Artikelilmiahs
Menampilkan 27.001-27.020 dari 50.201 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27001 | 30356 | B1B016001 | Screening of Pectinase Producing Bacteria Isolated from Logending Mangrove Ecosystem | Ekosistem mangrove Logending terdiri dari berbagai organisme yang termasuk dalam kelompok sistemik yang berbeda seperti tumbuhan, bakteri, jamur, mikroalga, invertebrata, burung, dan mamalia. Aspek biologi hutan mangrove dipengaruhi oleh serapan mineral oleh tumbuhan, aktivitas biologi seluruh biota di hutan mangrove, dekompposisi, produksi serasah, dan pelapukan batang mangrove yang mati. Serasah dan pelapukan batang mangrove memungkinkan adanya kandungan pektin yang tinggi di dalam tanah, juga dimungkinkan banyak ditemukan mikroorganisme yang mampu mendegradasi pektin di dalam tanah. Bakteri yang mampu mendegradasi pektin disebut bakteri pektinolitik. Bakteri pektinolitik mampu mendegradasi pektin dengan menghasilkan enzim pektinase. Pektinase adalah sekelompok enzim yang mengkatalisis polimer pektin dengan reaksi degradasi melalui de-polimerisasi dan de-esterifikasi. Pektinase ini memiliki aplikasi yang luas dalam industri makanan, tekstil, dan kertas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri ekosistem mangrove Logending dalam mendegradasi pektin, mengetahui aktivitas pektinasenya, dan mengetahui identitas bakteri tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan parameter utama yang diamati adalah indeks hidrolisis pektinolitik dan aktivitas pektinase. Skrining bakteri pendegradasi pektin diamati secara kualitatif pada media agar Vincent. Uji aktivitas pektinase dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode DNS. Identifikasi bakteri potensial mengacu pada Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. Hasil penelitian diperoleh 28 isolat bakteri yang mampu mendegradasi pektin. Tiga isolat potensial LG13, LG101, dan LG135 mampu mendegradasi pektin tertinggi yang memiliki indeks hidrolisis pektinolitik berturut-turut yaitu 3,67, 3,48, dan 3,38 serta aktivitas pektinase masing-masing sebesar 166,6 U / mL, 111 U / mL, dan 92,2 U / mL. Ketiga isolat tersebut diidentifikasi sebagai anggota spesies dari genus Bacillus. | Logending mangrove ecosystem is composed of a wide range of organisms belonging to different systemic groups including plants, bacteria, fungi, microalgae, invertebrates, birds, and mammals. Biological aspects of mangrove forests are influenced by mineral uptake by plants, biological activities of all biota in mangrove forests, decomposition, litter production, and weathering of dead mangrove stems. Litter and weathering of mangrove stems are possible in the presence of high pectin content in the soil, it is also possible to find many microorganisms that are able to degrade pectin in the soil. The bacteria that are capable to degrade pectin are called pectinolytic bacteria. Pectinolytic bacteria are capable of degrading pectin by producing the pectinase enzyme. Pectinases are a group of enzymes that catalyze the polymer of pectin by a degradation reaction through de-polymerization and de-esterification. These pectinases have wide applications in the food, textile, and paper industry. The objectives of this research were to know the capability of bacterial isolates of Logending mangrove ecosystem in degrading pectin, to know their pectinase activity, and to know the identity of bacteria. The research method used was the survey method with the main parameters observed were pectinolytic hydrolysis index and pectinase activity. Screening for pectin degrading bacteria was observed qualitatively on Vincent's agar medium. Pectinase activity assay was carried out quantitatively by using the DNS method. The identification of potential bacteria was referred to Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. The results obtained 28 bacterial isolates that were able to degrade pectin. The three highest potential isolates LG13, LG101, and LG135 were capable of degrading pectin which had a pectinolytic hydrolysis index of 3.67, 3.48, and 3.38 respectively, and their pectinase activity of 166.6 U/mL, 111 U/mL, and 92.2 U/mL respectively. The three isolates were identified as species members of the genus Bacillus. | |
| 27002 | 30357 | B1B016025 | THE ABILITY OF HALOTOLERANT BACTERIA IN PRODUCING IAA (INDOLE ACETIC ACID) ISOLATED FROM MANGROVE SEDIMENT, LOGENDING COAST KEBUMEN | Indonesia merupakan negara agraris dengan pertanian sebagai komoditas utamanya. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pertanian nasional seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Hal ini dapat diatasi dengan pemanfaatan kawasan intertidal dan pesisir. Permasalahan pemanfaatan kedua kawasan tersebut sebagian besar menyebabkan kematian tanaman karena tingkat salinitas yang tinggi sehingga mengakibatkan penurunan IAA. IAA mengelola beberapa bagian pertumbuhan dan perkembangan dengan mengendalikan proses biologis. Penerapan bakteri halotoleran penghasil IAA dapat meningkatkan produktivitas pertanian sebagai agen pupuk hayati di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyaring bakteri halotoleran yang diisolasi dari sedimen mangrove yang mampu menghasilkan IAA, mengukur kemampuan bakteri halotoleran dalam memproduksi IAA secara kualitatif dan kuantitatif, serta mengetahui identitas bakteri halotoleran terpilih yang memiliki kemampuan menghasilkan IAA. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif meliputi uji toleransi garam, uji kemampuan bakteri halotoleran dalam menghasilkan IAA secara kualitatif dan kuantitatif, dan karakterisasi bakteri halotoleran. Hasil penelitian menunjukkan 23 isolat bakteri halotoleran terpilih dari 43 isolat bakteri yang diisolasi dari sedimen mangrove Logending. Konsentrasi IAA tertinggi dihasilkan oleh isolat LG64 sebesar 36,047 µg/mL, diikuti oleh isolat LG25 sebesar 27,898 µg/mL dan isolat LG37 sebesar 7,427 µg/mL. Isolat LG64, LG25 dan LG37 masing-masing diidentifikasi sebagai genera Planococcus, Virgibacillus, dan Bacillus. | Indonesia is an agrarian country with agriculture as the primary commodity. Efforts are needed to improve national agriculture in line with the increasing population. This can be solved by the utilization of intertidal and coastal areas. Problems in the use of both areas are mostly leading to plant death due to high salinity levels resulting in the reduction of IAA. IAA manages a few parts of growth and development by controlling biological processes. The application of halotolerant bacteria in producing IAA can increase agricultural productivity as biofertilizer agents in Indonesia. The objectives of this research were to screen the halotolerant bacteria isolated from mangrove sediment capable of producing IAA, to measure the ability of halotolerant bacteria in producing IAA quantitatively, and to know the identity of selected halotolerant bacteria having the capability of producing IAA. The research was analyzed descriptively including salt tolerance assay, assay of the ability of halotolerant bacteria in producing IAA, assay of the production of IAA by halotolerant bacteria quantitatively, and characterization of halotolerant bacteria. The result showed that 23 halotolerant bacterial isolates were selected from 43 isolates of bacteria isolated from Logending mangrove sediments. The highest IAA concentration was produced by isolate LG64, which was 36.047 µg/mL, followed by isolate LG25 which was 27.898 µg/mL, and isolate LG37 produced 7.427 µg/mL. The isolates LG64, LG25, and LG37 were identified as the genera Planococcus, Virgibacillus, and Bacillus, respectively. | |
