Artikelilmiahs
Menampilkan 26.341-26.360 dari 50.231 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 26341 | 29697 | F1D013036 | GERAKAN MAHASISWA MELAWAN LIBERALISASI PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS GADJAH MADA DAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2016 | Penelitian dengan judul “Gerakan Mahasiswa Melawan Liberalisasi Pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Jenderal Soedirman” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana Undang-Undang Pendidikan Tinggi mendorong terjadinya liberalisasi pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Jenderal Soedirman serta mengetahui dan menjelaskan gerakan mahasiswa melawan liberalisasi pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Jenderal Soedirman tahun 2016. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma non-positivisme, khususnya konstruktivisme dan perspektif strukturalis serta metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di Yogyakarta, Purwokerto, dan Jakarta. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu, liberalisasi pendidikan di Indonesia terjadi sebagai sebuah proses sistematis pengintegrasian pendidikan tinggi ke dalam mekanisme pasar. Kedua, liberalisasi pendidikan di Indonesia berjalan dilandasi oleh beberapa produk kebijakan publik mulai dari undang-undang hingga peraturan rektor kedua universitas yang menjadi objek penelitian. Ketiga, gerakan mahasiswa di dua universitas berhasil melakukan resistensi yang dilandasi oleh persatuan dan metode gerakan yang populis. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan yaitu adanya pengaruh lembaga internasional dalam proses liberalisasi,terjadinya persatuan kekuatan politik dalam gerakan mahasiswa, dan penggunaan metode populis dalam gerakan mahasiswa. | The research entitled "Student Movement Against Educational Liberalization at Gadjah Mada University and Jenderal Soedirman University" aims to understand and describe how the Higher Education Bill encourages the liberalization of higher education at Gadjah Mada University and Jenderal Soedirman University and to known and explain how the student movements against liberalization. education at Gadjah Mada University and Jenderal Soedirman University in 2016 works. The paradigm that used in this research is non-positivism paradigm, particularly constructivism and structuralist perspectives as well as qualitative research methods. The approach used is a case study approach. This research is located in Yogyakarta, Purwokerto, and Jakarta. The technique of selecting informants using purposive sampling and it is possible to use snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation and data analysis techniques using interactive analysis techniques. Meanwhile, the validity of the data used triangulation technique. The result of this research is that the liberalization of education in Indonesia occurs as a systematic process of integrating higher education into the market mechanism. Second, the liberalization of education in Indonesia is based on a number of public policy products ranging from bills to the regulations of the rectors of the two universities which are the objects of research. Third, the student movements at the two universities succeeded in carrying out resistance based on unity and populist movement methods. This research reveals several findings, namely the influence of international institutions in the liberalization process, the unification of political forces in the student movement, and the use of populist methods in the student movement. | |
| 26342 | 29698 | F1A014100 | persepsi Mahasiswa Unsoed Asal Alor Nusa Tenggara Timur Tentang Budaya Belis | Belis merupakan tradisi adat yang dilakukan masyarakat Alor turun temurun dengan menggunakan gong dan moko dalam proses perkawinan adat berdasarkan warisan dari leluhur/nenek moyang yang ada di Alor-NTT sampai sekarang. Umumnya belis adalah sejumlah uang maupun barang yang diberikan pada tradisi upacara perkawinan yang menganut sistem genealogis patrilineal (mengikuti garis keturunan ayah) dan menempatkan marga/suku sebagai identitas penting. Dalam perkawinan adat di masyarakat Alor, pembayaran belis menjadi syarat penting bagi sahnya perkawinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa Unsoed asal Alor Nusa Tenggara Timur tentang budaya belis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data sesuai topik penelitian, dan validasi data. Hasil penelitian persepsi mahasiswa Unsoed asal Alor tentang budaya belis dengan topik pengetahuan mahasiswa tentang belis didapati persepsi mahasiswa bahwa belis gong dan moko masih merupakan syarat sahnya perkawinan adat di Alor. Belis merupakan simbol perkawinan adat dengan cara meminang perempuan dengan mas kawin/mahar sebagai pembayar jerih lelah orangtua, pembayar air susu ibu, atau sebagai kenang-kenangan untuk orang tua yang telah membesarkan anaknya. Belis menurut masyarakat Alor merupakan amanah leluhur yang harus dilakukan untuk menghormati tradisi setempat yang menggambarkan identitas/harga diri seseorang. Upaya mempertahankan tradisi belis mendapat tantangan karena sulit dan mahalnya mendapatkan gong dan moko hingga tak jarang masyarakat justru menomorduakan kebutuhan yang lebih mendasar, seperti pendidikan dan kesehatan, demi memenuhi permintaan belis yang dituntut keluarga pengantin perempuan. Dampak tradisi belis adalah masyarakat banyak meninggalkan hutang. Mengatasi dampak belis, gereja perlu bersinergi dengan pemerintah menjadi perantara bagi masyarakat Alor untuk menyampaikan kepada para kepala suku agar memudahkan proses adat belis yang berlaku di setiap suku di Kabupaten Alor. | Belis is a traditional tradition carried out by the Alor people from generation to generation by using the gong and moko in the traditional marriage process based on the inheritance of their ancestors in Alor-NTT until now. In general, belis is an amount of money or goods given to the tradition of a marriage ceremony that follows a patrilineal genealogical system (following the father's line) and places clan/ethnicity as an important identity. In traditional marriages in the Alor community, the payment of belis is an important condition for the validity of the marriage. The research objective was to determine the perceptions of Unsoed students from Alor East Nusa Tenggara about the belis culture. The method used in this research is descriptive qualitative method, with interview and observation data collection techniques. The data analysis technique is done by collecting data, data reduction, data presentation according to the research topic, and data validation. The results of the research on the perceptions of Unsoed students from Alor about the culture of belis with the topic of student knowledge about belis found that students' perceptions that belis gong and moko are still legal requirements for traditional marriages in Alor. Belis is a symbol of traditional marriage by proposing a woman with a dowry / dowry to pay for parents' tiredness, breast milk payer, or as a memento for parents who have raised their children. Belis according to the Alor community is an ancestral mandate that must be done to respect local traditions that describe a person's identity / dignity. Efforts to maintain the tradition of belis are challenged because it is difficult and expensive to obtain gong and moko, so that people often subordinate more basic needs, such as education and health, to meet the demand for belis that is demanded by the family of the bride and groom. The impact of the belis tradition is that people leave a lot of debt. To overcome the impact of belis, the church needs to work together with the government to become an intermediary for the Alor community to convey to the tribal leaders to facilitate the traditional belis process that applies in every tribe in Alor Regency. | |
