Artikelilmiahs
Menampilkan 26.221-26.240 dari 50.233 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 26221 | 29577 | C1A016025 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR CPO INDONESIA KE INDIA | ABSTRAK Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit dunia. Dari beberapa negara produsen kelapa sawit, Indonesia menempati urutan pertama sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Hal tersebut menjadikan kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor dari negara Indonesia ke berbagai negara di dunia. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan data sekunder, yaitu memperoleh data penelitian dengan mengumpulkan dan mempelajari berbagai literatur baik berupa buku-buku ataupun jurnal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 64 sample dengan model time series. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah secara simultan variabel harga CPO Indonesia, harga CPO Malaysia, PDB India dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh signifikan terhadap ekspor CPO Indonesia ke India. Sedangkan secara parsial harga CPO Indonesia dan harga CPO Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor CPO Indonesia ke India, sementara PDB India berpengaruh positif signifikan terhadap ekspor CPO Indonesia ke India dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh negatif signifikan terhadap ekspor CPO Indonesia ke India. Implikasi dalam penelitian ini pemerintah harus memperhatikan tingkat pertumbuhan PDB India, ketika PDB India mengalami peningkatan dan menambah permintaannya terhadap CPO Indonesia maka pemerintah Indonesia perlu memperhatikan harga bahan baku untuk faktor produksi CPO Indonesia. Transaksi Nilai Tukar dalam kegiatan perdagangan internasional perlu diperhatikan. Pemerintah perlu menjaga kestabilan nilai rupiah agar tidak terapresiasi terlalu tinggi sehingga harga CPO Indonesia tetap terjaga. | ABSTRACT Indonesia is a world palm oil producing country. Of several palm oil producing countries, Indonesia ranks first as the world's largest producer of palm oil. This makes palm oil one of the leading export commodities from Indonesia to various countries in the world. The research method used in this research is quantitative research. The data collection method is done with secondary data, namely obtaining research data by collecting and studying various literatures in the form of books or journals. The sample used in this study used 64 samples with the time series model. The results obtained from this study are that simultaneously the variable Indonesian CPO price, Malaysian CPO price, Indian GDP and the rupiah exchange rate against the US dollar have a significant effect on Indonesia's CPO exports to India. While partially the Indonesian CPO price and Malaysian CPO price do not have a significant effect on Indonesia's CPO exports to India, while India's GDP has a significant positive effect on Indonesia's CPO exports to India and the rupiah exchange rate against the US dollar has a significant negative effect on Indonesia's CPO exports to India. The implication of this research is that the government must pay attention to the growth rate of India's GDP. When India's GDP has increased and it increases its demand for Indonesian CPO, the Indonesian government needs to pay attention to the price of raw materials for Indonesia's CPO production factors. Exchange Rate Transactions in international trade activities need to be considered. The government needs to maintain the stability of the rupiah value so that it is not appreciated too high so that the Indonesian CPO price is maintained. | |
| 26222 | 29578 | G1A016025 | UJI AKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) YOGHURT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida tropicalis | Candida tropicalis merupakan spesies patogen yang masih jarang diteliti. C.tropicalis dapat menginfeksi secara superfisial maupun sistemik. C.tropicalis menjadi patogen ketiga tersering penyebab kandidiasis vulvovaginalis. Kandidiasis vulvovaginalis termasuk penyakit infeksi menular seksual. Data pusdatin 2013 mengenai kejadian infeksi menular seksual di Kabupaten Banyumas cukup tinggi tercatat 1740 orang. Produk olahan bakteri asam laktat berupa yoghurt diduga dapat menghambat pertumbuhan Candida. Yoghurt merupakan susu yang diolah dengan mencampurkan bakteri asam laktat kedalamnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji aktivitas bakteri asam laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) yoghurt dalam menghambat pertumbuhan C.tropicalis. Penelitian ini termasuk penelitian ekperimental post test-only with control group design. Kertas cakram Kirby - bauer direndam yoghurt berbagai konsentrasi, lalu diletakkan pada media yang telah ditumbuhkan C.tropicalis, dilakukan inkubasi dan diamati diameter zona hambat. Penelitian ini menggunakan 30 sampel yang terbagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol (akuades), dan 5 kelompok perlakuan berupa yoghurt dengan konsentrasi 80%, 85%, 90%, 95%, 100%. Masing- masing kelompok dilakukan duplo. Hasil dari uji parametrik One Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Konsentrasi yoghurt terendah (80%) dapat membentuk zona jernih pertumbuhan C.tropicalis sebesar 7,5 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas bakteri asam laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) yoghurt dapat menghambat pertumbuhan C.tropicalis. | Candida tropicalis is a pathogenic species which still rarely studied upon. C.tropicalis can infect superficially and systemic. C.tropicalis is generally described as the third most common causing vulvovaginal candidiasis. Vulvovaginal candidiasis including to sexually transmitted infections. Pusdatin 2013 data regarding the incidence of sexually transmitted disease in Kabupaten Banyumas was quite high, noted 1740 people. Processed products of lactic acid bacteria such as yoghurt expected to inhibit the growth of Candida. Yogurt is a processed milk by mixing lactic acid bacteria within its mixture. The study is aimed to examine the activity of lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) yoghurt in inhibiting the growth of C.tropicalis. This research used experimental research post test-only with control group design. Kirby-Bauer paper discs soaked with various concentrations of yoghurt then placed on media which C.tropicalis was grown, incubated and inhibition zone is observed. This study use 30 samples which divide into 6 groups, namely control (distilled water), and 5 treatment groups in the form of yogurt with concentrations of 80%, 85%, 90%, 95%, 100%. Each group was duplicated. The results of the One Way ANOVA parametric test show a significant difference between the group,with a value of p = 0,000 (p <0.05). The lowest yogurt concentration (80%) can form a clear zone of C.tropicalis growth of 7.5 mm. So it can be concluded that the activity of lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) yoghurt can inhibit the growth of C.tropicalis. | |