| 27003 | 30386 | E1A116022 | KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI KORBAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 48/Pid.Sus/2019/PN.Bgr) | Pembuktian merupakan masalah yang memegang peranan dalam proses pemeriksaan sidang pengadilan. Melalui pembuktian ditentukan nasib terdakwa. Oleh karenanya seseorang tidak dapat dihukum, kecuali jika hakim berdasarkan alat-alat bukti yang sah memperoleh keyakinan, bahwa suatu tindak pidana telah terjadi dan bahwa terdakwa telah bersalah melakukannya. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kekuatan pembuktian keterangan saksi korban anak berkebutuhan khusus dan apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam mempertimbangkan keterangan saksi korban anak berkebutuhan khusus dalam Putusan Nomor 48/Pid.Sus/2019/PN.Bgr. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kekuatan pembuktian keterangan saksi korban anak berkebutuhan khusus dan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam mempertimbangkan keterangan saksi korban anak berkebutuhan khusus. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder. Sumber data yang digunakan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Analisis bahan hukum secara normatif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa keterangan saksi korban anak berkebutuhan khusus mempunyai nilai kekuatan pembuktian sebagai alat bukti karena telah memenuhi syarat sah sebagai alat bukti. Pertimbangan hakim dalam mempertimbangkan keterangan saksi korban anak berkebutuhan khusus antara lain adanya kesesuaian dengan keterangan saksi lain dan juga alat bukti lain, yaitu Visum et Repertum, anak kecil juga tidak akan berbohong tentang perkosaan yang dialaminya karena belum adanya pengetahuan tentangnya. | Evidentiary is an issue that plays a role in the process of examining court hearings. Through proof the fate of the defendant is determined. Therefore a person cannot be punished, unless a judge based on legitimate evidence obtains a conviction, that a crime has occurred and that the defendant has been guilty of doing so. The issues discussed in this study are how the evidentiary powers of child victim witness testimony are of special needs and what the judge considers in considering the testimony of child victim witnesses with special needs in Verdict No. 48/Pid.Sus/2019/PN.Bgr. The purpose of the research is to know how the evidentiary power of the testimony of child victim witnesses is of special needs and to know the consideration of the judge in considering the testimony of witnesses of child victims with special needs. The type of research used is normative juridical, namely research conducted by researching secondary data.The data source used is secondary data sourced from primary and secondary legal materials.Data collection techniques use literature studies. Analysis of legal materials is normatively qualitative. The results of the study obtained that witness statements of child victims with special needs have the value of proof power as a means of proof because it has qualified as a valid tool of evidence.The judge's consideration in considering the testimony of child victim witnesses with special needs, among others, is the conformity with the testimony of other witnesses and also other evidence tools, namely Visum et Repertum, the child will also not lie about the rape he experienced because there is no knowledge of it. | |
| 27004 | 30408 | A1L014215 | Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max L. Merr) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame, (2) mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame, (3) mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk kandang dan konsentrasi pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Penelitian dilaksanakan menggunakan tanah inseptisol dalam polibag di Kelurahan Grendeng dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan November 2019 sampai Januari 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kandang yang terdiri dari tanpa pupuk kandang (M0), pupuk kandang ayam (M1), pupuk kandang sapi (M2). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk daun yang terdiri dari tanpa pupuk daun (P0), konsentrasi 1 g/l (P1), 2 g/l (P2), dan 3 g/l (P3). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah daun trifoliate, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, jumlah polong per tanaman dan bobot polong per tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada parameter tinggi tanaman sebesar, jumlah buku, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, jumlah polong per tanaman, dan bobot polong per tanaman. Pemberian pupuk daun konsentrasi 2 g/l meningkatkan pertumbuhan tanaman pada parameter jumlah buku tanaman. | This study aims to (1) determine the effect of organic fertilizers on the growth and yield of edamame plants, (2) determine the effect of foliar fertilizer concentration on the growth and yield of edamame plants, (3) determine the effect of the interaction between organic fertilizers and leaf fertilizer concentration on growth and edamame crop. The research was carried out using inceptisol soil in polybags in Grendeng Village and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2019 to January 2020. The study used a Randomized Block Design (RAKL) with 2 factors and 3 replications. The first factor is the provision of organic fertilizers consisting of no organic fertilizer (M0), organic chicken manure (M1), cow manure organic fertilizer (M2). The second factor is the concentration of foliar fertilizers consisting of no foliar fertilizer (P0), a concentration of 1 g / l (P1), 2 g / l (P2), and 3 g / l (P3). The variables observed included plant height, number of books, number of trifoliate leaves, fresh shoot weight, dry shoot weight, fresh root weight, dry root weight, number of pods per plant and pod weight per plant. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if it was significantly different, it was continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that the application of cow manure could increase plant growth and yield on parameters of plant height, number of books, number of leaves, fresh shoot weight, dry shoot weight, fresh root weight, dry root weight, number of pods per plant, and pod weight. per plant. Application of foliar fertilizer with a concentration of 2 g / l increased plant growth in the number of plant book parameters. | |
| 27005 | 30444 | K1B016024 | KONSEP DASAR HIPERGRAF DAN SIFAT-SIFATNYA | Artikel ini membahas mengenai konsep dasar hipergraf dan sifat-sifatnya. Hipergraf merupakan generalisasi dari graf dimana hyperedge, istilah sisi pada hipergraf, dapat menghubungkan lebih dari dua titik. Sifat-sifat dasar yang disajikan pada artikel ini berkaitan dengan derajat titik, keterhubungan dalam hipergraf, dan dual hipergraf pada hipergraf tak berarah. Keterhubungan dalam hipergraf berupa jalan, trail, strict trail, lintasan, dan cycle. Pada bagian akhir artikel, disajikan beberapa contoh permasalahan yang dapat direpresentasikan dengan hipergraf. | This article discusses fundamental properties of hypergraphs. Hypergraphs are generalization of graph which hyperedges, edges in hypergraph, can join more than two vertices. The fundamental properties in this article are the vertices degrees, connection in hypergraphs, and dual hypergraph. connectivity in hypergraphs in this article are walks, trails, strict trails, path, and cycles. In the end of this article, we present a few examples of problems that can be represented by hypergraph. | |
| 27006 | 30358 | B1A016061 | KADAR TOTAL PROTEIN DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI Chlorella vulgaris SECARA DISKONTINYU | Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar dengan kandungan gizi yang tinggi yang banyak dibudidayakan di Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang sering timbul dalam budidaya ikan nilem adalah rentan terserang penyakit.. Chlorella vulgaris adalah salah satu mikroalga yang mengandung imunostimulan dan mengandung protein berkisar 55-67%, 1-4% klorofil, 9-18% serat makanan, beberapa asam amino esensial, vitamin, mineral, polisakarida dan imunostimulan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Metode pemberian pakan secara diskontinyu juga dapat meningkatkan imunitas ikan. Status imunitas dideteksi melalui pengukuran kadar total protein dalam darah dan pengamatan jenis leukosit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan yaitu diberi suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan setiap hari (P0), tidak diberi pakan 1 hari (P1), 2 hari (P2) dan 3 hari (P3). Dilakukan pembuatan preparat apus darah. Serum darah yang sudah dibuat diukur kadar total protein dengan Kit Dyasis. Hasil pengukuran kadar total protein darah ikan nilem hari ke-28 menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap kadar total protein