Artikel Ilmiah : G1A017114 a.n. LISTYANING ASTIKA SARI

Kembali Update Delete

NIMG1A017114
NamamhsLISTYANING ASTIKA SARI
Judul ArtikelHubungan Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan dengan Pengendalian Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Sumbang
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan
meningkatnya kadar glukosa darah dalam tubuh akibat insufisiensi insulin. Indonesia
menduduki peringkat terbesar nomor tiga kematian penyebab diabetes. Indikator penting dalam
pengendalian diabetes dilihat dari kadar HbA1c.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan
pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang.
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan cross-sectional. Sampel
penelitian ini 49 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat
menggunakan uji alternatif Fisher.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 26 (53,1%) responden,
rendah 23 (46,9%) responden. Pendidikan tinggi sebanyak 9 (18,4%) responden dan rendah
sebanyak 40 (81,6%) responden. Pengendalian glukosa darah terkontrol sejumlah 7 (14,3%)
responden, tidak terkontrol 42 (85,7%) responden. Dari hasil bivariat antara tingkat pengetahuan
dengan pengendalian glukosa darah menggunakan uji Fisher menunjukkan p value = 1,000.
Hasil bivariate tingkat pendidikan dengan pengendalian glukosa darah menggunakan uji Fisher
menunjukkan p value = 1,000. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan
dan tingkat pendidikan dengan pengendalian glukosa darah di kecamatan sumbang.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan
pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di kecamatan sumbang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by increased blood
glucose levels in the body due to insulin insufficiency. Indonesia is the third largest cause of
deaths due to diabetes. An important indicator in diabetes control is seen from the HbA1c level.
Destination: Knowing the relationship between the level of knowledge and the level of
education with blood glucose control in people with type 2 diabetes mellitus in Sumbang
District.
Method: The research design was analytic observational with cross-sectional study. The
research sample was 49 respondents. The data was collected through a questionnaire. The
bivariate analysis used Fisher's alternative test.
Result: Based on the results of the study, the high level of knowledge is 26 (53.1%) respondents,
low is 23 (46.9%) respondents. High education is 9 (18.4%) respondents and low is 40 (81.6%)
respondents. The controlled blood glucose is by 7 (14.3%) respondents, uncontrolled by 42
(85.7%) respondents. The bivariate results between the level of knowledge and blood glucose
control using Fisher's test shows p value = 1,000. The results of bivariate education level with
blood glucose control using Fisher's exact test shows p value = 1,000. There is no significant
relationship between the level of knowledge and the level of education with blood glucose
control in Sumbang district.
Conclusion: The level of knowledge and level of education are not related to blood glucose
control in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang district.
Kata kunciDiabetes Melitus, Pengendalian Glukosa Darah, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Pendidikan
Pembimbing 1dr. Diah Krisnansari, MSi
Pembimbing 2dr. Dwi Arini Ernawati, M.P.H
Pembimbing 3-
Tahun2021
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2021-02-23 19:23:59.157188
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.