Artikelilmiahs

Menampilkan 28.181-28.200 dari 50.165 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2818131529A1L113065KARAKTERISASI MORFOLOGI DUA BELAS GENOTIPE UBI KAYU
(Manihot esculenta Crantz) HASIL SILANG TERBUKA POPULASI ALAM DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu tanaman pangan yang cukup lama dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Sedikitnya informasi dan pemanfaatan ubi kayu dalam aspek pemuliaan menjadi indikasi belum terjamahnya potensi kekayaan plasma nutfah di Indonesia karena dianggap sebagai makanan kelas bawah oleh masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dua belas genotipe Ubi Kayu hasil silang terbuka, serta potensi hasil dari masing-masing genotipe. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2020. Penelitian dilakukan di Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas. Data hasil penilaian karakter di analisis menggunakan analisis klaster dengan metode pautan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-12 genotipe membentuk tujuh klaster. Hasil uji Duncan terhadap potensi hasil menunjukkan hasil yang berbeda nyata antar genotipe. Potensi hasil terbesar dimiliki klon 11 sedangkan potensi hasil terendah pada klon 5. Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a food crop which has long been known and cultivated by Indonesians. The lack of information and utilization of cassava in breeding aspect is an indication that the potential of germplasm wealth in Indonesia has not been touched due to the presumption of cassava as a lower-class food by the public in general. This study aimed to determine the morphological characteristics of the twelve genotypes of open-crossed polination cassava, as well as the potential yield of each genotype. The research was conducted from July to August 2020. The research was conducted in Gandatapa Village, Sumbang, Banyumas. Character assessment data were analyzed using cluster analysis with the average linkage method. The results showed that the 12 genotypes formed seven clusters. The results of the Duncan test on the potential results showed significantly different results between genotypes. The highest yield potential was owned by clone 11 while the lowest yield potential was in clone 5.
2818231530I1A015120FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SERTA ORANG
TUA REMAJA DALAM KEGIATAN BINA KELUARGA REMAJA (BKR)
DI DESA DATAR KECAMATAN SUMBANG
Latar Belakang: Permasalahan yang dialami oleh remaja (TRIAD KRR)
menunjukkan bahwa perlu adanya pendampingan dan pembinaan oleh orang tua
melalui kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). Penelitian ini bertujuan untuk
mengatahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta orang tua dalam Bina
Keluarga Remaja.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik
purposive sampling. Populasi keluarga yang memiliki remaja yaitu sebanyak 185
keluarga dengan sampel 89. Pengumpulan data dengan angket. Analisis yang
digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat
dengan regresi logistik.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan
dengan peran serta orang tua: pendidikan (p=0,012), status pekerjaan (p=0,042),
sikap (p=0,027), pengetahuan (0,000) sedangkan yang tidak berhubungan umur
(p=0,989), jenis kelamin (p=1,000), pendapatan (p=0,409). Hasil analisis
multivariat menunjukan variabel yang berpengaruh yaitu variabel pengetahuan.
Simpulan: Ada pengaruh pengetahuan terhadap peran serta orang tua dalam
kegiatan Bina Keluarga Remaja di desa Datar Kecamatan Sumbang.
Background: The problems experienced by adolescents (TRIAD KRR) show that
there is a need for assistance and guidance by parents through Youth Family
Development program (BKR). This study aims to determine the factors affecting
parents participation in Youth Family Development.
Methods: This research is a quantitative research with cross-sectional approach and
purposive sampling technique. Data collection technique which used is
questionnaire. The population of family with adolescents was 185 with 89 samples.
The analysis used was univariate, bivariate with chi square test and multivariate
with logistic regression.
Results: Bivariate analysis showed related variables with parents participation:
education (p= 0.012), work status (p= 0.042), attitude (p= 0.027), knowledge
(p=0.000), while unrelated variables: age (p= 0.989), gender (p= 1,000), income
(p= 0.409). The results of multivariate analysis showed influential is knowledge
variable.
Conclusion: There is an effect of knowledge on the participation of parents in
Youth Family Development activities in Datar, Sumbang.
2818331531C1K013035INFLUENCE OF TRUST, SUPPLIER INTEGRATION, TECHNOLOGY, AND SUPPLY CHAIN COLLABORATION ON OPERATIONAL PERFORMANCE
(Case Study at SMEs in North Purwokerto, Banyumas, Central Java)
UKM merupakan bagian penting dalam lajunya perekonomian suatu daerah atau negara. Karena UMKM dapat membantu negara dalam hal penciptaan lapangan kerja, sehingga juga dapat menunjang pendapatan rumah tangga. Untuk meningkatkan daya saing, UKM dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dengan beberapa faktor seperti kepercayaan, integrasi pemasok, teknologi, dan kolaborasi rantai pasokan. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara kepercayaan, integrasi pemasok, teknologi, dan kolaborasi rantai pasok terhadap kinerja operasional perusahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM industri kuliner di Purwokerto Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Slovin. Dengan demikian, sampel penelitian ini adalah 53 pelaku UMKM industri kuliner di Purwokerto Utara. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda
Hasil menunjukkan beberapa kesimpulan. Pertama, kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja operasional. Kedua, integrasi pemasok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja operasional. Ketiga, teknologi memiliki pengaruh yang signifikan dan juga positif terhadap kinerja operasional. Keempat, kolaborasi rantai pasok berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja operasional. Kelima, dari semua variabel bebas yaitu kepercayaan, integrasi pemasok, teknologi, kolaborasi rantai pasok, yang paling berpengaruh terhadap kinerja operasional UKM restoran di Purwokerto Utara adalah integrasi pemasok. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka peneliti memberikan beberapa implikasi bahwa UMKM di Purwokerto Utara perlu memperhatikan praktek rantai pasok dengan memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu trend produk, meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya. sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dan efisien serta meningkatkan kemampuan dan keberanian berinovasi terkait dengan pengembangan produk untuk memenangkan persaingan bisnis.
SMEs are the important part in the pace of the economy of a region or country. Because SMEs can help the state in terms of job creation, so it can also support household income. To improve competitiveness, SMEs are required to to improve its performance with several factors such as trust, supplier integration, technology, and supply chain collaboration. Therefore, the main purpose of this research is to analyze the influence between trust, supplier integration, technology, and supply chain collaboration on firms’ operational performance
The population in this study were SMEs in culinary industries in North Purwokerto. The sampling technique used is Slovin method. Thus, the sample of this study was 53 SMEs in culinary industries in North Purwokerto. The data analysis technique used are validity and reliability test, classic assumption test, and multiple linear regression analysis
The result showseveral conclusions. First, trust has a significant and positive influence on operational performance. Second, supplier integration has a significant influence on operational performance. Third, technology has a significant and also positive influence on operational performance. Fourth, supply chain collaboration has a significant and positive effect on operational performance. Fifth, among all the independent variables including trust, supplier integration, technology, supply chain collaboration, the most influenced which affect operational performance of SMEs restaurants in North Purwokerto is supplier integration. According to the results of the research described above, the researcher provides several implications the of SME in North Purwokerto needs to pay attention on supply chain practices by understand the needs and desires of the community for a product trend, improve the capacity and quality of its human resources, utilizing information technology effectively and efficiently and improve ability and courage to innovate related to the product development to win the business competition.
