Home
Login.
Artikelilmiahs
12492
Update
EYDHOH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERBANDINGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN DI DESA KEDONDONG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Kedondong Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Partisipasi yang dimaksud adalah partisipasi dalam pembuatan keputusan, yang meliputi tiga aspek perbandingan yaitu; bentuk partisipasi, signifikansi partisipasi, dan aktor yang terlibat berpartisipasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan; pertama, aspek-aspek partisipasi yaitu; bentuk partisipasi di musyawarah perencanaan pembangunan desa lebih bersifat prosedural, masih diwakilkan oleh elit desa dan terdapat intervensi politik supra desa dalam keputusan, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan cenderung substantif, masyarakat sebagai sasaran program dilibatkan secara langsung. Signifikansi partisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dalam tahap tokeinisme, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan sudah ada kendali masyarakat. Aktor yang berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa meliputi kelembagaan desa dan masyarakat, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan lebih dikhususkan untuk perempuan dan masyarakat miskin sebagai sasaran penerima bantuan. Kedua, faktor pendukung dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa diantaranya; kedekatan sosial masyarakat, kebutuhan masyarakat, dan peran tokoh masyarakat, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan diantaranya; transparansi, kepastian anggaran, dan pemberian motivasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research-based paper aims to describe community participation in rural development planning deliberation and the national program of urban self-empowerment (PNPM Mandiri Perkotaan) in Kedondong Village Sokaraja District of Banyumas. Participation in question is participation in decision-making, which includes three aspects, namely the comparison; forms of participation, the significance of participation, and the actors involved participate.This study used a qualitative method with case study approach.The result of the research reveals that;first, aspects of participation, namely; forms of participation in rural development planning is more procedural, still represented by the village elite and there is political interference in the decision supra village, while the national program of urban self-empowerment tend to be substantive, society as a target program directly involved. The significance of participation in rural development planning in tokeinism stage, while the national program of urban self-empowerment there is already a community control. Actors participating in rural development planning includes village institutions and society, while the national program of urban self-empowerment is devoted to women and the poor as targeted beneficiaries. Second, supporting factors in rural development planning including; social closeness, community needs, and the role of community leaders, while the national program of urban self-empowerment including; transparency, certainty budgets, and providing motivation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save