Artikelilmiahs
Menampilkan 26.241-26.260 dari 50.233 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 26241 | 29591 | F1A016047 | PEREMPUAN DAN PERAWATAN WAJAH (Studi Terhadap Perempuan Pelaku Perawatan Wajah di Beauty Center Purwokerto) | Skripsi ini menggambarkan mengenai perempuan bekerja dan berkeluarga yang melakukan perawatan wajah di beauty center. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai bagaimana perempuan bekerja melakukan perawatan wajah di beauty center. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data model interaktif Menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perempuan mengartikan perawatan wajah berbeda-beda sesuai dengan pengalamannya. Perawatan wajah sangatlah penting untuk perempuan lakukan supaya bisa menunjang penampilan dan mencegah masalah kulit wajah. Perempuan yang melakukan perawatan di beauty center membutuhkan biaya yang tersendiri. Perempuan bekerja dan berkeluarga melakukan perawatan wajah di beauty center membutuhkan waktu khusus dan biasanya mereka meluangkan waktu untuk perawatan setelah pulang kerja. Suami yang istri melakukan perawatan wajah di beauty center mensupport seperti memberikan ijin, membiayai perawatan dan menemani baik membeli produk krim wajah. Orientasi perempuan melakukan perawatan kecantikan karena ingin terlihat cantik seperti media gambarkan tentang perempuan. Tuntutan kerja dalam berpenampilan menarik menjadikan perempuan melakukan perawatan kecantikan. Kecantikan perempuan tidak terlepas dari peran media. Perempuan melakukan perawatan wajah di beauty center tentunya ada faktor pendorong yaitu faktor internal dan eksternal. | This thesis described working and married women who did facial treatments at the beauty center. The purpose of this study was to describe and explain how women workers did facial treatments at the beauty center. The study was conducted by using qualitative methods with interactive model data analysis techniques according to Miles and Huberman. The result of this study indicated that women interpreted facial treatments differently according to their experience. Facial care was very important for women to do in order to support the appearance and prevent facial skin problems. Women who took care in the beauty center needed some fee. Working and married women did facial treatments at the beauty center required special time and they usually took their time to do that after working. Husbands whose wives carried out facial treatments at the beauty center supported this by giving permission, financing treatment, and accompanying their wives buying face cream products. Women orientation of doing beauty treatment was because they wanted to look beautiful like the media portrayed about them. Job demand which required women to have attractive appearance made them did beauty treatments. Women's beauty was inseparable from the role of the media. Women doing facial treatment at the beauty center was certainly driven by some factors, namely internal and external factors. | |
| 26242 | 29530 | F1C016015 | STRATEGI BRAND DESTINATION PASAR KUMANDANG SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN DIGITAL DESTINATION DI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran atau strategi brand destination dari Pasar Kumandang dalam membentuk digital destination di Wonosobo untuk berupaya meningkatkan jumlah kunjungan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan Pasar Kumandang . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknis pemilihan informan secara purposive sampling. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang ada dianalisis dengan menggunakan model analisis SWOT dan Komponen 4a (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancillarry). Secara garis besar hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa strategi yang bisa digunakan Pasar Kumandang, yaitu dengan mengoptimalkan daya tarik atau kegiatan wisata, dapat memaksimalkan seluruh bentuk kegiatan wisata, melakukan koordinasi lebih baik dengan berbagai pihak. Serta memaksimalkan kegiatan promosi, yang bertujuan untuk memberikan penilaian positif. Dari penelitian ini dapat ditemukan faktor pendukung dalam pengelolaan Pasar Kumandang, yaitu didukung oleh semangat dari masyarakat sekitar, memiliki fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, dan konsep yang berbudaya dan berbasis lingkungan. Faktor penghambatnya adalah kurangnya dana untuk memperbarui beberapa fasilitas yang sudah usang, tidak adanya perhatian dari pemerintah setempat, kekurangan Sumber Daya Manusia, dan kurang mengoptimalkan promosi di media sosial. | This study aims to know the role or strategy of brand destination used by Pasar Kumandang in forming a digital destination in Wonosobo to try to increase the number of visits, and to know the supporting and inhibiting factors in the management of Pasar Kumandang. The method used in this study is a qualitative descriptive technique with the selection of informants by purposive sampling. In collecting data, this study uses interviews, observation and documentation. Existing data were analyzed using the SWOT analysis model and 4A Components (Attraction, Accessibility, Amenity, and Ancillarry). Broadly speaking, the results of this study indicate that there are several strategies that can be used in Pasar Kumandang, namely by optimizing attractiveness or tourism activities, maximizing all forms of tourism activities, and coordinating better with various parties. As well as maximizing promotional activities, which aim to provide a positive assessment. This study has found supporting factors in the management of Pasar Kumandang, which is supported by the enthusiasm of the surrounding community, having adequate facilities to meet the needs of visitors, and the concept of being cultured and environment-based. The inhibiting factors are lack of funds to renew some outdated facilities, lack of attention from the local government, and lack of human resources. | |
| 26243 | 29582 | C1G015032 | DEVELOPMENT STRATEGY OF INDUSTRY CERAMIC CRAFTS IN KLAMPOK BANJARNEGARA: ANALYTIC NETWORK PROCESS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek apa yang dapat mempengaruhi strategi pengembangan industri kerajinan keramik di Klampok Banjarnegara, untuk mengetahui permasalahan yang berasal dari masing-masing aspek, untuk menentukan alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan dari masing-masing aspek, dan yang terakhir untuk menentukan strategi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari tiga kelompok responden yaitu pemerintah, akademisi dan praktisi. Untuk mengetahui strategi pengembangan industri kerajinan keramik di Klampok Banjarnegara menggunakan alat analisis ANP (Analytic Network Process). