Artikelilmiahs

Menampilkan 26.281-26.300 dari 50.231 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2628129633C2A018009Pengaruh PDRB Sektoral, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Pertumbuhan Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Pulau JawaTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh struktur sektoral PDRB, kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Pulau Jawa, menganalisis variabel paling berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka di Pulau Jawa, serta menganalisis pengaruh dari struktur sektoral PDRB terhadap tingkat pengangguran terbuka sebagaimana teori Colin Clark. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis data adalah data sekunder runtun waktu tahun 2009 sampai tahun 2018 dan data silang enam provinsi di Pulau Jawa yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa: (1) dengan arah hubungan negatif PDRB sektor primer dan PDRB sektor sekunder berpengaruh tidak signifikan, sedangkan PDRB sektor tersier berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, (2) dengan arah hubungan negatif lulusan SD dan lulusan Sarjana berpengaruh signifikan namun lulusan Diploma berpengaruh tidak signifikan, sementara dengan arah hubungan positif persentase penduduk laki-laki yang mempunyai keluhan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, (3) dengan arah hubungan positif pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, (4) lulusan SD menjadi variabel bebas yang paling dominan pengaruhnya terhadap tingkat pengangguran terbuka, (5) pengaruh dari struktur sektoral PDRB terhadap tingkat pengangguran terbuka di Pulau Jawa sejalan dengan teori Colin Clark.The purpose of this study was to analyze the effect of the sectoral structure of GRDP, the quality of human resources, and population growth on the rate of open unemployment in Java Island, to analyze the most influential variables on the rate of open unemployment in Java Island, and to analyze the effect of the sectoral structure of the GRDP on the rate of open unemployment as the theory of Colin Clark. This study uses a quantitative method with the type of data is time series secondary data from 2009 to 2018 and cross data from six provinces in Java Island, which include DKI Jakarta, West Java, Central Java, DI Yogyakarta, East Java, and Banten. The data analysis technique used is panel data regression analysis, while the t-test was used for hypothesis testing. Based on the results of analysis, it was found that: (1) with the direction of the negative relation GRDP of the primary sector and GRDP of the secondary sector had insignificant effect, while the GRDP of the tertiary sector had a significant effect on the rate of open unemployment, (2) with the direction of the negative relation between elementary school graduates and bachelor graduates had a significant effect but diploma graduates have an insignificant effect, while with the direction of the positive relation the percentage of the male population who have health complaints had a significant effect on the rate of open unemployment, (3) with the direction of the positive relation population growth has a significant effect on the rate of open unemployment, (4) elementary graduates become an independent variable the most dominant influence on the rate of open unemployment, (5) the effect of the sectoral structure of GRDP on the rate of open unemployment in Java Island is in line with Colin Clark’s theory.
2628229778G2A018001KORELASI KADAR HEPSIDIN DAN FERITIN DENGAN KADAR INSULIN DAN HBA1C SEBAGAI PETANDA BIOKIMIA KERUSAKAN PANKREAS PADA PENDERITA TALASEMIA BETALatar Belakang: Kondisi iron overload pada penderita talasemia beta dapat memicu kerusakan di berbagai organ, termasuk pankreas. Kerusakan pada pankreas menyebabkan kegagalan dan penurunan sekresi insulin yang berkontribusi terhadap terjadinya gangguan metabolisme glukosa hingga diabetes mellitus pada penderita talasemia beta.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kadar hepsidin dan feritin sebagai marker iron overload dengan kadar insulin dan HbA1c sebagai marker kerusakan pankreas pada penderita talasemia beta.
Metode: Penelitian dengan desain cross sectional dilakukan dengan subjek 35 penderita talasemia β. Data hepsidin, insulin dan HbA1c diukur menggunakan metode ELISA. Data Feritin didapatkan melalui data penelitian sebelumnya. Analisis Bivariat menggunakan uji pearson.
Hasil: Terdapat 97,1% subjek memiliki kadar hepsidin rendah, sedangkan data feritin dalam kategori tinggi. Data menunjukkan bahwa 88,6% subjek memiliki kadar insulin yang rendah. Sebagian besar subjek (85,7%) juga memiliki kadar HbA1c yang rendah. Hasil uji pearson diperoleh nilai p = 0,001 yang menunjukkan hubungan signifikan antara hepsidin dengan insulin (r=0,771) dan HbA1c (r=0,849). Namun kadar feritin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan insulin (p = 0,785; r = 0,057) dan HbA1c (p = 0,420; r = 0,169).
Kesimpulan: Semakin rendah kadar hepsidin maka semakin rendah kadar insulin dan HbA1c. Kadar feritin tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kadar insulin dan HbA1c.


Background: Iron overload in β-thalassemia patients can lead to damage in various organs, including the pancreas. The damage of the pancreas causing the failure and reduce insulin secretion, contributing to impaired glucose metabolism to diabetes mellitus in patients with β-thalassemia.
Objective: This study aims to analyze the correlation between hepcidin and ferritin levels as markers of iron overload with insulin levels and HbA1c as markers of pancreatic damage in patients with β thalassemia.
Methods: A cross-sectional study was conducted by subjects of 35 thalassemia β patients. Hepcidin, insulin, and HbA1c data were measured using the ELISA method. Ferritin data obtained through patient medical records. Bivariate analysis is using the Pearson test.
Results: There were 97.1% of subjects had low hepcidin levels, whereas the ferritin data were in the high category. The data showed that 88.6% of subjects had low insulin levels. Most of the subjects (85.7%) were in the low category of HbA1c levels. Pearson test had a p-value = 0.001 which it indicates a significant relationship between hepcidin and insulin (r=0.771) and HbA1c (r=0.849). However, the ferritin levels showed no significant relationship with insulin (p=0.785 ; r=0.057) and HbA1c (p=0.420 ; r=0.169).
Conclusions: The lower hepcidin level, the lower the insulin and HbA1c levels. Ferritin levels do not have a significant relationship with insulin and HbA1c levels.
2628329888A1D016045PENGARUH PUPUK SILIKA ALAMI DAN STRES KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA TANAH INCEPTISOLTujuan penelitian ini adalah mendapatkan dosis pupuk silika alami terbaik dan kondisi stres kadar air tanah yang mampu mempertahankan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dan mengetahui interaksi dosis pupuk silika alami dan kondisi stres kadar air terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada tanah inceptisol. Penelitian ini dilakukan pada Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Desember 2019 hingga April 2020, Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor yaitu dosis pupuk silika 0;5;10 dan 15 g/tanaman dan stres kadar air tanah yaitu 100%, 90%, 80% dan 70%. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kandungan klorofil, jumlah bunga, umur berbunga, jumlah buah, volume buah, bobot buah, bobot tanaman basah, dan bobot tanaman kering. Hasil penelitian pemberian pupuk silika 15 g/tanaman memberikan volume buah terbaik 23,76 m³, pemberian pupuk silika 5 g/tanaman memberikan bobot tanaman basah terbaik 269,16 g/tanaman dan bobot tanaman kering terbaik 49,67 g/tanaman. Stres air tanah 100% menurunkan tinggi tanaman, tinggi tanaman terbaik 97,20 cm², jumlah buah terbaik yaitu 20 buah, bobot tanaman basah terbaik 287,29 g/tanaman, bobot tanaman kering terbaik 54,05 g/tanaman dan meningkatkan umur bunga, terbaik yaitu 40 hari setelah semai. Stres air tanah 90% menurunkan volume buah, volume buah terbaik 23,78 m³ dan bobot buah terbaik 24,05 g/tanaman. Stres air tanah 80% meningkatkan kandungan klorofil, kandungan klorofil terbaik 49,71 unit. Interaksi dosis pupuk silika alami 10 g/tanaman dengan kadar air tanah 100% memberikan tinggi tanaman terbaik 102,16 cm² ,jumlah buah terbaik 22 buah, interaksi dosis pupuk silika alami 15 g/tanaman dengan kadar air 90% memberikan bobot tanaman basah terbaik 319,16 g/tanaman, dan interaksi dosis pupuk silika alami 5 g/tanaman dengan kadar air 100% memberikan bobot tanaman kering terbaik 65,49 g/tanaman. The purpose of this research was to obtain the best dose of natural silica fertilizer to obtain soil moisture content stress conditions that were able to maintain growth and production of tomato plants and to determine the interaction of natural silica fertilizer doses and moisture content stress conditions on the growth and production of tomato plants on inceptisol soil. This research was conducted at the Screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from December 2019 to April 2020, the experimental design used was a two-factor randomized block design, namely the dosage of silica fertilizer 0; 5; 10 and 15 g / plant and the stress of soil moisture content of 100. %, 90%, 80% and 70%. The observation variables included plant height, number of leaves, chlorophyll content, number of flowers, flowering age, number of fruits, fruit volume, fruit weight, wet plant weight, and dry plant weight. The results of this study were that the application of 15 g / plant silica fertilizer gave the best fruit volume 23.76 m³, 5 g / plant silica fertilizer gave the best wet plant weight of 269.16 g / plant and the best dry plant weight was 49.67 g / plant. 100% groundwater stress reduced plant height, the best plant height was 97.20 cm², the best number of fruit was 20, the best wet plant weight was 287.29 g / plant, the best dry plant weight was 54.05 g / plant and increased flower age, the best is 40 days after sowing. 90% groundwater stress reduced fruit volume, the best fruit volume was 23.78 m³ and the best fruit weight was 24.05 g / plant. Groundwater stress 80% increased chlorophyll content, the best chlorophyll content was 49.71 units. The interaction of doses of natural silica fertilizer of 10 g / plant with 100% soil water content gave the best plant height of 102.16 cm², the best number of fruit was 22, the interaction of doses of natural silica fertilizer of 15 g / plant with 90% moisture content gave the best wet plant weight 319 , 16 g / plant, and interaction of dose of natural silica fertilizer 5 g / plant with 100% moisture content gave the best dry plant weight of 65.49 g / plant.
2628429635I1E015034
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS
EDUCATIONAL CARDS UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR FORMULA ONE PADA SISWA KELAS V SDN KALISARI

