Artikelilmiahs

Menampilkan 28.761-28.780 dari 50.119 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2876132112F1A017097Analisis Perilaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Berita Online Kompas.com dan Tribunnews.com)Pandemi Covid-19 memicu tindakan KDRT meningkat. Terdapat 205 laporan kasus KDRT yang diterima oleh pihak Menteri PPPA. Kasus KDRT tersebut terjadi karena adanya pemberlakuan pembatasan sosial yang menuntut setiap orang untuk dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan, dan menganalisis perilaku KDRT selama masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analisis isi dengan bahan penelitian dari berita KDRT di Kompas.com dan Tribunnews.com dengan sampel sebanyak 30 berita. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah (1) Pelaku KDRT di dominasi oleh laki-laki; (2) Korban KDRT didominasi oleh perempuan; (3) Bentuk KDRT yang sering muncul adalah kekerasan fisik; (4) Hubungan antara pelaku dan korban KDRT didominasi oleh pasangan; (5) Faktor internal berdasarkan faktor kondisi psikologis yang tidak stabil didominasi oleh emosi tidak stabil; (6) Faktor internal berdasarkan faktor perilaku agresi didominasi oleh berkelahi dengan pasangan; (7) Faktor eksternal berdasarkan faktor ekonomi mempunyai dua faktor yang dominan yaitu tidak ada pemasukan dan tidak memberi nafkah; (8) Faktor eksternal berdasarkan faktor pasangan mempunyai dua faktor yang dominan yaitu selingkuh dan konsumsi minuman alkohol; (9) Faktor eksternal berdasarkan faktor sosial budaya didominasi oleh memberikan ancaman dan paksaan verbal; dan (10) Faktor status pendidikan korban KDRT didominasi oleh status pendidikan korban KDRT yang rendah.The Covid-19 pandemic has triggered an increase in domestic violence. There are 205 domestic violence case reports received by the Minister of PPPA. This domestic violence case occurred because of the imposition of social restrictions that required everyone to be at home. This study aims to explain, describe, and analyze domestic violence behavior during the pandemic. This study used a quantitative research method of content analysis with research materials from domestic violence news on Kompas.com and Tribunnews.com with a sample of 30 news. The conclusions produced in this study are (1) perpetrators of domestic violence are dominated by men; (2) Victims of domestic violence are dominated by women; (3) The most common forms of domestic violence are physical violence; (4) The relationship between perpetrators and victims of domestic violence is dominated by partners; (5) Internal factors based on unstable psychological conditions are dominated by unstable emotions; (6) Internal factors based on aggression behavior were dominated by fighting with partners; (7) External factors based on economic factors have two dominant factors, namely no income and no income; (8) External factors based on partner factors have two dominant factors, namely cheating and alcohol consumption; (9) External factors based on socio-cultural factors are dominated by giving threats and verbal coercion; and (10) The educational status of victims of domestic violence is dominated by the low educational status of victims of domestic violence.
2876232113A1F017044ANALISIS TOTAL FENOL, TOTAL FLAVONOID, VITAMIN C, DAN
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI BENTUK SEDIAAN
BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior)
Bahan pangan mudah mengalami kerusakan (perishable), baik disebabkan oleh aktivitas mikrobiologis, biologis, fisik, mekanis, dan kimiawi. Aktitivas kimiawi yang biasa terjadi adalah reaksi oksidasi. Salah satu cara mengatasinya dengan menggunakan antioksidan alami dari bunga kecombrang. Kecombrang (Etlingera elatior) mengandung zat aktif seperti flavonoid, fenol, steroid, saponin, dan minyak atsiri. Zat aktif tersebut mudah rusak karena sifatnya tidak tahan panas dan volatil, sehingga diperlukan cara untuk melindungi bahan aktif tersebut. Oleh karena itu, bunga kecombrang ini dibuat beberapa bentuk sediaan dari bentuk simplisia hingga mikrokapsul agar dapat menjadi solusi untuk mengatasi dan meminimalkan kerusakan pada komponen bioaktif yang terkandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, total flavonoid, kadar vitamin C, dan aktivitas antioksidan berbagai bentuk sediaan bunga kecombrang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji yaitu bentuk sediaan bunga kecombrang yang terdiri atas bentuk simplisia, bubuk, ekstrak, suspensi, dan mikrokapsul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bentuk sediaan bunga kecombrang memperoleh nilai rata-rata total fenol, total flavonoid, kadar vitamin C, dan aktivitas antioksidan berbeda yang dipengaruhi oleh proses pengolahan yang terlibat dalam pembuatan bentuk sediaan terutama pemanasan.Foodstuffs are perishable, whether caused by microbiological, biological, physical, mechanical and chemical activities. The chemical activity that usually occurs is the oxidation reaction. One way to overcome this is by using natural antioxidants from kecombrang flowers. Kecombrang (Etlingera elatior) contains active substances such as flavonoids, phenols, steroids, saponins, and essential oils. The active substance is easily damaged because it is not heat resistant and volatile, so a way is needed to protect the active ingredient. Therefore, this kecombrang flower is made in several dosage forms from simplicia to microcapsules in order to be a solution to overcome and minimize damage to the bioactive components contained. This study aims to determine the total phenol content, total flavonoids, vitamin C levels, and antioxidant activity of various dosage forms of kecombrang flowers. This study used a randomized block design (RBD). The factors tested were kecombrang flower dosage form consisting of simplicia, powder, extract, suspension, and microcapsules. The results showed that each kecombrang flower dosage form obtained an different average value of total phenol, total flavonoids, vitamin C levels, and antioxidant activity which was influenced by the processing involved in making the dosage form, especially heating
2876332114J1D017003Konflik Batin Tokoh Utama dan Nilai Pendidikan Karakter pada Novel Bidadari Berbisik Karya Asma Nadia dan Relevansinya dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMAPenelitian ini berjudul “Konflik Batin Tokoh Utama dan Nilai Pendidikan Karakter pada Novel Bidadari Berbisik Karya Asma Nadia dan Relevansinya dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) Deskripsi dan sinopsis novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia. (2) Konflik batin tokoh utama pada novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia. (3) Nilai pendidikan karakter pada novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia. (4) Relevansi hasil penelitian konflik batin tokoh utama dan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian konflik batin tokoh utama dalam novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia menunjukkan bahwa terdapat konflik dengan kepribadian Sigmund Freud meliputi id berjumlah 12 data, ego berjumlah 4 data, superego berjumlah 6 data. Nilai pendidikan karakter berjumlah 23 data meliputi nilai religius, jujur, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, gemar membaca, peduli llingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Relevansi hasil penelitian konflik batin dan nilai pendidikan karakter dapat digunakan dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA kelas XI.This research is entitled " The Inner Conflict of the Main Character and the Value of Character Education in Novel Bidadari Berbisik by Asma Nadia and its Relevance in Learning Literary Appreciation in High School ". This research aims to (1) describe and synopsis of novel Bidadari Berbisik by Asma Nadia .(2) The Inner Conflict of the Main Character in novel Bidadari Berbisik by Asma Nadia. (3) Value of Character Education in Novel Bidadari Berbisik by Asma Nadia. (4) The relevance of the research results on inner conflict and value of character educatian injustice learning literary appreciation in high school. The form of this research is descriptive qualitative research. The data collection method in this study was carried out by using correct and note-taking techniques. The data analysis methods used were heuristic and hermeneutic reading methods. The results of research inner onflict on the main character in novel Bidadari Berbisik based on aspects of Sigmund Freud's personality structure including 12 id, 4 ego, 6 superego. The value of character education contained in the novel Bidadari Berbisik includes 23 data of the religious values, honesty, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, love of the homeland, appreciate achievements, communicative, fond of reading, caring for the environment, social care, responsibility. The relevance of the research results of the research results on inner conflict and value of character educatian injustice learning literary appreciation in high school can be used in literature learning in class XI.
