Artikelilmiahs
Menampilkan 27.061-27.080 dari 50.201 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27061 | 30417 | J1C015010 | ANALISIS UNSUR NARATIF DAN NILAI MORAL KEMANUSIAAN DALAM FILM NINGEN SHIKKAKU (DAZAI TO SANNIN NO ONNATACHI) | Penelitian ini membahas unsur naratif dan nilai moral kemanusiaan dalam film Ningen Shikkaku (Dazai to Sannin no Onnatachi). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur naratif yang membangun film Ningen Shikkaku, serta mengungkapkan nilai moral kemanusiaan dalam film Ningen Shikkaku. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat 109 data yang ditemukan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur naratif dalam film Ningen Shikkaku terdiri dari elemen ruang dan waktu, permasalahan dan konflik, tujuan, tokoh dan penokohan, tema dan pola struktur naratif. Terdapat dua nilai moral kemanusiaan dalam film Ningen Shikkaku, yaitu nilai moral yang mengatur hubungan manusia dengan diri sendiri berwujud keberanian dan ketabahan, sedangkan wujud nilai moral yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial dalam film ini, adalah kebohongan dan kepercayaan. Poin ketiga pada teori nilai moral kemanusiaan, yaitu nilai moral kemanusiaan hubungan manusia dengan Tuhannya, tidak muncul karena tidak terdapat indikasi bahwa tokoh-tokoh dalam film percaya akan adanya tuhan. | This research discusses narrative elements and human moral values in Ningen Shikkaku (Dazai to Sannin no Onnatachi) movie. The purpose of this research are to describe the narrative elements that holds up the Ningen Shikkaku movie and to reveal the moral values of humanity in Ningen Shikkaku movie. The research method used is descriptive qualitative. The data collection technique uses the note-taking technique. Based on the analysis that has been done, there are 109 datas found in this study. The results from the analysis show that the narrative elements in Ningen Shikkaku film consist of elements of space and time, problems and conflicts, objectives, characters and characterizations, themes and patterns of narrative structure. There are two human moral values in Ningen Shikkaku, moral values that regulate human relations with oneself in the form of courage and fortitude, while the manifestation of moral values that govern human relationships with other humans in the social environment in this film are lies and beliefs. There are no further information and better explanation to human moral values theory that govern human relation with God in this movie. | |
| 27062 | 30419 | A1D016026 | UJI APLIKASI Pseudomonas fluorescens P60 YANG DIPERKAYA KITOSAN TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN (Rhizoctonia solani) PADA TANAMAN JAGUNG | Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan aplikasi P. fluorescens P60 yang diperkaya kitosan terhadap penyakit hawar pelepah daun pada tanaman jagung dan mengetahui pengaruh aplikasi P. fluorescens P60 yang diperkaya kitosan terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Desember 2019 sampai Agustus 2020. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas empat perlakuan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, P. fluorescens P60 yang diperkaya kitosan 1, 2, dan 3%. Variabel yang diamati adalah zona hambatan, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC, tinggi tanaman, bobot tanaman segar, dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan P. fluorescens P60 yang diperkaya kitosan 3% efektif dalam menghambat pertumbuhan R. solani dengan tingkat penghambatan 63,3%, menghasilkan enzim kitinase dan protease, serta dapat mengendalikan penyakit hawar pelepah jagung dengan menunda masa inkubasi 79,05%, menurunkan intensitas penyakit 50%, menurunkan laju infeksi 33,3%, dan menurunkan AUDPC 83,32%. P. fluorescens P60 yang diperkaya kitosan 3% efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan meningkatkan bobot tanaman segar 51,28% dan bobot akar segar 75,73% dibanding kontrol. | This research aims to test the effectiveness of kitosan-enriched P. fluorescens P60 application to leaf-melting hawar disease in corn crops and to determine the effect of chitin-enriched P. fluorescens P60 applications on corn crop growth. The research was conducted at the Laboratory of Crop Protection and Experimental farm, Faculty of Agriculture of General Sudirman University, from December 2019 to August 2020. The experimental design used in the study was a Complete Randomized Design and a Randomized Group Design consisting of four treatments. The treatment tried is control, P. fluorescens P60 enriched with chiosan 1, 2, and 3%. The variables observed were inhibition zone, incubation period, disease intensity, infection rate, AUDPC, plant height, fresh plant weight, and fresh root weight. The results showed P. fluorescens P60 enriched with chitosan 3% was effective in inhibiting the growth of R. solani with an inhibition rate of 63.3%, produced chitinase and protease enzymes, delayed the incubation period by 79.05%, and reduced the disease intensity by 50%, the infection rate by 33.3%, and AUDPC by 83.32%. P. fluorescens P60 enriched with chitosan 3% was effective in improving plant growth by increasing fresh plant weight by 51.28% and fresh root weight 75.73% compared to control. | |
| 27063 | 30420 | K1B016009 | Penggunaan Model Black-Scholes Untuk Menghitung Harga Premi Asuransi Pertanian Berbasis Indeks Curah Hujan | Artikel ini membahas mengenai penggunaan model Black-Scholes untuk menghitung harga premi asuransi pertanian berbasis indeks curah hujan. Model Black-Scholes merupakan salah satu model yang digunakan untuk menentukan harga opsi. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data curah hujan dan data produksi padi di Kabupaten Banjarnegara dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. Berdasarkan hasil dan pembahasan, data curah hujan caturwulanan yang berkorelasi kuat yaitu curah hujan caturwulan dua. Pada persentil ke-5, data curah hujan caturwulan dua sebesar 16,7 mm. Untuk curah hujan sebesar 16,7 mm dengan ukuran acuan curah hujan yang berbeda, diperoleh premi yang berbeda juga. Untuk ukuran acuan dengan data curah hujan terakhir (15,2 mm) premi yang diperoleh sebesar Rp 3.661.427 per hektar, sedangkan untuk ukuran acuan dengan data rata-rata curah hujan (36,86 mm) premi yang diperoleh sebesar Rp 198.493,12 per hektar. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa semakin tinggi nilai persentil maka nilai premi untuk kedua ukuran acuan semakin besar. | This article discusses the use of the Black-Scholes model to calculate the price of agricultural insurance premiums based on the rainfall index. The Black-Scholes model is one of the models used to determine the option price. The data used in this study are rainfall data and rice production data in Banjarnegara Regency from 2014 to 2018. Based on the results and discussion, the quarterly rainfall data which has a strong correlation is the second quarter rainfall. At the 5th percentile, the second quarter rainfall data is 16.7 mm. For a rainfall of 16.7 mm with different rainfall reference sizes, different premiums were obtained. For the reference size with the latest rainfall data (15.2 mm) the premium obtained is IDR 3,661,427 per hectare, while for the reference size with the average rainfall data (36.86 mm) the premium obtained is IDR 198,493.12 per hectare. From the calculation results obtained that the higher the percentile value, the greater the premium value for the two reference sizes. | |
