Home
Login.
Artikelilmiahs
12488
Update
NOVITA RAHMI PUTRI
NIM
Judul Artikel
PERSEPSI KADER POSYANDU TENTANG PAPARAN INFORMASI POLA PENGASUHAN GIZI DI DESA BANJARSARI WETAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pola pengasuhan anak adalah salah satu faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi. Tugas kader di Posyandu adalah penggerak masyarakat, penyuluhan dan pemantauan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi kader Posyandu tentang paparan informasi pola pengasuhan gizi di Desa Banjarsari Wetan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu ingin mengetahui gambaran persepsi kader Posyandu terhadap paparan informasi tentang pola pengasuhan gizi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 4 orang informan utama dan 2 orang informan pendukung. Hasil penelitian didapatkan bahwa Kader Posyandu memiliki perhatian, minat dan kebutuhan terhadap paparan informasi pola pengasuhan gizi. Intensitas penerimaan informasi pola pengasuhan gizi yang diterima oleh kader adalah 2-3 kali perbulan tergantung keaktifan kader mengakses informasi. Kader Posyandu mendapatkan informasi pola pengasuhan gizi dari Puskesmas (bidan, TPG, dokter), Sub KB Desa, Bina Keluarga Balita dan institusi pendidikan. Isi informasi yang didapatkan mengenai pola pengasuhan gizi adalah pemberian makan anak menurut umur, pola asah asih asuh, jadwal imunisasi, mengenali penyakit anak dan pertolongan pertamanya. Metode penyampaian informasi yang palin disukai adalah simulasi. Media berupa buku pedoman kader, buku KIA, koran, internet dan beberan yang digunakan dalam penyampaian informasi pola pengasuhan gizi mudah dimengerti karena memakai bahasa yang sederhana dan gambar menarik. Namun, penyampain informasi dari TV dan radio terlalu cepat dan hanya komunikasi satu arah. Kader Posyandu Banjarsari Wetan berminat dan sudah siap untuk menjadi seorang penyuluh pola pengasuhan gizi. Saran yang dapat diberikan sebaiknya minat kader sebagai penyuluh bisa diaplikasikan dengan memanfaatkan paparan informasi pola pengasuhan gizi yang telah diterima.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Parenting is one of the indirect factors that affect nutritional status. Duty cadres in health integrated pos is community mobilization, counseling and monitoring.Therefore this research was conducted to describe cadre’s perception about the explanation of care nutritional pattern information in Banjarsari Wetan. This study was a descriptive qualitative research that used to know about perception of the cadre towards this program. This research was conducted using in-depth interview method with 4 primary informants and 2 supporting informants. As the result, Cadre have concern, interest, and needs of explanation of care nutritional pattern information. Reception intensity parenting nutritional information received by cadres was 2-3 times per month depending on the activity of cadres to access the information. The cadres received the information from Puskesmas (Midwives, doctors), part of the village KB, BKB and health institution. The information obtained was regarding age based feeding by age, asah pattern asih care, immunization schedules, recognice childhood diseases and first aid. The most favorable delivery method was simulasion. Media such as manuals cadres, KIA book, newspaper, internet and beberan use d to delivery nutrition care pattern information are easy to understand because it used simple language and interesting pictures. However the way of delivery information in TV and radio was too fast and only one-way communication. The cadres of health integrated pos in Banjarsari Wetan is interested in and ready to become a nutrition instructor. This research suggests that cadre interest can be applied by using the information that have been given to them.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save