2876432115J1E016022THE CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE OF TENSES AND SPEAKING ABILITY (A Correlational Study to the 4th Semester Students of English Education Program of Jenderal Soedirman University, Academic Year 2019/2020)Berbicara dianggap sebagai salah satu keahlian yang paling penting namun juga sulit untuk dikuasai dalam mempelajari suatu bahasa. Hal ini dikarenakan orang-orang biasanya saling berinteraksi melalui komunikasi verbal. Berbicara tidak hanya tentang menghasilkan beberapa kata atau suara. Pembicara harus menghasilkan kalimat yang jelas dengan menggabungkan beberapa kata yang bermakna sehingga idenya dapat tersampaikan dengan jelas. Dalam hal ini, pembelajaran grammar dapat membantu pembicara menghasilkan kata-kata yang bermakna. Ada beberapa kategori dalam grammar dan salah satunya adalah tense. Namun, menerapkan tenses dalam berbicara tidaklah mudah. Fulcher (2003: 29) menyatakan bahwa pemilihan tense mungkin merupakan masalah yang paling umum dalam produksi ujaran. Namun, penggunaan tense yang tidak tepat memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kemampuan pendengra untuk memahami apa yang dikatakan oleh pembicara.
Fokus utama dari peneilitian ini ialah korelasi antara pengetahuan tenses dan kemampuan berbicara mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggambarkan arah hubungan antara pengetahuan tenses dan kemampuan berbicara. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa tinggi korelasi antara pengetahuan tenses dengan kemampuan berbicara.
Data penelitian ini diperoleh dari nilai siswa. Peneliti menggunakan dua tes berbeda untuk mengumpulkan data. Tes pilihan ganda digunakan untuk mengumpulkan nilai pengetahuan tenses siwa dan tes lisan digunakan untuk mengumpulkan nilai kemampuan berbicara siswa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Peneliti mengumpulkan data dari nilai siswa kemudian menganalisis data tersebut menggunakan SPSS 23 untuk mengetahui korelasi antara dua variable. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman Tahun Ajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini terdiri dari 38 partisipan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tenses dan kemampuan berbicara mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berada di kategori baik. Selain itu, terdapat korelasi positif antara pengetahuan tenses dan kemampuan berbicara pada mahasiswa seamester 4 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman tahun ajaran 2019/2020. Hal ini terlihat dari hasil r hitung sebesar 0.492 > r tabel yaitu sebesar 0.320 (tingkat signifikansi 0.05 atau 5%). Hal ini juga menunjukkan bahwa korelasi antara pengetahuan tenses dengan kemampuan berbicara berada pada level sedang. Berdasarkan data di atas, hipotesis alternatif (Ha) diterima.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada dosen untuk lebih banyak memberikan latihan dan pemahaman tentang penggunaan masing-masing tenses kepada mahasiswa. Peneliti juga memberikan saran kepada mahasiswa untuk lebih memperhatikan penjelasan dosen tentang grammar khususnya tentang tenses agar pemahaman mereka meningkat. Selain itu, para mahasiswa juga harus lebih sering berlatih berbicara sehingga keterampilan berbicara mereka menjadi lebih baik dan lancar.
Speaking is considered as one of the most important yet difficult skills to be mastered in learning a language. It is because people usually interact with each other through verbal communication. Speaking is not only about producing some words or sounds. A speaker should produce clear sentences by combining some meaningful words so their ideas can be conveyed clearly. In this case, grammar learning can help the speaker to produce some meaningful words. There are some categories in grammar and one of them is tense. However, implementing tenses in speaking is not that easy. Fulcher (2003: 29) stated that tense selection is probably the most common problem in speech production. However, the use of an inappropriate tense has very little effect on the listener’s ability to understand what the speaker is saying.
The main concern of this research is the correlation between knowledge of tenses and speaking ability at the 4th semester students of English Education Study Program at Jenderal Soedirman University in the Academic Year of 2019/2020. It figures out the direction of the correlation between knowledge of tenses and speaking ability. Furthermore, it also finds out how high the correlation between knowledge of tenses and speaking ability is.
The data of this research was obtained from the students’ scores. The researcher used two different tests to collect the data. The multiple choice test was used to collect the students’ knowledge of tenses scores and the oral test was used to collect the students’ speaking ability scores.
The type of this research is quantitative research with correlational research design. The researcher collected the data from the students’ scores and then analyzed the data using SPSS 23 to know the correlation between two variables. The subject of this research were the 4th semester students of English Education Study Program at Jenderal Soedirman University in Academic Year 2019/2020. The sample of this research were 38 participants.
The result of this research shows that the knowledge of tenses and speaking ability of the 4th semester students of English Education Study Program are in good category. Furthermore, there is a positive correlation between students’ tenses knowledge and their speaking ability at the 4th semester students of English Education Study Program of Jenderal Soedirman University in the academic year of 2019/2020. It can be seen from the result of r count value is 0.492 > r table which is equal to 0.320 (5% or 0.05 of level significance). It also indicates that the correlation between knowledge of tenses and speaking ability is medium. Based on the data above, the alternative hypothesis (Ha) is accepted.
According to the research result, The researcher suggests the lecturers to give more exercises and comprehension about the use of each tenses to the students. The researcher also suggests the students to pay attention to the grammar’s lecturer explanation about grammar especially tenses more seriously so their comprehension will be increase. Moreover, they should practice their speaking more often so their speaking skill will be better and more fluent.
2876532116I1A017068Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Remaja Penyandang Thalassemia di BanyumasLatar Belakang: Kualitas hidup remaja Thalassemia penting dikaji karena merupakan penyakit genetik yang diderita seumur hidup dan dapat menyebabkan kelainan darah, kelainan organ tubuh serta masalah psikososial. Remaja merupakan fase transisi dimana kebutuhan psikososial sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup remaja penyandang thalassemia di Banyumas dengan instrument PedsQL.
Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi crossectional. Populasi adalah seluruh penderita thalassemia dengan kategori remaja yang bertempat tinggal di Banyumas. Jumlah sampel sebanyak 72 responden dengan metode Total Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan kunjungan rumah responden dan dilakukan wawancara dengan mengisi kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji statistik analisis univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistic).
Hasil Penelitian: Kualitas hidup remaja penyandang thalassemia di Banyumas tergolong normal dengan nilai PedsQL 77,16>65,48. Terdapat pengaruh antara dukungan keluarga (p=0,043),pendidikan ayah (p=0,031), pendidikan ibu (p=0,037),tingkat pendapatan keluarga (p=0,012), dan riwayat splenektomi (p=0,010) dengan kualitas hidup remaja penyandang thalassemia di Banyumas.
Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga, tingkat pendidikan ayah dan ibu, tingkat pendapatan keluarga, dan tidak melakukan splenektomi maka semaking baik nilai kualitas hidup remaja penyandang thalassemia di Banyumas.
Background: Quality of life adolescent Thalassemia important to study because it is genetic disease last a lifetime and can cause blood disorders,organs and psychosocial problems. Adolescents are transitional phase where psychosocial needs are very important. This study aims to determine the value of quality of life and factors related to the quality of life of adolescents with thalassemia in Banyumas with the PedsQL instrument.
Method: Quantitative analytic with cross-sectional study design. The population was adolescent Thalassemia who resided in Banyumas. Sample of 72 respondents with the total sampling method. Data were collected by visiting the respondent's house and conducting interviews by filling out questionnaire. Data analysis used SPSS with univariate, bivariate (chi square),and multivariate (logistic regression) statistical analysis.
Results: The quality of life of adolescents with thalassemia in Banyumas is classified normal with PedsQL value of 77.16>65.48. There is influence between family support (p=0.043), father's education (p=0.031), motherl education (p=0.037), family income level (p=0.012), and a history of splenectomy (p=0.010) with the quality of life of adolescents with thalassemia. in Banyumas.
Concluison: The better family support, father’s education, mother’s education, family income, and not doing splenectomy,the better the quality of life adolescents with thalassemiain Banyumas.
2876632119A1F017014PEMBUATAN EDIBLE FILM AKTIF PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN SERAT NANOSELULOSA DAN EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG SEBAGAI ANTIBAKTERIPlastik menjadi sebuah kebutuhan yang harus tersedia setiap saat untuk menunjang berbagai kegiatan sehari-hari. Namun, plastik menjadi salah satu material yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Edible film berfungsi sebagai pengemas makanan yang sekaligus dapat dimakan bersama dengan produk yang dikemas dapat menjadi alternatif solusi dalam bidang pangan untuk mengurangi penggunaan plastik yang sulit terurai oleh alam. Salah satu bahan pembuatan edible film yaitu pati sagu memiliki sifat mekanis yang sama dengan plastik. Namun, mempunyai kekurangan yaitu kekuatan yang rendah dan rapuh, untuk meningkatkan kekuatannya yaitu dengan cara menambahkan bahan penguat berupa serat nanoselulosa ampas tapioka.
Penambahan bahan aktif kedalam edible film seperti ekstrak bunga kecombrang merupakan antibakteri yang dapat melindungi produk pangan dari kontaminasi mikroorganisme berupa bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis edible film berbahan pati sagu dengan penambahan serat nanoselulosa ampas tapioka, serta bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri edible film dengan adanya penambahan bahan aktif berupa ekstrak bunga kecombrang.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), diulang sebanyak dua kali. Faktor yang digunakan yaitu proporsi serat nanoselulosa dengan taraf 0%, 1%, 2%, dan 3% (b/b) dan proporsi ekstrak bunga kecombrang dengan taraf 0%, 1%, 2%, dan 3% (v/v). Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisik edible film berupa uji laju transmisi uap air (WVTR) dan transparansi (gelombang sinar UV dan sinar tampak), pengujian sifat mekanis berupa kuat tarik dan elongasi, serta pengujian aktivitas antibakteri metode cakram dengan menggunakan bakteri E.coli. Hasil pada peneltian ini yaitu edible film dengan penambahan serat nanoselulosa dan ekstrak bunga kecombrang tidak memengaruhi laju transmisi uap air (WVTR) dan aktivitas antibakteri tetapi berpengaruh terhadap kuat tarik, elongasi, dan transparansi sinar UV maupun sinar tampak.


Plastic is a necessity that must be available at all times to support various daily activities. However, plastic is one of the materials that have a negative impact on the environment. Edible film functions as a food packaging that can be eaten together with the packaged products, which can be an alternative solution in the food sector to reduce the use of plastics that are difficult to decompose by nature. One of the materials for making edible film, namely sago starch, has the same mechanical properties as plastic. However, it has a disadvantage, which is low strength and brittle, to increase its strength by adding a reinforcing material in the form of tapioca dregs nanocellulose fibers.
The addition of active ingredients to edible films such as kecombrang flower extract is an antibacterial which can protect food products from contamination of microorganisms in the form of bacteria. The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of edible film made from sago starch with the addition of tapioca dregs nanocellulose fibers, and to determine the antibacterial activity of edible film with the addition of an active ingredient in the form of kecombrang flower extract. The experimental design used was a completely randomized design, repeated twice.
The factors used were the proportion of nanocellulose fibers with a level of 0%, 1%, 2%, and 3% (w / w) and the proportion of kecombrang flower extract with levels of 0%, 1%, 2%, and 3% (v / v) . In this study, the physical properties of edible film were tested in the form of water vapor transmission rate (WVTR) and transparency tests (UV light and visible light waves), mechanical properties were tested in the form of tensile strength and elongation, as well as testing for the antibacterial activity of the disc method using E.coli. The result of this research is that edible film with the addition of nanocellulose fibers and kecombrang flower extract does not affect water vapor transmission rate (WVTR) and antibacterial activity but affects tensile strength, elongation, and transparency of both UV and visible light.


2876732117F1A016102KOMPETISI DI KALANGAN MAHASISWA
(Studi Mengenai Makna Musabaqah Tilawatil Quran
Bagi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman)
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan minat dan bakat mahasiswa, yang salah satunya adalah Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM). Selain sebagai kegiatan kemahasiswaan, MTQM di Unsoed juga merupakan respon adanya MTQ Mahasiswa Nasional. MTQM Unsoed tersebut memiliki banyak esensi yang dapat diambil. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai pemaknaan MTQM bagi mahasiswa Unsoed yang mengikutinya.

Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini ialah mahasiswa Unsoed yang mengikuti MTQM 2018 yang berjumlah enam orang dan juga pendamping serta pembina masing-masing satu orang. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Validasi yang digunakan ialah triangulasi sumber, yakni pemeriksaan sumber dengan menggunakan berbagai sumber data agar mendapatkan satu jenis data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif yang memiliki tiga jalur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MTQM Unsoed adalah program kegiatan mahasiswa nonakademik yang memiliki esensi untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran. Kegiatan ini dimaknai oleh mahasiswa sebagai ajang untuk mempererat ukhuwah, sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu sains dan Al-Quran, dan juga sebagai media edukasi. Selain itu, MTQM ini juga menjadi kegiatan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Quran. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat mendorong Lembaga Dakwah Fakultas untuk meningkatkan syiar Islam di lingkungan kampus.
Jenderal Soedirman University (Unsoed) has various activities in order to increase students' interests and talents, one of which is the Student Musabaqah Tilawatil Quran (MTQM). Apart from being a student activity, MTQM at Unsoed is also a response to the National Student MTQ. The Unsoed MTQM has many essences that can be taken. The purpose of this research is to describe and explain the meaning of MTQM for Unsoed students who follow it.

The research was conducted using descriptive qualitative methods. The targets in this study were six Unsoed students who participated in the 2018 MTQM and also a companion and coach each one. The data collection methods used in this study were interviews, observation and documentation. Sources of data used are primary and secondary data sources. The validation used is source triangulation, namely checking the source by using various data sources in order to obtain one type of data. This study uses interactive data analysis techniques that have three paths, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions.

The results of this study indicate that MTQM Unsoed is a non-academic student activity program that has the essence of instilling the values of the Koran. This activity is interpreted by students as a place to strengthen ukhuwah, as an effort to develop science and the Koran, and also as a medium of education. In addition, this MTQM is also an activity to increase love for the Koran. The existence of this activity is also expected to be a motivation for The Faculty Da'wah Organization to improve syi'ar Islam in the campus environment.
2876832118A1F017006PENGARUH BERBAGAI BENTUK SEDIAAN BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERIBunga kecombrang merupakan salah satu alternatif pengawet alami, karena memiliki komponen bioaktif seperti alkaloid, polifenol, saponin, triterpenoid dan flavonoid. Komponen bioaktif bunga kecombrang dalam bentuk segar dinilai kurang efektif. Oleh karena itu, peranan bunga kecombrang perlu dimaksimalkan dengan adanya pengolahan lebih lanjut menjadi berbagai bentuk sediaan (simplisia, bubuk, ekstrak, suspense dan mikrokapsul). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan tingkat toksisitas larva Artemia salina dari berbagai bentuk sediaan (simplisia, bubuk, ekstrak, suspense dan mikrokapsul). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diamati yaitu bentuk sediaan bunga kecombrang yang terdiri dari bentuk simplisia, bubuk, ekstrak, suspensi, dan mikrokapsul. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona hambat pada bakteri Eschericia coli dengan nilai yang dihasilkan pada masing-masing sampel yaitu ekstrak sebesar 7,5; bubuk sebesar 7,38; simplisia sebesar 7,22; suspense sebesar 6,34 dan mikrokapsul sebesar 6,26 mm. Sedangkan zona hambat yang terdapat pada bakteri Staphylococcus aureus pada masing-masing sampel yaitu ekstrak sebesar 7,98; bubuk sebesar 7,64; simplisia sebesar 7,36; suspense sebesar 6,4 dan mikrokapsul sebesar 6,45 mm. Nilai LC50 dari bentuk simplisia; bubuk; ekstrak; suspense; dan mikrokapsul berturut-turut yaitu 274,34; 134,68; 96,21; 412,56 dan 481 ppm. Nilai LC50 dari sediaan bunga kecombrang menunjukan bahwa sediaan kecombrang memiliki senyawa aktif yang bersifat sebagai antibakteri dan bersifat toksik terhadap larva Artemia salina.Kecombrang flower is an alternative to natural preservatives, because it has bioactive components such as alkaloids, polyphenols, saponins, triterpenoids and flavonoids. The bioactive component of kecombrang flower in fresh form is considered less effective. Therefore, the role of kecombrang flowers needs to be maximized by the presence of further processing into various dosage forms (simplicia, powder, extract, suspense and microcapsules). This study aims to examine the antibacterial activity and the level of toxicity of Artemia salina larvae from various dosage forms (simplicia, powder, extract, suspense and microcapsules). This study used a completely randomized design (CRD). The factors observed were kecombrang flower dosage form consisting of simplicia, powder, extract, suspension, and microcapsules. The results showed that kecombrang flower preparations had antibacterial activity by forming an inhibition zone in the Eschericia coli bacteria with the resulting values for each sample, namely the extract of 7.5; powder amounted to 7.38; simplicia amounted to 7,22; suspension of 6.34 and microcapsules of 6.26 mm. While the inhibition zone found in Staphylococcus aureus bacteria in each sample was an extract of 7.98; powder equal to 7,64; simplicia amounted to 7.36; the suspension is 6.4 and the microcapsule is 6.45 mm. LC50 value of simplicia form; powder; extract; suspense; and microcapsules, respectively, namely 274.34; 134.68; 96.21; 412.56 and 481 ppm. The LC50 value of the kecombrang flower preparation shows that the kecombrang preparation has an active compound that is antibacterial and toxic to the larvae of Artemia salina.
2876932120F1D017033PENGARUH KEPERCAYAAN POLITIK PEDAGANG BLOK G TANAH ABANG DALAM KEBIJAKAN SKYBRIDGE TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI POLITIK PASIF DI MASA PEMERINTAHAN ANIES BASWEDAN TAHUN 2020-2021Artikel ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh kepercayaan politik dalam kebijakan skybridge terhadap tingkat partisipasi politik pasif pedagang Blok G di masa pemerintahan Anies Baswedan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Jumlah populasi dari penelitian ini sebanyak 2000, dengan margin of error 10% sehingga jumlah sampel sebesar 95 yang dibulatkan menjadi 100. Teknik pengambilan data di dalam penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden. Penelitian ini menggunakan teknik uji hipotesis uji korelasi Rank Spearman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (H1) diterima. Artinya ada pengaruh yang sangat lemah antara kepercayaan politik terhadap tingkat partisipasi politik pasif. Hal tersebut didapat dari analisis korelasi Rank Spearman yang menunjukan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,045. Angka tersebut di interpretasikan kedua variabel memiliki hubungan yang sangat lemah, Hal ini terjadi karena nilai signifikan 0,659 yang lebih besar dari nilai α yaitu 0,05. Teori yang mengemukakan bahwa tingkat partisipasi politik bisa diukur melalui barometer status sosial ekonomi, situasi, afiliasi politik orang tua, kesadaran politik, pengalaman organisasi dan kepercayaan terhadap pemerintah terbukti bahwa kepercayaan politik tidak menjadi faktor tunggal yang mempengaruhi tingkat partisipasi politik pasif pedagang Blok G di masa pemerintahan Anies Baswedan.