2818431532E1A016039PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PADA PT. MULIA AGRO PERMAI JAKARTAPerkembangan ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi oleh para pelaku ekonomi, baik yang dilakukan secara perorangan maupun badan usaha. Perusahaan sebagai salah satu pelaku ekonomi memiliki beberapa peranan seperti, penciptaan lapangan pekerjaan, produksi barang dan/atau jasa, sumber pendapatan negara. Berdasarkan peran tersebut perusahaan harus melaksanakan kewajiban suatu tanggung jawab sosial dan lingkungan atau disebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) yang selanjutnya diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas guna ikut berperan dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat maupun lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif serta menggunakan sumber data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan teori hukum serta didukung dengan data primer melalui wawancara di kantor pusat PT. Mulia Agro Permai, dengan model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perspektif masyarakat mengenai perusahan kelapa sawit merusak lingkungan adalah salah, karena PT. Mulia Agro Permai telah melaksanakan kegiatan CSR sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pelaksanaan program CSR ini dilakukan pada beberapa sektor yaitu, education, community, environment, dan employees.
The development of the economy of a country is strongly influenced by the economic actors, whether conducted by individuals or businesses. Company as one of the economic actors have some role such as, job creation, the production of goods and/or services, the source of income of the country. Based on the role the company should carry out an obligation of social responsibility and the environment or referred to as Corporate Social Responsibility (CSR) which is further stipulated in Article 74 of Law No. 40 Year 2007 on Limited liability Company in order to participate in contributing to the community and the environment.
The research method used is the method of legal research is normative juridical with the specification of the research use descriptive research and use secondary data sources in the form of legislation and legal theory and supported by primary data through interviews in the office PT. Mulia Agro Permai, with a model of presentation of data using a form of narrative text and data analysis models for normative qualitative.
Based on the research results, it can be concluded that the perspective of the society for oil palm companies destroying the environment is wrong, because PT. Mulia Agro Permai has been carrying out CSR activities in accordance with the regulations of the applicable legislation, namely Article 74 of Law No. 40 Year 2007 on Limited liability Company regarding the Social and Environmental Responsibility. The implementation of CSR programs is done in a few sectors, namely, education, community, environment, and employees.
2818531533E2A018028TINJAUAN YURIDIS PRAKTEK MONOPOLI OLEH BADAN USAHA DI BIDANG BANDAR UDARAEra globalisasi membuat para pelaku usaha bersaing untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar untuk bertahan dalam berbisnis pelaku usaha kerap melakukan persaingan usaha tidak sehat. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Perma Nomor 3 Tahun 2005 telah dijelaskan jenjang dalam penyelesaian larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, mulai dari tahap di KPPU dan upaya hukum berupa keberatan di Pengadilan Negeri dan kasasi di Mahkamah Agung. Analisis terhadap Putusan I terjadi antara KPPU dengan PT Angkasa Pura Logistik dan Putusan II terjadi antara KPPU dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Putusan I, KPPU memeriksa dugaan pelanggaran Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 oleh PT Angkasa Pura Logistik. Atas putusan tersebut PT Angkasa Pura Logistik mengajukan keberatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyatakan PT Angkasa Pura Logistik tidak berbukti melanggar Pasal 17, kemudian KPPU mengajukan keberatan terhadap putusan tersebut dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung yang dalam amar putusannya membatalkan Putusan Pengadilan Negeri tersebut. Berbanding terbalik dengan putusan II oleh PT Angkasa Pura II (Persero). Atas putusan KPPU, PT Angkasa Pura II (Persero) mengajukan keberatan di Pengadilan Negeri Tangerang yang menyatakan PT Angkasa Pura II (Persero) tidak berbukti melanggar Pasal 17, kemudian KPPU mengajukan keberatan terhadap putusan tersebut dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dalam amar tidak dapat dibuktikan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Kedua putusan tersebut dianalisis karena amar putusan akhir yang berbeda dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan mengetahui pendekatan oleh KPPU, Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam Putusan I dan Putusan II. Penggunanan metode yuridis normatif dalam penelitian ini didapatkan dua kesimpulan yaitu pertama; penerapan Putusan I terpenuhi unsur-unsur Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 karena pelaku usaha tidak termasuk pengecualian dalam Pasal 51 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dengan klasifikasi BUMN, tetapi terdapat peraturan dan izin yang tumpang tindih antara peraturan yang satu dengan yang lainnya. Sementara pada penerapan Putusan II tidak terpenuhi unsur-unsur Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 karena termasuk dalam pengecualian Pasal 50 huruf (a) dan Pasal 51 Undang-Undang Nomot 5 Tahun 1999. Kesimpulan yang kedua yaitu penerapan pendekatan dan penerapan pada Putusan I dan Putusan II oleh KPPU menggunakan pendekatan rule of reason. Berdasarkan Pasal 5 ayat (4) Perma Nomor 3 Tahun 2005 pemeriksaaan keberatan dilakukan hanya atas dasar putusan KPPU dan berkas perkaranya, sehingga tidak dimungkinkan pembuktian mendalam seperti KPPU atas perintah dari Pengadilan Negeri. Sebaiknya dilakukan sinkronisasi antara undang-undang dan peraturan menteri dalam pelaksanaannya, agar tidak terjadi tumpang tindih peraturan yang satu dengan yang lain.
The era of globalization makes business actors compete for greater profits to survive in business, business actors often conduct unfair business competition. Law Number 5/1999 and Perma Number 3/2005 have described the stages in resolving the prohibition against monopolistic practices and unfair business competition, starting from the KPPU stage and legal remedies in the form of objections in the District Court and cassation at the Supreme Court. Analysis of Decision I occurred between KPPU and PT Angkasa Pura Logistik and Decision II occurred between KPPU and PT Angkasa Pura II (Persero). Decision I, KPPU examines the alleged violation of Article 17 of Law Number 5 Year 1999 by PT Angkasa Pura Logistik. Regarding this decision, PT Angkasa Pura Logistik filed an objection at the Central Jakarta District Court which stated that PT Angkasa Pura Logistik did not prove to have violated Article 17, then KPPU filed an objection to the decision and submitted an appeal to the Supreme Court, which in its decision canceled the District Court's decision. Inversely proportional to decision II by PT Angkasa Pura II (Persero). Regarding the KPPU's decision, PT Angkasa Pura II (Persero) filed an objection at the Tangerang District Court stating that PT Angkasa Pura II (Persero) did not prove to have violated Article 17, then KPPU filed an objection to the decision and filed an appeal to the Supreme Court in case it could not be proven PT Angkasa Pura II (Persero) engages in monopolistic practices and or unfair business competition. Both decisions were analyzed because the final rulings were different and had permanent legal force (inkracht).