darah di setiap perlakuan. Jika dibandingkan dengan hari ke-0, semua perlakuan memberikan peningkatan total protein dan peningkatan paling tinggi yaitu sebesar 1,05 g.dL-1 pada P2. Hasil persentase limfosit ikan nilem menunjukkan hasil P1, P2, dan P3 yang berbeda nyata dengan P0.. Namun pemberian suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan secara diskontinyu tidak berpengaruh terhadap persentase monosit, eosinofil dan neutrofil. Hal ini menunjukkan pemberian suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan secara diskontinyu mampu meningkatkan imunitas ikan dengan meningkatnya sel leukosit terutama sel limfosit. | Nilem (Osteochilus vittatus) is one of freshwater fish with high nutrition that is widely farmed in Java, especially in Banyumas Regency. A common problem faced by farmer fish is the susceptibility of fish to disease. Chlorella vulgaris is one of microalgae which contained about 55-67% protein, 1-4% chlorophyll, 9-18% dietary fiber, several essential amino acids, vitamins, minerals, polysaccharides, other nutritional subtances and immunostimulants which could increase the immune system. Feeding method discontinuously also could increase immune system of fish. Immune status detected by measuring the total protein levels in the blood and the types of leukocytes. Treatments are given Chlorella vulgaris 4 g.kg-1 supplementation everyday (P0), starved 1 day a week (P1), starved 2 days (P2) and starved 3 days (P3) repeated 5 times for each treatments. The blood serum that has been made was measured for total protein levels with the Dyasis Kit. Leukocytes seen with making preparation blood smear with Giemsa 7%. The result of measuring the total blood protein levels of nilem fish on day-28 showed no significant difference in each treatments. Compared with day-0, all treatments increased levels in day-28 and P2 gave the highest increase to 1,05 g.dL-1. The result of the lymphocytes percentage showed that P1, P2, and P3 were significantly different from P0. Giving C. vulgaris 4 g.kg-1 supplementation discontinuously had no different on the percentage of monocyte, eosinophils and neutrophils. Giving C. vulgaris 4 g.kg-1 supplementation discontinuously can increase fish immunity by increasing leukocytes cells especially lymphocytes. | |
| 27007 | 30381 | E1A116046 | HUKUMAN TAMBAHAN PIDANA TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI PENGADILAN MILITER II-11 YOGYAKARTA (Tinjauan Putusan No.50-K/PM.II-11/AU/VII/2019) | Kekerasaan dalam Rumah Tangga tidak hanya dalam bentuk fisik melainkan bisa berupa Psikis, Menelantarkan rumah tangga, Kekerasaan Seksual dan lain-lain. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah hukuman tambahan pidana terhadap anggota militer yang melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga berdasarkan dengan asas-asas Peradilan Militer dalam Putusan Nomor 50-K/PM.II-11/AU/VII/2019 dan akibat hukum terhadap putusan hakim dalam menjatuhkan hukuman tambahan pidana terhadap anggota militer yang melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan berdasarkan asas-asas peradilan militer dalam putusan Pengadilan Militer Nomor 50-K/PM.II-11/AU/VII/2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hukuman tambahan pidana terhadap anggota militer yang melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan berdasarkan asas-asas Peradilan Militer dalam putusan Pengadilan Militer Nomor 50-K/PM.II-11/AU/VII/2019 dan mengetahui akibat hukum terhadap putusan hakim dalam menjatuhkan hukuman tambahan pidana terhadap anggota militer yang melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan berdasarkan asas-asas Peradilan Militer dalam putusan Pengadilan Militer Nomor 50-K/PM.II-11/AU/VII/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder. Sumber data yang digunakan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Analisis bahan hukum secara normatif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa dasar pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman tambahan pidana dalam Putusan Nomor 50-K/PM.II-11/AU/VII/2019 didasarkan atas surat dakwaan Oditur Militer serta dari hasil pembuktian selama pemeriksaan persidangan dan hakim telah memperoleh keyakinan atas pembuktian tersebut sehingga Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana, putusan hakim telah memenuhi aspek kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan, serta asas kepentingan militer. | Domestic violence is not only in physical form but can be in the form of psychological, neglect of the household, sexual violence and others. The problem discussed in this research is the additional criminal penalties for military personnel who commit crimes of domestic violence based on the principles of Military Justice in Decision Number 50-K / PM.II-11 / AU / VII / 2019 and the legal consequences for The judge's decision in imposing additional criminal penalties on military personnel who commit acts of domestic violence based on the principles of military justice in the Military Court decision Number 50-K / PM.II-11 / AU / VII / 2019. The purpose of this study is to determine additional criminal penalties for military personnel who commit acts of domestic violence based on the principles of Military Justice in the Military Court's decision Number 50-K / PM.II-11 / AU / VII / 2019 and to find out the legal consequences. against the judge's decision in imposing additional criminal sentences against military personnel who commit acts of domestic violence based on the principles of Military Justice in the Military Court decision Number 50-K / PM.II-11 / AU / VII / 2019. This type of research is normative juridical, namely research conducted by examining secondary data. The data source used is secondary data which comes from primary and secondary legal materials. Data collection techniques using literature study. Qualitative normative analysis of legal materials. The results of the research show that the basis for the consideration of the judge to impose additional criminal penalties in Decision Number 50-K / PM.II-11 / AU / VII / 2019 is based on the Military Prosecutor's indictment and from the results of evidence during the trial examination and the judge has gained confidence in this evidence so that The defendant was legally and convincingly proven guilty of committing a criminal act, the judge's decision had fulfilled the aspects of legal certainty, justice and expediency, as well as the principle of military interest. | |
| 27008 | 30359 | F1B016003 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM KENAIKAN PANGKAT PADA GURU SMA SEDERAJAT DI KABUPATEN BANYUMAS (Peraturan Gubenur Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Kewenangan Pengelolaan Pendidikan SMA Sederajat) | Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan serta mengetahui faktor yang mempengaruhi dan menghambat Implementasi Kebijakan Sistem Kenaikan Pangkat Pada Guru SMA Sederajat Di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan Miles and Huberman dan untuk validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Sistem Kenaikan Pangkat Pada Guru SMA Sederajat Di Kabupaten Banyumas belum sepenuhnya berhasil dilihat dari kurangnya sumberdaya manusia yang sesuai dengan job desk yang dibutuhkan serta tingkat kemampuan guru sma sederajat dalam memenuhi aturan dan prosedur kenaikan pangkat masih rendah. Terdapat faktor yang mempengaruhi dan menghambat dalam implementasi yaitu birokrasi murni yang belum berjalan dengan efektif serta aturan dan prosedur sistem kenaikan pangkat yang dianggap menyulitkan guru – guru saat ini. | The purpose of this study is to describe and determine the factors that affect and hinder the implementation of the promotion system policy for high school teachers and equivalent in Banyumas Regency. This research uses qualitative analysis. The data analysis technique was carried out by using Miles and Huberman and for the validity of the data using source triangulation by comparing and checking the confidence level of the information obtained.Based on the results of the study, it shows that the implementation of the promotion system policy for senior high school teachers in Banyumas Regency has not been fully successful, as seen from the lack of human resources in accordance with the required job desks and the level of ability of high school equivalent teachers in meeting the rules and procedures for promotion is still low. There are factors that influence and hinder implementation, namely pure bureaucracy that has not been running effectively and the rules and procedures for promotion systems that are considered difficult for teachers today. | |
