Artikelilmiahs
Menampilkan 28.161-28.180 dari 50.187 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28161 | 31377 | A1C013023 | PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI TAHU PADA INDUSTRI USAHA RUMAH TANGGA TAHU TASMUJI DI KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP | Komoditas kedelai pada umumnya dikelola dalam bentuk industri rumah tangga (home industry). Namun, realitanya pengusaha kurang memperhatikan besar biaya Harga Pokok Produksi industri kedelai sehingga pengusaha tidak dapat melihat perkembangan usaha. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha tahu sumedang dan menganalisis Harga Pokok Produksi usaha tahu sumedang. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Variabel penelitian dan pengukuran digunakan, antara lain; penerimaan, keuntungan, biaya (biaya total, biaya tetap, biaya variabel, biaya overhead), harga pokok produksi, produk tahu, tenaga kerja. Analisis penelitian ini menggunakan penghitungan biaya, penerimaan, pendapatan, dan harga pokok produksi sebagai berikut; Penentuan harga pokok produksi menggunakan metode variable costing memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri atas biaya bahan baku. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan usaha tahu sumedang pada industri usaha rumah tangga Tahu Tasmuji selama 1 bulan proses produksi sebesar Rp. 105.782.046,64 dan besarnya penerimaan sejumlah Rp. 172.080.000,00, keuntungan sebesar Rp. 66.297.953,36 dan Harga pokok sebesar Rp. 101.794.220,00 dengan harga pokok produksi tahu sumedang per buahnya sebesar Rp. 354,93. | Soybean commodities are generally managed in the form of a home industry. However, the reality is that entrepreneurs do not pay attention to the cost of production of the soybean industry so that they cannot see the development of the business. Therefore, this study aims to calculate the costs, revenues, and profits of Sumedang tofu business and to analyze the Cost of Production of Sumedang tofu business. This research method is a case study. The research and measurement variables used, among others; revenues, profits, costs (total costs, fixed costs, variable costs, overhead costs), cost of goods manufactured, tofu products, labor. The data analysis of this research uses the calculation of costs, revenues, income and cost of goods manufactured as follows; The determination of the cost of goods manufactured using the variable costing method takes into account the cost of production which has a variable behavior into the cost of goods manufactured, which consists of the cost of raw materials. Direct labor costs and overhead costs. The result of the research shows that the amount of costs incurred by the Sumedang Tofu business in the Tasmuji Tofu household industry for 1 month of the production process is Rp. 105,782,046.64 and the amount of revenue of Rp. 172,080,000.00, a profit of Rp. 66,297,953.36 and the cost of Rp. 101,794,220.00 with the cost of producing Sumedang tofu per fruit of Rp. 354.93. | |
| 28162 | 31509 | F1B015058 | RESPONSIBILITAS DINAS TENAGA KERJA DALAM PERLINDUNGAN TENAGA KERJA NON FORMAL (Studi Kasus pada Industri Plasma Rambut Palsu di Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga) | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah bagaimana responsibilitas Dinas Tenaga Kerja dalam perlindungan tenaga kerja non-formal pada Industri Plasma Rambut Palsu di Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitian ini antara lain pihak Dinas Tenaga Kerja Purbalingga Metode pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode Analisis data menggunakan analisis interaktif dan validasi data menggunakan triangulasi data sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Tenaga Kerja berupaya melakukan sosialisasi rutin dan pembinaan kepada masyarakat Desa Baleraksa. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga memberikan bentuk perlindungan kerja dengan membentuk divisi pengawasan untuk melindungi hak-hak pekerja perempuan pengusaha termasuk dalam hubungan industrial antara PT. Shung Chang dan industri plasma rambut palsu Desa Baleraksa apabila terjadi tindakan yang sewenang-wenang yang dilakukan. Pada aspek evaluasi kerja, tujuan utama pemerintah untuk memberikan masyarakat akses usaha melalui hubungan inti-plasma dengan PT. Shung Chang dapat dikatakan berhasil. Akan tetapi, dalam aspek kemampuan dinas dalam penanganan masalah belum mampu berperan signifikan untuk masuk ke wilayah klausul kesepakatan kerja karena tidak adanya perangkat perundang-undangan yang pasti terbatasnya dana, sarana prasrana pendukung pelaksanaan perlindungan dan pengawasan. | The purpose of this research is how the responsibility of the Department of Manpower in the protection of non-formal workers in the Fake Hair Plasma Industry in Baleraksa Village, Karangmoncol District, Purbalingga Regency. The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The targets of this research include the Department of Manpower of Purbalingga. Data collection used are interviews, observation, and documentation. Methods of data analysis using interactive analysis and data validation using triangulation of source data. Based on the results, it shows that Manpower Office tries to carry out routine outreach and guidance to the Baleraksa Village community. In addition, the Manpower Office also provides a form of work protection by forming a supervisory division to protect the rights of women entrepreneurs, including in industrial relations between PT. Shung Chang and the fake hair plasma industry in Baleraksa Village in case of arbitrary actions. In the aspect of job evaluation, the main objective of the government is to provide the community with business access through a nucleus-plasma relationship with PT. Shung Chang was successful. However, in the aspect of the agency's capacity in handling problems, it has not been able to play a significant role in entering the work agreement clause area due to the absence of statutory instruments with limited funds, infrastructure supporting the implementation of protection and supervision. | |
| 28163 | 31510 | G1A016102 | Uji Aktivitas Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada Yoghurt dalam Menghambat Pertumbuhan Stenotrophomonas maltophilia | Stenotrophomonas maltophilia merupakan patogen oportunistik yang banyak ditemukan di air dan peralatan rumah sakit sehingga dapat menyebabkan infeksi nosokomial pada kulit, jaringan lunak, dan paru. Terapi untuk infeksi S. maltophilia terbatas, lini utama yang disarankan adalah kombinasi trimethoprim dengan sulfamethoxazole, namun penggunaan antibiotik perlu pengawasan karena dapat memiliki efek samping serta bisa meningkatkan angka resistensi sehingga perlu dipertimbangkan alternatif pencegahan untuk infeksi S. maltophilia salah satunya menggunakan bakteri asam laktat (BAL) pada yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aktivitas BAL Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus pada yoghurt dalam menghambat pertumbuhan S. maltophilia. Penelitian ini merupakan penelitian experimental post test-only with control group design dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode yang digunakan adalah metode dilusi cair, S. maltophilia dikontakkan dengan BAL pada yoghurt dalam 5 kelompok konsentrasi yaitu 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80% kemudian diinokulasi pada media Mueller-Hinton agar secara spread plate dan diamati rata – rata jumlah koloni yang tumbuh. Hasil yang didapat semakin tinggi angka konsentrasi yoghurt semakin berkurang rata – rata jumlah koloni, penghambatan terbaik mencapai 99,99981% dengan rerata jumlah koloni 0,610 x 106 CFU/mL pada konsentrasi yoghurt 80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa BAL L. bulgaricus dan S. thermophilus pada yoghurt dapat menghambat pertumbuhan S. maltophilia. | Stenotrophomonas maltophilia is an opportunistic pathogen found in tap water and hospital equipment causing skin, soft tissue, and lungs infection. Unfortunately, the treatments are still lacking in which the first-line one is the combination of trimethoprim and sulfamethoxazole. However, because of the side effect of antibiotics, such antibiotic resistance, the prescripsion of these antibiotics are supervised and alternative treatment to the infections are extensively explored such by the using of lactic acid bacteria (LAB) in yoghurt. Taking all the above into account, the research was aimed to examine the effect of LAB Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus in yoghurt in inhibiting S. maltophilia. This research was an experimental study with the post test-only with control group design and completely randomized design (CRD). The method used was broth dilution, S. maltophilia was contacted with LAB in 5 different concentration, 0%, 20%, 40%, 60%, and 80%. Next, after the suspension was contacted, the suspension was inoculated on Mueller-Hinton agar by spread plate in which total colony-forming unit of each plate was observed and counted. The result indicated the higher the yoghurt concentration, the less colonies were formed. Besides, the test also showed the highest percentage inhibition of bacterial growth (99,99981%) was produced from yoghurt with 80% concentration, in which the number of viable bacteria of the sample was 0,610 x 106 CFU/mL. This finding implies the LAB L. bulgaricus and S. thermophilus in yoghurt can inhibit S. maltophilia. | |
