Home
Login.
Artikelilmiahs
12502
Update
BAGUS IRMAWANSYAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Dinamika Pengembangan Industri Kerajinan Tenun Ikat Di Kota Tegal Dalam Perspektif Ekonomi Politik
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas tentang dinamika pengemabangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal dalam perspektif ekonomi politik. Tujuan dari penelitiani ini adalah, untuk menjelaskan dan mendeskripsikan dinamika pengembangan industri kerajinan tenun ikat PT. Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex di Kota Tegal dalam perspektif ekonomi politik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pemilihan informan dalam penelitia menggunakan metode purposive sampling dan snow ball sampling. Berkaitan dengan itu, sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menggunakan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini didasarkan pada teori ekonomi politik dalam kaitannya dengan pengembangan industri kerajinan tenun ikat PT. Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex di Kota Tegal pada tahun 2013-2014. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan kerajinan tenun ikat di Kota Tegal tidak terlepas dari keterkaitan antar aktor, yaitu Pemerintah Kota Tegal, PT. Asaputex Jaya, Perusahaan Sampurnatex serta industri kerajinan tenun ikat rumahan. Bentuk relasi antar aktor tersebut tidak terlepas dari aspek kekuasaan dan kepentingan dalam kaitan dengan pengembangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal. Alhasil, terdapat pihak yang diuntungkan dan dirugikan dalam proses pengembangan industri kerajinan tenu ikat di Kota Tegal. Adapun beberapa pihak yang diuntungkan adalah, Pemerintah Kota Tegal, PT. Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex. Sedangkan pihak yang dirugikan adalah industri kerajinan tenun ikat rumahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan industri kerjajinan tenun ikat di Kota Tegal melahirkan bentuk relasi antar aktor yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu Pemerintah Kota Tegal, Industri Perusahaan Besar dan Industri kerajinan tenun ikat rumahan. Keterkaitan antar aktor tersebut dilatarbelakangi oleh aspek kekuasaan dan aspek kepentingan. Aspek kekuasaan ditunjukan dengan adaya pihak-pihak yang lebih dominan dan diuntungan dari adanya upaya pengembangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal, yaitu Pemerintah Kota Tegal, PT, Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex, serta adanya pihak yang dirugikan yaitu industri kerajinan tenun ikat rumahan. Sedangkan aspek kepentingan ditunjukan dengan adanya motif yang melatarbelakangi terbentuknya relasi masing-masing pihak dalam upaya pengembangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study discusses the dynamics of development of weaving industry in Tegal in the perspective of political economy. The purpose of this study is to explain and describe the dynamics of the development of weaving industry such as PT. Asaputex Jaya and Company Sampurnatex in Tegal in the perspective of political economy. This study use qualitative method, with case study approach. The technique of selecting informants is purposive sampling and snow ball sampling. The data collection is done by using interview, observation and documentation study. The context of this political economy study is the development of weaving industry PT. Asaputex Jaya and Company Sampurnatex in Tegal in 2013-2014. The results of study show that the development of weaving in Tegal is inseparable from the linkages between actors, namely the City of Tegal, PT. Asaputex Jaya, Company Sampurnatex and weaving cottage industry. The relations between these actors can not be separated from the aspect of power and interests in connection with the development of weaving industry in Tegal. As a result, there are winners and losers in the process of development of the craft industry tenu belt in Tegal. The winners are PT. Asaputex Jaya and Sampurnatex Company. Meanwhile, the losers is weaving cottage industry. The study concluded that industrial development of weaving industry in Tegal emerge a relations between actors who are related to each other, namely the City of Tegal, Large Enterprise and Industry Industrial weaving home. The relations between actors is motivated by power and interest. Economic power was should that the emerging of dominant and could take advantage of the development effort weaving industry in Tegal, namely the City of Tegal, PT, Asaputex Jaya and Sampurnatex Company, vis a vis the losers, weaving cottage industry. While aspects of the interest shown by the economic motive behind the establishment of relations of each party in the development of weaving industry in Tegal.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save