Artikelilmiahs

Menampilkan 27.841-27.860 dari 50.187 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2784131198F2A017001KEMITRAAN ANTARA PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI KABUPATEN BANJARNEGARA
(Studi kasus pada PT. Indonesia Power UP. Mrica)
Kemitraan/Public Private Partnership telah menjadi pembahasan dalam gagasan pembanguan pada masa saat ini. Istilah kemitraan juga telah digunakan dalam tujuan ke-17 program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu, kemitraan untuk mencapai tujuan. Membangun hubungan kemitraan antara pemerintah dan swasta selain sebagai bagian dari percepatan pembangunan nasional namun juga berperan serta dalam kemajuan global. Pendekatan pembangunan secara kemitraan ini juga dipakai dalam penyelenggaraan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan atau Corporate Social Responsibility/CSR perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemitraan antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam program CSR di Kabupaten Banjarnegara dengan studi kasus di PT. Indonesia Power UP Mrica serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kemitraan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis data yaitu analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan kemitraan antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam program CSR di Kabupaten Banjarnegara telah berjalan namun belum optimal. Hal ini disebabkan kurang maksimalnya peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi program CSR perusahaan. Adapun faktor pendukung dari kemitraan ini yaitu adanya komitmen bersama antara pemerintah dan perusahaan; kemampuan perusahaan yang baik; mendapat dukungan dari stakeholders dan masyarakat; dilakukan dengan transparan. Sedangkan faktor penghambat kemitraan ini yaitu Peran fasilitasi dari pemerintah daerah kepada perusahaan yang melaksanakan program CSR belum optimal; belum ada apresiasi dari pemerintah daerah kepada perusahaan yang berkontribusi besar dalam kemitraan program CSR perusahaan.Public Private Partnership has been discussed in development ideas at this time. The term partnership has also been used in the 17th goal of the Sustainable Development Goals (SDGs) program, namely, partnerships to achieve goals. Partnerships program between governments and companies being part of the acceleration of national development but also participating in global progress. This partnership approach is also used in the implementation of Corporate Social Responsibility Programs (CSR). The research objective is to see the partnership between local government and companies in CSR programs in Banjarnegara Regency with a case study at PT. Indonesia Power UP Mrica and analyze the supporting and hindering factors. The research method used is a qualitative method with data analysis techniques, namely interactive data analysis. The results showed that the partnership between local government and company in the CSR program in Banjarnegara Regency has been running but has not been optimal. This is due to the less than optimal role of local governments in facilitating CSR programs. The supporting factors of this partnership are joint commitment between the government and companies; good company skills; get support from stakeholders and the community; done transparently. While the inhibiting factors for this partnership are the role of facilitating the local government to those implementing the CSR program is not optimal; There has been no appreciation from the local government for companies that have contributed greatly to the CSR program.
2784231200F1C015025STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BATIK PADA RUMAH BATIK ANTO DJAMIL DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PENJUALAN BATIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran Rumah Batik Anto Djamil dalam menghadapi persaingan penjualan batik di Kabupaten Banyumas, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Teknik pemilihan informan ditentukan dengan purposive sampling dan accidental sampling. Wawancara, observasi, dan dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data kemudian dianalisis dengan analisis interaktif. Pengembangan validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran batik yang dilakukan Rumah Batik Anto Djamil dalam menghadapi persaingan penjualan batik di Kabupaten Banyumas menggunakan strategi word of mouth dengan menyediakan special customers dan memberikan pelayanan terbaik bagi setiap konsumen. Strategi inovasi produk dilakukan dengan menciptakan produk unik dan meningkatkan citra merek yang positif. Beberapa faktor pendukung Rumah Batik Anto Djamil dalam melakukan strategi komunikasi pemasaran batik yaitu inovasi dalam kegiatan pemasaran produk batik dan antusiasme masyarakat terhadap penggunaan batik. Sementara faktor penghambat kegiatan strategi komunikasi pemasaran dalam memasarkan batik diantaranya kurangnya kualitas sumber daya manusia dan perkembangan batik yang semakin kompetitif.This study aims to see how the marketing communication strategy of Anto Djamil Batik House in facing batik sales competition in Banyumas Regency, and to see the supporting and inhibiting factors. The technique of selecting informants was determined by purposive sampling and accidental sampling. Interviews, observation, and documentation were carried out to obtain data then analyzed by interactive analysis. The development of data validity was carried out using source triangulation. The results of this study indicate that the batik marketing communication strategy carried out by Anto Djamil Batik House in facing batik sales competition in Banyumas Regency uses a word of mouth strategy by providing special customers and providing the best service for each consumer. Product innovation strategy is carried out by creating unique products and enhancing a positive brand image. Some of the supporting factors for Anto Djamil Batik House in carrying out the marketing communication strategy of batik are innovation in marketing batik products and enthusiasm for the community using batik. Meanwhile, the inhibiting factors for marketing communication strategy activities in marketing batik are the quality of human resources and the increasingly competitive development of batik.
2784331203G1A017091HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA BARU FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Prestasi akademik merupakan salah satu tolok ukur mutu pendidikan. Prestasi akademik dipengaruhi banyak faktor, antara lain motivasi belajar dan pendekatan belajar. Kegiatan Belajar dan mengajar dapat diilustrasikan dengan model belajar Presage-Process-Product (3P) menurut Biggs. Mahasiswa kedokteran tahun pertama akan menghadapi berbagai masalah akademik dan kendala. Tujuan penelitin untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dilakukan pada 90 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2019 yang terpilih melalui consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh dari bagian Tata Usaha Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Analisis menggunakan uji Spearman Test. Hasil p-value dari analisis korelasi Spearman adalah 0,458. Motivasi responden berkategori cukup tinggi (84,44%). Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) responden terbanyak berada pada kategori IPK baik sekali (57,78%). Jenis pendekatan belajar sebanyak 38,89% responden menggunakan pendekatan belajar secara mendalam (deep approach). Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik (p > 0,05).Academic achievement is one of the benchmark qualities of education. Academic achievement is influenced by many factors, including learning motivation and learning approach. Learning and teaching activities can be illustrated by the Presage-Process-Product (3P) learning model according to Biggs. Medical students entering their first year of college will face various academic problems and obstacles. The aim of this research to understand the relationship between learning motivation and academic achievement of the new student (2019) in Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University. The method of this research was a cross-sectional study was conducted among 90 medical students at their first-year (2019) study in Jenderal Soedirman University and selected with consecutive sampling technique. Data were collected using Learning Motivation Questionnaire and Learning Approach Questionnaire. Cumulative Achievement Index data obtained from the Administrative Department of the Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University. The hypothesis was analyzed using Spearman correlation. The p-value of the Spearman correlation analysis is 0,458. Students’ motivation in the category is quite high (84,44%). Most respondents’ Cumulative Achievement Index of is in the category of Excellent (57,78%), the average of Cumulative Achievement Index is 3,34. Among 38,89% of respondents are using deep learning approach. There is no relationship between learning motivation and academic achievement (p>0,05).