| 28164 | 31511 | F1A016061 | MAKNA ‘HALAL’ DALAM IKLAN HIJAB HALAL ZOYA | Penelitian ini membahas mengenai makna halal dalam iklan hijab halal Zoya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui makna ‘halal’ sebagaimana yang dimaksudkan dalam iklan hijab halal Zoya. Untuk mengkaji mengenai makna halal dalam iklan hijab halal Zoya menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dengan menganalisis tiga elemen tanda yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hijab halal merupakan bahasa media sebagaimana yang ditunjukan dalam iklan bahwa model berkata “proses pembuatannya halal”. Halal yang di maksudkan oleh Zoya berbeda dengan konsep halal dalam agama Islam. Hijab halal hanya bahasa media. Pada agama Islam pakaian lebih berorientasi sebagai identitas & penutup aurat dengan konsep yang disebut syar’i bukan berorientasi dengan bahan pembuatan / proses pembuatan. Label halal pada iklan ini cenderung menjadi suatu komodifikasi sebab label halal yang semula menjadi pembeda antara yang diperbolehkan ataupun tidak, sudah memiliki pergeseran fungsi. Pemanfaatan budaya masyarakat dan agama sebagai kebutuhan iklan menjadi bukti komodifikasi bermain pada media dan kapitalisasi. Iklan mengalihkan nilai budaya dan agama menjadi nilai tukar untuk kepentingan media dan perusahaan. Halal yang dimaksudkan dalam iklan hijab halal Zoya memberi label untuk mem-branding suatu produk. Iklan menampilkan bahwa hijab yang sepantasnya dipilih ialah yang memiliki nilai cantik (estetika), nyaman, halal. Hal ini cukup berbeda dengan perintah dalam agama dalam kriteria hijab. | This study discussed the halal meaning in Zoya halal veil advertisement. The aim of this research is to understand meaning of 'halal' as it meant in Zoya halal veil advertisement. To check about the halal meaning in Hijab halal Zoya, researcher used qualitative method followed with Charles Sanders Peirce semiotics approach by analysing 3 elements of sign i.e. icon, index, and symbol. Hijab halal is media language as it shown in advertisement that model had been said “The making process is halal”. What means halal by Zoya is different with halal concept in Islam. Hijab halal is only media language. In Islam, cloth is oriented as an identity and to cover awra that called syar’i concept rather than by its making process. Halal label in advertisement tends to be a commodification because halal label which should be as the differentiator between what is allowed or not, had shifting function.The use of Cultural society and religion as advertiser necessity became the proof of commodification taken a role to media and capitalization. Advertisement distracted cultural value and religion became exchange rate for the sake of media and corporate interest. Halal that intended in Hijab Halal Zoya gives label to brand a product. The advertisement shows that veil that deservedly chosen has the beauty (aesthetic) value, mild, halal. This is quite different with order in Islam about veil criteria. | |
| 28165 | 31512 | F1A016095 | MILITER DAN RAKYAT (STUDI HERMENEUTIKA KEKERASAN MILITER TERHADAP WARGA SIPIL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI) | Novel sebagai karya fiksi menyodorkan suatu dunia rekaan atau imajinatif ke hadapan pembaca melalui penceritaan yang solid atau terstruktur seperti tokoh, peristiwa, alur, sudut pandang, latar, dan lainnya. Novel adalah bentuk sastra yang mampu merepresentasikan permasalahan sosial pada waktu tertentu, maka novel tidak dapat dipisahkan dengan dinamika masyarakat yang turut melibatkan penulis dan pembaca. Berdasarkan sifatnya itu, novel dapat dijadikan objek kajian sosiologi. Penelitian ini membahas kekerasan militer terhadap masyarakat sipil di dalam novel Laut Bercerita. Permasalahan mengenai kekerasan militer, jarang di temui dalam novel, hanya sedikit pengarang yang menulis realitas mengenai kekerasan militer di dalam novel. Penelitian ini, melakukan analisis kekerasan militer melalui definisi kekerasan Johan Galtung. Galtung membagi kekerasan menjadi tiga bentuk: kultural, personal, struktural. Kekerasan kultural, terdapat di dalam novel Laut Bercerita dan menjadi objek penelitian. Representasi kekerasan militer terhadap masyarakat sipil, tergambar dalam alur penceritaan novel Laut Bercerita. Representasi kekerasan digambarkan melalui tokoh Laut, Kinan, Sunu, Sang Penyair, dan kelompok Wirasena. Representasi kekerasan terjadi di Yogyakarta dan Jakarta. Representasi kekerasan, dikaji menggunakan metode analisis data hermeneutik Hans-George Gadamer. Melalui penelitian ini, peneliti menggambarkan bentuk-bentuk kekerasan kultural yang merepresentasikan kekerasan militer terhadap masyarakat sipil melalui teks, sesuai dengan keadaan tokoh Laut dan kelompok Wirasena dalam novel. Penelitian ini, juga menganalisis (kasus) bentuk-bentuk kekerasan kultural lain yang serupa, sesuai dengan cerita dalam novel Laut Bercerita. Melalui hasil pembacaan novel Laut Bercerita dengan menggunakan hermeneutik Gadamer, ditemukan bentuk-bentuk kekerasan kultural militer Orde Baru terhadap masyarakat sipil, seperti: penangkapan aktivis, pelarangan terhadap karya, teror di kalangan mahasiswa, peraturan Bersih Diri dan Bersih Lingkungan, eksekusi (pembunuhan) terhadap anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI), kisah eks-tapol, pelarangan pementasan Rendra dan pelarangan bentuk kesenian lainnya. Kekerasan kultural tersebut terjadi baik secara sadar (terencana) maupun tidak sadar (tidak terencana), melalui regulasi yang dibuat pada masa pemerintahan Orde Baru. Hal tersebut, menyebabkan kekerasan kultural militer terhadap masyarakat sipil, benar-benar terjadi di masa Orde Baru. Kekerasan kultural tersebut, terjadi baik di dalam novel maupun di dalam realitas masa Orde Baru. | A novel as a work of giction offers a fictional or imaginative world in front of the reader through a solid or structured storytelling such as characters, events, plot, point of view, setting, and others. Novels are a form of literature that is able to represent social problems at a certain time, so novels cannot be separated from the dynamics of society that involve writers and readers. Based on these characteristics, novels can be used as the object of sociological studies. This research discusses military violence against civilians in the novels Laut Bercerita. The problem of military violence is rarely found in novels, only a few authors write the reality of military violence in the novel. This research analyzes military violence through Johan Galtung’s definition of violence. Galtung devides violence into three forms: cultural, personal, structural. Cultural violence is contained in the novel Laut Bercerita and is the object of research. The representation of military violence against civilians is depicted in the storyline of the novel Laut Bercerita. The representation of violence is depicted through the figure of Laut, Kinan, Sunu, Sang Poet, and the Wirasena group. Representation of violence occurred in Yogyakarta and Jakarta. Representation of violence was studied using Hans-George Gadamer’s hermeneutic data analysis method. Through this research, the researcher describes forms of cultural violence that represent military violence against civilians through text, according to the situations of Laut and the Wirasena group in the novel. This research also analyzes (cases) other similar forms of cultural violence, according to the story in the novel Laut Bercerita. Through reading the novel Laut Bercerita using Gadamer’s hermeneutics, it was found forms of New Order military cultural violence against civilians, such as: arrests of activists, prohibition of works, terror among students, regulations for Clean Self and Clean Environment, execution (murder) of members or sympathizers of the Indonesian Communist Party (PKI), the story of the ex-political prisoner, the prohibition of Rendra’s performances and the prohibition of other art forms. This cultural violence occurred both consciously (planned) and unconsciously (unplanned), through regulations made during the New Order government. This, causing military cultural violence against civilians, really happened during the New Order era. This cultural violence occurred both in the novel and in the reality of New Order era. | |