| 26223 | 29579 | J1C015045 | Identitas Sosial Cosplayer Muslimah | Penelitian ini membahas mengenai identitas kelompok sosial yang ada di komunitas Hijab Cosplay Gallery (HCG). Maraknya komunitas cosplay di Indonesia menyebabkan perlunya identitas antar kelompok agar antar kelompok dapat dibedakan dengan identitas tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui identitas sosial kelompok HCG sehingga dapat mengetahui ciri dari komunitas tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan cara voice note. Hasil penelitian menunjukan jika kontruksi identitas HCG telah terbentuk sejak komunitas tersebut didirikan. Identitas yang dimiliki komunitas HCG ini muncul dari identitas diri pendiri komunitas ini yaitu sebagai hijab cosplayer. Persamaan identitas diri tersebut yang menyebabkan berdirinya komunitas HCG. Semakin bertambahnya anggota komunitas ini yang sebagian besar memiliki minat terhadap dunia cosplay maka identitas yang dimiliki semakin kuat. Selain itu identitas komunitas sebagai komunitas hijab cosplay semakin kuat setelah HCG diakui sebagai salah satu komunitas hijab cosplay terbesar oleh VOA. | This study discusses the identity of social groups in the Hijab Cosplay Gallery (HCG) community. The rise of the cosplay community in Indonesia causes the need for inter-group identity so that between groups can be distinguished from that identity. This research was conducted to find out the social identity of the HCG group so that they could know the characteristics of the community. This research is a type of qualitative research with descriptive analysis. This study uses primary data sources. Data collection techniques used were interviews by voice note. The results showed that the construction of HCG identity had been formed since the community was founded. The identity of the HCG community arises from the identity of the founder of this community that is a hijab cosplayer. These same identity identities have led to the establishment of the HCG community. The increasing number of members of this community who mostly have an interest in the world of cosplay, the identity they have is getting stronger. In addition, the community's identity as a cosplay hijab community is getting stronger after HCG is recognized as one of the largest cosplay hijab communities by VOA. | |
| 26224 | 29581 | G1A016058 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DI KABUPATEN BANYUMAS MENURUT STAKEHOLDER | Latar Belakang. PKPR merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan remaja karena remaja mengalami fase perubahan yang menyebabkan remaja berisiko tinggi untuk mengalami masalah, salah satunya pada kesehatan baik secara general maupun kesehatan reproduksi. Pelaksanaan PKPR di Banyumas sendiri belum sepenuhnya optimal, salah satunya adalah karena kurang optimalnya program inovasi dari Puskesmas dan pelaporan serta pemantauan PKPR yang belum sesuai dengan SNPKPR. Tujuan. Mengidentifikasi pelaksanaan PKPR, mengeksplorasi faktor-faktor kendala dalam pelaksanaannya dan mengidentifikasi program inovasi untuk optimalisasi program PKPR di Banyumas menurut stakeholder. Metodologi Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan datanya diperoleh dengan teknik wawancara mendalam dan semiterstruktur. Subyek penelitiannya adalah stakeholder PKPR di tingkat Dinkes Banyumas, tenaga kesehatan PKPR Puskesmas 1 Sumpiuh, dan kepala atau wakil kepala sekolah binaan PKPR Puskesmas 1 Sumpiuh. Data kemudian dianalisis dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman dimana dalam prosesnya akan menghasilkan tema penelitian. Hasil dan Pembahasan. Tema penelitian yang didapatkan adalah program PKPR, tantangan PKPR, dan harapan PKPR. Masing-masing memiliki pembahasan terhadap lima faktor yang termuat pada SNPKPR yaitu, SDM kesehatan, fasilitas kesehatan, remaja, jejaring, dan manajemen kesehatan. Kesimpulan. PKPR telah dilaksanakan di Banyumas sejak tahun 2010 di Puskesmas 1 Sumpiuh dan sudah terdapat 50% Puskesmas di Banyumas yang sudah melaksanakan PKPR, namun pelaksanaannya sendiri belum optimal. Kurang siapnya SDM kesehatan, fasilitas kesehatan, remaja yang belum memanfaatkan pelayanan, jejaring yang belum optimal, dan manajemen kesehatan yang masih belum sesuai dengan SNPKPR menjadi penghalang untuk optimalisasi PKPR. Program inovatif PKPR bisa dilaksanakan dengan melakukan penyuluhan ke remaja desa dengan pendekatan kesehatan tradisional, penambahan media KIE untuk remaja, dan menjalin kerja sama dengan BKKBN. | Background. PKPR or Youth-Friendly Health Service is a program that Indonesian Government made to increase the adolescent health quality. Because adolescent has a phase of changes that could position them in the higher risks to get them into a problem, whether it is general or reproductive health problem. The implementation of PKPR in Banyumas is still not optimal due to lack of innovation programs from Puskesmas which haven’t been optimized and also reporting and monitoring system of PKPR that doesn’t match with SNPKPR. Aim. To identify the implementation of PKPR, to explore the problems, and to identify innovative programs for the optimazation of PKPR in Banyumas. Method. This study was a descriptive qualitative study where the data was taken with in-depth and semistructural interview. The subjects of this study were PKPR’s stakeholders at Dinkes Banyumas, PKPR’s heath workers at Puskesmas 1 Sumpiuh, and headmaster or vice principal of schools at Puskesmas 1 Sumpiuh’s area. The data was being analyzed with a technique of data analysis based on Miles and Huberman that would obtain research themes. Result and Discussion. Various research themes that were found in this study were PKPR’s programs, PKPR’s problems and challenges, and expectations for PKPR. All of them were discussed with all of five factors that stated in SNPKPR which were human resources of health, health facilities, adolescent, networks, and health management. Conclusion. PKPR is existed in Banyumas since 2010 at Puskesmas 1 Sumpiuh and now there are 50% of Puskesmas in Banyumas that excecute PKPR’s program. But the excecution of it is still not optimal. Lack of readiness in human resources of health, health facilities, adolescent that hasn’t utilized the program itself, unoptimized networking, and health management which hasn’t matched with the current SNPKPR are the causes why PKPR hasn’t been optimized. Innovative programs of PKPR can be implemented by doing a health promotion to adolescent in the villages by using traditional health care, adding medias for health promotion for adolescents, and collaborate with BKKBN. | |
| 26225 | 29629 | C1H016026 | The influence of financial ratios and macroeconomic indicators in predicting financial distress (empirical study in the consumer goods sector companies) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan bukti empiris pengaruh rasio keuangan yang diproksikan dengan Current asset turnover, Asset turnover, Days sales in receivables, Cash flow to total debt, Total liabilities to total assets dan Indikator Makroekonomi yaitu diproksikan dengan inflasi dan suku bunga BI pada financial distress. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal asosiatif dan data yang digunakan adalah data sekunder. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Sampel penelitian ini adalah 36 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran current asset turnover, asset turnover and cash flow to total debt berdampak pada financial distress. Sedangkan days sales in receivables, total liabilities to total assets, sensitivitas inflasi dan sensitivitas BI Rate tidak berpengaruh terhadap financial distress. Oleh karena itu, manajemen perusahaan perlu memproritaskan kebijakan dan juga menggunakan yang terkait dengan current assets turnover, asset turnover dan cash flow to total debt secara proporsional serta melakukan pengendalian biaya operasional secara lebih efisien guna meningkatkan pendapatan dan laba bersih perusahaan sehingga perusahaan mampu membayar angsuran dan biaya bunga dari hutang tersebut. | The purpose of this research is to analyze and find empirical evidence of the effect of financial ratios that are proxied by Current asset turnover, Asset turnover, Days sales in receivables, Cash flow to total debt, Total liabilities to total assets and macroeconomic indicators which are proxied by inflation and BI interest rates on financial distress. This study uses an assosiative causal approach and the data used is the secondary data. The object used in this study is consumer goods sector companies listed in Indonesia Stock Exchange at the period 2014-2018. The sample of this study was 36 companies. Data analysis technique used is logistic regression. Research finding shows that current asset turnover, asset turnover and cash flow to total debt have an impact on financial distress. While the days sales in receivables, total liabilities to total assets, sensitivity of inflation and sensitivity of BI Rates has no influence on financial distress. Therefore, company management needs to prioritize policies and also be able to use current assets, total assets and total debt proportionately and control operational costs more efficiently in order to increase the company's revenue and net profit and then the company is able to pay installments and interest costs from the debt. | |
