Artikel Ilmiah : C1A016077 a.n. SILVINA ESTA NURWANTI
| NIM | C1A016077 |
|---|---|
| Namamhs | SILVINA ESTA NURWANTI |
| Judul Artikel | PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Fenomena ketimpangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan merupakan permasalahan dalam pembangunan yang masih terjadi di banyak daerah, yang dapat diukur menggunakan indeks pembangunan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan gender di Provinsi D.I. Yogyakarta dan variabel manakah yang pengaruhnya paling besar terhadap indeks pembangunan gender. Penelitian ini menggunakan menggunakan alat analisis regresi data panel dengan pendekatan model efek tetap (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengeluaran pemerintah bidang pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Gender di Provinsi D.I Yogyakarta, variabel pengeluaran pemerintah bidang kesehatan dan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Gender di Provinsi D.I Yogyakarta, dan variabel bebas yang paling besar pengaruhnya terhadap Indeks Pembangunan Gender D.I. Yogyakarta adalah variabel pengeluaran pemerintah bidang kesehatan. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah untuk lebih memperhatikan kemampuan tiap daerahnya dalam merealisasikan anggaran pendidikan, perlu adanya penguatan kerja sama dan penyelarasan misi baik dalam tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan, serta diperlukan pemerataan pendidikan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan yang terjadi antara perkotaan dan pedesaaan di D.I. Yogyakarta. Untuk pengeluaran bidang kesehatan, pemerintah hendaknya meningkatkan persentase alokasi anggaran untuk bidang kesehatan dengan ketentuan yang ada yaitu minimal 10 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta perlu adanya pengoptimalan kinerja dalam pengelolahan keuangan agar anggaran kesehatan yang dapat direalisasikan secara optimal juga. Sedangkan pada pertumbuhan ekonomi, pemerintah hendaknya melakukan upaya pemerataan dalam pertumbuhan ekonomi tiap daerah kabupaten/kota agar hasilnya dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penggunaan data penelitian yang terbatas periodenya dan terbatasnya ketersediaan informasi mengenai setiap variabel penelitian yang digunakan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The phenomenon of the development inequality between men and women is development problems that still occur in many regions and can be measured using the gender development index (IPG). This research have purpose to analyze the factors that influence on gender development index in Province of D.I. Yogyakarta and which variable has the greatest influence on the gender development index of Province D.I. Yogyakarta. This research uses a panel data regression analysis with fixed effect model (FEM) approach. The results of this research indicate that variable of government expenditures in education has a negatif and significant effect on gender development index in Province of D.I. Yogyakarta, the variable of government expenditures in health and variable of economic growth has a positive and significant effect on gender development index in Province D.I. Yogyakarta, and the dependent variable has the greatest effect on gender development index Province D.I. Yogyakarta is a government expenditure on health. The implication of this research is the government to pay more attention to ability of each region in realizing the education expenditure, it’s neccesary to strengthen cooperaton and equalize of mission both at the province and distric/city level to optimize government performance, and need equitbale education to reduce education gap between urban and rural areas in D.I. Yogyakarta. For expenditure in the health sector, government should increase the percentage of budget allocation for health sector with provision minimum of 10 percent from local government revenue and expenditure budget (APBD) and need performance optimization in finansial management so that health budget can be realized optimally as well. Meanwhile in economic growth, the government should to make equalize in the economic growth for each district or city so that can be enjoyed by all level of society. The limitations of this study are use of research data with a limited period and limited information on availability of information on each research variable used. |
| Kata kunci | Kata kunci: Indeks Pembangunan Gender, Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengeluaran Pemerintah Bidang Kesehatan, Pertumbuhan Ekonomi |
| Pembimbing 1 | Dra. Nunik Kadarwati, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Supadi, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Suharno, S.E., M.Si |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2021-02-23 18:07:16.225481 |