ABSTRAK

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS EDUCATIONAL CARDS DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FORMULA ONE PADA SISWA KELAS V SDN KALISARI
Dini Asih Oktalistanti, Moh. Nanang Himawan Kusuma, Didik Rilastyo Budi

Latar Belakang: Kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik masih rendah sehingga dapat berdampak pada tingkat cidera olahraga pada anak. Olahraga yang terlalu berat dan tidak sesuai akan menimbulkan kesalahan gerakan yang menimbulkan cidera. Bentuk latihan untuk anak dan remaja sangat direkomendasikan untuk tidak bersifat spesifik dan tidak terpisah-pisah, melainkan dengan menggunakan sirkuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil modifikasi metode pembelajaran Formula One menggunakan Educational Cards pada siswa kelas V SDN Kalisari.

Metodelogi: Penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kolaborasi dan partisipasi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kalisari yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observsi, tes pengetahuan dan ketrampilan. Uji data normalitas dan hipotesis menggunakan uji beda t-test.

Hasil penelitian: Hasil Uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah di lakukan tindakan modifikasi pembelajaran formula one dengan educational cards. Tingkat perbedaan berdasarkan ketuntasan pengetahuan pra siklus (5%), siklus 1 (25%) dan siklus 2 (90%). Sedangkan berdasarkan ketuntasan ketrampilan pra siklus (30%), siklus 1 (55%) dan siklus 2 (75%).

Kata kunci: Formula One, Educational Cards, Ketuntasan Belajar Siswa.

Abstract
The Implementation of Learning Method Using Educational Card to Improve the Students’ Learning Outcomes at Formula One
in Grade Five Students of SDN Kalisari.
Dini Asih Oktalistanti, Moh. Nanang Himawan Kusuma, Didik Rilastyo Budi

Background : The awareness of the importance of physical activity was still low. Therefore, it could be have an impact on the level of injures for children. Sport that were too hard and not in accordance with them would make movement errors and cause injury. Kind of excercise for children and teengers was highly recomended not to be specific and not fragmented, but rather by using circuit. This research aimed to know the result of modification of formula one learning method using Educational card in grade five students of SDN Kalisari.
Methodology : This research was classroom action research. This research used collaborative and participant approach. The subjects of the research were grade five students of SDN Kalisari. The class has 20 students. Technique data collection used observation, knowledge and skill test. normality and hypotetis test used T-test.
The result of research: Based on the research result, there were differentiation before and after did learning modification action of formula one using educational card. The level of difference based on knowledge mastery were pre cyclus (5%), cycle 1 ( 25%) and cycle 2 (90%). While, based on skills mastery were pre cycle (30%), cycle 1 (55%) and cycle 2 (75%).
Keywords : Formula One, Educational Card, Students’ Learning Mastery.
2628529639J1A016002Analysis of Directive Speech Act Used In Frozen Movie (2013)ABSTRAK
Nurhasanah, Ima. 2020. Analysis of Directive Speech Act Used In Frozen Movie (2013). Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Nadia Gitya Yulianita, S.S., M.Li, Penguji: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M. Hum., Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.
Penelitian yang berjudul Analysis of Directive Speech Act Used In Frozen Movie (2013) ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe directive speech acts yang di ucapkan oleh karakter Elsa dan King juga menganalisis ciri-cirinya dengan menggunakan Illocutionary Force Indicating Devices (IFID’s) pada film Frozen (2013). Dengan menggunakan teori tipe-tipe directive speech acts dari John R. Searle and Daniel Vanderveken (1985), studi ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan oleh studi ini didapatkan dari ujaran Elsa dan King ketika melakukan percakapan dengan karakter lain di film Frozen (2013). Hasil pada studi ini menunjukan bahwa ada 12 dari 24 tipe-tipe directive speech acts yang dihasilkan oleh Elsa dan King, yaitu: kata yang terdampak oleh asumsi yang dihasilkan oleh anak-anak, yaitu; tipe Request sebanyak 6 kali (18,20%), tipe Tell sebanyak 4 kali (12,12%), tipe Urge sebanyak 3 kali (9,09%), tipe Prohibit sebanyak 1 kali (3,03%), tipe Order sebanyak 8 kali (24,24%), tipe Command 2 kali (6,06%), tipe Recommend sebanyak 1 kali (3,03%), tipe Forbid sebanyak 3 times (9,09%), tipe Beg sebanyak 2 kali (6,06%), tipe Warn sebanyak 1 kali (3,03%), tipe Permit sebanyak 1 kali (3,03%), dan untuk tipe Ask sebanyak 1 kali (3,03%). Tipe-tipe tersebut dibagi berdasarkan ciri-ciri directive speech acts dalam IFID’s. Ciri-ciri tersebut dibagi menjadi 4, yaitu: Performative Verb, Word Order, Stress dan Intonation, juga Quality Voice. Temuan pada penelitian ini menunjukan bahwa directive speech acts lebih mudah ditemukan pada ujaran yang diucapkan seseorang yang mempunyai kekuatan dan otoritas lebih seperti raja, presiden, dan lain sebagainya.
ABSTRACT
Nurhasanah, Ima. 2020. Analysis of Directive Speech Act Used In Frozen Movie (2013). Thesis. Supervisor 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Nadia Gitya Yulianita, S.S., M.Li, External Examiner: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M. Hum., Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto.
The research entitled Analysis of Directive Speech Act Used In Frozen Movie (2013) is aimed to analyze the type of directive speech acts produced by Elsa and King also the characteristics by using Illocutionary Force Indicating Devices (IFID’s) In Frozen Movie (2013). By applying Type of Directive Speech Acts from John R. Searle and Daniel Vanderveken (1985), this research belongs to qualitative research. Meanwhile, the data of this research were Elsa and King’s utterance when they do the conversation with other characters in Frozen Movie (2013). The result shows that there are 12 from 24 types found in the movie produced by Elsa and King, which are 6 times (18,20%) Request type of directive speech acts, 4 times (12,12%) Tell type of directive speech acts, 3 times (9,09%) Urge type of directive speech acts, once (3,03%) Prohibit type of directive speech acts, 8 times (24,24%) Order type of directive speech acts, 2 times (6,06%) Command type of directive speech acts, once (3,03%) Recommend type of directive speech acts, 3 times (9,09%) Forbid type of directive speech acts, 2 times (6,06%) Beg type of directive speech acts, once (3,03%) Warn type of directive speech acts, once (3,03%) Permit type of directive speech act, and once (3,03%) Ask type of directive speech acts. Those types were classified based on the characteristics of directive speech acts in IFID’s. There are four kinds of IFID’s, those are; Performative Verb, Word Order, Stress and Intonation, also Quality Voice. The finding leads to a conclusion that directive speech act is easily found in the utterances that produced by person who has power and authority like king, president, etc.
2628629640I1B016042PENGARUH APLIKASI “TEKNIK MENYUSUI” TERHADAP PENGETAHUAN TEKNIK MENYUSUI PADA IBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA IIPENGARUH APLIKASI “TEKNIK MENYUSUI” TERHADAP PENGETAHUAN TEKNIK MENYUSUI PADA IBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II
Linda Nurul Hadiati1, Mekar Dwi Anggraeni2, Aprilia Kartikasari3