The purpose of this study was to determine the application of Article 17 of Law Number 5 Year 1999 and to know the approach by the KPPU, District Court and Supreme Court in Decision I and Decision II. The use of normative juridical methods in this study resulted in two conclusions: first; The application of Decision I fulfills the elements of Article 17 of Law Number 5 of 1999 because business actors are not included in the exception in Article 51 of Law Number 5 of 1999 with the classification of BUMN, but there are regulations and permits that overlap between the one and the other regulations. other. Meanwhile, the implementation of Decision II did not fulfill the elements of Article 17 of Law Number 5 Year 1999 because it was included in the exception to Article 50 letter (a) and Article 51 of Law Number 5 Year 1999. The second conclusion is the application of the approach and application to Decision I and Decision II by the KPPU using a rule of reason approach. Based on Article 5 paragraph (4) of Perma Number 3 of 2005, examination of objections is carried out only on the basis of the KPPU's decision and case files, so that in-depth evidence such as KPPU is not possible on an order from the District Court. It is better if there is a synchronization between laws and ministerial regulations in the implementation, so that there are no overlapping regulations with one another.
2818631534H1C015037Geologi dan Pemodelan Zonasi Kerentanan Gerakan Tanah secara Spasial dan Temporal di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa BaratGerakan tanah merupakan bencana yang berulang kali terjadi di Pulau Jawa dengan jumlah 2.286 kejadian dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Daerah Kabupaten Bandung sepanjang 2015-2019 telah mengalami 585 kejadian dan Kecamatan Ciwidey merupakan salah satu daerah yang seringkali terjadi gerakan tanah sekitar 23 kali. Ciwidey terletak tidak jauh dari ibukota Kabupaten Bandung sehingga merupakan salah satu akses menuju wilayah tersebut. Selain itu daerah ini kebanyakan berfungsi sebagai wilayah pemukiman juga area produktif yang memiliki kemungkinan terdampak apabila terjadi bencana. Mengacu pada kondisi tersebut, daerah ini memiliki wilayah yang rentan terhadap bencana gerakan tanah sehingga memerlukan studi seputar kondisi geologi yang menghasilkan zonasi kerentanan terhadap bencana, khususnya gerakan tanah. Pengamatan kondisi geologi berupa analisis geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi menggunakan citra DEM juga data sekunder. Pembuatan zonasi wilayah menggukanan pemodelan secara spasial dan temporal. Data spasial meliputi topografi, nilai kelerengan, arah lereng, juga data mekanika tanah sementara data temporal berupa pendekatan karakter curah hujan dalam jangka waktu tertentu. Pemodelan menggunakan perangkat lunak Transient Rainfall Inflitration and Grid-Based Regional Slope Stability Model (TRIGRS) dengan asumsi aliran pada lapisan tanah yang homogen dan isotropik. Hasil dari pemodelan berupa zona dengan 4 (empat) tingkat kerentanan gerakan tanah berdasarkan faktor keamanan, yaitu zona dengan kerentanan sangat rendah, rendah, menengah, serta tinggi. Melalui perubahan zona dalam kondisi belum terjadi hujan, dengan curah hujan sebesar 49,248 mm/hari, hingga menjadi sebesar 99,36 mm/hari terlihat perubahan luas pada titik-titik tertentu khususnya pada Desa Sukawening. Analisis hasil pemodelan dengan kombinasi citra satelit berguna untuk mengkaji zona-zona berbahaya yang memiliki kemungkinan terdampak dari bahaya gerakan tanah.Landslide had occurred frequently in Java, nearly 2,286 times within the last 5 years. In Bandung Regency itself there are 585 landslide throughout 2015-2019 and among them, Ciwidey has undergone severe landslide phenomena approximately 23 times. Out of those, this movement can occur in many ways. Damaging the property and having significant impact for residents as the land use are mostly residential area and productive land. Ciwidey is close and adjacent with the capital of Bandung Regency, which unfortunately might be blocked from access due to landslides. In response to this matter, modeling of landslide susceptibility zone is essential to point out specific area which vulnerable. This research integrates geological aspects including geomorphic units, stratigraphy, also structural geology based on DEM and previous studies. Spatial data which covers topography, slope angle distribution, and slope direction, rainfall in a certain time as temporal approach also physical properties of soil were processed into Transient Rainfall Infiltration and Grid-Based Regional Slope Stability (TRIGRS) model. The result of modeling demonstrate 4 landslide susceptibility zone based on the factor of safety, respectively very low, low, moderate, and high potential. Over 2 days observation of pre-rainfall, moderate rainfall (49.248 mm/day), and heavy rainfall (99.36 mm/day) condition, the difference percentage of land susceptibility area were found on several location in Sukawening. In combination with satellite imagery, this research can be utilized to analyze the degree of hazard associated with a specific area and as a result, the information is an invaluable tool for identification of highly vulnerable communities.
2818731535F1C013080Strategi Komunikasi Pemasaran Satelit TV Dalam Mendapatkan Pengiklan Komersial di Kabupaten Banyumas Perkembangan media komunikasi dewasa ini sudah sangat pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. Televisi merupakan salah satu media yang komunikasi yang perkembangannya cukup pesat terutama televisi swasta. Satelit TV merupakan salah satu stasiun TV Swasta yang ada di Purwokerto. Kelangsungan hidup Televisi tidak terlepas dari Iklan. Untuk mendapatkan pengiklan, diperlukan strategi komunikasi pemasaran dalam mendapatkan pengilan. Strategi yang dapat dilakukan dalam menarik pengiklan yaitu dengan strategi AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action) dari Elias St Elmo Lewis (1898). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan mengetahui kendala yang dihadapi Satelit TV dalam mendapatkan pengiklan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu Deskriptif Kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satelit TV telah menggunakan konsep AIDA namun belum dapat meningkatkan pengiklan komersial secara nyata. Konsep AIDA yang diterapkan Satelit TV dalam mendapatkan pengiklan. Mulai dari Attention untuk mendapatkan perhatian calon pengiklan yaitu melalui paket-paket harga, program siar dan media social; Interest untuk menarik minat yaitu dengan membuat program unggulan, menyediakan acara khusus “Seduluran”, dan acara Kesehatan; Desire untuk mendapatkan hasrat atau keinginan pengiklan yaitu dengan membuat konten video yang menarik dan action yaitu dengan memberikan paket harga khusus, pelayanan tambahan, melakukan kunjungan langsung, melakukan Kerjasama dan menggunakan media sosial.

The development of communication media today is very rapid in line with technological developments. Television is one of the communication media which is developing quite rapidly, especially private television. Satellite TV is a private TV station in Purwokero. The survival of television is inseparable from advertising. To get advertisers, a marketing communication strategy is needed to get advertisements. The strategy that can be done in attracting advertisers is the AIDA (Attention, Interest, Desire, and Action) strategy from Elias St Elmo Lewis (1898). The purpose of this study is to determine the marketing communication strategy and to find out the obstacles faced by Satellite TV in getting advertisers. The research method used is descriptive qualitative.