| 28166 | 31513 | A1C113054 | KONTRIBUSI USAHATANI PADI GOGO TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Sektor pertanian merupakan sektor primer yang memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Jawa Tengah memiliki potensi lahan saawah dan lahan kering yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan tanaman pangan. Alih fungsi lahan menyebabkan semakin berkurangnya lahan sawah, oleh karena itu pengembangan dan peningkatan produksi pangan diarahkan dengan memanfaatkan lahan kering, salah satunya dengan mengembangkan budidyaya padi gogo. Kabupaten Banyumas memiliki luas wilayah 132.759 hektar atau 4,08% dari luas Provinsi Jawa Tengah, terdiri dari 32.986 hektar atau 24,85% lahan sawah dan 99.773 hektar atau 75,15% lahan kering. Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui pendapatan usahatani padi gogo di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas 2) Mengetahui konrtribusi ushatani padi gogo terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suro dan Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor dengan 30 responden petani padi gogo. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus sampai bulan November 2020. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, analisis pendapatan dan analisis kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Rata-rata produksi usahatani padi gogo di Kecamatan Kalibagor selama satu kali musim tanam adalah sebesar 3,7 ton per ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp18.498.400. Sedangkan rata-rata total biaya yang digunakan adalah Rp12.748.599 sehingga rata-rata pendapatan adalah sebesar Rp5.749.801. 2) Kontribusi pendapatan usahatani padi gogo terhadap pendapatan keluarga petani adalah sebesar 38,07% atau tergolong kontribusi sedang. | Agriculture is the primary sector which holds important role in national economy. Central Java have potential agricultural lands and dry lands which can be used to develop food plants. Land use conversions result in agricultural land decrease, thus developmnt and food production increase is directed to the use of dry land, one of them through development of upland rice cutivation. Banyumas regeny covers an area of 132.759 ha or 4,08% of Central Java Province, consisted of 32,2 ha or 24,27% agricultural land and 61.590 ha or 46,395% dry land. Suro and Srowot are villages located in Kalibagor District of Banyumas Regency that the majority is farmers use dry land. The objective of this research are 1) to learn the income of upland rice cultivation in Kalibagor District, Banyumas Regency and 2) to learn upland rice cultivation contribution to household income of farmers in Kalibagor District Banyumas Regency. This research was conducted in Suro and Srowot village, Kalibagor District with 30 respondents of upland farmers. This research was conducted from August to November 2020. The analytical methods used are income analysis, cost analysis and welfare analysis. The result of this research conclude 1) the average production of upland rice cultivation is 3,7 tonn with average income Rp18.498.400. Whereas the average of total cost spent is Rp12.748.599 and average income is Rp5.749.801 | |
| 28167 | 31514 | I1A016023 | GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH PERDESAAN KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2019 | Latar Belakang: Kejadian DBD cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas, yang pada umumnya diketahui banyak ditemukan di wilayah perkotaan, saat ini angka kejadian di wilayah perdesaan juga semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian DBD di wilayah perdesaaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 berdasarkan karakteristik orang, tempat, waktu, perilaku mobilitas, dan kondisi lingkungan. Studi epidemiologi dapat digunakan untuk perencanaan kebijakan, sasaran intervensi, atau evaluasi pengendalian penyakit DBD khususnya di perdesaan. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan kuantitatif metode studi deskriptif pendekatan survey. Populasi seluruh kasus DBD di wilayah perdesaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 tercatat Dinkes. Sampel seluruh kasus DBD Kecamatan Karangjambu, Pengadegan, Kejobong, dan Kemangkon Tahun 2019. Sumber data adalah data primer dari wawancara responden dan data sekunder dari Dinkes Purbalingga. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian: Karakteristik penderita DBD di 4 kecamatan perdesaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 yang berjumlah 79 kasus, yaitu sebagian besar penderitanya kategori umur dewasa >25tahun (59,5%), berjenis kelamin laki-laki (54,4%), tingkat pendidikan dasar (54,4%), pekerjaan buruh/tani (21,5%) dan pelajar (21,5%), tingkat pendapatan rendah (54,4%), bergolongan darah O (38%), derajat keparahan penyakit mayoritas termasuk kategori jenis Demam Berdarah Dengue/DBD (51,9%), riwayat sembuh (100%), status infeksi sekunder (65,8%), terbanyak di Bulan Februari (21,5%), rata-rata durasi sakit 9 hari (22,8%), terbanyak di Kecamatan Kemangkon (41,8%) di 17 desa, ketinggian tempat tinggal 0-500Mdpl (97,5%), melakukan mobilitas (55,7%), kebiasaan di luar rumah pagi hari (89,9%) dan sore hari (46,8%), kepadatan hunian tidak padat (58,2%), jumlah TPA tidak berisiko ≤3buah (54,4%), tidak memasang kawat kasa (87,3%), tidak ditemukan keberadaan jentik nyamuk di TPA dalam rumah (93,7%) dan luar rumah (77,2%), nilai House Indeks tidak berisiko (49,4%), jarak ke faskes rata-rata 5.500m, dan peran kader jumantik kategori kurang (51,9%). Kesimpulan: DBD diwilayah perdesaan Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 masih ditemukan cukup banyak kasus. Faktor karakteristik orang, tempat, waktu, perilaku mobilitas, dan kondisi lingkungan di wilayah perdesaan masih mendukung untuk terjadinya penularan DBD. Faktor mobilitas menjadi potensi yang banyak mendukung penularan infeksi DBD di wilayah perdesaan Kabupaten Purbalingga. | Background: DHF is still a vector infectious disease which is a public health problem, the number of sufferers tends to increase, its spread is wider, it can cause outbreaks and death. Purbalingga Regency ranks the 3rd highest IR DHF according to Regency/City in Central Java in 2019. Generally, DHF is found in densely populated urban residential areas, but currently there are many cases in rural areas. This study aims to describe of DHF in rural areas of Purbalingga Regency in 2019 based on the characteristics of the person, place, time, mobility behavior, and environmental conditions. Research Methods: This study a quantitative used descriptive study method with a survey approach. The population of all DHF cases in rural areas of Purbalingga Regency in 2019 was recorded by the Health Office. The samples of all DHF cases are in Karangjambu, Pengadegan, Kejobong, and Kemangkon Districts in 2019. The data source is secondary data from the Health Office and primary data from respondents' interviews. Data analysis in this research uses univariate analysis. Research Results: Most of the sufferers are adult >25 years old (59.5%), male (54.4%), basic education level (54.4%), labor / agricultural work (21.5%) and students (21 , 5%), low income level (54.4%), blood type O (38%), dengue severity degree (51.9%), history of recovery (100%), secondary infection status (65.8%), most in February (21.5%), the average duration of illness was 9 days (22.8%), the most was in Kemangkon District (41.8%) in 17 villages, the altitude of residence was 0-500 masl (97.5%), doing mobility (55.7%), outside the house in the morning habits (89.9%) and in the evening (46.8%), the occupancy density is not dense (58.2%), the number of TPA is not at risk ≤3 pieces (54.4%), no gauze (87.3%), no mosquito larvae found in TPA indoors (93.7%) and outdoors (77.2%), House Index value is not risky (49.4%), the distance to health facilities was around 6.001-7.000m (16.5%), and the role of jumantik cadres was in the poor category (51.9%). Conclusion: DHF in rural areas of Purbalingga Regency in 2019 is still found quite a lot. Environmental factors, lifestyle, and community behavior can influence the transmission of the vector spread virus carrying mosquito dengue from urban to rural areas. The role of cadres and lack of public awareness can increase the risk of DHF. | |
