok is a new platform and is well known and in demand by many audiences because of its function as entertainment, knowledge and one of them is marketing, so this research seeks to find out how the marketing communication strategy of Jawelry Wire by Deardiora through Tiktok sosial media to promote products. | |
| 28784 | 32133 | H1B016057 | PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR TANAH TERHADAP POTENSI TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANYUMAS (The Effect of Soil Water Content Levels Change on the Potential of Landslide in Banyumas District) | Kejadian tanah longsor di Banyumas sudah sering terjadi, bahkan data yang tercatat selama 4 tahun terakhir sudah lebih dari 104 kejadian tanah longsor terjadi di Kabupaten Banyumas. Tanah longsor sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya yaitu meningkatnya kadar air yang terkandung di dalam tanah. Tinggi atau rendahnya nilai kadar air dipengaruhi oleh curah hujan yang terjadi dan beban yang bekerja di atas tanah. Semakin tinggi nilai kadar air, semakin mempengaruhi nilai parameter kuat geser tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah rawan longsor di Kabupaten Banyumas serta mengetahui pengaruh kadar air yang bervariasi dengan parameter kuat geser tanah. Jarak yang digunakan pada penelitian ini menggunakan grid 30 m x 30 m dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW) dan belum mempertimbangkan faktor iklim dan tutupan lahan. Metode IDW merupakan metode interpolasi konvesional yang memperhitungkan jarak sebagai bobot. Jarak yang dimaksud disini adalah jarak (datar) dari titik data (sampel) terhadap blok yang akan diestimasi. Jadi semakin dekat jarak antara titik sampel dan blok yang akan diestimasi maka semakin besar bobotnya, begitu juga sebaliknya. Evaluasi prediksi penelitian ini sudah dapat dikatakan baik karena nilai evaluasi dari confusion matrix menunjukkan hasil yang tergolong baik. Dengan nilai evaluasi Success Index (SI) sebesar 51,59%, nilai evaluasi berupa True Positive Rate (TPR) sebesar 10,57%, nilai evaluasi berupa False Positive Rate (FPR) sebesar 7,38%, dan nilai evaluasi Accuracy (Acc) sebesar 92,55%. | Landslides in Banyumas have often occurred, even data recorded over the last 4 years that more than 104 landslides occurred in Banyumas Regency. Landslides can be caused by various factors, one of which is the increased water content in the soil. The high or low water content value is influenced by the rainfall that occurs and the load that works on the ground. The higher the water content value, the more it affects the value of the soil shear strength parameter. This study aims to determine the landslide prone areas in Banyumas Regency and to determine the effect of varying water content with soil shear strength parameters. The distance used in this study uses a 30 m x 30 m grid with Inverse Distance Weighted (IDW) method and has not considered climate and land cover factors. The IDW method is a conventional interpolation method that takes distance as weight into account. The distance referred to here is the distance (flat) from the data point (sample) to the block to be estimated. So the closer the distance between the sample point and the block to be estimated, the greater the weight, and vice versa. The prediction evaluation of this research can be said to be good because the evaluation value of confusion matrix shows relatively good results. With the Success Index (SI) evaluation value of 51.59%, the evaluation value in the form of a True Positive Rate (TPR) of 10.57%, the evaluation value in the form of a False Positive Rate (FPR) of 7.38%, and an evaluation value of Accuracy (Acc ) amounting to 92.55%. | |
| 28785 | 32134 | G1A017044 | KORELASI ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFFICIENCY VIRUS (HIV) POSITIF DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: HIV adalah salah satu penyakit infeksi kronis yang bisa berpengaruh pada mental dan psikologis pasien. Penyakit ini menimbulkan masalah psikiatri, salah satunya depresi. Depresi bisa mempengaruhi kualitas hidup dan motivasi pasien. Untuk mengatasinya diperlukan dukungan sosial yang baik dari keluarga pasien. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien HIV+ di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data berupa data primer yang diambil dari kuesioner dan data rekam medis dari 23 pasien HIV+ di RSUD Banyumas yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dengan mengambil data kuesioner L-MMPI, kuesioner BDI-II untuk tingkat depresi, dan kuesioner dukungan keluarga Friedman. Kemudian dilakukan analisis hipotesis menggunakan uji Spearman. Hasil: Diperoleh data bahwa 60,9% responden memiliki dukungan keluarga yang tinggi dan 30,4% responden tidak mengalami depresi atau normal. Korelasi antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi diolah menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Didapatkan hasil uji (p = 0,002) menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pasien HIV+ di RSUD Banyumas. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pasien HIV+. Perlu ditingkatkan dukungan keluarga untuk mencegah terjadinya depresi pada pasien HIV+. | Background: HIV is a chronic infectious disease that can affect mental and psychological patients. This disease causes psychiatric problems, for example depression. Depression can affect the quality of life and motivation of patients. To overcome this, good social support from the patient's family is needed. Aim: To determine the correlation between family support and depression levels in positive HIV patients at Banyumas Regional Public Hospital. Methods: This research was conducted using observational analytic with cross sectional approach. Primary data were collected from questionnaires and medical records from 23 positive HIV patients at Banyumas General Hospital who met the inclusion criteria. The sample datas were collected using consecutive sampling technique by taking the L-MMPI questionnaire data, the BDI-II questionnaire for depression levels, and the Friedman family support questionnaire. Afterwards, hypothesis analysis was done using the Spearman test. Results: Based on the research results, it was found that 60.9% of respondents had high family support and 30.4% of respondents did not experience depression or normal. The correlation between family support and depression level was processed using the Spearman rho correlation test with a significance level of p ≤ 0.05. The test results (p = 0.002) showed that there was a significant correlation between family support and the depression level of positive HIV patients at Banyumas Regional Public Hospital. Conclusions: There was a significant correlation between family support and the depression level of positive HIV patients at Banyumas Regional Public Hospital. Family support is needed to prevent depression in positive HIV patient. | |
