Artikelilmiahs

Menampilkan 26.261-26.280 dari 50.233 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2626129613F1I014054KEGAGALAN KESEPAKATAN NUKLIR IRAN-AMERIKA SERIKAT TAHUN 2015 PADA MASA KEPEMIMPINAN DONALD TRUMPAbstrack
Para pendukung kebijakan Trump menilai kesepakatan nuklir tidak berarti apa-apa lantaran dianggap tak menyentuh program misil Iran yang sedang dikembangkan saat ini. Pemerinahan Trump mempermasalahkan dukungan milisi-milisi di Timur Tengah yang dianggap banyak menewaskan ratusan tentara Amerika, dan ribuan warga sipil di Irak, Suriah, dan Yaman. Namun Iran juga mempermasalahkan mengenai keterlibatan Amerika Serikat di berbagai macam konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pembahasan ini semakin menarik dengan kajian penyebab AS menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) di tahun 2018. Kebijakan unilateral AS tersebut menyulitkan Iran dalam melaksanakan JCPOA, yang merupakan capaian penting diplomasi dalam mendorong non-proliferasi senjata nuklir dan penciptaan perdamaian serta stabilitas kawasan dunia.
Kata kunci: Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), non-proliferasi senjata nuklir, Amerika Serikat-Iran.

Abstract
Proponents of Trump's policy view the nuclear deal as meaningless as it approaches the missile program Iran is currently developing. The Trump administration has taken issue with the support of militias in the Middle East which has seriously killed hundreds of American soldiers, and thousands of citizens in Iraq, Syria and Yemen. However, Iran is also concerned about the interaction of the United States in various conflicts that have occurred in the Middle East. This discussion is even more interesting with the study of why the US withdrew from the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) in 2018.
2626229614I1A016087LITERATUR REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGA KEBERADAAN E.COLI PADA ES BATU YANG DIGUNAKAN PEDAGANG MINUMAN Es batu merupakan salah satu bahan makanan yang rentan tercemar bakteri E.coli. Keberadaan E.coli di dalam makanan dan minuman merupakan petunjuk adanya bakteri patogen yang dapat menyebabkan demam tifoid dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keberadaan E.coli pada es batu pada penjual minuman. penelitian literature review ini menggunakan metode pengumpulan data pustaka. Penelitian ini mengambil artikel dari 4 portal jurnal, yang kemudian menghasilkan 25 jurnal untuk dianalisis. Artikel yang dikarakteristikan menggunakan Tabel Grid, kemudian dianalisis dengan cara : Compare, contrast, criticize, synthesize, summarize. Dari 25 artikel, 20 artikel diantaranya menunjukan hasil bahwa es batu mengandung E.coli. Keberadaan E.coli dikarenakan faktor sumber air bahan baku, higiene penjamah, sanitasi peralatan dan sanitasi lingkungan. Terdapat 2 artikel yang menunjukan adanya hubungan antara sanitasi peralatan dengan keberadaan E.coli. Hasil pengolahan data menggunakan Fisher Exact, didapatkan nilai p(value) = 0,03. Maka p(value) < α 0,05 dan ρ(value)= 0,024 < 0,05 yang artinya ada hubungan antara sanitasi tempat penyimpanan dengan keberadaan E.coli pada es batu. Pada 2 artikel lain menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara higiene penjamah dengan keberadaan E.coli pada es batu.Sebagian besar es batu yang dijual pedagang mengandung E.coli. Keberadaan E.coli dikarenakan faktor sumber air bahan baku, higiene penjamah, sanitasi peralatan dan sanitasi lingkungan. Terdapat hubungan antara sanitasi tempat penyimpanan dengan keberadaan E.coli pada es batu dan tidak terdapat hubungan antara higiene penjamah dengan keberadaan E.coli pada es batu.Ice cube is one of the food ingredients that is prone to be contaminated by E.coli bacteria. The presence of E.coli in food and drinks is an indication of the presence of pathogenic bacteria that can cause typhoid fever and diarrhea. This study aims to determine the factor of the presence of E.coli on ice cubes on beverage sellers. This literature review study uses the library data collection method. This research took articles from 4 journal portals, which then produced 25 journals for analysis. Articles that are characterized using a Grid Table, then analyzed by: Compare, contrast, criticize, synthesize, summarize. Of the 25 articles, 20 articles between them showed the results that ice cubes contained E.coli. The existence of E.coli is due to raw water source factors, hand hygiene, equipment sanitation and environmental sanitation. There are 2 articles that show the relationship between equipment sanitation with the presence of E.coli. The results of data processing using Fisher Exact, obtained ρ value (value) = 0.03. Then ρ (value) <α 0.05 and ρ (value) = 0.024 <0.05, which means there is a relationship between sanitation in storage and the presence of E.coli on ice cubes. In 2 other articles show that there is no relationship between hand hygiene with the presence of E.coli on ice cubes. Most ice cubes sold by traders contain E.coli. The existence of E.coli is due to raw water source factors, hand hygiene, equipment sanitation and environmental sanitation. There is a relationship between sanitation of storage with the presence of E.coli on ice cubes and there is no relationship between hand hygiene with E.coli on ice cubes.
2626329615A1D115043PENGARUH APLIKASI BIOCHAR DAN VERMIKOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS RYOKKOH PADA ULTISOLSABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian berbagai taraf biochar pada Ultisols terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame, 2) mengetahui pengaruh pemberian berbagai taraf vermikompos pada Ultisols terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara biochar dan vermikompos. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli sampai dengan November 2019 di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanain, lahan eksfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis biochar (B) yang diapikasikan terdiri dari 4 taraf yaitu B0: kontrol/tanpa biochar, B1: 10 ton/ha, B2: 20 ton/ha, dan B3: 30 ton/ha V0: kontrol/tanpa vermikompos, V1: 10 ton/ha, dan V2: 20 ton/ha. Data dianalisis menggunakan uji F, dan untuk hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vermikompos dapat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Vermikompos memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati dari tinggi tanaman, kandungan klorofil, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, dan jumlah buku batang utama, tidak berpengaruh pada jumlah daun trifoliate. Biochar dan interaksi biochar dengan vermikompos tidak dapat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seluruh variabel. Perlakuan terbaik dalam aplikasi adalah taraf 30 ton/ha pada biochar dan taraf 20 ton/ha menghasilkan rata-rata yang tinggi daripada perlakuaan lainnya.

