Home
Login.
Artikelilmiahs
32087
Update
MASNAH NURUL INDAH
NIM
Judul Artikel
Translation Strategies and Acceptability of Idiomatic Expressions of “The Lego Movie” Subtitle and its translated version
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Masnah Nurul Indah, 2021. Strategi Penerjemahan dan Keberterimaan Ungkapan Idiomatik Subtitle "The Lego Movie". Skripsi. Dosen Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Dosen Pembimbing 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Penguji: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Kata Kunci: Ungkapan Idiomatik, Terjemahan, Subtitle, The Lego Movie Penelitian ini berjudul “Translation Strategies and Acceptability of Idiomatic Expressions of THE LEGO MOVIE” yang berfokus pada menemukan strategi menerjemahkan ungkapan idiomatik dan untuk menjelaskan keberterimaan terjemahan ungkapan idiomatik dalam film The Lego Movie. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Baker tentang Strategi Penerjemahan Idiom dan Teori Penilaian Kualitas Terjemahan oleh Nababan untuk menganalisis terjemahan film The Lego Movie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai rancangan penelitian dan bertujuan untuk: 1) mengetahui strategi menerjemahkan ungkapan idiomatik dalam film Lego; dan 2) menjelaskan penerimaan penerjemahan strategi ungkapan idiomatik The Lego Movie. Setelah dilakukan analisis data, peneliti menemukan 92 idiom dan tiga strategi penerjemahan ungkapan idiomatik, yaitu: using an idiom of similar meaning but dissimilar form (1 datum atau 1.09%), translation by paraphrasing (85 data atau 92.39%) dan translation by omission (6 data atau 6.52%). Paraphrasing adalah strategi yang paling umum digunakan dalam menerjemahkan ungkapan idiomatik pada film The Lego Movie dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena film The Lego Movie mengandung banyak ungkapan idiom sehingga idiom tersebut diterjemahkan dengan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal supaya memudahkan penonton dalam memahami subtitle. Sebagian besar data termasuk dalam kategori A atau “dapat diterima”, yaitu 78 data atau 85,78%. Sedangkan 14 data atau 15,22% termasuk kategori B atau “kurang dapat diterima” dan tidak ada datum yang termasuk kategori C atau “tidak dapat diterima”. Dalam kategori A atau “dapat diterima” terdapat 75 data yang menggunakan teknik Paraphrasing. Artinya penggunaan teknik Paraphrasing pada subtitle The Lego Movie yang membuat terjemahan ungkapan idiomatik dapat diterima. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mereka yang tertarik dengan analisis teknik penerjemahan ekspresi idiomatik pada subtitle. Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa dengan menerapkan strategi dalam menerjemahkan idiom yang dikemukakan oleh peneliti lain (seperti oleh Nida, Taber, Newmark, dll) sebagai kerangka teoritis untuk menyelidiki terjemahan idiom dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dalam film The Lego Movie (2014).
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled “Translation Strategies and Acceptability of Idiomatic Expressions of “The Lego Movie” Subtitle and its translated version. It focuses on finding out the strategies of translating idiomatic expressions and to explain the acceptability of translating idiomatic expression strategies of The Lego Movie. The theory used in conducting this research is using Baker’s theory (2018) about strategies in translating idiom and the theory of translation quality assessment by Nababan (2010). Taking descriptive qualitative method as the research design, this research aims 1) to find out the strategies of translating idiomatic expressions in The Lego Movie; and 2) to explain the acceptability of translating idiomatic expression strategies of The Lego Movie. After analyzing the data, the researcher finds 92 idioms and three strategies of translating idiomatic expression: translation by using an idiom of similar meaning but dissimilar form (1 datum or 1.09%), translation by paraphrasing (85 data or 92.39%) and translation by omission (6 data or 6.52%). Paraphrasing is the most common strategy used in translating idiomatic expression of The Lego Movie from English to Indonesian. It happens because the translator can not find the appropriate idiom in target language so the idioms are translated by using familiar words to make the audience easy to understand the subtitle. Most of the data belong to category A or acceptable which covers 78 data or 85.78%.Whereas, 14 data or 15.22% are less acceptable and there is no datum that belongs to category C or unacceptable. In category A or acceptable, there are 75 data using paraphrasing technique. It means that the use of paraphrasing technique in The Lego Movie subtitle makes the translation of idiomatic expression acceptable. This research can be used as the reference for those who are interested in translation technique analysis of idiomatic expression in a subtitle. The next researchers can conduct a similar study by applying other strategies of translating idioms proposed by other scholars (such as by Nida, Taber, Newmark, etc.) as a theoretical framework for investigating the translation of idioms from English to Indonesian in The Lego Movie (2014). Keywords: Idiomatic expressions, Translation, Subtitle, The Lego Movie
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save