| 28168 | 31515 | A1C113038 | KELAYAKAN USAHA LANSEKAP TAMAN PADA PT. PANDITA HIJAU DAUN CIPUTAT TIMUR, JAKARTA SELATAN | PT Pandita Hijau daun merupakan perusahaan yang bergerak pada lansekap taman di Ciputat Timur, Jakarta Selatan. Umur PT Pandita Hijau Daun yang masih muda memerlukan perhitungan secara terperinci mengenai aspek – aspek finansial dan kelayakan usaha. Kelayakan usaha bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas. Sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui arus biaya dan arus penerimaan yang diterima oleh PT Pandita Hijau Daun tahun 2010-2017 2) Mengetahui kelayakan usaha pada PT Pandita Hijau Daun. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitia ini yaitu studi kasus. Lokasi penilitian ini di PT Pandita Hijau Daun Ciputat Timur Jakarta Selatan, dengan pertimbangan perusahaan ini baru berdiri dan memiliki pasar yang cukup luas. Penelitian dilasanakan pada bulan Januari hingga Februari 2018. Rancangan pengambilan data dengan wawancara melalui kuisioner dan observasi langsung ke perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan penerimaan, analisis Net Present Value, analisis Internal Rate of Return dan analisis Net Benefit Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukan pendapatan yang diperoleh perusahaan selama 8 tahun sebesar Rp 9.360.363.816 dengan penerimaan sebesar Rp 5.478.940.000, hasil dari kriteria investasi sebesar Rp 1.135.309.692, dengan B/C sebesar 1,85, dan 25,64% IRR. | PT Pandita Hijau daun is a company engaged in landscape park in Ciputat Timur, South Jakarta. The young age of PT Pandita Hijau Daun requires detailed calculations of the financial aspects and business viability. Business feasibility aims to find out estimates in terms of funding and cash flow. So it can be known whether or not the business is run. The purpose of this research is to: 1) Determine the cost flow and revenue flow received by PT Pandita Hijau Daun in 2010-2017 2) Determina the business feasibility of PT Pandita Hijau Daun. The research method that will be used in this research is a case study. The location of this research is in PT Pandita Hijau Daun Ciputat Timur, South Jakarta, with the consideration that this company has just been established and has a fairly wide market. The study was conducted in January to February 2018. The design of data collection through interviews through questionnaires and direct observation to the company. Analysis of the data used is the cost and revenue analysis, Net Present Value analysis, Internal Rate of Return analysis and Net Benefit Cost Ratio analysis. The results showed that the income earned by the company for 8 years amounted to Rp 9,360,363,816 with revenues of Rp 5,478,940,000, the results of the investment criteria were Rp 1,135,309,692, with B/C of 1,85, and 25.64% IRR. | |
| 28169 | 31447 | A1C113014 | ANALISIS STRUKTUR PASAR GULA KELAPA KRISTAL ASAL KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, mengetahui struktur pasar produk gula kelapa kristal pada tingkat penderes, pedagang pengepul dan pedagang besar, mengetahui kendala yang terjadi pada pemasaran produk gula kelapa kristal di tingkat pedagang besar (supplier). Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif meliputi saluran pemasaran, dan kendala pemasaran. Sedangkan analisis kuantitatif meliputi struktur pasar (CR4), HHI dan MES. Hasil penelitian menunjukkan pada saluran pemasaran I hanya melibatkan dua lembaga yaitu pedagang pengepul dan eksportir, saluran pemasaran II melibatkan tiga lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul, pedagang besar (supplier) dan eksportir, sedangkan saluran pemasaran III melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang besar dan eksportir tanpa melalui pedagang perantara atau (pedagang pengepul). Struktur pasar gula kelapa kristal berdasarkan market share ditingkat petani, pedagang pengepul, pedagang besar merupakan oligopoly ketat, struktur pasar berdasarkan perhitungan HHI merupakan monopoli dan struktur pasar berdasarkan perhitungan MES hambatan dalam masuk pasar adalah sulit atau sangat besar. Kendala yang dihadapi oleh pedagang besar adalah mulai berkurangnya produsen gula kelapa kristal semenjak adanya pemasaran gula rafinasi, produsen gula kelapa lebih memilih memproduksi gula kelapa cetak daripada gula kelapa kristal. Alasan produsen lebih memilih gula cetak adalah waktu pembuatan gula kelapa kristal yang lebih memakan waktu, sedangkan gula kelapa cetak jauh lebih singkat. Selain itu, upah atau harga yang diterima produsen hanya selisih sedikit antara gula kelapa kristal dan gula kelapa kristal. | This study aims to determine the marketing channels, to determine the market structure of crystal coconut sugar products at the tresher, collector traders, and wholesalers, to determine the obstacles that occur in the marketing of crystal coconut sugar products at the wholesaler level (supplier). The data processing method used in this research is qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis includes marketing channels, marketing. Meanwhile, quantitative analysis includes market structure (CR4), HHI and MES. The results showed that my marketing channel only involved two institutions, namely wholesalers and oriented, marketing channel II involved three marketing agencies, namely collectors, wholesalers and orientation, while marketing channel III was two marketing agencies, namely wholesalers. and without intermediary traders, or (wholesalers). The market structure of crystal coconut sugar based on market share at the farmer level, collector traders, wholesalers from the buyer's side is a strict oligopoly, the market structure based on HHI calculations is a monopoly and the market structure based on the MES calculation barriers to market entry are difficult or very large. The obstacle that serves large traders is the decrease in crystal coconut sugar producers since the marketing of refined sugar, coconut sugar producers prefer to produce crystal coconut sugar printed coconut sugar. The reason producers prefer printed sugar is that the production time for crystalline coconut sugar is longer, while printed coconut sugar is much shorter. In addition, the producer wages or prices are only slightly different between crystal coconut sugar and crystal coconut sugar. | |
| 28170 | 31517 | B1A016112 | Kekayaan Spesies Berudu di Kali Manggis, Kabupaten Banyumas | Anura merupakan salah satu hewan yang mengalami metamorfosis dalam perkembangan fase hidupnya, diawali dari telur, larva hingga dewasa. Fase larva atau berudu pada perkembangan Anura memiliki dengan penampakan tubuh membulat, ekor pipih laterolateral dan memiliki insang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies dan mengetahui karakter morfologi pembeda antar berudu di Kali Manggis, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel opportunistic encounter search. Pengambilan sampel dilakukan pada pukul 08.00 – 12.00 di sekitar Kali Manggis. Sampel yang telah diambil kemudian diidentifikasi dengan melakukan pengamatan performa morfologis, morfometri dan meristik. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak delapan spesies dari empat familia didapatkan pada lima breeding site di Kali Manggis. Spesies yang ditemukan yaitu Rhacophorus margaritifer, Limnonectes microdiscus, Limnonectes kuhlii, Odorrana hosii, Huia masonii, Leptobrachium hasseltii, Leptobrachium cf. hasseltii, dan Megophrys montana. Karakter morfologi pembeda antar berudu di Kali Manggis, Kabupaten Banyumas meliputi bentuk tubuh, bentuk ekor, oral disc, rumus deret geligi dan morfometri. | Anuran is an animal that undergoes metamorphosis in the developmental phase, starting from eggs, larvae to adults. The larval phase, known as tadpole, has a round body, compressed tail, and gills. There is no data of Anuran tadpole richness in Kali Manggis. This study aimed to determine species richness and diagnostic morphological characteristics of Anuran tadpoles in Kali Manggis, Banyumas Regency. Data was collected using survey method and opportunistic encounter search sampling technique. Sampling was done during 08.00 - 12.00 along Kali Manggis. Samples that have been obtained were identified based on the morphological permormances, morphometric, and meristic. Data were analysed descriptively. A total of eight species from four families were obtained at five breeding sites in Kali Manggis. The species found were Rhacophorus margaritifer, Limnonectes microdiscus, Limnonectes kuhlii, Odorrana hosii, Huia masonii, Leptobrachium hasseltii, Leptobrachium cf. hasseltii and Megophrys montana. Diagnostic morphological characteristics among the species of tadpoles included the body shape, tail shape, oral disc, labial tooth row formula, and morphometric. | |