Kata kunci: kedelai edamame., Ultisols., biochar., vermikompos.
ABSTRACT

This study aims to: 1) determine the effect of giving various levels of biochar to Ultisols on the growth and yield of edamame soybeans, 2) determine the effect of giving various levels of vermicompost to Ultisols on the growth and yield of edamame soybeans, 3) determine the effect of interactions between biochar and vermicompost. This research was conducted in July to November 2019 in the Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The design used is factorial Complete Randomized Block Design, which consists of 2 factors. The first factor is the biochar dose (B) which is applied that consisting of 4 levels, namely B0: control/without biochar, B1: 10 tons/ha, B2: 20 tons/ha, and B3: 30 tons/ha V0: control/without vermicompost, V1: 10 tons/ha, and V2: 20 tons/ha. Data were analyzed using F test, and for significantly different results a further DMRT (Duncan's Multiple Range Test) test was performed at 5% level. The results showed that vermicompost can play a role in increasing the growth and yield of edamame plants. Vermicompost has a significant effect on all variables observed from plant height, chlorophyll content, fresh crown weight, dry crown weight, fresh root weight, dry root weight, number of pods per plant, pod weight per plant, and number of main stem books, no effect on the number of trifoliate leaves. Biochar and interavction between biochar and vermicompost cannot play a role in increasing the growth and plant yields of all variables. The best treatment in application is a level of 30 tons / ha on biochar and a level of 20 tons / ha yields a higher average than other treatments.

Key words: edamame soybean., Ultisols., biochar., vermicompost.
2626429568J1C016016Prinsip Kesopanan Pada Deiksis Persona Pertama Dalam Cerita Rakyat JepangPenelitian ini mengambil obyek kajian pragmatik yaitu deiksis. Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk deiksis persona pertama dan penggunaan prinsip kesopanan pada deiksis persona pertama dalam cerita rakyat Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk deiksis persona pertama dan (2) penggunaan prinsip kesopanan pada deiksis persona pertama. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah lima cerita rakyat Jepang meliputi Urashima Tarou, Kaguya Hime, Momotarou, Inaba no Shiro Usagi, dan Issunboushi yang penulis ambil dari web berbahasa Jepang yaitu hukumusume.com. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Berdasarkan analisis dari 27 data yang diperoleh bentuk deiksis persona pertama yang muncul meliputi, bentuk tunggal : watashi, watakushi, boku, washi. Bentuk jamak: watashitachi, oratachi washira. Prinsip Kesopanan yang terdapat dalam kelima cerita rakyat Jepang tersebut meliputi: teatsui, shinsetsu nengoro, keii, mibun, chii, jinkaku, hikaeme.

Kata kunci : Deiksis, Deiksis persona pertama, Pragmatik, Prinsip kesopanan.
This thesis uses Pragmatics especially Deixis as an object of study. Further, this research aims to analyze the form of first person deixis and the use of politeness principle on first person deixis in Japanese folklore. This thesis focuses to describe (1) form of first person deixis and (2) the use of politeness principle on first person deixis. Qualitative descriptive method is used in this research. Urashima Tarou, Kaguya Hime, Momotarou, Inaba no Shiro Usagi and Issunboushi are the chosen primary data which researcher took from Japanese website hukumusume.com. In collecting data, the researcher used observation method and note taking technique. Based on 27 collected data, researcher found the single form of first person deixis are: watashi, watakushi, boku, washi. while the plural form are: watashitachi, oratachi, and washira. Besides, the shown politeness principle are: teatsui, shinsetsu nengoro, keii, mibun, chii, jinkaku, hikaeme.
.

Key words : Deixis, First Person Deixis, Pragmatics, Politeness Principle
2626529616I1I018002PENGARUH PEMBERIAN YOGURT SUSU KACANG HIJAU TERHADAP IMT DAN KADAR HDL PADA WANITA OBESITAS Latar Belakang: Obesitas berhubungan dengan IMT dan HDL, semakin tinggi IMT maka semakin rendah HDL. Yogurt susu kacang hijau dilaporkan kaya akan kandungan antioksidan fenolik, tinggi protein, dan tinggi serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt susu kacang hijau terhadap IMT dan kadar HDL pada wanita usia subur yang obesitas.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah true-experimental dengan rancangan pre post test Control group design. Subjek penelitian adalah wanita usia subur obesitas dengan IMT≥27 kg/m² dan tidak melaksanakan diet khusus, yang diambil secara simple random sampling sebanyak 20 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok secara simple randomization. Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanya drop out sehingga jumlah subjek penelitian menjadi 12 orang. Kelompok perlakuan diberi yogurt susu kacang hijau 200 ml selama 30 hari, kelompok kontrol diberi yogurt susu skim. Pengukuran antropometri untuk penentuan IMT dan pengukuran kadar HDL dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan metode CHOD-PAP. Asupan makan subjek diperoleh dengan metode food recall 4x24 jam. Analisis statistik menggunakan Paired t-test,Independen sample t-test.
Hasl Penelitian: Kelompok perlakuan mengalami kenaikan kadar HDL yang bermakna (p=0,035) sebesar 9,78 ± 7,00 mg/dl. Secara statistik, terdapat perubahan kadar HDL antara kelompok perlakuan dan kontrol yang bermakna (p=0,011).
Kesimpulan: Terdapat kenaikan kadar HDL yang bermakna setelah pemberian yogurt susu kacang hijau 200 ml selama 30 hari