| 27064 | 30422 | B1A016134 | Pengaruh Berbagai Antioksidan Alami Terhadap Diferensial Leukosit Mencit (Mus musculus) Betina Bunting yang Diinduksi dengan Air Rebusan Plastik | Plastik yang kerap digunakan sebagai pengemas makanan dan minuman baik dalam proses pengemasan sederhana maupun industri professional seperti HDPE, mengandung banyak senyawa kimia berbahaya seperti Bisphenol A (BPA) dan phthalate ester (PAE), yang diketahui memiliki berbagai dampak negatif jika sampai masuk ke dalam tubuh sebagai senyawa radikal bebas. Radikal bebas dapat meningkatkan reactive oxygen species (ROS) dan mempengaruhi sistem imun suatu organisme melalui leukosit. Keberadaan radikal bebas dalam tubuh dapat dinetralisir oleh senyawa antioksidan yang dapat ditemukan dan dikonsumsi dari buah-buahan maupun sayuran seperti wortel, jeruk, ubi ungu, dan tauge. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai antioksidan alami dalam menangkal radikal bebas pada tikus betina bunting dilihat dari diferensial leukosit dan mendapatkan antioksidan alami terbaik dalam menangkal radikal bebas pada tikus betina bunting dilihat dari diferensial leukosit. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pemberian suplementasi berbagai antioksidan alami selama 21 hari. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan dan 5 kali ulangan. Variabel bebas penelitian ini adalah penggunaan berbagai antioksidan alami, sedangkan variabel terikat berupa diferensial leukosit mencit betina bunting meliputi neutrofil, eosinofil, monosit, dan limfosit. Parameter yang diamati berupa jumlah deferensial leukosit. Analisis data dilakukan menggunakan sidik ragam (ANOVA) terhadap persentase diferensial leukosit dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian antioksidan alami dan induksi radikal bebas dari air rebusan plastik tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap keberadaan neutrofil dan eosinofil. Pemberian antioksidan alami dan induksi radikal bebas dari air rebusan plastik memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap keberadaan monosit dan limfosit, dengan pemberian antioksidan alami terbaik berupa sari wortel pada monosit, sementara pada limfosit tidak didapatkan jenis antioksidan alami yang memberikan perbedaan nyata terhadap keberadaan sel (P>0,05). Kesimpulan, antioksidan alami memberi pengaruh terhadap keberadaan sel-sel leukosit dalam upayanya menangkal radikal bebas selama masa kehamilan mencit dengan menekan penurunan jumlah leukosit dalam darah. Semua perlakuan antioksidan alami (sari wortel, sari jeruk, sari ubi ungu, dari tauge) memberikan pengaruh terhadap diferensial leukosit pada mencit betina bunting dalam menangkal radikal bebas. | Plastics, those are oftenly used as food and beverage packaging in both simple packaging processes and professional industries such as HDPE, contain many harmful chemical compounds such as Bisphenol A (BPA) and phthalate ester (PAE), which are known to have various negative effects if they’re succeeded to enter the body as free radical compounds. Free radicals can increase reactive oxygen species (ROS) and affect an organism's immune system through leukocytes. The presence of free radicals in the body can be neutralized by antioxidant compounds that can be found and consumed from fruits and vegetables such as carrot, orange, purple yam, and bean sprouts. This research was conducted to find out the influence of various natural antioxidants in warding off free radicals in bunting female mice and to know the best natural antioxidants in warding off free radicals in pregnant mice. The research was conducted experimentally by supplementing various natural antioxidants for 21 days. The study was conducted using complete randomized design (RAL), consisting of 6 treatments with 5 replays per each. The study's free variable is the use of a variety of natural antioxidants, while bonded variables is differential leukocytes of pregnant mice including neutrophils, eosinophils, monocytes, and lymphocytes. The observed parameters are the number of differential leukocytes. Data analysis was conducted using a variety fingerprint (ANOVA) against the differential percentage of leukocytes with an error rate of 5%. The results showed that the administration of natural antioxidants and the induction of free radicals had no real effect (P>0.05) on the presence of neutrophils and eosinophils. The administration of natural antioxidants and the induction of free radicals gives a real influence (P<0.05) on the presence of monocytes and lymphocytes, with the best natural antioxidant administration in the form of carrot juice on monocytes, while in lymphocytes there is no natural type of antioxidant that gives a noticeable difference to the presence of cells (P>0.05). In conclusion, natural antioxidants gives a noticeable effect on the presence of leukocytes cells in their efforts to ward off free radicals during the pregnancy by suppressing the decrease in the number of leukocytes in the blood. All natural antioxidant treatments (carrot juice, orange juice, purple yam juice, bean sprouts juice) affect leukocytes differential in pregnant mice in warding off free radicals. | |