| 28171 | 31518 | I1A016038 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMBUATAN MESIN PENGADUK SEMEN DI DESA PASIR WETAN KARANGLEWAS | Latar belakang: International Labour Organization (ILO) dalam program ‘The Prevention of Occupational Diseases’ menyebutkan MSDs termasuk Carpal Tunnel Syndrome (CTS) mewakili 59% dari semua penyakit yang diakui oleh Badan Statistik Penyakit Akibat Kerja Eropa di tahun 2005 (Sekarsari dkk, 2017). Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian carpal tunnel syndrome (CTS) pada pekerja pembuatan mesin pengaduk semen di Desa Pasir Wetan Karanglewas. Metodelogi: Penelitian kuantitatif dengan metode observational analitik menggunakan pendekatan crosssectional. Pemilihan sampel berdasarkan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 37 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan (Chi Square). Hasil penelitian: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan bahwa responden mengalami CTS sebanyak 78,4%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia (p= 0,003), masa kerja (p= 0,042) dan sikap kerja (p= 0,000) dengan kejadian CTS pada pekerja pembuatan mesin pengaduk semen di Desa Pasir Wetan Karanglewas. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara usia, masa kerja, dan sikap kerja dengan kejadian CTS. Saran: Pemilik gudang pembuatan mesin pengaduk semen melakukan pembagian atau penempatan kerja yang disesuaikan dengan usia pekerja. Pekerja dengan usia yang lebih tua ditempatkan pada pekerjaan yang tidak terlalu berat. Pekerja melakukan aktivitas fisik secara rutin dan melakukan pekerjaan dengan sikap ergonomis. Kata kunci: Carpal Tunnel Syndrome, Pembuat Mesin Pengaduk Semen, Sikap kerja, Masa kerja, Usia. | Background: The International Labor Organization (ILO) in the Prevention Of Occupational Diseases program stated that MSDs including Carpal Tunnel Syndrome (CTS) represented 59% of all diseases recognized by the European Occupational Disease Statistics Agency in 2005 (Sekarsari et al, 2017). Aim: Know the factors that associated with the incidence of carpal tunnel syndrome (CTS) of cements mixers’ maker in Pasir Wetan village, Karanglewas. Methode: Quantitative research with observational analytic method using cross sectional approach. The sample selection is based on purposive sampling with a sample size of 37 respondents. Data analysis was performed with univariate and bivariate analysis. Results: Based on the results of the univariate analysis, it was found that 78,4% of the respondents have CTS. The results of bivariate analysis showed that there was significant relationship between age (p= 0,003), work period (p= 0,042) and work attitude (p= 0,000) with carpal tunnel syndrome (CTS) incidence of cements mixers’ maker in Pasir Wetan village, Karanglewas. Conclusion: This study proves that age, work period and work attitude are factors that associated with the incidence of carpal tunnel syndrome (CTS) of cements mixers’ maker in Pasir Wetan village, Karanglewas. Suggestion: The owner of the warehouse for the cement mixer machine production divides the work rotation and job placement according to the age of the workers. Older workers are placed in less strenuous work. Workers do physical activity regularly and do work in an ergonomic manner. Key word: Carpal Tunnel Syndrome, Cements Mixers’ Maker, Work Attitude, Work Period, Age. | |
| 28172 | 31519 | G1I014005 | HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLA VOLI | Latar belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikaor status gizi seseorang yang diperoleh dari pengukuran tinggi badan dan berat badan sangat penting dalam permainan bola voli dikarenakan faktor tersebut akan membantu para atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan keterampilan teknik dasar bola voli. Metodelogi: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel pada penelitian ini menggunakan anggota sekolah bola voli Garuda Banjarnegara usia 13-15 tahun sebanyak 26 responden. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data menunjukan nilai signifikasi dari seiap iem tes adalah sebagai berikut: 1) Hubungan IMT dengan passing bawah (0.039), 2) Hubungan IMT dengan passing atas (0.024), 3) Hubungan IMT dengan smash (0.012). 4) Hubungan antara IMT dengan service atas (0.287), 5) IMT dengan service bawah (0.375), dan 6) Hubungan IMT dengan keterampilan teknik dasar bola voli (0.000). Kesimpulan: berdasarkan interpretasi data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa indeks massa tubuh memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan dasar. | Background: Body Mass Index (BMI) is an indicator of a person's nutritional status which is obtained from measurements of height and weight which are very important in volleyball because these factors will help athletes to perform at their best. The purpose of this study was to determine the relationship between BMI and basic volleyball technical skills. Methodology: This research method is a quantitative descriptive study with a correlational approach. The sample in this study used members of the Garuda Banjarnegara volleyball school aged 13-15 years as many as 26 respondents. The data analysis technique used product moment correlation. Results: Based on the data analysis, it shows the significance value of each test item is as follows: 1) The relationship between BMI and under-passing (0.039), 2) The relationship between BMI and upper passing (0.024), 3) The relationship between BMI and smash (0.012). 4) The relationship between BMI and top service (0.287), 5) BMI with lower service (0.375), and 6) BMI relationship with basic volleyball technical skills (0.000). Conclusion: Based on the interpretation of research data, it can be seen that body mass index has a significant relationship with basic skills. | |
| 28173 | 31520 | G2A018006 | Uji Diagnostik Filariasis Menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) Brugia malayi terhadap Pemeriksaan Mikroskopis di Desa Buntoi Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah | Latar belakang: Kabupaten Gunung Mas salah satu wilayah endemik filariasis dengan Mf rate 3,4 % dan menjadi tempat pencanangan program eliminasi filariasis oleh Menteri Kesehatan. Kemudian dilaksanakan pengobatan massal setahun sekali selama 5 tahun. Pengobatan massal bertujuan untuk menurunkan angka prevalensi Mikrofilaria rate <1%. Pemeriksaan mikroskopis merupakan teknik konvensional dan WHO menganjurkan penggunaan metode serodiagnosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji diagnostik filariasis menggunakan Rapid Diagnostik Test (RDT) Brugia malayi terhadap pemeriksaan mikroskopis di Desa Buntoi, Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan subyek penelitian seluruh penduduk Desa Buntoi yang masuk kedalam kriteria inklusi berjumlah 161 sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah RDT B. malayi, pemeriksaan mikroskopis SDJ, sensitivitas, spesifisitas. Metode yang digunakan yaitu RDT Brugia dan pewarnaan Giemsa, dan kuesioner dengan responden untuk mengetahui gambaran pengetahuan filariasis, MDA, dan pengetahuan pencegahan filariasis. Pemeriksaan RDT dilakukan di Desa Buntoi dan pemeriksaan mikroskopis dilakukan di laboratorium RSUD Kuala Kurun. Analisis data menggunakan uji SPSS, mikrofilaria rate, sensitivitas dan spesifitas. Data disajikan dalam bentuk proporsi dan di tampilkan dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil uji diagnostik RDT Brugia malayi terhadap pemeriksaan mikroskopis SDJ adalah negatif dan tidak ditemukan mikrofilaria. Uji diagnostik filariasis RDT Brugia malayi terhadap pemeriksaan mikroskopis SDJ didapatkan sensitivitas 0% dan spesifitas 100%. Kesimpulan: Hasil Uji Diagnostik RDT Brugia malayi terhadap pemeriksaan mikroskopis di Desa Buntoi Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah 2020 adalah negatif dan tidak ditemukan mikrofilaria. | Background of the Study: Regency of Gunung Mas is one of filariasis endemic region with Mf rate 3.4 % dan being a declaration program of filariasis elimination by Health Minister, then held treatment mass once a year for 5 years. Decreasing the number of Microfilaria rate prevalence <1% is the