The purposed of this researched was to find out is there any effect of political trust of Blok G, Tanah Abang Traders on Skybridge policy toward passive political participation on Anies Baswedan goverment regime. The method used in this was quantitative research with random sampling technique. The number of the populations amount 2000, with 10% margin of error showed 95 used as respondents which rounded up to 100. Data collecting technique on this researched were by giving the questionnaires on certain respondents. Hypothetist test used in this researched was Rank Spearman correlation test.
The result of the researched showed that H1 was approved. It means there is an effect on political trust towards passive political participation. It based on the result of rank spearmen correlation test in the amount of 0,045. This number was interpreted on both variabels leads to very weak dependence. It is because 0,659 of signification value which is more than the value of the α itself, 0,05. Theory that tell political participation can be measured with social-economic status, current situation, parent political affiliation, political awareness, organizational experiences, and political trustness towards government or political system was approved by political trustness is not the main reason on political participation level.
2877032125F1F016052KESENIAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA DIPLOMASI KEBUDAYAAN NEGARA INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai perkembangan diplomasi kebudayaan Indonesia melalui kesenian tradisional. Hasil penelitian menunjukan bahwadiplomasi Indonesia pada era Soekarno yakni diplomasi yang mengukuhkan ketahanan nasional dengan mampu mendapatkan pengakuan, serta simpati dari negara-negara lain. Berikutnya pada era Presiden Soeharto, prioritas utama saat itu mengangkat Indonesia dari krisis melalui good neighbourhood policy. Era awal reformasi, Presiden Habibie menjalankan kerjasama dengan ASEAN. Presiden Abdurrahman Wahid, lebih fokus pada isu sosial politis negara di luar negeri. Presiden Megawati fokus pada sisi internal dengan prioritas nasional dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menguatkan kerja sama antar negara ASEAN. Terakhir, Presiden Jokowi meningkatkan pembangunan ekonomi nasional khususnya industri dan pariwisata dengan menarik minat wisatawan luar negeri untuk berkunjung ke Indonesia.This study aims to understand deeply about the development of Indonesian cultural diplomacy through traditional arts. The results showed that Indonesia's diplomacy in the Soekarno era was diplomacy that strengthened national resilience by being able to gain recognition and sympathy from other countries. Next, in the era of President Soeharto, the main priority at that time was to lift Indonesia from the economic crisis through a good neighborhood policy. In the early era of reform, President Habibie carried out various foreign collaborations with ASEAN. President Abdurrahman Wahid, focused more on the socio-political issues experienced by the state abroad. President Megawati has focused on the internal side of Indonesia with consideration of national priorities and President Susilo Bambang Yudhoyon, has further strengthened cooperation between ASEAN countries. Finally, President Jokowi further enhances national development in the economic sector, especially industry and tourism by attracting foreign tourists to visit Indonesia.
2877132085C1H016023THE EFFECT OF BRAND IMAGE, NETWORK QUALITY, PERCEIVED PRICE AND PRODUCT BUNDLING, TOWARD CUSTOMERS PREFERENCE Penelitian ini bertujuan untuk menguji studi empiris pada Kartu SIM AXIS. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Citra Merek, Kualitas Jaringan, Persepsi Harga dan Bundling Produk Terhadap Preferensi Pelanggan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menemukan bukti empiris pengaruh Brand Image, Network Quality, Perceived Price dan Product Bundling terhadap Customer Preference. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 orang. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode convenience sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa: (1) Citra Merek berpengaruh negatif terhadap Preferensi Pelanggan. (2) Kualitas Jaringan berpengaruh negatif terhadap Preferensi Pelanggan. (3) Harga Persepsi berpengaruh positif terhadap Preferensi Pelanggan. (4) Bundling Produk berpengaruh positif terhadap Preferensi Pelanggan. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah diharapkan pihak manajemen membangun untuk meningkatkan Perceived Price dan Product Bundling AXIS di Purwokerto. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, AXIS harus meningkatkan citra mereknya meskipun berdampak negatif, dan selalu melakukan perbaikan kualitas terutama pada harga, bundle dan kekuatan sinyal untuk pelayanan yang lebih baik.This study aims to test empirical studies at AXIS SIM Card. The research took the title: "The Effect of Brand Image, Network Quality, Perceived Price and Product Bundling, toward Customers Preference ". The purpose of this study was to determine and find empirical evidence of the effect of Brand Image, Network Quality, Perceived Price and Product Bundling on Customer Preference. The population in this study were students of Jenderal Soedirman University. The sample in this study were 99 people. The samples were determined using the convenience sampling method. The analysis tool used is multiple regression. Based on the results of research and data analysis, it is known that: (1) Brand Image has a negative effect on Customer Preference. (2) Network Quality has a negative effect on Customer Preference. (3) Perceived Price has positve effect on Customer Preference. (4)Product Bundling has positive effect on Customer Preference. The implication of the conclusion above is that the management is expected to build to increase the Perceived Price and Product Bundling of AXIS in Purwokerto. Based on the research that has been done, AXIS must improve its brand image even though it has a negative effect, and always make quality improvements, especially in price, bundle and signal strength for better service.
2877232121A1F017030UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BERBAGAI BENTUK SEDIAAN BATANG KECOMBRANG (Etlingera elatior)Kesadaran masyarakat tentang keamanan konsumsi pangan sehari-hari semakin meningkat. Sekarang mereka akan dihadapkan pada kebutuhan pangan yang praktis, aman dan tahan lama serta mudah diproses. Pengawet akan dibutuhkan dalam pangan ini. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi sebagai bahan pengawet adalah batang tanaman kecombrang (Etlingera elatior). Batang kecombrang mengandung senyawa alkaloid, saponin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Mengingat adanya potensi dari batang kecombrang sebagai pengawet alami, maka batang kecombrang perlu diolah lebih lanjut kedalam berbagai bentuk sediaan, yaitu simplisia kering, bubuk simplisia, ekstrak cair, suspensi, dan mikrokapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dan toksisitas terhadap Artemia salina Leach dari berbagai bentuk sediaan batang kecombrang (simplisia, bubuk simplisia, ekstrak cair, suspensi, dan mikrokapsul). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial. Faktor yang diamati yaitu bentuk sediaan batang kecombrang yang terdiri dari bentuk simplisia, bubuk simplisia, ekstrak cair, suspensi, dan mikrokapsul. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh bentuk sediaan batang kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus,dan memiliki sifat toksik terhadap Artemia salina Leach.Public awareness about the safety of daily food consumption is increasing. Now they will be faced with the need for food that is practical, safe and durable, and easy to process. Preservatives will be needed in these foods. One of natural ingredient that has potential as a preservative is the stems of the kecombrang plant (Etlingera elatior). Kecombrang stem contains alkaloid, saponins, phenolics, flavonoids, triterpenoids, steroids, and glycosides which can function as antibacterial. Given the potential of kecombrang stems as natural preservatives, kecombrang stems need to be further processed into various forms of ingredients, namely simplicia, simplicia powder, liquid extracts, suspensions, and microcapsules. This study aims to determine the antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, and the toxicity against Artemia salina Leach from various forms of kecombrang stem ingredient (simplicia, simplicia powder, liquid extract, suspension, and microcapsules). This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) type experimental design. The factors observed were the form of kecombrang stem ingredients consisting of simplicia, simplicia powder, liquid extract, suspension, and microcapsule. The results showed that all forms of kecombrang stem ingredients had antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria, and has toxic properties against Artemia salina Leach.
