Artikel Ilmiah : F1D016040 a.n. ALIA WIJI ASWATI

Kembali Update Delete

NIMF1D016040
NamamhsALIA WIJI ASWATI
Judul ArtikelGagasan Aung San Suu Kyi tentang Demokrasi dan Aktualisasi Demokratisasi oleh NLD di Myanmar
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pada masa pemerintahan Junta Militer, banyak permasalahan muncul dalam negeri tersebut. Hal ini menjadikan Aung San Suu Kyi, sebagai anak dari pejuang Myanmar terdahulu, yaitu Aung San tergerak untuk membawa Myanmar pada pemerintahan yang lebih baik. Aung San Suu Kyi berjuang menegakkan demokrasi bersama sebuah partai yang ia dirikan bernama National League Democracy (NLD). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui dan memahami gagasan Aung San Suu Kyi tentang demokrasi di Myanmar; dan Kedua, mendeskripsikan dan menganalisis aktualisasi gagasan demokrasi Aung San Suu Kyi oleh partai politik NLD. Dengan dilandasi perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis hermeneutik gadamerian.
Hasil penelitian ini mengungkap bahwa gagasan demokrasi Aung San Suu Kyi adalah adanya kesetaraan HAM, pemilu yang demokratis, dan penegakan hukum yang adil bagi masyarakat Myanmar. Gagasan demokrasi Aung San Suu terinspirasi dari nilai perjuangan Mahatma Gandhi yaitu Ahimsa yang berarti perjuangan tanpa kekerasan dan Satyagraha yang berarti nilai untuk berpegang teguh pada kebenaran. Selain itu, Suu Kyi juga terinspirasi dari gagasan ayahnya, Aung San yaitu persatuan dan perjuangan yang bebas dari rasa takut. Aktualisasi NLD dalam berjuang menerapkan demokrasi dilihat melalui kampanye dan pidato ke seluruh penjuru negeri, membuka kelas membaca dan ruang belajar bagi anak-anak Myanmar pada saat Junta Militer membatasi perkumpulan lebih dari 4 orang, dan bergabung bersama mahasiswa untuk melakukan diskusi politik untuk menyampaikan ide-ide dalam perjuangan mereka menegakkan demokrasi.
Namun, perjuangan Aung San Suu Kyi dalam demokratisasi mengalami inkonsistensi setelah Aung San Suu Kyi mendapat jabatan politik. Hal ini dibuktikan ketika Aung San Suu Kyi melakukan penyeimbangan dengan militer dalam pembelaannya yang gigih terhadap tindakan angkatan bersenjata terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine. Inkonsistensi demokrasi Aung San Suu Kyi dikarenakan karena ia menghindari kritik dan konflik dengan Junta Militer dan Ekstrimis Buddha yang anti Islam.
Abtrak (Bhs. Inggris)During the military junta's reign, many problems arose in the country. This made Aung San Suu Kyi, the son of former Myanmar fighter Aung San, moved to bring Myanmar into a better government. Aung San Suu Kyi is fighting for democracy with a party she founded called the National League Democracy (NLD). Therefore, the purpose of the study is: First, knowing and understanding Aung San Suu Kyi's ideas about democracy in Myanmar; and Second, describe and analyze the actualization of Aung San Suu Kyi's democratic ideas by National League Democracy. Based on poststructural perspectives and constructivism paradigms, this research uses qualitative methods and hermeneutic approaches. While the analysis technique used is gadamerian hermeneutic analysis techniques.
The results revealed that Aung San Suu Kyi's idea of democracy is equality of human rights, democratic elections, and fair law enforcement for the people of Myanmar. The idea of Aung San Suu's democracy was inspired by Mahatma Gandhi's values of struggle, namely Ahimsa which means nonviolent struggle and Satyagraha which means the value of clinging to the truth. Suu Kyi was also inspired by her father Aung San's idea of unity and a struggle free from fear. The actualization of the NLD in the fight to implement democracy was seen through campaigns and speeches throughout the country, opening reading classes and learning spaces for Myanmar's children at a time when the Military Junta was restricting gatherings of more than 4 people, and joining students to conduct political discussions to convey ideas in their struggle to uphold democracy.
However, Aung San Suu Kyi's struggle for democratization was inconsistencies after Aung San Suu Kyi took political office. This was evident when Aung San Suu Kyi balanced with the military in her persistent defense of the armed forces' actions against ethnic Rohingya in Rakhine state. Aung San Suu Kyi's democratic inconsistencies are due to her avoiding criticism and conflict with the military junta and anti-Islamic Buddhist extremists.
Kata kunciDemokrasi, Demokratisasi, Aung San Suu Kyi, National League Democracy (NLD).
Pembimbing 1Luthfi Makhasin, S.IP. MA
Pembimbing 2Ahmad Sabiq, S.IP, MA
Pembimbing 3Dr. Sofa Marwah, M.Si
Tahun2021
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2021-02-23 17:06:21.309978
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.