purpose of treatment mass. Microscopic examination is a conventional technique and WHO recommends using the serodiagnosis method. The Purpose of the Study: This study was conducted to identify the diagnostic test result of filariasis using Rapid Diagnostic Test (RDT) of Brugia malayi toward microscopic examination in Buntoi Village, Gunung Mas Regency, Central Kalimantan Province.Method of the Study: This study was descriptive research using a cross-sectional approach whose subject of the study was all of the residents of Buntoi Village who was suitable for inclusion criteria with total 161 samples. The variables of this study were RDT of B. malayi, SDJ microscopic examination, sensitivity, specificity,. RDT of Brugia, Giemsa stain, and questionnaire with respondents who had well informed of filariasis, MDA, and filariasis prevention were used in this study. RDT examination was held in Buntoi Village and microscopic examination was conducted in the laboratory of Kuala Kurun Hospital. Data analysis used SPSS test, microfilaria rate, sensitivity, and specificity. Data was presented in proportion form and displayed in table form. The Result of the Study: The result of the diagnostic test of RDT of Brugia Malayi toward SDJ microscopic examination was negative and microfilaria had not been detected. Diagnostic filariasis test of RDT of Brugia Malayi toward SDJ microscopic examination was 0% sensitivity and 100% specificityConclusion of the Study: The diagnostic test result of RDT of Brugia malayi toward microscopic examination in Buntoi Village, Gunung Mas Regency, Kalimantan Tengah Province 2020 was negative and microfilaria had not been detected. | |
| 28174 | 31521 | A1D016218 | Pengaruh Pupuk Silika (Si) dan Stres Kadar Air Terhadap Karakteristik Morfologi dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Tanah Inseptisol | Kebutuhan beras nasional selalu meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, namun produksinya masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Lahan kering merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia yang menyebabkan penurunan produktivitas beras. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi pada lahan kering adalah dengan pemberian bahan pembenah seperti pupuk silika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: 1) pupuk silika (Si), 2) stres kadar air, dan 3) interaksi pupuk Si dan stres kadar air terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi pada tanah inseptisol. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian dosis pupuk silika yang terdiri atas 4 macam taraf, yaitu kontrol (0 gram Si/Polybag), 10 gram Si/Polybag, 20 gram Si/Polybag, dan 30 gram Si/Polybag. Faktor kedua yaitu perlakuan stres kadar air yang terdiri atas 3 macam taraf, yaitu kontrol (kadar air 100%), kadar air 80%, dan kadar air 60%. Data dianalisis menggunakan uji F 5% kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian pemberian perlakuan stres air dengan kadar air 60% menurunkan tinggi tanaman sebesar 19,79%; banyak anakan sebesar 35,99%; bobot tanaman segar sebesar 37,52%; bobot tajuk segar sebesar 35,69%; bobot akar segar sebesar 49,81%; bobot tanaman kering sebesar 38,59%; bobot tajuk kering sebesar 44,08%; bobot akar kering sebesar 45,02%; dan bobot gabah kering panen sebesar 68,08%. | The need for national rice always increases along with population growth, but the production is still not able to fulfill the needs of society. Dry land is one of the problems that occur in Indonesia which causes rice productivity. One of the efforts that can be made to increase rice production on dry land is by providing fixing agents such as silica fertilizer. This study aims to knowing the effect of: 1) silica fertilizer, 2) water content stress and 3 interaction of natural silica fertilizer and water content stress on growth and yield of rice plants on inceptisol soils. This study used a randomized block design with 2 factors and 3 replications. The first factor is the treatment of fertilizer doses consisting of 4 levels, namely control (without fertilizer), 10 grams of Si/polybag, 20 grams of Si/polybag, and 30 grams of Si/polybag. The second factor is the water content stress treatment which consists of 3 levels, namely 100% water content (control), 80% water content and 60% water content. Data were analyzed using the F 5% test followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Based on the research results, giving water stress treatment with a water content of 60% reduced plant height by 19.79%; lots of tillers 35.99%; fresh plant weight of 37.52%; fresh shoot weight of 35.69%; fresh root weight of 49.81%; dry plant weight of 38.59%; dry crown weight of 44.08%; dry root weight of 45.02%; and the weight of harvested dry grain was 68.08%. | |
| 28175 | 31522 | F1D016043 | Gerakan Buruh dan Kejatuhan Rezim Otoriter (Studi Perbandingan Politik Korea Selatan dan Indonesia | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan gerakan buruh dalam kejatuhan rezim otoriter di Korea Selatan tahun 1987 dan Indonesia tahun 1998 serta melihat gerakan buruh dalam memperjuangkan tuntutannya dalam model pembangunan ekonomi dan tipe rezim pemerintahan masing-masing negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan perbandingan politik dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan rezim kepemimpinan dan gerakan buruh dalam jatuhnya rezim otoriter di Korea Selatan dan Indonesia. Diantaranya mengenai tipe rezim politik, model pembangunan ekonomi, karakteristik, dan mobilisasi gerakan buruh. Buruh dapat berpatisipasi dalam kejatuhan rezim otoriter meskipun tekanan terhadap gerakan buruh diberlakukan. Oleh karena itu, signifikansi kajian perburuhan di Korea Selatan dan Indonesia dalam perbandingan politik adalah bahwa dengan melalui kajian perbandingan politik, maka dapat dengan mudah untuk mengetahui sejauh mana gerakan buruh di kedua ngeara tersebut mengalami perkembangan gerakan perburuhan. Dalam hal ini, perbandingan politik merupakan studi untuk menjelaskan konteks, sejarah, sistem pemerintahan, dan perkembangan politik di multi negara. Kesimpulannya, pelemahan terhadap gerakan buruh di Korea Selatan dan Indonesia dalam tekanan rezim otoriter tetap dapat berpartisipasi dalam kejatuhan rezim otoriter di kedua negara tersebut. | This research article aims to understand and describe the labor movement in the fall of the authoritarian regimes in South Korea in 1987 and Indonesia in 1998 and to look at the labor movement in fighting for its demands in the model of economic development and the type of government regime in each country. This research uses qualitative methods and a comparative political approach within the framework of the perspective of structuralism and constructivism paradigm. The results of this study reveal that there are similarities and differences in the leadership regime and the labor movement in the fall of the authoritarian regimes in South Korea and Indonesia. Among them are the type of political regime, the model of economic development, the characteristics, and the mobilization of the labor movement. Workers can participate in the fall of authoritarian regimes despite the pressure on the labor movement. Therefore, the significance of labor studies in South Korea and Indonesia in a political comparison is that by means of a comparative political study, it is easy to find out the extent to which the labor movement in both countries has experienced the development of the labor movement. In this case, comparative politics is a study to explain the context, history, government systems, and political developments in multi-country. In conclusion, the weakening of the labor movement in South Korea and Indonesia under the pressure of authoritarian regimes can still participate in the downfall of authoritarian regimes in both countries. | |