| 26343 | 29700 | F1C013049 | REPRESENTASI CITRA MASKULINITAS DALAM IKLAN ROKOK (Studi Analisis Deskriptif tentang Representasi Citra Maskulinitas dalam Iklan LA Bold versi Bold is My Kind of World) | REPRESENTASI CITRA MASKULINITAS DALAM IKLAN ROKOK (Studi Analisis Deskriptif tentang Representasi Citra Maskulinitas dalam Iklan LA Bold versi Bold is My Kind of World) Oleh: Lorenz Clashaura Sheila Nasser F1C013049 ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan representasi citra maskulinitas dalam iklan rokok LA Bold “Bold is My Kind of World” dengan menggunakan model analisis semiotika John Fiske dalam teorinya yang yang mengkategorikan tanda dari segi level realitas, level representasi dan level ideologi. peneliti akan menginterpretasikan makna-makna pada iklan yang diteliti berdasarkan kategori tanda berdasarkan levelnya. Tipe penelitian adalah kualitatif, metode penelitian adalah metode penelitian semiotika.Objek penelitian yang diamati adalah iklan rokok LA Bold “Bold is My Kind of World.” Iklan yang ditayangkan di televisi dan Youtube dalam bentuk visual tersebut menjadi objek utama dari objek penelitian ini.Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, studi pustaka dan dokumentasi dari iklan rokok LA Bold “Bold is My Kind of World.” Studi pustaka diambil dari buku-buku, jurnal penelitian, internet, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan, antara lain 1) Iklan LA Bold ‘Bold is My Kind of World’ menampilkan citra diri seorang laki-laki urban yang maskulin melalui simbol fisik berupa tampilan yang maskulin dengan tubuh tinggi, wajah berkarakter tajam. Dari simbol karakter, tokoh utama digambarkan sebagai seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan. Dari simbol fashion, pakaian yang digunakan selalu trendi dan rapi 2) Sudut pengambilan gambar pada iklan ini dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan sosok tokoh utama yang tampak berjiwa pemimpin, tegas, dan maskulin. Latar belakang musik pada iklan ini juga memiliki kesan maskulin dengan dominasi rock. Kata kunci : Semiotika, Citra, Representasi Maskulinitas dan Iklan. | REPRESENTATION OF MASCULINITY IMAGES IN CIGARETTE ADVERTISING (Descriptive Analysis Study of the Representation of Masculinity Images in the LA Bold Ad version of Bold is My Kind of World) Written by: Lorenz Clashaura Sheila Nasser F1C013049 ABSTRACT This study aims to reveal the representation of masculinity images in LA Bold cigarette advertisements "Bold is My Kind of World" using John Fiske's semiotic analysis model in his theory which categorizes signs in terms of reality level, representation level and ideology level. the researcher will interpret the meanings in the advertisements studied according to the category of signs based on their level. This type of research is qualitative, the research method using semiotic research method. The object of research observed was the LA Bold cigarette advertisement "Bold is My Kind of World." Ads that aired on television and Youtube in the visual form became the main object of this research object. The data collection techniques used in this study were observation, literature study and documentation from the LA Bold cigarette advertisement "Bold is My Kind of World." Literature study is taken from books, research journals, internet, and other sources that support research. Based on previous research, researchers get several conclusions, including 1) LA Bold advertisement 'Bold is My Kind of World' displays the self-image of a masculine urban man through physical symbols in the form of a masculine appearance with a tall body, sharp-faced face. From the symbol of character, the main character is described as someone who has a leadership spirit. From the fashion symbol, the clothes used are always trendy and neat. 2) The shooting angle in this advertisement is made in such a way that it displays the main characters who appear to be leader, assertive, and masculine. The background music in this ad also has a masculine impression with rock dominance. Keywords: Semiotics, Image, Masculinity Representation and Advertising. | |
| 26344 | 29701 | C1K014054 | THE INFLUENCE OF SERVICE QUALITY,TRUST, CUSTOMER SATISFACTION, AND CUSTOMER EXPERIENCE TO CUSTOMER LOYALTY (Study On J&T Express Purwokerto) | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, kepercayaan, kepuasan panggan, dan pengalaman palnggan terhadap loyalitas pelanggan di J&T Express Purwokerto. Responden penelitian ini sebanyak 110 orang pelanggan J&T Express Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan: 1) kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, 2) kepercayaan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, 3) kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, 4) pengalaman pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, | This research is performed to analyze the influence of service quality, trust, customer satisfaction, and customer experience to customer loyalty in J&T Express Purwokerto. The respondents of this study as many 110 people customers J&T Express Purwokerto. Based on the result of this research, it has come to the conclusion: 1) service quality has positive effect to customer loyalty, 2) trust has positive effect to customer loyalty, 3) customer satisfaction has positive effect to customer loyalty, 4) customer experience has positive effect to customer loyalty, | |
| 26345 | 29702 | C1K013045 | THE EFFECT OF SHOPPING ORIENTATION, SUBJECTIVE NORM AND TRUST ON CUSTOMER ONLINE PURCHASE INTENTION WITH GENDER AS MODERATING VARIABLE (Study on Youth People in Indonesia) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh orientasi belanja, norma subyektif, dan kepercayaan terhadap niat beli daring pelanggan dengan jenis kelamin sebagai variabel moderasi pada remaja di Indonesia. Perlu dieksplorasi lebih dalam tentang pengaruh variabel-variabel ini terhadap niat beli daring pelanggan untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden di Indonesia yang mengetahui belanja daring. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 24. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) orientasi belanja berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli daring pelanggan, (2) norma subyektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli daring pelanggan, (3) kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli daring pelanggan, (4) jenis kelamin memperkuat pengaruh orientasi belanja pada niat beli daring pelanggan, (5) jenis kelamin memperkuat pengaruh subjektif norma pada niat beli daring pelanggan dan (6) jenis kelamin memperkuat pengaruh kepercayaan terhadap niat beli daring pelanggan. | The purpose of this research was to find out the effect of shopping orientation, subjective norm and trust on customer online purchase intention with gender as moderating variable on youth people in Indonesia. It needed to be explored more deeply about the effect of these variables on customer online purchase intention to get more complete evidence. The data in this study were primary data obtained directly from respondents in Indonesia who knew online shopping. Data analysis method used was multiple linear regression analysis method using SPSS 24. Based on the data analysis, it can be concluded that (1) shopping orientation has a positive and significant influence on customer online purchase intention, (2) subjective norm has a positive and significant influence on customer online purchase intention, (3) trust has a positive and significant influence on customer online purchase intention, (4) gender strengthens the influence of shopping orientation on customer online purchase intention, (5) gender strengthens the influence of subjective norm on customer online purchase intention and (6) gender strengthens the influence of trust on customer online purchase intention. | |