| 28786 | 32135 | I1A016094 | Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition dengan Kecelakaan Kerja pada Pengrajin Pandai Besi di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas | Latar Belakang: Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian. Unsafe action dan unsafe condition salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pengrajin pandai besi di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini pengrajin pandai besi yang berjumlah 59 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 48. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Variabel yang berhubungan adalah variabel unsafe action dengan p-value 0,004. Variabel yang tidak berhubungan adalah variabel unsafe condition dengan p-value 0,390. Kesimpulan: Kategori umur berisiko 60,4%, masa kerja lama menjadi masa kerja terbanyak dengan 60,4%, tingkat pendidikan terbanyak yaitu pendidikan dasar 83,3%, Frekuensi unsafe action dan unsafe condition terbanyak 52,1% dan 70,8%, dan kecelakaan kerja terbanyak kategori sedang 58,3%. Terdapat hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja. Tidak terdapat hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja. Kata Kunci: Unsafe Action, Unsafe Condition, Kecelakaan Kerja | Background: Work accidents are unwanted and unexpected events that can cause losses. Unsafe actions and unsafe conditions are one of the factors that cause work accidents. The purpose of this study was to determine the relationship between unsafe action and unsafe conditions with work accidents in blacksmith craftsmen in Pasir Wetan Village, Karanglewas District. Methods: This study is a quantitative study using an analytical research design with aapproach cross sectional. The population in this study was blacksmith craftsmen, amounting to 59 people. Sampling using purposive sampling technique with a sample size of 48. The data analysis performed was univariate analysis and bivariate analysis with test Chi Square. Results: The variable that is related is the variable unsafe action with a p-value of 0,004. The unrelated variable is the variable unsafe condition with a p-value of 0,390. Conclusion: The risk age category is 60,4%, the longest working period is the highest category with 60,4%, the highest education level is basic education 83,3%, the most frequency of unsafe actions and unsafe conditions is 52,1% and 70,8%, and most work accidents are in the moderate category 58,3%. There is a relationship between unsafe action and work accidents. There is no relationship between unsafe conditions and work accidents. Keywords: Unsafe Action, Unsafe Condition, Work Accident | |
| 28787 | 32136 | A1A116006 | KINERJA UPJA TANI MAJU DALAM MENDUKUNG USAHA TANI PADI DI DESA KARANGDUREN KECAMATAN SOKARAJA | Permintaan mesin pertanian terus meningkat sejalan dengan meningkatnya permintaan pangan dan perkembangan tanaman semusim yang berorientasi bisnis. Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) adalah usaha penyewaan mesin pertanian yang dijalankan oleh kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang menerima bantuan mesin dari pemerintah. Pemerintah berharap agar penggunaan mesin pertanian dapat lebih cepat serta kemudahan pengolahan usaha tani juga dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keragaan usaha tani padi setelah adanya UPJA Tani Maju di Desa Karangduren Kecamatan Sokaraja, 2) Mengetahui kinerja UPJA Tani Maju di Desa Karangduren Kecamatan Sokaraja, 3) Mengetahui manfaat alat dan mesin pertanian UPJA Tani Maju untuk petani di Desa karangduren Kecamatan Sokaraja. Hasil Penelitian menunjukkan 1) Usaha tani padi di Desa Karangduren selama satu musim tanam menguntungkan dan layak dilakukan dilihat dari nilai R/C sebesar 1,90. 2) UPJA Tani Maju menyewakan alsintan traktor roda dua sebanyak dua unit, traktor roda empat sebanyak enam unit, dan combine harvester sebanyak dua unit. UPJA Tani Maju menyewakan traktor roda dua selama satu masa olah lahan menunjukkan bahwa nilai R/C > 1 adalah 1,43 sehingga usaha tersebut menguntungkan dan layak dilakukan. Traktor roda empat selama satu masa olah lahan menunjukkan bahwa nilai R/C > 1 adalah 1,05 sehingga usaha tersebut menguntungkan dan layak dilakukan. Combine harvester satu musim tanam menunjukkan bahwa nilai R/C > 1 adalah 1,34 sehingga usaha tersebut menguntungkan dan layak dilakukan. 3) Pemanfaatan petani dalam menggunakan alsintan UPJA Tani Maju di Desa Karangduren memberikan keuntungan berupa penghematan waktu, mengurangi penggunaan tenaga kerja, mengurangi biaya, dan mengurangi kehilangan hasil. | Demand for agricultural machinery continues to increase in line with the increasing demand for food and the development of business-oriented seasonal crops. Agricultural Equipment and Machinery Rental Service (UPJA) is an agricultural machinery rental business run by farmer groups or farmer groups that receive machine assistance from the government. The government hopes that the use of agricultural machinery can be faster and the ease of farming can also reduce production costs. This study aims to: 1) Know the performance of rice farming after the existence of UPJA Tani Maju in Karangduren Village, Sokaraja District, 2) Knowing the performance of UPJA Tani Maju in Karangduren Village, Sokaraja District, 3) Knowing the benefits of UPJA Tani Maju agricultural tools and machines for farmers in Karangduren village, Sokaraja sub-district. The results showed: 1) rice farming in Karangduren Village during one planting season was profitable and feasible seen from the R / C value of 1.90. 2) UPJA Tani Maju rents out two units of machineries for two-wheeled tractors, six units of four-wheeled tractors, and two units of combine harvester. UPJA Tani Maju renting out a two-wheeled tractor for one period of cultivation shows that the value of R / C> 1 is 1.43 so that the business is profitable and feasible. The four-wheeled tractor during one cultivation period shows that the value of R / C> 1 is 1.05 so that the business is profitable and feasible. The combine harvester for one growing season shows that the value of R / C> 1 is 1.34 so that the business is profitable and feasible. 3) The use of farmers in using the UPJA Tani Maju agricultural machinery in Karangduren Village provides benefits in the form of time savings, reduced labor use, reduced costs, and reduced yield losses. | |