2784431204H1B016043PERBANDINGAN PENGGUNAAN SAMBUNGAN LAS DAN KAWAT BENDRAT PADA SENGKANG JARAK 10 CM TERHADAP KUAT GESER BALOK DENGAN VARIASI MUTU BETONPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat geser antara balok dengan sengkang dibendrat dan sengkang dilas. Penelitian ini menggunakan balok dengan pemasangan sengkang dibendrat dan balok dengan pemasangan sengkang dilas pada tulangan utama dengan jarak sengkang 10 cm dan variasi mutu beton 17,5 MPa; 20 MPa; dan 22,5 MPa. Pembebanan yang digunakan yaitu pembebanan lateral. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) yang menghasilkan beban geser maksimum yang dapat ditahan oleh balok (P) dan selanjutnya akan digunakan untuk menganalisis kuat geser balok dengan acauan SNI 2847-2013. Dimensi balok yang digunakan 60 cm x 15 cm x 20 cm.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan kuat geser balok dengan sengkang dibendrat dan yang memiliki mutu 17,5 MPa yaitu 44,53 kN; 20 MPa sebesar 50,41 kN; serta 22,5 MPa sebesar 55,22 kN. Sedangkan untuk balok yang menggunakan sengkang dilas dan memiliki mutu beton 17,5 MPa yaitu sebesar 70,85 kN; 20 MPa sebesar 75,67 kN; serta 22,5 MPa sebesar 77,02 kN. Hasil rata-rata tersebut menunjukan bahwa kuat geser balok dengan sengkang dilas lebih besar daripada rata-rata kuat geser balok dengan sengkang dibendrat.
This study aims to determine the ratio of the shear strength between beams with bentrat stirrups and welded stirrups. This study uses a beam with bentrat stirrup installation and a beam with welded stirrup installation on the main reinforcement with a stirrup distance of 10 cm and a concrete quality variation of 17.5 MPa; 20 MPa; and 22.5 MPa. The loading used is lateral loading. The test is carried out using a Universal Testing Machine (UTM) which produces the maximum shear load that can be held by the beam (P) and will then be used to analyze the shear strength of the beam with reference to SNI 2847-2013. The dimensions of the blocks used are 60 cm x 15 cm x 20 cm.
The results of this study indicate the shear strength of the beam with wire stirrups with a distance of 10 cm of which the quality was 17.5 MPa have 44.53 kN shear strength, 20 MPa was 50.41 kN; and 22.5 MPa was 55.22 kN. Whereas for beams that use welded stirrups with a distance of 10 cm which the quality was 17.5 MPa have 70.85 kN shear strength, 20 MPa was 75.67 kN; and 22.5 MPa was 77.02 kN. The average results indicate that the shear strength of a beam with welded stirrups is greater than the average shear strength of a beam than the ones that using conventional wiring.
2784531175H1B016008EFEK APLIKASI CALCIUM STEARATE TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK BETON MUTU 40 MPA DENGAN PENGIKAT PPCBeton merupakan material yang memiliki banyak pori kapiler, sehingga rentan sekali terjadi korosi. Calcium stearate atau Ca(C18H35O2)2 merupakan bahan tambah yang tidak mengandung unsur perusak beton dan baik dalam menurunkan laju korosi serta berpotensi meningkatkan kuat lentur karena senyawa ini aktif mengisi celah retak mikro dan pori-pori pada beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat lentur dan pola keretakan balok beton bertulang dengan bahan tambah calcium stearate variasi 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3, 10 kg/m3 dari volume beton pada mutu 40 MPa. Menggunakan balok beton berdimensi (150x100x1000) mm dengan baja tulangan 2D19 tulangan utama dan P8 tulangan sengkang. Hasil penelitian menunjukan tegangan lentur rerata dengan komposisi calcium stearate 0 kg/m3 yaitu 38,54 MPa, 1 kg/m3 yaitu 35,25 MPa, 5 kg/m3 yaitu 35,89 MPa, dan 10 kg/m3 yaitu 35,01 MPa. Hasil tersebut menerangkan bahwa semakin tinggi kadar calcium stearate akan menurunkan kuat lentur beton dan pola keretakan yang terjadi adalah keretakan geser (web shear crack).Concrete is a material with many capillary pores, therefore it is very susceptible to corrosion. Calcium stearate or Ca(C18H35O2)2 is an additional material without concrete destroying elements and good at reducing corrosion rates as well as has the potential to increase flexural strength because this compound actively fills micro-crack gaps and pores in concrete. This research aims to determine the effect of flexural strength and cracking patterns of reinforced concrete beams with additional calcium stearate variations of 0 kg/m3, 1 kg/m3, 5 kg/m3, 10 kg/m3 from concrete volume at 40 MPa quality. This research uses concrete beams with dimensions (150x100x1000) mm using 2D19 main reinforcing steel and P8 reinforcing bars. The results showed that the average bending stress with a calcium stearate composition of 0 kg/m3 was 38.54 MPa, 1 kg/m3 was 35.25 MPa, kg/m3 was 35.89 MPa, and 10 kg/m3 was 35.01 MPa. These results indicate that the higher the calcium stearate content will reduce the concrete flexural strength and the crack pattern is the web shear crack.
2784631201E1A014256EFEKTIVITAS HUKUM STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KEBIDANAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK ( STUDI DI PUSKESMAS SERAYU LARANGAN KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum standar prosedur operasional kebidanan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet dan pengaruh faktor komunikasi, fasilitas dan kerjasama terhadap efektivitas hukum standar prosedur operasional kebidanan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Serayu Larangan Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan pendekatan yuridis sosioligis. Penelitian ini mengambil lokasi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga dengan responden 30 bidan dari 35 bidan yang ada di Puskesmas Serayu Larangan. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan metode angket, kuesioner yang dibagikan kepada bidan, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing, tabulasi. Analisis data kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi analisis dan tabel silang analisis, analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas hukum standar prosedur operasional kebidanan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap empat indikator yaitu efektifnya pelayanan pemeriksaan ibu hamil, efektifnya pertolongan persalinan, efektifnya pemeriksaan ibu nifas, dan efektifnya pemeriksaan fisik bayi baru lahir oleh bidan. Faktor komunikasi sebagai faktor personal, fasilitas dan kerja sama sebagai faktor sosial berpengaruh positif terhadap efektivitas hukum standar prosedur operasional kebidanan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.
This study aims to determine the effectiveness of the standard legal operational procedures of midwifery in maternal and child health services at the Serayu Larangan Public Health Center, Mrebet District and the influence of communication, facilities and cooperation factors on the effectiveness of the standard legal operating procedures of midwifery in maternal and child health services at Serayu Larangan Health Center, Purbalingga Regency. .
This research uses quantitative research methods and a sociological juridical approach. This research took place in Serayu Larangan Public Health Center, Mrebet District, Purbalingga Regency, with 30 midwives from 35 midwives in Serayu Larangan Public Health Center as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types and sources of data include primary and secondary data obtained by the questionnaire method, questionnaires distributed to midwives, documentaries and literature. The data collected is processed using coding, editing, tabulation methods. Quantitative data analysis used analysis frequency distribution and analysis cross table, qualitative data analysis used content analysis and comparative analysis methods.
The results showed that the level of legal effectiveness of the standard operational procedures of midwifery in maternal and child health services at Serayu Larangan Public Health Center, Mrebet District, Purbalingga Regency was effective. This is evidenced by the results of research on four indicators, namely the effectiveness of services for examining pregnant women, the effectiveness of delivery assistance, the effectiveness of postpartum examinations, and the effectiveness of physical examinations for newborns by midwives. Communication factors as personal factors, facilities and cooperation as social factors have a positive effect on the effectiveness of standard legal operating procedures of midwifery in maternal and child health services at Serayu Larangan Health Center, Mrebet District, Purbalingga Regency.

