Artikelilmiahs
Menampilkan 28.141-28.160 dari 50.157 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28141 | 31490 | A1C113030 | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleirotus ostreatus) PADA UMKM DENI AGRO BISNIS JAMUR TIRAM PUTIH DI DESA CIBEREM KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Komoditas tanaman hortikultura di Indonesia memiliki beragam jenis dan dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu tanaman buah-buahan, tanaman sayuran, tanaman biofarmaka dan tanaman hias. Tanaman hortikultura yang memiliki peranan penting bagi kehidupan sehari-hari manusia adalah sayur-sayuran karena merupakan sumber gizi dan pemenuhan berbagai kebutuhan keluarga. Selain itu tanaman sayuran merupakan jenis komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu sayuran yang dijadikan sebagai sumber pendapatan adalah jamur. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya dan pendapatan usahatani jamur tiram, serta menganalisis kelayakan usahatani jamur tiram di UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih. Penelitian ini dilaksanakan di Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih Desa Ciberem, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada bulan Oktober tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus di Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih. Studi kasus merupakan suatu metode untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan baik, secara menyeluruh dan mendalam dari masalah yang diteliti dalam suatu usaha tertentu. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan data. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C rasio, dan break even point. Usahatani jamur tiram putih di UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih mengeluarkan biaya mencapai Rp 34.682.222,22 penerimaan sebesar Rp 48.601.000,00 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp 13.918.777,78 pada musim tanam Juni - September 2020 dengan skala produksi 22.500 baglog. Analisis R/C Ratio Usahatani jamur tiram putih di UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih didapat nilai R/C Rasio sebesar 1,40 . Bedasarkan analisis R/C Ratio dapat diambil kesimpulan bahwa usahatani tersebut layak untuk di jalankan dengan nilai R/C Rasio lebih dari satu. Analisis BEP (Break Even Poin) usahatani jamur tiram putih didapat nilai BEP harga 7.299,98 Rp/kg, BEP produksi 1.000,86 kg dan BEP penerimaan sebesar Rp. 10.035.737,00. | There are various types of horticultural crops in Indonesia and can be divided into four major groups, namely fruit plants, vegetable crops, medicinal plants and decorative plants. Horticultural plants that have an important role for human daily life are vegetables because they are a source of nutrition and fulfill various family needs. In addition, vegetables are a type of commodity that has high economic value. One of the vegetables that is used as a source of income is mushrooms. The purpose of this study was to calculate the cost and income of oyster mushroom farming, as well as to analyze the feasibility of white oyster mushroom farming in UMKM Deni Arobisnis Jamur Tiram Putih. This research was conducted in UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih, Ciberem Village, Sumbang District, Banyumas Regency, in October 2020. The research method used in this research is a case study in UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih. A case study is a method to get a clear and good information, thoroughly and in-depth, of the problem being studied in a particular business. The method of data collection is done by interview, observation and data recording. The data analysis that was used is analysis of costs, revenues, income, R/C ratio, and break even points. Farming business of white oyster mushrooms in UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih costs IDR 34,682,222.22, revenues of IDR 48,601,000.00 and income received is IDR 13,918,777.78 in the period of June - September 2020 with a production scale of 22,500 baglog. Analysis R/C Ratio of white oyster mushroom farming business in UMKM Deni Agro Bisnis Jamur Tiram Putih obtained R/C Ratio value of 1.40. Based on the R/C ratio analysis, it can be concluded that the farm is feasible to run with R/C ratio of more than one. Analysis BEP (Break Even Points) of white oyster mushroom, obtained the BEP price of Rp. 7,299.98 Rp / kg, BEP production of 1,000.86 kg, and BEP revenue of Rp. 10.035.737.00. | |
| 28142 | 31491 | A1D017161 | APLIKASI JAMUR PATOGEN GULMA PADA GULMA DAUN LEBAR DI LAPANGAN TERBATAS | Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis jamur patogen gulma dan efektivitasnya dalam mengendalikan gulma daun lebar, jenis gulma daun lebar yang dapat dikendalikan dengan menggunakan jamur patogen gulma, dan pengaruh aplikasi jamur patogen gulma terhadap persentase perkecambahan biji gulma daun lebar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2020, bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Lapangan Terbatas, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok untuk percobaan di lapangan terbatas dan Rancangan Acak Lengkap untuk percobaan di Laboratorium. Rancangan percobaan terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu faktor gulma daun lebar (babadotan, krokot, dan bayam duri), dan faktor jamur patogen gulma (Kontrol, Fusarium oxysporum, Chaetomium sp., dan Curvularia sp.). Variabel yang diamati meliputi gejala dan tanda penyakit, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, laju infeksi, nilai AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, dan perkecambahan biji. Data diuji F dan apabila terdapat keragaman antar-perlakuan dilanjutkan Duncan Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chaetomium sp. merupakan jamur patogen pengendali gulma yang paling efektif karena mampu mempercepat masa inkubasi 35%, meningkatkan intensitas penyakit 23,01%, dan meningkatkan nilai AUDPC 21% dibandingkan kontrol. Gulma babadotan merupakan gulma yang paling rentan terhadap serangan jamur patogen karena memiliki masa inkubasi lebih cepat dan laju infeksi tertinggi dibandingkan dengan gulma krokot dan bayam duri. Seluruh jamur patogen gulma mampu menekan persentase perkecambahan biji gulma daun lebar, dengan persentase penekanan F. oxysporum 41,28%, Chaetomium sp. 30,47%, dan Curvularia sp. 26,13% dibandingkan kontrol. | This research aimed to determine the weed pathogenic fungi effectiveness in controlling broadleaf weeds, the most susceptible broadleaf weeds controlled by weed pathogenic fungi, and the effect of the pathogenic fungi application on the germination percentage of broadleaf weed seeds. This research was conducted from August to November 2020 at the Laboratory of Plant Protection and the experimental field, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Randomized block design was used for experiments in limited fields and completely randomized design was used for laboratory experiments. The experimental researcvh consisted of two factors, i.e., broadleaf weed (babadotan, purslane, and thorns spinach), and the fungal pathogenic (control, Fusarium oxysporum, Chaetomium sp., and Curvularia sp.). Variables observed included symptoms and signs of disease, incubation period, disease intensity, disease incidence, infection rate, AUDPC value, plant height, number of leaves, shoot fresh and dry weight, root fresh and dry weight, and seed germination. The data were tested by F test and if there was variation between treatments, continued by Duncan Multiple Range Test at an error level of 5%. Result of the researh showed that Chaetomium sp. was the most effective pathogenic fungi for controlling weed indicated by accelerating the incubation period by 35%, increasing disease intensity as 23.01%, and AUDPC value by 21% compared to control. Babadotan is the most susceptible weed to the pathogenic fungal attack indicated by faster incubation period and the highest infection rate compared to purslane and thorn spinach. All pathogenic fungi were able to suppress the germination percentage of broadleaf weed seeds indicated by decreasing the percentage of suppression by F. oxysporum as 41.28%, by Chaetomium sp. as 30.47%, and by Curvularia sp. as 26.13% compared to control. | |