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat aspek, permasalahan, solusi dan strategi yang memiliki tingkat prioritas yang paling tinggi. Aspek yang menjadi prioritas adalah aspek SDM. Permasalahan yang menjadi prioritas adalah kurangnya usia kerja muda dan semangat kewirausahaan yang rendah. Solusi permasalahan yang menjadi prioritas pemerintah berpartisipasi dalam memastikan regenerasi sehingga warisan budaya masih dapat dilestarikan melalui bantuan, pelatihan, program bimbingan dan gratis. Strategi yang menjadi prioritas adalah Pelatihan dan Penyuluhan untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. | The study aimed to find out what aspects can influence the development strategy of the ceramic handicraft industry in Klampok Banjarnegara, to find out the that come frome each aspect, to determined alternative solution in overcoming problems from each aspect and the last to determined the strategy. Respondents in this study amounted to 7 consisting of three groups of respondents, namely government, academics and practitioners. To find out the development strategy of the ceramic handicraft industry in Klampok Banjarnegara using ANP (Analytic Network Process) analysis tools. The analysis shows that there are aspects, problems, solutions and strategies that have the highest level of priority. The priority aspect is the HR aspect. The priority problems are the lack of young working age and low entrepreneurial spirit. The solution to the problem that becomes the government's priority is to participate in ensuring regeneration so that cultural heritage can still be preserved through assistance, training, guidance and free programs. The priority strategy is Training and Counseling to Improve the Quality of Human Resources. | |
| 26244 | 29597 | F1B016045 | Perbandingan Indeks Kepuasan Layanan Pembuatan KTP Elektronik di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Purwokerto Barat | Penelitian ini berjudul “Perbandingan Indeks Kepuasan Layanan Pembuatan KTP Elektronik di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Purwokerto Barat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perbedaan indeks kepuasan layanan pembuatan KTP-el antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Purwokerto Barat. Sasaran penelitian ini adalah masyarakat yang sudah pernah mendapatkan pelayanan pembuatan KTP-el di Kantor Kecamatan Cilongok dan Kantor Kecamatan Purwokerto Barat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Besarnya jumlah sampel untuk Kecamatan Cilongok adalah 100 orang dan untuk Kecamatan Purwokerto Barat adalah 100 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan survey. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa indeks kepuasan layanan pembuatan KTP-el di Kecamatan Cilongok adalah sebesar 83, angka ini berada pada range 76,60-88,30 yang termasuk dalam kategori memuaskan. Sedangkan indeks kepuasan layanan pembuatan KTP-el di Kecamatan Purwokerto Barat adalah sebesar 76,25, angka ini berada pada range 65,00-76,60 yang termasuk dalam kategori kurang memuaskan. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test diketahui terdapat perbedaan kepuasan layanan pembuatan KTP-el antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Purwokerto Barat. Dengan demikian hipotesis alternatif dalam penelitian ini dapat diterima. | This study is entitled “Comparative of Electronic ID Card Making Services Satisfaction Index in Cilongok and West Purwokerto sub district”. The purpose of this study is to know the differences of satisfaction index of electronic ID card making services between Cilongok sub district and West Purwokerto sub district. This research target is people who already had an electronic ID card service in Cilongok sub district Office and West Purwokerto sub district Office. The sampling technique is done by using accidental sampling technique. The number of samples for Cilongok sub district is 100 people and for West Purwokerto sub district is 100 people. The research method used is a quantitative comparative method with a survey approach. The data analysis technique used is the Independent Sample T-Test. Based on the results of the quantitative analysis in this study, it can be concluded that the satisfaction index of electronic ID card making service in Cilongok sub distric is 83, this number is in the range of 76,60-88,30 which is included in the satisfactory category. While the satisfaction index of electronic ID card making service in West Purwokerto sub distric is 76,25, this number is in the range of 65,00-76,60 which is included in the unsatisfactory category. Based on the results of the Independent Sample T-Test, it is known that there are differences in the satisfaction of electronic ID card making services between Cilongok and West Purwokerto sub districts. Therefore, the alternative hypothesis in this study can be accepted. | |
| 26245 | 29594 | C1B016039 | PENGARUH TALENT MANAGEMENT TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING DI MODERASI OLEH KNOWLEDGE MANAGEMENT(Studi pada UKM Cafe dan Restoran di Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan UKM Cafe dan Restoran dalam menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan bisnis dengan cara menelusuri pengaruh talent management terhadap keunggulan bersaing dimoderasi oleh knowledge management. Jumlah sampel 40 UKM Cafe dan Restoran di Purwokerto. Sedangkan subjek penelitian ini adalah pemilik atau manajer UKM Cafe dan Restoran. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dari hasil pengujian diketahui bahwa talent management berpengaruh terhadap keunggulan bersaing. Akan tetapi variabel moderasi, knowledge management yang dianggap mampu memperlemah atau memperkuat tidak berpengaruh terhadap hubungan talent management dengan keunggulan bersaing. | The purpose of this study is to know the ability of Cafe and Restaurant SMEs in competition and changes in the business environment by examing the influence of talent management of competitive advantage is moderated by knowledge management. Sample size of 40 Cafe and Restaurant SMEs in Purwokerto. While the subject of this research is the owner or manager of UKM Cafe and Restaurant. The sampling technique used was purposive sampling. From the test results it is known that talent management influences competitive advantage. But knowledge management as moderating variable that could be able to strengten or weaken doesn’t has affect the relationship between talent management and competitive advantage. | |
| 26246 | 30256 | L1B016028 | Pengaruh Intensitas Cahaya yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Windu (Penaeus Monodon) | Udang windu merupakan hewan air yang bersifat nokturnal, sehingga pertumbuhannya di media yang gelap lebih baik dibandingkan dengan kondisi pemeliharaan yang terang karena mempengaruhi saat proses mendapatkan energi (mencari makan). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui intensitas cahaya terbaik perlakuan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu (P. monodon). Udang windu di pelihara pada stadia postlarva 10 dengan perlakuan intensitas cahaya yang berbeda yaitu 0 lux, 25 lux, 50 lux, 50 lux. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Media yang digunakan berupa ember ukuran 20L dengan kepadatan 850 ekor. Udang dipelihara selama 15 hari di Hatchery Dua Samudra, Cilacap, Jawa Tengah. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan (panjang mutlak, berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik (SGR)) dan kelangsungan hidup (Survival rate) pada larva udang windu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Intensitas cahaya yang berbeda, tidak berpengaruh nyata pada laju pertumbuhan larva udang windu tetapi berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup udang. Tidak diperoleh kisaran intensitas cahaya yang menunjukkan performa pertumbuhan yang baik, namun kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada intensitas cahaya 25 Lux sebesar 53%. | Tiger shrimp are nocturnal aquatic animals, so their growth in dark media is better than in bright conditions because they affect the process of getting energy (foraging for food). This study was intended to determine the best light intensity of treatment on the growth and survival of P. monodon larvae. Tiger prawns are maintained at postlarva stage 10 with different light intensity treatments, namely 0 lux, 25 lux, 50 lux, 50 lux. The method used in this study was a completely randomized design consisting of 4 treatments and 3 replications. The media used was a 20L bucket with a density of 850 heads. Shrimp are kept for 15 days at Hatchery Dua Samudra, Cilacap, Central Java. The parameters observed were growth (absolute length, absolute weight, and specific growth rate (SGR)) and survival rate in tiger shrimp larvae. The results showed that different light intensities had no significant effect on the growth rate of tiger prawn larvae but had a significant effect on the survival of the shrimp. The range of light intensity that showed good growth performance was not obtained, but the highest survival was obtained at 25 Lux light intensity of 53%. | |
| 26247 | 29598 | G1D014066 | Gambaran Gaya Hidup Pada Individu Dengan Faktor Risiko Herediter Diabetes Mellitus Tipe II DI Kecamatan Kalimanah | Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit herediter atau penyakit yang dapat diturunkan dari keluarga yang menderita diabetes. Individu dengan riwayat keluarga diabetes memiliki risiko 75% lebih besar terkena DM tipe II. Meskipun riwayat keluarga sangat berpengaruh dengan kejadian DM tipe II, namun kejadiannya dapat dicegah dengan pengendalian faktor risiko seperti perubahan gaya hidup. Tujuan: Mengetahui gambaran gaya hidup pada individu dengan faktor risiko herediter diabetes mellitus tipe II di Kecamatan Kalimanah. Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 42 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Gaya hidup diukur menggunakan Heatthy Lifestyle for University dan Student Lifestyle Questionaire. Data dianalisis menggunakan uji univariat. Hasil: Rata-rata skor gaya hidup pada semua indikator sebesar 103,88 ± 7,639 dengan nilai rata-rata item tertinggi pada indikator perilaku kesehatan yang berisiko dan rata-rata terendah pada indikator latihan fisik. Gaya hidup berdasarkan kategori usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan cenderung bervariasi. Kesimpulan: Individu dengan faktor risiko herediter DM tipe II masih perlu untuk meningkatkan pengelolaan gaya hidupnya. | Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder that can be passed down from parents to child. Individuals with a family history of diabetes have a 75% greater risk of developing type II diabetes. Although family history might play a role, the incidence of type II DM can be prevented by controlling the risk factors through lifestyle changes. Objective: To describe lifestyle in individuals with hereditary risk factors for type II diabetes mellitus in Kalimanah District. Methodology: This research used a descriptive quantitative design. The sample consisted of 42 people who met the inclusion and exclusion criteria. Lifestyle was measured using a modified Healthy Lifestyle for University and Student Lifestyle Questionaire. Data were analyzed using univariate test. Results: The average score on all lifestyle indicators was 103.88 ± 7.639 with the highest one on the risky health behavior indicator and the lowest on the physical exercise indicator. Lifestyles indicator score according to age, gender, education, and occupation categories tend to vary. Conclusion: Individuals with hereditary risk factors for type II diabetes still need to improve their lifestyle. | |
| 26248 | 29602 | G1A016045 | Korelasi Asupan Vitamin E dengan Derajat Nyeri Dismenore Primer pada Mahasiswi Preklinik Angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | Latar belakang: Dismenore primer merupakan nyeri saat menstruasi yang dirasakan tanpa disertai dengan adanya kelainan pada pelvis. Dampak yang dialami mahasiswi dengan dismenore primer adalah turunnya konsentrasi belajar dan naiknya angka absensi perkuliahan. Vitamin E dapat meredakan dismenore dengan menghambat biosintesis prostaglandin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi asupan vitamin E dengan derajat nyeri dismenore primer pada mahasiswi preklinik angkatan 2018 FK UNSOED. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Food Recall 24 Jam dan Visual Analog Scale. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil: Sampel yang diperoleh adalah 68 sampel. Hasil penelitian menunjukkan rerata Angka Kecukupan Gizi termasuk Vitamin E pada sampel masih berada di bawah standar. Derajat nyeri dismenore primer yang paling banyak adalah nyeri sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan p = 0.204 dengan koefisien korelasi r = – 0.156. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara asupan vitamin E dengan derajat nyeri dismenore primer. | Background: Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is felt without being accompanied by abnormalities in the pelvis. The impact experienced by female students with primary dysmenorrhea is decrease in concentration and increase in attendance rates for lectures. Vitamin E can relieve dysmenorrhea by inhibiting biosynthesis of prostaglandin. Objective: This study aims to determine the correlation between vitamin E intake and primary dysmenorrhea’s pain scale in class 2018 preclinical students of UNSOED’s medical faculty. Method: This study was an observational analytic study using a cross-sectional method. The sampling method used total sampling. 24 Hours Food Recall and Visual Analog Scale were used as instruments. The relationship between variables was analyzed using Pearson Product Moment. Results: The samples obtained were 68 samples. The results showed that the average Nutrition Adequacy Rate including Vitamin E in the sample was below the standard. The most common pain scale of primary dysmenorrhea is moderate pain. The results of the correlation test showed p = 0.204 with correlation coefficient of r = -0.156. Conclusion: There was no correlation between vitamin E intake and pain scale in primary dysmenorrhea. | |