The results showed that satellite TV has used the AIDA concept but has not been able to significantly increase commercial advertisers. The AIDA concept applied by Satellite TV to get advertisers. . Starting from Attention to getting the attention of potential advertisers, namely through price packages, broadcast programs, and social media; Interest to attract interest is by creating superior programs, providing special "Seduluran" events, and health events; Desire to get advertisers' desire or desire, namely by creating interesting and action video content, namely by providing special price packages, additional services, making direct visits, conducting cooperation and using social media.

2818831536C1A016097FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN USAHA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANBerwirausaha sejak di bangku perkuliahan merupakan salah satu pilihan tepat agar dapat membentuk mental menjadi seorang wirausahawan yang nantinya diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil pra survey terdapat perbedaan yang cukup besar pada keuntungan yang diperoleh unit usaha mahasiswa tiap bulannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh modal usaha, jam kerja, harga produk, diversifikasi produk, jenis produk, lingkungan keluarga, dan outsourcing terhadap keuntungan usaha mahasiswa FEB di Universitas Jenderal Soedirman, (2) variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap keuntungan usaha mahasiswa FEB di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan ukuran sampel sebanyak 45 unit usaha mahasiswa yang diperoleh melalui metode sensus. Jenis data penelitian yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal usaha dan jam kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan usaha mahasiswa FEB Unsoed, sedangkan harga produk, diversifikasi produk, jenis produk, lingkungan keluarga, dan outsourcing tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan usaha mahasiswa FEB Unsoed, dan jam kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap keuntungan usaha mahasiswa FEB Unsoed. Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa (1) unit usaha mahasiswa yang ingin menambah modal dalam bentuk bantuan dana maka disarankan untuk mengajukan proposal usaha ke beberapa program kewirausahaan, (2) manajemen waktu perlu diperhatikan dengan menentukan pembagian waktu antara kegiatan kuliah dan produksi sehingga jadwal yang ditetapkan dapat efektif, (3) mahasiswa sebaiknya lebih memperhatikan biaya yang dikeluarkan agar dapat menekan biaya produksi sehingga harga produk yang ditawarkan menjadi lebih terjangkau, dan (4) mahasiswa disarankan untuk aktif mengikuti sosialisasi serta program-program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Fakultas, Universitas dan Dikti agar semakin bertambah pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola usaha.
Entrepreneurship since college is one of the right choices in order to form a mental entrepreneurship who is expected to be able to create jobs in the future. Based on the results of the pre-survey, there is a fairly large difference in the profits earned by student business units each month. This study aims to analyze: (1) the effect of business capital, working hours, product prices, product diversification, product types, family environment, and outsourcing on business profits of FEB students at Jenderal Soedirman University, (2) the variables with the greatest influence on business benefits of FEB students at Jenderal Soedirman University. This research is a quantitative research type with a sample size of 45 student business units obtained through the census method. The type of research data used is primary data obtained directly from respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis.
The results of this study indicate that working capital and working hours have a positive and significant effect on business profits of FEB Unsoed students, while product prices, product diversification, product types, family environment, and outsourcing have no significant effect on business profits of FEB Unsoed students, and working hours. is the variable that most influences the business profits of FEB Unsoed students. The findings of this study imply that (1) student business units who wish to increase capital in the form of financial assistance are advised to submit business proposals to several entrepreneurship programs, (2) time management needs to be considered by determining the time division between lectures and production activities so that the schedule is set. can be effective, (3) students should pay more attention to the costs incurred in order to reduce production costs so that the price of the products offered is more affordable, and (4) students are advised to actively participate in socialization and entrepreneurial programs organized by the Faculties, Universities and Higher Education in order to increase knowledge and skills in managing the business.
2818931538C1L016023
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOKAMI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MAN 2 BANYUMAS MATA PELAJARAN EKONOMI TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif pada kelas XI IPA MAN 2 Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis perbedaan hasil belajar Ekonomi antara model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dengan media pembelajaran kotak dan kartu misterius (KOKAMI) MAN 2 Banyumas.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik MAN 2 Banyumas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di mana kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol. Metode penelitian ini adalah: Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Tingkat Kesukaran Soal, Daya Pembeda Soal, Uji Normalitas, dan Uji t beda, Gain Ternormalisasi (N-Gain).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS 24 menunjukkan bahwa: terdapat perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dengan media pembelajaran KOKAMI.
Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran dengan melibatkan keaktifan peserta didik seperti model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT); (2) Sebaiknya guru menggunakan media pembelajaran yang inovatif seperti kotak dan kartu misterius (KOKAMI); (3) Sebaiknya guru memaksimalkan perannya sebagai teman belajar, fasilitator, dan mediator yang akan membawa hubungan yang dekat antara guru dan peserta didik; (4) Pihak sekolah sebaiknya melakukan evaluasi berkala terkait kegiatan belajar dan mengajar; (5) Peserta didik sebaiknya melakukan persiapan sebelum pembelajaran yaitu membaca buku, mencari informasi melalui internet dan sumber lainnya, mencatat materi yang belum paham untuk ditanyakan kepada guru dalam kegiatan belajar mengajar; (6) Peningkatan hasil belajar pada peserta didik; (7) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dengan bantuan media pembelajaran kotak dan kartu misterius (KOKAMI) lebih dari satu siklus dan ketiga ranah hasil belajar (pengetahuan, sikap, dan keterampilan).
Kata kunci : model pembelajaran kooperatif, teams games tournament (TGT), kotak dan kartu misterius (KOKAMI) dan hasil belajar.
This research is an experimental research with a quantitative approach in class XI IPA MAN 2 Banyumas. This study aims to: analyze the economic learning outcomes between the conventional learning model and the cooperative learning model team games tournament (TGT) type with the mysterious box and card learning media (KOKAMI) MAN 2 Banyumas.
The population in this study were all students of MAN 2 Banyumas. Sampling using purposive sampling technique in which class XI IPA 2 as the experimental class and class XI IPA 4 as the control class. This research method is: Validity Test, Reliability Test, Problem Difficulty Level, Distinguishing Power, Normality Test, and Difference Test, Normalized Gain (N-Gain).
Based on the results of research and data analysis using SPSS 24 shows that: there are differences in learning outcomes between the conventional learning model and the cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) with KOKAMI learning media.
The implications of this research are: (1) It is better if teachers use a learning model involving active students, such as the team games tournament (TGT) type cooperative learning model; (2) Teachers should use innovative learning media such as boxes and mysterious cards (KOKAMI); (3) Teachers should maximize their role as study partners, facilitators, and mediators who will bring a close relationship between teachers and students; (4) The school should conduct periodic evaluations of teaching and learning activities; (5) Students should make preparations before learning to read books, search for information via the internet and other sources, record material that they do not understand and ask the teacher in teaching and learning activities; (6) Improved learning outcomes for students; (7) The next researcher is expected to be able to study the cooperative learning model of the team games tournament (TGT) type with the help of the mysterious box and card learning media (KOKAMI) for more than one cycle and the three domains of learning outcomes (knowledge, attitudes, and skills).