| 28788 | 32137 | I1A016059 | Analisis Faktor Risiko Epilepsi pada Anak di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal | Latar Belakang: Epilepsi banyak terjadi pada masa anak-anak kemudian menurun pada masa dewasa awal. Insidensi epilepsi pada anak-anak masih cukup tinggi dengan dampak negatif yaitu antara lain defisit otak, gangguan perkembangan dan perilaku, dan keterlambatan kognitif sehingga memengaruhi kualitas hidupnya. Beberapa faktor risiko epilepsi pada anak yaitu genetik, prenatal, perinatal dan postnatal. Jumlah kunjungan pasien epilepsi di RSUD dr. Soeselo paling banyak dibandingkan dengan beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Tegal. Faktor risiko epilepsi pada anak penting untuk diketahui sehingga dapat dilakukan upaya preventif sedini mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko epilepsi pada anak di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan di Klinik Kesehatan Anak RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal pada bulan September-Oktober 2020. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 150 anak dengan masing-masing sebanyak 75 anak pada kelompok kasus dan kontrol. Teknik sampling yang digunakan berupa fixed disease sampling. Data penelitian didapatkan dari catatan rekam medis dan hasil wawancara menggunakan kuesioner pada ibu kandung pasien. Data dianalisis dengan uji chi square dilanjutkan regresi logistik. Besar faktor risiko epilepsi diketahui dengan cara menghitung nilai odds rasio (OR). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan epilepsi pada anak yaitu riwayat kejang demam (OR = 5,22) dan urutan kelahiran (OR = 4,288). Faktor genetik, umur ibu saat hamil, riwayat preeklampsia/eklampsia, berat bayi saat lahir, asfiksia, masa gestasi, persalinan dengan alat bantu, trauma kepala dan infeksi otak terbukti tidak memiliki hubungan secara signifikan sebagai faktor risiko epilepsi pada anak. Hasil analisis multivariat menunjukkan kejang demam merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian epilepsi pada anak (p=0,001; OR =5,22 CI 95% 2,200-13.571). Kesimpulan: Kejang demam merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian epilepsi pada anak. | Background: Epilepsy occurs mostly in childhood, then decreases in early adulthood. The incidence epilepsy in children is still high among others negative impacts is brain deficits, developmental and behavioral disorders, and cognitive delays that affect their functional status and quality of life. Some of risk factors of epilepsy in children are genetic, prenatal, perinatal and postnatal. Number of epilepsy patient in RSUD dr. Soeselo is most widely compared to several hospitals in Tegal Regency. It is important to know the risk factors of epilepsy in children so that preventive efforts can be made as early as possible. The purpose of this study was to determine the risk factors of epilepsy for children in RSUD dr. Soeselo, Tegal Regency. Research Methods: This research is an analytic observational study with a case control approach. This research was conducted at the Children's Health Clinic of RSUD dr. Soeselo, Tegal Regency in September-October 2020. The number of samples used 150 children with 75 children each in the case and control groups. The sampling technique used was fixed disease sampling. The research data were obtained from medical records and the results of interviews using questionnaires on the patient's biological mother. Data were analyzed by using chi square test followed by logistic regression. The amount of risk factors for epilepsy is known by calculating the odds ratio (OR). Research Results: The results showed that the risk factors that were proven to be associated with epilepsy in children were history of febrile seizures (OR = 5.22) and birth order (OR=4.288). Genetic factor, maternal age at pregnancy, history of preeclampsia /eclampsia, birth weight, asphyxia, gestational age, childbirth with assistive devices, head trauma and brain infection have no significant association as risk factor of epilepsy in children. The results of multivariate analysis showed that febrile seizures were the most influential risk factor for the incidence of epilepsy in children (p=0,001; OR =5,22 CI 95% 2,200-13.571). Conclusion: Febrile convulsions are the most influencing risk factors for the incidence of epilepsy in children. | |
| 28789 | 32142 | I1A017063 | Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga: Systematic Review | Latar Belakang : Sampah mempunyai dampak secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung ditimbulkan akibat kontak langsung dengan sampah, misalnya sampah beracun, korosif, dan mengandung kuman patogen. Dampak sampah secara tidak langsung adalah sampah dapat menjadi sarang vektor penyakit dan reservoir seperti kecoa, nyamuk dan tikus. Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh pengelolaan sampah yang buruk yaitu diare, DBD, dan leptospirosis. Secara global, terjadi peningkatan penghasilan sampah. Kota-kota di seluruh dunia menghasilkan lebih dari 1,3 miliar ton sampah setiap tahunnya. Meningkatnya volume sampah terutama yang berasal dari kegiatan rumah tangga diperlukan adanya pengelolaan agar tidak berdampak terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan kajian literatur. Metodologi : Penelitian ini menggunakan systematic review dengan pendekatan systematic literature review. Pencarian literatur menggunakan kata kunci yang dimasukkan ke database jurnal. Literature berasal dari database PubMed dan Google Scholar dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian : Terdapat 18 literatur yang direview dengan tahun publikasi terbanyak pada tahun 2020. Berdasarkan analisis, teridentifikasi bahwa terdapat 10 faktor yaitu faktor pengetahuan, sikap, sarana prasarana pengelolaan sampah, pendidikan, pendapatan, peran petugas kesehatan, motivasi, dukungan peraturan, dukungan keluarga, dan status pekerjaan. Kesimpulan : Literatur yang direview sebanyak 18 dan ditemukan sebanyak 10 faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Faktor yang paling banyak ditemukan berhubungan dengan pengelolaan sampah rumah tangga yaitu variabel pengetahuan sebanyak 13 literatur. | Background: Garbage has direct and indirect impacts. Direct impact is caused by direct contact with waste, for example waste that is toxic, corrosive, and contains pathogenic germs. The indirect impact of garbage is that it can become a nest for disease vectors and a reservoir such as cockroaches, mosquitoes and rats. Some of the diseases caused by poor waste management are diarrhea, DHF, and leptospirosis. Globally, there is an increase in waste income. Cities around the world produce more than 1.3 billion tonnes of waste each year. The increasing volume of waste, especially those originating from household activities, requires management so as not to have an impact on health. The purpose of this study was to determine the factors associated with household waste management based on a literature review. Methodolgy: This study uses a systematic review with a systematic literature review approach. Literature search using keywords entered into the journal database. Literature comes from the PubMed and Google Scholar databases with inclusion and exclusion criteria. Research results: There are 18 literatures that were reviewed with the most publication years in 2020. Based on the analysis, it was identified that there were 10 factors, namely knowledge, attitudes, waste management facilities, education, income, the role of health workers, motivation, regulatory support, family support, and status. Profession. Conclusions: The reviewed literature was 18 and found 10 factors related to household waste management. The factor most commonly found is related to household waste management, namely knowledge variables as many as 13 literatures. | |
