Artikel Ilmiah : L1B016071 a.n. DANNISA NUR ARIYAN

Kembali Update Delete

NIML1B016071
NamamhsDANNISA NUR ARIYAN
Judul ArtikelDeskripsi Gejala Infeksi Aeromonas hydrophila Pada Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dan Uji Sensitivitas In Vitro Terhadap Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jiringa)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Aeromonas hydrophila adalah bakteri yang sering menyerang ikan air tawar, salah satunya ikan nilem. Ekstrak Kulit jengkol memiliki kandungan seperti saponin, flavonid, dan tanin sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan nilem (Osteochilus vittatus) dan mengetahui sensitivitas bakteri Aeromonas hydrophila terhadap ekstrak kulit jengkol (EKJ) (Pithecellobium jiringa). Metode yang digunakan untuk pengamatan gejala klinis ikan nilem menggunakan metode observasi dengan menggunakan perlakuan dari suspensi bakteri Aeromonas hydrophila yang berbeda yaitu 103, 104, 105, dan 106 cfu/ml pada empat kelompok ikan dengan tiap kelompok perlakuan 10 ekor ikan nilem. Kemudian uji sensitivitas bakteri menggunakan metode eksperimental berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (50 ppt ekstrak kulit jengkol), P2 (60 ppt ekstrak kulit jengkol), P3(70 ppt ekstrak kulit jengkol) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukan gejala yang timbul pada ikan nilem berupa ulcer, pendarahan (haemoragik), sirip ekor geripis, pembengkakan perut dan kerusakan organ dalam. Bakteri Aeromonas hydrophila sensitif terhadap EKJ ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram. Tingkat sensitivitas bakteri Aeromonas hydrophila tertinggi terdapat pada pemberian dosis 70 ppt ekstrak kulit jengkol dengan rata-rata diameter hambatan sebesar 6,33 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)Aeromonas hydrophila is a the most commonly bacterial pathogen in freshwater fish, such as nilem fish. The extract of jengkol skin has contains saponins, flavonoids, tannins ingredients as antibacterial. The purposes of this study were to determine the symptoms caused by Aeromonas hydrophila infection in Nilem fish (Osteochilus vittatus) and to determine the sensitivity of Aeromonas hydrophila bacteria to the extract of skin jengkol (EJS) (Pithecellobium jiringa). Clinical symptom were examined on fish infected with different concentration of the bacterial suspension 103, 104, 105, and 106 cfu/ml. The sensitivity of bacteria againts EJS was examined using an experimental method based on completely randomized design (CRD) with 4 treatments are P0 (Control), P1 (50 ppt of jengkol skin extract), P2 (60 ppt of jengkol skin extract), P3 (70 ppt of jengkol skin extract) with 3 replications. The results of this study showed that symptoms of Aeromonas hydrophila infection in Nilem Fish included ulcers, haemorrhagic, fin rot, abdominal dropsy, and damage of internal organs. Aeromonas hydrophila bacteria were sensitive to EJS showed by inhibition zone around paper disc containing extract. The highest inhibition zone diameter was 6.3 mm with EJS concentration of 70 ppt.
Kata kunciAeromonas hydrophila, ikan nilem, ekstrak kulit jengkol, gejala infeksi, antibakteri.
Pembimbing 1Dewi Nugrayani, S.Pt., M.Sc
Pembimbing 2Dr. rer. nat. Hamdan Syakuri, S.Pi., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2020-08-18 00:41:17.743233
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.