2877332122F1B016025KUALITAS PELAYANAN E-KTP DI KABUPATEN CIAMIS
(STUDI KASUS DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN CIAMIS)
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas pelayanan E-KTP di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif sedangkan untuk teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling pemilihan informan yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dalam menjamin keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi sumber menggunakan model analisis interaktif Milles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya Sumber Daya Manusia, dan sarana prasarana yang kurang memadai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ciamis. Kurangnya sumber daya manusia dapat menyebabkan pelayanan terhadap masyarakat kurang Efektif dan kurangnya kualitas sarana prasarana juga akan menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaannya.

The purpose of this study is to determine the quality of E-KTP services in Ciamis Regency. The method used is descriptive qualitative, while the informant selection technique uses purposive sampling, selecting informants who really understand the information on the object of research and the informants can be trusted as competent data sources. Collecting data through in-depth interviews, observation and documentation. In ensuring the validity of the data used, the source triangulation technique uses the interactive analysis model of Milles, Huberman and Saldana. The results showed that the lack of human resources and inadequate facilities and infrastructure at the Population and Civil Registration Service of Ciamis Regency. Lack of human resources can cause services to the community to be less effective and the lack of quality of infrastructure will also cause problems in their implementation.

2877432123F1A017087PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA RANTAU TAHUN ANGKATAN 2017 FISIP UNSOEDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar mahasiswa rantau dan untuk mengetahui pengaruh antara pergaulan teman sebaya terhadap motivasi belajar mahasiswa rantau. Mahasiswa rantau yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun angkatan 2017 yang meninggalkan daerah asalnya untuk tinggal di Kota Purwokerto dalam jangka waktu sementara dengan tujuan untuk menuntut ilmu di FISIP UNSEOD. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei eksplanatif. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 78 mahasiswa rantau. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportionate random sampling. Pengumpulan data dengan memberikan kuesioner kepada mahasiswa rantau. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan tau kendall-b. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa rantau sama-sama memiliki motivasi belajar yang setara antar level, yaitu pada motivasi belajar rendah dan motivasi belajar tinggi tidak ada kategori yang lebih unggul. Hasil ini ditunjukkan melalui distribusi frekuensi dengan presentasi motivasi belajar rendah 50% dan motivasi belajar tinggi 50%. Kemudian uji analisis menunjukkan bahwa pengaruh variabel pergaulan teman sebaya terhadap motivasi belajar memiliki arah yang lemah, positif dan signifikan. Hasil ini ditunjukkan melalui uji korelasi tau kendall-b dengan nilai sebesar 0,257 dan nilai signifikan 0,024. Berdasakan paparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin sering adanya pergaulan teman sebaya yang erat dan nyata di antara mahasiswa rantau, maka motivasi belajar yang terbentuk akan tinggi, seperti membuat tugas bersama, bertanya tentang pelajaran yang tidak dimengerti, mengunjungi perpustakan untuk berdiskusi mengenai materi perkuliahan, maupun mencari materi untuk tugas akhir. Maka dari itu hipotesis H1 yang menyebutkan terdapat pengaruh signifikan antara variabel pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar mahasiswa rantau dapat diterima.This study aims to determine the learning motivation of overseas students and to determine the effect of peer-peer interaction on the learning motivation of overseas students. Overseas students who were respondents in this study were students of class 2017 who left their home areas to live in the city of Purwokerto for a temporary period with the aim of studying at FISIP UNSEOD. This research was conducted using an explanative survey method. The number of samples taken using the Slovin formula was 78 overseas students. The sampling technique used was proportionate random sampling. Collecting data by giving questionnaires to overseas students. Data analysis using frequency distribution and tau kendall-b. The results of the analysis test show that the learning motivation of overseas students has equal learning motivation between levels, namely at low learning motivation and high learning motivation there is no category that is superior. This result is shown through the frequency distribution with a low learning motivation presentation of 50% and a high learning motivation of 50%. Then the analysis test shows that the influence of peer interaction variables on learning motivation has a weak, positive and significant direction. These results are shown through the tau Kendall-b correlation test with a value of 0.257 and a significant value of 0.024. Based on the explanation above, it can be concluded that the more often there is close and real peer interaction among overseas students, the learning motivation that is formed will be high, such as making joint assignments, asking about lessons that are not understood, visiting libraries to discuss lecture materials , as well as looking for material for the final project. Therefore, the H1 hypothesis which states that there is a significant influence between peer interaction variables and the learning motivation of overseas students can be accepted.