| 28790 | 32259 | C1A017051 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA PERBANKAN SYARI’AH DI INDONESIA | Judul penelitian ini adalah “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Mudharabah pada Perbankan Syari’ah di Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh NPF, CAR, inflasi, BI rate, dan produk domestik bruto (PDB) terhadap pembiayaan mudharabah secara parsial dan secara bersama-sama. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber selama periode kuartalan Januari 2012 – Desember 2019 (96 pengamatan). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan model Ordinary Least Squared (OLS). Hasil penelitian ini, secara individual variabel NPF, CAR, dan inflasi berpengaruh positif signifikan, sedangkan variabel PDB dan BI rate berpengaruh negatif signifikan terhadap pembiayaan mudharabah. Kemudian, secara bersama-sama variabel NPF, CAR, inflasi, BI rate, dan produk domestik bruto (PDB) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembiayaan mudharabah. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu memberikan pengetahuan pada masyarakat serta perbankan syari’ah dalam mengambil peran untuk memakmurkan pembiayaan mudharabah sebagai jalan keluar untuk meningkatkan kualitas usaha serta memurnikan kembali pembiayaan berbasis bagi hasil. Kemudian kinerja perbankan syariah juga perlu meningkatkan kualitasnya secara maksimal, berupaya memiliki reputasi yang memiliki kesan baik pada nasabah khususnya yang mengambil akad mudharabah. | The title of this research is "Factors Affecting Mudharabah Financing in Syari'ah Banking in Indonesia". The purpose of this study is to analyze the effect of NPF, CAR, inflation, BI rate, and gross domestic product (GDP) on mudharabah financing partially and collectively. This study uses secondary data obtained from various sources during the January 2012 - December 2019 quarterly period (96 observations). The analysis technique used is multiple linear regression with the Ordinary Least Squared (OLS) model. The results of this study, individually the NPF, CAR, and inflation variables have a significant positive effect, while the GDP and BI rate variables have a significant negative effect on mudharabah financing. Then, together the NPF, CAR, inflation, BI rate, and gross domestic product (GDP) variables have a significant effect on mudharabah financing. The implication of the conclusion above is to provide knowledge to the public and syari'ah banking in taking a role to prosper mudharabah financing as a way out to improve business quality and refine profit-sharing based financing. Then the performance of Islamic banking also needs to improve its quality to the maximum, striving to have a reputation that has a good impression on customers, especially those who take mudharabah contracts. | |
| 28791 | 32138 | I1E017039 | PENGARUH MODEL LATIHAN PASSING TRIANGLE TERHADAP AKURASI PASSING PADA ATLET USIA 10-12 TAHUN DI SEKOLAH SEPAK BOLA FAJAR MUDA | Passing merupakan sebuah teknik permainan dalam sepak bola yang berguna untuk menghubungkan antara satu pemain dengan pemain lainnya agar mudah terciptanya goal dalam permainan sepak bola. Model latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi dalam passing. Ada beberapa teknik passing dalam sepak bola yaitu passing berhadapan, passing kucing-kucingan, passing segitiga (triagle), passing segiempat (diamond) dan small sided games. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh passing triangle terhadap akurasi passing pada atlet usia 10-12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pretest dan posttest. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model latihan passing triangle dalam meningkat akurasi passing. Data dari penelitian ini adalah 28 atlet SSB Fajar Muda usia 10-12 tahun yang di dapatkan dengan menggunakan teknik pengaruh paired sample t-test dan independent sample t-test. Berdasarkan data analisis, terdapat dua hasil yaitu pretest posttest kelompok treatment dan kelompok control. Untuk nilai signifikasi dari kelompok treatment berjumlah 0,000 sedangkan untuk nilai signifiasi dari kelompok control berjumlah 0,001. Berdasarkan data analisis, hal tersebut menunjukan perbedaan yang signifikan antara model pelatihan kelompok treatment dengan model pelatihan kelompok control untuk passing triangle yang dilakukan oleh atlet SSB Fajar Muda usia 10-12 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok treatment lebih tinggi dari kelompok control. | Passing is a technique in football which is used to link among the players and make a goal easy. A training model can use to increase passing accuracy. There are many passing technique on football which name are head-on passing, cat-andmouse passing, triangle passing, diamond passing and small sided passing. The study aims to know triangle passing influence toward passing accuracy on U10- 12 players. This experimental research uses quasi experiment method with pretest and posttest. The goal is to know triangle passing influence toward passing accuracy on U10-12 players. The data of the study are 28 athletes from Fajar Muda Football Academy which age between 10 to 12 years old and use influence paired sample t-test and independent sample t-test. Based on data analysis, there are two result which are pretest and posttest from treatment group and control group. The significance value of treatment group is 0,000 while significance value of control group is 0,001. Based on data analysis, it shows that there is a significant difference between the treatment group and control group on the triangle passing from the Fajar Muda Football Academy U10-12. The treatment group is higher than control group. | |
| 28792 | 32139 | I1A016076 | ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI DAERAH PERDESAAN DAN DAERAH PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kebasen. Puskesmas Purwokerto Timur 1, Puskesmas Purwokerto Utara 2, dan Puskesmas Purwokerto Selatan) | Latar belakang: Pada tahun 2018 Kabupaten Banyumas menempati peringkat ke-2 dengan angka insidensi tuberkulosis tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, oleh sebab itu maka diperlukannya penelitian mengenai faktor risiko terjadinya tuberkulosis baik di perdesaan maupun di perkotaan agar faktor risiko tuberkulosis di Kabupaten Banyumas dapat diketahui berdasarkan wilayah. Metode penelitian: Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Kasus-Kontrol dan teknik pengambilan sampel pada daerah perdesaan menggunakan consecutive sampling serta daerah perkotaan menggunakan consecutive sampling dan proportional random sampling. Responden penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru yang tercatat di Puskesmas Kebasen, Puskesmas Purwokerto Timur1, Puskesmas Purwokerto Utara 2, dan Puskesmas Purwoketo Selatan dari tahun 2019 hingga 2020 dengan total responden kasus 116 responden, sedangkan kelompok kontrol merupakan tetangga kelompok kasus dengan perbandingan 1:1. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran pada kondisi fisik rumah. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Besar faktor risiko tuberkulosis paru diketahui dengan cara menghitung nilai odds ratio (OR). Hasil penelitian: Hasil multivariat terdapat pengaruh antara Tingkat Pendidikan (OR 3,799), Paparan Asap Rokok (OR 5,149), dan Adanya Sumber Penular (OR 11,896) dengan kejadian tuberkulosis di daerah perdesaan. Terdapat pengaruh antara Tingkat Pendidikan (OR 5,008), Frekuensi Kontak dengan Sumber Penular (OR 27,803), dan Kondisi Ventilasi Rumah (OR 5,449) dengan kejadian tuberkulosis paru di daerah perkotaan. Kesimpulan: Paparan asap rokok merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis di daerah perdesaan, sedangkan frekuensi kontak dengan sumber penular merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru di daerah perkotaan. | Background: In 2018 Banyumas Regency was ranked 2nd with the highest incidence rate of tuberculosis in Central Java Province, therefore it is necessary to research on the risk factors for tuberculosis both in rural and urban areas so that the risk factors for tuberculosis in Banyumas Regency can be known by region. Research methods: Using quantitative methods with a case-control approach and sampling techniques in rural areas using consecutive sampling and urban areas using consecutive sampling and proportional random sampling. Respondents of this study were patients with pulmonary tuberculosis who were registered at the Puskesmas Kebasen, Puskesmas Purwokerto Timur1, Puskesmas Purwokerto Utara 2, and Puskesmas Purwoketo Selatan from 2019 to 2020 with a total of 116 case respondents while the control group was a neighbor of the case group with 1: 1 ratio. Data were collected by interviewing and measuring the physical condition of the house. Data were analyzed using the chi-square test and followed by logistic regression test. The risk factor for pulmonary tuberculosis is known by calculating the odds ratio (OR). Research results: The multivariate results showed that there was an influence between the level of education (OR 3,799), exposure to cigarette smoke (OR 5,149), and presence of infectious sources (OR 11,896) with the incidence of tuberculosis in rural areas. There is an influence between education level (OR 5,008), frequency of contact with infectious sources (OR 27,803), and home ventilation conditions (OR 5,449) with the incidence of pulmonary tuberculosis in urban areas. Conclusion: Exposure to cigarette smoke is the most influencing factor on the incidence of tuberculosis in rural areas, while the frequency of contact with an infectious source is the most influencing factor for the incidence of pulmonary tuberculosis in urban areas. | |
| 28793 | 32140 | A1F017026 | PENGARUH BERBAGAI BENTUK SEDIAAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI | Pangan secara umum bersifat mudah rusak. Kerusakan tersebut disebabkan oleh mikroba, enzim, dan oksidasi. Salah satu teknik pengawetan produk pangan, yaitu dengan menambahkan zat aditif berupa pengawet. Bahan alami yang berpotensi sebagai pengawet adalah daun kecombrang. Daun kecombrang mengandung komponen bioaktif yang berperan sebagai senyawa antibakteri. Penambahan komponen bioaktif daun kecombrang dalam bentuk segar dinilai kurang efektif baik dari segi penyimpanan maupun pemanfaatannya. Oleh karena itu, pemanfaatan daun kecombrang perlu dimaksimalkan dengan pengolahan menjadi bentuk sediaan untuk menjaga komponen bioaktif agar tidak mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat toksisitas Artemia salina dan aktivitas antibakteri pada berbagai bentuk sediaan daun kecombrang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor yang diamati, yaitu bentuk sediaan daun kecombrang yang terdiri dari bentuk simplisia, bubuk, ekstrak, suspensi, dan mikrokapsul. Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 ekstrak, bubuk, simplisia, suspensi, mikrokapsul berturut-turut, yaitu 93,89 ppm; 160,22 ppm; 276,22 ppm; 412,57 ppm; 505,57 ppm. Pada Escherichia coli diameter zona bening ekstrak, simplisia, bubuk, suspensi, mikrokapsul berturut-turut, yaitu 7,11 mm; 7,08 mm; 7,08 mm; 6,38 mm; 6,20 mm. Pada Staphylococcus aureus diameter zona bening ekstrak, bubuk, simplisia, mikrokapsul, suspensi berturut-turut, yaitu 7,34 mm; 7,21 mm; 7,17 mm; 6,52 mm; 6,35 mm. Pada Escherichia coli nilai MIC simplisia, bubuk, ekstrak pada konsentrasi 60%. Pada Staphylococcus aureus nilai MIC simplisia, bubuk pada konsentrasi 60%, ekstrak pada konsentrasi 80%. Nilai MIC suspensi, mikrokapsul baik pada Escherichia coli maupun Staphylococcus aureus tidak terjadi penurunan sel bakteri. Nilai pH tertinggi pada suspensi, yaitu 6,5 dan pH terendah pada simplisia, yaitu 4,16. | Food in general is perishable. The damage is caused by microbes, enzymes, and oxidation. One technique for preserving food products is by adding additives in the form of preservatives. Natural ingredients that have the potential as preservatives are kecombrang leaves. Kecombrang leaves contain bioactive components that act as antibacterial compounds. The addition of bioactive components of kecombrang leaves in fresh form is considered less effective both in terms of storage and utilization. Therefore, the utilization of kecombrang leaves needs to be maximized by processing it into a dosage form to keep the bioactive components from being easily damaged. This study aims to examine the level of Artemia salina toxicity and antibacterial activity on various dosage forms of kecombrang leaves. This study used a completely randomized design (CRD). The factors observed were kecombrang leaf dosage form consisting of simplicia, powder, extract, suspension, and microcapsules. The results showed that the LC50 values of the extract, powder, simplicia, suspension, and microcapsules were 93.89 ppm; 160.22 ppm; 276.22 ppm; 412.57 ppm; 505.57 ppm. In Escherichia coli, the diameter of the clear zone extract, simplicia, powder, suspension, microcapsules, respectively, was 7.11 mm; 7.08 mm; 7.08 mm; 6.38 mm; 6.20 mm. In Staphylococcus aureus, the diameter of the clear zone of extract, powder, simplicia, microcapsules, and suspension, respectively, was 7.34 mm; 7.21 mm; 7.17 mm; 6.52 mm; 6.35 mm. In Escherichia coli, the MIC value of simplicia, powder, extract was at a concentration of 60%. In Staphylococcus aureus, the MIC value of simplicia, powder at a concentration of 60%, extract at a concentration of 80%. The MIC value of the suspension, microcapsules in both Escherichia coli and Staphylococcus aureus did not decrease bacterial cells. The highest pH value in the suspension was 6.5 and the lowest pH value was in simplicia, which was 4.16. | |