| 27009 | 30360 | F1B015067 | pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas pelayanan terhadap kepuasan pasien (studi puskesmas 2 kembaran kabupaten banyumas) | ABSTRAK Kepuasan pasien biasanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan fasilitas pelayanan yang diterima oleh pasien. Standar pelayanan yang ditetapkan untuk memberikan pelayanan kepada pasien dirasa masih belum berjalan optimal. Permasalahan yang ada di Puskesmas II Kembaran sehingga peneliti tertarik untuk mengambil Penelitian ini yang berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Kembaran II Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya keluhan yang disampaikan oleh pasien Puskesmas II Kembaran. Permasalahan yang muncul di Puskesmas II Kembaran adalah waktu pelayanan yang tidak tepat waktu di Puskesmas II Kembaran dan pelayanan petugas yang tidak ramah. Penelitian ini mengacu pada Teori Parasuraman berdasarkan 5 dimensi Kualitas Pelayanan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei atau penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 100 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental Sampling. Metode analisis data dengan menggunakan Korelasi Kendal Tau-c, koordansi kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien dengan konkordansi Kendall W sebesar 0,985 dan signifikansi 0,000 denganmenunjukan arah positif. Sedangkan signifikansi 0,000 < α 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan dan fasilitas pelayananan terhadap kepuasan pasien. | Patient satisfaction is usually affected by service quality and service facilities received by the patient. The service standards set for providing services to patients are still not running optimally. The problems that exist in Puskesmas II Kembaran attracted researcher to take this research entitled "The Effect of Service Quality and Service Facilities on Patient Satisfaction at Kembaran II Public Health Center, Banyumas Regency". This research was motivated by the complaints submitted by patients at Puskesmas II Kembaran. The problems that arose at Puskesmas II Kembaran were the services were not on time and unfriendly staff services. This research referred to the Parasuraman theory based on 5 dimensions of Service Quality. The research method used in this research is a survey method or field research with a quantitative approach, with a total sample of 100 patients. Sampling was done by using Accidental Sampling technique. Methods of data analysis using Kendal Tau-c Correlation, Kendall W coordance and Ordinal Regression. The results of statistical analysis showed that there was a significant effect between the variable quality of service on patient satisfaction with the Kendall W concordance of 0.985 and a significance of 0.000 by showing a positive direction. While the significance of 0.000 <α 0.05, so Ho was rejected. Based on the results of the research analysis, it can be concluded that there is an effect between service quality and service facilities on patient satisfaction. | |
| 27010 | 30361 | C1I016028 | THE EFFECT OF EMPLOYEE EXPENDITURE, CAPITAL EXPENDITURE AND GOVERNMENT INVESTMENT ON FLYPAPER EFFECT PHENOMENON (Study on Regency/City in Central Java Province) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh belanja pegawai, belanja modal, dan investasi pemerintah terhadap fenomena flypaper effect di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data laporan realisasi anggaran Kabupaten/Kota di Jawa tengah selama periode 2015-2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 124 sampel. Dengan rincian jumlah kabupaten/kota yang sesuai dengan kriteria sebanyak 31 dengan rentang waktu 4 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik sebagai alat uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel belanja pegawai dan belanja modal berpengaruh positif terhadap flypaper effect. Sedangkan variabel investasi pemerintah tidak berpengaruh terhadap flypaper effect. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan pemerintah daerah mampu mengurangi ketergantungan pada transfer pemerintah pusat dalam membiayai belanja daerahnya seperti mengoptimalkan penggunaan Dana Alokasi Umum pada belanja pegawai agar tidak terlalu besar. Memperhatikan perencanaan dalam menyusun kebijakan dan anggaran yang mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan seperti pembangunan infrastruktur sehingga dapat memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di daerah masing-masing. | This study aims to analyze and determine the effect of employee expenditure, capital expenditure and government investment on the flypaper effect phenomenon in regencies / cities of Central Java Province. This research was conducted using data from regency / city budget realization reports in Central Java during the 2015-2018 period. The sample was taken by using purposive sampling method. The total sample in this study was 124 samples. With the details of the number of regencies / cities that match the criteria as many as 31 with time span of 4 years. This study uses logistic regression analysis as a hypothesis testing tool. The results of this study indicate that the variables of employee expenditure and capital expenditure have a positive effect on the flypaper effect. Meanwhile, government investment variables has no significant effect on the flypaper effect. The implication of this research is the regional government expected to be able to reduce dependence on central government transfers in financing regional expenditures such as optimizing the use of the General Allocation Fund for employee expenditure so that it is not too large. Paying attention to planning in formulating policies and budgets that are be able to significantly increase regional revenues, such as infrastructure development so as to maximize the potential of existing resources in each region. | |
| 27011 | 30395 | A1C016052 | ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA KENTANG DENGAN SISTEM GULUDAN HORIZONTAL DAN TEKNIK DRAINASE TERTENTU TERHADAP VARIASI PERLAKUAN PUPUK | Di Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah produksi kentang masih relatif rendah, sehingga diperlukan upaya peningkatan produktivitas kentang. Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu sentra produksi hortikultura termasuk tanaman kentang. Budidaya kentang di Desa Serang umumnya masih dilakukan secara konvensional dengan penggunaan sistem guludan vertikal yang dapat memicu adanya degradasi lahan dan erosi yang tidak terkendalikan. Penggunaan sistem guludan horizontal dan penggunaan interval saluran drainase 2 meter terbukti cukup efektif mengatasi permasalahan tersebut, namun belum mampu meningkatkan produktivitas tanaman kentang akibat kondisi waterlogging yang mempengaruhi kualitas dan kesuburan tanah. Variasi perlakuan jenis pupuk yang sesuai diyakini dapat mengurangi kondisi waterlogging dan meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas kentang. Tingkat keberhasilan budidaya tersebut ditentukan oleh analisis ekonominya yang masih belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai ekonomi dari budidaya kentang pada sistem guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019, pada lahan pertanian hortikultura Desa Serang, Purbalingga, Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) dan Laboratorium Ilmu Tanah/Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 1) pupuk urea & ponska dosis 125 kg/ha (demplot 1), 2) pupuk NSL & nitrea dosis 41,67 kg/ha (demplot 2), 3) pupuk NSL & nitrea dosis 83,33 kg/ha (demplot 3), 4) pupuk NSL & nitrea dosis 125 kg/ha (demplot 4). Analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus Net Profit (NP), rumus Break Even Point (BEP), rumus Return of Investment (ROI), nilai kelayakan (BC Ratio) dan nilai bunga (I). Hasil penelitian menunjukkan kajian nilai Break Even Point (BEP), analisis ekonomi dan kelayakan pencapaian usaha (BC Ratio) pada guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk, dimana nilai BEP pada demplot 1 dicapai jika produksi kentang -3.852,17 kg dengan harga Rp 10.277 /kg, pada demplot 2 dicapai jika produksi kentang 2.035 kg dengan harga Rp 7.741 /kg, pada demplot 3 dicapai jika produksi kentang -3.482,46 kg dengan harga Rp 10.548 /kg, dan pada demplot 4 dicapai jika produksi kentang -1.600,06 kg dengan harga Rp 12.032 /kg. Sementara itu, nilai BC Ratio pada demplot 1 sebesar 0,82; pada demplot 2 sebesar 1,10; pada demplot 3 sebesar 0,81; dan pada demplot 4 sebesar 0,73. Analisis Net Profit (NP) dan Interest (I) tiap demplot yaitu demplot 1 NP sebesar Rp -5.572.495 dan I sebesar Rp 1.826.730; demplot 2 NP sebesar Rp 2.925.521 dan I sebesar Rp 1.822.981; demplot 3 NP sebesar Rp -5.776.920 dan I sebesar Rp 1.837.979; serta demplot 4 NP sebesar Rp -8.202.937 dan I sebesar Rp 1.852.980. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa BEP dan BC Ratio pada demplot 2 merupakan yang terbaik diantara keempat demplot diatas dan lebih baik dibandingkan BEP pada budidaya kentang biasa (budidaya kentang teknik guludan vertikal). Oleh karena itu, budidaya kentang dengan teknik guludan horizontal jarak drainase 2 meter dan pupuk NSL & nitrea dosis 41,67 kg/ha (demplot 2) diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil panen budidaya kentang yang berkelanjutan. | In Indonesia, especially in the area of Central Java, potato production is still relatively low. Therefore, efforts are needed to increase the potato productivity. Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency is one of the centers of horticultural production including potato plants. Potato cultivation in Serang Village is generally carried out conventionally using a vertical mound system that can trigger land degradation and uncontrolled erosion. The use of horizontal mound system and the use of 2 m length mound with drainage techniques has proven to be effective enough to overcome these problems, but has not been able to increase the productivity of potato plants due to waterlogging. The variation of the appropriate type of fertilizer treatment is believed to decrease the condition of waterlogging, yet increase the potato productivity and soil fertility. This study aims to determine the study of the Break Even Point (BEP), the economy analysis and the Benefit Cost Ratio (BC Ratio) on potato horizontal mound cultivation with certain drainage techniques and variations in type treatment fertilizer. The research was conducted in September until December 2019, at the horticulture farm in Serang Village, Purbalingga, Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering (TPPBL) and Soil / Land Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study was prepared based on a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments, namely: 1) urea & ponska fertilizer dose of 125 kg/ha (1st land), 2) NSL & nitrea fertilizer dose of 41,67 kg/ha (2nd land), 3) NSL & nitrea fertilizer dose of 83,33 kg/ha (3rd land), 4) NSL & nitrea fertilizer dose of 125 kg/ha (4th land). Data analysis in this study uses Net Profit (NP) formula, Break Even Point (BEP) formula, Return of Investment (ROI) formula, fair value (BC Ratio) formula and interest (I) formula in horizontal ridges with variations in length of ridge treatment with drainage techniques. The results show that the Break Even Point (BEP) analysis, the economy analysis and the Benefit Cost Ratio (BC Ratio) analysis in horizontal ridges with certain drainage technique and variations in the treatment of fertilizers, where the BEP analysis of 1st land of this cultivation will reach the equal point at -3.852,17 kg potatoes production with price Rp 10.277 each kg, the 2nd land will reach the equal point at 2.035 kg potatoes production with price Rp 7.741 each kg, the 3rd land will reach the equal point at -3.482,46 kg potatoes production with price Rp 10.548 each kg, and the 4th land will reach the equal point at -1.600,06 kg potatoes production with price Rp 12.032 each kg. The Benefit Cost Ratio (BC Ratio) analysis of the 1st land is 0,82; the 2nd land is 1,10; the 3rd land is 0,81; and the 4th land is 0,73. The Net Profit (NP) analytic and Interest (I) each land for the 1st land are Rp -5.572.495 and Rp 1.826.730; the 2nd land are Rp 2.925.521 and Rp 1.822.981; the 3rd land are Rp -5.776.920 and Rp 1.837.979; and also the 4th land are Rp -8.202.937 and Rp 1.852.980. The 2nd land of this cultivation is the best than others and also its cultivation is better than the conventional cultivation. | |
| 27012 | 30363 | B1A016088 | KADAR ALBUMIN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI Chlorella vulgaris SECARA DISKONTINYU | Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan terutama di Pulau Jawa. Budidaya ikan dipengaruhi oleh faktor seperti lingkungan dan kualitas pakan. Ketersedian protein terutama albumin dalam jumlah yang cukup dapat menjaga kesehatan ikan, sehingga mampu mendukung pertumbuhan. Strategi pemberian pakan yang kurang tepat menyebabkan ikan stress, sehingga mudah terinfeksi patogen dan terhambatnya performa pertumbuhan. Salah satu strategi pemberian pakan yang dapat diterapkan yaitu pemberian pakan secara diskontinyu dengan suplementasi alami seperti Chlorella vulgaris. C.vulgaris merupakan mikroalga yang mengandung nutrisi seperti protein, asam amino essensial, vitamin, mineral, dan substansi lain yang memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan albumin. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu ikan diberi suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan setiap hari (P0), tidak diberi suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan satu hari (P1), tidak diberi suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan dua hari (P2) dan tidak diberi suplementasi C. vulgaris 4 g.kg-1 pakan 3 hari (P3). Parameter yang diukur yaitu kadar albumin, bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila hasil menunjukan beda nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukan pemberian pakan secara diskontinyu dengan suplementasi alami C.vulgaris berpengaruh nyata terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efesiensi pakan. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar albumin. Pemberian pakan suplementasi C.vulgaris 4 g.kg-1 pakan secara diskontinyu dapat meningkatkan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pakan. | Nilem fish (Osteochilus vittatus) is one of the freshwater fisheries that are widely cultivated especially in Java Island, Indonesia. Fish cultivation is influenced by several factors, such as environment and feed quality. The availability of protein, especially albumin in sufficient amount can maintain fish health and improve growth performance. Poor feeding strategy impact to stress on fish, increasing susceptibility to pathogens and slow growth performance. One of fish feeding strategy can be applied is discontinuously feed with Chlorella vulgaris supplementation. C.vulgaris is microalgae that contain various nutrients such as 55-60% protein, amino acid essential, vitamin, mineral, and other substances which give positive effect to increase albumin level and growth performance. This research method used experimental using Completely Randomized Design with four treatments and five replications that was fish fed C.vulgaris 4 g.kg-1 supplementation everyday (P0), fish not fed C.vulgaris 4 g.kg-1 supplementation in one day (P1), fish not fed C.vulgaris 4 g.kg-1 supplementation in two days (P2), fish not fed C.vulgaris 4 g.kg-1 supplementation in three days (P3). Parameters of this research are albumin level, absolute weight, absolute length, specific growth rate, and feed efficiency. Data were analyzed by using ANOVA (α =5%) and LSD (α =5%). The result showed that discontinuously feed with Chlorella vulgaris 4 g.kg-1 supplementation differ significantly on absolute weight, absolute length, specific growth rate, and feed efficiency, but albumin level did not differ significantly. Giving C. vulgaris 4 g.kg-1 supplementation discontinuously can improve weight absolute, length absolute, specific growth rate, and feed efficiency. | |