| 26249 | 29608 | F1B013010 | IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS PENGEMBANGAN OBJEK WISATA KARANGKAMULYAN DI KABUPATEN CIAMIS | Penelitian ini berjudul Implementasi Rencana Strategis Pengembangan Objek Wisata Karangkamulyan di Kabupaten Ciamis. Kegiatan-kegiatan yang telah disusun sesuai dengan rencana strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan Objek Wisata Karangkamulyan, tidak bisa diimplementasikan dengan mudah karena beberapa masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori implementasi strategis menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen yang melihat implementasi strategis dari tiga (3) aspek, yaitu: kejelasan program, kecukupan anggaran, dan ketaatan terhadap prosedur. Hasil penelitian menunjukan adanya kekurangan dalam sub-sub-aspek ketersediaan anggaran yang dapat dimanfaatkan, dimana anggaran yang tersedia tidak sesuai dengan kerangka pendanaan sehingga membuat beberapa kegiatan tidak berjalan dengan maksimal. Serta dalam sub-sub-aspek berkurangnya tingkat kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan, dimana peneliti menemukan ketidaksesuaian pelaksanaan dengan prosedur dalam pelaksanaan penyerahan uang retribusi karcis dan kios. Secara umum, implementasi rencana strategis pengembangan Objek Wisata Karangkamulyan di Kabupaten Ciamis sudah cukup baik namun perlu adanya perbaikan terutama dalam kecukupan anggaran dan sedikit perbaikan pada ketaatan terhadap prosedur | The titled of this research is The Implementation Of The Strategic Plan For Developing Karangkamulyan Tourism Object in Ciamis Regency. The implementation of the activities that have been prepared in accordance with the strategic plan of the Ciamis District Tourism Office in developing Karangkamulyan Tourism Objects cannot be implemented easily due to several problems. This research use descriptive qualitative method. This research is using the theory of strategic implementation by J. David Hunger and Thomas L. Wheelen, that looks at the strategic implementation of three (3) aspects, namely: program clarity, budget adequacy, and compliance with procedures. The results showed that there were deficiencies in the sub-sub-aspects of budget availability that could be used, where the available budget is not in accordance with the funding framework so that some activities do not run optimally. And then in sub-sub-aspects the reduction in the level of errors in the implementation of work, where the researcher found a mismatch between the implementation and the prosedures in the delivery of ticket and kiosk retribution money. In general, the implementation of the strategic plan for the development of Karangkamulyan Tourism Object in Ciamis Regency is good enough but there needs to be improvements in budget sufficiency and in compliance with procedures. | |
| 26250 | 30178 | J0A017039 | KONFERENSI INTERNASIONAL BERBAHASA INGGRIS SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA DAN BUDAYA | Laporan praktik kerja ini dilaksanakan pada 20 Januari – 14 Maret 2020. Tujuan dilakukannya praktik kerja ini adalah untuk mengetahui penggunaan bahasa Inggris sebagai media promosi dalam MICE. Dalam praktik kerja ini, penulis diberi tanggung jawab sebagai Internship Project Officer dan terlibat dalam penyelenggaraan acara internasional bernama 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) Event pada tanggal 12 Maret – 14 Maret 2020 di Jakarta Convention Center. Penggunaan bahasa Inggris dalam media promosi dalam event tersebut di realisasikan dalam meeting, incentive, conference, exhibition, sekaligus sebagai media promosi pariwisata dan budaya. Penggunaan bahasa Inggris sendiri meliputi laporan MoM, skrip protokol, exhibition letter. Selama penyelenggaraan ASAFF2020 terjadi pandemic COVID-19 sehingga terdapat beberapa kendala, yaitu: pembatalan conference session, dilarangnya beberapa negara asing ikut serta dalam acara, dan perubahan drastis perencanaan susunan acara serta ancaman dibatalkannya acara ASAFF2020. Kemudian, ASAFF 2020 tetap dilaksanakan namun hanya berlangsung selama 2 hari yang kegiatannya meliputi opening ceremonial di Istana Negara Jakarta dengan protokol kesehatan sesuai ketentuan yang ada. | The final report was conducted on January 20 - March 14 2020. The purpose of this job training is to find out the use of English as a means of promotional media on meeting, incentive, conference, exhibition (MICE). During this job training, I was as an Internship Project Officer and responsible for organizing an international event called the 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF). The event was held on March 12 - March 14 2020 at the Jakarta Convention Center. The English language at the event has a major role in meetings, incentives, conferences, exhibitions, in which activities include the promotion of tourism and culture. The use of English itself includes MoM reports, protocol scripts, and exhibition letters. Unfortunately, during ASAFF2020 the COVID-19 pandemic spread so that there were several obstacles, such as cancellation of the conference session, prohibition of several foreign countries from participating in the event, and changes in planning of the events and the worst case is canceling the ASAFF2020 event. Fortunately, the government allowed the committee hold ASAFF 2020 only for 2 days. The activities was included an opening ceremony at the Merdeka Palace in Jakarta with health protocols according to existing regulations. | |
| 26251 | 29593 | C1A016009 | Faktor-Faktor Yang Mempegaruhi Keputusan Individu Terhadap Migrasi Risen Masuk Ketenagakerjaan Di Kota Bandug | Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seorang individu dalam melakukan migrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam melakukan migrasi risen masuk ketenagakerjaan di Kota Bandung. Selain itu, untuk mengidentifikasi variabel mana yang paling berpengaruh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik snowball sampling. Namun, tidak sepenuhnya menggunakan snowball sampling. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam menentukan titik responden pertama sebagai dasar sampel. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Adapun alat analisis yang digunakan yaitu aplikasi e-views. Hasil menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan, umur, dan jenis kelamin, berpengaruh signifikan terhadap keputusan individu dalam melakukan migrasi risen masuk ke Kota Bandung. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terdapap migrasi yaitu variabel UMR kota asal, jarak, dan jumlah tanggungan. | There are several factors that cause an individual to migrate. This study aims to analyze the factors that influence individuals in carrying out risk-to-work migration in Bandung City. In addition, to identify which variables have the most influence. The method used in this research is snowball sampling technique. However, do not entirely use snowball sampling. This is due to differences in determining the point of the first respondent as the basis of the sample. The statistical analysis used in this study is multiple regression analysis. The analysis tool used is the e-views application. The results show that the variables of education level, age, and gender have a significant effect on the individual's decision to migrate to Bandung City. While the variables that did not affect migration were the UMR variable for the city of origin, distance, and the number of dependents. | |