| 28143 | 31493 | B1A016149 | AKTIVITAS ANTIMIKROBA ISOLAT BAKTERI ASAL EKOSISTEM MANGROVE PANTAI LOGENDING TERHADAP Bacillus subtilis, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus | Mikroorganisme sedimen laut memiliki kemampuan menghasilkan senyawa-senyawa yang berguna, salah satunya antimikroba. Antimikroba adalah zat-zat kimia yang dihasilkan bakteri yang memiliki kemampuan untuk mematikan dan menghambat bakteri patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi isolat pantai Logending dalam menghasilkan senyawa antimikroba, mengetahui pengaruh salinitas dalam produksi senyawa antimikroba isolat sedimen mangrove pantai Logending, dan mengetahui salinitas optimal isolat Pantai Logending yang dapat meningkatkan kemampuan antimikroba dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis, E. coli, dan S. aureus. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas yang diamati dalam penelitian ini adalah penambahan NaCl pada media, sedangkan variabel terikat yang diamati kemampuan penghambatan isolat bakteri pantai Logending terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis, E. coli, dan S. aureus. Parameter utama yang diukur yaitu zona hambat isolat bakteri pantai Logending, sedangkan parameter pendukung yang diukur yaitu kadar salinitas. Hasil penelitian ini didapatkan isolat-isolat Pantai Logending Kebumen berpotensi menghasilkan senyawa antimikroba yaitu LG-81 mampu menghambat Bacillus subtilis, isolat LG-113 menghambat E. coli, dan LG-139 menghambat S. aureus. Salinitas berpengaruh terhadap produksi senyawa antimikroba isolat Pantai Logending Kebumen, Jawa Tengah. Salinitas optimal isolat Pantai Logending yang digunakan untuk meningkatkan penghambat pertumbuhan bakteri adalah 3%. | Marine sedimentary microorganisms have the ability to produce useful compounds, one of which is antimicrobial. Antimicrobials are chemical substances produced by bacteria that have the ability to kill and inhibit pathogenic bacteria. The purpose of this study was to determine the potential of Logending beach isolates in producing antimicrobial compounds, determine the effect of salinity in the production of antimicrobial compounds of Logending beach sediment isolates, and determine the optimal salinity of Logending Beach isolates which can increase the antimicrobial ability to inhibit the growth of Bacillus subtilis, E. coli, and S. aureus. This research was conducted using a completely randomized design experimental design (CRD). The independent variable observed in this study was the addition of NaCl to the media, while the dependent variable observed was the inhibitory ability of the Logending coastal bacterial isolate to the growth of Bacillus subtilis, E. coli, and S. aureus bacteria. The main parameter measured was the inhibition zone of the Logending coastal bacterial isolate, while the supporting parameter measured was the salinity level. The results of this study showed that the isolates of Logending Kebumen Beach had the potential to produce antimicrobial compounds, namely LG-81 capable of inhibiting Bacillus subtilis, LG-113 isolates inhibiting E. coli, and LG-139 inhibiting S. aureus. Salinity affects the production of antimicrobial compounds in the isolate of Logending Beach, Kebumen, Central Java. The optimal salinity of the Logending Beach isolate used to increase the bacterial growth inhibitor was 3%. | |
| 28144 | 31494 | H1B014012 | PENERAPAN FUZZY INFERENCE SYSTEM METODE MAMDANI UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH SISWA AKTIF BIMBINGAN BELAJAR | Logika fuzzy adalah salah satu cabang ilmu kecerdasan buatan untuk membangun sistem cerdas. Logika fuzzy sering digunakan dalam pemecahan masalah yang menjelaskan sistem bukan melalui angka-angka, melainkan secara linguistik, atau variabel-variabel yang mengandung ketidakpastian. Salah satu metode logika fuzzy adalah metode Mamdani. Pada penelitian ini, logika fuzzy metode Mamdani diaplikasikan untuk memprediksi jumlah siswa aktif bimbingan belajar berdasarkan empat variabel input yang digunakan, yaitu daftar siswa perempuan, gugur siswa perempuan, daftar siswa laki-laki, dan gugur siswa laki-laki. Tahapan fuzzy metode Mamdani terdiri dari fuzzifikasi, pemberian aturan dasar fuzzy, dan proses defuzzifikasi. Variabel yang digunakan berjumlah 4 variabel input, yaitu variabel daftar siswa perempuan, variabel gugur siswa perempuan, variabel daftar siswa laki-laki, dan variabel gugur siswa laki-laki, dan 1 variabel output yaitu variabel siswa aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem fuzzy metode Mamdani sebagai alternatif penyelesaian masalah dalam menentukan prediksi jumlah siswa aktif. Terdapat dua hasil penelitian yaitu hasil perhitungan manual dan hasil output dari aplikasi Matlab. Hasil perhitungan manual untuk siswa SMP adalah12,4, sedangkan hasil output sebanyak 11,8 anak atau sebanyak 12 anak. Hasil perhitungan manual untuk siswa SMA IPA adalah 92,6, sedangkan hasil output sebanyak 77,4 anak atau sebanyak 77 anak. Hasil perhitungan manual untuk siswa SMA IPS adalah 8,4, sedangkan hasil output sebanyak 9,24 anak atau sebanyak 9 anak. | Fuzzy logic is a sub artificial intelligence to build intelligent systems. Fuzzy logic is usually used to solve problems that explain the system not through numbers, but linguistically, or variables that contain uncertainty. One of the fuzzy logic methods is the Mamdani method. In this study, the Mamdani method of fuzzy logic was applied to predict the number of active tutor students based on the four input variables, which are a list of female students, female students drop out, list of male students, and male students drop out. The fuzzy stages of the Mamdani method consist of fuzzification, provision of fuzzy basic rules, and the defuzzification process. The variables used are 4 input variables, which are the female student list variable, the female student dropout variable, the male student list variable, and the male student drop variable, and 1 output variable, the active student variable. The purpose of this research is to produce a fuzzy system using the Mamdani method as an alternative to problem solving in determining the prediction of the number of active students. There are two research results, they are manual calculations and output of the Matlab application. The result of manual calculation for junior high school students is 12,4, while the output is 11,8 children or 12 children. The result of manual calculation for IPA high school students is 92,6, while the output is 77,4 children or 77 children. The result of manual calculation for IPS high school students is 8,4, while the output is 9,24 children or 9 children. | |
| 28145 | 31507 | C1A013094 | Pengaruh Variabel-Variabel Financial Technology terhadap Inklusi Keuangan Di Indonesia | Inklusi keuangan telah memasuki babak baru di era revolusi Industry 4.0, pengadopsian teknologi ke dalam sistem layanan keuangan menjadi kunci dalam perbaikan akses keuangan sekaligus meningkatkan sektor produktif, berangkat dari latar belakang tersebut penelitian ini kemudian berusaha mencari seberapa besar pengaruh penerapan teknologi digital ke dalam sistem layanan keuangan terhadap inklusi keuangan di Indonesia. dengan menggunakan metode analisis kuantitatif tehadap data time series yang diperoleh berdasarkan periode waktu bulanan terhitung sejak januari 2018 hingga Juni 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara empiris variabel-variabel Financial Technology yang didalamnya mencakup variabel Pengguna Fintech, Penyelenggara Fintech, Volume Uang Elektronik dan Akumulasi Penyaluran Pinjaman Fintech berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap tingkat inklusif keuangan dengan indeks inklusi keuangan sebagai indikatornya | Financial inclusion has entered a new chapter in the era of the Industry 4.0 revolution, the adoption of technology into the financial service system is the key to improving financial access and the productive sector, based on that phenomena the research then tries to find The impact of financial technology on financial inclusion in Indonesia. by using quantitative analysis methods of time series data That published based on monthly time periods starting from January 2018 to June 2020. The results show that empirically the Financial Technology variables include variables of Fintech Users, Fintech Startup, Electronic Money and accumulated of fintec’s loan have a significant effect both partially and simultaneously on the level of financial inclusion with the financial inclusion index as an indicator | |