| 26226 | 29634 | I1C016076 | PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN MENGENAI ANTIBIOTIK TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN ALAMIN PURWOKERTO | Latar Belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali menyebabkan masalah besar bagi kesehatan di seluruh dunia, sehingga sangat diperlukan kerjasama antara tenaga kesehatan dengan masyarakat untuk mengurangi masalah tersebut, salah satunya dengan pemberian promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan dan perbedaan setelah pemberian promosi kesehatan pada santri mengenai antibiotik di Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Amin. Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan two group pre-test/post-test, dengan 35 subjek kelompok kontrol dan 30 subjek kelompok intervensi. Intervensi promosi kesehatan meliputi pemberian ebooklet, video, pesan singkat, dan infografis melalui media sosial yaitu Youtube dan Whatsapp selama 4 minggu. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai antibiotik pada kelompok intervensi setelah pemberian promosi kesehatan. Analisis mengetahui adanya perbedaan menggunakan uji Mann Whitney untuk pengetahuan dan uji independent T untuk sikap perilaku pada pre-test dan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian promosi kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan (p-value 0,000), sikap perilaku (p-value 0,001) dan perbedaan pengetahuan, sikap, perilaku antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi (p-value 0,001). Kesimpulan: Pemberian promosi kesehatan sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santri mengenai antibiotik. | Backgrounds: Uncontrolled antibiotics use leads to major problems for health throughout the world, so it is necessary to collaborate between health workers and the community to overcome these problems. Health promotion is one ot the solutions. This study aims to determine an improved and difference knowledge, attitude, behaviour after providing health promotion to santri about antibiotic at Islamic Boarding School Al-Qur'an Al-Amin Purwokerto. Method: This study used two groups pre-test/post-test, with 35 control group subjects and 30 intervention group subjects. The interventions of health promotion are ebook, video, short messages, and infographics through Youtube and Whatsapp for 4 weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon test to determine the improvement in knowledge, attitude, and behavior of antibiotics in the intervention group after giving health promotion. The analysis to find out differences using the Mann Whitney test for knowledge and Independent T-test for attitudes behavior in pre-test and post-test between the control group and the intervention group. Result: The results showed of that health promotion improves the knowledge (p-value 0,000), attitudes, behavior (p-value 0,001) of santri. Between the control group and the intervention group were difference knowledge, attitudes, behavior (p-value 0,000). Conclusion: Health promotion is very effective to improve knowledge, attitude, and behavior santri about antibiotics. | |
| 26227 | 29580 | J1C015005 | Interpretasi Makna Puisi 「初恋」 Hatsukoi Karya Shimazaki Toson (Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur) | Penelitian ini berjudul Interpretasi Makna Puisi 「初恋」 Hatsukoi Karya Shimazaki Toson (Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui dan memahami makna yang terdapat dalam puisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca close reading. Data penelitian berupa kalimat dan ungkapan setiap bait dalam puisi Hatsukoi. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah kajian hermeneutika Paul Ricoeur. Penulis menganalisis makna menggunakan pembacaan metafora dan simbol untuk mengetahui maknanya secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema cinta menjadi tema utama dalam puisi ini. Puisi Hatsukoi karya Shimazaki Toson menceritakan tentang perasaan penyair sendiri. Puisi tersebut juga disimbolkan sebagai sebuah kenangan yang berkesan dan penuh dengan perasaan yang memabukkan. | The title of this research is Interpretation of the Meaning of Poetry「初恋」 Hatsukoi by Shimazaki Toson (The Hermeneutics Study Paul Ricoeur). The purpose of this research was to know and understand the meaning contained in the poem. This research is a qualitative descriptive a using data collection techniques reading a close reading. The research data is consists of each verse and phrase in the poem hatsukoi. Methods used to analyze is the hermeneutics study of Paul Ricoeur. The writer analyzes meaning using the reading of metaphors and symbols to know his karma in general. The result of this study showed that the theme of love becomes the main theme of this poem. Shimazaki toson's hatsukoi poem tell him about the poet's own feelings. The poem is also symbolic of being a vivid memory, full of intoxicating feelings. | |
| 26228 | 29583 | J1C015053 | Faktor Sosial Yang Melatarbelakangi Penggunaan Shuujoshi Pada Variasi Bahasa Pria Dalam Variety Show Kanjani8 Chronicle | Penelitian ini bertujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan shuujoshi pada variasi bahasa pria dalam variety show Kanjani8 Chronicle dan mendeskripsikan faktor sosial yang melatarbelakangi penggunaan shuujoshi pada variasi bahasa pria dalam variety show kanjani8 chronicle. Penelitian ini menggunakan teori Chino dan teori Mizutani. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah variety show kanjani8 chronicle. Data penelitian ini berupa percakapan yang mengandung ungkapan shuujoshi pria dalam variety show Kanjani8 Chronicle. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis terhadap 25 data, terdapat 11 data dengan shuujoshi na, 3 data dengan shuujoshi sa, 3 data dengan shuujoshi ze, 5 data dengan shuujoshi zo, 2 data dengan shuujoshi kana dan 1 data berupa shuujoshi i. Faktor sosial yang ditemukan terdapat 9 data faktor sosial keakraban, 10 data faktor sosial usia, 8 data faktor sosial keanggotaan kelompok dan 15 data berupa faktor sosial situasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan shuujoshi pria na lebih banyak digunakan dalam variety show kanjani8 chronicle dan faktor sosial situasi menjadi faktor utama yang melatarbelakangi penggunaan shuujoshi pria dalam variey show kanjani8 chronicle. | The purpose of this study is to describe the use of shuujoshi in male language variations in the variety show Kanjani8 Chronicle and to describe the social factors underlying the use of shuujoshi in the variation of male language in the kanjani8 Chronicle variety show. research based on theory of Chino and theory of Mizutani. The research is a qualitative descriptive study. Source of data in this study is variety show Kanjani8 Chronicle. While the data un this study are conversations containing male shuujoshi expressions in the variety show Kanjani8 Chronicle. Data collection technique which used is observing method. Based on the analysis of 25 data, there are 11 data with shuujoshi na, 3 data with shuujoshi sa, 3 data with shuujoshi ze, 5 data with shuujoshi zo, 2 data with shuujoshi kana, and 1 data in the form of shuujoshi i. Social factors found there are 9 data social factors of familiarity, 10 data of social factors of age, 8 data of social factors of group membership, and 15 data in the form of social factors of the situations. The conclusion of this research is the use of male is na more widely used in variety show Kanjani8 Chronicle and social situation become the main social factors underlying the use of male shuujoshi in variety show Kanjani8 Chronicle. | |