| 26346 | 29703 | I1D016011 | LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DENGAN KONTAMINASI Escherichia coli PADA MAKANAN | ABSTRAK LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DENGAN KONTAMINASI Escherichia coli PADA MAKANAN Anggun Putri Utami1 Indah Nuraeni2 Izzati Nur Khoiriani2 Latar belakang: Kontaminasi Escherichia Coli pada makanan dapat menimbulkan adanya KLB keracunanan makanan dan KLB diare. Personal higiene penjamah makanan diketahui berperan penting dalam mencegah adanya kontaminasi tersebut. Studi literatur ini digunakan untuk mengetahui hubungan personal higiene penjamah makanan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Metodologi: Jurnal terkait hubungan personal higiene penjamah makanan dengan kontaminasi E. coli pada makanan dicari menggunakan situs ScienceDirect, GoogleSchoolar, Pubmed, dan Portal garuda. Kriteria inklusi adalah jurnal yang berkaitan dengan personal higiene penjamah makanan dan kontaminasi E. coli, menggunakan sampel makanan dan penjamah makanan di tempat pengelolaan makanan (TPM), jurnal terindeks, jurnal yang dapat diakses secara penuh dan merupakan jurnal publikasi sepuluh tahun terakhir. Didapatkan lima dari 1.320 jurnal yang dapat dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian: Berdasarkan lima jurnal yang dianalisis, dua jurnal menyebutkan bahwa personal higiene memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Tiga jurnal lain memilih variabel berupa praktik cuci tangan dan atau kebesihan diri penjamah makanan yang mana kedua variabel tersebut masuk ke dalam parameter personal higiene penjamah makanan. Ketiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Kesimpulan: Personal higiene penjamah makanan memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Kebersihan diri dan praktik mencuci tangan memiliki hubungan langsung terhadap kontaminasi E. coli pada makanan. | ABSTRACT LITERATURE REVIEW: PERSONAL HYGIENE OF FOOD HANDLERS IN RELATION TO Escherichia coli CONTAMINATION IN FOOD Anggun Putri Utami1 Indah Nuraeni2 Izzati Nur Khoiriani3 Background: Escherichia coli contamination in food can lead to food poisioning outbreaks and diarrhea outbreaks in Indonesia. Personal hygiene of food handlers is known to have an important role in preventing the contamination. This literature review is used to identify personal higiene of food handlers in relation to escherichia coli contamination in food. Methods: Journals that examine personal higiene of food handlers in relation to Escherichia coli contamination in food are searched using ScienceDirect, GoogleSchoolar, Pubmed, dan Portal garuda. Inclusion criteria were studies related to personal higiene of food handlers and E. coli contamination in food, using food and food handlers sample at food management places, indexed journals, full-access journals and published at least from the last ten years. Obtained five journals that can be analyzied further. Results: Based on five journals, two journals stated that personal hygiene of food handlers had a relation to E. coli contamination in food. Three other journals chose different variables, yaitu practice of washing hand and or cleaniless of food handlres, where two variables were included in the personal higiene parameters. These two variables also had a realtion to E. coli contamination in food Conclusion: Personal hygiene of food handlers has relation to Escherichia coli contamination in food. The cleaniless of food handlers and practice of washing hand has a direct relation to Escherichia coli contamination in food. | |
| 26347 | 29704 | E1A115078 | PERAN DIVERSI DI TINGKAT PENYIDIKANA DALAM RANGKA PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (STUDI KASUS DI POLRES BANYUMAS) | Penanganan anak yang berkonflik dengan hukum dilaksanakan dengan proses diversi sejak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak diberlakukan. Definisi diversi secara umum yaitu pengalihan sistem peradilan dari dalam proses peradilan ke luar proses peradilan. Proses diversi wajib diselenggarakan pada setiap tingkat pemeriksaan, termasuk penyidikan dikepolisian, guna melindungi hak-hak anak dan menghindarkan anak dari efek buruk peradilan pidana. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis yang meneliti kebijakan hukum diversi pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, dilanjutkan dengan pengamatan peran diversi di tingkat penyidikan dan faktor apa saja yang menghambat penyidik dalam melakukan diversi terhadap anak yang melakukan tindak pidana penganiayaan di kepolisian yang bertempat di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polres Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dilaksanakan dengan metode wawancara untuk pengumpulan data primer dan berdasar pada undang-undang untuk data sekunder. Berdasarkan pada hasil penelitian ini, peran diversi di tingkat penyidikan di Polres Banyumas sebagai mediator. Mediator sendiri memiliki peran yaitu memimpin proses diversi, menelusuri dan menggali kepentingan para pihak yang berperkara dan mencari penyelesaian perkara yang terbaik. Selain sebagai mediator, penyidik Polres Banyumas juga berperan sebagai fasilitator yaitu memfasilitasi tempat untuk mempertemukan korban dan pelaku. Hambatan yang sering dihadapi oleh penyidik dalam melakukan diversi yaitu pemahaman masyarakat yang masih menganggap suatu tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang harus di proses melalui jalur hukum (pengadilan). Hal tersebut menyebabkan kesulitan tersendiri bagi penyidik dalam melakukan upaya diversi terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak. | Handling of conflict’s children towards the law is carried out with diversion process since Law Number 11 of 2012 about the Juvenile Justice System is enforced. Definition of diversion in general is the transfer of justice system from within justice process to outside justice process. Diversion process must be carry at every level of examination, including police investigations, to protect the rights of children and prevent children from the adverse effects of criminal justice. This study is conducted using sociological juridical approach that examines diversion legal policies in Law Number 11 of 2012, followed by observing the role of diversion at the level of investigation and what factors are holding investigators from diversifying children who committed into criminal abuse in the police station which taken place in the Women's and Children's Services Unit (PPA Unit) Banyumas Police Region. The types and sources of the data used are primary and secondary data which are carried out by interview method for primary data collection and based on the law for secondary data collection. Based on the results, the role of diversion at the investigation level on the Banyumas Police Resort is as a mediator. The mediator it self has their own role which are leading the diversion process, tracing and explore the interests of the litigant parties and find the best solution for case. Other than being an mediator, Banyumas Police Resort Investigator also acts as facilitator which is facilitating a place to bring together victims and perpetrator. The obstacle often faced by investigators in conducting diversion is the understanding of the people who still consider a crime committed by a person must be processed through legal channels (court). This causes difficulties for investigators in diversifying criminal acts committed by children. | |
| 26348 | 29705 | D1E014024 | PERAN KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH DALAM MENGHASILKAN SUSU YANG BERKUALITAS DITINJAU DARI WAKTU REDUKTASE DAN PH SUSU DI KABUPATEN WONOSOBO | ABSTRAK Kegiatan usaha ternak sapi perah akan baik bila dilakukan secara berkelompok. Adanya kelompok membuat peternak dapat menghasilkan susu yang berkualitas yang berdasarkan kemampuan proses belajar para anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok sebagai wadah belajar, unit produksi dan unit usaha dalam menghasilkan susu yang berkualitas ditinjau dari waktu reduktase dan nilai pH. Materi yang digunakan adalah susu sapi perah milik kelompok peternak dan sasaran penelitian adalah anggota kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan sebagai penentuan wilayah adalah metode purposive sampling. Penentuan sampel kelompok dan responden dilakukan dengan metode sensus, peternak yang berada di Kecamatan Kretek, Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Selomerto, dan Kecamatan Kejajar. Total responden yang digunakan sebanyak 30 orang peternak. Analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan peran kelompok sebagai unit produksi memiliki kategori yang tinggi (60%), kategori sedang terjadi pada peran kelompok sebagai wadah belajar (50%) dan peran kelompok sebagai unit usaha berkategori rendah (80%). Kualitas susu yang dihasilkan memiliki kategori yang sangat baik pada waktu reduktaase dengan rata-rata waktu reduksi sembilan jam dan nilai pH memiliki kategori cukup baik dengan rata-rata nilai pH 6.7. Terdapat hubungan yang kuat antara peran kelompok sebagai unit produksi dengan kualitas susu yang dihasilkan oleh peternak sapi perah (0.71), hubungan yang cukup kuat antara peran kelompok sebagai wadah belajar (0.53) dan unit usaha (0.42) dengan kualitas susu yang dihasilkan peternak sapi perah. | ABSTRACT Dairy cattle business activities will be good if done in groups. The existence of a group allows the farmer to produce quality milk based on the learning process of the members. This study aims to determine