| 28146 | 31495 | J1D016033 | KECEMASAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KKN DI DESA PENARI KARYA SIMPLEMAN DAN RELEVANSINYA DENGAN BAHAN AJAR SASTRA DI SMA | Psikologi sastra adalah analisis karya sastra yang diyakini mencerminkan proses dan aktivitas kejiwaan. Aktivitas kejiwaan dialami oleh manusia dengan mewujudkan kekuatan yang berada dalam dirinya, kekuatan tersebut akan menimbulkan perasaan nyaman dan tidak nyaman. Kenyamanan dan ketidaknyamanan yang dialami manusia dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan sekitar ataupun kondisi fluktuatif psikologisnya. Dalam psikologi sastra, ketidaknyamanan yang dialami manusia menyebabkan suatu kondisi yang disebut kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kecemasan yang dialami tokoh utama dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman, (2) mekanisme pertahanan terhadap kecemasan yang dialami tokoh utama dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman, (3) relevansi hasil penelitian tentang kecemasan tokoh utama dalam bahan ajar sastra di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif dari kutipan novel KKN di Desa Penari karya Simpleman. Novel KKN di Desa Penari karya Simpleman diterbitkan oleh PT. Bukune Kreatif Cipta pada tahun 2019. Data kualitatif diperoleh dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik, lalu disajikan dengan teknik penyajian formal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 38 data kecemasan yang dialami oleh tokoh utama dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman. Kecemasan tersebut terdiri dari 29 kecemasan realistik, 4 kecemasan neurotik, dan 5 kecemasan moralistik. Berdasarkan data kecemasan tersebut dapat ditemukan mekanisme pertahanan terhadap kecemasan yang dialami oleh tokoh utama dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman, mekanisme pertahanan tersebut antara lain (a) mekanisme pertahanan represi, (b) mekanisme pertahanan reaksi formasi, (c) mekanisme pertahanan rasionalisasi, dan (d) mekanisme pertahanan intelektualisasi. Relevansi hasil penelitian mengenai kecemasan tokoh utama dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI mengenai pesan buku fiksi dengan menggunakan novel KKN di Desa Penari karya Simpleman sebagai bahan ajar sastra karena sesuai dengan kriteria bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya. | Literary psychology is an analysis of literary works which is believed to reflect psychological processes and activities. Psychiatric activity experienced by humans by manifesting the power within him, this power will cause a feeling of comfort and discomfort. Comfort and discomfort experienced by humans can be caused by environmental conditions or psychological fluctuation conditions. In literary psychology, human discomfort causes a condition called anxiety. This study aims to describe (1) the anxiety experienced by the main character in the novel KKN di Desa Penari by Simpleman, (2) the defense mechanism against anxiety experienced by the main character in the novel KKN di Desa Penari by Simpleman, (3) the relevance of the research results on anxiety of the main character in literary teaching materials in high school. The approach used in this study is a qualitative approach. The method used is a qualitative descriptive method. The data obtained in this study are qualitative data from the quotation of the novel KKN di Desa Penari by Simpleman. The novel KKN di Desa Penari by Simpleman was published by PT. Bukune Kreatif Cipta in 2019. Qualitative data were obtained by reading and note-taking techniques. Data were analyzed using heuristic and hermeneutic reading techniques, then presented with a formal presentation technique. The results showed that there were 38 data on anxiety experienced by the main character in the novel KKN di Desa Penari by Simpleman. The anxiety consists of 29 realistic anxiety, 4 neurotic anxiety, and 5 moralistic anxiety. Based on these anxiety data, a defense mechanism against anxiety experienced by the main character in the novel can be found. These defense mechanisms KKN di Desa Penari by Simpleman include (a) repression defense mechanisms, (b) formation reaction defense mechanisms, (c) rationalization defense mechanisms, and (d) intellectualization defense mechanisms. The relevance of the research results regarding the anxiety of the main character can be used in learning Indonesian for class XI regarding the message of fiction books using the novel KKN di Desa Penari by Simpleman as literary teaching material because it fits the criteria of language, psychology, and cultural background. | |
| 28147 | 31496 | F2A017022 | PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS | Keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawai. Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyumas memiliki tugas pokok yakni melaksanakan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, shadaqah, memerlukan pegawai yang mampu bekerja melebihi tanggungjawabnya secara formal. Perilaku bekerja diatas tanggung jawab formal ini dinamakan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Menurut Robbins dan Jugde, OCB merupakan perilaku pilihan yang tidak menjadi kewajiban kerja seorang pegawai, namun mendukung lingkungan psikologis dan berfungsi secara efektif guna mencapai tujuan organisasi. Maka dari itu organisasi harus mampu mengetahui penyebab timbulnya OCB guna meningkatkan kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh OCB terhadap kinerja pegawai, pengaruh kepribadian terhadap OCB pegawai, kepuasan kerja terhadap OCB pegawai, motivasi kerja terhadap OCB pegawai, dan pengaruh bersama-sama antara kepribadian, kepuasan kerja, dan motivasi pegawai terhadap OCB pegawai. Penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyumas dengan jumlah 54 responden. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Berdasarkan hasil penelitian dan anallisis data menggunakan analisis regresi ordinal menunjukkan bahwa: (1) OCB pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 46,1 persen; (2) Kepribadian pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB pegawai sebesar 57,7 persen; (3) Kepuasan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB pegawai sebesar 42,5 persen; (4) Pengaruh motivasi pegawai terhadap OCB pegawai sebesar 28,7 persen; dan (5) Secara bersama-sama kepribadian, kepuasan kerja, dan motivasi pegawai berpengaruh terhadap OCB pegawai sebesar 66,1 persen. Semua variabel penelitian termasuk kategori sedang dan hipotesis dinyatakan diterima. | The success of an organization in realizing its vision, mission and goals is strongly influenced by employee performance. The National Zakat Agency of Banyumas Regency has the main task of collecting, distributing and utilizing zakat, infaq, shadaqah, requiring employees who are able to work beyond their formal responsibilities. This behavior of working on formal responsibilities is called the Organizational Citizenship Behavior (OCB). According to Robbins and Jugde, OCB is a preferred behavior that is not an employee's job obligation, but supports the psychological environment and functions effectively to achieve organizational goals. Therefore the organization must be able to find out the causes of OCB to improve employee performance. The purpose of this study was to determine the effect of OCB on employee performance, the influence of personality on employee OCB, job satisfaction with employee OCB, work motivation on employee OCB, and the mutual influence of personality, job satisfaction, and employee motivation on employee OCB. This research is a survey research. The population in this study were employees of the National Zakat Agency of Banyumas Regency with a total of 54 respondents. The analytical method used is quantitative associative. Based on the results of research and data analysis using ordinal regression analysis, it shows that: (1) employee's OCB has a positive and significant effect on employee performance by 46.1 percent; (2) employee personality has a positive and significant effect on employee OCB by 57.7 percent; (3) Job satisfaction has a positive and significant effect on employee OCB by 42.5 percent; (4) The effect of employee motivation on employee OCB is 28.7 percent; and (5) Taken together, personality, job satisfaction, and employee motivation affect employee OCB by 66.1 percent. All research variables are in the medium category and the hypothesis is accepted. | |