Background: Obesity is associated with BMI and HDL, the higher of the BMI, the lower of the HDL. Mung bean milk yogurt is reported to be rich in phenolic antioxidants, high in protein, and high in fiber. This study aims to determine the effect of giving mung bean milk yogurt on BMI and HDL levels in obese women of childbearing age.
Methods: This type of research is true-experimental with a pre post-test control group design. The subjects of the study were obese women with a BMI of ≥27 kg / m² and did not carry out a special diet, which were taken by simple random sampling of 20 people and divided into 2 groups by simple randomization. The Covid-19 pandemic resulted in a dropout, bringing the number of research subjects to 12. The treatment group was given 200 ml mung bean milk yogurt for 30 days, the control group was given skim milk yogurt. Anthropometric measurements for BMI determination and HDL level measurement were carried out before and after the intervention using the CHOD-PAP method. The subject's food intake was obtained by the 4x24 hour food recall method. Statistical analysis using Paired t-test, Independent sample t-test.
Results: The treatment group experienced a significant increase in HDL levels (p=0.035) of 9.78 ± 7.00 mg/dl. Statistically, there were significant differences in changes in HDL levels between the treatment and control groups (p = 0.011).
Conclusion: There was a significant increase in HDL levels after giving Mung bean milk yogurt 200 ml for 30 days
2626629620H1C015007STUDI GEOLOGI DAN POTENSI AGROGEOLOGI ENDAPAN GUNUNGAPI SLAMET DAERAH CANDINATA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KUTASARI, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek yang meliputi kajian geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, geokimia, sejarah geologi, analisis sumberdaya, dan potensi agrogeologi endapan gununngapi Slamet. Gunungapi Slamet merupakan gunungapi aktif di Provinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian secara administratif masuk ke dalam Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Analisis citra satelit dan observasi lapangan dilakukan untuk mempelajari tatanan geologi. Dari penelitian ini, diketahui bahwa daerah penelitian merupakan bagian dari bentang alam gunungapi yang memiliki 3 satuan bentuk muka bumi yaitu punggungan aliran lava, punggungan aliran piroklastik, dan punggungan aliran lahar gunungapi Slamet. Vulkanostratigrafi hanya terdiri atas 1 khuluk yang tersusun dari aliran lava, piroklastik jatuhan Gunungapi Slamet, dan endapan lahar sungai Kalibanjaran. Produk vulkanisme (kegiatan kegunungapian) daerah penelitian adalah batuan beku dan endapan piroklstik. Struktur geologi yang berada pada daerah penelitian diakibatkan oleh magmatisme dan volkanisme. Analisis data geokimia daerah penelitian memiliki sumber magma yang sama. Afinitas batuannya termasuk (medium-high K) calc-alkaline. magma asal berasal dari kerak benua, setting tektonik berupa Island Arc Thoeliite. Sejarah geologi daerah penelitian dibentuk oleh mekanisme aliran dan jatuhan akibat aktivitas vulkanisme. Sumberdaya batu beku dan batuan endapan piroklstik pada daerah penelitian diperkirakan antara 8.904 dan 92.227,5 ton. Potensi agrogeologi batuan daerah penelitian mengandung makrohara (K, P, Ca, dan Mg) dan mikrohara (Cl, Fe, Mn, Zn, Cu, dan Ni) mempunyai nilai daya hantar listrik (DHL) antara 28,8 dan 67,2, pH abrasi antara 8,05 dan 9,10, dan nilai penetralan antara 400 dan 500 me/100 g, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai amandemen tanah masam.This study aims to examine several aspects including geomorphological studies, stratigraphy, geological structure, geochemistry, geological history, reserve analysis, and the agrogeological potential of the Slamet mountains resources. Slamet Volcano is an active volcano in Central Java Province. The study area is administratively included in Candinata Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, Central Java. Satellite image analysis and field observations were carried out to study the geological order. From this study, it is known that the study area is part of the volcanic landscape which has 3 units of the shape of the face of the earth, namely the lava flow ridge, pyroclastic flow ridge, and the Slamet volcanic ridge flow. Volcanostratigraphy consists of only one creature composed of lava flows, pyroclastic falls from Slamet Volcano, and Kalibanjaran river lava deposits. Volcanism products (volcanic activity) of the study area are igneous rock and pyroclastic deposits. The geological structure in the study area is caused by magmatism and volcanism. Analysis of geochemical data in the study area has the same magma source. The rock affinity includes calc-alkaline (medium-high K). magma originated from the continental crust, the tectonic setting of the Island Arc Thoeliite. The geological history of the study area was formed by the mechanism of flow and fall due to volcanic activity. Resources of igneous and pyroclastic sedimentary rocks in the study area are estimated to be between 8,904 and 92,227.5 tons. The rock agrogeological potential of the study area contains macrohara (K, P, Ca, and Mg) and microhara (Cl, Fe, Mn, Zn, Cu, and Ni) having electrical conductivity (EC) values between 28.8 and 67.2, The abrasion pH is between 8.05 and 9.10, and the neutralization value is between 400 and 500 me / 100 g, so that it can be utilized as an amendment to acid soils.
2626729619G1B012007Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan Dekanat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Survei pendahuluan terhadap 10 orang karyawan Dekanat Fikes Unsoed, diperoleh hasil 3 orang karyawan memiliki jam kerja lebih dari 8 jam sehari dan 6 orang karyawan mengalami kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada karyawan Dekanat Fikes Unsoed

Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang karyawan dengan teknik sampling total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner KAUPK2. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 30 karyawan terdapat 13 karyawan yang masuk kategori lelah dan 17 karyawan lainnya masuk kategori tidak lelah. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel jenis kelamin (P value = 0,638), usia (P value = 0,230) dan lama kerja (P value = 0,977) dengan kelelahan kerja karyawan, sedangkan kebiasaan sarapan (P value = 0,01) memiliki hubungan dengan kelelahan kerja karyawan.

Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia dan lama kerja dengan kelelahan kerja karyawan Dekanat Fikes Unsoed. Ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kelelahan kerja karyawan Dekanat Fikes Unsoed.


Background : Working fatigue is part of a common problem that often found in labor. Based on a preliminary survey to 10 employees of Dekanat Fikes Unsoed, the survey results 3 employees having working hours more than 8 hours a day and 6 employees experienced fatigue. The Purpose of this study to determine what factors are related to work fatigue on the employees in Dekanat Fikes Unsoed;


Methods : This type of research is quantitative research with cross sectional design research. The sample in this study amounted to 30 employees with sampling technique used was total sampling. The research instrument uses the KAUPK2 questionnaire. The statistical test used the chi square test.

Results : The results showed that of 30 employees there were 13 employees who were categorized as tired and 17 other employees were categorized as not tired. Bivariate analysis showed there was no relationship between gender (P value = 0.638), age (P value = 0.230) and length of work (P value = 0.977) with employees working fatigue, while breakfast habits (P value = 0.01) had relationship with employee fatigue.