| 27065 | 30836 | H1C015004 | Geologi dan Studi Fasies Gunungapi Daerah Gununglangit Dan Sekitarnya, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Geologi dan fasies gunungapi dari wilayah Gununglangit dan Sekitarnya, kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai dasar penelitian untuk kondisi geologi, geomorfologi, struktur geologi, dan fasies gunungapi serta dapat digunakan sebagai dasar untuk analisis lebih lanjut berupa potensi yang ada pada daerah penelitian baik potensi positif maupun potensi negatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengamatan dan identifikasi kondisi geologi di lapangan berupa pencatatan data litologi, data struktur, serta data geomorfologi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium dan studio berupa pengamatan sampel petrografi dalam mikroskop, analisis geomorfologi, analisis geodinamika struktur serta penentuan fasies gunungapi berdasarkan data geologi lapangan. Daerah penelitian diidentifikasi terbagi menjadi 3 satuan Geomorfologi berdasarkan pembagian BMB (2006), yaitu berupa Satuan Punggungan Aliran Lava Kaliombo, Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Gununglangit, dan Satuan Dataran Aluvial Kalibening. Hasil penelitian menunjukan adanya 3 satuan Geologi dilapangan berupa Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Lava Andesit, dan Satuan Endapan Aluvium. Berdasarsarkan analisis geodinamik struktur, terdapat sesar geser menganan pada daerah penelitian. Berdasarkan data geologi lapangan, dapat disimpulkan juga daerah penelitian masuk ke dalam Fasies Proksimal dalam sistem gunungapi. | This research aim for knowing Geological aspect and Volcano facies of Gununglangit region and surrounding, Kalibening sub-district, Banjarnegara regency, Central Java. The benefit from this research is could being the basic for geological condition, geomorphological condition, geological structure, volcano facies and also could using as basic for the continued analyisis for potencies that there’re in the researching area either for good potencies or negative potencies. The methods that using in this research are observation and identified geological condition such as recording litologies data, structures data, and also geomorphological data. Then continuing with labaratorium and studio analysis such as observing petrography sample in microscope, geomorphology analysis, geodinamyc structure analysis, and also determining the volcano facies using geological data. The research area identified by 3 Gemorphology units based on BMB (2006), those are Kaliombo Lava Ridge, Gununglangit Ridge Breccia and Kalibening Aluvial Plain. The result of research showing that 3 Geological units in the research area such as Breccia Vulcanic unit, Andesit Lava unit, and Aluvium Deposit unit. Based on geodinamyc structure analysis, there is a Right slip fault in the research area. Due to geological data, research area could concluded to Poximal Facies of Volcano Facies system. | |
| 27066 | 30425 | A1F016070 | APLIKASI BIOPRESERVATIF DARI BUBUK TANAMAN KECOMBRANG (Etlingera elatior) DENGAN METODE FOAM MAT DRYING TERHADAP PRODUK BAKSO SAPI | Penggunaan Kecombrang merupakan tanaman golongan Zingiberaceae yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan yang berkhasiat sebagai pengawet makanan. Kandungan senyawa yang terdapat pada kecombrang antara lain adalah alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik, dan triterpenoid. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bubuk serta kombinasi perlakuan terbaik antara jenis bagian tanaman kecombrang dan konsentrasi yang diberikan untuk menghasilkan hasil yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor dalam penelitian ini adalah jenis bagian tanaman kecombrang yaitu bunga dan batang dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 1%, 2% dan 3%. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Penentuan kombinasi perlakuan terbaik ditentukan dengan menggunakan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu jenis pengawet bunga dengan konsentrasi 2% (A1B2) yang memiliki karakteristik dengan nilai rata- rata kadar air sebesar 57,190%, kadar abu 0,88%, formol 1,4%, pH 7,0, total bakteri 1,23 log CFU/g, total kapang dan khamir 0,60 Log CFU/g, warna abu-abu keputihan (2,7), aroma beraroma daging dan kecombrang (3,6), tekstur agak kenyal (3,5), cita rasa berasa daging dan kecombrang (3,6), dan sedikit disukai oleh panelis (3,1). | Kecombrang is a plant of the Zingiberaceae group that has long been recognized and used by the community as a food ingredient that is nutritious as a food preservative. The compounds contained in kecombrang include alkaloids, flavonoids, glycosides, saponins, phenolics, and triterpenoids. This study was designed to determine the effect of the type and concentration of powder as well as the best treatment combination between the types of kecombrang plant parts and the concentration given to produce optimal results. This study used an experimental method with the experimental design used was a randomized block design (RBD). The factors in this study were the types of parts of the kecombrang plant, namely flowers and stems with the concentrations used were 1%, 2% and 3%. The data were analyzed using the ANOVA test and the DMRT level of 5% further test. Determination of the best treatment combination is determined using the effectiveness index test. The results showed that the best treatment combination was the type of flower preservative with a concentration of 2% (A1B2) which has characteristics with an average value of water content of 57.190%, ash content of 0.88%, formole 1.4%, pH 7.0, total bacteria 1.23 log CFU / g, total mold and yeast 0.60 Log CFU / g, whitish gray color (2.7), aroma of meat and kecombrang (3.6), slightly chewy texture (3, 5), has a taste of meat and kecombrang (3,6), and is slightly favored by the panelists (3,1). | |
| 27067 | 30423 | E1A016292 | PEMENUHAN HAK-HAK ANAK SEBAGAI KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN PADA PROSES PENYIDIKAN PADA PERKARA PUTUSAN NOMOR 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt | Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak merupakan suatu bentuk tindak pidana yang menyimpang dari norma kesusilaan yang ada di dalam masyarakat. Anak yang berkedudukan sebagai korban pencabulan sangat di rugikan karena selama ini hak-hak korban kurang mendapatkan perhatian.. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaiman pemenuhan hak-hak anak sebagai korban tindak pidana pencabulan pada proses penyidikan di dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt dan juga untuk mmengetahui kendala penyidik dalam pemenuhan hak-hak anak korban tindak pidana pencabulan pada proses penyidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pemenuhan hak-hak anak sebagai korban tindak pidana pencabulan pada proses penyidikan di dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt dan juga untuk mengetahui kendala penyidik dalam pemenuhan hak-hak anak korban tindak pidana pencabulan Pada Proses Penyidikan. Penelitian menggunakan metode yuridis Normatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, jurnal ilmiah dan situs internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pemenuhan hak-hak anak korban dalam tndak pidana pencabulan dalam proses penyidikan yang terkait dengan Putusan Nomor: 1/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pwt adalah penyidikan dengan suasana kekeluargaan, kerahasiaan identitas anak korban, pendampingan terhadap anak dalam membuat laporan, tidak menggunakan atribut kedinasan saat penyidikan, mendapat ruangan khusus, pemeriksaan korban di damping oleh orang tua, medapat bantuan pelayanan medis, melakukan konseling ke psikiater, mendapatkan informasi perkara. Adapun kendala yang di alami penyidik dalam pemenuhan