2784731205H1C013019ANALISIS KOORDINASI SISTEM PENGAMAN RECLOSER DENGAN FCO (FUSE CUT OUT) TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG RAWALO-01 GARDU INDUK RAWALO PT. PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO Sistem ketenagalistrikan dikatakan handal apabila mampu mengatasi gangguan yang timbul dari dalam peralatan maupun dari luar peralatan. Salah satu gangguan yang sering terjadi dalam jaringan distribusi adalah hubung singkat. Pada tahun 2017 penyulang Rawalo-1 sudah mengalami trip sebanyak 22 kali dengan durasi padam rata-rata mencapai 35 menit dikarenakan hubung singkat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis koordinasi recloser dan FCO akibat gangguan arus hubung singkat tiga fasa simetris, dua fasa dan satu fasa ke tanah di penyulang Rawalo-.1. Analisis koordinasi sistem proteksi dilakukan untuk mengetahui koordinasi antara recloser dan FCO sesuai SPLN 64 tahun 1985. Pada hasil analisa didapatkan waktu lebur fuse link FCO 40 A dengan tipe K untuk arus gangguan 819 A adalah 0,01 detik masih lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai recloser 0,682 detik. Agar sesuai dengan ketentuan, maka tipe FCO diganti dengan tipe T untuk arus gangguan sebesar 819 A adalah 0,886 detik, lebih lambat dari waktu kerja recloser yaitu sebesar 0,682 detik.The electricity system is said to be reliable if it is able to overcome disturbances that arise from inside the equipment or from outside the equipment. One of the disturbances that often occur in distribution networks is a short circuit. In 2017 Rawalo-1 feeders experienced 22 trips with an average outage duration of 35 minutes due to a short circuit. This research was conducted to analyze the coordination of recloser and FCO due to symmetrical three-phase, two-phase and one-phase short circuit current disturbances in the Rawalo-.1 feeder. The protection system coordination analysis was carried out to determine the coordination between recloser and FCO according to SPLN 64 of 1985. The analysis results showed that the fuse link time of FCO 40 A with type K for fault current 819 A was 0.01 seconds, which is still faster than the relay working time. 0.682 second recloser. In order to comply with the provisions, the FCO type is replaced with the T type for the fault current of 819 A, which is 0.886 seconds, slower than the recloser working time of 0.682 seconds.
2784831199F1J014020"Penggunaan Na-Keiyoushi dalam Lagu L’Arc en Ciel Album True"Penelitian ini berjudul “Penggunaan Na-Keiyoushi dalam Lagu L’Arc en Ciel Album True”. Tujuanya adalah untuk mendeskripsikan pembentukan dan makna na-keiyoushi yang terdapat pada lirik lagu L’Arc en Ciel dalam album True. Teori yang digunakan yaitu adjektiva ~na (na-keiyoushi), morfologi, dan semantik. Data penelitian berupa penggalan lirik lagu dari 7 lagu yang digunakan sebagai sumber data. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak catat. Berdasarkan hasil analisis terhadap 17 data ditemukan: 1) Klasifikasi adjektiva ~na berdasarkan bentuk terdiri atas 3 (tiga) klasifikasi yaitu : a) “Adjektiva ~na yang diikuti kopula (shuushikei)” (2 data), b) “Adjektiva ~na yang menerangkan verba (renyoukei)” (2 data), dan 3) “Adjektiva ~na yang menerangkan nomina (rentaikei)” (13 data) ; 2) Klasifikasi adjektiva ~na berdasarkan maknanya, terdiri atas penelitian ini, adalah a) Menyatakan kondisi fisik, b) Menyatakan sifat manusia, c) Menyatakan kondisi suatu tempat, d) Menyatakan perasaan, e) Menyatakan kondisi alam, f) Menyatakan waktu, dan g) Menyatakan kondisi benda. Data yang paling banyak muncul adalah bentuk rentaikei yang bermakna menyatakan perasaan. Berdasarkah hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam lirik lagu adjektiva ~na digunakan untuk menyatakan perasaan.This research title is ''The Use of Na-Keiyoushi in the song of L'Arc en Ciel True Album''. The aim is to describe the formation and the meaning of na-keiyoushi that exist in the song lyrics of L'Arc en Ciel in True Album. The theory that will be use is adjectiva ~na (na-keiyoushi), morphology, and semantic. The data research is from the fragments of song lyrics from 7 songs used as data source. Method that will be used is descriptive and kualitative methods. Data accumulated done by see-note technique. According to the analysis result there are 17 data found: 1) Classification of adjectiva ~na according to shape there are 3 (three) classifications such as: a) ''Adjective ~na that followed by kopula (shuusheikei)'' (2 data), b) ''Adjective ~na that explains verb (renyoukei)'' (2 data), and c) ''Adjective ~na that explains noun (rentaikei)'' (13 data) ; 2) Classification of adjective ~na according to its meaning, such as this research, a) States a physical condition, b) States human character, c) States condition of a certain place, d) States feelings, e) States nature condition, f) States time, and g) States an object's condition. Data that most widely shown up is the shape rentaikei that meaning is stating feeling. According to the research result we could conclude that in the song lyrics of adjective ~na used to state feelings.
2784931207A1L014208APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT TANAMAN LADA PERDU (Piper nigrum L.)Penelitian bertujuan untuk Mengetahui jenis isolat PGPR yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman lada perdu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2019. Penelitian ini disusun pada rancangan acak kelompok dengan satu faktor yaitu PGPR dengan kode J04 (A), P07 (B), P10 (C), R01 (D), R04 (E), R08 (F), R11 (G), R12 (H) dan kontrol (I) yang terdiri dari 1 taraf setiap perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 satuan percobaan yang terdiri dari 27 polibag sehingga total 216 polibag dengan sampel 9 tanaman tiap unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan 1% dan jika berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan pemberian PGPR dengan perlakuan P10 dapat memberikan pengaruh baik pada tanaman lada perdu, hal tersebut dapat dilihat dari variabel kehijauan yang menunjukan pengaruh nyata. Namun tidak berpengaruh nyata pada variabel lain. Hal ini dapat disimpulkan karena terdapat adanya faktor, seperti faktor kesesuaian antara bakteri dengan tanaman lada, serta faktor kemungkinan adanya kompetisi antar bakteri yang mempengaruhi inokulasi bakteri terhadap akar tanaman lada perdu.This study aims to determine the types of PGPR isolates that can increase the growth of shrub pepper plants. This research was conducted in Kalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency, Agronomy and Horticulture Laboratory, Jenderal Soedirman University. The research was conducted from August to November 2019. This research was arranged in a randomized block design with one factor, namely PGPR with codes J04 (A), P07 (B), P10 (C), R01 (D), R04 (E), R08 ( F), R11 (G), R12 (H) and control (I) consisting of 1 level of each treatment and repeated 3 times resulting in 9 experimental units consisting of 27 polybags so that a total of 216 polybags with a sample of 9 plants per experimental unit . The data obtained were analyzed by analysis of variance at the 5% and 1% levels and if it had a significant effect, then continued by using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) error rate of 5%. The results showed that the provision of PGPR with P10 treatment could have a good effect on shrub pepper plants, this can be seen from the greenish variable which shows a real effect. However, it has no significant effect on other variables. This can be concluded because there are factors, such as the suitability factor between bacteria and pepper plants, as well as the possibility of competition between bacteria that affects the inoculation of bacteria to the roots of the pepper shrub.