Conclusion : There was no relationship between gender, age and length of work with working fatigue on employees of Dekanat Fikes Unsoed. There was a relationship between breakfast habits and working fatigue on employees of Dekanat Fikes Unsoed.
2626829618E1A013291TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP ANAK
(Studi Kasus Putusan Nomor: 165/Pid.Sus/2017/PNTnr)
Pembuktian adalah hal terpenting dalam hukum acara pidana dimana dalam suatu pembuktian akan ditentukan hukuman serta nasib yang akan diterima oleh seorang terdakwa dalam suatu persidangan sebagai akibat dari perbuatannya. Dalam suatu pembuktian hak-hak asasi serta nasib seorang terdakwa benar-benar akan ditentukan sehingga dalam pelaksanaan pembuktian harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana agar terdakwa benar-benar mendapat hukuman sesuai dengan perbuatannya yang dengan seadil-adilnya hingga tidak memberatkan maupun meringankannya. Pembuktian Tindak Pidana Perkosaan terhadap Anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Ternate Nomor 165/Pid.Sus/2017/PNTnr perlu dilihat bagaimana pembuktiannya dalam putusan tersebut serta apa akibat hukum yang timbul dari putusan tersebut bagi terdakwa.
Dalam Pembuktian Tindak Pidana Perkosaan terhadap Anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Ternate Nomor 165/Pid.Sus/2017/PNTnr terdapat tiga alat bukti sehingga sudah melebihi batas minimal pembuktian menurut Pasal 183 KUHAP yaitu minimal terdapat dua alat bukti yang sah disertai dengan adanya keyakinan hakim, alat bukti yang terdapat dalam putusan adalah keterangan saksi yang terdiri dari 3 orang saksi, alat bukti surat Visum Et Repertum, dan alat bukti keterangan terdakwa, yang mana dengan ini sudah melebihi batas minimum pembuktian yaitu dua alat bukti menurut Pasal 183 KUHAP. Dan setelah alat-alat bukti tersebut dihubungkan dengan unsur-unsur yang ada dalam Pasal 287 KUHP hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana perkosaan terhadap anak dan akibat hukum dari putusan tersebut kepada terdakwa adalah jatuhnya putusan pemidanaan yang dimana akan menghukum terdakwa atas perbuatannya melakukan tindak pidana perkosaan terhadap anak.
The proof carried out is the most important thing in criminal procedural law in a proof will be determined from law with the fate be accepted by aaccused as a punishment of the actions. In a proof of criminal procedural law such as the defendant will be determined in the implementation must have the presistance accordance with the regulations Number 8 of 1981 of the code of criminal procedure establishes that defendant must gets accordance with justice either incriminating nor decreasing the punishment. A crime of child rape in the decision of the Ternate Court Number 165 / Pid.Sus / 2017 / PNTnr the actors will be shown the evidence in the decision for the accused.
In A crime of child rape in the decision of the Ternate Court Number 165 / Pid.Sus / 2017 / PNTnr that there are three parts of evidence that have minimum exceeded as in the Article 183 of the Code Of Criminal Procedure must have minimum of two valid proffs, , the conviction that an offense has actually been committed that the accused is guilty doing, the evidence in proof of decision are in the theory of proof of criminal procedural law also includes a principle of testimony, contained in the form of visum Et Repertumanda actually an testimony from the accused so it will be useful to fulfill the Article 183 of the Code Of Criminal Procedure. Which in Article 287 of the Code Of Criminal Procedure has been valid. And after the evidence is connected with part the a accused is proven guilty of commiting the crime of child rape against a child and the legal consequance of the decision against the accused in punishment of all conviction which will punish the accused for the act of commiting the crime of child rape.
2626929622I1C016018HUBUNGAN KARAKTERISTIK MAHASISWA KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan tingkat kepercayaan dalam pelayanan kefarmasian di Apotek. Data didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan metode Stratified Random Smpling. Hasil penelitian tingkat kepercayaan mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan persentase 77,07%. Terdapat hubungan antara karakteristik prodi mahasiswa kesehatan dengan tingkat kepercayaan (p-value 0,017), tetapi karakteristik jenis kelamin, angkatan, dan kurun waktu terakhir mendapat pelayanan kefarmasian tidak terdapat hubungan dengan tingkat kepercayaan (p-value 0,855;0,308;0,712).The aim of this study to determine correlation between health students’s characteristics in jenderal soedirman university with trust of pharmaceutical care in pharmacy. This study was non-experimental used a cross-sectional survey design. Respondents were took health students of Jenderal Soedirman University used Stratified Random Sampling which was divided into six majors. The results showed that the level of trusted of health students at Jenderal Soedirman University was 77.07%. There were significant correlations between characteristics of student majors with the level of trust (p-value 0.017), but there were no significant correlations between characteristics of gender, class, and last time received pharmaceutical care to level of trusted (p-value 0.855; 0.308; 0.712).
2627029623I1C016039Systematic Review Efektivitas Fibrinolitik pada Pasien STEMIPenggunaan fibrinolitik memiliki banyak manfaat sebagai terapi reperfusi bagi pasien STEMI (ST Elevated Segment Myocardial Infarction), tetapi dalam penggunaannya masih belum dapat diputuskan apakah terapi fibrinolitik merupakan terapi yang efektif bagi pasien STEMI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui keefektifan terapi fibrinolitik bagi pasien STEMI melalui metode systematic review. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode systematic review. Pencarian artikel dilakukan melalui dua database yaitu PubMed dan Cochrane menggunakan kata kunci yang disusun berdasar PICO. Kata kunci yang digunakan adalah STEMI, fibrinolytic atau thrombolytic, dan effectiveness atau efficacy,serta dipublikasikan pada rentang tahun 2010 hingga 2020. Pencarian dilakukan sejak tanggal 15 Mei 2020 hingga tanggal 27 Juni 2020. Dari total 525 pencarian yang ditampilkan, 17 artikel masuk dalam kriteria inklusi. 1 dari 17 artikel RCT (Randomized Control Trial) tidak memenuhi kriteria randomisasi dari checklist CEBM. Penelitian membuktikan bahwa fibrinolitik dengan rescue PCI atau sebagai adjunctive therapy merupakan terapi yang efektif pada pasien STEMI dengan meningkatkan perfusi miokard, aliran epikardial, resolusi segmen ST, TIMI, waktu puncak dalam mencapai troponin, dan LVEF. Terapi fibrinolitik dengan rescue PCI atau sebagai adjunctive therapy juga efektif dalam menurunkan ukuran infark dan risiko syok kardiogenik. Terapi fibrinolitik sebagai terapi farmakoinvasif merupakan terapi yang efektif bagi pasien dengan diagnosis STEMI.
The use of fibrinolytic as a reperfusion therapy for STEMI patients has many benefits, but in its use, it is not yet decided whether fibrinolytic therapy is an effective therapy for STEMI patients. This study aims to evaluate and determine the effectiveness of fibrinolytic therapy for STEMI patients through a systematic review method. This research was conducted using a systematic review method. The selected articles were uploaded through PubMed and Cochrane that fulfilled the keyword search based on PICO. The keywords used were STEMI, fibrinolytic or thrombolytic, effectiveness or efficacy, and were uploaded from 2010 to 2020. The searching was conducted from 15 May 2020 untill 27 June 2020. From the total of 525 searches displayed, 17 articles were included in the inclusion criteria. 1 out of 17 RCT articles did not meet the randomization criteria of the CEBM in critical appraisal. Research has shown that fibrinolytic with rescue PCI or as adjunctive therapy is an effective therapy in STEMI patients by increasing myocardial perfusion, epicardial flow, ST segment resolution, TIMI, peak time to troponin reach, and LVEF. Fibrinolytic therapy with rescue PCI or as adjunctive therapy is also effective in reducing infarct size and the risk of cardiogenic shock. Fibrinolytic as pharmacoinvasive therapy is an effective therapy for patients with a diagnosis of STEMI.
2627129624G1B016001PERBANDINGAN TINGKAT KEBOCORAN MIKRO RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID MENGGUNAKAN BONDING GENERASI VIII BERPELARUT ISOPROPANOL TEKNIK TOTAL-ETCH ANTARA KEADAAN LEMBAP DAN KERING (Kajian In Vitro)Latar Belakang. Pelekatan resin komposit pada dentin sulit dicapai karena komponen dentin yang kompleks. Bahan bonding digunakan untuk meningkatkan kekuatan pelekatan dengan menciptakan micromechanical interlocking. Komposisi bahan bonding dan kondisi permukaan gigi dapat mempengaruhi pelekatan resin komposit dengan dentin. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kebocoran mikro resin komposit nanohibrid menggunakan bonding generasi VIII berpelarut isopropanol teknik total-etch antara keadaan lembap dan kering. Metode. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan metode cross sectional dan rancangan penelitian post-test only control design. Sampel penelitian ini adalah 18 gigi premolar atas dalam kondisi tidak memiliki karies, dan tidak memiliki kelainan anatomi. Kavitas kelas V dibuat pada semua sampel dengan ukuran 3x3x2 mm. Semua sampel kemudian didistribusi secara simple random ke dalam dua kelompok. Kelompok satu merupakan gigi dengan aplikasi bonding generasi VIII berpelarut isopropanol teknik total-etch dalam keadaan lembap, kelompok dua merupakan gigi dengan aplikasi bonding generasi VIII berpelarut isopropanol teknik total-etch dalam keadaan kering. Sampel kemudian direndam pada saliva buatan selama 1 hari, dan di aplikasikan cat kuku bening. Selanjutnya sampel direndam pada larutan metilen biru 2% selama 1 hari. Sampel dipotong secara vertikal lalu diamati dengan stereomicroscope. Hasil. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji Mann Whitney U, dengan hasil tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antar kelompok (sig=0,077, p>0,05). Simpulan. Tidak terdapat perbedaan tingkat kebocoran mikro resin komposit nanohibrid menggunakan bonding generasi VIII berpelarut isopropanol teknik total-etch antara keadaan lembap dan kering. Background. Bonding between resin composite and dentin is hard to achieves because of the complexity of dentin structure. Bonding agent is used to achieve higher bond strength with creating micromechanical interlocking. Bonding composition and dentin surface condition could affect dentin and resin composite bonding. Purpose. Aim of the research is to know the microleakage comparison resin composite nanohybrid using bonding generation VIII with isopropanol solvent total-etch technique moist and dry condition. Method. This research is a laboratory experimental research with a cross sectional approach and post test-only control design. Research samples are 18 maxillary premolar teeth with no caries, and no anomalies. 3x3x2 mm class V cavity is made on all sample. Samples are distributed with simple random method into two groups. First group included teeth applied with bonding generation VIII with isopropanol solvent total-etch technique in wet condition, second group included teeth applied with bonding generation VIII with isopropanol solvent total-etch technique in dry condition. Samples are soaked in artificial saliva in 24 hours, then nail polish is used on the sample. Samples are soaked in 2% metilen blue in 24 hours. Samples are sliced vertically then being observed with stereomicroscope. Results. Results in this research is obtained by using Mann-Whitney U Test, there is no significant difference between groups (sig=0,077, p>0,05). Conclusion. There is no difference of microleakage level of resin composite nanohybrid using VIII generation bonding with isopropanol solvent total-etch technique and dry condition.
2627229628I1B016011Hubungan penggunaan media sosial terhadap perilaku altruistik mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal SoedirmanHUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL
TERHADAP PERILAKU ALTRUISTIK MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Dian Nopita1, Wahyu Ekowati2, Wahyudi Mulyaningrat3