Latar Belakang: Teknik menyusui yang benar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif. Namun, tidak semua ibu melahirkan memiliki pengetahuan yang baik terkait teknik menyusui yang benar. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui salah satunya dengan media aplikasi android.
Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi “Teknik Menyusui” terhadap pengetahuan teknik menyusui pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara II
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan randomized with control group pretest and posttest design. Teknik sampling menggunakan quota sampling, total sampel sebanyak 38 responden yaitu 19 kelompok intervensi dan 19 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil: Rata-rata umur responden 27,18 tahun. Mayoritas responden berpendidikan SMA/SMK (71,1%). Mayoritas responden tidak bekerja (81,6%). Mayoritas responden adalah multipara (60,5%). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Aplikasi “Teknik Menyusui” yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05).
Kesimpulan: Aplikasi “Teknik Menyusui” efektif untuk meningkatkan pengetahuan teknik menyusui pada ibu menyusui.
Kata kunci: Aplikasi “Teknik Menyusui”, ibu menyusui, teknik menyusui.




1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2&3Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
THE INFLUENCE OF " TEKNIK MENYUSUI "APPLICATION REGARDING KNOWLEDGE OF BREASTFEEDING TECHNIQUES
ON NURSING MOTHERS OF 0-6 MONTHS BABY
IN THE WORKING AREAS OF HEALTH CENTER
II NORTH PURWOKERTO
Linda Nurul Hadiati1, Mekar Dwi Anggraeni2, Aprilia Kartikasari3

Background: The correct breastfeeding technique is one of the factors that can affect exclusive breastfeeding. However, not all women giving birth have good knowledge regarding the correct breastfeeding technique. Efforts that can be made are providing health education about breastfeeding techniques, one of which is the Android media application.
Objective: To find out the influence of "Teknik Menyusui" application regarding the knowledge of breastfeeding techniques in nursing mothers of 0-6 months baby in the Work Area of Health Center II, North Purwokerto.
Method: This study used research design Quasi experiment along with randomized with control group pretest and posttest design. The sampling technique used simple random sampling, a total sample of 38 respondents namely 19 intervention groups and 19 control groups. Data analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney Tests.
Hasil: The averaga age of respondent is 27,18 years. The majority of respondents' education was in SMA / SMK group (71.1%). The majority of respondents' jobs are unemployed (81.6%). The majority of respondents' parity is multipara (60.5%). The results showed that there were significant differences in knowledge scores before and after being given a "Teknik Menyusui" application with a total value of p=0,000 (p<0.05).
Conclusion: The "Teknik Menyusui" application is effective for increasing knowledge of breastfeeding techniques in nursing mothers.
Keywords: "Teknik Menyusui" Application, nursing mothers, breastfeeding techniques.





1Student of Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2&3Departement of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2628729641I1I018004PERUBAHAN KADAR LOW- DENSITY LIPOPROTEIN
DAN LINGKAR PINGGANG PADA WANITA OBESITAS
YANG DIBERI YOGURT SUSU KACANG HIJAU
Latar Belakang: Kejadian obesitas meningkat terutama pada wanita dari tahun ke tahun, dan diduga berhubungan erat dengan terjadinya penyakit degeneratif. Penderita obesitas memiliki risiko kadar LDL lebih tinggi dan lingkar pinggang yang lebih besar. Yogurt susu kacang hijau dilaporkan kaya kandungan antioksidan fenolik, serat, dan protein memiliki efek menguntungkan untuk menurunkan LDL dan lingkar pinggang penderita obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar LDL dan lingkar pinggang wanita obesitas yang mendapat yogurt susu kacang hijau.
Metode: Jenis penelitian true experimental dengan rancangan pre-post control group design. Responden di awal penelitian berjumlah 20 wanita obesitas dengan IMT ≥ 27 kg/m2, dan lingkar pinggang >80 cm, menjadi 12 responden diakhir penelitian karena pandemi Covid-19. Kelompok perlakuan (n=5) diberi yogurt susu kacang hijau sebanyak 200 ml/hari dan kelompok kontrol (n=7) mendapat yogurt susu skim (plasebo) 200 ml/hari. Intervensi dilakukan selama 1 bulan. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Perbedaan Analisis statistik menggunakan uji paired sample t-test, independent t-test dan Mann-Whitney test.

Hasil Penelitian: Kadar LDL turun signifikan (29,8%) pada kelompok perlakuan (p= 0,004), dari 128,26 mg/dl menjadi 90,08 mg/dl. Penurunan kadar LDL pada kelompok kontrol 6,3% tidak signifikan (p=0,371). Terdapat perbedaan rerata perubahan LDL dari baseline ke endline yang bermakna (p=0,000) antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol berdasarkan hasil uji independent t-test. Lingkar pinggang turun tidak signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi sebesar 3,33% kelompok perlakuan (p= 0,357), dan 1,75% kelompok kontrol (p=0,364). Tidak terdapat perbedaan rerata perubahan lingkar pinggang (p=0,498) antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol setelah uji independent t-test.

Kesimpulan: Pemberian yogurt susu kacang hijau 200 ml/hari berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL secara bermakna pada wanita obesitas.

Kata kunci: LDL, Lingkar Pinggang, Wanita Obesitas, Yogurt Susu Kacang Hijau.
Background: Obesity rates are increasing especially in women, and are thought to be closely related to the occurrence of degenerative diseases. Obese people have a risk of higher LDL levels and a greater waist circumference. Mung bean milk yogurt is reported rich in phenolic antioxidants, fiber, and protein to have a beneficial effect on lowering LDL and waist circumference in obese people. This study aims to determine changes in LDL levels and waist circumference of obese women who get mung bean milk yogurt.