| 28148 | 31499 | F1F013040 | Family Disintegration as Depicted in Celeste Ng’s Everything I Never Told You | Kurniati, Esti. 2021. Penggambaran Disintegrasi Keluarga dalam novel Everything I Never Told You karya Celeste Ng. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing: Rizki Februansyah, S.S., M.A. dan Eni Nur Aeni, S.S., M.A., Penguji Eksternal: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: Sosiologi dalam Sastra, Studi Keluarga, Sistem Emosional Keluarga Nuklir Bowen,Disintegrasi Keluarga, Everything I Never Told You Celeste Ng Penelitian yang berjudul Penggambaran Disintegrasi Keluarga dalam novel Everything I Never Told You karya Celeste Ng ini berfokus pada analisis disintegrasi keluarga. Bidang penelitian ini adalah sosiologi dalam sastra yang merupakan kajian untuk menganalisis aspek sosiologis suatu karakter karya sastra. Lebih lanjut, penelitian ini membahas secara menyeluruh tentang aspek-aspek penyebab disintegrasi keluarga dalam novel dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Data primer diambil dari novel berjudul Everything I Never Told You karya Celeste Ng. Data primer dianalisis dengan menggunakan teori sosiologi literatur yang didukung oleh studi keluarga dan sistem emosional keluarga inti Bowen. Dari penelitian yang telah dilakukan, terdapat dua gambaran utama tentang disintegrasi keluarga dalam novel. Pertama, komunikasi keluarga yang buruk merusak dinamika keluarga dengan memicu konflik perkawinan, pengabaian orang tua, kerenggangan ikatan emosional, dan isolasi keluarga. Kedua, favoritisme orang tua dan ekspektasi tinggi orang tua terhadap anaknya semakin memperjelas disintegrasi dalam keluarga. | Kurniati, Esti. 2021. Family Disintegration as Depicted in Celeste Ng’s Everything I Never Told You. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisors: Rizki Februansyah, S.S., M.A. and Eni Nur Aeni, S.S., M.A., External Examiner: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum. Keywords: Sociology in Literature, Family Studies, Bowen’s Nuclear Family Emotional System, Family Disintegration, Celeste Ng’s Everything I Never Told You This research entitled Family Disintegration as Depicted in Celeste Ng’s everything I Never Told You focuses on analyzing the family disintegration. The field of this research is sociology in literature which is the study to analyze the sociological aspect of a literary work’s character. Furthermore, the research thoroughly discusses the aspects that causes the family disintegration in the novel and how they affect the characters’ lives. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data. The primary data are taken from a novel entitled Everything I Never Told You by Celeste Ng. The primary data are analyzed using the sociology of literature theory supported by family studies and Bowen’s nuclear family emotional system. From all the research that has been conducted, there are two major depictions of family disintegration in the novel. Firstly, the poor family communication that causes even more damage to the dynamics of the family by triggering marital conflicts, parental abandonment, emotional detachment, and family isolation. Secondly, parental favoritism and overbearing expectation that further disintegrate the family. | |
| 28149 | 31500 | F1B114021 | Pengaruh Motivasi dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas | Pengaruh Motivasi dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Kinerja pegawai yang tinggi akan mendukung produktivitas organisasi. Untuk menciptakan peningkatan kinerja yang tinggi, maka didukung oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yakni adanya motivasi dan kemampuan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi dan kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan seluruh populasi pegawai Disperindag. Menggunakan sampel jenuh didapatkan 50 orang menjadi responden. Untuk menguji pengaruh motivasi dan kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai digunakan uji korelasi product moment. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya motivasi dan kemampuan kerja mempengaruhi kinerja pegawai Disperindag Kabupaten Banyumas. Hal ini diperoleh dari persamaan regresi dengan perhitungan sebagai berikut: Y = a + bx menjadi, Y = 32,417 + 0,061x. Koefisien regresi X sebesar 0,061. Nilai ini berarti setiap penambahan 1 nilai variabel motivasi kerja (X1) dan kemampuan kerja (X2), maka nilai kinerja pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas (Y) bertambah sebesar 0,061. Nilai positif pada persamaan regresi menandakan semakin tinggi nilai X maka nilai Y akan semakin bagus. Tabel diatas juga menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,000. Hal ini berarti Ha diterima karena 0,000 < 0,05 dan berarti pula H0 ditolak. | The Influence of Motivation and Work Ability on Employee Performance of the Banyumas Regency Industry and Trade Service High employee performance will support organizational productivity. To create a high performance increase, it is supported by several factors that affect employee performance. One of the factors that affect employee performance is the motivation and work ability of employees. This study aims to determine the influence of motivation and work ability on employee perfomance of the Banyumas Regency Industry and Trade Service. The method used in this research is quantitative with the entire population of Disperindag employees. Using a saturated sample, it was found that 50 people became respondents. To test the effect of motivation and work ability on employee performance, the product moment correlation test is used. Data processing was performed using the SPSS for windows program. The results of this study shows that motivation and work ability affected the performance of Disperindag employees in Banyumas Regency. This is obtained from the regression equation with the following calculations: Y = a + bx becomes, Y = 32.417 + 0.061x. The regression coefficient X is 0.061. This value means that for each additional 1 value of the work motivation variable (X1) and work ability (X2), the employees performance value of the Banyumas Regency Industry and Trade Service (Y) increases by 0.061. A positive value in the regression equation indicates that the higher the X value, the better the Y value. The table above also shows that the Sig. amounting to 0,000. This means that Ha is accepted because 0.000 <0.05 and also means that H0 is rejected. | |
| 28150 | 31361 | F1A017029 | Pola Interaksi Orang Tua dengan Anak dalam Membentuk Pemahaman Seksualitas pada Anak di Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas | Artikel ini menggambarkan pola interaksi orang tua dengan anak dalam membentuk pemahaman seksualitas pada anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui, mendeskripsikan, dan menjelaskan tentang pola interaksi antara orang tua dengan anak dalam membentuk pemahaman seksualitas pada anak di Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan sasaran penelitian yaitu orang tua siswa SDN Pasir Wetan. Teknik menentukan sasaran tersebut adalah purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, kata seksualitas dan seks dipahami sebagai sesuatu yang positif dan juga negatif. Hal ini kemudian berdampak pada upaya pemberian pendidikan seks pada anak. Muncul orang tua yang terbuka dan tertutup saat memberikan pendidikan seks. Kondisi tersebut juga akhirnya berdampak pada pola interaksi yang terjalin antara orang tua dan anak terutama saat membicarakan masalah seksualitas. Pada orang tua yang terbuka mereka memunculkan pola kerja sama yang baik, namun tidak pada orang tua tertutup. Orang tua yang tertutup masih menganggap bahwa masalah yang berkaitan dengan istilah “seks” adalah hal yang tabu. Sehingga mereka enggan, menolak, malu, dan bingung ketika akan menjelaskan pada anak. Interaksi yang terjalin antara orang tua dan anak dalam keseharian juga menunjukan bahwa seksualitas seseorang telah dibentuk, ditata, dan ditanamkan sejak dini. Nilai dan norma terkait seksualitas terus dilanggengkan dalam masyarakat melalui institusi keluarga. | This article describes the pattern of parental interaction with the child in shaping the understanding of sexuality in the child. The purpose of this research is to know, describe, and explain about the pattern of interaction between parents and children in shaping the understanding of sexuality in children in Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas. This research was conducted using qualitative method with research objectives, namely parents of students of SDN Pasir Wetan. The technique of determining the target is purposive sampling. Based on the research results, the words sexuality and sex are understood as something positive as well as negative. This has an impact on efforts to provide sex education to children. Open and closed parents appear when providing sex education. This condition also affects the interaction patterns that exist between parents and children, especially when discussing sexuality issues. In open parents they create good cooperation patterns, but not in close parents. The introverted parents still think that the problem with the term "sex" is taboo. So they are reluctant, refuse, embarrassed, and confuse when explaining to children. The interactions that exist between parents and children in everyday life also show that a person's sexuality has been shaped, organized, and instilled from an early age. Values and norms related to sexuality continue to be protected in society through family institutions. | |