| 26229 | 29606 | I1B016041 | LITERATUR REVIEW EFEKTIFITAS ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PRIMER REMAJA PUTRI | Latar Belakang: Remaja adalah peralihan kanak-kanak menuju dewasa. Tanda pertumbuhan remaja salah satunya adalah mulai berfungsinya alat-alat reproduksi, yaitu menstruasi pada wanita. Sebagian remaja putri mengalami gangguan nyeri haid yang disebut dengan dismenorea. Dismenorea adalah nyeri yang dirasakan satu hingga beberapa hari sebelum atau selama menstruasi. Abdominal stretching exercise adalah latihan peregangan otot perut yang dapat meningkatkan perfusi darah sehingga dapat melancarkan aliran darah dan merelaksasikan otot-otot uterus. Metodologi: Literatur review yang dicari dari database ScholarGoogle didapatkan sebanyak enam belas jurnal yang diterbitkan antara tahun 2016-2020, dengan kata kunci pencarian abdominal stretching exercise terhadap dismenorea remaja putri. Kriteria inklusi dalam pencarian adalah jurnal nasional maupun internasional yang membahas topik pengaruh abdominal stretching exercise terhadap dismenorea pada remaja putri, tahun terbit jurnal dalam rentang waktu 2016-2020, dan jurnal dalam bentuk full text (dapat diakses secara penuh). Kriteria eksklusi dalam pencarian adalah jurnal nasional maupun internasional yang membahas topik dismenorea sekunder, tahun terbit jurnal dibawah tahun 2016, dan jurnal tidak dalam bentuk full text (tidak dapat diakses penuh). Hasil Penelitian: Dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa abdominal stretching exercise dapat menurunkan intensitas nyeri dismenorea yang dialami oleh remaja. Abdominal stretching exercise efektif dilakukan satu hari sebelum menstruasi sampai hari kedua menstruasi. Namun tidak semua responden mengalami penurunan intensitas nyeri, hal ini dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah usia menarche dini. Kesimpulan: Abdominal stretching exercise memiliki pengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri dismenorea. | Background: Teenager was a transition from childhood to adulthood. One of the indications of teenager growth was the start on the function of the reproductive organs, namely menstruation for female. Some female teenagers experienced menstrual pain disorder called dysmenorrhoea. Dysmenorrhoea was pain that was felt one to several days before or during menstruation. Abdominal stretching exercise was a stretching exercise on abdominal muscle that can improve blood perfusion so that it can expedite the blood flow and relax the uterus muscles. Methodology: The literature review searched from the ScholarGoogle database obtained sixteen journals published between 2016-2020, with the searching keyword of abdominal stretching exercise toward dysmenorrhoea on female teenagers. Inclusion criteria in the searching process were national and international journals that discuss the topic of the effects of abdominal stretching exercise on dysmenorrhoea in female teenagers, the journal publication was within the 2016-2020, and journals were in the form of full text (fully accessible). Exclusion criteria in the searching were national and international journals that discuss the topic of secondary dysmenorrhea, the year of journal publication was under 2016, and the journals were not in the form of full text (not fully accessible). Research Results: Based on the previous studies that have been done, it showed that abdominal stretching exercise can reduce the intensity of dysmenorrhoea experienced by teenagers. Abdominal stretching exercises were effectively done from one day before menstruation to the second day of menstruation.. But not all respondents experienced a reduce in pain intensity, this was due to several factors one of which was the age of early menarche. Conclusion: Abdominal stretching exercise had proven to be effect in reducing the intensity of dysmenorrhoea pain. | |
| 26230 | 29584 | J1C015043 | Konsumsi Ramen: Analisis Gaya Hidup Remaja Purwokerto | Penelitian ini berjudul Konsumsi Ramen: Analisis Gaya Hidup Remaja Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku konsumsi ramen yang dilakukan oleh remaja Purwokerto, berdasarkan gaya hidup dan budaya konsumerisme berdasarkan teori Chaney, Koentjaraningrat, dan Pujileksono. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Data penelitian berupa jawaban dari responden terhadap tujuh buah pertanyaan mengenai perilaku konsumsi ramen. Responden pada penelitian ini yaitu siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa, dengan jumlah total sebanyak lima orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima responden mengkonsumsi ramen bukan sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari melainkan hanya untuk memuaskan diri akibat dorongan dari lingkungan sekitar seperti ajakan dari teman. Empat orang responden sudah pernah tinggal di Jepang dan makanan dengan harga yang terjangkau serta mudah ditemukan yaitu ramen, oleh karena itu mereka lebih sering mengkonsumsi ramen. | The title of this research is Consumption of Ramen: Lifestyle Analysis of Purwokerto Teenagers. The purpose of this research was to determine the ramen consumption behavior of Purwokerto teenagers, based on the lifestyle and consumerism culture of Chaney, Koentjaraningrat, and Pujileksono. This research is a qualitative descriptive study with data collection techniques using interview techniques. The research data is in the form of answer from respondents to seven questions about ramen consumption behavior. Respondents in this study were high school students and university students, with total five people. The result of this study showed that the five respondents consumed ramen not to fulfill their daily needs but only to satisfy themselves because of encouragement from the surrounding environment such as an invitation from a friend. Four respondents have lived in Japan, an affordable and easy to find food is ramen, so they consume ramen more often. | |
| 26231 | 29646 | F1B016047 | INNOVATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN SAMPAH: STUDI KASUS REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DI TPA JERUKLEGI KABUPATEN CILACAP | Inovasi adalah pengadopsian cara-cara baru dalam memecahkan masalah. Sedangkan innovative governance adalah inovasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam memecahkan masalah publik. Inovasi mencakup semua aspek kehidupan, tak terkecuali dalam masalah persampahan. Timbulan sampah di Kabupaten Cilacap mencapai 3.803,78 m3 per harinya. Bertambahnya jumlah penduduk Kabupaten Cilacap menjadi salah satu faktor meningkatnya volume timbulan sampah di Kabupaten Cilacap. Kabupaten Cilacap memiliki 4 TPA yaitu TPA Jeruklegi, TPA Kroya, TPA Majenang dan TPA Sidareja. Keempat TPA yang dimiliki menggunakan sistem controlled landfill meskipun dalan prakteknya berupa controlled dump. Dengan semakin bertambahnya jumlah timbulan sampah di Kabupaten Cilacap menimbulkan suatu permasalahan baru, yaitu penuhnya lahan TPA. Karena penuhnya TPA ini merupakan permasalahan yang terus berulang dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap, maka Pemerintah Kabupaten Cilacap merasa perlu untuk melakukan inovasi dalam penanganan sampah yang berupa pengelolaan sampah menjadi bahan bakar alternatif batu bara (Refuse Derived Fuel). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang diarahkan pada latar individu secara holistik (utuh) yeng berupa kata-kata dan gambar. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih informan yang benar-benar mengerti tentang obyek penelitian dan dapat dipercaya sebagai sumber data yang kompeten untuk memperoleh data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Sedangkan validitas data menggunakan triangulasi dengan sumber yaitu membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa innovative governance dalam penanganan sampah: studi kasus Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Jeruklegi Kabupaten Cilacap jika dilihat dari aspek aktivitas inovasi maka Pemerintah Kabupaten Cilacap memiliki akses dalam inovasi pengelolaan sampah menjadi bahan bakar RDF berawal dari pihak swasta yaitu PT Holcim (sekarang PT Solusi Bangun Indonesia). Kemudian dikembangkan dengan mengajak berbagai pihak seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemeterian PUPR) dan Kerajaan Denmark sebagai negara pendonor. Apabila dilihat dari aspek kemmapuan berinovasi Pemerintah Kabupaten Cilacap memiliki kemampuan berinovasi karena memiliki kepemimpinan dan budaya organisasi yang mendukung, selain itu kemampuan keuangan, SDM dan lahan TPA juga menjadi faktor pendorong Pemerintah Kabupaten Cilacap memiliki kemampuan berinovasi. Dampak inovasi terhadap kinerja dan evaluasi masih belum dapat terlihat karena masih dalam tahap comissioning atau uji coba tahap ke 2 namun inovasi ini dinilai lebih efisien dan meningkatkan konteks pengelolaan sampah di Kabupaten Cilacap yang tadinya hanya ditimbun namun kini menjadi sebuah produk yang bernilai serta tidak memerlukan perluasan lahan lagi setiap 5 tahun. Kondisi sektor yang lebih luas juga mendukung adanya inovasi ini yang dibuktikan dengan keterlibatan berbagai pihak dalam inovasi ini. | Innovation is the adoption of new ways of solving problems. While innovative governance is an innovation made by the government in solving public problems. Innovation encompasses all aspects of life, including waste matters. Waste generation in Cilacap Regency reaches 3,803.78 m3 per day. The increasing population of Cilacap Regency is one factor increasing the volume of waste generation in Cilacap Regency. Cilacap Regency has 4 Final Processing Sites namely the Jeruklegi Final Processing Site, Kroya Final Processing Site, Majenang Final Processing Site and Sidareja Final Processing Site. The four final processing facilities owned use a controlled landfill system, although in practice it is a controlled dump. With the increasing number of waste generation in Cilacap Regency, there is a new problem, namely the full land of the Final Processing Site. Because the fullness of this Final Processing Site is a recurring problem that is felt by the Cilacap Regency Government, the Cilacap Regency Government feels the need to innovate in handling waste in the form of waste management into alternative fuel for coal (Refuse Derived Fuel). This study uses descriptive qualitative methods as a research procedure that produces descriptive data that is directed at an individual holistic setting in the form of words and images. The selection of informants in this study uses a purposive sampling technique that is selecting informants who truly understand the object of research and can be trusted as a competent source of data to obtain data using interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses an interactive analysis model and runs continuously until completion. While the validity of the data uses triangulation with sources, namely comparing and re-checking the level of confidence in the information obtained. The results showed that innovative governance in handling waste: Refuse Derived Fuel (RDF) case study in Jeruklegi Landfill Cilacap Regency, if viewed from the aspect of innovation activities, the Government of Cilacap Regency had access to innovative waste management into RDF fuel originating from the private sector, PT Holcim (now PT Solusi Bangun Indonesia). Then it was developed by inviting various parties such as the Central Java Provincial Government, the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), the Ministry of Public Works and Public Housing (Kementerian PUPR) and the Kingdom of Denmark as a donor country. When viewed from the aspect of the ability to innovate, the Government of Cilacap Regency has the ability to innovate because it has leadership and organizational culture that supports, besides the financial capability, human resources and landfill land also becomes a motivating factor for the Government of Cilacap Regency to have the ability to innovate. The impact of innovation on performance and evaluation is still not visible because it is still in the commissioning phase or pilot phase 2, but this innovation is considered more efficient and improves the context of waste management in Cilacap Regency, which had only been stockpiled but now has become a valuable product and does not require expansion more land every 5 years. Broader sector conditions also support the existence of this innovation as evidenced by the involvement of various parties in this innovation. | |
| 26232 | 29585 | E1A013344 | TEKNIK PENGUNGKAPAN DAN PENETAPAN TERSANGKA TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN SEBAGAI PEMICU AKSI DEMONTRASI YANG BERUJUNG KERUSUHAN DI PAPUA (Studi Kasus Di Polda Jawa Timur) | ABSTRAK Berita bohong atau (Hoax) adalah berita yang di manipulasi, dikurangi atau ditambahkan untuk mengaburkan makna sebenarnya dari sebuah informasi dan berita tertentu. Salah satu berita hoax yang menimbulkan dampak serius adalah ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demonstasi yang berujung kerusahan di Papua. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pengungkapan dan faktor yang mendukung dalam pengungkapan dalam kasus ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Spesifikasi penelitian deskriptif, lokasi penelitian di Polda Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengungkapan dan penetapan tersangka ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua dilakukan dengan pembuktian secara ilmiah (Scientific Crime Investigation). Hal ini diawali dengan kegiatan tracking dan pengumpulan dokumen elektronik yang bekerjasama dengan investigator digital forensik, penelitian dan analisis dokumen elektronik yang melibatkan bantuan ahli bahasa, ahli pidana dan ahli IT. Oleh karenanya pembuktian berorientasi pada kesesuaian laporan, alat bukti dan barang bukti. Faktor pendukung dalam pengungkapan kasus ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua, antara lain tidak ada hambatan dari aspek karena penegakkan hukum terhadap kasus ujaran kebencian melalui media sosial telah didukung dengan berbagai peraturan perundang-undangan. | ABSTRACT Fake news or (Hoax) is news that is manipulated, reduced or added to obscure the true meaning of certain information and news. One of the hoax stories that had a serious impact was hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua. This study aims to determine disclosure techniques and supporting factors in disclosure in cases of hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. Descriptive research specification, research location in the East Java Police. The data used are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, while secondary data were obtained from literature studies. The data that has been obtained are then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. The results showed that the technique of disclosing and determining the suspects of hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua was carried out with scientific evidence (Scientific Crime Investigation). This begins with electronic document tracking and collection activities in collaboration with digital forensic investigators, research and analysis of electronic documents involving the assistance of linguists, criminal experts and IT experts. Therefore, evidence is oriented towards the suitability of reports, evidence and evidence. Supporting factors in disclosing cases of hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua, among others, there are no obstacles from the aspect because law enforcement against cases of hate speech through social media has been supported by various laws and regulations. | |
