Home
Login.
Artikelilmiahs
31169
Update
DINDA TYO MEIDILA
NIM
Judul Artikel
Efesiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Jagung Di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Karanggintung merupakan sentra produksi jagung hibrida di Kecamatan Sumbang. Permasalahan yang dihadapi para petani jagung hibrida di Desa Karanggintung yaitu tidak memperhitungkan faktor produksi yang digunakan pada usahatani jagung yang dijalankan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui biaya, dan pendapatan usahatani jagung hibrida, 2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida Gramaxone, herbisida Kayabas, dan tenaga kerja terhadap hasil produksi, 3) mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida Gramaxone, herbisida Kayabas, dan tenaga kerja pada usahatani jagung hibrida. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei. Pengambilan data dilakukan dari tanggal 21 April sampai 22 Mei 2019. Sasaran penelitian ini adalah petani yang menanam jagung hibrida di Desa Karanggintung pada bulan September sampai Desember 2018. Penentuan sampel untuk usahatani jagung hibrida menggunakan simple random sampling dengan jumlah 30 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb-Douglass, dan tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukan rata-rata total biaya produksi jagung hibrida pada musim tanam bulan September sampai Desember 2018 sebesar Rp17.589.216 dan pendapatan sebesar Rp16.781.784 per ha. Faktor-faktor produksi usahatani jagung hibrida yang berpengaruh terhadap hasil usahatani jagung hibrida adalah luas lahan, benih, herbisida Kayabas. Penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, dan herbisida Kayabas belum efisien.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Karanggintung Village is a center for hybrid corn production in Sumbang sub-district. The problem faced by hybrid corn farmers in Karanggintung Village is that they did not calculate the production factors used in corn farming, hence this study aims to 1) determine the costs and income of hybrid corn farming, 2) find out the effect of the use of production factors of land area, seeds, fertilizers, Gramaxone pesticides, and Kayabas herbicide on production yields, 3) figure out the efficiency level of the use of land area production factors, seeds, fertilizers, Gramaxone pesticides, Kayabas herbiced, and labor in hybrid corn farming. The method of this research is survey. Data collection was conducted from 21st of April until 22nd of May, 2019. The data collection is using observation and questionnaire interviews. The target of this research is hybrid corn farmers in Karanggintung Village in September to December. The samples for hybrid corn farming used simple random sampling with a total of 30 people. The method of this analysis is cost and income analysis, the Cobb-Douglass production function, and the level of efficiency in the use of production factors. The results showed that the average total cost of hybrid maize production in the planting season from September to December was IDR 17.589.216 and income was IDR 16.781.784 each hectare. The production factors of hybrid corn that affect the yield of hybrid maize are land area, seeds, and Kayabas herbiced. The use of production factors for Kayabas' land area, seeds, and herbiced is not efficient.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save