Keywords: cooperative learning model, team game tournament (TGT), mysterious boxes and cards (KOKAMI) and learning outcomes.
2819031539F1A014071Strategi Pelestarian Tradisi Kesenian Gandalia di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten BanyumasKesenian gandalia merupakan seni musik tradisional yang berasal dari masyarakat Desa Tambaknegara Kabupaten Banyumas. Kesenian ini terus dilestarikan melalui proses regenerasi yang dilakukan masyarakatnya. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami eksistensi dan regenerasi dari kesenian tersebut pada saat ini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam mengacu pada teori analisis data oleh Miles dan Hubberman, yaitu: reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Eksistensi kesenian tradisional saat ini lebih pada seni untuk tujuan menghibur atau perlombaan, oleh karena itu kesenian ini eksis dalam setiap kegiatan kesenian rutin yang diselenggarakan oleh masyarakat dan pemerintah.
2) Proses regenerasi dilakukan melalui dua strategi, yakni melalui kelompok pegiat dan melalui sinergisitas pemerintah dengan kelompok pegiat yang unjung pangkalnya adalah mengenalkan dan mengajarkannya pada masyarakat.
Gandalia art is a traditional music art originating from the people of Tambaknegara Village, Banyumas Regency. This art continues to be preserved through the regeneration process carried out by the community. Therefore this research was conducted with the aim of understanding the existence and regeneration of these arts at this time. The research was conducted using a qualitative research approach with a case study design. Collecting data using the method of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used in referring to the theory of data analysis by Miles and Hubberman, namely: data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of this research are as follows: 1) The existence of traditional arts today is more on art for the purpose of entertaining or competition, therefore this art exists in every routine art activity organized by the community and the government. 2) The regeneration process is carried out through two strategies, namely through activist groups and through synergy between the government and activist groups, whose bottom line is to introduce and teach it to the community.

Keywords: Traditional Arts, Gandalia, Banyumasan Art, Art Regeneration
2819131540F1D013007RELASI KUASA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SMALL WORLD DI KABUPATEN BANYUMASArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan tentang relasi kuasa dalam pengembangan Objek Wisata Small World di Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Objek Wisata Small World berkembang tidak terlepas dari relasi kuasa yang tercipta antara semua aktor yang terlibat, dimana relasi kuasa tersebut akhirnya melahirkan sebuah hubungan kerjasama. Aktor-aktor yang terlibat dalam pengembangan Objek Wisata Small World di Kabupaten Banyumas terbagi menjadi aktor dominan dan non-dominan. Aktor dominan adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas, Pemerintah Desa Ketenger, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ketenger dan PT Miniatur Dunia Karya Agung. Sedangkan aktor non-dominan adalah Pengelola Objek Wisata Small World, Pedagang Objek Wisata Small World, Paguyuban Pedagang Small World (PPSW), Pekerja Objek Wisata Small World (petugas parkir, petugas tiket, petugas kebersihan dan lainnya), masyarakat dan wisatawan. Pihak yang diuntungkan dari relasi kuasa pengembangan Objek Wisata Small World adalah PT Miniatur Dunia Karya Agung, Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Desa Ketenger. Sedangkan pihak yang dirugikan adalah pedagang yang menyewa kios di kawasan Objek Wisata Small World. Ada dua faktor kontekstual pendorongnya adalah faktor sosial yaitu pemberdayaan masyarakat serta wewenang dan kepentingan. Sedangkan faktor kontekstual penghambatnya adalah adanya ketimpangan relasi kuasa.This research-based paper aims to understand and describe the power relationship in the development of Small World Tourism Objects in Banyumas Regency. By using a qualitative method and case study approach in the framework of the structuralist perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that Small World Tourism Object developed inseparable from the power relationship created between all actors involved, where the power relationship eventually gave birth to a cooperative relationship. The actors involved in the development of the Small World Tourism Object in Banyumas Regency are divided into dominant and non-dominant actors. The dominant actors are The Tourism Office of Banyumas Regency, The Village Government of Ketenger, The Village Consultative Agency in the development of Ketenger Village, (BPD) and PT Miniatur Dunia Karya Agung. While non-dominant actors are the manager of Small World Attractions, small world attractions traders, Small World Merchant Groups (PPSW), Small World Tourism Object Workers (parking attendants, ticket officers, janitors and others), the public and tourists. Parties that benefit from the power of development of Small World Tourism Object are PT Miniatur Dunia Karya Agung, The Tourism Office of Banyumas Regency and The Village Government of Ketenger. While the aggrieved party is a trader who rents kiosks in the Area of Small World Attractions. There are two contextual factors that drive social factors, namely community empowerment and authority and interests. While the contextual factor of inhibition is the inequality of power relations.
2819231555E1A017022TANGGUNG JAWAB PT. PLN (PERSERO) UP3 TASIKMALAYA SEBAGAI PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN JASA KETENAGALISTRIKAN TERKAIT ADANYA LONJAKAN TAGIHAN LISTRIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(STUDI PUTUSAN NOMOR 32/Pdt.Sus-BPSK/2020/PN Tsm)
Hubungan antara PLN sebagai pelaku usaha dan masyarakat sebagai konsumen jasa ketenagalistrikan selama ini bukan berarti tanpa mengalami masalah. Terlebih di masa pandemi COVID-19 ini terdapat satu permasalahan antara konsumen dan PLN yang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Permasalahan tersebut yakni adanya lonjakan tagihan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab PT. PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya sebagai pelaku usaha terhadap konsumen jasa ketenagalistrikan terkait adanya lonjakan tagihan listrik pada masa pandemi COVID-19 berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 32/Pdt.Sus-BPSK/2020/PN Tsm).
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian pada Putusan Nomor 32/Pdt.Sus-BPSK/2020/PN Tsm menunjukan bahwa pelaku usaha dalam hal ini PT. PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya telah melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pelaku usaha terkait adanya lonjakan tagihan listrik pada masa pandemi COVID-19 yang dialami oleh konsumen dalam hal ini H. Mohamad Firmansyah, S.H., M.H. sesuai dengan Pasal 7 huruf a, b dan c, serta Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
The relationship between PLN as a business actor and the community as a consumer of electricity services has not been without problems. Especially during the COVID-19 pandemic, there was a problem between consumers and PLN which almost occurred in all parts of Indonesia. This problem is the surge in electricity bills. This study aims to determine the responsibility of PT. PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya as a business actor towards electricity service consumers related to an increase in electricity bills during the COVID-19 pandemic based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Study of Decision Number 32 /Pdt.Sus-BPSK /2020/PN Tsm).