| 27013 | 30364 | I1C016007 | Formulasi dan Evaluasi Lotion Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Menggunakan Emulgator Triethanolamine dan Asam Stearat | Minyak atsiri bunga cengkeh sangat potensial untuk dikembangkan menjadi suatu sediaan farmasi yaitu lotion. Sifat fisik dan stabilitas lotion sangat dipengaruhi oleh emulgator. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh kombinasi trietanolamin (TEA) dan asam stearat sebagai emulgator terhadap sifat fisik sediaan lotion. Sediaan lotion dibuat dalam 3 formula dengan perbandingan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin yang berbeda (6%:2%, 5%:3%, dan 4%:4%), selanjutnya sediaan diuji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, uji stabilitas fisik metode freeze thaw. Konsentrasi asam stearat berbanding lurus dengan viskositas dan daya lekat, namun berbanding terbalik dengan daya sebar dan nilai pH. Sebaliknya, konsentrasi trietanolamin berbanding lurus terhadap pH dan daya sebar, namun berbanding terbalik terhadap viskositas dan daya lekat. Konsentrasi kombinasi asam stearat dan trietanolamin (TEA) yang menghasilkan formula lotion minyak bunga cengkeh paling baik yaitu asam stearat 6%: trietanolamin 2%. | Clove bud oil has the potential to be developed into a pharmaceutical preparation namely lotion. The physical properties and stability of the lotion are greatly influenced by the emulgator. So it is necessary to do research to see the effect of the combination of triethanolamine (TEA) and stearic acid as an emulgator on the physical properties of the lotion preparation. The lotion is made in 3 formulas with different concentrations of stearic acid and triethanolamine (6%: 2%, 5%: 3%, and 4%: 4%), then the preparation is tested for organoleptic, homogeneity, dispersibility, power adhesion, pH, viscosity, physical stability test by freeze thaw method. The concentration of stearic acid is directly proportional to viscosity and adhesion, but is inversely proportional to the dispersion power and pH value. On the other hand, triethanolamine concentration is directly proportional to pH and dispersive power, but is inversely related to viscosity and adhesion. The combination concentration of stearic acid and triethanolamine (TEA) that produces the best clove bud oil lotion formula is 6% stearic acid: 2% triethanolamine. | |
| 27014 | 30365 | I1C016005 | FORMULASI DAN EVALUASI LOSION MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM STEARAT | Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi mendorong untuk mengolah bahan alam yaitu minyak atsiri daun cengkeh menjadi sediaan losion dengan menggunakan asam sterat sebagai emulgator. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh asam stearat terhadap evaluasi sediaan dan melihat konsentrasi asam stearat yang menghasilkan formula terbaik. Penelitian dilakukan dengan membuat losion dengan variasi asam stearat. Dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, freeze thaw yang dianalisa secara deskriptif, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dianalisa regeresi linear dan Anova kemudian dilanjutkan BNT. Hasil penelitian menunjukkan penambahan konsentrasi asam stearat menyebabkan peningkatan viskositas, daya lekat, penurunan pH dan daya sebar. Formula terpilih konsentrasi asam stearat 6%. | The development of science and technology in the pharmaceutical sector encourages the processing of natural ingredients, namely clove leaf essential oil, into lotion preparations using steric acid as an emulgator. The aim of this research was to see the effect of stearic acid on the evaluation of the preparation and to see the concentration of stearic acid that produced the best formula. The research was conducted by making lotions with variations of stearic acid. Organoleptic, homogeneity, freeze thaw were analyzed descriptively, pH, viscosity, spreadability, adhesion were analyzed linear regression and ANOVA then continued with BNT. The results showed that increasing the concentration of stearic acid caused an increase in viscosity, adhesion, a decrease in pH and spreadability. The selected formula has a concentration of 6% stearic acid. | |
| 27015 | 30367 | A1C016005 | KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG PADA SISTEM GULUDAN HORIZONTAL DENGAN TEKNIK DRAINASE TERTENTU DAN VARIASI PEMUPUKAN | Kabupaten Purbalingga, merupakan salah satu sentra produksi hortikultura termasuk tanaman kentang dengan sistem konvensional dan guludan vertikal. Sehingga, jika terus menerus dilakukan akan menjadi kendala dalam menjaga kelestarian alam dan dapat menyebabkan waterlogging. Waterlogging sendiri dapat diantisipasi dengan adanya penggunaan teknik drainase. Oleh karna itu, diperlukan pengembangan sistem guludan horizontal yang dipadukan dengan teknik drainase tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui pertumbuhan tanaman kentang dengan menggunakan berbagai varian pupuk interval drainase 2 meter, 2) mengetahui hasil tanaman kentang yang terbaik pada guludan horizontal varian pupuk interval drainase 2 meter 3) mengetahui kombinasi varian pupuk interval drainase 2 meter yang terbaik. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu A) Pupuk kandang dan pupuk ponska dan urea, sebanyak 125 kg/ha, B) Pupuk kandang dan pupuk NSL dan nitrea, sebanyak 41,67 kg/ha, C) Pupuk kandang dan pupuk NSL dan nitrea, sebanyak 83,33 kg/ha, D) Pupuk kandang dan pupuk NSL dan nitrea, sebanyak 125 kg/ha. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Analysis of Variance dan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dengan rata-rata nilai, lebar daun, jumlah daun majemuk, dan jumlah anak daun adalah perlakuan A, sementara untuk variable LAI dengan rata-rata nilai tertinggi 1,21 pada 77 HST. Hasil tanaman kentang dengan jumlah total umbi dan bobot umbi terbanyak yaitu pada perlakuan B. | Purbalingga Regency, which is one of the centers for horticultural production, including potato plants with conventional systems and vertical mounds. So, if it continues to be a guardian of security in preserving nature and can cause stagnant water. . Water withdrawal itself can be anticipated by the use of drainage techniques. Therefore, it is necessary to develop a horizontal mound system combined with certain drainage techniques. The objectives of this study were as follows: 1) to determine the growth of potato plants using various variants of 2 meter drainage interval fertilizer, 2) to determine the best potato crop yields on horizontal mounds of 2 meter drainage interval fertilizer variants 3) to determine the combination of 2 meter drainage interval fertilizer variants best. This research was prepared based on a completely randomized design (RAL) consisting of 4 treatments, namely A) Manure and ponska and urea fertilizer, as much as 125 kg / ha, B) Manure and NSL and nitrea fertilizer, as much as 41.67 kg / ha , C) Manure and NSL fertilizer and nitrea as much as 83.33 kg / ha, D) Manure and NSL fertilizer and nitrea as much as 125 kg / ha. Data analysis in this study used Analysis of Variance and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%. The results showed that the plant height with the average value, leaf width, number of compound leaves, and number of leaflets was treatment A, while for the LAI variable the highest average value was 1.21 at 77 DAS. The yield of potato plants with the highest total number of tubers and tuber weight was treatment. | |