Abstrak
Latar belakang: Perilaku altruistik merupakan perilaku yang diharapkan dimiliki oleh seorang perawat. Altruistik merupakan salah satu perilaku terapeutik yang harus dimiliki perawat. Sebagai calon perawat maka semenjak mahasiswa seharusnya mulai berlatih mewujudkannya. Namun terkadang proses ini mengalami kesulitan manakala kesibukan gaya hidup telah membuat individu lebih banyak mencurahkan waktu dan perhatiannya pada media sosial tak terkecuali juga mahasiswa keperawatan.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan penggunaan media sosial terhadap perilaku altruistik mahasiswa keperawaan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis desain korelasi dengan desain crosssectional. Responden yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 363 mahasiswa. Analisis data menggunakan Somers’d. pengambilan data menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian: Durasi penggunaan media sosial sebanyak lebih dari 5 jam dalam sehari berjumlah 48,5% (176 orang) dan frekuensi penggunaan media sosial sebanyak 84,0% (305 orang) mengakses media sosial sebanyak 4-5 kali dalam sehari. Sebanyak 74,9% (272 orang) responden mahasiswa memiliki perilaku altruistik tinggi, 25,1% (91 orang) perilaku altruistik sedang dan tidak ada responden mahasiswa yang memiliki tingkat perilaku altruistik yang rendah. Hasil uji korelasi Somers’d menunjukan durasi terhadap altruistik p value 0,914 dan nilai r 0,004 dan frekuensi terhadap altruistik p value 0,823 dan nilai r 0,014
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara penggunaan media sosial terhadap perilaku altruistik mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.

Kata kunci: Mahasiswa keperawatan, media sosial, perilaku altruistik

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
2,3Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
THE RELATION OF THE USE OF SOCIAL MEDIA
TO THE ALTRUISTIC BEHAVIOR OF NURSING STUDENTS OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

Dian Nopita1, Wahyu Ekowati2, Wahyudi Mulyaningrat3

Abstract

Background: Altruistic behavior is behavior expected owned by a nurse. Altruistic is one of the therapeutic behaviors that nurses must have. As a prospective nurse, a student has to start practicing to make it happen. However, the process sometimes encounters difficulties when a busy lifestyle has made ones devote more of their time and attention to social media, including nursing students.
Purpose: Knowing the relation between the use of social media and the altruistic behavior of nursing students of Jenderal Soedirman University (Unsoed).
Method: This research is a quantitative research with correlation and cross-sectional design. Respondents who met inclusion criteria were 363 students.
Results: The duration in accessing social media more than 5 hours per day were 48.5% (176 respondents) and the respondents whose frequency in social media 4-5 times per day were 84.0% (305 respondents. As much as 74.9% (272 respondents) had high altruistic behavior, 25.1% (91 respondents) had moderate altruistic behavior and none of them had low altruistic behavior. 48.5% (176 respondents) accessed social media with duration of more than 5 hours per day and 84.0% (305 respondents) accessed social media with frequency of 4-5 times per day. The results of the somers'd correlation test shows the duration of the altruistic p value was 0.914 and the r value was 0.004 and the frequency of the altruistic p value was 0.823 and the r value was 0.014.
Conclusion: There is a not relation between the use of social media and the altruistic behavior of nursing students of Jenderal Soedirman University.