hak anak korban yaitu edukasi tentang kesehatan reproduksi, nilai agama, dan kesusiaaan karena dapat dilakukan pemenuhan di dalam masyarakat. | The crime of child obscenity is a form of crime that deviates from the moral norms that exist in society. Children who are victims of sexual immorality are greatly disadvantaged because so far the rights of the victims have not been given attention. The problem discussed in this research is how to fulfill the rights of children as victims of sexual immorality in the investigation process in Decision Number 1 / Pid. Sus-Anak / 2019 / PN.Pwt and also to find out the investigator's mistake in fulfilling the rights of the criminal act of obscenity during the investigation process. This study aims to see how compliance with the rights as victims of criminal acts of obscenity in the investigation process in Decision Number 1 / Pid.Sus-Anak / 2019 / PN.Pwt and also to supervise investigators in fulfilling the rights of children who are victims of sexual immorality. In the Investigation Process. This research uses the normative juridical method with a descriptive approach. Sources of research data using secondary data in the form of regulations, literature books, scientific journals and internet sites. The results of the study show that the form of fulfilling the rights of the victim's child in obscenity and fornication in the investigation process related to Decision Number: 1 / Pid.Sus-Anak / 2019 / PN.Pwt is an investigation with a family atmosphere, confidentiality of the identity of the victim's child, assistance to Children in making reports, do not use official attributes during an investigation, receive a special room, parents have dimmed the victim's examination, receive medical assistance, conduct counseling to psychiatrists, get case information The completeness experienced by investigators in fulfilling the rights of child victims is education about association health, religious values, and morals because it can be fulfilled in the community. | |
| 27068 | 30430 | D1A015087 | SUBTITUSI KONSENTRAT DENGAN TEPUNG KEONG SAWAH (Pila ampullacea) TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM NIAGA PETELUR | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung keong sawah terhadap konversi pakan dan produksi telur. Penelitian telah dilaksanakan secara in vivo Penelitian dilaksakanakan di Kandang ayam desa Pengadegan, kecamatan Pengadegan, Purbalingga. Ayam yang digunakan untuk penelitian adalah ayam niaga petelur betina dengan umur 20 minggu dan berjumlah 80 ekor. Pakan yang diberikan adalah subtitusi konsentrat dengan tepung keong sawah yang di tambahkan ke dalam ransum basal. Kandang yang digunakan adalah kandang baterai bertingkat dengan bahan bambu dan kayu yang berjumlah 3 tingkat dengan masing-masing tingkat terdiri dari 4 petak. Ukuran panjang x lebar x tinggi satu petak kandang adalah 70 cm x 45 cm x 40 cm. Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini yaitu kandang baterai, timbangan pakan 2 kg dengan kepekaan 1 g, timbangan kapasitas dengan kepekaan 0,1 g: alat semprot, baki plastik, ember pakan, alat kebersihan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental In vivo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan yang diuji, R0 = Konsentrat 35% + Jagung 50% + Dedak 15%; R1 = Konsentrat 30% + Jagung 50% + Dedak 15% + 5% Tepung keong; R2 = Konsentrat 20% + Jagung 50% + Dedak 15% + 15% Tepung keong dan R3 = Konsentrat 15% + Jagung 50% + Dedak 15% + 20% tepung keong. Uji lanjut yang digunakan adalah BNJ. Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu konversi pakan dan produksi telur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan Konversi pakan per perlakuan berturut - turut adalah R0 = 1.35 ± 0.10; R1 = 1.34 ± 0.09; R2 = 1.36 ± 0.15; R3 = 1.42 ± 0.14. Rata – rata Produksi Telur setiap perlakuan berturut-turut R0 = 59.412 ± 5.155 %; R1= 58.436 ± 5.717%; R2 = 58.900 ± 6.302%; dan R3= 55.626 ± 5.017%. Hasil penelitian adalah subtitusi tepung Keong sawah (Pila ampulacea) berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap Konversi pakan dan produksi telur. Kesimpulan penelitian bahwa penggunaan tepung keong sebagai pakan ayam petelur dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan konsentrat. Level terbaik dalam penggunaan tepung keong sebesar 15% . | This research was conducted to determine the effect of the substitution of rice conch flour on feed conversion and egg production. The research was conducted in vivo. Research was carried out in the chicken coop in Pengadegan village, Pengadegan sub-district, Purbalingga. Chickens used for the study were female commercial laying hens with a 20 week age of 80 tails. The feed given is a concentrate substitution with rice conch flour which is added to the basal ration. The cage used is a battery cage with bamboo and wood materials, which are 3 levels with each level consisting of 4 plots. The length x width x height of one cage is 70 cm x 45 cm x 40 cm. The equipment used for this research were baterry cages, 2 kg feed scale with 1 g sensitivity, capacity scale with 0.1 g sensitivity: spray device, plastic tray, feed bucket, cleaning tools. The research method used was experimental In vivo using a completely randomized design (CRD). There were four treatments tested, R0 = 35% concentrate + 50% corn + 15% bran; R1 = 30% concentrate + 50% corn + 15% bran + 5% conch flour; R2 = 20% concentrate + 50% corn + 15% bran + 15% conch flour and R3 = 15% concentrate + 50% corn + 15% bran + 20% snail flour. The follow-up test used was BNJ. The variables measured in this study were feed conversion and egg production. Data were analyzed using analysis of variance. The mean of feed conversion per treatment was R0 = 1.35 ± 0.10; R1 = 1.34 ± 0.09; R2 = 1.36 ± 0.15; R3 = 1.42 ± 0.14. The average egg production for each treatment was R0 = 59,412 ± 5,155%; R1 = 58,436 ± 5,717%; R2 = 58,900 ± 6.302%; and R3 = 55,626 ± 5.017%. The results showed that rice conch flour substitution (Pila ampullacea) had no significant effect (P <0.05) on feed conversion and egg production. The conclusion of this research is that the use of snail flour as feed for laying hens can be used to reduce the use of concentrate. The best level for using snail flour is 15%. | |