| 28151 | 41702 | A1D016211 | VALIDASI MARKA MOLEKULER TERKAIT SIFAT AMILOSA PADA POPULASI F8 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM DENGAN MENTIK WANGI | Konsumsi beras berpigmen menjadi salah satu upaya yang efektif untuk mencegah penyakit degeneratif dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan marka polimorfik yang sesuai dalam membedakan tingkat kandungan amilosa serta mendapatkan informasi kandungan amilosa pada populasi F8 galur hasil persilangan padi hitam dan varietas Mentik Wangi. Marka yang digunakan dalam penelitian ini meliputi RM190, Wx dan SSIIa dan analisis menggunakan regresi linear sederhana untuk melihat hubungan antara marka dan kandungan amilosa. Hasil penelitian primer RM190, Wx dan SSIIa menunjukan produk pita yang polimorfis. Analisis data menunjukan nilai koefisien determinasi (R2) primer RM190 sebesar 0,243 atau 24,3% dengan nilai korelasi sebesar 0,493, koefisien determinasi marka Wx dan SSIIa memiliki nilai yang sangat rendah dimana hanya 0,0565 atau 5% dan 0,0053 atau 0,5% dengan nilai korelasi sebesar 0,238 (Wx) dan 0,0726 (SSIIa). Kandungan amilosa pada genotip uji cukup beragam berkisar 14 – 22% dan ketiga marka yang digunakan pada penelitian ini belum dapat digunakan untuk mengidentifikasi kandungan amilosa pada genotip uji | Consumption of pigmented rice is an effective way to prevent degenerative diseases by boosting the immune system. This study aims to obtain polymorphic markers that are suitable for differentiating levels of amylose content and to obtain information on amylose content in F8 populations of lines resulting from crosses of black rice and Mentik Wangi varieties. The markers used in this study included RM190, Wx and SSIIa and were analyzed using simple linear regression to see the relationship between markers and amylose content. From the results of the RM190 and Wx primers, the band products were polymorphic, the DNA bands of the two parents in the SSIIa primers were not successfully amplified and the ladder separation was not good enough that it could not be analyzed further. Data analysis showed that the primary RM190 coefficient of determination (R2) was 0.243 or 24.3% with a correlation value of 0.493, while the coefficient of determination of the Wx and SSIIa marker had a very low value which was only 0.0565 or 5% and 0,0053 or 0,5%, a correlation value 0.238 (Wx) and 0,0053 (SSIIa). The amylose content in the test genotypes varied widely, ranging from 14 – 22% and the three markers used in this study could not be used to identify the amylose content in the test genotypes. | |
| 28152 | 31502 | B1A016142 | AKTIVITAS ANTIMIKROBA ISOLAT BAKTERI SEDIMEN MANGROVE PANTAI LOGENDING TERHADAP Staphylococcus aureus, Eschericia coli, DAN Candida albicans | Zat antimikroba merupakan senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Pantai Logending merupakan salah satu ekosistem mangrove, lingkungan yang menyediakan sumber daya alam yangtinggi, yang berpotensi untuk ditemukannnya bakteri yang mampu menghasilkan zat antimikroba. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kemampuan isolat bakteri dari sedimen mangrove Pantai Logending dalam menghambat bakteri Gram positif (S. Aureus), bakteri Gram negatif (E. coli) dan fungi (C. albicans). Mengetahui kemampuan antimikroba isolat bakteri dari sedimen mangrove pantai Logending Kebumen terhadap S. aureus, E. coli, dan C. albicans. Mengetahui karakteristik senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh isolat bakteri darisedimen mangrove. Mengetahui identitas isolat bakteri yang bersifat antimikroba dari sedimen mangrove Pantai Logending. Isolat bakteri sedimen mangrove Pantai Logending mampu menghambat pertumbuhan S. aureus, E. coli, dan C. albicans. Isolat LG-96 mampu menghambat S. aureus sebesar 11 mm, isolat LG-126 mampu menghambat E.coli sebesar 15 mm, dan isolat LG-129 mampu menghambat C. albicans sebesar 15 mm. Karakteristik senyawa antimikroba isolat LG-96 memiliki Nilai Rf 0,78, 0,87, 0,92, dan 0,96 serta memiliki kandungan senyawa flavonid, terpenoid, dan alkaloid. Isolat LG-126 memiliki Nilai Rf 0,54, 0,81, 0,90, dan 0,96 serta memiliki kandungan senyawa flavonid, terpenoid, dan alkaloid. Isolat LG-129 memiliki Nilai Rf 0,45, 0,76, dan 0,85 serta memiliki kandungan senyawa saponin dan alkaloid. Isolat LG-96 merupakan genus bakteri Enterobacter, isolat LG-126 termasuk dalam genus Halobacterium, dan isolat LG-129 merupakan genus Bordetella. | Antimicrobial substances are compounds that can kill or inhibit the growth of microorganisms. Logending Beach is one of the mangrove ecosystems, an environment that provides high natural resources, which has the potential to find bacteria capable of producing antimicrobial substances. Gram negative (E. coli) and fungi (C. albicans). Knowing the antimicrobial ability of bacterial isolates from the mangrove sediments of Logending Kebumen beach against S. aureus, E. coli, and C. albicans fungi. Knowing the characteristics of the antimicrobial compounds produced by bacterial isolates from mangrove sediments. Knowing the identity of the antimicrobial bacterial isolates from the Logending Beach mangrove sediments. Logending Beach mangrove sediment isolates were able to inhibit the growth of S. aureus, E. coli, and C. albicans. LG-96 isolate was able to inhibit S. aureus 11 mm, isolate LG-126 was able to inhibit E.coli 15 mm, and isolate LG-129 was able to inhibit C. albicans 15 mm. Characteristics of the antimicrobial compounds of the LG-96 isolate had Rf values of 0.78, 0.87, 0.92, and 0.96 and also contained flavonids, terpenoids, and alkaloids. LG-126 isolate has Rf values of 0.54, 0.81, 0.90, and 0.96 and contains flavonid compounds, terpenoids, and alkaloids. Isolate LG-129 has Rf values of 0.45, 0.76, and 0.85 and contains saponin and alkaloid compounds. Isolate LG-96 is a bacterial genus Enterobacter, isolate LG-126 is included in the genus Halobacterium, and isolate LG-129 is a genus Bordetella. | |
| 28153 | 31503 | B1J013155 | Aktivitas Protease dan Kadar Protein Tubuh Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) pada Ukuran Tubuh Berbeda yang Tertangkap di Sungai Banjaran, Banyumas | Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu ikan indigenous di Kabupaten Banyumas dan salah satu habitatnya adalah di Sungai Banjaran. Berdasarkan anatomi dan kebiasaan makannya, ikan ini digolongkan menjadi ikan herbivora. Ikan sangat tergantung pada kemampuan sistem pencernaan dalam mencerna dan memanfaatkan nutrisi pakan yang tercermin sebagai aktivitas enzim yang ada di sepanjang saluran digesti. Salah satu enzim yang berperan penting yaitu protease. Protease akan memecah protein pakan menjadi molekul yang sederhana yaitu asam amino. Salah satu fungsi asam amino yaitu digunakan ikan untuk membangun protein di dalam tubuh ikan. Ukuran tubuh ikan dapat mempengaruhi aktivitas protease dan kadar protein tubuh ikan. Oleh karena itu, aktivitas protease dan kadar protein tubuh ikan nilem dengan ukuran yang berbeda yang tertangkap di Sungai Banjaran perlu untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas protease pada ukuran tubuh dan segmen organ digesti ikan nilem yang berbeda serta mengetahui kadar protein tubuh ikan nilem pada ukuran tubuh yang berbeda yang tertangkap di Sungai Banjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x4 dengan 6 kali ulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah ukuran ikan yang berbeda (2,08±0,45 g, 10,05±1,58 g, dan 24,46±2,87 g) dan segmen organ pencernaan, yaitu hepatopankreas, usus depan, usus tengah, dan usus belakang sedangkan variabel terikat adalah aktivitas protease dan kadar protein tubuh. Parameter yang diukur adalah jumlah mikrogram tirosin per mg protein per menit dan persentase protein tubuh dalam berat kering tubuh. Data hasil penelitian dianalisis dengan one way ANOVA (Analysis of Variance) dan univariate dan jika hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan SPSS 16.0 versi Windows software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas protease berbeda secara signifikan pada ukuran ikan nilem dan organ pencernaan yang berbeda (p<0,05). Aktivitas protease tertinggi pada ukuran yang berbeda terdapat pada ikan ukuran kecil (2,08±0,45 g) yang berbeda nyata dengan ikan ukuran sedang (10,05±1,58 g) dan besar (24,46±2,87 g). Sementara itu, aktivitas protease tertinggi pada organ pencernaan yang berbeda terdapat pada usus tengah yang berbeda nyata dengan usus depan, usus belakang, dan hepatopankreas. Hasil uji univariate menyatakan bahwa faktor ukuran tubuh dan segmen organ pencernaan tidak saling berhubungan dalam memberikan pengaruh terhadap aktivitas protease pada ikan nilem. Aktivitas protease menghasilkan respon berbeda hanya terhadap satu faktor yaitu ukuran tubuh saja atau segmen organ pencernaan saja. | Nilem fish (Osteochilus