Keywords: nursing students, social media, altruistic behavior

1Nursing student, Health Sciences Faculty of Jenderal Soedirman University
2,3Lecture of Nursing major, Health Sciences Faculty of Jenderal Soedirman University
2627329621I1E015007PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC FROG JUMP DAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP KEMAMPUAN LONG PASS SEPAK BOLA SSB PUTRA GAYAM FC U-16 DI BANJARNEGARAABSTRAK

PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC FROG JUMP DAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP KEMAMPUAN LONG PASS SEPAK BOLA SSB PUTRA GAYAM FC U-16 DI BANJARNEGARA

Agung Adhi Nugroho, M Nanang Himawan K, Didik Rilastiyo B

Latar Belakang: Sepak bola merupakan olahraga yang digemari dikalangan masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini terdapat metode latihan pylometric frog jump dan knee tuck jump. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric frog jump dan knee tuck jump terhadap kemampuab long pass sepak bola SSB Putra Gayam Fc U-16 di Banjarnegara.

Metodologi: Penelitian ini penulis menggunakan two group pretest and posttes design. Desain adalah menggunakan dua grup yang di awali dengan tes awal, perlakuan, dan tes akhir. Instrumen ini menggunakan long pass test dengan 3 kali kesempatan (Frank M. Verduci Ed.D,1980). Sampel penelitian ini adalah pemain sepak bola Putra Gayam Fc U-16 berjumlah 24 anak. Teknis analisis data dalam penelitian menggunakan uji stastistik Shapiro-Wilk.

Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian dengan rata-rata terhadap kemampuan long pass kelompok latihan plyometric frog jump dengan sampel 12 anak saat pre-test diperoleh nilai 26,64 m, dan saat posttest diperoleh nilai 28,04 m, dengan meningkatnya 1,6 m, dan nilai Sig. ,034. Sedangkan hasil penelitian dengan rata-rata terhadap kemampuan long pass kelompok latihan plyometric knee tuck jump saat pre-test diperoleh nilai 26,55 m, dan saat posttest diperoleh nilai 29,15 m, dengan meningkatnya 2,6 m, dan nilai Sig.,000. Dengan hasil kedua kelompok tersebut memiliki nilai Sig. (2-tailed) <0,05 dan dapat disimpulkan ada pengaruh latihan plyometric frog jump dan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass sepak bola ssb Putra Gayam FC U-16 di Banjarnegara.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan pylometric frog jump dan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass sepak bola SBB Putra Gayam Fc U-16 di Banjarnegara.

Kata Kunci: Plyometric, Frog Jump, KneeTuck Jump, Long Pass
ABSTRACT

THE IMPACT OF PLYOMETRIC FROG JUMP AND KNEE TUCK JUMP TOWARD THE ABILITY OF LONG PASS FOOTBALL IN SSB PUTRA GAYAM FC U-16 IN BANJARNEGARA

Agung Adhi Nugroho, M Nanang Himawan K, Didik Rilastiyo B

Background: Football is a popular sport among Indonesians. In this study, there are plyometric training frog jump and knee tuck jump methods. This study aims to determine the impact of plyometric frog jump and knee tuck jump training on the football long pass ability of SSB Putra Gayam Fc U-16 in Banjarnegara.


Method: The research design uses two groups starting with the pretest, treatment and final test. This instrument uses a long pass test with three chances (Frank M. Verduci Ed.D, 1980). The sample of this research is 24 football players of Putra Gayam FCU-16. The data analysis technique in this study is Shapiro-Wilk statistical test.


Findings: Based on the results of the study the score of the pre-test was 26.64 m, and the score of the posttest was 28.04 m with an average of the long pass ability of the plyometric frog jump training group with a sample of 12 children. There was an increase of 1.6 m, and the value Sig. 0.034. In contrast the results of the study with an average value of the long pass ability of the plyometric knee tuck jump training group during the pre-test obtained the score of 26.55 m, and at the score of the post-test was 29.15 m, with an increase of 2.6 m, and the Sig., 000. As a result, both groups have a Sig value. (2-tailed) <0.05 and it can be concluded that there is an impact of plyometric frog jump and knee tuck jump training on the long pass ability of Putra Gayam FC U-16 in Banjarnegara.


Conclusion: There is significant impact of pylometric frog jump and knee tuck jump toward the ability of long pass football in SBB Putra Gayam FC U-16 in Banjarnegara.

Keywords: Plyometric, Frog Jump, KneeTuck Jump, Long Pass
2627429625F1C016064TOXIC MASCULINITY PADA KEKERASAN DALAM PACARANPenelitian yang berjudul “Toxic Masculinity Pada Kekerasan Berpacaran” dianalisis dengan menggunakan teori Hegemoni Maskulinitas milik Raewn Connell serta menggunakan teori Standpoint Theory milik Harding dan Julia Wood. Dalam Teori Hegemonik milik Connell menerangkan bahwa terdapat strata atau tingkatan dalam budaya patriarki yang mana dalam teori ini terdapat pihak laki-laki yang mendominasi dan adapula yang tersubordinasi. Sedangkan teori Standpoint milik Harding dan Julia Wood menerangkan bahwa ada suatu sudut pandang dari seseorang yang menilai dan muncul dari suatu permasalahan. Penelitian yang menganalisis pemahaman yang terbentuk oleh masyarakat yang terkait dengan konsep maskulinitas menjadi penyebab adanya maskulinitas toksik. Keluarga yang berpengaruh dalam membentuk karakter anak dan memberikan pemahaman terkait konsep gender, lewat pemahaman yang didapatkan tersebut maka akan terkonstruk pandangan terkait maskulinitas. Dalam penelitian ini akan difokuskan pada fenomena maskulinitas beracun yang terjadi dalam hubungan berpacaran hingga kekerasan dalam berpacaran dengan menganalisa pola komunikasinya.

Kata-kata kunci: Maskulin, Toxic Masculinity, Pola Komunikasi, Kekerasan dalam Pacaran
ABSTRACT
The research entitled "Toxic Masculinity on Dating Violence" was analyzed using Raewn Connell's Hegemonic Masculinity theory and using Harding and Julia Wood's Standpoint Theory theory. In Connell's Hegemonic Theory, it explains that there are strata or levels in a patriarchal culture where in this theory there are men who dominate and there are those who are subordinated. Meanwhile, Harding and Julia Wood's Standpoint theory explains that there is a point of view from someone who judges and emerges from a problem. Research that analyzes the understanding formed by society related to the concept of masculinity is the cause of toxic masculinity. The family is influential in shaping the character of children and providing understanding regarding the concept of gender, through the understanding obtained, views related to masculinity will be constructed. This research will focus on the phenomenon of toxic masculinity that occurs in dating relationships to dating violence by analyzing communication patterns.