| 27069 | 30427 | J1D016009 | CAMPUR KODE PADA NOVEL TAPAK JEJAK KARYA FIERSA BESARI KAJIAN: SOSIOLINGUISTIK DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP KELAS VIII | Campur kode adalah penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke dalam bahasa lain dengan menyisipkan kode tertentu ke dalam satu tuturan. Terjadinya suatu proses campur kode dipengaruhi beberapa faktor sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud campur kode pada novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari, (2) faktor penyebab campur kode pada novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari, (3) relevansi hasil penelitian dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang diperoleh dari penggalan percakapan novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari. Data diperoleh dengan metode simak dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 data wujud campur kode yang berupa kata 14 data, frasa 6 data, klausa 1 data, idiom 1 data, dan baster 3 data. Faktor penyebab terjadinya capur kode pada novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari adalah karena faktor penyebab campur kode lebih populer, faktor keterbatasan kode, faktor pembicara dan pribadi pembicara, faktor mitra bicara, faktor fungsi, dan tujuan, serta faktor segi penutur. Hasil penelitian mengenai wujud campur kode pada novel Tapak Jejak dapat direlevansikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas VIII materi teks ulasan. | Code mixing is the use of language units from one language into another by pasting certain codes into one speech. The occurrence of a code mixing process is influenced by several social factors. This study aims to describe (1) the form of code mixing in novel Tapak Jejak by Fiersa Besari, (2) the factors causing code mixing in novel Tapak Jejak by Fiersa Besari, (3) the relevance of research results in Indonesian language learning. The data in this study are qualitative data obtained from conversations from the novel Tapak Jejak by Fiersa Besari. The data were obtained by observing methods and note-taking techniques. The data were analyzed using the pragmatic matching method and the determining element sorting technique. The results showed that there were 24 data forms mixed code in the form of 14 data words, 6 data phrases, 1 data clause, 1 data idiom, and 3 data bits. The factors causing code streak in the novel Tapak Jejak by Fiersa Besari are due to factors that cause code mixing to be more popular, code limitation factors, speaker and speaker factors, speech partner factors, function and purpose factors, and speaker aspect factors. The results of research regarding the form of code mixing in the novel Tapak Jejak can be relevant in Indonesian language learning in Junior High School class VIII regarding the text review. | |
| 27070 | 30192 | C1B015106 | PENGARUH PEMULIHAN LAYANAN TERHADAP WORD OF MOUTH DAN LOYALITAS KONSUMEN (Studi pada Konsumen Yo Tours dan Travel Tasikmalaya) | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemulihan layanan terhadap word of mouth dan loyalitas konsumen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah menggunakan jasa Yo Tours and Travel di Tasikmalaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 responden. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Pemulihan layanan berpengaruh positif terhadap word of mouth, (2) Pemulihan layanan berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen, (3) Word of mouth berpengaruh positif berpengaruh terhadap loyalitas konsumen, (4) Pemulihan layanan terhadap loyalitas konsumen dengan mediasi word of mouth. Kata kunci: Pemulihan layanan, Word Of Mouth, dan Loyalitas Konsumen | Abstract This study aims to analyze the effect of service recovery on word of mouth and consumer loyalty. The population used in this study are consumers who have used the services of Yo Tours and Travel in Tasikmalaya. The number of samples in this study were 106 respondents. The sample selection method in this study using purposive sampling method. Based on the results of data processed using SPSS, it shows that: (1) Service recovery has a positive effect on word of mouth, (2) Service recovery has a positive effect on consumer loyalty, (3) Word of mouth has a positive effect on consumer loyalty, (4) ) Service recovery towards consumer loyalty with word of mouth as mediation. Keywords: Service recovery, Word Of Mouth, and Consumer Loyalty | |
| 27071 | 30428 | A1D016168 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MINT (Mentha piperita L.) TERHADAP VARIASI KONSENTRASI AB-MIX PADA SISTEM HIDROPONIK WICK | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kosentrasi nutrisi AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mint dengan hidroponik secara wick dan mengetahui kosentrasi terbaik untuk mendapatkan produksi tertinggi tanaman mint. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial yang terdiri dari enam perlakuan konsentrasi AB Mix, yaitu: K1 = 750 ppm (EC 1,5), K2 = 1000 ppm (EC 2,0), K3 = 1.250 ppm (EC 2,5), K4 = 1.500 ppm (EC 3,0), K5 = 1.750 ppm (EC 3,5), K6 = 2.000 ppm (EC 4,0) dengan 4 ulangan. Variabel penelitian yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, panjang akar, dan luas daun. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan di uji lanjut menggunakan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi AB-Mix berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil mint, dengan pola respon bersifat kuadratik. Pertumbuhan dan hasil tertinggi dicapai pada konsentrasi 1500 ppm. | This research aims to find out the effect of variations of the AB mix concentrate on the growth and yield of mint plant with hydroponic wick system and to know the best AB-mix concentration to get the highest production of mint plants. The experimental design used was a non-factorial RAK (Randomized Group Design) consisting of six AB Mix concentration treatments, namely: K1 = 750 ppm (EC 1.5), K2 = 1000 ppm (EC 2.0), K3 = 1,250 ppm (EC 2.5), K4 = 1,500 ppm (EC 3.0), K5 = 1,750 ppm (EC 3.5), K6 = 2,000 ppm (EC 4.0) with 4 replications. The observed variables were plant height, number of leaves, biomass fresh weight, biomass dry weight, fresh roots weight, dry roots weight, length of roots, and leaf area. Data was analized using the F test at a 5% error level and continued with BNT test when significant. The results showed that the concentration of AB-Mix affected the growth and yield of mint, with a kuadratic response pattern. The highest growth and yield is achieved at concentration AAB-mix 1500 ppm. | |
