Home
Login.
Artikelilmiahs
31627
Update
ELININGSIH
NIM
Judul Artikel
PENGGUNAAN IAA DAN BAP DALAM INDUKSI KALUS Nepenthes gymnamphora Reinw. ex Nees
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan IAA dan BAP dalam menginduksi kalus N. gymnamphora serta menentukan interaksi yang ideal antara IAA dan BAP dalam menginduksi kalus N. gymnamphora. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi IAA (0; 0,5; 1; 1,5 mg/L) dan faktor kedua berupa konsentrasi BAP (0; 1; 2 dan 3 mg/L). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang digunakan adalah variabel pertumbuhan, dengan parameter yang diamati adalah waktu inisiasi kalus (hari), persentase eksplan yang tumbuh menjadi kalus, diameter kalus (mm) dan ketebalan kalus (mm). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Uji F). Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IAA pada konsentrasi 0,5 mg/L mempengaruhi diameter kalus N. gymnamphora. Sementara itu, BAP tidak berpengaruh dalam menentukan diameter kalus. Perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh interaksi antara IAA dan BAP dalam menginduksi kalus N. gymnamphora.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the effect of IAA and BAP in inducing N. gymnamphora callus and to determine the ideal interaction between IAA and BAP in inducing N. gymnamphora callus. The research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with factorial treatment design employing two factors. The first factor was the concentration of IAA (0; 0.5; 1; 1.5 mg/L) and the second factor was the concentration of BAP (0; 1; 2 and 3 mg/L). Each treatment was repeated three times giving rise to 48 experimental units. The variable used was plant growth consisting of several parameters, i.e. callus initiation time (days), percentage of explants growing into calli, callus diameter (mm) and callus thickness (mm). The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (F Test). If significant effect was observed, further analysis was caried out employing LSD (the least significant difference) test with a confidence level of 95%. The results showed that IAA at a concentration of 0.5 mg/L affected the callus diameter of N. gymnamphora, while BAP showed no effect on callus diameter. The interaction between IAA and BAP had noeffect on inducing N. gymnamphora callus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save