The approach method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. Sources of data used are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method is done by literature study, the data obtained is presented with systematic descriptive text, and the data analysis method used is the qualitative normative method.
he results of research on Decision Number 32 / Pdt.Sus-BPSK / 2020 / PN Tsm show that business actors, in this case PT. PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya has carried out its responsibilities as a business actor related to the surge in electricity bills during the COVID-19 pandemic experienced by consumers in this case H. Mohamad Firmansyah, S.H., M.H. in accordance with Article 7 letters a, b and c, as well as Article 19 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
2819331542C1A016089ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA SEBELUM DAN SESUDAH PENGAWASAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan bank umum konvensional sepuluh tahun sebelum pengawasan di sektor perbankan beralih ke OJK yaitu tahun 2004-2013 dan kinerja keuangan bank enam tahun setelah pengawasan di sektor perbankan beralih ke OJK yaitu pada tahun 2014-2019 berdasarkan rasio keuangan CAR (capital adequacy ratio), ROA (return on asset), BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional), NIM (net interest margin), NPL (non-performing loan) dan LDR (loan to deposits). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Pengujian normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorof Smirnor dan untuk analisis kuantitatif dengan melakukan uji hipotesis Independent Sampel T-test untuk data yang berdistribusi normal dan Mann-Whitney U-Test untuk data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang digunakan pada penelitian ini menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yaitu CAR dan BOPO, sedangkan terdapat 3 variabel lain menunjukkan penurunan kinerja keuangan yaitu ROA, NIM dan LDR dan satu varibel yaitu NPL tidak mengalami perubahan yang signifikan.This study aims to determine the comparison of the financial performance of conventional commercial banks ten years before supervision in the banking sector shifted to OJK, in 2004-2013 and bank financial performance six years after supervision in the banking sector shifted to OJK, in 2014-2019 based on the financial CAR ratio. (capital adequacy ratio), ROA (return on assets), BOPO (operating costs to operating income), NIM (net interest margin), NPL (non-performing loan) and LDR (loan to deposits). This research uses research methods descriptive and quantitative analysis. Normality testing is done by using the Kolmogorof Smirnor test and for quantitative analysis by conducting the Independent Sample T-test for data that is normally distributed and the Mann-Whitney U-Test for data that is not normally distributed. Based on the results of the research and data analysis, it shows that there are two variables used in this study that show an increase in financial performance, namely CAR and BOPO, while there are 3 other variables that show a decrease in financial performance, namely ROA, NIM and LDR and one variable, namely NPL, does not experience significant changes.
2819431543E1A013127KESADARAN HUKUM PEMAIN SEPAKBOLA TERHADAP LARANGAN PERILAKU BURUK DALAM KODE DISIPLIN PSSIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum pemain sepakbola Persibas Banyumas terhadap larangan perilaku buruk dalam Kode Disiplin PSSI.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Gor Satria Purwokerto dengan responden sebanyak 20 (dua puluh) pemain sepak bola. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, studi dokumenter, dan studi kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta analisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang, analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingat kesadaran hukum pemain sepakbola terhadap larangan perilaku buruk dalam Kode Disiplin PSSI adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator kesadaran hukum yaitu indikator pengetahuan hukum pemain sepakbola terhadap larangan perilaku buruk dalam Kode Disiplin PSSI, tingkat pemahaman hukum pemain sepakbola terhadap larangan perilaku buruk dalam Kode Disiplin PSSI, sikap hukum pemain sepakbola terhadap larangan perilaku buruk dalam Kode Disiplin PSSI, pola perilaku hukum pemain sepakbola terhadap aturan larangan perilaku buruk dalam Kode Disiplin PSSI. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum pemain sepakbola terhadap larangan perilaku buruk dalam kode etik pssi meliputi faktor lamanya sebagai pemain, pendidikan, dan pendapatan.
This study aims to determine the legal awareness of Persibas Banyumas football players against the prohibition of bad behavior in the PSSI Discipline Code.
This study uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Gor Satria Purwokerto with respondents as many as 20 (twenty) soccer players. The research sample was taken using simple random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained using questionnaires, documentary studies, and literature studies. The collected data were processed using coding, editing, and tabulation techniques as well as analysis with analysis frequency distribution, cross-tables, content analysis and comparison analysis.
The results of this study indicate that the level of legal awareness of football players against the prohibition of bad behavior in the PSSI Discipline Code is high. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators of legal awareness, namely indicators of legal knowledge of football players against the prohibition of bad behavior in the PSSI Discipline Code, the level of legal understanding of football players against the prohibition of bad behavior in the PSSI Discipline Code, legal attitudes of football players towards prohibition of behavior. bad behavior in the PSSI Discipline Code, the legal behavior pattern of football players against the rules of prohibiting bad behavior in the PSSI Discipline Code. Factors that influence the legal awareness of football players against the prohibition of bad behavior in the PSSI code of ethics include factors of length as a player, education, and income.
2819531544F1B113021PERAN DINAS PEMUDA OLAH RAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM PEMENUHAN KESEJAHTERAAN ATLET DI KABUPATEN BANYUMASAdministrasi publik membahas pelayanan publik dalam lokusnya, dalam olahraga profesional. DINPORABUDPAR ( Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata ) bertugas menyususn dan menyiapkan rencana strategis pada bidang lingkupnya. Kegiatan olahraga dalam konteksnya Pemenuhan Kesejahteraan atlet di Kabupaten Bayumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja Peran DINPORABUDPAR dalam menjalankan programnya pada bidang olahraga yang berkaitan dengan pemenuhan kesejahteraan atlet di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian model kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif pemilihan informan menggunakan teknik purpossive sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisnya menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan peran dari DINPORABUDPAR dalam pemenuhan kesejahteraan Atlet masih belum optimal. Aspek koordinator dimana adanya koordinasi yang dilakukan oleh DINPORABUDPAR secara fungsional dan horisontal baik intern maupun ektern yaitu koordinasi yang dilakukan didalam organisasi dengan sub bagian organisasi maupun dengan lembaga lain diluar organisasi. Aspek fasilitator belum optimal, adanya fasilitas yang diberikan baik berupa fasilitas fisik berupa sarana dan prasarana latihan dan uang insentif yang pendanaanya didapat dari APBD akan tetapi sifatnya belum janka panjang sehingga tidak optimal dama pemenuhan kesejahteraan. Aspek stimulator yang belim optimal diketahui dalam penelitian ini adalah adanya pemberian apresiasi untuk atlet yang sudah berprestasi dengan bentuk apresiasi berupa bonus uang tunai sesuai dengan prestasi yang didapat dengan harapan bonus tersebut dapat membantu atlet memenuhi kebutuhanya yang diterima dalam kejuaraan besar 4 ( empat ) tahunan.

