Artikel Ilmiah : F1A010066 a.n. WILDAN WIJANARKO

Kembali Update Delete

NIMF1A010066
NamamhsWILDAN WIJANARKO
Judul ArtikelHak Normatif Buruh Perempuan (Studi Tentang Pemaknaan Hak Normatif di Kalangan Buruh Perempuan Pengolah Rambut di Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga)
The Normative Rights of Women Workers (A study of normative rights interpretation in hair processing workers at the Babakan village, Kalimanah district, Purbalingga regency)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pemaknaan hak normatif di kalangan buruh perempuan pengolah rambut di Desa Babakan, di tengah maraknya industri pengolahan rambut, baik bulu mata maupun rambut palsu di Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran utama dan lokasi penelitian adalah buruh perempuan pengolah rambut di Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Data pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisis mengunakan analisis interaktif yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kurangnya pemahaman buruh terhadap hak normatifnya berimbas pada tidak maksimalnya penerapan hak yang diterima buruh perempuan itu sendiri. Namun demikian kurangnya pemahaman buruh perempuan terhadap hak normatif ini tidak menghilangkan makna hak bagi buruh perempuan itu sendiri. Adanya hak normatif dimaknai sangat penting bagi buruh perempuan di Desa Babakan. Hak normatif yang diterima oleh para buruh perempuan di Desa Babakan dianggap sudah mampu mencukupi kebutuhan hidup para buruh. Hal ini menunjukkan bahwa pemaknaan buruh perempuan terhadap hak normatifnya merupakan bentuk pemahaman terhadap realisasi hak yang mereka terima selama bekerja sebagai buruh pengolah rambut. Hal ini secara tidak langsung memberikan gambaran kepatuhan buruh terhadap peraturan perusahaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research try to know the normative rights interpretation in hair processing workers at the Babakan village, in the midst of the hair processing industry, both eyelashes and wigs at Purbalingga regency. The researchers used a qualitative research method. Target and location of this research are hair-processing women workers in the Babakan village, Kalimanah subdistrict, Purbalingga regency. The data in this research was obtained through in-depth interviews, observation and documentation. Then analysis using interactive analysis component consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion.
This research produced findings that a lack of understanding of the workers' normative rights not maximum impact on the application of labor rights received by women themselves. However, the lack of understanding of the basic rights of women workers this does not eliminate the meaning of rights for women workers themselves. Their normative rights be interpreted very important by women workers in the Babakan village. Normative rights received by women workers in the Babakan village considered able to meet the needs of the workers. This shows that the signification of the rights of women workers is a form of normative understanding of the realization of the rights they received while working as a hair-processing workers. This indirectly gives an overview of the compliance with labor regulations.
Kata kunciBuruh Perempuan, Hak Normatif, Penerapan, dan Pemaknaan
Pembimbing 1Dr. Masrukin, M.Si.
Pembimbing 2Ratna Dewi, S.Sos, MA
Pembimbing 3Dr. Joko Santoso, M.Si.
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-08-19 11:44:32.642711
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.