Home
Login.
Artikelilmiahs
31592
Update
ANDRESEPTIO PUTRA EVERESTA
NIM
Judul Artikel
PERAN LEMBAGA MÉDECINS SANS FRONTIÈRES (MSF) DALAM BANTUAN KEMANUSIAAN KEPADA PENGUNGSI ROHINGNYA DI BIDANG KESEHATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan organisasi Médecins Sans Frontières (MSF) dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan yang dialami oleh etnis Rohingnya yang dianalisis dengan teori humanitarian assistance. Penelitian ini menjelaskan MSF sebagai organisasi yang berperan dalam memberi bantuan di bidang kesehatan bagi pengungsi Rohingnya. Kegiatan yang dilakukan oleh MSF pada pengungsi etnis rohingnya kaena kurangnya kepedulian pada sektor kesehatan mereka. Hal ini dilakukan MSF dengan mendirikan pusat pengobatan di kamp pengungsian dan melakukan berbagai upaya medis seperti penanganan wabah, vaksinasi, rehabilitasi, serta pelayanan dasar seperti penyediaan air dan sanitasi. Akan tetapi, peran MSF bagi etnis rohingnya terkait permasalahan kesehatan masih belum maksimal. Hal tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah Myanmar yang sangat ketat untuk memberi ijin bagi organisasi internasional termasuk Médecins Sans Frontières (MSF) guna membantu para korban terdampak konflik
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the efforts made by the Médecins Sans Frontières (MSF) organization in an effort to resolve health problems experienced by the Rohingya ethnic group which were analyzed with humanitarian assistance theory. This study describes MSF as an organization that has a role in providing assistance in the health sector for Rohingya refugees. The activities carried out by MSF on Rohingya ethnic refugees are due to a lack of concern for their health sector. This is done by MSF by establishing medical centers in refugee camps and carrying out various medical efforts such as handling the epidemic, vaccination, rehabilitation, and basic services such as water supply and sanitation. However, the role of MSF for ethnic Rohingya related to health problems is still not optimal. This is inseparable from the very strict policy of the Myanmar government to give permission for international organizations including Médecins Sans Frontières (MSF) to help victims affected by conflict.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save