Key words: Masculine, Toxic Masculinity, Communication Patterns, Violence in Dating
2627529636G1B016032PERBANDINGAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK AMOKSISILIN DAN SIPROFLOKSASIN TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PADA PEGANGAN LAMPU DENTAL UNIT DI RSGM UNSOEDLatar belakang. Healthcare-Associated Infections (HAIs) adalah infeksi yang muncul pada pasien yang berada di bawah perawatan medis di rumah sakit dan berkembang selama pasien dirawat di rumah sakit. Permukaan pegangan lampu dental unit berisiko terdapat bakteri patogen HAIs salah satunya Staphylococcus aureus. Antibiotik Amoksisilin golongan Beta-Laktam dan antibiotik Siprofloksasin merupakan antibiotik berspektrum luas yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Penggunaan antibiotik secara irasional dalam terapi ataupun profilaksis adalah faktor utama terjadinya resistensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sensitivitas antibiotik amoksisilin dan siprofloksasin terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada pegangan lampu dental unit di RSGM Unsoed. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan posttest-only control group design dengan pendekatan cross sectional. Uji sensitivitas bakteri dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Tiga kelompok sampel, yaitu Perlakuan I (amoksisilin), Perlakuan 2 (siprofloksasin), dan Kontrol Negatif (akuades steril) masing-masing sejumlah 9 sampel. Pengukuran diameter zona hambat Staphylococcus aureus dan sensitivitas dikategorikan menurut standar CLSI. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat terbesar dihasilkan oleh antibiotik siprofloksasin (25,02 mm) bila dibandingkan dengan amoksisilin (15,94 mm) dan kontrol negatif (0,00 mm). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar p=0,000 yang berarti terdapat perbedaan bermakna dari seluruh kelompok sampel (p≤0,05). Simpulan. Antibiotik siprofloksasin lebih sensitif dibandingkan antibiotik amoksisilin dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada pegangan lampu dental unit di RSGM Unsoed.Background. Healthcare-Associated Infections (HAIs) are infections that patients get while receiving medical treatment in hospital or during hospitalization. The surface of the dental unit lamp handle is at risk of having HAIs pathogenic bacteria, one of which is Staphylococcus aureus. Beta-Lactam Amoxicillin and Ciprofloxacin antibiotics are broad-spectrum antibiotics that can inhibit the growth of Gram-positive and Gram-negative bacteria. The irrational use of antibiotics in the therapy or prophylaxis is a major factor in the development of antimicrobial resistance. Purpose. The purpose of this study was to compare the sensitivity of Staphylococcus aureus isolated from dental unit lamp handle in Jenderal Soedirman Dental Hospital to amoxicillin an ciprofloxacin. Methods. This research was a laboratory experimental study with a posttest-only control group design with a cross sectional approach. The antimicrobial sensitivity test was conducted using Kirby-Bauer method. Three sample groups, namely treatment I (amoxicillin), treatment 2 (ciprofloxacin), and negative control (sterile distilled water) were consisted of 9 samples each. The diameter of inhibition zone was measured and categorized using CLSI standard Results. The results showed the average inhibition zone produced by ciprofloxacin (25.02 mm) was the biggest among two others groups, amoxicillin (15.94 mm) and sterile distilled water (0.00 mm). Statistical analysis using Kruskal-Wallis test showed a p-value = 0,000 which indicating there was a significant mean difference amongs sample groups (p≤0.05). Conclusion. Staphylococcus aureus isolated from dental unit lamp handle in Jenderal Soedirman Dental Hospital is more susceptible to ciprofloxacin in comparison to amoxicillin.
2627629587F1A016030Perilaku Penggunaan Gawai Di Kalangan Siswa SDN 1 dan SDN 4 Grendeng PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan gawai di kalangan siswa SDN 1 dan SDN 4 Grendeng Purwokerto. Penelitian ini menggunakan dua indikator sebagai alat ukur yaitu: (1) Intensitas siswa SD ketika menggunakan gawai; (2) Tujuan siswa SD menggunakan gawai. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN 1 dan SDN 4 Grendeng Purwokerto tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 siswa, dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Distribusi Frekuensi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Intensitas penggunaan gawai pada siswa kelas 5 SDN 1 dan SDN 4 Grendeng Purwokerto adalah 4-<6 jam/harinya dengan frekuensi sebesar 30% atau 15 responden; (2) Tujuan dari penggunaan gawai pada siswa kelas 5 SDN 1 dan SDN 4 Grendeng Purwokerto sebagian besar untuk media komunikasi dan media hiburan.This research aims to determine the behavior of the use of gadgets among students of SDN 1 and SDN 4 Grendeng Purwokerto. This study used two indicators as measuring instruments: (1) Intensity of elementary school students when using gadgets; (2) The purpose of elementary school students is to use gadgets. The population in this study was grade 5 students of SDN 1 and SDN 4 Grendeng Purwokerto in the 2019/2020 school year. The sample in this study was 50 students, using the Simple Random Sampling technique. The method of data collection uses questionnaires and secondary data. The data analysis technique used in this study is the Frequency Distribution. The results of this study are: (1) The intensity of staff usage in grade 5 students of SDN 1 and SDN 4 Grendeng Purwokerto is mostly for 4-<6 hours/day with a frequency of 30% or 15 respondents; (2) The purpose of the use of gadgets in grade 5 students of SDN 1 and SDN 4 Grendeng Purwokerto is mostly for communication media and entertainment media.
2627729626I1E017076OBJEK WISATA SEBAGAI PRASARANA
PEMBELAJARAN OUTDOOR ACTIVITY
(Studi Kasus Objek Wisata Germanggis)
Latar Belakang: Objek Wisata Germanggis merupakan sebuah Wisata yang bisa dijadikan tempat untuk pembelajaran outdoor activity. Outdoor activity merupakan sebuah ruang lingkup Penjas yang ada di Kurikulum 2013. Penelitian ini akan menganalisis Objek Wisata Germanggis untuk prasarana pembelajaran outdoor activity untuk mengetahui kelayakan dan faktor pendukung serta penghambat untuk pembelajaran outdoor activity yang di lakukan oleh Guru Penjasorkes SD di Kecamatan Cilongok.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan untuk pengambilan data dilakukan di SD di Kecamatan Cilongok. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk Pengelola dan snowball sampling untuk Guru dan siswa. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman.

Hasil Penelitian: Objek Wisata Germanggis di gunakan oleh Guru Penjasorkes untuk pembelajaran outdoor activity karena terdapat tiga fasilitas yang mendukung yaitu camping ground, outbound, dan Spot foto.

Kesimpulan: Objek Wisata Germanggis layak digunakan sebagai prasarana pembelajaran outdoor activity karena setelah melakukan pembelajaran outdoor activity respon siswa sangat baik.