| 26252 | 29599 | I1A016004 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENGASUH DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KECAMATAN SUMBANG | Latar Belakang : Kejadian kekerasan di Indonesia yang dialami oleh anak 6-12 tahun paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual. Kasus kekerasan seksual di Kecamatan Sumbang meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengasuh dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak di Kecamatan Sumbang. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Mei 2020. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan jumlah 92 pengasuh. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan pengasuh paling banyak usia 36 -45 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan tingkat menengah, tidak bekerja, status pengasuh sebagai oranngtua kandung dengan jumlah anak usia 6 -12 tahun yang dimiliki yaitu satu, sebagian besar anak yang diasuh berusia 6 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Pengasuh sebagian besar memiliki perilaku baik. Analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara status pengasuh, pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, peran tokoh masyarakat dengan perilaku pengasuh. Hasil multivariat menunjukan bahwa ada pengaruh pengetahuan, peran tokoh masyarakat dan keterpaparan informasi dengan perilaku pengasuh dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak. Kesimpulan : Terdapat faktor paling berpengaruh yaitu variabel pengetahuan dengan perilaku pengasuh dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak. | Background : The most violent occurrence in Indonesia experienced by children 6-12 years old is sexual violence. Cases of sexual violence in Sumbang sub-district are increasing every year. This study aims to determine the Factors Affecting Caregiver Behavior in Preventing Sexual Violence in Children in Sumbang District. Methodology: This research uses quantitative methods with cross sectional approach. The study was conducted in December 2019 to May 2020. The data collection technique used purposive sampling with a total of 92 caregivers. Data analysis included univariate, bivariate with chi square test and multivariate with logistic regression test. Research result : The results showed most caregivers aged 36-45 years, female sex, secondary education, not working, caregiver status as biological parents with the number of children aged 6-12 years old that is one, most children are aged 6 years and male sex guys. Most caregivers have good behavior. Bivariate analysis shows that there is a relationship between caregiver status, knowledge, attitudes, information exposure, role of community leaders and caregiver behavior. Multivariate results show that there is an influence of knowledge, the role of community leaders and information exposure with caregiver behavior in the prevention of sexual violence on children. Conclusion: There is the most influential factor which is the variable of knowledge and behaviorcaregiver in the prevention of sexual violence in children. | |
| 26253 | 29600 | I1D016009 | HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT, LINGKAR PINGGANG, DAN DURASI TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PEGAWAI REKTORAT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Kadar glukosa darah puasa yang meningkat melebihi batas normal (hiperglikemia) dan tidak terkontrol dapat mengakibatkan gangguan makrovaskular dan mikrovaskular serta menimbulkan penyakit DM Tipe 2. Peningkatan kadar glukosa darah puasa dipengaruhi oleh asupan karbohidrat, lingkar pinggang, dan durasi tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat, lingkar pinggang, dan durasi tidur dengan kadar glukosa darah puasa pada pegawai rektorat Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan metode crossectional. Sampel penelitian terdiri dari 79 pegawai rektorat Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan teknik total sampling. Data asupan karbohidrat diukur menggunakan metode food recall 1x24 jam selama 2 hari, lingkar pinggang dengan pengukuran antropometri, durasi tidur dengan kuesioner, serta kadar glukosa darah puasa diukur dan dianalisis di laboratorium kesehatan Kabupaten Banyumas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan kadar glukosa darah puasa (p= 0,875; p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa (p= 0,118; p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan kadar glukosa darah puasa (p= 0,389; p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat, lingkar pinggang, durasi tidur dengan kadar glukosa darah puasa. Kata kunci: Asupan karbohidrat, durasi tidur, kadar glukosa darah puasa, lingkar pinggang, pegawai. | Background. Increased and uncontrolled fasting blood glucose levels can caused macrovascular and microvascular disorders and DM Type 2. Increased fasting blood glucose levels are affected by carbohydrates intake, waist circumference, and sleep duration. This study aim to determine correlation between carbohydrates intake, waist circumference, and sleep duration on fasting blood glucose levels of head official employee Jenderal Soedirman University. Method. This study used descriptive analytic with crossectional method. As many as 79 head official employee Jenderal Soedirman University were selected as samples using total sampling method. Carbohydrates intake were measured using 1 x 24 hour food recall method in 2 different days, waist circumference were measured using anthropometric measurements, sleep duration were measured using questionnaires, and fasting blood glucose levels were analyzed in Banyumas medical laboratorium contained in secondary data. Data were analyzed using Spearman rank correlation test. Result. There was no association between carbohydrates intake and fasting blood glucose levels (p= 0,875; p>0,05). There was no association between waist circumference and fasting blood glucose levels (p= 0,118; p>0,05). There was no association between sleep duration and fasting blood levels (p=0,389; p<0,05). Conclusions. There was no association between carbohydrates intake, waist circumference, and sleep duration and fasting blood glucose levels. Keyword. Carbohydrates intake, fasting blood glucose levels, sleep duration, waist circumference, workers. | |
| 26254 | 29601 | J1D016004 | ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 UNTUK SMA/MA KELAS XII DARI PENERBIT ERLANGGA DAN PENERBIT YUDHISTIRA (KAJIAN ISI DAN BAHASA) | Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Untuk Sma/Ma Kelas Xii Dari Penerbit Erlangga Dan Penerbit Yudhistira (Kajian Isi Dan Bahasa)”. Penelitian ini mendeskripsikan perbandingan kualitas buku teks mengenai kelayakan isi dan bahasa. Penelitian ini berbentuk deskriptif komparatif. Data pada penelitian ini adalah bab-bab dengan pola kelayakan isi dan kelayakan bahasa dalam buku bahasa Indonesia kelas XII untuk SMA/MA kurikulum 2013 dari penerbit Erlangga dengan judul buku “Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia, sedangkan dari penerbit Yudhistira berjudul “Bahasa Indonesia”. Kelayakan isi buku dari penerbit Erlangga memperoleh kategori Baik Sekali (BS) dengan total akhir 109 dan rata-rata 9,95. Untuk kelayakan isi buku dari penerbit Yudhistira memperoleh kategori yang sama yaitu Baik Sekali (BS) dengan total skor 99,95 dan rata-rata 9,08. Kelayakan bahasa buku dari penerbit Erlangga memperoleh kategori Baik Sekali (BS) dengan total akhir 55,71 dan rata-rata 9,28. Kelayakan bahasa pada buku “Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas XII” dari penerbit Yudhistira memperoleh kategori Baik (B) dengan total skor 49,99 dan rata-rata 8,33.. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi buku yang layak digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: perbandingan, kualitas buku teks, kelayakan isi, kelayakan bahasa | This research is entitled "Comparative Analysis of the Quality of Indonesian Language Textbooks in 2013 Curriculum for Senior High School / Ma Class Xii from Erlangga Publisher and Yudhistira Publisher (Content and Language Study)". This study describes the comparison of textbook quality regarding the feasibility of content and language. This research is a descriptive comparative study. The data in this study are chapters with a pattern of content feasibility and language eligibility in the XII grade Indonesian language book for Senior High School curriculum 2013 from Erlangga publisher with the book title "Smart Language and Indonesian Literature, while from Yudhistira publisher entitled" Indonesian Language ". The book content eligibility of the Erlangga publisher obtained the Very Good (BS) category with a final total of 109 and an average of 9.95. For the eligibility of book contents, Yudhistira publisher obtained the same category, namely Very Good (BS) with a total score of 99.95 and an average of 9.08. The book language eligibility of the Erlangga publisher obtained the Very Good (BS) category with a final total of 55.71 and an average of 9.28. The feasibility of the language in the book "Indonesian Sebior High School Class XII" from Yudhistira publisher obtained the Good category (B) with a total score of 49.99 and an average of 8.33. The data obtained can be used as a reference book suitable for use in learning . Keywords: comparison, textbook quality, content feasibility, language feasibility | |
| 26255 | 29617 | E1A115118 | PELANGGARAN IMUNITAS DAN INVIOLABILITAS PERWAKILAN DIPLOMATIK DITINJAU DARI HUKUM INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Duta Besar Italia yang Dilarang Meninggalkan India Tahun 2013) | ABSTRAK Kekebalan dan keistimewaan berlaku pada perwakilan diplomatik untuk menjalankan tugasnya sebagai perwakilan suatu negara berdasarkan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik Pasal 29. Pada 14 Maret 2013, Hakim Ketua Mahkamah Agung India, Altamas Kabir menerbitkan larangan bepergian Duta Besar Italia untuk India, Daniele Mancini untuk tidak meninggalkan India. Kasus penahanaan Duta Besar Italia bermula dari tuduhan penembakan di perairan zona ekonomi eksklusif/ZEE India yang dilakukan marinir Italia dari kapal Enrica Lexie kepada dua orang nelayan India yang kemudian menyebabkan kematian kedua nelayan India tersebut pada 25 Februari 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dalam hukum diplomatik mengenai pemberian imunitas dan inviolabilitas pada seorang perwakilan diplomatik serta mengetahui pengaturan hukum internasional mengenai pemberian kekebalan diplomatik oleh negara penerima yaitu India kepada Duta Besar Italia, Daniel Mancini. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis yang menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Semua data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwakilan diplomatik mempunyai kekebalan yang bersumber dari hukum kebiasaan internasional dan kemudian dikukuhkan dalam konvensi internasional. Larangan yang dikeluarkan oleh India kepada Duta Besar Italia Daniele Mancini untuk meninggalkan India muncul sebagai akibat dari peristiwa penembakan dua nelayan India oleh marinir Italia. Perwakilan diplomatik mempunyai kekebalan dari jurisdiksi pidana, perdata, dan administratif negara penerima serta memiliki kebebasan bepergian berdasarkan Pasal 26 Konvensi Wina 1961 tentang hubungan diplomatik, hukum kebiasaan internasional dan perjanjian internasional. Setiap perwakilan diplomatik dilindungi oleh hak kekebalan (imunitas) dan tidak dapat diganggu gugat (inviolabilitas) serta memiliki kekebalan jurisdiksi yang diatur dalam Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. | ABSTRACT Immunities and privileges apply to diplomatic representatives to carry out their duties as representatives of a country under Article 29 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations. On 14 March 2013, Chief Justice of the Supreme Court of India, Altamas Kabir issued a travel ban on the Italian Ambassador to India, Daniele Mancini not to leave India. The case of the Italian ambassador's detention stems from allegations of shooting in the waters of India's exclusive economic zone/EEZ by Italian marines from the Enrica Lexie ship to two Indian fishermen which then caused the deaths of the two Indian fishermen on February 25, 2012. This study aims to determine the arrangements in diplomatic law regarding the granting of immunity and inviolability to a diplomatic representative and to find out about international legal arrangements regarding the granting of diplomatic immunity by the receiving country, namely India to the Italian Ambassador, Daniel Mancini. This research is a juridical research that uses a statutory approach and a case approach. All data in this study came from secondary data which were arranged systematically and analyzed by qualitative normative methods. The results show that diplomatic representatives have immunity which comes from international customary law which is then confirmed in international conventions. India's ban on Italian Ambassador Daniele Mancini from leaving India came as a result of the shooting of two Indian fishermen by Italian marines. Diplomatic representatives have immunity from the criminal, civil and administrative jurisdictions of the receiving country and have freedom of travel under Article 26 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, international customary law and international treaties. Every diplomatic representative is protected by the right to immunity and inviolability and has the immunity of jurisdiction provided for in the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations. | |
| 26256 | 29607 | F1I014013 | KEPENTINGAN INDONESIA DALAM PERJANJIAN ASEAN CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) PADA TAHUN 2010-2015 | Dalam Penelitian yang berjudul “Kepentingan Indonesia Dalam Perjanjian ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) Pada Tahun 2010-2015” Kerjasama perdagangan dan ekonomi dengan China dalam rangka China ASEAN Free Trade Area (CAFTA), membawa implikasi besar terhadap industri dalam negeri. China merupakan negara yang saat ini menguasai dunia dan paling mendapat perhatian ASEAN karena kekuatan ekonominya, terutama dalam satu dasawarsa ini. Di tahun 2010, kekuatan ekonomi China berhasil melampaui Jepang setelah beberapa tahun sebelumnya melampaui Jerman, Perancis dan Inggris. ASEAN dan China pada tahun 2010 telah menyepakati pelaksanaan kawasan perdagangan bebas di antara negara anggota ASEAN. Selain itu, China juga mengadakan integrasi ekonomi melalui penjanjian ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Kawasan perdagangan bebas tersebut diwujudkan dengan cara mengurangi dan menghilangkan hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional. | This study entitled "Indonesia's Interest in the ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) Agreement in 2010-2015" Trade and economic cooperation with China within the framework of the China ASEAN Free Trade Area (CAFTA), has major implications for domestic industries. China is a country that currently controls the world and receives the most attention from ASEAN because of its economic strength, especially in this decade. In 2010, China's economic strength surpassed Japan after surpassing Germany, France and the UK several years earlier. In 2010, ASEAN and China agreed to implement a free trade area among ASEAN member countries. In addition, China also held economic integration through the ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) agreement. The free trade area is realized by reducing and removing barriers to international trade. | |