| 26233 | 29081 | I1A016070 | PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM BANK SAMPAH MUDA JAYA DI RW 06 DESA DARMAKRADENAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang : Kebanyakan sampah berasal dari rumah tangga. Semakin lama, sampah akan menjadi tumpukan sampah di sekitar rumah. Bentuk penanganan sampah berbasis masyarakat melalui pendirian bank sampah. Dalam mendirikan bank sampah, diperlukan peran serta dari masyarakat. Peran serta masyarakat merupakan rangkaian kegiatan masyarakat yang dilakukan berdasarkan gotong royong dan swadaya masyarakat agar dapat mengenal, memecahkan masalah, dan mengetahui kebutuhan yang dirasakan masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta masyarakat dalam bank sampah. Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive snowball sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 8 subjek penelitian yaitu 5 nasabah dan 3 pengurus bank sampah serta 4 informan penelitian yaitu 2 informan tokoh masyarakat, 1 informan pemerintah desa, dan 1 informan sanitarian. Hasil Penelitian : Peran serta yang dimiliki oleh pengurus bank sampah yaitu melakukan pengangkutan sampah, melakukan pemilahan sampah, mengumpulkan dana, mengikuti pelatihan pengelolaan sampah, meyediakan fasilitas lahan dan alat pengangkut sampah. Peran serta nasabah bank sampah yaitu membayar iuran sampah, namun sebagian besar nasabah bank sampah tidak berpartisipasi dalam menabung sampah, tidak mengelola sampah, dan tidak mengikuti pelatihan pengelolaan sampah. Peran serta tokoh masyarakat RT dan RW yaitu melakukan sosialisasi dan mengingatkan iuran kepada warga. Peran serta pemerintah pada bank sampah yaitu memberikan bantuan alat-alat pengelolaan sampah, membantu fasilitas berupa tempat pengelolaan sampah, dan mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan bank sampah. Peran serta petugas sanitarian yaitu membuat progam pengeloalaan sampah, memberikan ide kepada bank sampah, namun petugas sanitarian hanya memberikan sosialisasi kepada warga khususnya kader kesehatan. Kesimpulan : Peran serta masyarakat pada bank sampah bervariasi. Pengurus bank sampah melakukan tugasnya dengan baik. Nasabah bank sampah belum seluruhnya mengikuti kegiatan bank sampah. Tokoh masyarakat sudah memberikan penyuluhan kepada warganya. Pemerintah desa memberikan bantuan dan dukungan yang baik kepada bank sampah. Ada keterbatasan pada masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah karena petugas sanitarian belum mencakup seluruh masyarakt desa darmakradenan. Perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak agar terciptanya sistem pengelolaan sampah yang baik, menurunkan volume timbunan sampah, dan mencegah dampak buruk akibat sampah. | Background : Most of the waste comes from households. Over time, the waste will become a pile of garbage around the house. The solution for the community-based waste problem is through the establishment of a waste bank. In establishing a waste bank, participation is needed from the community. Community participation is a series of community activities carried out based on mutual cooperation and community self-help in order to recognize, solve problems, and know the needs felt by the community itself. This study aims to determine the participation of the community in waste banks. Methodology: The design of this research is descriptive qualitative with purposive snowball sampling technique. Data collection by in-depth interviews to 8 research subjects, namely 5 customers and 3 management of waste banks and 4 research informants, namely 2 community leaders, 1 village government informant, and 1 sanitarian informant. Result : The participation of waste banks officials are transporting garbage, sorting waste, collecting funds and attending waste management training. The participation of the waste bank customers are pay for garbage fees, however most waste bank customers don't participate in saving waste, managing waste, and participate in waste management training. The participation of community leaders namely neighbourhood and hamlet are socializing and reminding the contributions of waste banks to their citizens. The participation of the government in the waste bank which is provide to assistance in managing waste equipment, assisting facilities in the place of waste management, and inviting the public to participate in waste bank activities. The participation of sanitarians which is making a waste management program, giving ideas to the waste banks, but sanitarians only provide socialization to residents, especially health cadres. Conclusion: Community participation in waste banks are varies. The management of the waste banks is doing a good job. Waste bank customers haven't fully participated in the waste banks activities. Community leaders have provided counseling to their citizens. The village government provides good assistance and support to the waste banks. In the community, there are have limitations in managing waste because sanitarian officers don’t cover all the Darmakradenan village communities. Cooperation from all parties is needed in order to create a good waste management system, reduce the volume of landfill waste, and prevent the adverse effects of waste. | |
| 26234 | 29596 | F1B016110 | Implementasi Program Kampung Iklim di Desa Karanglewas Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Kampung Iklim Di Desa Karanglewas Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Kampung Iklim di Desa Karanglewas Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Model implementasi kebijakan yang digunakan adalah model implementasi milik Thomas B Smith dimana terdapat 4 (empat) aspek yaitu, Idealized policy,Target groups, Implementing organization, Environmental factor kemudian pendekatan yang digunakan adalah bottom-up. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah Triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan sudah berhasil diidealkan namun masih terdapat pengurus program yang tidak bertempat tinggal di lokasi tersebut sehingga tidak sesuai dengan pedoman pelaksanaan Program Kampung Iklim. Kemudian pengurus program belum melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan yang seharusnya. Target group dalam hal ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di RT.12 RW.06 Dusun IV, perangkat desa dan pengurus program dimana daya tanggap dan dukungan dari masyarakat penerima program cukup besar, Implementing organization dalam hal ini adalah pengurus Bank Sampah “Sampah Maju Jaya” serta Pemerintah Desa Karanglewas berhasil menjalankan Program Kampung Iklim. Kemudian environmental factor peneliti melihat tingkat pendidikan kelompok sasaran secara umum tidak mempengaruhi proses implementasi kebijakan kemudian pola kepemimpinan organisasi pelaksana menunjukan hal yang baik. Terdapat faktor penghambat dalam implementasi Program Kampung Iklim di DesaKaranglewas diantaranya faktor penghambat tersebut yaitu terdapat panitia yang tidak bertempat tinggal di lokasi PROKLIM sehingga mengakibatkan proses pengawasan program tidak maksimal serta belum adanya tindak lanjut dari kepala desa yang baru terhadap Program Kampung Iklim yang telah diimplementasikan sehingga mengakibatkan program tersebut tidak berjalanseperti sebelumya. | This study entitled "Implementation of the Climate Village Program in Karanglewas Village, Kutasari District, Purbalingga Regency". The purpose of this study was to implement the Climate Village Program in Karanglewas Village, Kutasari District, Purbalingga Regency. The policy implementation model used is Thomas B Smith's implementation model where there are 4 (four) aspects, namely, idealized policy, target groups, implementing organization, environmental factors, then the approach used is bottom-up. The technique of taking informants using purposive sampling. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The validity of the data used was data triangulation. The data analysis technique used was the interactive model of Miles and Huberman's analysis. The results showed that the policy had been successfully idealized but there were still program administrators who did not live in that location so that it was not in accordance with the guidelines for implementing the Climate Village Program. Then the program administrators have not carried out their duties as they should. The target group in this case is the people who live in RT.12 RW.06 Dusun IV, village officials and program administrators where the responsiveness and support of the program recipient communities is quite large. Implementing organizations in this case are the management of the Waste Bank "Sampah Maju Jaya "As well as the Karanglewas Village Government successfully running the Climate Village Program. Then the environmental factor researchers saw the level of education of the target group in general did not affect the policy implementation process then the leadership pattern of the implementing organization showed a good thing. There are inhibiting factors in the implementation of the Climate Village Program in Karanglewas Village, including the inhibiting factor, namely that there are committees who do not reside at the PROKLIM location, which results in the program monitoring process being not optimal and there is no follow-up from the new village head on the Climate Village Program that has been implemented so that resulting in the program not running as before. | |