vittatus) is one of the indigenous fish in Banyumas Regency and one of its habitats is in the Banjaran River. Based on its anatomy and eating habits, these fish are classified as herbivorous fish. In digesting and utilizing feed nutrients, fish are highly dependent on the ability of the digestive system which is reflected in the activity of enzymes along the digestive tract. One of the enzymes that plays an important role is protease. Protease will break down feed protein into simple molecules, namely amino acids. One of the functions of amino acids is that fish use to build protein in the fish's body. Fish body size can affect the protease activity and protein content of the fish body. Therefore, the protease activity and protein content of nilem fish with different sizes caught in the Banjaran River need to be investigated. The objectives of this research was to determine the protease activity of different body size and digestive organ segments of nilem fish and to determine the protein content of the body of nilem fish at different body sizes caught in the Banjaran River. This research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with a 3x4 factorial pattern with 6 replications. The variables observed in this study consisted of independent variables and dependent variables. The independent variables were different fish sizes (2,08±0,45 g, 10,05±1,58 g, dan 24,46±2,87 g) and the digestive organ segments, namely the hepatopancreas, foregut, midgut, and hindgut, while the dependent variables were protease activity and body protein content. The parameters measured were the number of micrograms of tyrosine per mg of protein per minute and the percentage of body protein in body dry weight. The research data were analyzed by one way ANOVA (Analysis of Variance) and univariate and if the results were significantly different, it was continued with Duncan's test using SPSS 16.0 version of Windows software. The results showed that the protease activity was significantly different in the size of the nilem fish and different digestive organs (P <0.05). The highest protease activity at different sizes was found in small fish (2,08±0,45 g), which was significantly different from medium (10,05±1,58 g) and large (24,46±2,87 g) fish. Meanwhile, the highest protease activity in different digestive organs was found in the midgut, which was significantly different from the foregut, hindgut, and hepatopancreas. The univariate test results stated that the factors of body size and segments of the digestive organs were not related to each other in influencing the protease activity of nilem fish. Protease activity produces a different response to only one factor, namely body size or segment of the digestive organs only. | |
| 28154 | 31504 | A1F016022 | PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK JAHE EMPRIT DAN CMC TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA SUSU KACANG TANAH | Kacang tanah dapat dibuat menjadi susu non-diary (susu kacang tanah). Kacang tanah tidak memiliki kandungan laktosa, sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa. Namun, susu kacang tanah memiliki antioksidan dan kestabilan emulsi yang rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan jahe emprit dan CMC (Carboxyl Methyl Cellulose). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan bubuk jahe emprit dan CMC terhadap sifat fisikokimia susu kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor yang digunakan adalah Konsentrasi bubuk jahe emprit yaitu 0,3%; 0,5%; dan 0,7% dan konsentrasi CMC yaitu 0%; 0,1%;0,2%; dan 0,3%. Hasil analisis uji menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah penambahan bubuk jahe emprit sebesar 0,7% dan CMC sebesar 0,3%. Karakteristik fisikokimia dari perlakuan terbaik adalah sebagai berikut: aktivitas antikosidan (IC50) 71,84 μg/ml, total fenol 2,69 mgGAE/ml, kestabilan emulsi (0-36 jam) 100%-35,23%, protein terlarut 0,91%, lemak 1,90%, viskositas 99,31%, gula reduksi 0,21%, pH 8, total padatan terlarut 10 oBrix, parameter warna L* 26,4, parameter warna a* -11,97 dan parameter warna b* 13,98. | Peanuts can be processed into non-diary milk (peanut milk). Peanut milk doesn’t contain any lactose,therefore can be consume by lactose intolerant patient. Howerver, peanut milk had low antioxidant and emulsion stability. The problems can be solved with addition of emprit ginger and CMC (Carboxyl Methyl Cellulose). The research is purpose to determine the effect of emprit ginger powder and CMC addition on physicochemical characteristics of the peanut milk. Research is conducted experimentaly using randomize group design with 2 factors. Factors use emprit ginger powder concentrations of 0,3%; 0,5%; and 0,7% and CMC concentration of 0%;0,1%; 0,2%; 0,3%. Result of the studies showed that combination of treatment with the best result obtained as treatments of 0,7% emprit ginger powder and 0,3% CMC. The physicochemical of product obtained are: antioxidant activity (IC50) of 71,84 μg/ml, total phenol of 2,69 mg GAE/ml, emulsion activity of (0-36 jam) 100%-35,23%, dissolved protein of 0,91%, fat of 1,90%, viscosity of 99,31%, reduction sugar of 0,21%, pH 8, total dissolved solids of 10 oBrix, color parameter L* of 26,4, color parameter a* of -11,97 and color parameter b* of 13,98. | |
| 28155 | 31505 | C1A013062 | ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI EKONOMI PETERNAK SAPI PERAH DI DESA TUMIYANG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS | Usaha peternakan sapi perah merupakan salah satu usaha peternakan yang berperan dalam perekonomian masyarakat pedesaan. salah satu usaha budidaya peternakan yang sekarang ini banyak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi adalah sapi perah. Usaha ternak sapi perah di Indonesia masih bersifat subsistem oleh peternak kecil dan belum mencapai usaha yang berorientasi ekonomi. Rendahnya tingkat produktivitas ternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal, serta pengetahuan/keterampilan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan efisiensi ekonomi peternak sapi perah di Desa Tumiyang Kecaatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis data dari responden guna mendapatkan informasi yang jelas untuk dijadikan sebagai hasil penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Dengan jumlah sampel 82 peternak maka diambil sampel 30 dengan menggunakan rumus taro yamame. Pengujian hipotesis menggunakan 1) metode analisis pendapatan, 2) metode analisis BEP (break even point), dan 3) metode analisis efisiensi R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Usahaternak sapi perah di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas dinyatakan untung dan dapat dikembangkan dengan baik. 2) Usahaternak sapi perah di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sudah mencapai titik impas atau Break Even Point. 3) Usahaternak sapi perah di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sudah mencapai tingkat efisien dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,32. | Dairy farming business is one of the livestock businesses that plays a role in the economy of rural communities. one of the many livestock cultivation businesses that are currently being developed to meet nutritional needs is dairy cows. Dairy cattle business in Indonesia is still a subsystem by small breeders and has not yet reached an economy-oriented business. The low level of livestock productivity is more due to the lack of capital and knowledge / skills of breeders. This study aims to analyze the income and economic efficiency of dairy farmers in Tumiyang Village, Pekuncen District, Banyumas Regency. This study uses quantitative methods by analyzing data from respondents in order to obtain clear information to serve as research results. The sampling method used was simple random sampling. With a sample size of 82 breeders, 30 samples were taken using the taro yamame formula. Hypothesis testing uses 1) income analysis method, 2) BEP (break even point) analysis method, and 3) R / C ratio efficiency analysis method. The results showed that: 1) Dairy cattle farming in Tumiyang Village, Pekuncen District, Banyumas Regency was declared profitable and could be developed well. 2) The business of dairy cows in Tumiyang Village, Pekuncen District, Banyumas Regency has reached a break even point. 3) The business of dairy cows in Tumiyang Village, Pekuncen District, Banyumas Regency has reached an efficient level with an R / C Ratio value of 1.32. | |
