Home
Login.
Artikelilmiahs
31098
Update
YUNI MELIANA
NIM
Judul Artikel
ISTANA BELAJAR ANAK BANTEN (ISBANBAN) STUDI KASUS DI KAMPUNG CIMOYAN KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG PROVINSI BANTEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendidikan hingga saat ini menjadi permasalahan yang kompleks. Hal ini mendorong munculnya berbagai pemberdayaan di masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Isbanban dalam menurunkan angka putus sekolah di Banten tepatnya di Kampung Cimoyan Kecamatan Taktakan Kota Serang. Isbanban melakukan pemberdayaan masyarakat bidang pendidikan nonformal yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di pelosok desa dan kota. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh Isbanban dalam rangka menurunkan angka putus sekolah di Kampung Cimoyan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan yang diperoleh berjumlah 11 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Isbanban merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan. Pemberdayaan ini digunakan untuk memberdayakan seseorang dalam mengembangkan minat dan bakat yang ada, dengan kemampuan yang dimilikinya dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pemberdayaan ini juga digunakan untuk memutus rantai putus sekolah. Adapun upaya yang dilakukan Isbanban terdiri dari beberapa tahapan pemberdayaan masyarakat, yakni seleksi wilayah, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat dan pemandirian masyarakat. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat telah direncanakan beberapa program dan kegiatan. Adapun program dan kegiatan yang dimiliki Isbanban meliputi, progam minggu belajar, taman baca, Isbanban dreams scholarship. Sedangkan kegiatannya meliputi, kegiatan gema ramadhan dan Isbanban cultural festival.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Until now, education has become a complex problem. This has led to the emergence of various empowerments in the community, such as what was done by Isbanban in reducing the dropout rate in Banten, to be precise in Cimoyan Village, Taktakan District, Serang City. Isbanban conducts community empowerment in the field of non-formal education who cares about children's education in remote villages and cities. The purpose of this study was to describe the efforts made by Isbanban in order to reduce the dropout rate in Cimoyan Village. This research uses descriptive qualitative data collection techniques, namely interviews, observation and documentation. There were 11 informants who were determined using purposive sampling technique. The results of this study indicate that Isbanban is a community empowerment engaged in education. This empowerment is used to empower someone to develop existing interests and talents, with the abilities they have that can be developed through education. This empowerment is also used to break the dropout chain. The efforts carried out by Isbanban consisted of several stages of community empowerment, namely area selection, socialization of community empowerment, the process of community empowerment and community independence. The implementation of community empowerment has planned several programs and activities. The programs and activities owned by Isbanban include, week study program, reading garden, Isbanban dreams scholarship. While the activities include, echo Ramadan activities and Isbanban cultural festivals.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save