| 28794 | 32156 | A1F017039 | OPTIMASI PROPORSI BUAH SALAK DAN TEPUNG MOCAF PADA PEMBUATAN PIE BUAH | Tingkat produksi buah salak sangat berlimpah namun tidak sebanding dengan tingkat konsumsinya. Buah salak memiliki umur simpan relatif pendek sehingga bila dibiarkan terlalu lama akan membusuk dan kurang diminati konsumen. Alternatif pengolahan buah salak adalah dengan mengolahnya menjadi pie buah. Pie umumnya diproduksi menggunakan tepung terigu. Pada penelitian ini, ditemukan alternatif lain yaitu penggunaan tepung singkong termodifikasi sebagai pengganti dari tepung terigu. Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Response Surface Methodology/RSM) dengan rancangan percobaan menggunakan CCD (Central Composite Design). Respon yang diujikan pada penelitian ini adalah kelembutan, flavor mocaf, flavor salak, keremahan, warna isian pie, warna kulit pie dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum pie salak dengan nilai desirability tertinggi sebesar 0,63% pada formula buah salak 66,4% dan tepung mocaf 70,31%. Formula tersebut menghasilkan respon kelembutan maksimum sebesar 4,38 (cukup lembut), flavor mocaf in range sebesar 3,16 (agak kuat), flavor salak maksimum sebesar 3,89 (cukup kuat), keremahan in range sebesar 4,46 (cukup remah), respon warna isian pie minimum sebesar 4,45 (cukup putih keabuan), warna kulit pie minimum sebesar 3,53 (agak coklat) dan kesukaan maksimum sebesar 4,28 (cukup suka). | Salak fruit production levels are very abundant but not proportional to the level of consumption. Salak fruit has a relatively short shelf life so that if it is left too long it will rot and is less attractive to consumers. Alternative processing of salak fruit is to process it into fruit pies. Pie is generally produced using wheat flour. In this study, another alternative was found, namely the use of modified cassava flour as a substitute for wheat flour. This study used the Response Surface Methodology (RSM) method with an experimental design using CCD (Central Composite Design). The responses tested in this study were tenderness, mocaf flavor, salak flavor, weakness, pie filling color, pie skin color and preference. The results showed that the optimum formula of salak pie with the highest desirability value of 0.63% in the formula of salak fruit 66.4% and 70.31% mocaf flour. This formula produces a maximum softness response of 4.38 (quite soft), flavor of mocaf in range of 3.16 (rather strong), maximum flavor of bark at 3.89 (strong enough), weakness in range of 4.46 (quite crumbly). ), the minimum pie fill color response is 4.45 (quite grayish white), the minimum pie skin color is 3.53 (slightly brown) and the maximum preference is 4.28 (quite like it). | |
| 28795 | 32141 | I1A017065 | Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Skabies pada Santri Pondok Pesantren di Indonesia: Systematic Review | Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit menular yang masih banyak terjadi di negara tropis dan berkembang termasuk Indonesia. Penyakit ini biasanya terjadi di lingkungan padat huni seperti Pondok Pesantren. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, sejalan dengan banyaknya populasi santri Pondok Pesantren di Indonesia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Hasil Penelitian: Berdasarkan 14 literature yang direview, terdapat 10 faktor yang berpengaruh terhadap kejadian skabies pada santri Pondok Pesantren di Indonesia, diantaranya: faktor kebersihan perorangan, kepadatan hunian, usia, jenis kelamin, sanitasi lingkungan, kontak dengan penderita, ventilasi kamar, pengetahuan, tingkat pendidikan, dan kelembaban kamar. Faktor kebersihan perorangan merupakan faktor yang paling banyak ditemukan berpengaruh terhadap kejadian skabies (8 literature). Literature yang ditemukan paling banyak dipubliksasikan pada tahun 2019 (35,7%), dan lebih banyak menggunakan metode crossectional (69%). Kesimpulan: Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren diantaranya: faktor kebersihan perorangan, kepadatan hunian, usia, jenis kelamin, sanitasi lingkungan, kontak dengan penderita, ventilasi kamar, pengetahuan, tingkat pendidikan, dan kelembaban kamar. | Background: Scabies is an infectious disease that still occurs in many tropical and developing countries, including Indonesia. This disease usually occurs in densely populated environments such as Islamic boarding schools. Indonesia is a country with the largest Muslim population in the world, in line with the large population of Islamic boarding school students in Indonesia. Methodology: This study uses a systematic literature review based on studies that have been conducted before. Results: Based on 14 literature reviewed, 10 factors that influence the incidence of scabies in Islamic boarding school students in Indonesia, are found including: personal hygiene, occupancy density, age, gender, environmental sanitation, contact with sufferers, room ventilation, knowledge, education level, and room humidity. The personal hygiene factor was the most common factor found as the factor influenced the incidence of scabies (8 literature). The literature found was mostly published in 2019 (35.7%), and mostly used the cross-sectional method (69%). Conclusion: The factors that influenced the incidence of scabies among students in Islamic boarding schools include: personal hygiene, occupancy density, age, gender, environmental sanitation, contact with patients, ventilated room, science, education level, and humidity room. | |
| 28796 | 32143 | F1A016094 | Motivasi Dan Makna Vape Bagi Komunitas Vape Di Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas | Vape pertama kali di ciptakan pada tahun 2003, kemudian berkembang pesat melalui media internet dan media massa lainya. Hingga pada tahun 2018 World Health Organization (WHO) mencatat pengguna vape di dunia mencapai 41 juta orang. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup banyak menjadi peminat vape. Kepopuleran rokok elektrik pada saat ini tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan masyarakat kota-kota besar saja, dikota kecil seperti Purwokerto juga sudah marak ditemui pengguna vape diberbagai tempat, hingga saat ini kepopuleran vape yang semakin meluas merambah sampai pada masyarakat pedesaan hingga terbentuknya sebuah komunitas, tepatnya di Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi dan makna vape bagi pengguna vape pada Komunitas Vape di Kecamatan Purwojati, Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sasaran penelitian dengan pendekatan Interaksi Simbolik. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif. Hasil dari penlitian ini menunjukkan bahwa pengguna vape pada Komunitas Vape Purwojati memiliki motivasi dan pemaknaan yang berbeda mengenai penggunaan vape. Motivasi penggunaan Vape Antara lain adanya alasan kesehatan, sebagai alternatif pengganti rokok konvensional, ekonomis dan karena adanya dorongan dari lingkungan. Makna yang timbul dari pengguna vape mengenai pandanganya terhdap vape cukup beragam yakni, Vape menjadi sebuah gaya hidup baru, sebagai kebutuhan yang harus terpenuhi, mengikuti trend dan menjadi penghilang keinginanya menggunakan rokok konvensional. Selain itu pandangan mengenenai penggunaan Vape pada Komunitas Vape Purwojati juga menjadi status atau simbol bagi mereka di masyarakat untuk terlihat lebih modern dan menjadi simbol untuk menunjukkan kelas sosial mereka di lingkungan pengguna vape dengan menggunakan device yang mahal. | Vape was first created in 2003, then grew rapidly through the internet and other mass media. Until 2018, the World Health Organization (WHO) recorded that the world's vape users reached 41 million people. Currently, Indonesia is one of the countries that is quite interested in vape. The popularity of e-cigarettes at this time is not only consumed by people in big cities, in small cities like Purwokerto, vape users have also been found in various places, until now the widespread popularity of vape has spread to rural communities to form a community, to be precise in Purwojati District, Banyumas Regency. This study aims to describe the motivation and meaning of vape for vape users in the Vape Community in Purwojati District. This research is a qualitative study using purposive sampling technique in selecting research objectives with a symbolic interaction approach. This research data collection method is by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used in this research is interactive analysis. The results of this study indicate that vape users in the Purwojati Vape Community have different motivations and meanings regarding the use of vape. Motivations for using vape include health reasons, as an alternative to conventional cigarettes, economical and due to environmental encouragement. The meaning that arises from vape users regarding their views on vape is quite diverse, namely, vape is becoming a new lifestyle, as a need that must be fulfilled, following trends and becomes a remedy for their desire to use conventional cigarettes. In addition, the view regarding the use of vape in the Purwojati Vape Community has also become a status or symbol for those in society to look more modern and become a symbol to show their social class in the environment of vape users using expensive devices | |
| 28797 | 32144 | F1F017054 | Perbandingan Political Security-Economy Antara Rusia dan China Terhadap Iran Pada Tahun 2010-2020. | Penelitian ini yang berjudul “Perbandingan Dominasi Political Security-economy Antara Rusia dan China Terhadap Iran pada Tahun 2010-2020”. ini memiliki fokus penelitian untuk menganalisis bagaimana perbandingan dominasi political security-economy yang dimiliki oleh Rusia dan China terhadap Iran pada tahun 2010-2020. Penelitian ini dianalisis berdasarkan konsep geopolitik, geostrategi dan kebijakan luar negeri. Berdasarkan data-data yang diperoleh, bahwa Rusia dan China sebagai negara great power dimasa saat ini, hal ini dikuatkan dengan adanya geopolitik, geostrategi, dan kerbijakan luar negerinya yang sangat diperhitungkan global. Selain itu Rusia dan China dikenal sebagai aliansi utama Iran dalam sektor keamanan dan pertahanan di Iran maupun di Timur Tengah yang menjadi perhatian negara lainnya, hal tersebut dikarenakan Iran mengalami berbagai ancaman dari luar dan dalam negeri. Sehingga Iran melakukan kerjasama untuk pengembangan alutista dan program nuklir dengan tujuan memperkuat keamanan nasional dan regional, selain itu kerjasama antara Rusia dan China sekiranya akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Iran. Dengan adanya geopolitik, geostrategi, baik Rusai dan China ternyata memberikan perhatian khusus kepada penulis untuk melihat seberapa perbandingan dominasi Political Security-economy Rusia dan China terhadap Iran. | This research, entitled "Comparison of the Domination of Political Security - economy Between Russia and China Against Iran in 2010-2020". This research focuses on analyzing how the comparison of the domination of political security - economy possessed by Russia and China against Iran in 2010-2020. This research is analyzed based on the concept of geopolitics, geostrategy, and foreign policy. Based on the data obtained, that Russia and China are great power countries at this time, this is strengthened by the existence of geopolitics, geostrategy, and foreign policies that are highly considered globally. Besides, Russia and China are known as Iran's main alliance in the security and defense sector in Iran and in the Middle East which is the attention of other countries, this is because Iran experiences various threats from outside and within the country. So that Iran collaborates for the development of weapons and nuclear programs intending to strengthen national and regional security, in addition to that cooperation between Russia and China will have a positive impact on Iran's economy. With the existence of geopolitics, geostrategy, both Russia and China turned out to give special attention to the author to see how much the dominance of Russian and Chinese Political Security - economy as compared to Iran. | |
| 28798 | 32145 | F1F017060 | Analisis Perubahan Kebijakan Turki Terhadap Pengungsi Suriah Pada Masa Kepemimpinan Presiden Erdogan (Tahun 2015-2020). | Perpindahan pengungsi yang berasal dari Suriah dirasakan oleh beberapa negara sejak meletusnya perang saudara di Suriah pada tahun 2011, salah satunya Turki. Untuk membantu pengungsi Suriah, pemerintah Turki memberlakukan ‘open door policy’ pada tahun 2011 dan juga ‘temporary protection’ pada tahun 2013. Sejak diberlakukannya kebijakan tersebut, jumlah pengungsi Suriah yang mencari perlindungan ke Turki terus mengalami peningkatan. Namun, mulai tahun 2015 pemerintah Turki mulai melakukan perubahan kebijakan negaranya untuk pengungsi Suriah mulai dari proyek pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Turki-Suriah pada tahun 2015 lalu, kebijakan pembatasan bebas visa untuk warga Suriah pada tahun 2016 lalu, dan pembukaan perbatasan dengan Yunani pada tahun 2020. Skripsi ini meneliti mengenai proses perubahan kebijakan Turki terhadap pengungsi Suriah menggunakan policy making process theory. Policy making process theory digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perubahan kebijakan Turki terhadap pengungsi Suriah, opsi-opsi kebijakan yang muncul, serta proses pengambilan keputusan, proses implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan. | The movement of refugees originating from Syria has been felt by several countries since the outbreak of the civil war in Syria in 2011, one of them is Turkey. To help Syrian refugees, the Turkish government implemented an "open door policy" in 2011 and a "temporary protection" in 2013. Since the enactment of this policy, the number of Syrian refugees seeking protection in Turkey has continued to increase. However, starting in 2015 the Turkish government began to make changes to its country's policy for Syrian refugees starting from the construction of a wall along the Turkey-Syria border in 2015, the visa-free restriction policy for Syrians in 2016, and the opening of the border with Greece in 2020. This thesis examines the process of change in Turkish policy towards Syrian refugees using the policy making process theory. The policy making process theory is used to determine the factors that cause changes in Turkey's policy towards Syrian refugees, the policy options that emerge, as well as the decision-making process, the policy implementation process and policy evaluation. | |