2877532124A1A016012HUBUNGAN KINERJA KELOMPOK TANI DENGAN PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH ANGGOTA KELOMPOK TANI DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASKecamatan Cilongok merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Banyumas. Produksi padi terbesar di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas berasal dari tiga desa yaitu Desa Panusupan, Desa Batuanten dan Desa Karangtengah. Ketiga desa tersebut masing-masing mempunyai satu kelompok tani padi sawah dengan kinerja kelompok yang berbeda yaitu kelompok tani Teras 1 di Desa Panusupan, kelompok tani Siamba Jaya II di Desa Batuanten dan kelompok tani Kisma Budidaya II di Desa Karangtengah. Tujuan penelitian adalah: (1)Untuk mengetahui tingkat kinerja kelompok tani padi sawah kelompok tani Teras 1, kelompok tani Siamba Jaya II dan kelompok tani Kisma Budidaya II di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (2)Untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani padi sawah anggota kelompok tani Teras 1, kelompok tani Siamba Jaya II dan kelompok tani Kisma Budidaya II di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (3)Untuk mengetahui bagaimana hubungan anatara kinerja kelompok tani dengan pendapatan usahatani padi sawah anggota kelompok tani di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode pengambilan sampel menggunkan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Analisis data menggunakan analisis biaya dan pendapatan, metode likert summated ratings, analisis chi- square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kinerja kelompok tani Teras 1 termasuk dalam kategori kinerja sedang, tingkat kinerja kelompok tani Siamba Jaya II termasuk dalam kategori kinerja rendah dan tingkat kinerja kelompok tani Kisma Budidaya II termasuk dalam kategori kinerja tinggi. Rata-rata pendapatan usahatani padi sawah anggota kelompok tani Teras 1 per musim tanam adalah Rp13.225.365,02/ha tergolong pendapatan sedang. Rata-rata pendapatan usahatani padi sawah anggota kelompok tani Siamba Jaya II per musim tanam adalah Rp9.403.326,50.312,78/ha tergolong pendapatan rendah dan rata-rata pendapatan usahatani anggota kelompok tani Kisma Budidaya II per musim tanam adalah Rp14.532.773,02/ha tergolong pendapatan tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan dan nyata antara kinerja kelompok tani dengan pendapatan usahatani padi sawah anggota kelompok tani di Kecamatan CilongokCilongok District is a rice production center in Banyumas Regency. The largest rice production in Cilongok District, Banyumas Regency comes from three villages, namely Panusupan Village, Batuanten Village and Karangtengah Village.The three villages each have one paddy rice farmer group with different group performance, namely the Teras 1 farmer group in Panusupan Village, the Siamba Jaya II farmer group in Batuanten Village and the Kisma Budidaya II farmer group in Karangtengah Village.The objectives of the study were: (1) To determine the level of performance of the Teras 1 rice farmer group, the Siamba Jaya II farmer group and the Kisma Budidaya II farmer group in Cilongok District, Banyumas Regency (2) To find out the amount of rice farming income for members of the Teras 1 farmer group, Siamba Jaya II farmer group and Kisma Budidaya II farmer group in Cilongok District, Banyumas Regency (3) To determine the relationship between farmer group performance lowland rice farming income for members of farmer groups in Cilongok District, Banyumas Regency. The research method used is quantitative and qualitative methods. The sampling method used was simple random sampling with 52 farmers as respondents. Data analysis used is cost and income analysis, Likert summated ratings method, Chi-square test analysis. The results showed that the performance level of the Teras 1 farmer group is in the medium performance category, the Siamba Jaya II farmer group performance level is in the low performance category and the Kisma Budidaya II farmer group performance level is in the high performance category. The average lowland rice farming income for members of the Teras 1 farmer group per planting season is Rp13.225.365,02/ha classified as medium income. The average lowland rice farming income for members of the Siamba Jaya II farmer group per planting season is Rp9.403.326,50.312,78/ha classified as low incomeand the average farm income of members of the Kisma Budidaya II farmer group per planting season is Rp14.532.773,02/ha classified as high income. There is a significant and real relationship between the performance of farmer groups and the income of lowland rice farming of members of farmer groups in Cilongok District.
2877632126F1A017058Pandangan Mahasiswa FISIP Unsoed Terhadap Radikalisme dan TerorismeRadikalisme dan terorisme merupakan permasalahan yang sangat serius yang harus
dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Remaja terlebih mahasiswa berpotensi untuk
bergabung pada kelompok ini terlebih saat ini media mengambil peran penting dalam
menyebarkan informasi. Sehingga, perlu untuk mengetahui pandangan mahasiswa
mengenai radikalisme dan terorisme. Hal ini untuk menghindari adanya kesalahpahaman
mengenai kedua konsep ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan
mahasiswa FISIP Unsoed terhadap radikalisme dan terorisme. Penelitian ini dilakukan
menggunakan metode kuantitatif deskriptif jenis survei. Sasaran penelitian ini adalah
mahasiswa FISIP Unsoed angkatan 2017, 2018 dan 2019. Teknik sampling yang digunakan
adalah proportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 142 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pandangan negative terhadap
radikalisme dan terorisme dan pandangan tersebut diperoleh melalui media massa. Twitter
menjadi media sosial untuk memperoleh informasi radikalisme dan terorisme yang paling
banyak dipilih oleh mahasiswa. Mahasiswa juga tidak pernah bergabung dan melakukan
aksi radikal dan teror.
Radikalism and terrorism are very serious problems that must be faced by all Indonesian
people. Teenagers especially students have the potential to join this group, especially now that the media plays an important role in disseminating information. So it is necessary to know the students views on radicalism and terrorism. This is necessary to avoid any misunderstanding of these two concepts. This study aims to determine the views of FISIP Unsoed students on radicalism and terrorism. This research was conducted using a descriptive quantitative
method of survey type. The targets of this study were students of FISIP Unsoed class 2017, 2018 and 2019. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling with a sample of 142 respondents. The result showed that students had a negative view of radicalism and terrorism and these were obtained through the mass media. Twitter is the social media for obtaining information on radicalism and terorism, which is mostly chosen by students. Students also never join and carry out radical actions and terror
2877732127J1D015017Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Model TGT Berbantuan Media Gambar BerseriPenelitian ini didasarkan pada masalah rendahnya keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII G SMP Negeri 3 Purwokerto. Rendahnya menulis teks berita dikarenakan siswa tidak tertarik untuk mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia. Ketidaktertarikan siswa terhadap pembelajaran disebabkan juga oleh faktor eksternal pada proses pembelajaran yaitu guru kurang baik dalam memanfaatkan metode atau model pembelajaran, serta media pembelajaran yang digunakan kurang inovatif, sehingga proses belajar mengajar pun kurang maksimal. Berawal dari masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita, yaitu model kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan tiga siklus, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk mengetahui hasil tes menulis teks berita siswa, sedangkan teknik kualitatif digunakan untuk mengetahui hasil nontes berupa perubahan perilaku belajar siswa.berdasarkan hasil tes, ketampilan menulis teks berita siswa mengalami peningkatan peningkatan yang dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh pada tiap siklusnya. Pada prasiklus nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 52,67, siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 73,9, dan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh mencapai 84,93. selain itu, berdasarkan hasil nontes juga menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar siswa ke arah yang lebih baik.

Kata Kunci: menulis, teks berita, kooperatif, team game tournament, gambar berseri
This research is based on the low of writing news item skill on students VIII G SMP Negeri 3 Purwokerto. This condition is caused students’ do not have high interest on teaching and learning process of Bahasa. The students’ low interest is caused by external factor of teaching and learning process, it is that the teacher do not apply interesting teaching and learning method and do not use innovative media for teaching. Moreover, teaching and learning process do not go well. Started from that condition, the researcher suggests teaching and learning model which can be apply in teaching writing news item. It is cooperative learning model of Team Game Tournament (TGT). The design of the research is Classroom Action Research (CAR) by implementing three cycles, they are pra-cycle, cycle , and cycle 2. The data collecting techniques are test and non-test. The data analysis used in this research are quantitative and qualitative. Quantitative techniques is used to know the students’ test result of writing news item, while qualitative technique is used to know non-test result such as a change of students’ learning attitude. Based on the test result, it is known that students’ writing skill of news item increase well. It can be seen from the mean in each cycle. In pra-cycle, the mean is 52,67, mean of cycle I is 73,9, and mean of cycle II is 84,93. Moreover, the non-test result also shows the improvement of students’ learning attitude.