the role of groups as learning containers, production units and business units in producing quality milk in terms of reductase time and pH value. The material used is dairy cow's milk belonging to farmer groups and the research targets are members of the dairy farmers group in Wonosobo Regency. The method used to determine the area is purposive sampling method. The determination of group samples and respondents was carried out using the census method, breeders who were in Kretek District, Kalikajar District, Selomerto District and Kejajar District. The total number of respondents used was 30 breeders. The analysis used is Descriptive Analysis and Rank Spearman Correlation. The results showed that the role of the group as a production unit was in a high category (60%), the category was occurring in the group's role as a learning platform (50%) and the group's role as a business unit in the low category (80%). The quality of the milk produced was in a very good category at the reductaase time with an average reduction time of nine hours and the pH value was in a fairly good category with an average pH value of 6.7. There is a strong relationship between the role of the group as a production unit and the quality of milk produced by dairy farmers (0.71), a strong relationship between the role of the group as a learning platform (0.53) and business units (0.42) and the quality of milk produced by dairy farmers. | |
| 26349 | 29706 | H1L013056 | RANCANG BANGUN APLIKASI VOICE COMMAND MENGGUNAKAN METODE MFCC DAN HIDDEN MARKOV MODEL | Perkembangan teknologi yang pesat saat ini sudah menjadi hal yang biasa, berbagai macam teknologi diciptakan sebagai pendukung dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bidang teknologi yang saat ini sedang dalam perkembangan pesat ialah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan, dimana ilmu ini menerapkan cara kerja otak manusia ke dalam mesin salah satunya ialah, pengenalan suara ilmu ini sudah diterapkan sejak tahun 1950-an hingga saat ini, pengenalan suara sekarang sudah banyak digunakan dalam berbagai macam hal seperti, keamanan pada berbagai macam alat-alat teknologi maupun membantu pengguna dalam menggunakan teknologi tersebut. Maka dari itu dibutuhkan aplikasi yang dapat membantu kinerja pengguna sehingga dapat mempercepat kerja dan efisien dalam pekerjaannya dengan merancang sebuah aplikasi pengenalan suara untuk mengoperasi sistem operasi windows menggunakan hidden markov model. | Rapid technological developments today have become commonplace, a variety of technologies created as a supporter in daily life. The field of technology that is currently in rapid development is technology that uses artificial intelligence, artificiall intelligence applies the workings of the human brain into the engine one of which is voice recognition, voice recognition has been applied since the 1950s until now, voice recognition is now widely used in a variety of things such as, security on a variety of technological tools and help users in using these technologies. Therefore required an application that can help the user's performance so as to speed up the work and efficient in his work by designing a voice recognition application to operate windows operating system using hidden markov model | |
| 26350 | 29708 | E2A018014 | IMPLIKASI HUKUM KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG ATAU JASA MELALUI DANA KELURAHAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Dana kelurahan muncul setelah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mengusulkan kepada Presiden pentingnya kelurahan mendapatkan seperti dana desa yang terbukti telah banyak membantu meningkatkan ekonomi warga desa. Dilematisnya Permendagri No. 130 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Kelurahan Dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, menyatakan dengan tegas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di kelurahan diutamakan melalui swakelola III atau IV. Pengadaan barang/jasa dengan swakelola adalah level manajerial. Dibutuhkan personil berkapasitas top manajer atau paling rendah middle manager. Untuk itu menyerahkan swakelola pada level kelurahan sangat riskan Hasil penelitian menunjukan bahwa Kebijakan Pengadaan barang atau Jasa dana kelurahan di Kabupaten Banyumas tentunya mendasarkan pada ketentuan tertulis yang dibuat oleh pemerintah daerah. Implikasi hukum yang pertama adalah adanya penyerahan kewenangan secara atributif kepada kepala daerah dalam hal ini Bupati untuk melaksanakan pengadaan barang atau Jasa yang kemudian didelegasikan kepada Lurah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan pejabat penatausahaan sebagai Pejabat Pembuat Komitemn (PPKom) dalam proses pengadaan barang atau Jasa. Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa dana kelurahan tersebut tanggung jawab dan tanggung gugat melekat pada Pejabat Pumbuat Komitmen. Implikasi hukum pengadaan barang atau Jasa dana kelurahan yang kedua adalah berdasarkan SE MENDAGRI NO. 146/2694/SJ Tanggal 27 Maret 2019 Tentang petunjuk teknis Permendagri No. 130 tahun 2018 maka setiap kegiatan pengadaan barang atau Jasa di kelurahan diutamakan menggunakan swakelola III dan IV. Banyak KPA/Lurah dan PPKom/Pejabat Pembuat Komitmen di Kabupaten Banyumas yang merasa kesulitan dalam melaksanakan proses swakelola. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas mengambil kebijakan bahwa proses pengadaan barang belanja modal yang sulit diaplikasikan menggunakan metode swakelola dalam proses pengadaan nya menggunakan mata anggaran berupa Proses Pembuatan/ Kegiatan Output Bj/ Pekerjaan Bukan Pembelian yang terdapat input material, SDM, peralatan dan metode.. | urban villages funds emerged after the Association of City Governments throughout Indonesia (APEKSI) proposed to the President the importance of obtaining urban villages such as village funds which have proven to help improve the economy of village residents. The dilemma of Permendagri No. 130 of 2018 concerning Urban Village Facilities and Infrastructure Development Activities and Community Empowerment in Kelurahan, clearly states that the implementation of procurement of goods / services in urban villages is prioritized through self-management III or IV. Self-managed procurement of goods / services is a managerial level. It takes personnel with the capacity of top managers or at least middle managers. Therefore, giving up self-management at the kelurahan level is very risky The results showed that the policy for procurement of goods or services for urban village funds in Banyumas Regency is certainly based on written provisions made by the local government. The first legal implication is that there is an attributive handover of authority to the regional head in this case the Regent to carry out the procurement of goods or services which is then delegated to the Lurah as the Budget User Proxy (KPA) and administrative officials as Commitment Making Officer (PPKom) in the process of procuring goods or Services. In the implementation of the procurement of goods or services, the kelurahan funds are responsible and liable for the Commitment Officer. The second legal implication of procuring goods or services for kelurahan funds is based on SE MENDAGRI NO. 146/2694 / SJ Dated 27 March 2019 Regarding technical instructions for Minister of Home Affairs No. 130 of 2018, every activity for procurement of goods or services in the urban village is prioritized using self-management III and IV. Many KPA / Lurah and PPKom / Commitment Making Officials in Banyumas District find it difficult to carry out the self-management process. The Regional Government of Banyumas Regency adopted a policy that the procurement process for capital expenditure goods that is difficult to apply uses a self-managed method in the procurement process using a budget item in the form of a Bj Output Production / Non-Purchasing Work / Non-Purchasing Process which contains material input, human resources, equipment and methods. | |