| 26235 | 29605 | G1H013005 | HUBUNGAN ANTARA ASUPAN NATRIUM, KALIUM, DAN MAGNESIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA KALIBELUK KECAMATAN WARUNGASEM BATANG | HUBUNGAN ANTARA ASUPAN NATRIUM, KALIUM, DAN MAGNESIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA KALIBELUK KECAMATAN WARUNGASEM BATANG Nisrokha1, Saryono2, Endo Dardjito3 Latar Belakang: Penduduk Indonesia secara nasional 25,8% menderita penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan faktor risiko primer penyakit jantung dan stroke. Beberapa faktor resiko hipertensi yang dapat diubah adalah kelebihan asupan natrium, kurangnya asupan kalium, kurangnya asupan magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium, kalium, dan magnesium pada tekanan darah pada lansia. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 32 orang lansia di desa kalibeluk kecamatan Warungasem Batang. Pengambilan data asupan nutrient menggunakan FFQ semi kuantitatif dan tekanan darah diukur dengan tensimeter air digital. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata asupan natrium dalam kategori baik (98,21%), asupan kalium kurang (29,39%), dan asupan magnesium dalam kategori baik (104,11%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat asupan natrium dengan tekanan darah (r=0,927, p=0,000), tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan kalium dengan tekanan darah (r=0,137, p=0,455) dan tidak terdapat antara tingkat asupan magneisium dengan tekanan darah (r=0,025, p=0,893). Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan natrium dengan tekanan darah. Semakin tinggi asupan natrium maka semakin tinggi tekanan darah. Tidak tedapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan kalium dan magnesium dengan tekanan darah. Kata Kunci: natrium, kalium, magnesium, dan tekanan darah | THE CORRELATION BETWEEN SODIUM, POTASIUM, AND MAGNESIUM INTAKE WITH BLOOD PRESSURE IN ELDERLY IN KALIBELUK VILLAGE, WARUNGASEM DISTRICT BATANG Nisrokha1, Saryono2, Endo Dardjito3 Background: There are about 25.8% Indonesian population suffer from hypertension. Hypertension is a primary risk factor for heart disease and stroke. Some risk factors for hypertension that can be changed are excess sodium intake, lack of potassium intake, lack of magnesium intake. This study aims to determine the relationship of sodium, potassium, and magnesium intake on blood pressure in the elderly. Method: This is an observational study with cross sectional approach. The subjects of this study were 32 elderly people in Kalibeluk Village, Warungasem Subdistrict Batang. Nutrient intake data was measured by semi-quantitative FFQ and blood pressure were measured with digital tensimeter. Results: The results showed that the mean sodium intake was in the good category (98.21%), less potassium intake (29.39%), and magnesium intake in the good category (104.11%). The results showed that there was a correlation between the level of sodium intake with blood pressure (r = 0.927, p = 0,000), but there was no correlation between the level of potassium (r = 0.137, p = 0.455) and magnesium intake with blood pressure (r = 0.025, p = 0.893). Conclusion: There is a significant correlation between the level of sodium intake with blood pressure. The higher the sodium intake, the higher the blood pressure. There is no significant correlation between levels of potassium and magnesium intake with blood pressure. Keywords: sodium, potassium, magnesium, and blood pressure | |
| 26236 | 29586 | I1D016016 | Literature Review: Hubungan Asupan Serat Terhadap Kejadian Kanker Kolorektal | Latar belakang: Kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan serat dikaitkan dengan pengurangan risiko kanker kolorektal, tetapi hasil lainnya tidak menemukan efek serat dalam penurunan risiko kanker kolorektal. Literatur review ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan serat sebagai faktor protektif dan faktor penurunan risiko terhadap kejadian kanker kolorektal Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain literature review. Pencarian dilakukan melalui PubMed dan Google Scholar dengan studi cohort dan case control yang membahas hubungan asupan serat dengan kejadian kanker kolorektal. Kriteria inklusi adalah jurnal yang membahas asupan serat dengan kejadian kanker kolorektal, jurnal yang diterbitkan dalam rentang waktu 2010-2020 dengan full text dan jurnal dengan studi cohort dan case control. Partisipan dalam jurnal yang memiliki penyakit kholitis ulseratif, Chrons disease dikeluarkan dari studi. Terdapat 10 penelelitian yang dilanjutkan sampai tahap telaah sistematis. Hasil Penelitian: Asupan serat larut air maupun serat tidak larut air memberikan efek dalam mengurangi kejadian kanker kolorektal. Jumlah serat yang direkomendasikan sebagai faktor protektif yaitu >10gram/hari dan 21-30 gram/hari sebagai penurunan faktor risiko kanker kolorektal. Kesimpulan: Asupan serat memiliki hubungan positif dengan penurunan kejadian kanker kolorektal | Background: Colorectal cancer is a malignancy that comes from the colon tissues. Some earlier studies have shown that fiber intake is associated with a reduced risk of colorectal cancer, but other results have found no effect on colorectal cancer risk reduction by fiber. This study aims to asses the correlation of fiber intake with reduced risk of colorectal cancer. Methods: Literature review design applied to this study. PubMed and Google Schoolar were searched with cohort and case control studies the examine dietary fiber in relationship with colorectal cancer. Inclusion criteria were the dietary fiber studies with full text articles and published at least from the last ten years. The participants in the article have a kholitis ulcerative disease and Chron,s disease excluded from the study. A total ten article were included in the literature review. Result: Soluble and insoluble intake of fibre is effective in reducing colorectal cancer incidence. Recommended amount of fiber to protective factor is >10gram/hari dan 21-30 gram/hari as a reduction in risk factors for colorectal cancer. Conclusion: High fiber intake is positive relationship decrease in the incidence of colorectal cancer | |
| 26237 | 29589 | C1A014079 | VALUASI EKONOMI WISATA ARUNG JERAM SUNGAI SERAYU DI KABUPATEN BANJARNEGARA MENGGUNAKAN METODE TRAVEL COST (STUDI KASUS PADA OPERATOR WISATA THE PIKAS) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya perjalanan pengunjung dan menganalisis pengaruh variabel biaya perjalanan, usia, pendapatan dan jarak terhadap jumlah kunjungan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung operator wisata The Pikas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya perjalanan pengunjung adalah sebesar Rp. 315.850,00 sedangkan biaya perjalanan total seluruh responden sebesar Rp. 31.585.000,00. Biaya perjalanan, usia, pendapatan dan jarak secara bersama-sama mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Biaya perjalanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kunjungan. Usia memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kunjungan. Jarak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah kunjungan. Kebaruan penelitian ini adalah memadukan tempat penelitian wisata arum jeram dan penggunaan variabel usia dan jarak untuk melihat pengaruhnya terhadap jumlah kunjungan pada aplikasi travel cost. | This study aims to analyze the magnitude of visitors' travel costs and analyze the effect of variable travel costs, age, income, and distance on the number of visits. The population in this study were visitors to The Pikas tour operator. The method used in this research is multiple regression analysis. The results of this study indicate that the average travel cost of visitors is Rp. 315,850.00, while the total travel cost of all respondents was Rp. 31,585,000.00. Travel costs, age, income, and distance together affect the number of tourist visits. Travel costs have a positive and significant impact on the number of visits. Age has a negative and significant effect on the number of visits. Revenue has a positive and significant impact on the number of visits. Distance has a negative and significant effect on the number of visits. The novelty of this research is to combine rafting tourism research sites and the use of age and distance variables to see their effect on the number of visits on the travel cost application. | |