Methodology: This study was a true experimental with pre-post control group design which conducted on 20 obese women with BMI ≥ 27 kg / m2, and waist circumference> 80 cm, divided randomly into 2 groups. After a month, the number of subjects became 12 due to the Covid-19 pandemic. The treatment group (n = 5) was given 200 ml of mung bean milk yogurt/day and the control group (n = 7) received 200 ml/day skim milk yogurt (placebo). The intervention periods was 4 weeks. Normality test using Shapiro Wilk. Different test before and after intervention used paired sample t-test, the different test between groups used independent t-test and Mann Whitney test.

Results: LDL levels decreased significantly (29.8%) in the treatment group (p = 0.004), from 128.26 mg / dl to 90.08 mg / dl. The decrease (6.3%) not significant in the control group (p = 0.371). There was a significant difference in the mean change in LDL from baseline to end line (p = 0.000) between the treatment group and the control group based on the results of the independent t-test. Waist circumference decreased in both groups after intervention (3.33% treatment group, and 1.75% control group) but not significant in both groups (treatment p = 0.357, control p = 0.364). There was no difference in the mean change in waist circumference (p = 0.924) between the treatment group and the control group after the independent t-test.

Conclusion: Mung bean milk yogurt 200 ml/day affects reducing LDL levels significantly in obese women.

