Home
Login.
Artikelilmiahs
29349
Update
SITI HANIFAH NUR APRILIANI
NIM
Judul Artikel
Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit pada Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa L.) dan Persentase Penyakitnya di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sawi putih (Brassica rapa L.) adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi putih termasuk ke dalam tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Beberapa spesies dari genus Brassica memiliki kemiripan satu sama lain. Sawi memiliki kandungan nutrisi seperti kalsium, asam folat, dan magnesium serta vitamin A, B, C, E, dan K. Petani di desa Serang memiliki masalah tidak hanya di bidang biaya produksi, tetapi juga pernah mengalami kegagalan panen akibat penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, sehingga perlu adanya pengendalian untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawi putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman sawi putih, mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman sawi putih serta mengetahui persentase kemunculan jamur penyebab penyakit pada tanaman sawi putih di desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada dua lokasi yang berbeda di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifikasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda serta gejala secara makroskopis, sedangkan jamur penyebab penyakit diamati karakter mikromorfologi dan makromorfologinya. Identifikasi, dilanjutkan dengan Postulat Koch. Hasil penelitian di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga didapatkan jenis penyakit pada tanaman sawi putih adalah penyakit layu daun dan bercak daun. Penyakit layu daun disebabkan oleh jamur Fusarium sp. dan penyakit bercak daun disebabkan oleh Botryodiplodia sp. Penyakit yang paling banyak muncul pada tanaman sawi putih yaitu penyakit layu daun oleh Fusarium sp dengan frekuensi kemunculan sebanyak 199 kali dan persentase penyakit sebesar 50,95% dan frekuensi kemuncula untuk bercak daun Botryodiplodia sp. sebanyak 70 kali dan persentase penyakit sebesar 17,9%. Kata Kunci : jamur, penyakit, sawi putih (Brassica rapa L.)
Abtrak (Bhs. Inggris)
Chinese cabbage (Brassica rapa L.) is a group of plants from the Brassica genus that are used as leaves for food (vegetables), both fresh and processed. White mustard is included in horticultural crops that have high economic value. Some species of the genus Brassica have similarities with each other. Mustard has nutrients such as calcium, folic acid, and magnesium as well as vitamins A, B, C, E, and K. Farmers in Serang village have problems not only in the field of production costs, but also have experienced crop failure due to diseases caused by microorganisms, so the need for control to increase the productivity of chicory plants. This study aims to determine the types of diseases caused by fungi on chicory plants, find out the fungi that cause disease in chicory plants and determine the percentage of emergence of fungi that cause disease in chicory plants in Serang village, Karangreja District, Purbalingga Regency. The research used a survey method with purposive random sampling at two different locations in Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identification of disease is done by looked at the signs and symptoms macroscopically, while the fungi that cause disease are observed for their micromorphological and macromorphological characters. Identification, followed by Postulate Koch. The results of research in Desa Serang , Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, found that the types of diseases in chicory are wilted leaves and leaf spot. The fungus that causes leaf wilt is caused by the fungus Fusarium sp. and leaf spot disease caused by Botryodiplodia sp. And the most common diseases that occur in chicory plants are leaf wilt disease by Fusarium sp with a frequency of appearance 199 times and the percentage of disease is 50.95% and leaf spot disease by Botryodiplodia sp with a frequency of appearance 77 times and the percentage of disease is 17.9%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save