| 28156 | 31506 | F1A017085 | Hubungan Jenis Kelamin dan Sosialisasi Gender dalam Keluarga dengan Persepsi Gender Siswa SMK Negeri 1 Purbalingga | Penelitian ini menjelaskan hubungan jenis kelamin dan sosialisasi gender dalam keluarga dengan persepsi gender siswa SMK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei di SMK Negeri 1 Purbalingga, Jawa Tengah. Populasi penelitian ini adalah siswa perempuan dan laki-laki kelas 10 dari jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Teknik Komputer dan Jaringan yang berjumlah 498 siswa, dan sampel diambil dengan teknik disproportionate stratified random sampling sebesar 30% dari total populasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan persepsi gender responden menurut jenis kelamin dengan nilai Chi Kuadrat sebesar 1,38 dengan p value sebesar 0,5. Nilai Chi Kuadrat yang rendah tersebut menggambarkan bahwa perbedaan persepsi gender responden menurut jenis kelamin tidak signifikan. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan hubungan positif antara sosialisasi gender dalam keluarga dengan persepsi gender responden dengan nilai korelasi kedua variabel tersebut sebesar 0,13. Namun, nilai signifikansi sebesar 0,07 menggambarkan hubungan kedua variabel tersebut sangat lemah dan tidak signifikan. Aktivitas yang dilakukan responden bersama orang tua menjadi kesempatan berlangsungnya sosialisasi gender dalam keluarga. Hal tersebut menjadi salah satu sarana pembentukan persepsi gender responden. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat agen sosialiasi selain keluarga yang turut menentukan persepsi gender responden antara lain; sosialisasi di sekolah, sosialisasi dengan teman sebaya, lingkungan masyarakat berdasarkan budaya termasuk media massa. | This study explains the gender relationship and gender socialization in the family with the gender perception of vocational school students. This research was conducted using survey method at SMK Negeri 1 Purbalingga, Central Java. The population of this study was 10th grade female and male students from the departments of Accounting and Institutional Finance, Automation and Office Governance, Online Business and Marketing, Software Engineering, and Computer and Network Engineering which numbered 498 students, and samples were taken with stratified random sampling disproportionate techniques amounting to 30% of the total population. The results showed there was a difference in respondents' gender perception by gender with a Chi Squared value of 1.38 with a p value of 0.5. The low Chi Squared value illustrates that the difference in respondent's gender perception by gender is insignificant. In addition, the results showed a positive relationship between gender socialization in the family and the respondent's gender perception with a correlation value of both variables of 0.13. However, a significance value of 0.07 describes the relationship between the two variables as very weak and insignificant. The activities carried out by respondents with parents became an opportunity for gender socialization in the family. This is one of the means of establishing the respondent's gender perception. Based on the results of the study, there are socialization agents other than families that help determine the respondent's gender perception, among others; socialization in schools, socialization with peers, community environment based on culture including mass media. | |
| 28157 | 31325 | B1B016028 | Correlation Between Environmental Factors with Pollination of Stingless Bee | Penyerbuk terpenting dilakukan oleh kelompok lebah karena aktif mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Salah satu kelompok lebah yang berpotensi untuk dijadikan penyerbuk adalah Tetragonula laeviceps. T. laeviceps merupakan salah satu spesies lebah yang tidak menyengat dan termasuk dalam subfamili Melliponina. T. laeviceps memiliki prospek yang tinggi untuk dikembangkan sebagai penyerbuk tanaman pertanian. Tanaman caisin (Brassica chinensis L.) membutuhkan bantuan lebah untuk melakukan penyerbukan. Dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang diukur dengan kegiatan kunjungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan penyerbukan lebah tanpa sengat. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Serang, Purbalingga, Jawa Tengah dengan menggunakan metode survei. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor lingkungan dan variabel terikatnya adalah waktu kunjungan lebah. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Korelasi Rank Spearman dalam SPSS ver. 16.0 perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor lingkungan dengan penyerbukan lebah tanpa sengat. Hasil korelasi antara kelembaban dan waktu berkunjung lebah T. laeviceps pada bunga sawi menunjukkan (p <0,05; rs -0,823), korelasi antara suhu dan waktu kunjungan T. laeviceps pada bunga sawi menunjukkan korelasi positif ( p <0,05; rs 0,519), korelasi antara intensitas cahaya dan waktu kunjungan T. laeviceps pada bunga sawi menunjukkan korelasi positif (p <0,05; rs 0,845). | The essential pollinators are carried out by groups of bees because they actively collect pollen and nectar. One group of bees that have the poten to be used as pollinators is Tetragonula laeviceps. T. laeviceps is one species of stingless bees and belongs to the Melliponina subfamily. T. laeviceps has high prospects for development as a pollinator of crops. The mustard greens plant (Brassica chinensis L.) requires the help of bees to pollinate. It is affected by the environmental condition measured by visiting activities. The research objectives are to know the correlation between environmental factors and the pollination of stingless bees. This research was conducted in Serang Village, Purbalingga, Central Java, using a survey method. The independent variable in this study is environmental factors and the dependent is bee visit time. The parameters observed in this study were temperature, humidity, and light intensity. Data analysis was performed using Spearman Rank Correlation in SPSS ver. 16.0 software. The result showed that there are correlation between environmental factors with pollination of stingless bee. The results of the correlations between humidity and the visiting time of T. laeviceps bees on mustard greens flowers showed (p <0.05; rs -0.823), the correlation between temperature and T. laeviceps visit time on mustard greens flowers showed a positive correlation (p <0.05; rs 0.519), the correlation between light intensity and T. laeviceps visit time on mustard greens flowers showed a positive correlation (p <0.05; rs 0.845). | |
| 28158 | 29734 | C1A015120 | Analisis Efisiensi Ekonomis Usaha Lanting di Desa Adiraja Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap | Penelitian ini meneliti tentang efisiensi ekonomis usaha lanting dan kontribusi pendapatan usaha lanting terhadap pendapatan keluarga di Desa Adiraja Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah usaha lanting di Desa Adiraja sudah efisien dan mengetahui besarnya kontribusi usaha lanting terhadap pendapatan keluarga. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah seluruh usaha lanting di Desa Adiraja yaitu berjumlah 16 responden. Penentuan responden dilakukan dengan sampling total dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis R/C ratio untuk mengetahui apakah usaha lanting di Desa Adiraja sudah efisien, dan untuk mengetahui kontribusi pendapatan usaha lanting digunakan perhitungan persentase dari besarnya pendapatan usaha lanting terhadap pendapatan keluarga. Dari hasil penelitain diketahui bahwa rata-rata R/C ratio usaha lanting dengan perhitungan secara eksplisit yaitu sebesar 1,32 dan dengan perhitungan secara implisit yaitu sebesar 1,28 sehingga usaha lanting sudah dinilai efisien. Rata-rata kontribusi pendapatan usaha lanting dihitung secara eksplisit yaitu sebesar 98% dan secara implisit juga sebesar 98% yang berarti usaha lanting berkontribusi tinggi terhadap pendapatan keluarga.Implikasi dari penelitian ini adalah pengusaha lanting dapat meningkatkan jumlah produksi dengan bantuan teknologi mesin dan memasarkan hasil produksinya ke toko oleh-oleh agar usaha lanting lebih efisien secara ekonomis. Kemudian pengusaha lanting harus dapat meningkatkan produksi dan mengembangkan pasar agar usaha lanting dapat menyumbang pendapatan yang lebih besar terhadap pendapatan keluarga. Kata Kunci : Usaha Lanting, Efisiensi Ekonomis, Kontribusi Pendapatan | This research examined the economic efficiency of lanting's business and income contribution of lanting's business to family income in Adiraja, Adipala District, Cilacap Regency. The purpose of this research was to analyze whether lanting's business in Adiraja was efficient and to determine the percentage of lanting's contribution to the family income. The number of respondents in this research were all lanting business holders in Adiraja with the total of 16 respondents. Respondent determination was run by total sampling where the entire population was used as research samples. Data analysis used in this research was R / C ratio to analyze whether lanting's business in Adiraja was efficient, and analyze the income contribution of lanting's business by calculating the percentage of lanting's business income to family income. From the research results it is known that the average R / C ratio of lanting business with explicit calculation is 1.32 and with implicit calculation is 1.28. That means lanting business has been considered efficient. The average contribution of lanting's income is 98% with explicit calculation and 98% with implicit calculation as well, which means lanting's business has a high contribution to family income. The implication of this research is that lanting business holders can increase the amount of production with the help of machine technology and market their products to gift shops so that lanting business is more economically efficient. Then lanting business holders must be able to increase production and develop markets so that lanting businesses can contribute more income to the family income. Keywords : Lanting Business, Economic Efficiency, Income Contribution | |
