Home
Login.
Artikelilmiahs
29517
Update
HANAWINDRA SARASWATI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MINUMAN ES DI SEKOLAH DASAR WILAYAH PURWOKERTO TIMUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Siklamat merupakan pemanis buatan yang masih diperbolehkan penggunaannya dalam minuman dengan batas maksimal 3 gr/l. Berdasarkan BPOM sebanyak 245 dari 627 sampel minuman es mengandung siklamat yang melebihi batas maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan siklamat pada minuman es di sekolah dasar wilayah Purwokerto Timur. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan uji hipotesis tunggal yang berjumlah 35 pedagang. Hasil: Terdapat 20 sampel minuman es (57.1%) mengandung siklamat yang tidak sesuai syarat. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara sikap (p= 0.000) dan peran sesama pedagang minuman es (p= 0.002) dengan penggunaan siklamat pada minuman es di sekolah dasar wilayah Purwokerto Timur. Ada hubungan antara sikap dan peran sesama pedagang minuman es dengan penggunaan siklamat pada minuman es serta tidak ada hubungan antara pengetahuan, aksesibilitas, ketersediaan siklamat dan peran tenaga kesehatan dengan penggunaan siklamat pada minuman es. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukannya minuman es yang mengandung siklamat yang tidak sesuai syarat. 24 pedagang (68.6%) berpendidikan tingkat dasar dan 23 pedagang (65.7%) berjenis kelamin laki-laki.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Cyclamate is an artificial sweetener that is still permitted its use in ice drinks with a maximum limit of 3 gr /l. Based on The Indonesian Food and Drug Authority, 245 of 627 ice drink samples using cyclamate which exceeded the maximum limit. This study aims to determine factors related to the use of cyclamate on ice drinks at elementary schools of Eastern Purwokerto area. Methods: Quantitative research using observational analysis method and cross sectional approach. The samples of this study was 35 merchants which taken with purposive sampling method. Results: There were 20 ice drink samples (57.1%) still contained cyclamate which exceeded the maximum limit. The results of bivariate analysis showed that there were significant relationship between attitude (p= 0.000) and role of merchants (p= 0.002) with use of cyclamate on ice drinks at elementary schools of Eastern Purwokerto area. There were significant relationship between attitude and role of merchants with use of cyclamate and there were no significant relationship between knowledge, accessibility, availability, role of merchants, and role of health workers with usage of cylamate on ice drinks. Conclusion: Ice drinks still contained cyclamate which exceeded the maximum limit. 24 merchants (68.6%) are primary school graduates and 23 (65.7%) of them are males.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save