| 26351 | 29402 | B1A016092 | Distribusi dan Sex Ratio Udang Macrobrachium spp. di Sungai Logawa, Kabupaten Banyumas | Sungai Logawa di Kabupaten Banyumas merupakan anak Sungai Serayu yang kaya akan sumberdaya hayati contohnya adalah udang. Udang air tawar memiliki penyebaran yang sangat luas di Indonesia yang merupakan anggota subfilum Crustacea, kelas Malacostraca, ordo Decapoda, dan terdiri dari famili Palaemonidae, Atyidae, dan Alpheidae. Genus Macrobrachium merupakan salah satu genus yang memiliki tingkat penyebaran yang tinggi dan merupakan bagian dari jaring makanan dalam ekosistem. Keberadaan Macrobrachium spp. di sungai dipengaruhi oleh beberapa faktor yang disebabkan oleh kondisi lingkungan di sungai dan aktivitas manusia. Penelitian dilakukan dengan metode survey di lima stasiun pengamatan di Sungai Logawa. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2019 menggunakan tenik purposive sampling dengan melakukan pengambilan sampel udang menggunakan surber net. Sampel udang yang didapat kemudian diidentifikasi, dihitung jumlah jenis, jumlah individu jantan, betina, dan betina bertelur, ukuran panjang total udang, panjang cephalothorax, panjang abdomen, jumlah duri rostrum, serta ditentukan distribusi Macrobrachium spp. antarstasiun menggunakan analisis uji “F” dan dihitung sex ratio. Hasil penelitian ini yaitu didapatkan dua spesies udang air tawar yaitu Macrobrachium pilimanus dan Macrobrachium sintangense. Distribusi tertinggi M. pilimanus yaitu pada Stasiun IV (38 ekor) dan M. sintangense pada Stasiun III (17 ekor). Sex ratio Macrobrachium pilimanus dan Macrobrachium sintangense di semua stasiun didominasi oleh udang betina. | Logawa River in Banyumas Regency is a tributary of the Serayu River which is rich in biological resources, for example, freshwater prawn. Freshwater prawn has a very wide distribution in Indonesia which is a member of the subphylum Crustacea, the Malacostraca class, the Decapoda order, and the Palaemonidae, Atyidae, and Alpheidae families. The genus Macrobrachium is one of the genusthat has a high level of distribution and has in the food web in the ecosystem. The presence of Macrobrachium spp. in the river is influenced by several factors caused by environmental conditions and human activities in the river . The research used survey method in five observation stations in Logawa River. Sampling was conducted from June to August 2019 used purposive sampling technique by took prawn samples used surber net. Prawn samples obtained were then identified, counted the number of species, the number of individual males, females, and females laying eggs, total length of prawn, cephalothorax length, abdominal length, number of rostrum spines, and the distribution of Macrobrachium spp. between stations using "F" test analysis and calculating the sex ratio. The results of this research showed two species of freshwater prawns, that is Macrobrachium pilimanus and Macrobrachium sintangense. The highest distribution of M. pilimanus was at Station IV (38 individuals) and M. sintangense at Station III (17 individuals). The sex ratio of Macrobrachium pilimanus and Macrobrachium sintangense in all stations is dominated by female prawns. | |
| 26352 | 29686 | H1E016017 | PENYELESAIAN PERMASALAHAN MULTIOBJECTIVE FLOWSHOP SCHEDULING DENGAN ALGORITMA SIMA (STUDI KASUS : IKM KNALPOT MMS K4471NE PURBALINGGA) | Kabupaten Purbalingga yang merupakan suatu kabupaten yang diakui memiliki industri unggulan berupa knalpot. Salah satu IKM knalpot yang cukup dikenal masyarakat banyak yaitu IKM Knalpot MMS-K4471NE. Dalam IKM ini terdapat beberapa masalah yang terjadi salah satunya adalah keluhan konsumen mengenai waktu penyelesaian pesanan yang cukup lama. Ini menandakan bahwa penjadwalan yang sekarang diterapkan oleh pihak IKM masih belum baik. Pada umumnya penjadwalan hanya mempertimbangkan pada minimasi waktu makespan. Namun saat ini penjadwalan juga dapat dimodifikasi sehingga dapat meminimasi biaya yang dikeluarkan dan juga minimasi dampak terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini mengacu pada 4 pertimbangan untuk menentukan penjadwalan terbaik untuk IKM. Pertimbangan tersebut adalah minimasi waktu makespan, biaya inventory, biaya kirim dan emisi gas buang kendaraan. Berdasarkan hasil simulasi, algoritma SIMA menghasilkan penjadwalan dengan 4 pertimbangan dengan urutan job yaitu job 6 – 13 – 29 – 3 – 43 – 11 – 47 – 39 – 19 – 42 – 35 – 18 – 38 – 17 – 4 – 21 – 27 – 23 – 15 – 22 – 44 – 37 – 1 – 30 – 33 – 16 – 7 – 31 – 41 – 36 – 24 – 49 – 5 – 20 – 40 – 32 – 10 – 9 – 34 – 26 – 28 – 12 – 2 – 14 – 46 – 48 – 25 – 45 – 8 dengan nilai untuk makespan adalah 62.076 detik, biaya inventory adalah Rp 0, biaya kirim adalah Rp 14.655.000, dan total emisi gas buang kendaraan 261.970 gr/km. | Purbalingga Regency, which is a district that is recognized as having a leading industry in the form of muffler. One of the muffler SMEs that is well known to the public is SME Muffler MMS-K4471NE. In this SME there are several problems that occur, one of which is consumer complaints about the long time to complete orders. This indicates that the scheduling currently implemented by the SME is still not good. In general, scheduling only considers minimizing the makespan time. However, currently scheduling can also be modified so as to minimize costs and also minimize the impact on the environment. In this study, it refers to 4 considerations to determine the best scheduling for SME. These considerations are minimizing makespan time, inventory costs, shipping costs and vehicle exhaust emissions. Based on the simulation results, the SIMA algorithm produces scheduling with 4 considerations with job sequences, 6 – 13 – 29 – 3 – 43 – 11 – 47 – 39 – 19 – 42 – 35 – 18 – 38 – 17 – 4 – 21 – 27 – 23 – 15 – 22 – 44 – 37 – 1 – 30 – 33 – 16 – 7 – 31 – 41 – 36 – 24 – 49 – 5 – 20 – 40 – 32 – 10 – 9 – 34 – 26 – 28 – 12 – 2 – 14 – 46 – 48 – 25 – 45 – 8 with a value of makespan 62.076 seconds, inventory costs IDR 0, shipping costs IDR 14.655.000, and total vehicle exhaust emissions 261.970 gr / km . | |
| 26353 | 29707 | E1A014257 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE (Tbk) JAKARTA | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PADA PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE (Tbk) JAKARTA Disusun Oleh: Mustikasari Amalia ( E1A014257) ABSTRAK Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perusahaan dituntut melaksanakan dan memberi hak-hak masyarakat sebagai rasa taggung jawab sosial dan lingkungan atas manfaat yang telah diambil dari lingkungan tersebut Objek penelitian penulis yakni PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yuridis dengan tipe penelitian bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier Dari hasil penelitian disimpulkan PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta, sudah melaksanakan ketentuan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas tentang Corporate Social Resposibility (CSR) yang dilaksanakan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta telah melaksanakan kewajiban sebagai Perseroan Terbatas dan melakukan Corporate Social Resposibility (CSR) menurut berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 sehingga PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta tidak bisa dikenakan sanksi karena menempatkan CSR pada strategi inti dan jantung bisnisnya. CSR tidak hanya dianggap sebagai keharusan bagi PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta sebagai perusahaan, tetapi kebutuhan (modal sosial) untuk melakukan kegiatan usaha yang berkelanjutan. Kata kunci: Corporate Social Responsibility, PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta | IMPLEMENTATION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) UNDER THE ARTICLE 74 ACT NUMBER 40 YEAR 2007 REGARDING LIMITED LIABILITY COMPANY AT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE (Tbk) JAKARTA By: MUSTIKASARI AMALIA E1A0140257 ABSTRACT Corporate social and environmental responsibility or better known as Corporate Social Responsibility is one of the obligations that must be carried out by companies in accordance with Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies. Companies are required to implement and provide community rights as a sense of social and environmental responsibility for the benefits that have been taken from the environment. The object of the author's research, namely PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta. The study focused on implementing corporate social responsibility PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta. This type of research is empirical normative legal research with descriptive research type. The data used in this study are primary data and secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials From the results of the study concluded that PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta, has implemented the provisions in the Limited Liability Company Law on Corporate Social Responsibility (CSR) implemented through the Partnership and Community Development Program. PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta has fulfilled its obligations as a Limited Liability Company and carried out Corporate Social Resposibility (CSR) according to Article 74 of Law Number 40 Year 2007 so that PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta cannot be penalized for placing CSR in its core strategy and business heart. CSR is not only considered as a must for PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta as a company, but needs (social capital) to conduct sustainable business activities. Keyword: Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) Jakarta | |