| 28799 | 32146 | F1D016013 | PENGARUH TERPAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN PRESIDEN INDONESIA TAHUN 2019 (Studi pada Anggota Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus di Universitas Jenderal Soedirman) | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan media sosial instagram terhadap tingkat partisipasi politik pemilih pemula pada pemilihan presiden Indonesia tahun 2019 (studi pada anggota organisasi mahasiswa eksternal kampus di universitas jenderal soedirman). Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif, sifat penelitian ini eksplanatif serta berjenis prediktif dalam bingkai perspektif behavioralisme dan paradigma positivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima, artinya ada pengaruh terpaan media sosial instagram terhadap tingkat partisipasi politik pemilih pemula. Hal tersebut dilandasi dari korelasi Rank Spearman menunjukan bahwa koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut sebesar 0,411 angka tersebut diinterpretasikan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan sedang atau cukup. Hasil uji koefisien determinasi mendapatkan hasil nilai adjust R2 atau R square sebesar 0,161 artinya pengaruh terpaan media sosial instagram terhadap tingkat partisipasi politik pemilih pemula sebesar 16,1 %, dengan sisanya sebesar 83,9 % partisipasi politik dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara terpaan media sosial instagram terhadap partisipasi politik mahasiswa ormek pada pemilihan presiden Tahun 2019. Menunjukan bahwa akses terhadap informasi seputar Pilpres 2019 melalui media sosial instagram yang dilakukan mahasiswa ormek berpengaruh terhadap tingkat partisipasi politiknya dalam Pilpres 2019. Sedangkan implikasi teoritis mendukung teori Wilbur Schram mengenai injeksi/pengaruh media terhadap seseorang, dalam hal ini media sosial instagram terhadap partisipasi politik mahasiswa ormek. Ketika mahasiswa ormek semakin sering diterpa informasi melalui media maka akan semakin tinggi pula partisipasi politiknya. | ABSTRACT The article on the results of this study aims to determine the effect of Instagram social media exposure on the level of political participation of first-time voters in the 2019 Indonesian presidential election (a study on members of external student organizations on campus at General Sudirman University). The method used is a quantitative method, the nature of this research is explanative and predictive in the framework of the perspective of behavioralism and the paradigm of positivism. The results of this study reveal that the working hypothesis or H1 is accepted, meaning that there is an effect of Instagram social media exposure on the level of political participation of first-time voters. This is based on the Spearman Rank correlation showing that the correlation coefficient between the two variables is 0.411, this figure is interpreted as having a moderate or sufficient relationship. The result of the coefficient of determination test results in an adjust value of R2 or R square of 0.161, which means that the influence of Instagram social media exposure on the level of political participation of first-time voters is 16.1%, with the remaining 83.9% of political participation influenced by other variables not examined in the study. this The conclusion of this study is that there is an influence between Instagram social media exposure on the political participation of Ormek students in the 2019 presidential election. It shows that access to information about the 2019 Presidential Election through social media Instagram by Ormek students has an effect on the level of political participation in the 2019 Presidential Election. theoretically supports Wilbur Schram's theory regarding the injection / influence of media on someone, in this case Instagram social media on political participation of student organizations. When student organizations are more often exposed to information through the media, the higher their political participation will be. | |
| 28800 | 32104 | B1A017054 | Potensi Ekstrak Etil Asetat Coprinus comatus terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin pada Tikus Putih Model Diabetes | Coprinus comatus atau jamur paha ayam berpotensi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Kondisi hiperglikemia pada penderita diabetes mellitus menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS). Sel β pankreas memiliki antioksidan hanya sedikit dibandingkan organ lain. Hal ini menyebabkan stress oksidatif yang memicu reaksi berantai peroksidasi lipid sehingga merusak organ ginjal dan laju filtrasi glomerulus terganggu. Laju filtrasi glomerulus yang terganggu ditandai dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Flavonoid yang terkandung dalam C. comatus mampu mendonorkan H+ dan menghentikan reaksi peroksidasi lipid pada ginjal sehingga kadar ureum dan kreatinin menurun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat C. comatus terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes dan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak etil asetat C. comatus terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis menggunakan uji statistik one way Anova pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat C. comatus berpengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes. Ekstrak C. comatus dosis 500 mg/kgBB merupakan dosis efektif yang berpengaruh terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah pada tikus model diabetes yaitu sebesar 16,66 ± 0,00 mg/dL dan 0,40 ± 0,12 mg/dL. | Coprinus comatus or chicken drumstick mushrooms has potential as antioxidant and antidiabetic. Hyperglycemia in people with diabetes mellitus causes an increase in Reactive Oxygen Species (ROS). Pancreatic β cells have less antioxidants than other organs. This causes oxidative stress which triggers a chain reaction of lipid peroxidation which damages the kidneys and disturbs the glomerular filtration rate. Impaired glomerular filtration rate is characterized by increased levels of urea and creatinine. Flavonoids in C. comatus are able to donate H + and stop lipid peroxidation reactions in the kidneys, so that urea and creatinine levels decrease.This study aims to determine the effect of C. comatus ethyl acetate extract on blood urea and creatinine levels in diabetic rats and to determine the effective dose of C. comatus ethyl acetate extract on blood urea and creatinine levels in diabetic rats. This study used an experimental method based on a completely randomized design (CRD). The data obtained from the measurement of urea and creatinine levels were analyzed using the one way Anova statistical test at the 95% confidence level and followed by Duncan's test at an error rate of 5%. The results of this study indicated that the ethyl acetate extract of C. comatus affected the blood urea and creatinine levels of diabetic rats. C. comatus extract at a dose of 500 mg/kgBW is an effective dose that has an effect on reducing levels of blood urea and creatinine in the amount of 16,66 ± 0,00 mg/dL dan 0,40 ± 0,12 mg/dL. |