2785031208F2A016007Proses Formulasi Kebijakan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten BrebesHasil Penelitian ini di lihat dari beberapa tahapan, Pertama Perumusan Masalah, Desa wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berpartisipasi sebagai pelaku langsung dalam meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi pariwisata atau daerah tujuan wisata tersebut. Permasalahan yang ada dalam pengembangan desa wisata, infrastruktur jalan, pengembangan desa wisata, kurangnya keterlibatan masyarakat, kurangnya pengenalan desa wisata, sarana dan prasarana. Adapun aktor yang terlibat dalam penyelesaian masalah Pemerintah, Pemerintah Desa, Pokdarwis, Karangtaruna dan masyarakat. Kedua Agenda Kebijakan, dalam agenda kebijakan mampu memberikan arahan dan pemilihan kebijakan yang akan mampu menjadi sarana dalam pengembangan desa wisata. Ketiga Pemilihan Alternatif Kebijakan untuk Memecahkan Masalah, dalam pengembangan Desa wisata tentunya berbagai kebijakan yang telah dirumuskan kemudian tentukan untuk dipilih menjadi alternatif kebijakan yaitu Akses utama menuju daerah tujuan wisata dan meningkatkan jumlah pengunjung, Memanfaatkan potensi wisata yang ada di Desa Pandansari kearah pengembangan Desa Wisata, Kurangnya sosialisasi dari pihak Desa kepada masyarakat tentang peningkatan dan pengembangan Desa Wisata lebih meningkatkan promosi lewat media sosial untuk menunjang peningkatan jumlah pengujung atau wisatawan,Pembangunan dan perbaikan fasilitas ditempat wisata. Keempat Penetapan Kebijakan, yang dihasilkan dalam upaya pengembangan desa wisata dalam mengupayakan Pembangunan Infrastruktur jalan menuju Desa Wisata, Peningkatan Pengembangan Desa Wisata, melibatkan masyarakat dalam pengembangan desa wisata, meningkatkan promosi desa wisata pandansari terhadap masyarakat luar, pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana.The result of this study are seen from several stages, first the problems, the tourism village was formed to empower the community to be able to participate as direct actots in increasing readiness and awareness in addressing the potential of tourism or tourist destination areas. The problems happened in developing tourism village are infrastuctur, developing tourism village, lack of community involvement, lack of promotion tourism village and facilities. Moreover, the actors are involved to solve the problems are goverment, local goverment, pokdarwis, karangtaruna, and society. Secondly, policy agenda, in the policy agenda, it is able to provide direction and policy selection that can become a means of developig a tourist village such as educational tours, toursm market, and tourism advanture. Third, selection of alternative policiesto solve problems. Developing tourism village has various policies that have been formulated and then determined as selected alternative policies. Tourism village collaboration with investors, submission of tourism village development to the provincial goverment and the ministry of tourism. It is not only rely on village funds, Collaboration with educational agencies and companies in a form of tourism. Fourth, Determination of policies that resulting in efforts to develop tourst villages there are infrastructure development through tourism village, promoting tourism village, social involvement in promoting tourism village, enhancement tools.
2785131216K1A016008Uji Aktivitas Fraksi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus (L) Rendle) sebagai Analgetik pada Mencit dengan Metode
Induksi Asam Asetat
Minyak atsiri Cymbopogon nardus diketahui memiliki potensi sebagai analgetik dan banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek analgetik dari minyak atsiri C. nardus dan fraksi-fraksinya. Minyak atsiri sereh wangi C. nardus (L) Rendle dipisahkan dengan distilasi fraksinasi pengurangan tekanan. Identifikasi komponen-komponen minyak atsiri C. nardus, FI, FII, FIII, dan R dengan GCMS menunjukkan komponen utama pada masing-masing fraksi yaitu sitronelal (36,63%); limonen (67,07%); sitronelal (92,39%); geraniol (62,41%); dan geraniol (47,03%). Potensi minyak atsiri C. nardus dan fraksi-fraksinya sebagai analgetik diuji dengan metode geliat induksi asam asetat pada Mus musculus jantan. Kelompok uji meliputi tween 80 (kontrol negatif), asetosal (kontrol positif), minyak atsiri C. nardus dan fraksi-fraksinya dengan variasi konsentrasi 0,5; 1; dan 2% v/v. Asam asetat 0,8% v/v diinduksi secara intraperitoneal 10 menit setelah pemberian sampel dan jumlah geliat dihitung setiap 5 menit selama 1 jam. Hasil uji statistik data jumlah geliat menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan homogen. Hasil uji oneway ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan jumlah rata-rata geliat antara kontrol negatif dan variasi konsentrasi minyak atsiri C. nardus dan fraksi-fraksinya. Minyak atsiri C. nardus dan fraksi-fraksinya, secara signifikan menurunkan jumlah geliat mencit dibandingkan dengan kontrol negatif. Aktivitas analgetik tertinggi yaitu pada konsentrasi 2% v/v, yaitu larutan uji IIIC (95,47%); IVC (96,44%); dan VC (99,68%). Cymbopogon nardus essential oil is known to have potential as an analgesic and is widely used by people as traditional medicine. The aim of this study was to examine the analgesic effect of C. nardus essential oil and its fractions. The essential oil of C. nardus (L) Rendle is separated by reduced-pressure fractional distillation. Identification of the essential oil components of C. nardus, FI, FII, FIII, and R by GCMS showed that the main components in each fraction were citronellal (36.63%); limonene (67.07%); citronellal (92.39%); geraniol (62.41%); and geraniol (47.03%). The potency of C. nardus essential oil and its fractions as analgesics were tested by the stretch method of induction of acetic acid in male Mus musculus. The test group included Tween 80 (negative control), acetosal (positive control), C. nardus essential oil and its fractions with various concentrations of 0.5; 1; and 2% v/v. Acetic acid 0.8% v/v was induced intraperitoneally 10 minutes after sampling and the amount of stretching was calculated every 5 minutes for 1 hour. The results of the statistical test of the number of stretches showed that the data were normally distribum ted and homogeneous. The results of the oneway ANOVA test showed a significant difference in the average amount of stretching between the negative control and the variation in the concentration of C. nardus essential oil and its fractions. C. nardus essential oil and its fractions significantly decreased the amount of writhing of mice compared to negative controls. The highest analgesic activity was at a concentration of 2% v/v, namely IIIC test solution (95.47%); IVC (96.44%); and VC (99.68%).
2785231221K1B015054KOMPUTASI PENYEDERHANAAN FUNGSI BOOLE MULTIOUTPUT BENTUK SUM OF PRODUCT MENGGUNAKAN METODE QUINE-MCCLUSKEYMetode Quine-McCluskey merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyederhanakan fungsi Boole multioutput. Metode Quine-McCluskey memiliki beberapa keunggulan diantaranya yaitu memiliki langkah-langkah penyederhanaan yang lebih sistematis dibanding metode lain dan lebih mudah digunakan untuk menyederhanakan fungsi Boole dengan jumlah variabel besar. Penelitian ini membahas perancangan program penyederhanaan fungsi Boole multioutput dengan metode Quine-McCluskey menggunakan Visual Basic 2010. Program yang dihasilkan mampu menyederhanakan fungsi Boole dalam bentuk Sum of Product (SOP) dengan jumlah output kurang dari sama dengan 5 output dan variabel kurang dari sama dengan 10 variabel.The Quine-McCluskey method is one method that can be used to simplify the multi-output Boolean function. The Quine-McCluskey method has several advantages including having simplification steps that are more systematic than other methods and are easier to use to simplify Boolean's function with a large number of variables. This study discusses the design of a multi-output Boolean function simplification program using the Quine-McCluskey method using Visual Basic 2010. The resulting program is able to simplify the Boolean multi-output function in the form of Sum of Product (SOP) with a total output of less than 5 outputs and variables less than equal to 10 variables.
2785331359G1A017115PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PETUGAS KESEHATAN RUMAH SAKIT DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Antibiotik merupakan pengobatan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Banyaknya kasus pada penyakit infeksi mengakibatkan tingginya jumlah penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat berdampak pada terjadinya resistensi antibiotik. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku penggunaan antibiotik seseorang adalah pengetahuan dan sikap seseorang.

Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan antibiotik petugas kesehatan rumah sakit di Kabupaten Banyumas, serta mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik antara petugas kesehatan medis dan paramedis.

Metode: Metode penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling dan sampel penelitian ini berjumlah 134 petugas kesehatan. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik diukur menggunakan kuesioner. Uji Spearman digunakan untuk mencari korelasi antar variabel. Uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan hasil kuesioner antara petugas kesehatan medis dan paramedis.

Hasil: Uji Spearman (N=134) korelasi antara pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik (p-value = 0,117), korelasi pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik (p-value = 0,001), korelasi antara sikap dan perilaku penggunaan antibiotik (p-value = 0,154). Hasil uji Mann-Whitney pada pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik antara petugas kesehatan medis dan paramedis yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05).

Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotik (p > 0,001), terdapat korelasi antara pengetahuan dengan perilaku (p < 0,001), tidak terdapat korelasi antara sikap dengan perilaku (p > 0,001). Tidak terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik antara petugas kesehatan medis dan paramedis (p > 0,05).
Background: Antibiotics were the treatment of infectious diseases that were caused by bacteria. The cases of infectious diseases had resulted in high number of antibiotic usage. The antibiotics that were not use wisely can cause antibiotic’s resistance. Knowledge and attitudes were the factors that can influence individual antibiotic usage of behavior.