Keyword: writing, news item, team game tournament, series of picture.
2877832128F1A017069HUBUNGAN LINGKUNGAN SOSIAL DAN PERAN KOMUNITAS DENGAN MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI KOMUNITAS SSC SURABAYAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan sosial dan peran komunitas SSC Surabaya dengan motivasi belajar anak jalanan di komunitas SSC Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara secara langsung dengan informan. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang tidak searah atau negatif antara variabel lingkungan sosial dengan motivasi belajar anak jalanan dengan nilai korelasi sebesar -0.17. Nilai ρ value (Sig.) kedua variabel sebesar 0.273. Artinya, hubungan kedua vaiabel tersebut tidak signifikan dan memiliki kekuatan yang lemah. Adapun hubungan antara variabel peran komunitas dengan motivasi belajar anak jalanan juga menunjukkan hubungan yang tidak searah dengan nilai korelasi -0.126. Nilai ρ value (Sig.) dari kedua variabel sebesar 0.431. Artinya, hubungan kedua variabel tersebut tidak signifikan dan juga memiliki kekuatan hubungan yang lemah. This study aims to analyze the relationship between the social environment and the role of the SSC Surabaya community with the learning motivation of street children in the SSC Surabaya community. The method used in this research is quantitative research methods supported by qualitative data. Data obtained from questionnaires and direct interviews with informants. The analytical tool used is the Tau Kendall correlation test. The results showed that there was a unidirectional or negative relationship between social environment variables and the learning motivation of street children with a correlation value of -0.17. The value of ρ value (Sig.) Of the two variables is 0.273. This means that the relationship between the two variables is insignificant and has weak strength. The relationship between the variable role of the community and the motivation to learn street children also shows a relationship that is not in line with the correlation value -0.126. The value of ρ value (Sig.) Of the two variables is 0.431. This means that the relationship between the two variables is not significant and also has a weak relationship strength.
2877932129A1F017040KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI FOOD BARS BERBASIS TEPUNG JEWAWUT DAN TEPUNG LABU KUNING SEBAGAI PRODUK PANGAN DARURATPangan darurat merupakan produk pangan olahan yang dirancang khusus untuk dikonsumsi pada kondisi yang menyebabkan manusia tidak dapat hidup dengan normal. Food bars dapat dijadikan sebagai alternatif pangan darurat karena bentuknya yang tidak mudah rusak, mudah untuk dicerna, memiliki kandungan gizi yang baik, dan dapat dikonsumsi untuk segala kalangan. Pada penelitian ini digunakan tepung jewawut dan tepung labu kuning sebagai bahan subtitusi tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi tepung jewawut dan tepung terigu serta penambahan tepung labu kuning dengan berbagai konsentrasi yang menghasilkan food bars dengan karakteristik sensori dan kimia terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu (S) tepung jewawut : tepung terigu dan (K) proporsi tepung labu kuning. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi food bars terbaik berdasar sifat sensori dan kimia yaitu S2K2 dengan proporsi tepung jewawut : tepung terigu (80% : 20%) dan tepung labu kuning (15%) menghasilkan kadar air 21,62%; kadar abu 2,15%; kadar lemak 18,73%; kadar serat 23,02%; kadar gula total 6,96%; kadar protein 10,83%; kadar karbohidrat 46,65%; dan energi 398,575 kkal.Emergency food is a processed food product specifically designed for consumption in conditions that prevent humans from living normally. Food bars can be used as an alternative to emergency food because they are not easily damaged, easy to digest, have good nutritional content, and can be consumed by all people. In this study, wheat flour and pumpkin flour were used as substitutes for wheat flour. This study aims to determine the proportion of barley flour and wheat flour and the addition of pumpkin flour with various concentrations to produce food bars with the best sensory and chemical characteristics. This research was conducted experimentally using a randomized block design (RBD). The factors studied were (S) millet flour: wheat flour and (K) the proportion of pumpkin flour. The results showed that the best food bars formulation based on sensory and chemical properties, namely S2K2 with the proportion of millet flour: wheat flour (80%: 20%) and pumpkin flour (15%) produced 21.62% moisture content; ash content 2.15%; fat content 18.73%; fiber content 23.02%; total sugar content of 6.96%; protein content 10.83%; carbohydrate content of 46.65%; and energy 398.575 kcal.
2878032130F2A017019KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
PADA SATLANTAS KEPOLISIAN RESOR TEGAL KOTA
Pemerintah menerapkan good governance dalam rangka memberantas korupsi dan nepotisme. Penelitian ini dilaksanakan di Satlantas Kepolisian Resor Polres Tegal Kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan masyarakat atas kualitas pelayanan yang diberikan Satlantas Kepolisian Resor Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. ulasi penelitian ini adalah masyarakat pengguna layanan Satlantas Kepolisian Resor Tegal Kota yang berjumlah 249.905, kemudian sampel yang digunakan adalah 399 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Kendall’s Tau-c, koefisien Konkordansi Kendall W dan regresi ordinal. Hasil penelitian menemukan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif signifikan antara bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan nilai chi-square hitung lebih besar dari chi square tabel dan signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Serta terdapat pengaruh yang positif signifikan antara bukti fisik, kehandalan, daya tangkap, jaminan dan empati secara simultan terhadap kepuasan masyarakat karena nilai chi-square hitung lebih besar daripada chi-square tabel yaitu 380,896 > 11,070 dengan nilai signifikansi menunjukkan 0,000 < 0,05.
The government implements good governance in order to eradicate corruption and nepotism. This research was conducted at the Traffic Police of the Tegal City Police Resort. The purpose of this study was to analyze the effect of physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy on community satisfaction with the quality of services provided by the Tegal Police Traffic Police. This research uses quantitative methods. The samples of this research were 249,905 users of the Tegal City Police Traffic Police service, then the sample used was 399 people. Data analysis in this study used Kendall's Tau-c correlation, Kendall W concordance coefficient and ordinal regression. The results of the study found that partially there was a significant positive effect between physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy on community satisfaction. It is shown that the calculated chi-square value is greater than the chi-square table and the significance is less than 0.05. And there is a significant positive influence between physical evidence, reliability, comprehension, assurance and empathy simultaneously on community satisfaction
77

because the calculated chi-square value is greater than the chi-square table, namely 380.896> 11.070 with a significance value of 0.000 <0.05.