Artikel Ilmiah : I1A015080 a.n. ERRLICHA PRAMESWARI
| NIM | I1A015080 |
|---|---|
| Namamhs | ERRLICHA PRAMESWARI |
| Judul Artikel | Perilaku Pemanfaatan Konseling dan Tes HIV (KTHIV) oleh Calon Pengantin di Puskesmas Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Kabupaten Purbalingga melakukan usaha pencegahan penularan HIV/AIDS yaitu tes HIV wajib bagi calon pengantin sebagai respon dari peningkatan kasus HIV. Persepsi calon pengantin terhadap tindakan KTHIV menarik untuk diketahui. Tujuan penelitian ini mengetahui perilaku pemanfaatan KTHIV oleh calon pengantin. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Delapan informan utama dipilih dengan purposive sampling yaitu calon pengantin yang telah melaksanakan KTHIV dan belum menikah. Analisis data yaitu reduksi, penyajian dan verifikasi data. Triangulasi data dilakukan pada petugas KTHIV dan Konselor KUA. Hasil penelitian: Hasil penelitian yaitu calon pengantin menyatakan penyakit HIV sebagai penyakit infeksi kelamin yang menular melalui hubungan seksual, merasa tidak rentan dan menyatakan HIV/AIDS sebagai penyakit berbahaya. Persepsi manfaat yaitu mengetahui status HIV diri, waspada dan tahu lebih dalam tentang HIV/AIDS. Persepsi hambatan yaitu kecemasan, akses yang jauh dan waktu tunggu pelayanan. Isyarat untuk bertindak yaitu persyaratan pernikahan dan arahan tes HIV dari petugas KTHIV. Kesimpulan: Calon pengantin memanfaatkan KTHIV karena mengikuti persyaratan pernikahan dan arahan tes HIV petugas KTHIV. Saran: Melaksanakan konseling pra dan pasca tes HIV pada calon pengantin. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Purbalingga District has made efforts to prevent HIV/AIDS transmission, namely compulsory HIV testing for the prospective bride and groom as a response to an increase in HIV cases. It is interesting to know the perception of HTC from the brides prospective. The purpose of this study was to determine the behavior of HTC utilization by the prospective bride and groom. Method: This research is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. The eight main informants were selected by purposive sampling, namely the prospective bride and groom who had carried out HTC and were not married. Data analysis is the reduction, presentation and verification of data. Data triangulation was carried out on HTC officer and KUA counselor. Results: The results of the study were the prospective bride and groom stated that HIV disease was a genital infection that is transmitted through sexual intercourse, they didn’t feel vulnerable and stated that HIV/AIDS was a dangerous disease. Percieved benefits of knowing one's own HIV status, being alert and knowing more about HIV/AIDS. Percieved barriers are anxiety, remote access and waiting times for services. Cues for action are the marriage requirements and directions for HIV testing from HTC officer. Conclusion: The prospective bride and groom use HTC because they follow the marriage requirements and the direction of the HIV test from HTC officer. Suggestion: Conduct pre and post HTC on brides. |
| Kata kunci | Konseling dan tes HIV, Calon pengantin, Persyaratan pernikahan |
| Pembimbing 1 | Colti Sistiarani, S.KM, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Drs. Bambang Hariyadi, M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2020-08-27 10:58:22.892738 |