| 26257 | 29609 | I1A016100 | EVALUASI PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2019 | Latar Belakang: Ketersediaan tenaga kesehatan di Puskesmas Kabupaten Purbalingga pada tahun 2019 sebanyak 622 tenaga. Dari jumlah tersebut, terdapat pendistribusian tenaga kesehatan yang tidak merata. Hal ini menyebabkan Puskesmas mengalami kelebihan maupun kekurangan tenaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang berjalan, perencanaan pengadaan kebutuhan, pendayagunaan perencanaan kebutuhan, serta pembinaan dan pengawasan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan. Metodologi: Penelitian merupakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif. Sumber data didapatkan dari wawancara mendalam dan data Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Analisis data menggunakan content analysis. Hasil Penelitian: Pendistribusian tenaga kesehatan belum merata terutama bidan. Secara keseluruhan Puskesmas di Kabupaten Purbalingga mengalami kekurangan bidan, sehingga menimbulkan beban kerja ganda. Untuk meminimalisir hal tersebut, dalam melakukan perencanaan kebutuhan menggunakan ABK dan SKM melalui aplikasi Renbut dan E-Formasi harus teliti guna pengusulan kekurangan yang diajukan tepat sasaran. Serta peningkatan pembinaan pengawasan melalui aplikasi dan laporan tahunan. Kesimpulan: Perencanaan kebutuhan di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten Purbalingga belum optimal, masih perlu diperbaiki dengan pengintegrasian proses verifikasi data dari Puskesmas sampai Dinkes serta pemerataan penyebaran tenaga kesehatan berdasarkan hasil analisis dengan redistribusi tenaga kesehatan yang ada dan rekrutmen. | Background: The availability of health workforce in primary healthcare Purbalingga Regency in 2019 was 622 workers. Of these, there was a maldistribution of health workforce. This caused the primary health care to experience both a surplus and lack of health workforce. Based on this, this study aims to evaluate how the needs planning of health workforce runs, procurement planning, utilization planning, and development and supervision needs planning of health workforce. Methods: This research is a descriptive qualitative with a narative approach. Data sources obtained from in-depth interviews and data from the Purbalingga District Health Office. Data analysis uses content analysis. Results: The distribution of health workforce are maldistributed especially midwives. Overall, Primary Healthcare in Purbalingga has a lack of midwives, which causes increased woarkload. To minimize it, in needs planning using ABK and SKM through Renbut and E-Formasi applications must be careful in order to propose the proposed shortcomings right on target. Then, increase coaching and supervision through application and annual reports. Conclusion: Needs planning at the primary healthcare purbalingga regency is not optimal, it still needs to be improved by integrating the data verification process from the primary healthcare to the district Health Office as well as equitable distribution of health workforce based on the results of analysis with the redistribution of existing health workforce and recruitment. | |
| 26258 | 29610 | C1A016053 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BERDASARKAN PERSPEKTIF WORLD POVERTY CLOCK | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Provinsi D.I.Yogyakarta pada tahun 2010-2018 menggunakan perspektif World Poverty Clock (WPC). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi D.I.Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) atau Least Square Dummy Variables (LSDV). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari variabel pendidikan, kesehatan, pengeluaran perkapita, dan PDRB serta variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi D.I.Yogyakarta pada tahun 2010-2018. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata Lama Sekolah (RLS) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai koefisien sebesar -2,83 dan nilai p-value sebesar 0,0000 (2) Angka Harapan Hidup (AHH) berpengaruh negatif dan tidak signifikan dengan nilai koefisien sebesar -0,85 dan nilai p-value sebesar 0,1779 (3) Pengeluaran perkapita berpengaruh negatif dan signifikan dengan nilai koefisien sebesar -0,38 dan nilai dari nilai p-value sebesar 0,0278 dan (4) PDRB atas harga konstan menurut pengeluaran berpengaruh negatif dan tidak signifikan dengan nilai koefisien sebesar -0,03 dan nilai p-value sebesar 0,7626. Variabel pendidikan menjadi yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi D.I.Yogyakarta pada tahun 2010-2018 dengan nilai elastisitasnya sebesar -1,725%. Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini, pemerintah dalam upaya penurunan tingkat kemiskinan Provinsi D.I.Yogyakarta perlu memperhatikan kualitas hidup masyarakat dan pengeluaran penduduk. Pemerintah harus mampu meningkatkan kesejahteraan pada lima kabupaten yang berada di Provinsi D.I.Yogyakarta dan tingkat penurunan kemiskinan akan tecapai sesuai dengan yang telah ditargetkan oleh pemerintah Provinsi D.I.Yogyakarta. | This research is a quantitative study aimed at analyzing the factors affecting poverty in the province of D.I. Yogyakarta in 2010-2018 using the perspective of World Poverty Clock (WPC). The data used in this research is secondary data sourced from the Provincial Statistical Centre (BPS) D.I. Yogyakarta. The analytical techniques used in this study are a regression of data panels with a Fixed Effect Model (FEM) or Least Square Dummy Variables (LSDV) approach. The aim of the study was to analyse the influences of the education, health, per capita, and PDRB variables and the most influential variables on poverty in the province of D.I. Yogyakarta in 2010-2018. Based on the results of the research and analysis of data shows that: (1) The Average Length of School (ALS) has a significant negative impact on poverty with a coefficient value of-2.83 and a P-value value of 0.0000 (2) The Life Expectancy (LE) figure is negative and insignificant with a coefficient value of-0.85 and a P-value of 0.1779 (3) The Percapita Expenditure is negatively and significantly significant with a coefficient value of-0.38 and the value of the P-value value of 0.0278 and (4) The GDRB over the constant price according to the expenditure of negative and insignificant effect with a coefficient value of-0.03 and a P-value value of 0.7626. The educational variables became the most influential of poverty in the province of D.I. Yogyakarta in 2010-2018 with a elasticity value of-1.725%. The implications of the conclusions in this study, the government in efforts to reduce the poverty rate of D.I.Yogyakarta Province need to pay attention to the quality of life of the people and the expenditure of the population. The government should be able to improve welfare in the five districts located in D.I.Yogyakarta Province and the poverty reduction rate will be achieved in accordance with the targeted by the provincial government of D.I.Yogyakarta. | |