| 27072 | 30411 | F1A016071 | Waria dan Pesantren (Studi Tentang Persepsi Diri dan Makna Religiusitas Waria di Pesantren Al-Fatah, Jagalan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta) | Tulisan ini ditunjukkan untuk mengungkap dan mendeskripsikan persepsi waria yang nyantri di Pesantren Waria Al-Fatah tentang dirinya dan makna religiusitas atau keberagamaanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data interaktif atau on going analysis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel diambil secara purposif (purposive sampling). Terdapat delapan informan dalam penelitian ini yang terdiri atas empat santri waria, satu waria pimpinan pesantren, dua pengajar pesantren dan satu warga masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi diri waria di Pesantren Al-Fatah meyakini bahwa menjadi waria merupakan pemberian Tuhan, bukan sesuatu yang sengaja dilakukan. Mereka percaya bahwa mereka adalah salah satu ciptaan Tuhan yang unik karena terlahir dengan jiwa perempuan akan tetapi memiliki fisik seperti laki-laki. Bagi mereka mengakui hidup sebagai waria merupakan kejujuran atas jati diri mereka, Bagi waria di Pesantren Al-Fatah memaknai agama merupakan sebuah pegangan hidup karena ajaran agama mengajarkan tentang kebaikan, mengingatkan manusia untuk selalu berbuat baik kepada sesama ciptaan Tuhan. Bagi pesantren apapun pilihan busana waria dalam beribadah merupakan hak individu yang terpenting waria mendapatkan tempat yang aman untuk beribadah. Kata kunci: persepsi diri, religiusitas, waria | This paper is shown to reveal and describe the perceptions of transgender women in Al-Fatah Islamic Boarding School about themselves and the meaning of their religiosity or religion. This study uses qualitative methods with interactive data analysis techniques or on-going analysis. The data collection technique was done by means of interviews, observation and documentation. The sample was taken by purposive (purposive sampling). There were eight informants in this study consisting of four waria santri, one waria who led the pesantren, two pesantren teachers and one community member. The results of this study indicate that the self-perception of transgender women in Al-Fatah Islamic Boarding School believes that being a transgender is a gift from God, not something that is done intentionally. They believe that they are one of God's unique creations because they are born with a female soul but have a physical appearance like that of a man. For them, admitting that life as a transvestite is honesty about their identity, For transgender women in Al-Fatah Islamic Boarding School, interpreting religion is a way of life because religious teachings teach about goodness, reminding humans to always do good to fellow God's creations. For pesantren, any choice of clothing for transgender women in worship is an individual right. The most important thing is that transgender women get a safe place to worship. Key words: self-perception, religiosity, transgender This paper is shown to reveal and describe the perceptions of transgender women in Al-Fatah Islamic Boarding School about themselves and the meaning of their religiosity or religion. This study uses qualitative methods with interactive data analysis techniques or on-going analysis. The data collection technique was done by means of interviews, observation and documentation. The sample was taken by purposive (purposive sampling). There were eight informants in this study consisting of four waria santri, one waria who led the pesantren, two pesantren teachers and one community member. The results of this study indicate that the self-perception of transgender women in Al-Fatah Islamic Boarding School believes that being a transgender is a gift from God, not something that is done intentionally. They believe that they are one of God's unique creations because they are born with a female soul but have a physical appearance like that of a man. For them, admitting that life as a transvestite is honesty about their identity, For transgender women in Al-Fatah Islamic Boarding School, interpreting religion is a way of life because religious teachings teach about goodness, reminding humans to always do good to fellow God's creations. For pesantren, any choice of clothing for transgender women in worship is an individual right. The most important thing is that transgender women get a safe place to worship. Key words: self-perception, religiosity, transgender | |
| 27073 | 30435 | C1G015033 | THE EFFICIENCY OF ROOF TILES INDUSTRY IN PANCASAN VILLAGE, AJIBARANG SUB-DISTRICT, BANYUMAS REGENCY | EFISIENSI INDUSTRI GENTENG DESA PANCASAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS | THE EFFICIENCY OF ROOF TILES INDUSTRY IN PANCASAN VILLAGE, AJIBARANG SUB-DISTRICT, BANYUMAS REGENCY | |
| 27074 | 30403 | H1B014044 | Aplikasi Model Persamaan Simultan Data Panel Dinamis untuk Pemodelan Persamaan Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pertumbuhan Manusia di Jawa Tengah | Penelitian ini membahas penerapan persamaan simultan data panel dinamis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia di Jawa Tengah pada tahun 2010 sampai 2018 dengan menggunakan metode Generalized Method of Moment (GMM) Arellano-Bond. Hasil dari penelitian ini adalah model persamaan PDRB dan model persamaan IPM. Pada persamaan PDRB, variabel-variabel yang signifikan berpengaruh adalah variabel IPM dan pengeluaran pemerintah daerah sedangkan, pada model persamaan IPM variabel-variabel yang signifikan berpengaruh adalah variabel PDRB dan lama bersekolah. | This research discussed the application of dynamic panel data simultaneous equation in indetifying factors that influence the economic growth and the human development index in Central Java from 2010 to 2018 using the Generalized Method of Moment (GMM) Arellano-Bond. The results of this research are in the form of the GRDP equation model and the HDI equation model. In the GRDP equation model, the variables that have significant influential are HDI and local government expenditures while in the HDI equation model, the variables that have significant influential are GRDP and length of schooling. | |
| 27075 | 30431 | D1A016127 | PENGARUH TIPE PERSILANGAN ITIK TEGAL DAN MAGELANG TERHADAP FERTILITAS, KEMATIAN EMBRIO DAN DAYA TETAS | Persilangan adalah kegiatan perkawinan antar individu atau kelompok berbeda genetik dengan tujuan mendapatkan genetik yang unggul dari tetuanya. Penelitian pengaruh tipe persilangan antara itik Tegal dan Magelang maupun sebaliknya bertujuan untuk mengkaji pengaruh tipe persilangan itik Tegal dan itik Magelang, ditinjau dari fertilitas, kematian embrio, dan daya tetas. Materi yang digunakan untuk penelitian ini adalah 80 ekor itik dengan rincian : 10 ekor itik Tegal jantan, 10 ekor itik Magelang jantan, 30 ekor itik Tegal betina dan 30 ekor itik Magelang betina. Umur itik enam bulan. Satu kandang perlakuan terdiri dari 5 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 1 ekor jantan dan 3 ekor betina. Ulangan dilakukan sebanyak 6 kali dengan melakukan penetasan. Penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan yaitu: persilangan itik jantan Magelang dengan itik betina Magelang (P1), persilangan itik jantan Magelang dengan itik betina Tegal (P2), persilangan itik jantan Tegal dengan itik betina Magelang (P3), dan persilangan itik jantan Tegal dengan itik betina Tegal (P4). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata dan simpang baku P1 sampai P4 untuk variabel fertilitas berturut-turut adalah : 44,26±8,98%; 71,73±15,67%; 40,91±13,46%; 75,87±9,16%; sedangkan kematian embrio berturut-turut adalah : 41,15±23,20%; 29,98±19,91%; 24,31±5,93%; 38,92±22,13%, dan daya tetas berturut-turut adalah : 54,20±26,19%; 70,09±19,91%; 75,69±5,92%; 61,08±22,13%. Tipe persilangan itik Tegal dan Magelang maupun sebaliknya berpengaruh terhadap fertilitas telur itik, namun tidak mempengaruhi daya tetas dan total kematian embrio selama penetasan. Disimpulkan bahwa tipe persilangan P3 (persilangan itik jantan Tegal dengan itik betina Magelang) dan P2 (persilangan itik jantan Magelang dengan itik betina Tegal) menunjukkan performa terbaik dibandingkan dengan dua tipe persilangan lainnya. | Crossbreeding is the activity of marriage between individuals or groups of different genetically with the aim of getting superior genetics from their parents. Research on the influence of types of crossing between Tegal and Magelang ducks or reciprocal aims to examine the influence of types of crossing of Tegal ducks and Magelang ducks, in terms of fertility, embryo mortality, and hatchability. The material used for this study were 80 ducks with details: 10 male Tegal ducks, 10 male Magelang ducks, 30 female Tegal ducks and 30 female Magelang ducks. Duckling is six months old. One treatment enclosure consists of 5 experimental units. One unit of the experiment consisted of 1 male and 3 female. Repetition is done 6 times by hatching. Experimental research using completely randomized design (CRD) with four kinds of treatments, namely: crossing of Magelang male ducks with Magelang female ducks (P1), Magelang male ducks with Tegal female ducks (P2), Tegal male ducks with Magelang female ducks (P3), and crossing Tegal male ducks with Tegal female ducks (P4). The result mean and standard deviations of P1 through P4 for successive fertility variables are: 44.26±8.98%; 71.73±15.67%; 40.91±13.46%; 75.87±9.16%; whereas consecutive embryonic deaths were: 41.15±23.20%; 29.98±19.91%; 24.31±5.93%; 38.92±22.13,. and hatchability respectively: 54.20±26.19%; 70.09±19.91%; 75.69±5.92%; 61.08±22.13%. Type of Tegal and Magelang duck crossing and reciprocal have a significant effect on fertility and does not significantly affect embryo mortality and hatchability.Conclusion, the P3 crossing type (Tegal male ducks crossing with Magelang female ducks) and P2 (Magelang male ducks crossing with Tegal female ducks) showing best performance, compared to the other two crossing types. | |
| 27076 | 30437 | J0A017054 | PELAYANAN INFORMASI BERBAHASA INGGRIS DI TOURIST INFORMATION CENTRE MALIOBORO | - | - | |
| 27077 | 30449 | F1A016054 | PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PELAYANAN UNTUK KALANGAN MUDA GEREJA BETHEL INDONESIA HALELUYA PURWOKERTO | Kemajuan teknologi informasi khusus media sosial saat ini sudah merambat hampir semua bidang kehidupan manusia dan salah satunya lembaga agama yang bertugas untuk kontrol masyarakat, saat ini berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan media sosial sebagai sarana pelayanan untuk kalangan muda Gereja Bethel Indonesia Haleluya Purwokerto beserta efek komunikasi yang ada yaitu efek kognitif, efek afektif, dan efek behavior. Metode dalam penelitian menggunakan kualitatif. Hasil penelitian meliputi adanya efek–efek komunikasi yang terjadi pada setiap kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh kalangan muda (synergy) di Gereja Bethel Indonesia Haleluya Purwokerto. Efek komunikasi ditinjau dari tugas penting gereja yaitu koinonia, marturia dan diakonia. Pada konten koinonia (bersekutu) umat memiliki pengetahuan konten (kognitif), kemudian didukung dengan ketertarikan kepada hal yang menyenangkan (afektif), maka akan mempengaruhi kehadiran umat (behavior). Pada konten marturia (bersaksi), umat memiliki pengetahuan mengenai ajaran (kognitif), sehingga memunculkan persepsi ajaran tersebut (afektif), dan umat melakukan ajaran tersebut (behavior). Pada konten diakonia (pelayanan) seperti bakti sosial atau kelompok berbagi, umat mengetahui informasi kegiatan yang dilakukan oleh synergy (kogntif), lalu berdasarkan situasi tekanan yang dialami, maka umat membuat keputusan untuk ikut atau tidak (afektif), kemudian membuat keputusan untuk terlibat merupakan efek behavior. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya efek komunikasi yang berbeda pada setiap umat bergantung pada setiap konten yang menjadi sebuah respon dari umat terkhususnya yang berlandaskan tugas penting gereja. | The progress of information technology specifically for social media has now spread to almost all areas of human life and one of them is a religious institution that is tasked with community control, currently running hand in hand with existing technological developments. The purpose of this study is to describe how the use of social media as a means of service for young people of the Bethel Indonesia Church in Haleluya Purwokerto along with the existing communication effects, namely cognitive effects, affective effects, and behavior effects. The method in research using qualitative. The results of the study include the existence of communication effects that occur in every service activity carried out by young people (synergy) at the Bethel Indonesia Church in Haleluya Purwokerto. The effect of communication is viewed from the important duties of the church, namely koinonia, marturia and diaconia. In Koinonia (allied) content, people have content knowledge (cognitive), then supported by an interest in fun things (affective), it will affect the presence of the people (behavior). In marturia content (testifying), people have knowledge of the teachings (cognitive), so that it raises the perception of the teaching (affective), and people carry out these teachings (behavior). In the content of diaconia (services) such as social service or sharing groups, people know the information on activities carried out by synergy (cognitive), then based on the pressure situation experienced, the people make a decision to participate or not (affective), then make a decision to be involved behavior effects. The conclusion in this study is that there is a different communication effect on each congregation depending on each content which becomes a response from the people, especially those based on the important task of the church. | |