Keywords: Obese Women, Mung Bean Milk Yogurt, LDL, Waist Circumference.
2628829642I1B016067Pengaruh Mendengarkan Murottal Irama Bayati dan Jiharkah Terhadap Tekanan Darah Penderita HipertensiLatar Belakang: Hipertensi yang dibiarkan tanpa diberikan pengobatan akan menimbulkan komplikasi. Terapi murottal telah banyak digunakan diberbagai penyakit salah satunya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh mendengarkan murottal irama bayati dan jiharkah terhadap tekanan darah penderita hipertensi
Metodologi: Rancangan penelitian Quasi Experiment dengan pre and post test control two group design. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Jumlah responden 24 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengukuran tekanan darah dilakukan tiga kali, yaitu satu kali dilakukan sebelum mendengarkan murottal dan dua kali dilakukan setelah mendengarkan murottal. Paired t-test digunakan untuk melihat perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah diperdengarkan murottal dengan irama bayati dan jiharkah dan independent t-test untuk mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah antara kedua kelompok.
Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi nilai p value tekanan darah sistol pada kelompok irama bayati p=0,014 dan kelompok irama jiharkah p=0,005, akan tetapi pada tekanan darah diastol kedua kelompok didapatkan p>0,05. Pengukuran tekanan darah kedua dalam selang waktu 10 menit setelah intervensi diperoleh hanya kelompok irama jiharkah saja yang mengalami penurunan tekanan darah sistol dengan nilai p=0,000.
Kesimpulan: Terapi murottal irama bayati dan jiharkah hanya berpengaruh menurunkan tekanan darah sistol pada penderita hipertensi dan hanya irama jiharkah yang mampu menurunkan tekanan darah sistol pada pengukuran tekanan darah kedua setelah 10 menit diperdengarkan murottal.
Background: Untreated hypertention will cause complications. Murottal therapy has been used in various diseases, one of which is hypertension. This study aims to determine the difference in the effect of listening to murottal rhythm of bayati and jiharkah on patient’s blood pressure with hypertension.
Method: Quasi Experiment research design with pre and post test control two group design. Sampling with simple random sampling method. The number of respondents was 24 people who were divided into two groups, namely the experimental group and the control group. Measurements of blood pressure were carried out three times, once before listening to the murottal and twice after listening to the murottal. Paired t-test was used to see differences in blood pressure before and after being played murottal with bayati and jiharkah’s rhythm and independent t-test to determine the difference in reduction of blood pressure between the two groups.
Results: There was a difference in blood pressure before and after the intervention, the p value of systolic blood pressure in the bayati’s rhythm group was p=0,014 and the jiharkah’s rhythm group was p=0,005, but the diastolic blood pressure of the two groups was p>0.05. The second blood pressure measurement at an interval of 10 minutes after the intervention showed that only the jiharkah’s rhythm group experienced a reduction in systolic blood pressure with a value of p = 0,000.
Conclusion: Bayati and jiharkah’s rhythm of murottal therapy only has an effect on systolic blood pressure reduction in patients with hypertension and only jiharkah’s rhythm can reduce systolic blood pressure on the second blood pressure measurement after 10 minutes of playing murottal.
2628929654H1C015025GEOLOGI DAN ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PADA PEMBUATAN JALUR KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG KM 96+500-KM 97 KECAMATAN CIKALONG WETAN KABUPATEN BANDUNG BARAT, JAWA BARATSebagai Negara yang masih terus membangun Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak kajian teknis yang perlu dilakukan terhadap pelaksanaannya. Salah satu yang perlu dikaji dalam bidang geoteknik nilai daya dukung tanah subgrade. Penelitian meliputi keteknikan tanah dan aspek geologi di daerah Mandalasari, Cikalong Wetan, Bandung Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah subgrade yang dipersyaratkan. Hal tersebut menuntut penulis mengkaji keadaan geologi dan sifat tanah dasar di sekitar pembangunan jalur rel cepat tersebut berada di koordinat 761620mE - 772680mE dan 9255096mS - 9246796mS.
Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan analisis dari sifat keteknikan tanah yang meliputi Kadar air tanah, Berat jenis tanah, Batas Atterberg, dan Direct shear kemudian untuk mendapatkan nilai daya dukung tanahnya menggunakan metode Terzaghi. Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada daerah tersebut litologi yang mendominasi adalah breksi vulkanik dan perselingan batupasir-batulempung. Proses pengendapan berlangsung berkisar dari kala Miosen Atas menuju plistosen dan diikuti proses-proses geologi higga saat ini yang membentuk morfologi seperti sekarang yang berupa satuan Punggungan sinklin ciawi, dan satuan Punggungan aliran Piroklastik Mandalasari. Dengan analisis menggunakan teori Terzaghi (1943) didapatkan kapasitas dukung tanah pada lokasi pembangunan kereta cepat jakarta-Bandung KM 96 + 500 –KM 97 pada masing – masing Bore hole 1 (72,53 kN/m2) dan (156,756 kN/m2) ; Bore Hole 2 (373,33 kN/m2) dan (140,692 kN/m2) , Bore Hole 3 371,288 kN/m2 dan 208,922 kN/m2 ; Bore Hole 4 203,9434 kN/m2 dan 659,957 kN/m Dari karakteristik geologi tersebut dapat dikorelasikan dengan analisis kapasitas dukung tanah terhadap pembuatan jalur cepat Jakarta-Bandung KM96+500 -KM97 di daerah Cikalong wetan.
As a country that continues to develop the Government of Indonesia continues to develop infrastructure, one of which is the construction of the Jakarta-Bandung high-speed rail line. Many technical studies need to be carried out on the implementation. One that needs to be studied in the field of geotechnics is the carrying capacity of subgrade soils. The research included soil engineering and geological aspects in Mandalasari village, Cikalong Wetan, West Bandung. This research was conducted to obtain the required carrying capacity of the subgrade land. This requires the author to examine the geological conditions and the nature of the subgrade around the construction of the fast track is at coordinates 761620mE - 772680mE and 9255096mS - 9246796mS.
The method used is to analyze the nature of soil engineering which includes soil density, Atterberg Limit, and Direct Shear then to get the carrying capacity of the soil using the Terzaghi method. The results of this study found that in the area the predominant lithology was volcanic breccia and interlocking sandstone. The process of deposition took place ranging from the Upper Miocene to the plistocene and was followed by the current geological processes that formed the morphology of the present form of the ciawi syncline ridge unit, and the Mandalasari volcano foot unit. With analysis using the theory of Terzaghi (1943), the carrying capacity of the land at the Jakarta-Bandung fast train construction site KM 96 + 500 -KM 97 on each Bore hole 1 (72.53 kN / m2) and (156,756 kN / m2); Bore Hole 2 (373.33 kN / m2) and (140,692 kN / m2), Bore Hole 3 371,288 kN / m2 and 208,922 kN / m2; Bore Hole 4 203,9434 kN / m2 and 659,957 kN / m. From these geological characteristics, it can be correlated with an analysis of the carrying capacity of the land to the Jakarta-Bandung KM 96 + 500 -KM 97 fast lane in the Cikalong wetan area.
2629029643F1B016120EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) (Studi Kasus di SD Al Irsyad Al Islamiyah 01 Purwokerto dan SDN 1 Tanjung)Pendidikan inklusi di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu pelayanan pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) wajib diikuti oleh semua siswa termasuk ABK. Banyak siswa usia sekolah yang berkatagori ABK namun belum menerima pelayanan khusus sesuai kebutuhannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi program Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi ABK di SD Al Irsyad Al Islamiyah 01 Purwokerto dan SDN 1 Tanjung.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan USBN ini di SD Al Irsyad Al Islamiyah 01 Purwokerto dan SDN 1 Tanjung diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi faktor pendukung. Faktor pendukung diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan Sekolah Dasar sehingga dapat memberikan pelayanan ujian untuk ABK secara maksimal. Kekurangan SDM dari Guru Pembimbing Khusus (GPK) untuk mendampingi ABK, sosialisasi yang dilakukan Dinas Pendidikan masih kurang, dan waktu pengerjaan ujian masih disamakan dengan anak reguler lainnya merupakan faktor penghambat dalam USBN.
The inclusive education in Banyumas District is one of the education services for special needs children. The National Standard School Exam must be followed by all students including special needs childern. There are many special needs children but have not received special service according to their needs. The purpose of this research is to describe and explain the factors that support and inhibit the implementation of the National Standard School Exam Program for special needs children in SD AL Irsyad Al Islamiyah 01 Purwokerto and SDN 1 Tanjung.
The result of this research showed that the implementation of National Standard School Exam in SD Al Irysad AL Islamiyah 01 Purwokerto and SDN 1 Tanjung, there were factors that influence the supporting factors. The supporting factor was from Departement of Education in Banyumas Regency and elementary school for provide examination for special needs childern. The lack of human resources from special assitant to accompany special needs children, the lack of socialization from Departement of Education, and the time test was too short like reguler children.
2629129517I1A015051FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MINUMAN ES DI SEKOLAH DASAR WILAYAH PURWOKERTO TIMURLatar Belakang: Siklamat merupakan pemanis buatan yang masih diperbolehkan penggunaannya dalam minuman dengan batas maksimal 3 gr/l. Berdasarkan BPOM sebanyak 245 dari 627 sampel minuman es mengandung siklamat yang melebihi batas maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan siklamat pada minuman es di sekolah dasar wilayah Purwokerto Timur.
Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan uji hipotesis tunggal yang berjumlah 35 pedagang.
Hasil: Terdapat 20 sampel minuman es (57.1%) mengandung siklamat yang tidak sesuai syarat. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara sikap (p= 0.000) dan peran sesama pedagang minuman es (p= 0.002) dengan penggunaan siklamat pada minuman es di sekolah dasar wilayah Purwokerto Timur. Ada hubungan antara sikap dan peran sesama pedagang minuman es dengan penggunaan siklamat pada minuman es serta tidak ada hubungan antara pengetahuan, aksesibilitas, ketersediaan siklamat dan peran tenaga kesehatan dengan penggunaan siklamat pada minuman es.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukannya minuman es yang mengandung siklamat yang tidak sesuai syarat. 24 pedagang (68.6%) berpendidikan tingkat dasar dan 23 pedagang (65.7%) berjenis kelamin laki-laki.
Background: Cyclamate is an artificial sweetener that is still permitted its use in ice drinks with a maximum limit of 3 gr /l. Based on The Indonesian Food and Drug Authority, 245 of 627 ice drink samples using cyclamate which exceeded the maximum limit. This study aims to determine factors related to the use of cyclamate on ice drinks at elementary schools of Eastern Purwokerto area.
Methods: Quantitative research using observational analysis method and cross sectional approach. The samples of this study was 35 merchants which taken with purposive sampling method.
Results: There were 20 ice drink samples (57.1%) still contained cyclamate which exceeded the maximum limit. The results of bivariate analysis showed that there were significant relationship between attitude (p= 0.000) and role of merchants (p= 0.002) with use of cyclamate on ice drinks at elementary schools of Eastern Purwokerto area. There were significant relationship between attitude and role of merchants with use of cyclamate and there were no significant relationship between knowledge, accessibility, availability, role of merchants, and role of health workers with usage of cylamate on ice drinks.
Conclusion: Ice drinks still contained cyclamate which exceeded the maximum limit. 24 merchants (68.6%) are primary school graduates and 23 (65.7%) of them are males.
2629229644J1A015039Analysis of Translation Strategies on Humor in Kevin Hart’s Stand-up Comedy from What Now? MoviePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe humor dan strategi penerjemahan yang berfokus pada penerjemahan subtitle di dalam film KEVIN HART: WHAT NOW. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tipe dari humor oleh Raphaelson-West (1989) dan teori strategi penerjemahan oleh Tomaszkiewicz (1993). Dengan menggunakan metode kualitatif sebagai rancangan penelitian, penelitian ini didasarkan pada dua research question yang bertujuan; 1) menemukan tipe humor yang terdapat di dalam film, 2) menemukan bagamiana cara penerapan strategi penerjemahan melalui sebuah humor. Menurut hasil penelitian, ditemukan 31 ungkapan kelucuan. 31 ungkapan lucu ini terdiri dari 4 (13%) linguistic humor, 10 (32%) cultural humor, 17 (55%) universal humor. Humor yang paling dominan dalam film ini adalah universal humor yang ditunjukkan dengan membawa isu lingkungan sosial seperti; rasisme, hubungan dalam berpasangan, masalah rumah tangga dan kehidupan pribadi. Sementara itu, linguistics humor adalah yang paling sedikit. Ini dikarenakan Kevin hanya bermain dengan humor ringan daripada permainan kata dan idiom dalam istilah linguistik. Karakter utama dalam film ini juga menyampaikan kritik dan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi sosial saat itu dengan humor. Strategi subtitling yang berlaku dalam menerjemahkan ucapan humor terdiri dari 5 strategi; 7 (23%) omission, 13 (42%) literal, 6 (19%) borrowing, 4 (13%) equivalence, and 1 (3%) generalization. Setelah melakukan pengamatan terhadap penggunaan strategi, literal strategy merupakan strategi paling dominan dalam film KEVIN HART: WHAT NOW ini. Secara khusus, literal strategy adalah strategi penerjemahan yang paling sering diterapkan bersaman dengan universal humor. Hal ini karena Kevin membawakan materi humor menggunakan kata-kata umum, sehingga mudah dimengerti oleh audiens/pemirsa dalam skala besar. Sebaliknya, strategi yang paling sedikit diterapkan adalah generalization strategy. Dikarenakan hanya ada satu humor yang mengandung kata tidak familiar yang butuh penyesuaian kata dalam istilah budaya di bahasa target. Singkatnya, penggunaan strategi penerjemahan dalam subtitle diperlukan bersamaan dengan tipe humornya, dengan maksud untuk membuat humor dapat tersampaikan dengan baik.This research aims to analyze types of humor and translation strategies that focused on subtitle translation in KEVIN HART: HART NOW? movie. The theories used in conducting this research are types of humor theory by Raphaelson-West (1989) and the theory of subtitling strategies translation by Tomaszkiewicz (1993). In using the qualitative method as the research design, this research is based on the two research questions which aim to; 1) find out the types of humor uttered in the movie, 2) find out the application of the translation strategies throughout the humor. This research is expected to give a new insight to humor and translation study. Based on the result of research, it is found that there are 31 humorous utterances. These 31 humorous utterances consist of 4 (13%) linguistic humor, 10 (32%) cultural humor, and 17 (55%) universal humor. The most dominant humor in this movie is universal humor that brings up the social environment issues such as; racism, couple relationship, household problems, and personal life. Meanwhile, linguistics humor is the least frequent. It is because Kevin just played with mild humor than wordplay and idiom in the linguistics term. The main character in this movie also delivered some critiques and reminders about the social condition in that situation through the humor. The application of subtitling strategies in translating humor utterance comprises of 5 strategies; 7 (23%) omission, 13 (42%) literal, 6 (19%) borrowing, 4 (13%) equivalence, and 1 (3%) generalization. After observing the use of strategy, the literal strategy was the most dominant inside this object. In specific, it is applied alongside universal humor. It is because Kevin brought the humor material using the general word, so that it can easily be understood by the audience/ viewer on a major scale. Otherwise, the fewest applied strategy was the generalization strategy. It was because there is only one humor containing an unfamiliar word that needs an adjustment in the target language on the cultural term. In short, the use of translation strategy in the subtitle is required along with types of humor to make the humor delivered in the right way.
2629329645F2C018013PEMANFAATAN GRUP WHATSAPP PADA KOMUNITAS KELAS
MENULIS PUSTAKAWAN (KMP)
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan WAG dalam komunitas KMP. Whatsapp hadir sebagai media baru yang berfungsi untuk berkomunikasi antar pengguna aplikasi. Whatsapp mempunyai fasilitas untuk membuat grup dimana masing-masing anggota dapat saling berkommunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan datanya melalui observasi online dan wawancara. Hasilnya adalah pemanfaatan whatsapp group dalam komunitas KMP cukup tinggi/aktif. Komunitas Kelas Menulis Pustakawan yang didirikan tahun 2015 dengan tujuan untuk berbagi melalui tulisan telah menerbitkan enam (6) judul buku bunga rampai (antologi) yaitu: Bangga menjadi pustakawan, Pustakawan dan pemaknaan buku, Personal brandning pustakawan, Inovasi layanan perpustakaan dan fenomena hoax, Membangun kompetensi profesional pustakawan, dan Inspirasiku di perpustakaan. KMP juga telah melakukan kegiatan kerjasama bidang kepustakawanan dan kepenulisan.This study aims to determine the utilization of WA Group in the KMP community.Whatsapp comes as a new media that serves to communicate between application users. Whatsapp has facilities to create groups where each member can communicate with each other. This study uses a descriptive qualitative approach, with the technique of retrieving data through online observation and interviews. The result is the use of whatsapp groups in the KMP community is quite high / active. The Librarian Writing Class Community, established in 2015 with the aim of sharing through writing, has published six (6) anthology titles, which are: Proud to be librarians, librarians and book meanings, librarians personal brand, library service innovation and hoaxes, building phenomena librarian professional competence, and my inspiration in the library. KMP has also carried out collaborative activities in the field of librarianship and writing.
2629429647I1A016096Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Wilayah Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Banyumas (Analisis Data Riskesdas Tahun 2018)Latar Belakang : Prevalensi Hipertensi di Indonesia pada Tahun 2018 tercatat lebih
tinggi pada wilayah perkotaan (34,43%) dibandingkan perdesaan (33,72%).
Masyarakat yang hidup di wilayah perdesaan memiliki aktivitas fisik yang lebih
tinggi serta konsumsi makanan yang sehat, sedangkan masyarakat perkotaan
cenderung memiliki gaya hidup sedentari dengan aktivitas ringan serta memiliki pola
makan yang tidak sehat yang berujung pada tingginya angka obesitas di perkotaan.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan kejadian hipertensi pada masyarakat wilayah perdesaan dan perkotaan di
Kabupaten Banyumas (analisis data Riskesdas Tahun 2018).

Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten
Banyumas, dengan memanfaatkan data Riskesdas 2018 untuk menganalisis faktor
yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Populasi dari penelitian ini adalah
seluruh anggota rumah tangga berusia ≥18 tahun di Indonesia yang terpilih sebagai
sampel dari Riskesdas 2018, dan sampel dari penelitian ini adalah 2083 anggota
rumah tangga berusia ≥18 tahun, yang terdiri dari 821 responden dari wilayah
perdesaan, dan 1262 responden dari wilayah perkotaan. Analisis data yang dilakukan
meliputi analisis univariat dan bivariat, dan uji yang digunakan dalam analisis
bivariate adalah uji chi-square.

Hasil Penelitian : Prevalensi hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan
(40,4%) dan perkotaan (40,3%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi
di wilayah perdesaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, dan obesitas,
sedangkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perkotaan
adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, obesitas, serta kebiasaan
merokok.

Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak jauh
berbeda antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Perlu dilakukan upaya pengendalian
terhadap faktor risiko dari hipertensi guna menurunkan prevalensi hipertensi di
wilayah perdesaan dan perkotaan.
Background: The prevalence of hypertension in Indonesia on 2018 is higher in urban
areas (34.43%) than rural areas (33.72%). People who live in rural areas have higher
physical activity and consumption of healthy foods, while urban people tend to have a
sedentary lifestyle with light activity and have unhealthy eating patterns which lead to
high rates of obesity in urban areas. Therefore, this study aims to determine the
factors associated with hypertension in rural and urban communities in Banyumas
Regency (data analysis of Riskesdas 2018).

Methods: a cross-sectional study in Banyumas, Indonesia. Data from a large-scale
national health survey called Riskesdas were used to analyze factors associated. The
population of this study were all peoples aged ≥18 years who selected as sample of
Riskesdas 2018, and the number of samples from this study was 2083 peoples aged
≥18 years, consisted of 821 respondents from rural areas, and 1262 respondents from
urban areas. Data analysis methods used univariate and bivariate analysis, bivariate
analysis using Chi Square test.

Results: The prevalence of hypertension in rural area (40,4%) are not much different
with urban area (40,3%). Factors related to hypertension in rural areas were age, sex,
education and obesity, while factors related to hypertension in urban areas were age,
sex, education, occupation, obesity, and smoking habits.