Public administration addresses public service in its locus, in professional sports. DINPORABUDPAR ( Department of Youth Sports, Culture and Tourism ) is in charge of compiling and preparing a strategic plan in its scope of work. Sports activities in the context of fulfilling the welfare of athletes in Bayumas Regency. This study aims to describe the roles of DINPORABUDPAR in carrying out its programs in the sports sector related to fulfilling the welfare of athletes in Banyumas Regency. This type of research is a qualitative research model using descriptive analysis of the selection of informants using purposive sampling technique and to obtain research data using interviews, observation and documentation, while the analysis technique uses an interactive analysis model. The results of this study indicate the role of DINPORABUDPAR in fulfilling athlete welfare is still not optimal. Coordinator aspect where the coordination is carried out by DINPORABUDPAR functionally and horizontally both internally and externally, namely coordination within the organization with sub-divisions of the organization and with other institutions outside the organization. The facilitation aspect is not optimal, the facilities provided are in the form of physical facilities in the form of training facilities and infrastructure and incentive money, which funds are obtained from the APBD, but the nature is not long enough so that the fulfillment of welfare is not optimal. The aspect of the stimulator that is not optimal is known in this study is the provision of appreciation for athletes who have accomplished with a form of appreciation in the form of cash bonuses in accordance with the achievements obtained in the hope that these bonuses can help athletes meet their needs received in the big 4 (four) annual championships.

Key words: Role. Well-being, Athlete
2819631556J1D015001ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA BERITA DALAM SITUS WEB UNSOED.AC.ID BULAN JUNI 2019 DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMPPenelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia pada berita dalam situs web unsoed.ac.id bulan Juni 2019 dan implementasinya sebagai bahan ajar di SMP. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa metode simak. Selanjutnya, teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap. Pada tahap analisis data peneliti menggunakan metode padan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan (HBS). Adapun hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis data, terdapat kesalahan berbahasa Indonesia pada setiap berita dalam situs web unsoed.ac.id bulan Juni 2019. Kesalahan yang diperoleh yaitu kesalahan berbahasa pada bidang fonologi, morfologi, dan sintaksis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kesalahan berbahasa pada berita dalam situs web unsoed.ac.id bulan Juni 2019 diperoleh 261 kasus kesalahan, yang meliputi: (1) kesalahan berbahasa Indonesia pada bidang fonologi sebanyak 147 kasus kesalahan, (2) kesalahan berbahasa Indonesia pada bidang morfologi sebanyak 103 kesalahan, dan (3) kesalahan berbahasa Indonesia pada bidang sintaksis sebanyak 11 kesalahan. Kesalahan-kesalahan tersebut menyebabkan berita tidak sesuai dengan kaidah kebahasan berita yang menggunakan bahasa Indonesia yang benar (baku). Namun, adanya kesalahan tersebut memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya guru dan siswa. Melalui pemahaman tentang kesalahan berbahasa Indonesia, diharapkan siswa dapat menerapkan kaidah kebahasaan berita yang benar. Pemahaman tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca dan 4.2 Menyajikan data, informasi dalam bentuk berita secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan.This research is a qualitative descriptive form that aims to describe the mistakes of the Indonesian language of the news in the website unsoed.ac.id at June 2019 and its implementation as Teaching Materials in Junior High School. The method of data collection in this study uses independent listening techniques involving speech. At the stage of data analysis, researchers use method of matching with the basic techbique, namely the element separation technique (PUP) and the advanced technique, namely the comparative equation technique (HBS). The result of data analysis are presented by informal methods. Based on the data analysis, there are Indonesian language errors in each news on the website unsoed.ac.id in June 2019. The errors obtained are language errors in the field of phonology, morphology, and syntax. These erros cause the news to not be in accordance with the rules of news discourse that use the correct (standard) Indonesian language. However, the existence of such errors is benefical to readers, especially teacher and students. Based on research that made language errors on the news on the unsoed.ac.id site in June 2019, there were 261 cases of errors, which included: (1) 147 Indonesian language errors in the phonology field, (2) Indonesian errors in the field. 103 morphological errors, and (3) 11 errors in Indonesian in the syntax field. Through an understanding of Indonesian language errors, it is hoped that student can apply the correct (standard) linguistic rules. Such understanding can also be used as teaching material to achieve learning goals in Basic Competencies (KD) 3.2 Evaluate the stricture and language of news texts (proud and motivating) heard and read and 4.2 Present data, information in the form of news orally and in writing with attent to structure, linguistic, or oral aspects.
2819731546J1C016009Representasi Ekofeminisme dalam Animasi Princess MononokePenelitian ini berjudul Representasi Ekofeminisme Dalam Animasi Princess Mononoke yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan pada tiga bentuk perspektif ekofeminisme yang digambarkan dalam animasi Princess Mononoke. Animasi ini memperlihatkan perjuangan San, para hewan, dan Ashitaka dalam melawan bentuk ekploitasi di dalam hutan shishigami oleh para warga desa Tatara-ba, Eboshi sama, dan suruhan kaisar Asano. Berlandaskan pada kajian ekofeminisme yang dibagi kedalam tiga perspektif ekofeminisme, yaitu pengetahuan, intuisi dan spiritual. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukan bahwa San, Ashitaka, dan hewan hutan sebagai pelindung alam yang pengetahuan serta intuisi mereka dibentuk oleh alam, melihat alam itu sendiri dikuasai, ditindas, dan dieksploitasi. Menyebabkan ketidakseimbangan alam seperti konflik lingkungan yang direpresentasikan dari perlawanan San dan hewan hutan terhadap Eboshi sama.
This research title is The representation of ecofeminism from anime called Princess Mononoke the purposed of research to describe women representation in three form of ecofeminism perspective depicted in the anime called Princess Mononoke. This anime showing how San, Ashitaka, and the living creature against formed of exploitation by the Tatara-ba villagers, Eboshi sama, and the accomplices of Asano Emperor in sishigamy forest. Based on ecofeminism study that divide into three perspective of ecofeminism that is knowledge, intuition, and spiritual. Using qualitative research method with Roland Barthes semiotics approach. Result of study show that San, Ashitaka, and the forest living creature as an forest guard which is formed with the forest knowledge and intuition saw the forest being mastered, oppressed, and exploited. This caused an imbalance nature like environmental conflict that represented San and the forest living creature against Eboshi sama.
2819831547C1L016026PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWERS (GQGA) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu pada kelas VIII SMP Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran NHT dan GQGA dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran diskusi. (2) Pengaruh aktivitas belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran NHT dan GQGA terhadap hasil belajar kognitif.
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Purwokerto. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang mana jumlah sampelnya sebanyak 72 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Uji Independent Sample T- test dan Analisis Regresi Sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan spss 23 menunjukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran NHT dan GQGA dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran diskusi. (2) Terdapat pengaruh positif aktivitas belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran NHT dan GQGA terhadap hasil belajar kognitif.
