Home
Login.
Artikelilmiahs
30367
Update
RISTA FEBIANA
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG PADA SISTEM GULUDAN HORIZONTAL DENGAN TEKNIK DRAINASE TERTENTU DAN VARIASI PEMUPUKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Purbalingga, merupakan salah satu sentra produksi hortikultura termasuk tanaman kentang dengan sistem konvensional dan guludan vertikal. Sehingga, jika terus menerus dilakukan akan menjadi kendala dalam menjaga kelestarian alam dan dapat menyebabkan waterlogging. Waterlogging sendiri dapat diantisipasi dengan adanya penggunaan teknik drainase. Oleh karna itu, diperlukan pengembangan sistem guludan horizontal yang dipadukan dengan teknik drainase tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui pertumbuhan tanaman kentang dengan menggunakan berbagai varian pupuk interval drainase 2 meter, 2) mengetahui hasil tanaman kentang yang terbaik pada guludan horizontal varian pupuk interval drainase 2 meter 3) mengetahui kombinasi varian pupuk interval drainase 2 meter yang terbaik. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu A) Pupuk kandang dan pupuk ponska dan urea, sebanyak 125 kg/ha, B) Pupuk kandang dan pupuk NSL dan nitrea, sebanyak 41,67 kg/ha, C) Pupuk kandang dan pupuk NSL dan nitrea, sebanyak 83,33 kg/ha, D) Pupuk kandang dan pupuk NSL dan nitrea, sebanyak 125 kg/ha. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Analysis of Variance dan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dengan rata-rata nilai, lebar daun, jumlah daun majemuk, dan jumlah anak daun adalah perlakuan A, sementara untuk variable LAI dengan rata-rata nilai tertinggi 1,21 pada 77 HST. Hasil tanaman kentang dengan jumlah total umbi dan bobot umbi terbanyak yaitu pada perlakuan B.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Purbalingga Regency, which is one of the centers for horticultural production, including potato plants with conventional systems and vertical mounds. So, if it continues to be a guardian of security in preserving nature and can cause stagnant water. . Water withdrawal itself can be anticipated by the use of drainage techniques. Therefore, it is necessary to develop a horizontal mound system combined with certain drainage techniques. The objectives of this study were as follows: 1) to determine the growth of potato plants using various variants of 2 meter drainage interval fertilizer, 2) to determine the best potato crop yields on horizontal mounds of 2 meter drainage interval fertilizer variants 3) to determine the combination of 2 meter drainage interval fertilizer variants best. This research was prepared based on a completely randomized design (RAL) consisting of 4 treatments, namely A) Manure and ponska and urea fertilizer, as much as 125 kg / ha, B) Manure and NSL and nitrea fertilizer, as much as 41.67 kg / ha , C) Manure and NSL fertilizer and nitrea as much as 83.33 kg / ha, D) Manure and NSL fertilizer and nitrea as much as 125 kg / ha. Data analysis in this study used Analysis of Variance and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%. The results showed that the plant height with the average value, leaf width, number of compound leaves, and number of leaflets was treatment A, while for the LAI variable the highest average value was 1.21 at 77 DAS. The yield of potato plants with the highest total number of tubers and tuber weight was treatment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save