Conclusion: The factors that related to hypertension are not much different between
rural and urban areas. Risk factors of hypertension need to be managed in order to
decrease the prevalence of hypertension in rural and urban areas.
2629529648I1A015097PENDAMPINGAN DAN PENANGANAN DAMPAK PSIKOSOSIAL PADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (STUDI DI KABUPATEN PURBALINGGA)Latar Belakang: Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus kekerasan seksual yang terlaporkan yaitu sebanyak 1200 kasus pada anak perempuan. Kekerasan seksual yang dialami oleh anak dapat berdampak bagi kesehatan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanganan dan pendampingan korban kekerasan seksual pada anak terkait dampak psikososial.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Informan utama yaitu tenaga kesehatan yang menangani langsung kasus kekerasan seksual pada anak yang berjumlah lima orang yang terdiri dari petugas Dinas Sosial, petugas PPA Polres, Rekam Medik, dan Psikolog. Informan pendukung yaitu tetangga di dekat tempat tinggal korban. Analisis data yang digunakan yaitu triangualasi sumber.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan terhadap korban kekerasan seksual pada anak terkait dampak psikososial yakni terdiri dari tiga kesekretariatan dan pendampingan dimulai saat korban melapor.
Kesimpulan: Penanganan dan pendampingan korban kekerasan seksual pada anak terkait dampak psikososial terdiri dari tiga kesekretariatan yakni Dinas Sosial, PPA Polres, dan RSUD dr. R. Goeteng Tarunadibrata, dan korban akan didampingi dari mulai proses pelaporan hingga rujukan ke psikolog jika diperlukan.
Background: Central Java is one of the provinces with a total number of reported cases of sexual violence, which is 1200 cases of girls. Sexual violence experienced by children can have an impact on their mental health. This study aims to describe the handling and assistance of victims of sexual violence in children related to psychosocial effects.
Methods: This research is a qualitative research with a descriptive approach. The research informants consisted of the main informants and supporting informants. The main informants were health workers who handled cases of sexual violence on children totaling five people consisting of Social Service officers, PPA Polres officers, Medical Records, and Psychologists. Supporting informants are neighbors near the victim's residence. Analysis of the data used is triangualation of sources.
Result: The results showed that the handling of victims of sexual violence on children related to psychosocial impacts, consisting of three secretaries and assistance began when the victim reported.
Conclusion: Handling and assisting victims of sexual violence on children related to psychosocial impacts consists of three secretariats namely the Social Service, PPA officers Polres, and regional public hospitals dr. R. Goeteng Tarunadibrata, and victims will be accompanied from the reporting process to referral to a psychologist if necessary.
2629629649I1A015080Perilaku Pemanfaatan Konseling dan Tes HIV (KTHIV) oleh Calon Pengantin di Puskesmas Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa TengahLatar Belakang: Kabupaten Purbalingga melakukan usaha pencegahan penularan
HIV/AIDS yaitu tes HIV wajib bagi calon pengantin sebagai respon dari peningkatan
kasus HIV. Persepsi calon pengantin terhadap tindakan KTHIV menarik untuk
diketahui. Tujuan penelitian ini mengetahui perilaku pemanfaatan KTHIV oleh calon
pengantin.
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Delapan informan utama dipilih dengan purposive sampling yaitu calon
pengantin yang telah melaksanakan KTHIV dan belum menikah. Analisis data yaitu
reduksi, penyajian dan verifikasi data. Triangulasi data dilakukan pada petugas KTHIV
dan Konselor KUA.
Hasil penelitian: Hasil penelitian yaitu calon pengantin menyatakan penyakit HIV
sebagai penyakit infeksi kelamin yang menular melalui hubungan seksual, merasa tidak
rentan dan menyatakan HIV/AIDS sebagai penyakit berbahaya. Persepsi manfaat yaitu
mengetahui status HIV diri, waspada dan tahu lebih dalam tentang HIV/AIDS. Persepsi
hambatan yaitu kecemasan, akses yang jauh dan waktu tunggu pelayanan. Isyarat untuk
bertindak yaitu persyaratan pernikahan dan arahan tes HIV dari petugas KTHIV.
Kesimpulan: Calon pengantin memanfaatkan KTHIV karena mengikuti persyaratan
pernikahan dan arahan tes HIV petugas KTHIV.
Saran: Melaksanakan konseling pra dan pasca tes HIV pada calon pengantin.
Background: Purbalingga District has made efforts to prevent HIV/AIDS
transmission, namely compulsory HIV testing for the prospective bride and groom as
a response to an increase in HIV cases. It is interesting to know the perception of HTC
from the brides prospective. The purpose of this study was to determine the behavior
of HTC utilization by the prospective bride and groom.
Method: This research is a qualitative descriptive study with a phenomenological
approach. The eight main informants were selected by purposive sampling, namely the
prospective bride and groom who had carried out HTC and were not married. Data
analysis is the reduction, presentation and verification of data. Data triangulation was
carried out on HTC officer and KUA counselor.
Results: The results of the study were the prospective bride and groom stated that HIV
disease was a genital infection that is transmitted through sexual intercourse, they
didn’t feel vulnerable and stated that HIV/AIDS was a dangerous disease. Percieved
benefits of knowing one's own HIV status, being alert and knowing more about
HIV/AIDS. Percieved barriers are anxiety, remote access and waiting times for
services. Cues for action are the marriage requirements and directions for HIV testing
from HTC officer.
Conclusion: The prospective bride and groom use HTC because they follow the
marriage requirements and the direction of the HIV test from HTC officer.
Suggestion: Conduct pre and post HTC on brides.
2629729653C1A016032ANALISIS POLA KONSUMSI MAHASISWA BIDIKMISI
DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi mahasiswa bidikmisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed berdasarkan sumber pendapatan yang diterima, , jumlah anggota keluarga, dan jenis kelamin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan tabel tabulasi dan metode kualitatif dengan deskriptif kualitatif. Populasi dari penelitian ini adalah 154 mahasiswa bidikmisi FEB Unsoed tahun angkatan 2016-2017 dengan 60 mahasiswa bidikmisi dipilih untuk dijadikan sampel melalui teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner online sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi mahasiswa bidikmisi di FEB Unsoed. Sedangkan untuk jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh terhadap pola konsumsi mahasiswa bidikmisi FEB Unsoed.
Implikasi penelitian ini yaitu bahwa mahasiswa bidikmisi baik yang berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan harus cermat dan bijak dalam penggunaan pendapatan yang diterima dari dana bidikmisi untuk kebutuhan sehari-hari seperti salah satu nya mengutamakan biaya perkuliahaan setelah konsumsi makanan.

This research aims to determine the consumption patterns of Bidikmisi students in the Faculty of Economics and Business Unsoed based on the source of income received, number of family members, and gender.
The methods used in this research are quantitative methods with table tabulation and qualitative methods with qualitative descriptive. The population of the study was 154 students of Bidikmisi Students at FEB Unsoed of the 2016-2017 admission year and 60 Bidikmisi students selected to be sampled through the Proportionate stratified Random Sampling technique. Data collection techniques using online Questionnaire method while for the data analysis techniques used are multiple linear regression.
The results of this study showed that income received, and gender have significant effect on the student consumption pattern of Bidikmisi students in FEB Unsoed. As for the number of family members does not affect the student consumption pattern of FEB Unsoed students.
The implication of this research is that students in both male and female genders must be careful and thoughtful in the use of income received from Bidikmisi funds for daily needs such as one of his priority tuition after food consumption.
2629829652I1A016001EVALUASI PELAYANAN KESEHATAN JIWA PADA PELAYANAN RAWAT INAP SKIZOFRENIA DI INSTALASI KESEHATAN JIWA TERPADU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BANYUMASLatar Belakang: Perawat jiwa sering mengalami stress kerja karena dihadapkan pada pasien jiwa dengan karakteristik yang berbeda dengan pasien biasa dan jumlahnya semakin banyak. Kurangnya jumlah tenaga perawat berpotensi menyebabkan beban kerja perawat yang tinggi. Beban kerja yang terlalu tinggi berdampak pada penurunan produktifitas kerja perawat yang selanjutnya mempengaruhi pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan jiwa pada pelayanan rawat inap skizofrenia di Instalasi Kesehatan Jiwa Terpadu RSUD Banyumas.

Metode: Penelitian dilakukan dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Terpadu RSUD Banyumas; tenaga kesehatan meliputi 3 perawat dan 2 tenaga administratif. Informan tambahan adalah Kasubag Peningkatan Mutu dan Kerjasama, Kabid Keperawatan dan 2 Keluarga pasien rawat inap skizofrenia. Data penelitian didapat melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknis content analysis dengan pendekatan thematic network untuk menentukan coding, basic theme, organize theme dan global theme.