| 26354 | 29709 | I1C015111 | EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang : Penyakit ginjal kronis (PGK) didefinisikan sebagai kelainan pada struktur atau fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih dengan implikasi bagi kesehatan dengan perkiraan kreatinin (ClCr) berkurang menjadi 50 mL /menit (0,83 mL /menit). Obat antihipertensi mempunyai jalur eliminasi melalui ginjal. Pada kondisi gagal ginjal, obat antihipertensi dapat menyebabkan penumpukan pada ginjal sehingga dapat memperburuk fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode : Penelitian menggunakan dengan jenis penelitian retrospektif. Sampel yang diambil menggunakan metode simple random sampling dengan mengambil 83 data rekam medik. Penelitian dibandingkan dengan Drug Information Handbook 2016 dan Renal Drug Handbook Fourth Edition 2014 tepat pasien dan tepat dosis, serta JNC 8 2013 tepat indikasi dan tepat obat. Hasil : Pola penggunaan obat antihipertensi monoterapi amlodipin (16,87%), candesartan (14,46%), irbesartan (4,82%), valsartan (15,66%), kombinasi amlodipin & candesartan (15,66%), amlodipin & irbesartan (6,03%), amlodipin & valsartan (24,10%), amlodipin & ramipril (1,20%). Ketepatan penggunaan obat antihipertensi yaitu tepat indikasi (97,59%), tepat obat (82,72%), tepat dosis (98,51%), dan tepat pasien (100%). Kesimpulan : Pemilihan obat antihipertensi yang diresepkan pada pasien gagal ginja kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo sudah hampir seluruhnya tepat. | Background : Chronic kidney disease (CKD) is defined as abnormalities in the structure or function of the kidney for 3 months or more with implications for health with an estimated creatinine (ClCr) being reduced to 50 mL/min (0.83 mL/min). Antihypertensive drugs have an elimination pathway through the kidneys. In the condition of kidney failure, antihypertensive drugs can cause buildup in the kidneys so that it can worsen kidney function. This study aims to evaluate the rationality of the use of antihypertensive drugs in chronic kidney failure undergoing hemodialysis, based on the right indication, the right drug, the right dose, and the right patient in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methods : Research uses retrospective research. Samples were taken using the simple random sampling method by taking 83 medical record data. The study was compared with the 2016 Drug Information Handbook and the 2014 Renal Drug Handbook Fourth Edition of the patient's exact and exact dosage, as well as the 2013 JNC 8's precise indication and the right medication. Result : The pattern of antihypertensive drug use monotherapy amlodipine (16.87%), candesartan (14.46%), irbesartan (4.82%), valsartan (15,66%), a combination of amlodipine & candesartan (15.66%), amlodipine & irbesartan (6.03%), amlodipine & valsartan (24.10%), amlodipine & ramipril (1.20%). The accuracy of the use of antihypertensive drugs is the right indication (97.59%), the right drug (82.72%), the right dose (98.51%), and the right patient (100%). Conclusion : Selection of antihypertensive drugs prescribed in patients with chronic gummy failure who underwent hemodialysis at Prof. Hospital Dr. Margono Soekarjo is almost entirely correct. | |
| 26355 | 29710 | J1C015023 | Makna Semiotik Hina Ningyou dalam Budaya Jepang | Penelitian ini berjudul Makna Semiotik Hina Ningyou Dalam Budaya Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna semiotik berupa Denotasi, konotasi, dan mitos melalui teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan penelitian deskpriptip kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan. Data dalam penelitian ini berupa 15 gambar hina ningyou yang diambil dari koleksi prodi sastra Jepang dan data dari buku beserta web khusus asosiasi budaya Jepang. Hasil analisis memunculkan 205 data berupa denotasi, konotasi, dan mitos, yang mengarahkan pada dua kesimpulan akhir yaitu ; berdasarkan kelompok hina ningyou yang membawa makna ekspektasi ideal wanita Jepang dalam budaya Jepang dan berdasarkan susunan beserta penampilan hina ningyou membawa makna penghormatan pada sistem Kokutai. | The title of this research is the Semiotic Meaning of Hina Ningyou in Japanese Culture. The purpose of this research is to describe the semiotic meaning of denotation, connotation, and myth through the semiotic theory of Roland Barthes. This type of research is a qualitative descriptive study. Data collection was done by library research. The data in this research were 15 pictures of Hina Ningyou from a collection of Japanese literature study programs and data from books and a special website for Japanese cultural associations. The analysis resulted in 205 data in the form of denotation, connotation, and myth, which led to two final conclusions, namely, based on the hina ningyou group which carries the meaning of the ideal expectations of Japanese women in Japanese culture and based on the arrangement and appearance of hina ningyou bringing the meaning of respect to the Kokutai system. | |
| 26356 | 29722 | E2A018040 | EFEKTIVITAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 16 TAHUN 201T TENTANG PENYAKIT MASYARAKAT | RINGKASAN RISKA AMELIA DEWI, Program Studi Magister Ilmu Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, “Efektivitas Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat”, Komisi Pembimbing, Ketua Dr. H. Setya Wahyudi, S.H., M.H. , Anggota, Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat dan menganalisis hambatan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam melakukan penanggulangan penyakit masyarakat. Dengan pendekatan yuridis sosiologis, bersifat deskriptif, Lokasi Penelitian di wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, Sumber Data primer meliputi : Satuan Polisi Pamong Praja, Pengamen, pengemis. Sumber data sekunder : data studi kepustakaan, Data disajikan dalam bentuk uraian, dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan dalam tesis ini, efektivitas Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat dalam pelaksanaannya tidak efektif, karena meskipun telah dilakukan penegakan hukum terhadap penyakit masyarakat tersebut, namun panyakit masyarakat tersebut masih saja terus terjadi bahkan meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berarti tujuan dari dibentuknya Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat tidak tercapai. Hambatan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam melakukan penanggulangan penyakit masyarakat, meliputi: a. Struktur hukum: 1) Masih rendahnya kualitas SDM dan ketrampilan anggota Linmas yang ada di desa se kabupaten Banyumas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya; 2) Kurang sebanding dan proporsionalnya jumlah anggota Satpol PP dengan jumlah dan luasan sasaran yang ditertibkan; 3) Masih kurang dalam melaksanakan penyuluhan tentang Perda; 4) Belum tersedianya sarana rehabilitasi pengemis, gelandangan psikotik, gelandangan non psikotik, pengamen, orang terlantar /anak jalanan, dan pelacuran; 5) Kurangnya komunikasi/ koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas dengan dinas/instansi terkait dalam penegakan Perda. b. Faktor budaya: Dari faktor budaya hukum adalah kurangnya keperdulian masyarakat untuk berpartisipasi memberantas penyakit masyarakat seperti : pengemis, gelandangan psikotik, gelandangan non psikotik, pengamen, orang terlantar /anak jalanan, peminum minuman beralkohol, pelacuran. Di samping itu masih adanya nilai-nilai masyarakat yang memandang bahwa memberi kepada pengemis adalah