| 28176 | 31523 | A1C015058 | PEMBUATAN ARANG DAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KEMIRI MENGGUNAKAN METODA PIROLISIS | Kemiri memiliki banyak manfaat, antara lain digunakan sebagai bumbu dapur dan bahan baku untuk menghasilkan beberapa produk industri dan tempurung kemiri sampai saat ini hanya sebagain kecil yang telah digunakan secara langsung sebagai bahan bakar atau sebagai bahan baku pembuatan arang dan asap cair Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui lamanya proses pengarangan, mengetahui massa/volume asap cair yang diproduksi, serta mengetahui proses karbonasi pembuatan arang yang dihasilkan dalam hal massa danrendemen. Dengan variabel penelitian adalah kadar air bahan, suhu pembakaran,volume asap cair dan arang yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekperimental menggunakan Rancangan acak lengkap dengan uji nilai F, data disajikan dalam bentuk grafik. Berdasarkan hasil penelitian dengan suhu pembakaran antara 250°C – 350°C dengan perlakuan lama pembakaran 2- 4 jam diperoleh hasil yaitu pada pembakaran 2 jam diperoleh rata-ratarendemen arang 76 ,54 % dan rendemen asap cair 7,16 %,pada pembakaran 3 jam di peroleh rata-rata rendemen arang 63 %,02 % dan rendemen asap cair 13 %,serta pada pembakaran 4 jam diperoleh rata-ratarendemen arang 61,22 % danrendemen asap cair 16,15%. Hasil perlakuan terbaik pada proses pengarangan untuk memperoleh arang adalah pada perlakuan lama pembakaran 2 jam memperoleh nilai rata-rata 76,54% dengan nilai asap cair 7,16% dan untuk memperoleh asap cair terbaik adalah pada lama pembakaran 4 jam dengan rata-rata 16,15% dengan nilai arang 61,22% | Candlenut has many benefits, including being used as a kitchen spice and raw material to produce several industrial products and only a small portion of candlenut shell has been used directly as fuel or as raw material for making charcoal and liquid smoke. The purpose of this research is alarm, alarm, and alarm, alarm and alarm alarm. With the research variables are air content, combustion temperature, volume of liquid smoke and charcoal produced. This research was conducted by experimental method using completely randomized design with F value test, the data is presented in graphical form. Based on the results of the study with a combustion temperature between 250 ° C - 350 ° C with a 2- 4 hour combustion time treatment, the results obtained based on the 2 hour combustion system obtained an average yield of 76, 54% charcoal and 7.16% yield of liquid smoke, In the 3-hour combustion system, the yield of charcoal was 63%, 02% and the yield of liquid smoke was 13%, and in the 4-hour system, the average yield of charcoal was 61.22% and the yield of liquid as soon as was 16.15%. The best treatment results in the charcoal process to obtain charcoal is the 2 hour burning time treatment obtained an average value of 76.54% with a liquid smoke value of 7.16% and to obtain the best liquid smoke is the combustion system duration of 4 hours with an average 16, 15% with a char value of 61.22% | |
| 28177 | 31525 | J1D016022 | NILAI MORAL DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS KARYA J.S KHAIREN DENGAN KAJIAN RESEPSI SASTRA SEBAGAI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA | Resepsi sastra merupakan aliran yang menilai teks karya sastra dari segi pembaca yang memberikan tanggapan terhadap teks tersebut. Peran pembaca sebagai pemberi makna tidak boleh dianggap remeh, karena tanpa adanya pembaca maka komunikasi sastra tidak akan berjalan. Selain itu, novel ini memberikan teladan bagi semua orang untuk bersikap, bergaul, dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai moral yang ada dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas Karya J.S Khairen dengan kajian teori resepsi sastra yang terdapat dalam novel tersebut untuk pembelajaran sastra kelas XII jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa penggalan-penggalan cerita dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas Karya J.S Khairen. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas Karya J.S Khairen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Metode hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Hasil yang didapatkan berdasarkan kajian resepsi sastra yang dilakukan peneliti mengacu pada wujud nilai moral, teknik penyampaian nilai moral, dan relevansi pada pembelajaran sastra di SMA. Melalui tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas Karya J.S Khairen, peneliti melakukan kajian resepsi sastra berdasarkan wujud nilai moral yaitu (1) jujur yang berjumlah 4 data, (2) menjadi diri sendiri yang berjumlah 5 data, (3) bertanggung jawab yang berjumlah 5 data, (4) kemandirian yang berjumlah 13 data, (5) keberanian moral yang berjumlah 2 data, dan (6) kritis yang berjumlah 10 data | Literary reception is a genre that assesses the text of literary works from the perspective of the reader who responds to the text. The role of readers as givers of meaning should not be underestimated, because without readers literary communication will not work. In addition, this novel provides an example for everyone to behave, associate, and behave in everyday life. This study aims to analyze the moral values in the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas by J.S Khairen with a study of the theory of literary reception contained in the novel for learning literature for class XII at Senior High School (SMA) level. The form of this research is descriptive qualitative. The data collected is in the form of fragments of stories in the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas by J.S Khairen. The data source in this study is the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas by J.S Khairen. The data collection method in this study used the reading and note-taking method. The data analysis methods used were heuristic and hermeneutic reading methods. The method of data analysis results in this study is presented using the informal presentation method. The results obtained are based on the study of literature receptions conducted by researchers referring to the form of moral values, moral value delivery techniques, and relevance to literature learning in high school. Through the characters in the novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas by JS Khairen, the researcher conducts a study of literary receptions based on the form of moral values, namely (1) being honest with 4 data, (2) being yourself with 5 data, (3) responsible, amounting to 5 data, (4) independence, amounting to 13 data, (5) moral courage, amounting to 2 data, and (6) critical with 10 data | |
| 28178 | 31526 | F1D016008 | Perjuangan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Di DKI Jakarta Dalam Menuntut Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pola perjuangan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dalam menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS), memahami dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat HWDI dalam menuntut pengesahan RUU P-KS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pola perjuangan HWDI di DKI Jakarta dalam menuntut pengesahan RUU P-KS melalui gerakan sosial. Adapun strategi gerakan sosial yang dilakukan HWDI, yaitu membentuk struktur mobilisasi, framing isu, long march, demonstrasi, dan lobbying dengan DPR RI. Selain itu, terdapat faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat. Adapun faktor kontekstual yang menghambat adalah persepsi dan pemahaman kelompok kepentingan yang berbeda-beda. Tujuan HWDI melakukan gerakan sosial sebagai bentuk meruntuhkan stigma masyarakat bahwa kelompok perempuan penyandang disabilitas mampu untuk aksi turun ke jalan. Selain itu, draft RUU P-KS diyakini mampu melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, HWDI berusaha mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU P-KS. Dalam hal ini, perjuangan merupakan capaian proses dalam kelompok melalui gerakan sosial dengan membawa isu ketidaksetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kesimpulannya, kelompok wanita disabilitas dalam hal ini adalah HWDI melakukan perjuangan gerakan sosial dalam menuntut pengesahan RUU P-KS untuk mencapai hak kesetaraan gender. | This research article aims to understand and describe the struggle of the Indonesian Association of Women with Disabilities (HWDI) in demanding the ratification of the Draft Law on the Elimination of Sexual Violence (RUU P-KS), understand and explain contextual factors that encourage and hinder HWDI in demanding ratification P-KS. This research uses qualitative methods and a phenomenological approach within the framework of the perspective of structuralism and constructivism paradigm. The results of this study reveal that the pattern of HWDI struggle in DKI Jakarta in demanding the ratification of the P-KS Bill through social movements. As for the social movement strategy carried out by HWDI, namely forming a mobilization structure, framing issues, long march, demonstrations, and lobbying with the Indonesian Parliament. In addition, there are contextual factors that support and hinder. The contextual factor that hinders the perception and understanding of different interest groups. HWDI’s goal is to carry out social movements as a form of breaking down the stigma of society that groups of women with disabilities are able to take action on the streets. In addition, the draft P-KS bill is believed to be able to protect and fulfil the rights of women with disabilities. Therefore, HWDI is trying to urge the DPR to immediately pass the P-KS Bill. In this case, the struggle is an achievement of the group process through social movement by bringing the issue of gender inequality and the state. In conclusion, the group of women with disabilities, in this case HWDI, is carrying out a social movement struggle to demand the ratification of the P-KS Bill to achieve gender equality rights. | |