| 26259 | 29611 | F1A015073 | MOTIF SISWA MEMILIH SMK | Artikel ini menjelaskan hubungan antara status sosial ekonomi dengan motif siswa memilih SMK dan menjelaskan hubungan antara lingkungan sosial dengan motif siswa memilih SMK. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif jenis survey. Sasaran penelitian adalah siswa kelas 10 SMK Negeri 1 Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkanterdapat hubungan negatif antara status sosial ekonomi dengan motif siswa memilih SMK yaitu semakin rendah status sosial ekonomi, semakin tinggi motif siswa memilih SMK dan terdapat hubungan positif antara lingkungan sosial dengan motif siswa memilih SMK yaitu semakin tinggi dukungan lingkungan sosial semakin tinggi motif siswa memilih SMK. Hasil analisis tau kendall hubungan status sosial ekonomi dengan motif memilih SMK yaitu nilai p 0,214 dan nilai korelasi -,126. Hubungan lingkungan sosial dengan motif siswa memilih SMK yaitu nilai p value 0,000 dan nilai korelasi ,496**. Hipotesis penelitian terbukti dan menjadi kesimpulan penelitian, bahwa terdapat hubungan negatif antara status sosial ekonomi dengan motif siswa memilih SMK dan terdapat hubungan positif antara lingkungan sosial dengan motif siswa memilih SMK. Kata kunci : status, lingkungan sosial, siswa, SMK | This article to explain the relationship between the socioeconomic status and the students’ motives in choosing Vocational School and to explain the correlation between the social environment and the students’ motives in choosing Vocational School. The method quantitative survey method.The sample of the research were the 10th grade students of State Vocational School 1 Purwokerto.Based on the research it is explained that there is a negative correlation between the socioeconomic status and the students’ motives in choosing the Vocational School in which the lower the socioeconomic status is, the higher the students’ motives in choosing the Vocational School is while there is a positive correlation between the social environment and the students’ motives in choosing the Vocational School in which the higher the social environment support is, the higher the students’ motives in choosing the Vocational School is. The results of the tau kendall analysis are the correlation between the socioeconomic status and the students’ motives in choosing the Vocational School is the p value of 0,214 and the correlation value -,126. The correlation between the social environment and the students’ motives in choosing the Vocational School is the p value of 0,000 an the correlation value ,496**. The research hypothesis is proven and becomes the the research conclusion that there is a negative correlation between the socioeconomic status and the students’ motives in choosing the Vocational School while there is a positive correlation between the social environment and the students’ motives in choosing the Vocational School. Keywords : status, social environment, student, Vocational School. | |
| 26260 | 29612 | F1B115034 | Pengaruh Motivasi Kerja, Komunikasi Pegawai dan Kompetensi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas | Setiap organisasi di tuntut untuk selalu dapat menjaga pegawainya agar dapat menampilkan kinerja yang baik dan memelihara pegawainya agar dapat mendedikasikan diri kepada organisasi tempat dimana dia bekerja. Kinerja yang tinggi akan membawa dampak kinerja yang optimal, sehingga pencapaian tujuan organisasi dapat dicapai. Kinerja yang rendah akan membawa dapak pada organisasi sehingga membuat terhambatnya tujuan organisasi. Kinerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Motivasi Kerja, Komunikasi Pegawai, Kompetensi Pegawai dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas dengan sasaran yaitu pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, komunikasi pegawai dan kompetensi pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif dengan seluruh populasi pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas. Menggunakan sampel jenuh didapat 113 orang menjadi responden. Untuk menguji pengaruh motivasi kerja, komunikasi pegawai dan kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai digunakan metode statistik uji regresi ordinal. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 160 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi kerja, komunikasi pegawai dan kompetensi pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil uji Regresi Ordinal diketahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi Kerja (X1), Komunikasi Pegawai (X2) dan Kompetensi Pegawai (X3) terhadap Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0.338 dengan menunjukan arah yang positif dan signifikansi 0.000. | Every organization is required to always be able to look after its employees so that they can show good performance and maintain their employees so that they can dedicate themselves to the organization where they work. High performance will have an optimal performance impact, so that the achievement of organizational goals can be achieved. Low performance will have an impact on the organization, thus obstructing organizational goals. Performance can be influenced by several factors, namely Work Motivation, Employee Communication, Employee Competence and others. This research was conducted at the Office of the Civil Service Police Unit of the Banyumas Regency with the target of being the employees of the Civil Service Police Unit of the Banyumas Regency. This study aims to determine the effect of work motivation, employee communication and employee competence of the Civil Service Police Unit of Banyumas Regency. The type of research used is a quantitative method with the entire population of employees of the Civil Service Police Unit of Banyumas Regency. Using a saturated sample, 113 people became respondents. To test the effect of work motivation, employee communication and employee competence on employee performance, the statistical method of ordinal regression is used. Data processing was performed using the SPSS 160 For Windows program. Based on the results of the study shows that work motivation, employee communication and employee competence have a positive and significant effect on the performance of the employees of the Civil Service Police Unit of Banyumas Regency. Based on the results of the Ordinal Regression test, it is known that there is a positive and significant influence between Work Motivation (X1), Employee Communication (X2) and Employee Competence (X3) on Employee Performance (Y) of 0.338 by showing a positive direction and a significance of 0.000. |