| 27016 | 30369 | B1A016008 | Hubungan Kemiripan Genus Artocarpus Berdasarkan Karakter Morfologi | Genus Artocarpus merupakan anggota dari familia Moraceae, terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar di Srilangka, India, Pakistan, Cina dan Indonesia. Purwokerto merupakan salah satu wilayah yang memiliki keanekaragaman genus Artocarpus, tetapi belum banyak yang meneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman genus Artocarpus dan hubungan kemiripan genus Artocarpus di wilayah Purwokerto. Penelitian dilakukan di wilayah Purwokerto dengan menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang digunakan yaitu karakter morfologi batang, daun, bunga, dan buah. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, diameter pohon, pola percabangan, bentuk kanopi, warna kulit pohon, ukuran daun, warna daun, bentuk daun, warna bunga, letak bunga, jumlah buah perpohon, posisi buah, ukuran buah, bentuk buah, warna buah, bentuk duri buah, warna dan bentuk daging buah, jumlah biji, ukuran biji, dan warna biji, Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman, sedang hubungan kemiripan data dianalisis menggunakan metode Unweighted Pair Group Method Arithmatic Average (UPGMA) dengan software MEGA 0.6 Hasil penelitian diperoleh empat spesies Artocarpus yaitu nangka (A. heterophyllus), cempedak (A.integer), kluwih (A. altilis var.seminiferus) dan sukun (A.altilis var. non-seminiferus) yang memiliki keanekaragaman karakter morfologi yang tinggi. Berdasarkan matriks koefisien disimilaritas atau ketidakmiripan seluruh karakter morfologi pada spesies Artocarpus yang ditemukan menunjukkan bahwa sukun dan cempedak mempunyai hubungan kemiripan terjauh dengan nilai indek disimilaritas sebesar 1,27 sedangkan hubungan kemiripan terdekat yaitu pada cempedak dan nangka dengan nilai indeks disimilaritas sebesar 0,14. | The genus Artocarpus is a member of the Moraceae family, consisting of about 50 species scattered in Sri Lanka, India, Pakistan, China and Indonesia. Purwokerto is one area that has a diversity of the genus Artocarpus, but not much has been studied. This study aims to determine the diversity of the Artocarpus genus and the similarity of the Artocarpus genus in the Purwokerto region. The research was conducted in the Purwokerto area using survey methods and purposive sampling techniques. The variables used were the morphological characters of stems, leaves, flowers and fruit. Parameters observed included tree height, tree diameter, branching pattern, canopy shape, tree bark color, leaf size, leaf color, leaf shape, flower color, flower location, number of fruit trees, fruit position, fruit size, fruit shape, fruit color. The shape of the fruit spines, the color and shape of the pulp, the number of seeds, the size of the seeds, and the color of the seeds. The data obtained were analyzed descriptively to determine the diversity, while the data similarities were analyzed using the Unweighted Pair Group Method Arithmatic Average (UPGMA) method with MEGA software. 0.6 The results showed that four species of Artocarpus were jackfruit (A. heterophyllus), cempedak (A.integer), kluwih (A. altilis var.seminiferus) and breadfruit (A.altilis var. non-seminiferus) which had a high diversity of morphological characters. Based on the dissimilarity coefficient matrix or the dissimilarity of all morphological characters in the Artocarpus species, it was found that breadfruit and cempedak had the farthest similarity relationship with the dissimilarity index value of 1.27 while the closest similarity was in cempedak and jackfruit with a dissimilarity index value of 0.14. | |
| 27017 | 30368 | I1C016072 | Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Mengenai Antibiotik Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Kader PKK Di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk penanganan pada infeksi bakteri yang dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya resistensi antibiotik dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan dan perbedaan setelah pemberian promosi kesehatan pada kader PKK mengenai antibiotik di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Metode: Desain penelitian kuasi eksperimental dengan pendekatan two group pre-test/post-test, dengan 30 subjek kelompok intervensi dan 24 subjek kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner dalam bentuk google form yang sesuai dengan kriteria inklusi. Intervensi promosi kesehatan meliputi pemberian e-booklet, video, pesan singkat, dan infografis melalui media sosial yaitu Youtube dan Whatsapp selama 4 minggu. Data tersebut diolah dan dilakukan analisis univariat menggunakan mean dan median, sedangkan analisis bivariat uji Independent T, uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pemberian promosi kesehatan mengenai antibiotik (p>0.05) dan terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan (p-value 0.038), sikap dan perilaku (p-value 0.002) pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah pemberian promosi kesehatan mengenai antibiotik. Kesimpulan: Promosi kesehatan melalui media sosial berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kader PKK mengenai antibiotik. | Background: Antibiotics are group of medicines that are used to treat bacterial infections that can prevent and eliminate the growth of microorganisms. Misuse of antibiotics can cause resistance of antibiotic. The solution to reduce the occurrence of resistance of antibiotics by health promotion is to increase knowledge, attitudes, and behavior can be improved. The goals of research are to know the differences and the increases after giving a health promotion to member PKK in Karanglewas, Banyumas regency. Methods: The study design used a quasi-experimental with a two groups pre-test and post-test approach within 30 respondents in intervention group and 24 respondents in control. The research was done by filling out questionnaire in google form that appropriate with the criteria of inclusion. Intervention in health promotion provides e-booklet, video, message, and infographic by social media which are Youtube and Whatsapp in a month. The data processed and done by univariate analysis using mean and median, while the bivariate analysis using Independent T, Mann-Whitney and Wilcoxon Test. Results: There is no significance different in knowledge, attitude, and behavior in group of intervention and control after providing health promotion about antibiotic (p>0.05 and there is a significant increase in knowledge (p-value 0.038), attitudes and behavior (p-value 0.002) in group of intervention after and before providing health promotion about antibiotics. Conclusion: Health promotion through social media about antibiotics has an effect on increasing knowledge, attitudes and behavior of member PKK. | |
| 27018 | 30376 | C1G016036 | Analysis of Potential, Competitiveness, and Development Strategy of Export Marine Fishery Products in Cilacap Harbor | Judul penelitian ini adalah “Analisis Potensi, Daya Saing, dan Strategi Pengembangan Ekspor Produk Hasil Perikanan Laut di Pelabuhan Cilacap”. Pelabuhan Cilacap merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan laut yang terletak di Pesisir Selatan Jawa dan berhadapan langsung dengan lautan Indonesia yang dikenal memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi, daya saing, strategi penguatan daya saing, dan keunggulan daya saing dan komparatif hasil perikanan laut di Pelabuhan Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan Location Quotient (LQ), Shift Share dan Revealed Comparative Advantages (RCA). Sedangkan metode analisisnya menggunakan Analisis SWOT dan Critical Success Factors (CSF). Hasil perhitungan LQ menunjukkan bahwa Pelabuhan Cilacap berpotensi untuk mengekspor hasil perikanan lautnya, yaitu Tuna Kalengan dan Tuna Poch karena masuk kriteria sektor basis. Dan Berdasarkan perhitungan Shift Share, dari perhitungan Provincial Share, kelima komoditas produksi perikanan dan hasil laut di Pelabuhan Cilacap menunjukkan nilai positif, Proportional Share yang bernilai positif adalah Udang Beku, Udang Lobster Beku, Kalengan. Tuna, dan Tuna Poch, serta Differential Shift menunjukkan nilai positif hanya untuk Tuna Kalengan dan Tuna Poch. Hasil RCA juga menunjukkan kelima komoditas hasil perikanan, yaitu Ikan Tuna Beku, Udang Beku, dan Tuna Kaleng memiliki daya saing ekspor yang tinggi dari Hasil Perikanan dan Kelautan Pelabuhan Cilacap di pasar internasional. Berdasarkan data hasil analisis Critical Success Factors (CSF) dalam analisis SWOT, bahwa kualitas produksi dan kestabilan atau peningkatan harga untuk produksi selanjutnya dapat menjadi strategi pengembangan pemasaran untuk memanfaatkan ketersediaan kualitas yang baik dalam rangka. untuk meningkatkan permintaan produk perikanan laut yang terus meningkat. | The title of this research is "Analysis of Potential, Competitiveness, and Development Strategy of Export Marine Fishery Products in Cilacap Harbor”. Cilacap Harbor is the only oceanic fishing port located on the South Coast of Java and directly facing the Indonesian