Objective: To determine the correlation between knowledge and attitudes towards hospital health worker’s antibiotic usage of behavior and determine differences between medical health worker’s and paramedic's antibiotics usage.

Methods: This study used an observational analytic research method with a cross-sectional design. The sampling technique used consecutive sampling, and the sample was 134 health worker’s. The level of knowledge, attitudes, and behavior was measured using a questionnaire. The Spearman test was used to find the correlation between variables. The Mann-Whitney test was used to determine the difference in the results of the questionnaire between medical health worker’s and paramedic’s.

Results: Spearman test (N=134) shows there is a correlation between knowledge and attitudes (p-value=0.117), knowledge and behavior (p-value=0.001), attitudes and behavior of using antibiotics (p-value=0.154). The results of the Mann-Whitney test for knowledge, attitudes, and behavior between medical health worker’s and paramedic’s antibiotics usage were not statistically significant (p>0.05).

Conclusion: There is no correlation between knowledge and attitude (p>0.001), there is a correlation between knowledge and behavior (p<0.001), there is no correlation between attitude and behavior towards antibiotic usage (p>0.001). There was no difference in knowledge, attitudes and behaviors between medical health worker’s and paramedic’s antibiotic usage (p>0.05).
2785431209F2A016004Pengaruh Kompetensi, Motivasi dan Loyalitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Kementerian Agama Kota CirebonPegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pelayan masyarakat yang tentunya berfungsi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. PNS di Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon terus berupaya untuk dapat memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat, oleh karena itu Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon terus berbenah dalam memperbaiki kekurangan-kekuranganya hal ini termasuk sumber daya manusia itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi (X1) terhadap kinerja (Y), besarnya pengaruh Motivasi (X2) terhadap kinerja (Y), besarnya pengaruh Loyalitas Kerja (X3) terhadap kinerja (Y),dan besarnya pengaruh kompetensi (X1), motivasi (X2) dan Loyalitas Kerja (X3) terhadap kinerja (Y) di Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari uji kendalls tau-c, adanya pengaruh positif antara variabel kompetensi terhadap variabel kinerja, pengaruh positif antara variabel motivasi terhadap variabel kinerja dan pengaruh positif antara variabel loyalitas kerja terhadap variabel kinerja. Sehingga secara bersama-sama terdapat kontribusi yang positif dari tiga variabel indipenden yang terdiri dari kompetensi, motivasi dan loyalitas kerja terhadap variabel dependen yaitu kinerja pegawai. Civil Servants (PNS) are public servants who of course function to provide maximum service to the community. Civil servants at the Office of the Ministry of Religion of Cirebon City continue to strive to be able to provide professional services to the community, therefore the Office of the Ministry of Religion of Cirebon City continues to improve in correcting these deficiencies, including human resources themselves. The purpose of this study was to determine the influence of competence (X1) on performance (Y), the magnitude of the influence of motivation (X2) on performance (Y), the magnitude of the influence of Job Loyalty (X3) on performance (Y), and the magnitude of the influence of competence (X1). , motivation (X2) and Job Loyalty (X3) on performance (Y) at the Office of the Ministry of Religion in Cirebon City. The research method used is quantitative. The sample in this study were all Civil Servants at the Ministry of Religion Office of Cirebon City. Data collection methods using questionnaires and observations. Based on the results obtained from the tau-c Kendalls test, there is a positive influence between the competency variable on the performance variable, the positive influence between the motivation variable on the performance variable and the positive influence between the job loyalty variable on the performance variable. So that together there is a positive contribution from three independent variables consisting of competence, motivation and job loyalty to the dependent variable, namely employee performance.
2785531210I1A015014Analisis Determinan Sosial Kesehatan Perilaku Berisiko Penyalahgunaan NAPZA pada Komunitas Motor di PurwokertoANALISIS DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN PERILAKU BERISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA KOMUNITAS MOTOR DI PURWOKERTO
Indriani, Eri Wahyuningsih, Siti Nurhayati

Latar Belakang : Komunitas motor sering kali dinilai sebagai kelompok berisiko tinggi terhadap perilaku penyalahgunaan NAPZA. Data terkait keberadaan komunitas motor dan mengenai keterlibatan mereka dalam menyalahgunakan NAPZA secara resmi belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial kesehatan yang berpengaruh terhadap perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA pada komunitas motor di Purwokerto.

Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anggota komunitas motor, dengan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling sebanyak 130 orang. Variabel penelitian meliputi umur, pendidikan terakhir, status pekerjaan, pendapatan, status perkawinan, pengetahuan, sikap, peran teman sebaya, akses terhadap NAPZA, dan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat.

Hasil Penelitian : Variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan, responden dengan pengetahuan rendah 5 kali lebih besar untuk melakukan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka semakin tinggi pula dalam menilai suatu objek, sehingga hal tersebut menjadi landasan untuk bertindak.

Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh adalah pengetahuan. Penulis merekomendasikan instansi terkait seperti instansi akademisi untuk memberikan edukasi, serta melibatkan komunitas motor dalam kegiatan penyuluhan mengenai NAPZA, sehingga akan membantu meningkatkan pengetahuan mereka.

Kata Kunci : Determinan Sosial Kesehatan, Komunitas Motor, Penyalahgunaan NAPZA
ANALYSIS ON SOCIAL DETERMINANTS OF HEALTH ON DRUG ABUSE AMONG MOTOR-BIKERS COMMUNITY IN PURWOKERTO
Indriani, Eri Wahyuningsih, Siti Nurhayati

Background: The motorbike community is often considered a high-risk group for drug abuse behavior. There is no official data regarding the existence of the motor-bikers community and their involvement in abusing drugs. This study aims to determine the social health determinants that affect drug abuse's risk behavior in the motorcycle community in Purwokerto.

Methodology: This study is a quantitative analytic study with a cross-sectional design. The population in this study were all motorbike community members, with the sample in this study using purposive sampling of 130 people. Research variables include age, latest education, employment status, income, marital status, knowledge, attitudes, peer roles, access to drugs, and risky drug abuse behavior. The analysis performed was univariate, bivariate, and multivariate analyzes.

Results: The most influential variable is knowledge, respondents with low knowledge are five times more likely to engage in risky behavior of drug abuse. The higher a person's level of knowledge, the higher it is in evaluating an object, so that it becomes a basis for action.