This research is a Quasi Experiment research in class VIII SMP Negeri 4 Purwokerto. This study aims to analyze: (1) Differences in cognitive learning outcomes between students using the NHT and GQGA learning models and students using the discussion learning model. (2) The effect of the learning activities of students using the NHT and GQGA learning models on cognitive learning outcomes.
The population in this study were students of class VIII SMP Negeri 4 Purwokerto. The research sample was taken using purposive sampling technique in which the sample size was 72 students. The research method used is the Independent Sample T-test and Simple Regression Analysis.
Based on the results of research and data analysis using SPSS 23, it shows that: (1) There are differences in cognitive learning outcomes between students using the NHT and GQGA learning models and students using the discussion learning model. (2) There is a positive influence on the learning activities of students who use the NHT and GQGA learning models on cognitive learning outcomes.
2819931548C1G016024The Impact of Big Industry on Social Economic Conditions in Brebes RegencyIndustrialisasi merupakan salah satu bentuk pendorong menuju modernisasi yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Perubahan pembangunan yang pesat akibat industri selain akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga akan berdampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Penelitian ini berjudul “Dampak Keberadaan Industri Besar Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi di Kabupaten Brebes”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemetaan dampak keberadaan industri besar terhadap kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Brebes dan untuk menganalisis pengaruh keberadaan industri besar terhadap kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis regresi data panel menggunakan dummy variabel. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu pooled data (time-series dan cross section) dengan periode waktu dari 2009 sampai 2018.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis menunjukan bahwa variabel yang mengalami perubahan menjadi lebih baik secara peta adalah variabel kesehatan, jumlah rumah penduduk, jumlah rumah makan dan jumlah toko/kios sedangkan variabel pendidikan, jumlah penduduk dan luas panen padi mengalami perubahan menjadi kategori lebih buruk secara peta. Hasil analisis regresi data panel menggunakan variabel dummy menunjukan bahwa dampak keberadaan industri besar terhadap kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Brebes memiliki pengaruh positif signifikan terhadap variabel jumlah rumah penduduk, jumlah rumah makan, jumlah toko/kios dan luas panen padi, sedangkan dampak keberadaan industri besar memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap variabel pendidikan dan tidak memiliki pengaruh terhadap variabel kesehatan dan jumlah penduduk.
Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pihak industri harus memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan keberadaan industri besar terhadap masyarakat serta bagi pihak pemerintah daerah perlu memilih atau menyediakan daerah yang sudah memenuhi analisis mengenai dampak lingkungan ketika ada pihak yang izin mendirikan pabrik. Keterbatasan penelitian ini adalah periode waktu yang digunakan hanya dari 2009-2018 (sepuluh tahun) sehingga tidak terlalu terlihat perbedaan sebelum dan sesudah keberadaan industri besar.
Industrialization is one of the driving forms towards modernization that is expected to improve people's standard of living. Rapid development changes due to industry in addition to improving the welfare of the community, will also have a direct impact on the socioeconomic life of the local community.
This research is entitled "The Impact of Big Industry on Social Economic Conditions in Brebes Regency”. The purpose of this research is to analyze the mapping of big industry existence on socioeconomic conditions in Brebes Regency and to analyze the influence of big industry existence on socioeconomic conditions in Brebes Regency. This type of research is quantitative research and using method Geographic Information System and panel data regression analysis using dummy variable. The data used are secondary and pooled data (time-series and cross section) covering the time period of 2009 to 2018.
Based on the results of the study using Geographic Information System analysis showed that variables that change from the map into better categories are health, total houses of population, total of restaurants and total of stores meanwhile education, population and rice harvest area variable have changed on a map became worse category than before. The results of panel data regression analysis using dummy variable showed that the impact of big industry on social economic conditions in Brebes Regency has positive significant effect on total houses of population, total of restaurants, total of stores and rice harvest area variable, while the existence of big industries has a negative significant effect on education variable and has no effect on health and population variable.
The implication of this research is for industry must pay attention to the negative impacts caused to community and environment as well as and for local governments need to choose or provide areas that have fulfilled the Environmental Impact Analysis when there are those who set up factories. This research has limitation is time period only used from 2009-2018 (ten years) so that mapping and regression analysis not very noticeable difference before and after the existence of big industries.
2820031549H1D013042Predictions of Measured rainfall data against the Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) satellite rain data in West JavaHidrologi adalah ilmu yang mempelajari siklus air yang ada di bumi. Air yang mengalir dari limpasan ke permukaan tanah yang meresap kedalam tanah. Analisis hidrologi merupakan yang sangat penting dibidang teknik sipil (Bambang, 2008). Dalam ilmu teknik sipil mengukur data curah hujan adalah langkah awal dari seorang perencana untuk memperkirakan desain bangunan air. Sebagai contoh saluran drainase, saluran irigasi yang ada di pesawahan bahkan untuk bangunan besar seperti bendung. Sebagai terobosan baru data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) menjadi salah satu solutif untuk menyelesaikan masalah data hujan yang ada di lapangan, Dengan menggunakan teknologi yang berbasis pengindraan jauh selain akses cepat, mudah, tetapi juga ekonomis. Namun data hujan satelit ini tidak bisa digunakan langsung perlu adanya koreksi untuk menguji kehandalannya. Data yang digunakan adalah data hujan TRMM yang diunduh pada situs website hujan TRRM, sedangkan data curah hujan terukur sendiri berupa koordinat, nomor stasiun dan region yang meliputi 8 titik stasiun. Data kemudian dicari nilai karakteristik statisknya serta korelasi dan korelasi silang data. Penelitian ini dilakukan dengan mencari persamaan linear antara data TRMM dengan data Terukur dan meregresikan data TRMM kedalam persamaan linear tersebut untuk mencari data curah hujan Observasi prediksi. Kemudian mencari korelasi antar data untuk mendapatkan kekuatan dan hubungan antar data. Data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif data curah hujan dan melengkapi data curah hujan yang belum tersedia.Hydrology is the study of the water cycle on earth. Water that flows from the runoff to the soil surface which seeps into the soil. Hydrological analysis is very important in the field of civil engineering (Bambang, 2008). In civil engineering, measuring rainfall data is the first step of a planner to estimate the design of water structures. For example, drainage channels, irrigation channels in rice fields, even for large buildings such as weirs. As a new breakthrough, the Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) satellite data is one of the solutions to solve rain data problems in the field, by using remote sensing-based technology in addition to fast, easy, but also economical access. However, this satellite rainfall data cannot be used directly, it needs correction to test its reliability. The data used is the TRMM rain data downloaded on the TRRM rain website, while the measured rainfall data itself is in the form of coordinates, station numbers and regions covering 8 station points. The data is then searched for the value of its statistical characteristics as well as the correlation and cross-correlation of the data. This research was conducted by looking for a linear equation between the TRMM data and the measured data and regressing the TRMM data into the linear equation to find the predictive observation rainfall data. Then look for correlations between data to get strength and relationships between data. The resulting data is expected to be an alternative rainfall data and complement the unavailable rainfall data.