| NIM | A1F016058 |
| Namamhs | FITRIA NURHALIZAH |
| Judul Artikel | KARAKTERISTIK COOKIES BERBASIS TEPUNG JAGUNG-ALMOND DENGAN SUPLEMENTASI TEPUNG KACANG KORO PEDANG DAN VARIASI JENIS PEMANIS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pada dasarnya pembuatan cookies, menggunakan tepung terigu rendah protein sehingga tepung terigu dapat disubstitusi dengan tepung jagung dan tepung almond. Kelebihan dari penggunaan tepung jagung dan almond selain untuk substitusi tepung terigu juga dapat menghasilkan cookies bebas gluten yang aman dikonsumsi bagi penderita autis, gluten intolerant, dan lactos intolerant. Akan tetapi kandungan protein yang dihasilkan masih rendah sehingga perlu adanya suplementasi tepung kacang koro pedang untuk meningkatkan proteinnya. Pada pembuatan cookies dibutuhkan juga bahan lain seperti pemanis. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu suplementasi tepung kacang koro pedang (T): 10% (T1), 20% (T2), 30% (T3) dan jenis pemanis (P): gula pasir (P1), gula kelapa kristal (P2), sorbitol (P3). Suplementasi tepung kacang koro pedang tidak berpengaruh terhadap variabel yang diamati. Sedangkan variasi jenis pemanis berpengaruh pada kadar air. Kombinasi perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu cookies tepung jagung dan tepung almond dengan suplementasi tepung kacang koro pedang sebesar 30% dan pemanis gula pasir (T3P1). Karakteristik fisikokimia cookies tepung jagung dan tepung almond yang dihasilkan dari kombinasi perlakuan terbaik memiliki nilai volume pengembangan sebesar 70,99% dan kadar air 3,20%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Basically, cookies are made using low-protein flour so that wheat flour can be substituted with corn flour and almond flour. The advantages of using corn flour and almonds beside to the substitution of wheat flour can also produce gluten-free cookies that are safe for consumption for patients with autism, gluten intolerant, and lactos intolerant. However, the producing cookies have a low protein content therefore needs to be supplementation of jack bean flour to increase the protein. Cookies are also needed for making other ingredients such as sweeteners. This study is an experimental using a Randomized Block Design (RBD) method with 2 factors, the jack bean supplementation use (T): 10% (T1), 20% (T2), 30% (T3) and sweetener variation use (P): white sugar (P1), palm sugar (P2), sorbitol (P3). The result showed that jack bean suplementation had no effect to all variable. While, sweerner variation had an effect on water content. The best combination was cookies with 30% jack bean supplementation and use white sugar as the sweetener (T3P1). The best psychochemical characteristic had a 70.99% volume and 3.20% moisture content. |
| Kata kunci | Cookies, Suplementasi tepung kacang koro pedang, Pemanis. |
| Pembimbing 1 | Dr. Nur Aini, S.TP., M.P |
| Pembimbing 2 | Ir. Budi Sustriawan, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2020-08-18 13:35:37.510555 |
|---|