Kata Kunci : Objek Wisata,Prasarana, Pembelajaran Outdoor Activity
Background: Gemanggis tour destination is famous as a place to do outdoor learning activity. Outdoor activity is a scope of physical education 2013 curriculum. This research will analyze Gemanggis tour destination as outdoor learning activity to consider its properness, supporting factors, and threats for outdoor learning activity which done by the physical education teacher in Cilongok sub-district.

Methodology: This research was used qualitative method, while the data collection was done in elementary school at Cilongok sub-district. The data collection techniques was observation, interview, and documentation. Sampling technique in this research is used purposive sampling method to manage the data and snowball sampling for the teacher and the students. The Validity checking was done by triangulation data technique. The data analyzing was used Miles and Huberman model analysis.

Research Result: Gemanggis tour destination is used by physical education teacher to do outdoor learning activity because there are three facilities that support the learning process, they are : ground, outbound, and photo spot.

Conclusion: Gemanggis tour destination is worth to use as outdoor learning activity because the student responses was very good after doing outdoor activity at Gemanggis tour destination.

Keywords: tour destination, media, outdoor learning activity.
2627829627F1B016057Efektivitas Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Purbalingga, Kabupaten PurbalinggaPermasalahan utama adalah pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tidak sesuai dengan harapan. Pengkategorian pengalokasian rumah yang layak mendapatkan bantuan didasarkan pada pembagian zona kemiskinan (merah, kuning dan hijau). Kecamatan Purbalingga merupakan kecamatan yang desa/ kelurahannya memiliki zona merah tertinggi yaitu sebanyak 8 desa/ kelurahan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh antara Komunikasi Birokrasi, Sumber Daya Organisasi, Disposisi Pelaksana dan Struktur Birokrasi Terhadap Efektivitas Implementasi Program Rehabilitasi RTLH di Kecamatan Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif. Metode analisis yang digunakan yaitu Korelasi Kendal Tau-c, Korelasi Konkordasi Kendall’s W dan Regresi Ordinal. Sasaran penelitian yaitu Kelompok Masyarakat (POKMAS) sebanyak 39 orang. Hasil penelitian ini didasarkan pada tiga cara analisis yaitu sebagai berikut: Analisis Korelasi Kendall Tau-c diketahui bahwa Komunikasi Birokrasi (X1), Sumber Daya Organisasi (X2), Disposisi Pelaksana (X3) dan Struktur Birokrasi (X4) memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan Keberhasilan Implementasi Program (Y) dimana hubungannya bersifat parsial. Analisis Konkordansi Kendall’s W diketahui juga bahwa variabel X terhadap Y juga memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan Keberhasilan Implementasi Program (Y) dimana hubungannya bersifat stimulan. Berdasarkan analisis regresi ordinal, diketahui bahwa semua variabel independen (X) memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap Keberhasilan Implementasi Program (Y).The main problem is the implementation of Unfit Home Rehabilitation (RTLH) that is not in line with expectations. The allocation of houses that deserve assistance is categorized based on the division of poverty zones (red, yellow and green). Purbalingga sub-district is a sub-district whose village / kelurahan has the highest red zone, which is 8 villages / wards. The purpose of this study was to determine the effect of Bureaucratic Communication, Organizational Resources, Implementing Disposition and Bureaucratic Structure on the Effectiveness of Implementation of the RTLH Rehabilitation Program in Purbalingga District. This research uses associative quantitative method. The analysis method used is Kendal Tau-c Correlation, Kendall's W Correlation and Ordinal Regression. The research targets were community groups (POKMAS) as many as 39 people. The results of this study are based on three ways of analysis, namely: Kendall Tau-c Correlation Analysis, it is known that Bureaucratic Communication (X1), Organizational Resources (X2), Implementing Disposition (X3) and Bureaucratic Structure (X4) have a significant and positive relationship. with the Success of Program Implementation (Y) where the relationship is partial. Kendall's W concordance analysis also shows that the variable X to Y also has a significant and positive relationship with the Success of Program Implementation (Y) where the relationship is stimulant. Based on ordinal regression analysis, it is known that all independent variables (X) have a significant and positive relationship to the Success of Program Implementation (Y).
2627929630C1H016009THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY, FINANCIAL KNOWLEDGE, FINANCIAL ATTITUDE AND PERCEIVED RISK ON FINANCIAL BEHAVIOR IN USING DIGITAL PAYMENT OVO APPLICATIONSTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, pengetahuan keuangan, sikap keuangan dan persepsi risiko terhadap perilaku keuangan dalam menggunakan OVO pembayaran digital. Sampel penelitian ditentukan dengan accidential sampling dari 145 responden. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Regresi Berganda. Software statistik SPSS digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, pengetahuan keuangan dan sikap keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi risiko tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan.The objective of this research is to find out the influence of financial literacy, financial knowledge, financial attitude and perceived risk on financial behavior in using digital payment OVO. The research sample determined by accidential sampling from 145 respondents. The research methodology used for this research is a case study with a survey research method. The analysis method in this research used Multiple Regression analysis. The SPSS statistical software was used to analyze the data. The results shows that the financial literacy, financial knowledge and financial attitude had positive effect on financial behavior. Results also show that the perceived risk have no effect on financial behavior.
2628029632F1A016045ANAK MISKIN DILARANG BODOH (Studi Tentang Ketimpangan Sosial dalam Pendidikan SMA di Purwokerto dan Cilacap)Skripsi ini menggambarkan tentang siswa miskin bodoh yang berinteraksi di sekolah favorit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan siswa miskin bodoh dalam memandang dirinya dan interaksi siswa tersebut dengan teman sekolahnya. Lokasi penelitian ini berada di SMA Negeri 2 Purwokerto dan SMA N 1 Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa miskin bodoh di sekolah favorit memandang konsep dirinya dengan kepercayaan diri rendah dan interaksi mereka dengan teman sekolahnya tidak diterima begitu baik. Berdasarkan data yang diperoleh, siswa miskin bodoh di SMA N 2 Purwokerto dan SMA N 1 Cilacap belum diperlakukan dengan baik di sekolah. Oleh karena itu, sekolah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan di segala aspek untuk mewujudkan pendidikan yang lebih humanis dan berkeadilan.This thesis describes about the stupid poor students who interact in favorite schools. The purpose of this study is to describe the stupid poor students in looking at themselves and their interactions with their classmates. The locations of this study are in SMA Negeri 2 Purwokerto and SMA N 1 Cilacap. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting data through interviews and observations. The results of the study show that stupid poor students in favorite schools looked at their self-concepts with low self-confidence and their interactions with their classmates were not very well received. Based on the data obtained, the stupid poor students in SMA N 2 Purwokerto and SMA N 1 Cilacap have not been treated well at school. Therefore, the schools can evaluate and improve in all aspects to create a more humane and fair education.