ocean, which is known to have abundant potential of fish resources. The purpose of this study was to analyse the potential, competitiveness, the strategy to strengthen the competitiveness, and the competitive and comparative advantages of marine fishery products in Cilacap Harbor. This research method uses Location Quotient (LQ), Shift Share and Revealed Comparative Advantages (RCA). And the analysis methods was using the SWOT and Critical Success Factors (CSF) Analysis. The result of LQ calculation shows that the Cilacap Harbor has the potential to export its marine fishery products, those are Canned Tuna and Tuna Poch because it’s included in the criteria for the base sector. And According to the Shift Share calculation, from the calculation of the Provincial Share, the five production commodities of fishery and marine products at the Cilacap Harbor show a positive value, Proportional Share shows that has positive values are Frozen Shrimp, Frozen Lobster Shrimp, Canned Tuna, and Tuna Poch, and Differential Shift show that has a positive value are Canned Tuna and Tuna Poch only. The result of RCA also shows the all over the five commodities of fishery products, namely Frozen Tuna Fish, Frozen Shrimp, and Canned Tuna have high export competitiveness of Fishery and Marine Products in the Port of Cilacap in the international market. Based on the data from the analysis of Critical Success Factors (CSF) within the SWOT analysis, that the quality production and the stability or increasing the price for further production can be a marketing development strategy to take advantage of the availability of good quality in order to increase demand for marine fishery products continues to increase. | |
| 27019 | 30370 | I1C016089 | PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN MENGENAI ANTIBIOTIK TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Pemberian edukasi mengenai antibiotik di kalangan masyarakat dapat mengatasi masalah resistensi karena penggunaan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian promosi kesehatan mengenai antibiotik terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa non kesehatan di Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini menggunakan two group pretest-postest, dengan 34 orang kelompok intervensi dan 38 orang kelompok kontrol. Intervensi promosi kesehatan meliputi pemberian e-booklet, video, dan infografis selama periode waktu 4 minggu. Analisis data untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol menggunakan uji mann whitney untuk pengetahuan, dan independent sample t-test untuk sikap dan perilaku. Untuk mengetahui adanya peningkatan pada kelompok intervensi menggunakan uji Wilcoxon untuk pengetahuan dan paired sample t-test untuk sikap dan perilaku. Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan pengetahuan (p-value 0,026), dan tidak ada perbedaan sikap dan perilaku (p-value 0,199) sebelum pemberian promosi kesehatan. Setelah pemberian promosi kesehatan terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku (p-value 0,000) antara kelompok kontrol dan intervensi. Promosi kesehatan juga terbukti dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku (p-value 0,000) pada kelompok intervensi. Kesimpulan: Promosi kesehatan mengenai antibiotik efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa non kesehatan di Universitas Jenderal Soedirman. | Background: Giving education about antibiotics in the society can overcome the problem of antibiotics resistance due to improper use. This study aims to determine the effect of providing health promotion about antibiotics to knowledge, attitude, and behavior of non-health students at Jenderal Soedirman University. Methods: This study used two group pretest-posttest, with 34 people in the intervention group and 38 people in the control group. The interventions of health promotion are e-booklets, videos, and infographics over a 4 week period. Data analysis to determine the difference between the intervention and control groups used the Mann Whitney test for knowledge, and the independent sample t-test for attitudes and behavior. To determine an increase in the intervention group used the Wilcoxon test for knowledge and paired sample t-test for attitudes and behavior. Results: There was a difference in knowledge (p-value 0.026), and there was no difference in attitude and behavior (p-value 0.199) before giving health promotion. After giving health promotion there were differences in knowledge, attitude, and behavior (p- value 0.000) between the control and intervention groups. Health promotion has also been shown to increase respondents' knowledge, attitudes and behavior (p-value 0,000) in the intervention group before and after being given health promotion. Conclusion: Health promotion regarding antibiotics is effective in increasing the knowledge, attitudes, and behavior of non-health students at Jenderal Soedirman University. | |
| 27020 | 30371 | A1C016034 | Analisis Motivasi Konsumen Terhadap Masakan Padang Di Kota Tangerang Selatan Dengan Metode Means-End Chain | Masakan padang menjadi salah satu hasil budaya masyarakatan Minang. Masakan padang sudah tersebar luas di Indonesia, jadi mudah ditemukan dan terkenal di masyarakat. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok responden yang akan di bahas yaitu kelompok responden Padang dan non-Padang, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui motivasi (atribut, konsekuensi, nilai) baik dari konsumen suku Padang maupun suku non-Padang dalam mengkonsumsi masakan padang pada Restoran Masakan Padang di Tangerang Selatan dengan menggunakan metode Means-End Chain. Penelitian ini dilakukan di 4 Restoran dan Rumah Makan yang dikenal baik oleh konsumen atau memiliki rating serta komentar yang bagus di google maps. Penelitian ini dilakukan mulai pada bulan Februari samapai Maret 2020 . Penelitian ini menggunakan metode Means-End Chain (MEC). Adapun urutan pengolahan data didalamnya yaitu pengumpulan data hasil dari wawancara dengan teknik laddering, konten analisis, pembuatan HVM, interpretasi hasil HVM, kesimpulan. Pengambilan data atau sampel dilakukan dengan menggunakan metode probability sampling dengan teknik systematic random sampling, Hasil penelitian menunjukan bahwa responden 65% di dominasi oleh responden dewasa. Berdasarkan nilai A C V, pada kelompok Padang di dapatkan hasil bahwa atribut dengan nilai dominan ialah elemen “cocok sesuai dengan selera” (CI 0,1), konsekuensi dengan nilai dominan ialah “aktivitas sehari-hari” (CI 0,12), dan nilai dominan ialah “memenuhi kebutuhan keluarga” (CI 0,06). Pada kelompok non-Padang didapatkan atribut dominan ialah “rasa enak” (CI 0,7), konsekuensi dominan ialah “aktivitas sehari-hari” (CI 0,11), dan nilai dominan ialah “bahagia” (CI 0,07) | Padang cuisine is one of the traditional food from Minang ethnic groups. Padang cuisine spread widely in Indonesia, so its easy to find and famous in society. In this study, we examine two groups of respondents- Padang people and non-Padang people. The purpose of this sudy is to know motivation (attribute, consequence, value or ACV) of Padang and non-Padang consumers eating Padang cuisine at a restaurant in South Tangerang with Means-End Chain method. This study was conducted in four restaurants and “Rumah makan” that has good rating on google maps. The study conducted in February until March 2020. This study uses the method Means-End Chain (MEC). The data processing sequence includes data collection results from interviews with laddering technique, content analysis, HVM generation, interpretation of HVM results, and conclusions. Data or sample collection was carried out using probability sampling with systematic random sampling technique . The results showed that adult respondents dominated 65% of respondents. Based on the ACV value, the Padang group of consumers shows that the dominance attribute is "suitable for taste" (CI 0.1. Besides, the dominance consequences is "daily activities" (CI 0.12) and the dominance value is "meets the needs of the family" (CI 0.06). Also, the non-Padang group of consumers showed that important attribute is "good taste" (CI 0.7), and dominance consequence is "daily activities" (CI 0.11), the crucial value is "happiness" (CI 0, 07). |