Artikel Ilmiah : H1F013077 a.n. BAYU ADHI NUGROHO

Kembali Update Delete

NIMH1F013077
NamamhsBAYU ADHI NUGROHO
Judul ArtikelGEOLOGI DAN STUDI BIOSTRATIGRAFI FORMASI PUCANGAN DAERAH KRIKILAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN, PROVINSI
JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Geologi dan Studi Biostratigrafi Formasi Pucangan Daerah Krikilan dan Sekitarnya, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Oleh : Bayu Adhi Nugroho
Daerah penelitian berada pada desa Krikilan dan sekitarnya Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Maksud dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan umur relatif, lingkungan pengendapan dan korelasi antar satuan batuan. Satuan formasi pada daerah penelitian mencakup empat formasi yaitu Formasi Pucangan (Qpp), Formasi Kabuh (Qpk), Formasi Notopuro (Qpn), dan Alluvium (Qa). Dalam penelitian ini penulis melakukan beberapa analisis antara lain analisis petrography dan analisis biostratigrafi yang meliputi analisis palinologi, dan analisis mikropaleontologi, hasil dari kedua metode analisis biostratigrafi akan mendapatkan hasil berupa informasi biostratigrafi pada lokasi penelitian. Metode yang di gunakan penulis adalah metode Lintasan Geologi untuk mendapatkan ketebalan pada daerah studi khusus serta untuk menentukan zonasi umur dan lingkungan pengendapan menggunakan analisis palinologi dan anailisis foraminifera. Pada lokasi penelitian terbagi menjadi 3 satuan geomorfologi, Satuan Lembah Antiklin Krikilan, Satuan Perbukitan Homoklin Jetiskarangpung, dan Satuan Dataran Teras Sungai Cemoro. Pada lokasi penelitian terbagi menjadi lima satuan, Satuan Batulempung hitam, Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Konglomerat, dan Satuan Alluvial. Pada lokasi penelitian terdapat struktur geologi yang berkembang berupa lipatan dengan jenis antiklin. Pada sekitar formasi Pucangan berkembang lingkungan yang terdiri dari mangrove hingga rawa, sabana, dan pegunungan. Formasi Pucangan terendapkan pada kala early Pleistocene dengan lingkungan pengendapan laut dangkal hingga rawa, Formasi Pucangan bawah memiliki ciri litologi Batulempung hitam yang banyak terdapat fosil cangkang moluska laut dan banyak terdapat dyno flagellate, foram test lining yang mencirikan lokasi pengendapan, setelah itu terendapkan batulempung dengan banyak polen acrostichum, zonocostites ramonae, padanidites yang menandakan bahwa lingkungannya berupa mangrove hingga rawa, berdasarkan hasil determinasi fosil pada kala ini memiliki umur middle Pleistocene pada umur ini juga terdapat lingkungan berupa sabana dengan ciri terdapat polen dengan jenis monoporites annulatus yang melimpah, pada kala last Pleistocene lalu terdapat lingkungan berupa pegunungan pada lingkungan ini di cirikan dengan banyak nya polen dengan jenis casuarina,dan laqiapolis sebagai penanda lingkungan. Paleobatimetri formasi Pucangan mendapatkan hasil dengan lingkungan Neritic berupa inner self atau laut dangkal yang berdekatan dengan zona transisi. Selama proses pembentukan formasi formasi di sangiran banyak faktor lain yang mengakibatkan bentukan muka bumi sangiran pada saat ini, seperti pada saat pemebntukan formasi pucangan di kala early Pleistocene regresi yang mengakibatkan pendangkalan laut hal ini karena suplay sedimen lebih tinggi daripada tempat akomodasi pada kala Pliocene ¬– Pleistocene terjadi kenaikan aktivitas vulkanik dari gunung lawu purba, pada kala mid Pleistocene terendapkan formasi Kabuh dengan ciri litologi batupasir dan dengan lingkungan laut dangkal berubah menjadi rawa dan perluasan sabana pada lapisan ini banyak di temukan fosil hewan dan fosil manusia purba, lalu late Pleistocene terendapkan formasi Notopuro dengan ciri litologi konglomerat pada lapisan ini dapat sebagai kunci aktivitas vulkanik di sangiran meningkat drastis, lalu pada kala Holocene terjadi pengikisan di teras teras sungai dan terendapakan endapan aluviall di kelokan – kelokan sungai proses ini masih terjadi hingga saat ini.


Abtrak (Bhs. Inggris)Geology and Biostratigraphy Study of Pucangan Formation Krikilan and the surrounding region, Kalijambe District, Sragen Regency, Central Java Province
By : Bayu Adhi Nugroho
Study area is at Krikilan and the surrounding region, Kalijambe district, Sragen Regency, Central Java. The goal and aim of this study is to obtain the relative age, deposition environment and correlation of rock units. Formation units at te study location consists of four formations which are Pucangan Formation (Qpp), Kabuh Formation (Qpk), Notopuro Formation (Qpn), and Alluvium (Qa). In this study the author used several other analysis which are petrography analysis and biostratigraphy analysis which consists of palinology and micropaleontology analysis, the result of both analysis would be made into biostratigraphy information of the study area. Method that is used by the author is Geology Track to get the depth of the study area as well as to determine the age zonation and deposition environment using palinology and foraminifera analysis. The study area consists of 3 geomorphology units which are Krikilan Anticline Valley Unit, Jetiskarangpung Homocline Hills Unit and Cemoro Terrace River Plain Unit. Study area consists of five units which are Black Clay Unit, Clay Unit, Sandstone Unit, Conglomerate Unit and Alluvial Unit. At the study area there geology structure in the form of fold which is anticline. Around the Pucangan formation develop an environment which consists of mangrove until swamp, savanna and mountains. Pucangan Formation is deposited at early Pleistocene with neritic until swamp deposition. Pucangan Formation has a black clay lithology that has many sea mollusc shell fossils and dyno flagellate, foram test lining which distinguishes its deposition environment, after that clay is deposited with lots of pollen in the form of acrostichum, zonocostites ramonae, padanidites that shows the deposition environment is mangrove until swamp, based on fossil determination it’s age is in the middle Pleistocene. In this age there is also an environment of savanna with the many pollen determination of monoporites annulatus. At last pleistocene there is an environment of mountain, determined by many pollens of casuarina and laqiapolis as environmental marker. Paleobathymetry of Pucangan Formation results with Neritic environment which is inner shelf or seashore that is close with transition zone. The development process of formations in Sangiran has lots of other factors that caused the morphology of Sangiran until today, such as at the development of Pucangan Formation at Early Pleistocene there is regression which caused reduced sea level because the sediment supply is higher than the accomodation at Pliocene ¬– Pleistocene there occurs a rise in volcanic activity from Ancient Lawu Mountain, at mid Pleistocene the Kabuh Formation is deposited with sandstone lithology and the seashore environment changes into swamp and savanna plains in this layer there are lots of animal and ancient human fossils, then at late Pleistocene Notopuro Formation is deposited with conglomerate lithology at this layer it the key of volcanic activity in Sangiran that rise drastically, then at Holocene there is erosion of river terraces and made alluvial deposition at the river edges, that happens until today.
Kata kunciBiostratigrafi, Pucangan, Krikilan, Sragen
Pembimbing 1Dr. Rachmad Setijadi, S.Si., M.Si
Pembimbing 2Akhmad Khahlil Gibran, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2020-08-17 01:18:46.956419
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.