sesuatu yang mulia. Kemudian ada beberapa masyarakat pedesaan yang memproduksi minuman beralkohol secara tradisonal (ciu dan tuak) sebagai mata pencaharian, seperti di wilayah Desa Cikakak, Kecamatan Wangon yang memproduksi minuman beralkohol jenis ciu. | SUMMARY RISKA AMELIA DEWI, Program Study Magister Science Law, University General Soedirman, "Effectiveness By Law Sub-Province Banyumas Number 16 Year 2015 About Tackling Disease Society", Commission Counsellor, Chief Dr. H. Setya Wahyudi, S.H., M.H , Member, Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. This research aim to to analyse By Law Sub-Province Banyumas Number effectiveness 16 Year 2015 about Tackling Disease Society and analyse resistance faced by Government Sub-Province Banyumas in doing society disease Tackling. With approach of sosiological yuridical, having the character of is descriptive, Location Research in Local Government Sub-Province Banyumas region, Source of Data primary cover : Set Of Police Pamong District public service, Street musician, beggar. Source of sekunder data : bibliography study data, Data presented in the form of description, analysed qualitative. Pursuant to result of solution and research to fundamental of[is problem of this thesis, By Law Sub-Province Banyumas Number effectiveness 16 Year 2015 about Tackling Disease Society in its execution is not effective, because though have been done by the straightening of law to the society disease, but just still the society disease continue happened even mount from year to year. Matter this means intention of formed his of Perda Number 16 Year 2015 about Tackling Disease Society do not reach. Resistance faced by Government Sub-Province Banyumas in doing society disease tackling, covering: a. Law structure 1) Still lower nya of is quality of SDM and is skilled of Linmas member exist in Banyumas sub-province se countryside in executing duty and responsibility his 2) Less proportional and its its his is amount of Satpol PP member with arranged in order target luasan and amount 3) Still less in executing counselling about Perda 4) Not yet made available of medium rehabilitate beggar, psikotik loiterer, loiterer of is non psikotik, street musician, people unemployed / public road child, and prostitution 5) Lack of communications/ duty execution synchronization and coordination on duty / related/relevant institution in straightening of Perda. b. Cultural factor: From cultural factor of law is the lack of pay attention of society to participate to to fight against society disease like : beggar, psikotik loiterer, loiterer of is non psikotik, street musician, people unemployed road child, grog drunkard, prostitution. Despitefully there is still his of society values which looking into that giving to beggar is august something that. Later; Then there are some rural society which produce grog by traditional (toddy and ciu) as living, as in Countryside Cikakak region, District of Wangon which producing ciu type grog | |
| 26357 | 29744 | F1A014084 | Pernikahan Dini ( Studi Tentang Pola Asuh Anak Pada Pasangan Pernikahan Dini di Kecamatan Sumbang , Kabupaten Banyumas) | Abstrak Kecamatan Sumbang merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Banyumas, Sumbang sendiri memiliki sembilanbelas Desa yang letak Kecamatannya berada di paling utara Kabupaten Banyumas yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga. Sumbang terkenal dengan pernikahan dibawah umur atau pernikahan dini terbukti dengan dari tahun ke tahun di Sumbang angka pernikahan dini semakin bertambah. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang masih di bawah umur, dalam Undang-Undang perkawinan No.1 tahun 1973 sudah mengatur tentang batasan usia yang di bolehkan untuk menikah, pria dibolehkan menikah apabila sudah mencapai umur sembilanbelas tahun sedangkan perempuan dibolehkan menikah apabila sudah mencapai umur enambelas tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pola asuh anak pada pasangan pernikahan dini serta kendala-kendala yang dihadapi saat mengasuh anak pada pasangan pernikahan dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pasangan yang menikah muda di Kecamatan Sumbang pada tahun 2011 dan 2012. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi dalam penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi data sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka pernikahan dini di Kecamatan Sumbang dari tahun ke tahun masih tetap ada yang melakukannya, pada tahun 2017 angka pernikahan dini di Sumbang mencapai 18 orang, sedangkan di tahun 2019 ada 24 orang yang melakukan pernikahan dini, itu menunjukan bahwa di Sumbang angka pernikahan di bawah umur masih saja terus terjadi bahkan jumlahnya terus bertambah. Pernikahan dini itu terjadi karena kecelakaan dalam artian hamil terlebih dahulu sehingga membuatnya untuk melakukan pernikahan dini dan ada yang melakukan pernikahan dini karena kemauan dari diri sendiri, dalam kaitanya dengan pola asuh pada anak, pasangan yang menikah muda ini memiliki tipe pola asuh Otoritatif yaitu pola asuh orang tua kepada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orang tua dan pola asuh Permisif yaitu orang tua yang memiliki pola asuh ini cenderung selalu memberikan kebebasan tanpa memberikan kontrol sama sekali, anak sedikit sekali untuk bertanggung jawab tetapi mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa dalam mengasuh anaknya. Selain pola asuh tersebut ada juga pola asuh pemberian makan yang mengatur bagaimana ortang tua memberikan gizi pada anaknya dan pola asuh dalam hal pendidikan yang mengatur tentang pemberian pendidikan orang tua kepada anknya. Kendala-kendala yang dihadapi dalam mengasuh anak pada pasangan pernikahan dini itu banyak diantaranya, masalah ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari, cara merawat anak yang notabenenya orang tua masih kurang berpengalaman dan lain-lain. Upaya untuk mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas , dari Pemerintahan Kecamatan Sumbang sendiri sudah melakukan beberapa program seperti, sosialisasi tentang bahaya menikah muda, membuat phamplet. Sedangkan dari dinas DPPKB3A juga membuat program Bina Keluarga Remaja (BKR), Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi Konseling (PIK) untuk mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Sumbang dan juga Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. Kata Kunci : Pernikahan Dini dan Pola Asuh Anak | SUMMARY Sumbang Subdistrict is one of the Subdistricts located in Banyumas Regency, Sumbang itself has nineteen villages which are located in the northernmost Banyumas Regency which is directly bordered by Purbalingga Regency. Sumbang is famous for underage marriages or early marriage as evidenced from year to year in Sumbang early marriage rates are increasing. Early marriage is a marriage carried out by a couple who are underage, in Marriage Law No. 1 of 1973 it has set the age limit that is allowed to get married, men are allowed to marry when they reach the age of nineteen while women are allowed to marry if it is already reach sixteen years old. This study aims to determine how the form of parenting in early marriage couples and the obstacles faced when caring for children in early marriage in Sumbang District, Banyumas Regency. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were young married couples in Sumbang District in 2011 and 2012. The data of this study were obtained through direct observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was performed in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Validation in this study uses source data triangulation techniques. The results of this study indicate that the number of early marriages in Sumbang District from year to year still do it, in 2017 the number of early marriages in Sumbang reached 18 people, while in 2019 there were 24 people who did early marriage, it shows that in Sumbang the number of underage marriages still continues to occur even the numbers continue to grow. Early marriage occurs because of an accident in the sense of getting pregnant first so that makes it to do early marriage and some do early marriage because of the will of themselves, in relation to parenting in children, this young married couple has the type of Authoritative parenting style namely parenting parents to children who give freedom to children to create and explore various things in accordance with the abilities of children with a sensor limit and good supervision of parents and permissive parenting ie parents who have this parenting tend to always give freedom without giving any control at all , children have very little responsibility but have the same rights as adults in caring for their children. In addition to the parenting, there is also a parenting style that regulates how old parents provide nutrition for their children and parenting in terms of education that regulates the provision of parental education to their ankles. The obstacles faced in caring for children in early marriage couples are many of them, economic problems for daily needs, how to care for children whose incidentally parents are still inexperienced and others. Efforts to reduce the number of early marriages that occur in Sumbang sub-district, Banyumas district, from the Sumbang sub-district government itself have carried out several programs such as, the socialization of the dangers of young marriage, making a phamplet. Whereas the DPPKB3A service also created the Youth Family Development Program (BKR), Generation Planning (Genre) and Counseling Information Center (PIK) to reduce the number of early marriages that occurred in Sumbang District and also in the District in Banyumas District. Keywords: Early Marriage and Child Care. | |
| 26358 | 29631 | E2B017035 | KEPASTIAN HUKUM STATUS HAK ATAS TANAH YANG DIPEROLEH DARI HASIL REKLAMASI PANTAI OLEH PT. SEKAR KANAKA LANGGENG | PT. Sekar Kanaka Langgeng telah melakukan reklamasi pantai sejak 2003 s/d 2014 namun tidak segera mendaftarkan tanah reklamasi tersebut ke BPN setempat, hal ini mengakibatkan tanah yang direklamasi PT. Sekar Kanaka Langgeng diklaim pihak lain dengan bukti telah terbitnya sertifikat hak milik atas nama pihak lain tersebut, ini menyebabkan terjadinya tumpang tindih hak kepemilikan atas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepastian hukum status hak tanah reklamasi pantai PT Sekar Kanaka Langgeng sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan menganalisis perlindungan hukum terhadap PT. Sekar Kanaka Langgeng apabila terjadi tumpang tindih (overlapping) hak kepemilikan atas tanah. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian yang ditemukan adalah kepastian hukum status hak atas tanah reklamasi pantai PT. Sekar Kanaka Langgeng masih merupakan tanah milik negara dan Perlindungan hukum terhadap PT. Sekar Kanaka Langgeng yaitu secara Preventif dan Represif. | PT. Sekar Kanaka Langgeng has been doing coastal reclamation from 2003 until 2014 but hasn’t register the land reclamation immediately to the local Indonesian National Land Office, which lead to the claiming of said coastal reclamation by other party with a published Freehold Title as a proof of other party’s ownership, this cause an overlap towards the land ownership rights. This study aims to analyze the legal certainty of PT. Sekar Kanaka Langgeng’s coastal reclamation according to the Law and also to analyze the legal protection towards PT. Sekar Kanaka Langgeng if there’s land ownership rights overlap. The research method used is juridicial normative with statutory, conceptual, and case approaches. The results of this research are the legal certainty of the status of the land rights of PT. Sekar Kanaka Langgeng’s coastal reclamation is still a state-owned land and the legal protection towards PT. Sekar Kanaka Langgeng are Preventive and Repressive. | |
| 26359 | 29013 | D1A016022 | TOTAL PADATAN DAN PROTEIN SUSU PASTEURISASI PRODUK KOPERASI PESAT DENGAN MASA SIMPAN YANG BERBEDA PADA SUHU DINGIN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan pada suhu dingin terhadap total padatan dan kadar protein susu pasteurisasi produk Koperasi PESAT yang diberi perasa cokelat. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan yaitu P0 (0 hari) P1 (3 hari), P2 (6 hari), P3 (9 hari), P4 (12 hari) penyimpanan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah total padatan dan kadar protein. Penelitian total padatan menggunakan metode pengeringan dengan oven sedangkan, kadar protein menggunakan metode Kjedahl. Analisis data yang digunakan yaitu analisi variansi (ANOVA) dengan uji lanjut ortoghonal polinomial. Kadar Protein memiliki nilai rataan umum sebesar 9,73%. Persentase total padatan secara umum yaitu 14,35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap total padatan sedangkan, untuk kadar protein dengan uji lanjut orthogonal polinomial menunjukan lama penyimpanan dingin selama 12 hari berpengaruh nyata sehingga diperoleh persamaan y = 0,0094x2 - 0,1234x + 9,6732 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 23,57%. Lama penyimpanan dingin selama 12 hari tidak menurunkan total padatan pada susu pasteurisasi dan kadar protein selama penyimpanan mengalami kenaikan pada hari ke 7 sampai hari ke 12 hari penyimpanan. | The aims of this study is to determine the effect of storage time in cold temperatures on total solids and protein content of pasteurized milk of PESAT Cooperative which were flavored with chocolate. The method of this research was experiment. The experimental design was a complete randomized design with 5 treatments namely P0 (0 days) P1 (3 days), P2 (6 days), P3 (9 days), P4 (12 days) storage and 4 replications. The variables observed in this study were total solids and protein content. Research the total solids using the oven drying method whereas, protein content using the Kjedahl method. Analysis of the data was done using the analysis of variance (ANOVA) with an orthoghonal polynomial advanced test. Protein content has a general average value of 9.73%. The percentage of total solids in general is 14.35%. The results showed that the storage time did not significantly affect the total solids whereas, for protein content with further orthogonal polynomial tests showed that cold storage time for 12 days had a significant effect so that the equation y = 0.0094x2 - 0.1234x + 9,6732 with determination coefficient was obtained (R2) 23.57%. Duration of cold storage for 12 days did not reduce total solids in pasteurized milk and protein content during storage increased on day 7 to day 12 of storage. | |
| 26360 | 29405 | E1A016026 | UPAYA HUKUM KASASI DALAM PERKARA BAIQ NURIL (Studi Putusan Nomor: 574K/Pid.Sus/2018) | Penelitian dengan judul “Upaya Hukum Kasasi Dalam Perkara Baiq Nuril (Studi Putusan Nomor 574K/Pid.Sus/2018)”, dengan latar belakang masalah mengenai pengabulan kasasi dan pembatalan terhadap putusan bebas yang diajukan oleh jaksa penuntut umum dalam perkara Baiq Nuril Maknun pada Pengadilan Negeri Mataram. Penelitian dengan rumusan masalah apa dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan kasasi dan akibat hukum terhadap putusan 6 (enam) bulan penjara dan denda Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan dalam putusan No.574K/Pid.Sus/2018 oleh Mahkamah Agung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian dilakukan dengan data sekunder. Dari penelitian dan pembahasan putusan, diperoleh hasil bahwa dalam putusan nomor 574K/Pid.Sus/2018 hakim mengabulkan permohonan kasasi karena syarat formil serta materil sudah terpenuhi dan aspek-aspek untuk hakim mengadili sendiri sudah terpenuhi, dan mengakibatkan akibat hukum bagi termohon kasasi. | The research entitled "Legal Efforts for Cassation in the Baiq Nuril Case (Study of Decision Number 574K / Pid.Sus / 2018)", with the background of the problem of granting cassation and cancellation of the free decision filed by the public prosecutor in the Baiq Nuril Maknun case at the Court Mataram State. Research with the formulation of the problem of what is the basis for judges' legal considerations in granting cassation and the legal consequences of a 6 (six) month prison sentence and a fine of Rp. 500,000,000 (five hundred million rupiah) subsidiary 3 (three) months imprisonment in the decision No.574K / Pid .Sus / 2018 by the Supreme Court. The research method used is a normative juridical approach, namely the research was conducted with secondary data. From the research and discussion of the decision, it was found that in the decision number 574K / Pid.Sus / 2018 the judge granted the appeal because the formal and material requirements procedures had been fulfilled and the aspects for the judge to grant and judge himself had been fulfilled, and resulted in legal consequences for petitioned for cassation. |