Home
Login.
Artikelilmiahs
31588
Update
FAIZ RAMADHANA
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan MSDs Pada Karyawan Non-Pelayanan PT. Telkom Indonesia Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: MSDs merupakan penyakit akibat kerja peringkat pertama dalam biaya kompensasi di dunia sebesar 40%. Sebanyak 40%-80% keluhan MSDs banyak ditemukan pada pekerja kantoran di Indonesia setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada karyawan non-pelayanan PT. Telkom Indonesia Purwokerto. Metodologi: Penelitian berupa survei analitik cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling dengan kriteria bekerja menggunakan komputer dan tidak cuti/dinas luar kota. Pengambilan data melalui wawancara dengan kuesioner, lembar Nordic Body Map (NBM), dan lembar observasi RULA untuk menilai sikap kerja. Uji yang digunakan adalah Chi Square dengan α=5%. Hasil Penelitian: Terdapat 81,3% responden mengalami keluhan MSDs. Umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, ukuran tubuh, lama penggunaan komputer, masa kerja, dan waktu kerja lembur tidak berhubungan dengan keluhan MSDs. Variabel sikap kerja tidak alamiah berhubungan dengan keluhan MSDs (p-value = 0,029 OR 11,250). Kesimpulan: Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs dengan faktor sikap kerja tidak alamiah sebagai faktor yang berhubungan secara signifikan dengan keluhan MSDs. Pekerja dapat mencegah keluhan MSDs dengan memerhatikan sikap kerja saat bekerja dengan komputer dengan menerapkan istirahat singkat, penempatan alat kerja yang dekat dengan jangkauan tangan, serta menyesuaikan tinggi monitor dan tempat kerja agar sesuai antropometri tubuh.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: MSDs is classified as the world’s highest work related disease in compensation cost, amounting to 40%. About 40%-80% of considerable cases of MSDs complaint is found on office employees in Indonesia each year. The objective was to discover the correlating factors of MSDs complaints on employees of PT. Telkom Indonesia Purwokerto. Methods: This study was a cross sectional analytical survey with total sampling method. Criterias included were working with computers and not on paid leave or business trip. Data were taken using general questionnaire, Nordic Body Map (NBM) questionnaire, and RULA form to observe working posture. The test used Chi Square with α=5%. Results: About 81,3% respondents was found with MSDs complaints. Age, sex, smoking habit, physical activity, body mass, computer usage time, work period, and work overtime duraion were not correlated with MSDs complaints. Unnatural work posture was correlated with MSDs complaints (p-value = 0,029 OR 11,250). Conclusions: Respondents largely experience MSDs complaints with unnatural working posture as the factor correlated significantly with MSDs complaints. Employees could prevent MSDs by paying attention to their posture while using computer, applying short breaks, placing peripherals close to arms reach, and adjusting monitor and workplace height according to body.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save