Hasil Penelitian: Pelayanan rawat inap skizofrenia mengimplementasikan UU No. 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa dalam pelaksanaannya karena tata laksana pelayanan sudah sesuai pedoman dan undang-undang, serta ada manajemen sumber daya manusia. Instalasi juga menerapkan berbagai strategi untuk menjaga pemberian pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas. Mutu pelayanannya cukup baik dilihat dari ketepatan waktu pelayanan, kelengkapan sarana prasarana serta kesopanan dan keramahan petugas.

Kesimpulan: Kualitas pelayanan kesehatan jiwa pada pelayanan rawat inap skizofrenia cukup baik meskipun terdapat kekurangan kuantitas perawat dan keterbatasan pelayanan karena petugas kompeten dan terdapat pengelolaan kinerja sehingga kinerja petugas optimal.
Background: Psychiatric nurses often experience work stress because they are faced with mental patients with different characteristics from ordinary patients and the number is increasing. The lack of nurses Quantity has the potential to cause a high nurse workload. Workload that is too high has an impact on decreasing the work productivity of nurses, which in turn affects patient care. This study aims to evaluate mental health services in inpatient schizophrenia services in the Integrated Mental Health Installation at Banyumas Hospital.

Methods: The study was conducted with a descriptive research method with a phenomenological qualitative approach. The main informants in this study were the Head of the Integrated Mental Health Installation at Banyumas Hospital; health personnel includes 3 nurses and 2 administrative staff. Additional informants were the Head of Sub Division of Quality Improvement and Cooperation, Head of Nursing and 2 families of schizophrenia inpatients. The research data were obtained through in-depth interviews, document review and observation. Data were analyzed using technical content analysis with a thematic network approach to determine coding, basic themes, organize themes and global themes.

Research Results: Schizophrenia inpatient services implement Law no. 18 of 2014 concerning Mental Health in its implementation because service management is following the guidelines and the laws, as well as human resource management. The installation also implements various strategies to maintain service quality. The quality of service is quite good seen from the timeliness of service, completeness of infrastructure and courtesy and friendliness of officers.

Conclusion: The quality of mental health services in schizophrenia inpatient services is quite good despite the lack of nurse quantity and service limitations due to working manajement and maintaining staff’s competency.
2629929678I1B016051EFIKASI DIRI PADA PASIEN PECANDU NAPZA DALAM PROSES PEMULIHAN: KAJIAN LITERATURLatar Belakang: Rehabilitasi menjadi bentuk pengobatan yang diberikan kepada orang dengan gangguan penggunaan zat. Efikasi diri memberikan keyakinan pada pasien untuk sembuh sehingga membantu dalam proses pemulihan dari gangguan penggunaan zat dan ketergantungan obat. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang efikasi diri pada pasien gangguan penggunaan zat dalam proses rehabilitasi.
Metode: Kajian literatur pada 15 jurnal melalui PubMed, Pro-Quest, EBSCO, SAGE, OneSearch, Science Direct dan Taylor&Francis yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir, kata kunci self-efficacy, drug rehabilitasion, drug user. Data dianalisis dalam tabel berisi judul, penulis, tahun, desain, sampel, dan hasil.
Hasil: Hasil dari 15 artikel didapatkan bahwa tingkat efikasi diri pada pasien gangguan penggunaan zat berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu budaya, usia, jenis kelamin, status atau peran individu di lingkungan; dan informasi tentang kemampuan diri. Tingkat efikasi diri yang rendah dapat ditingkatkan dengan pemberian edukasi dan CBT.
Kesimpulan: Efikasi diri dapat mempengaruhi aspek kognitif dan koping adaptif pada pasien gangguan penggunaan zat sehingga efikasi diri diperlukan dalam proses rehabilitasi. Terapi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri yaitu pemberian edukasi dan CBT.
Background: Rehabilitation is a type of treatment given to people with substance use disorders. Self-efficacy provides confidence in patients to recover and thus helps in the recovery process from substance use disorders and drug dependence. This literature review aims to identify research articles on self-efficacy in patients with substance use disorders in the rehabilitation process.
Method: Literature review in 15 journals through PubMed, Pro-Quest, EBSCO, SAGE, OneSearch, Science Direct and Taylor & Francis published in the last 5 years, keywords self-efficacy, drug rehabilitation, drug user. Data were analyzed in a table containing title, author, year, design, sample, and results.
Result: The results from 15 articles found that the level of self-efficacy in patients with substance use disorders was different. This is influenced by several factors including culture, age, gender, status or role of individuals in the environment; and information about self-abilities. Low levels of self-efficacy can be improved by providing education and CBT.
Conclusion: Self-efficacy can affect cognitive aspects and adaptive coping in patients with substance use disorders so that self-efficacy is needed in the rehabilitation process. Therapies that can be done to increase self-efficacy include providing education and CBT.
2630029545E1A016010PERKAWINAN BEDA AGAMA (Studi Penetapan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 54/Pdt.P/2019/PN.Pwt)
Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Hazairin memberikan penafsiran Pasal 2 tersebut bahwa bagi orang Islam tidak ada kemungkinan untuk kawin dengan melanggar hukum agamanya sendiri demikian juga bagi orang Kristen, dan bagi orang Hindu. Pengertian tersebut memberikan arti bahwa dalam sahnya suatu perkawinan diharuskan seagama. Hal tersebut justru bagi pasangan yang berbeda agama dalam pelaksanaan perkawinan merasa dihadapkan pada suatu paksaan untuk menganut agama tertentu supaya perkawinannya dinyatakan sah. Pada kenyataannya telah terjadi adanya suatu perkawinan beda agama yang para pihak tetap memegang teguh agamanya masing-masing yang terdapat pada penetapan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 54/Pdt.P/2019/PN. Pwt.
Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana keabsahaan, pelaksanaan hingga pencatatan perkawinan beda agama tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perkawinan beda agama yang dilangsungkan oleh pemohon dan dilakukan menurut Agama Katolik dikatakan sah dan diakui oleh hukum selanjutnya pelaksanaan perkawinan beda agama bersumber dari ajaran Agama Katolik yang diatur dalam Judul VII Kitab Hukum Kanonik 1983 dan BAB Perkawinan Pastoral Keuskupan Regio Jawa, dilanjutkan dengan pencatatan perkawinan oleh petugas pencatat perkawinan baik di Gereja maupun di Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten/Kota.
Article 2 Paragraph 1 the Law of The Republic of Indonesia Number 1 of 1974 Concerning Marriage is legal if it follows the rules. The definition of the law does not mention there is no marriage out of each religion. Hazarin explain that Paragraph 2 that for moslem there is no possibility to marry with breaking rules of its religion, it occurs to other religion as well. That explanation means marriage must not be done in intercultural.
For intercultural couple, it seems like forced rule to choose one of the couple to follows the man or woman religion for the legal marriage. However, the intercultura marriage is already happened which the man and woman keep their each religion as their faith and it is written in law of of the Purwokerto District Court Number: 54/Pdt.P/2019/PN. Pwt. The formulation of the problem in this study is how the validity, implementation and registration of intercultural marriages The method is normative juridical. Detail oh research prescriptive analysis, technique of gathering data is by inventory, data which gathered is displayed in narative text and normative qualitative analysis.
The result shows that intercultural marriage by the applicant conducted according to Catholic ceremony is legal by law, because law means ‘law of each religion’mean law by the religions. Second, the process of intercultural marriage sourced from Catholic which set in Titled VII Canonic Law Book 1983 and Chapter about intercultural marriage Pastoral Javanese Regional, continue with registration by committee of marriage register in church or District / City Civil Registry Service Office.