| 28159 | 31508 | A1D016017 | PENGARUH VARIASI JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) VARIETAS DULCO F1 | Tanaman paria di Indonesia banyak dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit seperti diabetes, luka, dan penyakit infeksi lainnya. Paria juga dimanfaatkan sebagai antivirus untuk mengobati penyakit hepatitis, demam, dan campak. Teknik budidaya yang baik perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil dan produksi dari tanaman paria. Usaha yang perlu dilakukan yaitu pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kascing. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jarak tanam, dosis pupuk kascing, dan interaksi yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman paria. Penelitian dilaksanakan pada 18 Januari sampai 23 Mei 2020 di lahan percobaan dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor, yaitu jarak tanam (J) dan dosis pupuk kascing (K). J1 : (40X40) cm; J2 : (50X50) cm; J3 : (60X60) cm; K0 : 0 ton/ha; K1 : 3,75 ton/ha; K2 : 7,5 ton/ha. Terdapat 12 variabel pengamatan dalam penelitian ini, yaitu suhu, kelembaban, pH tanah, intensitas cahaya matahari, panjang tanaman, jumlah daun, indeks luas daun, kandungan klorofil, volume akar, umur berbunga, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot buah, bobot buah per tanaman, serta bobot buah per plot. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam (60X60) cm dapat meningkatkan panjang tanaman umur 7 HST, jumlah daun umur 7 HST, indeks luas daun, kandungan klorofil, umur panen, bobot per buah, bobot buah per tanaman, serta bobot buah per plot, dosis pupuk kascing 7,5 ton/ha dapat meningkatkan panjang tanaman 14 HST, kandungan klorofil, umur berbunga, umur panen, panjang buah, volume akar, bobot per buah, bobot buah per tanaman, serta bobot buah per plot, perlakuan interaksi jarak tanam (60X60) cm dan dosis pupuk kascing (7,5 ton/ha) memberikan hasil paling baik karena dapat meningkatkan jumlah daun umur 7 HST, kandungan klorofil, umur panen,bobot per buah, bobot buah per tanaman, serta bobot buah per plot. | Bitter gourd plants in Indonesia are widely used to treat some diseases such as diabetes, wounds, and other infectious diseases. Pariah is also used as an antiviral to treat hepatitis, fever, and measles. Good cultivation techniques need to be done to increase the yield and production of bitter gourd plants. The efforts that need to be done are the arrangement of planting distance and the provision of kascing fertilizer. Research aims to obtain planting distance, dosage of kascing fertilizer, and the best interaction for the growth and yield of pariah plants. The research was conducted from January 18 to May 23, 2020 in experimental land and Agronomy and Horticultural Laboratory, Faculty of Agriculture, General Sudirman University, using Divided Plot Design (RPT) with 2 factors, namely planting distance (J) and dose of kascing fertilizer (K). J1 : (40X40) cm; J2 : (50X50) cm; J3 : (60X60) cm; K0 : 0 ton/ha; K1 : 3.75 ton/ha; K2 : 7.5 tons/ha. There were 12 observation variables in this study, namely temperature, humidity, soil pH, intensity of sunlight, plant length, number of leaves, leaf area index, chlorophyll content, root volume, flowering age, harvest age, fruit length, fruit diameter, fruit weight, fruit weight per plant, and fruit weight per plot. The results showed planting distance (60X60) cm can increase the length of plants age 7 HST, the number of leaves age 7 HST, index of leaf area, chlorophyll content, harvest age, weight per fruit, weight of fruit per plant, as well as fruit weight per plot, dose of kascing fertilizer 7.5 tons / ha can increase plant length 14 HST, chlorophyll content, flowering age, harvest life, fruit length, root volume, weight per fruit, fruit weight per plant, as well as fruit weight per plot, planting distance interaction treatment (60X60) cm and dose of kascing fertilizer (7.5 tons / ha) provide the best results because it can increase the number of leaves age 7 HST, chlorophyll content, harvest age, weight per fruit, fruit weight per plant, and fruit weight per plot. | |
| 28160 | 30843 | A1D016167 | KAJIAN FISIK LAHAN UNTUK KESESUAIAN LAHAN TANAMAN AREN(Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) DI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui lahan tempat tumbuh aren, mengetahui kesesuaian lahan yang baik untuk tanaman aren, dan mengetahui faktor pembatas fisik lahan untuk pengembangan tanaman aren. Penelitian dilakukan di lereng selatan Gunung Slamet, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan analisis tanah di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara mulai Maret 2020 hingga Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah acak pilih (random sampling) yaitu dengan memperhatikan keragaman satuan lahan dan aksesibilitas lapang yang kemudian dilakukan matching atau mencocokan data yang ada di lapangan dengan syarat tumbuh tanaman. Variabel yang digunakan meliputi ketinggian tempat, temperatur, curah hujan, kelembapan, dan struktur tanah. Lahan di Lereng Selatan Gunung Slamet Kecamatan Karanglewas mempunyai kesesuaian lahan tidak sesuai (N) bagi tanaman aren dengan luas lahan total 377,27 ha yang meliputi satuan lahan A, B, C, dan D. Kesesuian lahan kelas N (tidak sesuai) meliputi sub satuan lahan A-1, A-2, A-3, A-4, A-5, B-1, B-2, B-3, B-4, C-1, C-2, D1, dan D-2. Satuan lahan A, B, C, dan D mempunyai faktor pembatas curah hujan yang buruk yaitu sebesar > 4.000 mm/th yang dapat menghambat perkembangan dan produksi aren, demikian pula berpotensi mengakibatkan erosi. Diperlukan usaha peningkatan kualitas kelas lahan adalah pengelolaan irigasi dengan pembuatan terasering dan atau embung. Peningkatan potensi lahan dapat dilakukan dengan: modifikasi iklim mikro, pembuatan infrastruktur drainase dan penterasan lahan, pengaturan jarak tanam, dan perancangan tanaman naungan penahan curah hujan tinggi. | This study aims to identify and know the land where palm grows, know the suitability of good land for palm plants, and know the physical limiting factors of land for the development of palm crops. The research was conducted on the southern slope of Mount Slamet, Karanglewas District, Banyumas Regency and soil analysis at the Soil Laboratory of the Faculty of Agriculture, General Soedirman University, Karangwangkal, North Purwokerto from March 2020 to July 2020. The research method used is random sampling by paying attention to the diversity of land units and field accessibility which is then done matching or matching the data in the field with the condition of growing plants. Variables used include place height, temperature, precipitation, humidity, and structure.. Land on the Southern Slope of Mount Slamet Karanglewas District has the suitability of inappropriate land (N) for palm plants with a total land area of 377.27 ha covering unit A land, B, C, and D. The availability of class N (inappropriate) land includes sub-units of land A-1, A-2, A-3, A-4, A-5, B-1, B-2, B-3, B-4, C-1, C-2, D1, and D-2. Land units A, B, C, and D have a bad rainfall limiting factor of > 4,000 mm/th that can inhibit the development and production of palm, as well as potentially resulting in erosion. It is necessary to improve the quality of land class is the management of irrigation by making terraces and or dew. Increasing land potential can be done by: microclimate modification, making drainage infrastructure and land heating, setting planting distances, and designing plants in the shade of high rainfall restraint. |