Conclusion: The results of this study indicate that the most influential thing is knowledge. The author recommends related agencies such as academic institutions to provide education, and involve the motorbike community in counseling activities about drugs, so that it will help increase their knowledge.

Keywords: Social Determinants of Health, Motorcycle Community, Drug Abuse
2785631211L1C015017PEMETAAN KERAPATAN MANGROVE BERDASARKAN PASANG SURUT DAN SALINITAS DI SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT, CILACAPLaguna Segara Anakan merupakan ekosistem perairan yang terletak di Kecamatan Kampung laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang memiliki Kawasan hutan mangrove seluas 6.126,28 ha. Luasan mangrove di Segara Anakan mengalami penurunan tiap tahunnya, perubahan karakteristik lingkungan diduga berpengaruh terhadap luasan mangrove dan kerapatan mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kerapatan mangrove serta karakteristik pasang surut, dan salinitas di Segara Anakan Barat. Penelitian ini menggunakan metode remote sensing dan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Remote sensing digunakan untuk mengetahui kerapatan mangrove, pasang surut menggunakan metode admiralty, dan salinitas menggunakan data sekunder peta sebaran salinitas beda tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove di Segera Anakan Barat tahun 2015 yaitu 30% lebat, 60% sedang, dan 10% jarang. Kerapatan mangrove tahun 2019 yaitu 15% lebat, 25% sedang, dan 60% jarang. Rata-rata muka air pada tahun 2015 dan 2019 adalah 53,58 cm dan 48,27 cm. Nilai salinitas pada tahun 2015 dan 2019 yaitu 17-22 ppt dan 30-39 ppt.
Kata kunci : kerapatan mangrove, pasang surut, salinitas, Segara Anakan bagian Barat
Segara Anakan Lagoon is a water ecosystem located in Kampung Laut Subdistrict, Cilacap Regency, Central Java which has a mangrove forest area of 6,126.28 ha. The area of mangroves in Segara Anakan has decreased every year, changes in environmental characteristics are thought to have the effect onto mangrove area and mangrove density. The purpose of this study is to determine the density of mangroves, tidal flowing characteristics, and salinity in Segara Anakan Barat. This research used remote sensing and quantitative descriptive methods with secondary data analysis approach. Remote sensing is used to determine mangrove density, the flowing of tides is using the admiralty method, and salinity using secondary data on the distribution map of salinity differences in years. The results showed that the den-sity of mangroves in Segara Anakan Barat in 2015 was 30% dense, 60% moderate, and 10% rare. Mangrove density in 2019 is 15% dense, 25% moderate, and 60% rare. The average of water levels in 2015 and 2019 were 53,58 cm and 48,27 cm. The salinity values in 2015 and 2019 are 17-22 ppt and 30-39 ppt.
Keywords: mangrove density, tide, salinity, western south of Segara Anakan
2785731229G1A017035Hubungan Kecemasan dengan Pengendalian Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Sumbang Latar belakang : Prevalensi diabetes di dunia pada tahun 2019 mencapai 351,7 juta dan Indonesia menempati peringkat 7 dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 10,7 juta yang diperkirakan akan meningkat hingga 16 juta pada tahun 2040. Tingginya angka kejadian serta bahayanya penyakit ini mengakibatkan timbulnya kecemasan yang dapat meningkatkan hormon glukokortikosteroid sehingga meningkatkan kadar gula darah. Pengendalian glukosa darah dengan metode pemeriksaan HbA1c merupakan parameter kadar glukosa darah dalam tiga bulan terakhir.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan pengendalian Glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang
Metode : Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien penderita Diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang dengan metode pengambilan sampel berupa rumus analisis kategori tidak berpasangan dengan besar sampel 49 responden. Kecemasan diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) dan pengukuran HbA1c dilakukan dengan metode Immunoassay dengan pengambilan darah vena sebanyak 3 cc.
Hasil : Hasil penelitian dengan uji fisher menunjukkan nilai p=0,602(p>0,05) maka tidak berhubungan dengan kecemasan (65,3%) tidak cemas (34,7%) serta kadar HbA1c terkontrol (8,2%) dan tidak terkontrol (91,8%)
Kesimpulan : Kecemasan tidak beruhubungan dengan pengendalian glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang.
Background: The prevalence of diabetes in the world has reached 351.7 million in 2019 and Indonesia is at 7th rank with 10.7 million number of diabetes sufferers which may increase to 16 million in 2040. The high incidence and danger of this disease maycause anxiety that affects to increase glucocorticosteroid hormone and it ends to the high glucose level in blood. Blood glucose control using HbA1c method is a parameter of blood glucose level in the last three months.
Objectiv::To determine the relationship between anxiety and glucose control patients in type 2 diabetes mellitusin Sumbang District.
Methods: This research design is cross sectional approach. The population in this study were patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang district with the sampling method in the form of unpaired categorical formulations and applied to 49 respondences. Anxiety was measured using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) and HbA1c was measured by the Immunoassay method with 3 cc of venous blood sampling.
Results: The results of the study with Fisher's test showed p value=0.602 (p>0.05)was not related with Anxiety (65,3%), without anxiety (34,7%), and controlled (8.2%) and uncontrolled HbA1c levels (91.8%).
Conclusion: Anxiety is not related to blood glucose control in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang District.
2785831213J1B016012ALIH WAHANA FILM “DUA GARIS BIRU” KARYA GINA S NOER KE NOVEL “DUA GARIS BIRU” OLEH LUCIA PRIANDARINISkripsi ini berjudul “Alih Wahana Film Dua Garis Biru karya Gina S Noer ke Novel Dua Garis Biru oleh Lucia Priandarini”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mendeskripsikan tokoh serta penokohan, alur, latar dalam film dan novel Dua Garis Biru dan perubahan yang terjadi saat film Dua Garis Biru dialihwahanakan menjadi sebuah novel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi tokoh serta penokohan, alur, latar dalam film dan novel Dua Garis Biru dan menemukan perubahan yang terjadi saat film Dua Garis Biru dialihwahanakan menjadi sebuah novel.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus terhadap perubahan yang terjadi setelah proses alih wahana film Dua Garis Biru menjadi sebuah novel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu menonton film Dua Garis Biru secara intensif, membaca novel Dua Garis Biru secara intensif, mengumpulkan dan mencatat data penting yang berhubungan dengan penelitian yang terdapat dalam film dan novel Dua Garis Biru.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat perubahan yaitu berupa konversi (pengubahan), subtitusi (penggantian), delisi (penghilangan) dan improvisasi (pengayaan) pada bagian tokoh serta penokohan, latar (tempat, waktu, dan suasana), dan juga adegan dalam cerita film Dua Garis Biru yang dialihwahanakan menjadi novel.