| 28179 | 31527 | H1C015002 | GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN PORTLAND DI DAERAH PALIMANAN BARAT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT | Kajian geologi dan analisis kualitas batugamping sebagai bahan dasar semen Portland dilakukakn di kuari A PT. Indocement Tunggal prakarsa Tbk. Unit palimanan, desa palimanan Barat, kecamatan gempol, kabupaten Cirebon, provinsi jawa barat. Kajian geologi dilakukan untuk mengetahui tentang geologi daerah penelitian untuk mengetahui karakteristik batugamping baik itu secara fisik maupun kimia, dalam kajian geologi data yang digunakan merupakan data sekunder berupa penelitian terdahulu berupa satuan geomorfologi, stratigrafi daerah penelitian, struktur geologi, sejarah geologi, penyebaran kualitas batugamping, dan kualitas batugamping sebagai bahan dasar semen. Secara stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari Satuan Batugamping, Satuan Batulempung, Satuan Breksi Piroklastik, Satuan Intrusi, dan Satuan Batupasir Tuff. Studi karakteristik batugamping ini menggunakan analisis petrografi dan analisis X-Ray Fluorescence.Secara petrografi batugamping dari tua ke muda terdiri litofasies packstone, crystalline, grainstone dan wackestone. Fasies packstone, grainstonetermasuk kedalam zona fasies paparan karbonat tertutup dengan lingkungan pengendapan zona fasies slope. Kandungan CaO dan MgO pada batugamping sebagai parameter kelayakan memiliki nilai (CaO minimum 46%) dan nilai (MgO maksimum 3%). Analisis XRF dari sampel batugamping berdasarkan kadar dolomit, pemerian nama termasuk pada batugamping, batugamping berrmagnesium, dan dolomit berkalsium. Setelah dilakukan pengamatan lebih lanjut terhadap unsur-unsur kimia yang terdapat pada batugamping daerah studi khusus, ditemukan anomali distribusi unsur kimia pada sampel batugamping yang telah mengalami dolomitisasi. Serta unsur-unsur lainnya seperti SO3, dan Al2O3, cenderung tidak berbeda jauh dengan batugamping disekitarnya. Berdasarkan sasaran mutu quality raw material dari kandungan kimia, hasil analisis XRF, 96% batugamping pada daerah penelitian memiliki kualitas baik dan layak sebagai bahan dasar semen. | Geological studies and quality analysis of limestone as the base material for Portland cement were carried out in Quarry A PT. Indocement Tunggal initiative Tbk. Palimanan unit, West Palimanan village, Gempol sub-district, Cirebon district, West Java province. The geological study is conducted to find out about the geology of the research area to determine the characteristics of limestone, both physically and chemically, in the geological study the data used is secondary data in the form of previous research in the form of geomorphological units, stratigraphy of the research area, geological structure, geological history, distribution of limestone quality, and the quality of limestone as a base for cement. Stratigraphically, the research area from old to young consists of Limestone Unit, Claystone Unit, Pyroclastic Breccia Unit, Intrusion Unit, and Tuff Sandstone Unit. This limestone characteristic study uses petrographic analysis and X-Ray fluorescence analysis. Petrographically, limestone from old to young consists of packstone, crystalline, grainstone and wackestone lithofacies. Facies packstone, grainstone is included in the facies zone of closed carbonate exposure with the depositional environment of the facies slope zone. The content of CaO and MgO in limestone as a feasibility parameter has a value (minimum CaO 46%) and a value (maximum MgO 3%). XRF analysis of limestone samples based on dolomite content, description of names including limestone, magnesium limestone, and calcium dolomite. After further observation of the chemical elements present in the limestone of the special study area, anomalies of chemical element distribution were found in the dolomitized limestone samples. As well as other elements such as SO3 and Al2O3, tend not to differ much from the surrounding limestone. Based on the quality target of raw material quality from chemical content, XRF analysis results, 96% of limestone in the study area has good quality and is feasible as a cement base material. | |
| 28180 | 31528 | F1D016053 | Perilaku Memilih Pemilih Pemula di Kecamatan Cilongok dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas tahun 2018 | Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan perilaku memilih pemilih pemula di Kecamatan Cilongok dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas tahun 2018, termasuk untuk memahami dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih pemilih pemula dan jenis-jenis perilaku memilih pemilih pemula di Kecamatan Cilongok dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya di Kecamatan Cilongok. Hasil penelitian ini yaitu: pertama, menganalisis perilaku memilih pemilih pemula yang lebih mengarah kepada kinerja kandidat dan visi misi kandidat dalam menentukan suaranya; kedua, mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi perilaku memilih pemilih pemula yaitu faktor sosiologis yang meliputi lingkungan keluarga, dan organisasi masyarakat; faktor psikologis terdiri dari identifikasi partai dan ikatan kedaerahan; faktor pertimbangan rasional seperti kinerja kandidat, visi misi kandidat, citra kandidat, dan pengaruh politik uang. Faktor pertimbangan rasional lebih mendominasi oleh pemilih pemula di Kecamatan Cilongok. Faktor ini memilih kandidat dengan melihat kinerja kandidat dan visi misi kandidat. Penelitian ini juga memahami jenis-jenis perilaku memilih pemilih pemula. Kategori pemilih pemula di Kecamatan Cilongok termasuk dalam jenis pemilih rasional dan pemilih tradisional. Pemilih pemula di Cilongok lebih mengarah ke jenis pemilih rasional. Sebagian besar pemilih pemula melihat kemajuan untuk ke depannya karena yang akan merasakan adalah generasi muda. Hal tersebut, terjadi karena tingkat pendidikan informan terlihat sudah cukup baik. Simpulan dari penelitian ini adalah perilaku memilih pemilih pemula di Kecamatan Cilongok dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas tahun 2018 melihat kinerja dan visi misi kandidat, pemilih pemula lebih besar dipengaruhi oleh faktor pertimbangan rasional, serta termasuk dalam jenis pemilih pemula rasional. | ABSTRACT This research aims to understand and describe the voting behavior of first-time voters in Cilongok sub-district in the Banyumas district head election in 2018, including to understand and describe the factors that influence the voting behavior of first-time voters and the types of behavior of voting for new voters in Cilongok district in the head election Banyumas district in 2018. This research method uses qualitative methods with a case study approach. The research location is in the Banyumas district, especially in the Cilongok district. The results of this study are first, to analyze the behavior of voting for novice voters which is more directed at the candidate’s vision and mission in determining their voters; second, revealed that there are a number of factors thet influence the voting behavior of novice voters, namely sociological factors which include family environment and community organization; psychological factors consist of part identification and regional ties; rational consideration factors such as the candidate’s performance, vision and mission of the candidate, candidate image, and the influence of money politics. Beginner voters in Cilongok District dominate the rational consideration factor. This factor selects candidates by looking at the candidate's performance and vision and mission of the candidate. This study also understands the types of voter voting behavior. The category of first-time voters in Cilongok Subdistrict includes rational voters and traditional voters. New voters in Cilongok are more likely to be rational voters. Most first-time voters see progress in the future because the younger generation will feel. This happened because the informants' education level seemed quite good. |