| 27078 | 30432 | J1C015003 | Budaya Populer Visual Kei : Analisis Antropologi Budaya | Penelitian ini berjudul Budaya Populer Visual Kei : Analisis Antropologi Budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur kebudayaan dan bagaimana proses akulturasi budaya Jepang dan Indonesia dalam budaya populer visual kei di Purwokerto, berdasarkan teori akulturasi Koentjaraningrat. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Data penelitian berupa jawaban dari responden terhadap tujuh buah pertanyaan mengenai unsur budaya visual kei di Purwokerto. Responden pada penelitian ini yaitu individu yang menerapkan gaya visual kei dengan jumlah total sebanyak empat orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat responden memiliki pendapat tersendiri dari unsur budaya visual kei yang ditonjolkan yang ada di Purwokerto seperti Harajuku, Gothic, Kabuki dan Bishounen dari masing-masing gaya yang disebutkan responden terdapat percampuran budaya Jepang dan Indonesia yaitu penyesuai gaya atau gaya yang beradaptasi dengan budaya yang terdapat di daerah Purwokerto. | This research is entitled Popular Culture of Visual Kei: Analysis of Cultural Anthropology. The purpose of this study was to determine the elements of culture and how the process of acculturation of Japanese and Indonesian culture in visual kei popular culture in Purwokerto, based on the Koentjaraningrat acculturation theory. This research is a qualitative descriptive with data collection techniques using interview techniques. The research data is in the form of answers from respondents to seven questions about the elements of visual kei culture in Purwokerto. Respondents in this study were individuals who applied the visual kei style with a total of four people. The results showed that the four respondents had their own opinions on the elements of visual kei culture that were highlighted in Purwokerto such as Harajuku, Gothic, Kabuki and Bishounen. | |
| 27079 | 30448 | F1D013016 | POLITIK IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT DI KAMPUNG SRI RAHAYU KABUPATEN BANYUMAS | Penelitan ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan politik implementasi Kebijakan Perda No. 16 Tahun 2015 tentang Penanggulan Penyakit Masyarakat di Kota Purwokerto khususnya di Kampung Sri Rahayu. Peneliti memfokuskan penelitian ini di kawasan Kampung Sri Rahayu karena kawasan ini merupakan pemukiman kumuh yang di dalamnya berisikan gelandangan, pengemis, pekerja seks komersial, waria dan anak terlantar. Dengan dikeluarkannya peraturan daerah tersebut akan berimbas kepada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Kampung Sri Rahayu. Usaha pemerintah tidak cukup sampai dibuatnya peraturan daerah, namun juga harus disertai dengan tindakan konkrit untuk mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat di Kampung Sri Rahayu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan validitas data dengan trianggulasi sumber. Sedangkan metode analisis data adalah dengan menggunakan model analisis interaktif yang memuat tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu pertama, menjelaskan bagaimana politik implementasi kebijakan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2015 di Kampung Sri Rahayu. Adanya perbedaan kepentingan-kepentingan yang semuanya ingin terpenuhi menyebabkan adanya konflik kepentingan dalam implementasi Perda tentang penanggulangan penyakit masyarakat di Kabupaten Banyumas. Kedua, penelitian ini juga menjelaskan adanya faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengimplementasian kebijakan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2015 di Kampung Sri Rahayu. | This study is entitled "The Politics of Implementation of Regional Regulations in Banyumas Regency Number 16 of 2015 concerning Community Disease Management in Sri Rahayu Village, Banyumas Regency". This research intends to understand and describe the politics of implementing of Regional Regulations Number 16 of 2015 concerning Community Disease Management in the City of Purwokerto especially in Sri Rahayu Village. Researchers focused this research in the Sri Rahayu Village area because this area is a slum area which contains homeless people, beggars, commercial sex workers, transgender women and abandoned children. The issuance of this regional regulation will have an impact on the social and economic life of the people of Sri Rahayu Village. The government's efforts are not sufficient until the regional regulation is made, but must also be accompanied by concrete actions for the welfare and empowerment of the community in Sri Rahayu Village. This study uses qualitative research methods with a case study approach. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observations, and documentation. The technique of checking data validity with source triangulation. While the method of data analysis is to use an interactive analysis model that contains three components, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing. The results of this study are, first, to explain how the politics of implementing the Regional Regulation No. 16 of 2015 in Kampung Sri Rahayu. The existence of different interests which all want to be fulfilled causes a conflict of interest in the implementation of the Perda on community disease management in Banyumas Regency. Second, this study also explains the existence of supporting and inhibiting factors in the implementation of the Regional Regulation No. 16 of 2015 policy in Kampung Sri Rahayu | |
| 27080 | 30433 | F1D015002 | Perilaku Memilih The Jak Mania dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta Tahun 2017 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan perilaku memilih The Jak Mania dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2017. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perilaku memilih The Jak Mania bermula dari pengetahuan, pemahaman, dan perhatian terhadap masalah-masalah politik yang terjadi di masyarakat. Dan menjadi pembuat keputusan terpenting dan bertarung dalam kepentingan-kepentingan politik demi terwujudnya Negara yang demokrasi dan masyarakat sejahtera. Tingkat kepercayaan The Jak Mania terhadap kandidat mempengaruhi pilihan mereka. Bagaimana hubungan emosional pemilih terhadap kandidat, bagaimana hubungan kedekatan pemilih terhadap kandidat yang akan mempengaruhi pilihan mereka. Perilaku pemilih the Jak Mania di DKI Jakarta pada pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta dipengaruhi oleh faktor psikologis | This research-based paper aims at knowing, understanding, and describing the selecting behavior of The Jak Mania in the Regional Head Election (Pilkada) DKI Jakarta 2017. By using a qualitative method and case study approach in the framework of the structuralist perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that The Jak Mania voter behavior initially starts from the knowledge, understanding, attention of voters on political problems that occur in society. And become the most important decision makers and fight in political interests for the realization of a democratic country and a prosperous society. The Jak Mania's level of trust in candidates influences their choices. How is the emotional relationship between the voter and the candidate, how is the closeness of the voter to the candidate that will influence their choice. The Jak Mania voter behavior in DKI Jakarta in the election of the Regional Head of DKI Jakarta is influenced by psychological factors. |