This thesis is entitled “Alih Wahana Film Dua Garis Biru karya Gina S Noer ke Novel Dua Garis Biru oleh Lucia Priandarini”. The research question describes the movie and novel characters and characterizations, plot, setting in Dua Garis Biru movie, and changes that occurred when Dua Garis Biru movie is transformed into a novel. The purpose of this study is to determine the description of the characters and characterizations, plot, setting in Dua Garis Biru novel and movie, as well as to find the changes that occurred when Dua Garis Biru movie was transformed into a novel.
The research method used in this study is descriptive qualitative method that focus on comparing the changes that occur after the process of transferring Dua Garis Biru movie into a novel. The data collection techniques in this study are watching Dua Garis Biru movie intensively, reading Dua Garis Biru novel intensively, collecting and recording important data related to the research contained in Dua Garis Biru movie and novel.
Based on the analysis, there are changes in the form of conversion (alteration), substitution (replacement), deletion (elimination) and improvisation (enrichment) in the character and characterization, setting (place, time, and atmosphere), as well as scenes in the story of Dua Garis Biru movie which ware converted into a novel.
2785931212F1A017030Motivasi Berprestasi Siswa SMA Negeri 2 Purwokerto dan SMA Diponegoro 1 PurwokertoPendidikan melalui sekolah diyakini dapat memperbaiki keadaan ekonomi individu sehingga mereka dapat meraih kehidupan yang lebih baik di masa depan. Faktanya, tidak semua individu dapat menempuh pendidikan sesuai dengan keinginan. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan kepemilikan modal. Modal yang dimiliki setiap siswa berbeda, seperti: modal ekonomi, prestasi, status sosial, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 2 Purwokerto dan SMA Diponegoro 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di SMA Negeri 2 Purwokerto dan SMA Diponegoro 1 Purwokerto. Teknik sampling yang digunakan ialah disproportionate random sampling dengan total sampel sebanyak 110 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 2 Purwokerto lebih tinggi daripada siswa SMA Diponegoro 1 Purwokerto. Faktor yang melatarbelakangi perbedaan motivasi berprestasi ialah lingkungan sekolah dan modal yang dimiliki siswa.Education through schools is believed to be able to improve the economic situation of individuals so that they can achieve a better life in the future. In fact, not all individuals can study as desired. This happens because of differences in capital ownership. The assets owned by each student are different, such as: economic capital, achievement, social status, and the ability to adapt to their environment. This study aims to determine the achievement motivation of students SMA Negeri 2 Purwokerto and SMA Diponegoro 1 Purwokerto. This study used a survey method conducted at SMA Negeri 2 Purwokerto and SMA Diponegoro 1 Purwokerto. The sampling technique used was disproportionate random sampling with a total sample of 110 respondents. The results showed that the achievement motivation of SMA Negeri 2 Purwokerto was higher than that of SMA Diponegoro 1 Purwokerto. The factors behind the differences in achievement motivation are the school environment and the capital owned by students.
2786031214D1E014018PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KADAR LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) DARAH AYAM SENTUL BETINAPenelitian ini berjudul “Penggunaan Fermeherbafit Enkapsulasi Dalam Pakan Terhadap Kadar LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) Darah Ayam Sentul Betina”. Penelitian dilaksanakan mulai 1 Oktober sampai dengan 2 November 2018 di Selo Arum Farm, Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; dan Laboratorium Kesehatan Hewan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kadar LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) Darah Ayam Sentul Betina.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 ekor ayam sentul umur 90 hari yang dipelihara sampai umur 150 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol; R1 = penggunaan 2% fermeherbafit nonenkapsulasi, R2 = penggunaan 2% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penggunaan 4% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penggunaan 6% fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan.
Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) Darah Ayam Sentul Betina. Penambahan fermeherbafit enkapsulasi hingga level 6% dalam pakan ayam Sentul dapat meningkatkan kadar HDL darah yang relatif sedikit serta penambahan fermeherbafit enkapsulasi level 6% merupakan level terbaik yang mampu meningkatkan kadar HDL sebesar 33,55 mg/dL dari pakan kontrol sebesar 24,20 mg/dL. Pengaruh terhadap kadar LDL darah tidak dapat menurunkan kadar LDL secara signifikan. pemberiankan pakan kontrol sebesar 84,13 mg/dL menjadi 43,58 mg/dL setelah pemberian fermeherbafit enkapsulasi 6%.
This research is entitled "The Use of Fermeherbafit Encapsulation in Feed on LDL (low density lipoprotein) and HDL (high density lipoprotein) Blood of Sentul Chicken Female". The study was conducted from October 1 to November 2, 2018 at Selo Arum Farm, Karangrau Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, Central Java; and Animal Health Laboratory, Vocational School of Gadjah Mada University. This study aims to evaluate the use of fermeherbafite encapsulation in feed against levels of LDL (low density lipoprotein) and blood density HDL (high density lipoprotein) of female chicken.
The material used in this study was 60 sentul chickens aged 90 days which were maintained until 150 days. The experiments were carried out using the in vivo experimental method and using a Completely Randomized Design (CRD). The design consisted of 5 treatments and each treatment was repeated 3 times with each replication consisting of 3 chickens. The treatment consists of R0 = basal feed / control; R1 = use of 2% non-encapsulated fermeherbafit, R2 = use of 2% fermeherbafit encapsulation, R3 = use 4% fermeherbafit encapsulation, and R4 = use 6% fermeherbafite encapsulation in feed.
The results of the variance analysis showed that the use of fermeherbafite encapsulation in feed had no significant effect (P> 0.05) on the levels of LDL (low density lipoprotein) and high density lipoprotein (HDL) of Sentul Chicken Female Blood. The addition of fermeherbafite encapsulation to a level of 6% in Sentul chicken feed can increase blood HDL levels relatively little and the addition of 6% fermeherbafite encapsulation is the best level capable of increasing HDL levels by 33.55 mg / dL from a control feed of 24.20 mg / dL. The effect on blood LDL levels cannot significantly reduce LDL levels. administering control feed at 84.13 mg / dL to 43.58 mg / dL after administration of 6% fermeherbafite encapsulation.