| 26238 | 29588 | H1G013043 | Karakteristik Biofisik Hsbitat Pendaratan Penyu Hijau (Chelonia mydas di Suaka Margasatwa Sindangkerta, Tasikmalaya | Penyu Hijau (Chelonia mydas) dinyatakan terancam punah oleh IUCN dan dikategorikan kedalam Appendix I oleh CITES. Penyebabnya adalah degradasi habitat pendaratan, ekspoitasi terhadap penyu betina dewasa dan telurnya, serta kematian terkait dengan illegal fishing. Penelitian ini bertujuan untuk mengengtahui karakteristik biofisik habitat pendaratan dan jumlah pendaratan Penyu Hijau di kawasan Suaka Margasatwa Sindangkerta, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan selama 14 hari pada bulan Desember 2019, dengan menggunakan metode survey dan studi pustaka, data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, Kawasan Pantai Suaka Margasatwa Sindangkerta memiliki panjang 3.223 meter, lebar 10,90 - 43,77 meter, kemiringan 4,6 – 19,2°, komposisi substrat didominasi pasir halus hingga sedang, Temperatur sarang 29,3 - 31° C. Jenis vegetasi pantai didominasi oleh Terminalia catappa, Pandanus tectoricus, dan Ipomea pescaprae. Jumlah rata-rata pendaratan Penyu Hijau selama 6 tahun yakni sebanyak 46 ekor/tahun. | Green turtle (Chelonia mydas) is declared endangered species by IUCN and categorized into Appendix I by CITES. The causes degradation of landing habitats, exploitation of adult female sea turtles and their eggs, and deaths related to illegal fishing. The aim of this research is to intetigate the biophysical characteristics of landing habitats and the number of Green Turtle landings in the Sindangkerta Wildlfe Reserve which was conducted in December 2019. Survey method and literature study was used to this research, the data obtained were analyzed descriptively. The results showed that the Sindangkerta Wildlife Reserve Coastal Area had a length along 3,223 meters, a width between 10.90 - 43.77 meters, a slope between 4.6 - 19.2°, the substrate composition was dominated by medium to fine sand, nest temperature 29.3 - 31 ° C. The types of coastal vegetation are dominated by Terminalia catappa, Pandanus tectoricus, and Ipomea pescaprae. The number of Green Turtle landings for 6 years is 46 individu/years. | |
| 26239 | 29638 | F1C015047 | Jurnalisme Damai Media Online Detik.com dalam Pemberitaan Konflik Wamena | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai penerapan konsep jurnalisme damai pada media online detik.com untuk mengetahui sejauh mana media online Detik.com dapat mendefinisikan konflik sebagai suatu masalah yang dapat menarik opini publik tentang solusi penyelesaian konflik. Media online Detik.com dipilih karena dinilai dapat memahami dan merepresentasikan kondisi sosial politik di Indonesia karena telah berdiri sejak Juli 1998 dan merupakan pelopor praktik pers online di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert Entman. Dalam pendekatan ini, perangkat framing terbagi dalam empat struktur; (1) define problems, (2) diagnose cause, (3) make moral judgement, (4) treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menerapkan prinsip jurnalisme damai, dibuktikan dari artikel yang ditampilkan oleh Detik.com tidak menggunakan kata-kata kasar, melainkan cenderung menggunakan kalimat positif untuk membangun rasa percaya khalayak. Detik.com juga dalam menyajikan berita tidak hanya dari satu pihak, melainkan dari pandangan berbagai pihak. Peliputan berita oleh Detik.com mengajak khalayak berpikir kritis tentang fenomena yang terjadi. | This research examines the application of the concept of peace journalism on online media Detik.com to examine how far the media Detik.com defines conflict as a problem that attracts public opinion about conflict resolution and solutions. Detik.com was chosen as the subject of this research. After all, it is considered to be able to understand and represent the socio-political conditions in Indonesia because it has been established since July 1998 and is a pioneer of online press practice in Indonesia. This research used a qualitative approach with the Robert Entman framing analysis method. In this approach, the framing device is divided into four structures; (1) define problems, (2) diagnose causes, (3) make moral judgment, (4) treatment recommendation. The results showed that Detik.com applies the principles of peace journalism, proven by articles published by Detik.com do not use harsh words, but tend to use positive sentences to build public trust. Detik.com also provides news not only from one party, but from the views of various parties. News coverage by Detik.com invites the public to think critically about the phenomenon that occurs. | |
| 26240 | 29590 | I1D016026 | LITERATURE REVIEW HUBUNGAN DURASI TIDUR DAN NAFSU MAKAN TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA | Latar Belakang: Peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliserida) merupakan fenomena dengan prevalensi yang cukup besar di masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan kejadian hipertrigliserida adalah durasi tidur abnormal yang mempengaruhi nafsu makan. Studi terkait hubungan durasi tidur dengan kadar trigliserida masih menunjukkan hasil inkonsisten. Oleh karena itu, studi literatur diperlukan untuk menganalisis hubungan durasi tidur dan nafsu makan terhadap kadar trigliserida. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada beberapa database yaitu Portal Garuda, PubMed, dan Science Direct. Pemilihan artikel disesuaikan dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Artikel-artikel terpilih kemudian dianalisis dengan metode narrative literature review. Hasil: Durasi tidur yang kurang dan durasi tidur yang terlalu lama berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida. Individu dengan durasi tidur yang singkat dan berlebihan secara signifikan mengalami peningkatan hormon grelin. Kesimpulan: Durasi tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar trigliserida. Durasi tidur yang panjang (>8 jam/malam) dan durasi tidur yang singkat (<5 jam/malam) dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida darah serta peningkatan hormon grelin, sehingga meningkatkan nafsu makan. | Background: The increasing levels of triglyceride (hypertriglyceride) is a phenomenon with massive prevalence in society. One of the factors that triggers hypertriglyceride is the abnormality of sleep duration that affects appetite. Previous studies still shown the inconsistent result of the correlation between sleep duration and triglyceride levels. This literature review intends to analyze the correlation between sleep duration and appetite on triglyceride levels. Method: The search was performed in the electronic databases via Portal Garuda, Pubmed, and Science Direct. The articles were selected by the inclusion criteria that have been adjusted. The selected articles then analyzed with narrative literature review method. Results: Short term sleep duration and long term sleep duration associated with increased of triglyceride levels. Sample with short and long sleep duration significantly inceasing ghrelin levels. Conclusion: Sleep duration has significant correlation with triglyceride levels. Long sleep duration (>8 hours/night) and short sleep duration (<5 hours/night) can cause increased of triglyceride levels and significantly inceasing ghrelin levels that affects on increasing appetite. Keywords: Sleep duration, ghrelin, leptin, literature review, triglyceride. |