Home
Login.
Artikelilmiahs
27524
Update
FAJAR HUSEN
NIM
Judul Artikel
EKSTRAK ETIL ASETAT Coprinus comatus SEBAGAI ANTIDIABETIK DAN ANTIOKSIDAN TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) HIPERGLIKEMIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Coprinus comatus (Mull.), merupakan jamur pangan yang dikenal bermanfaat sebagai agen antihiperglikemik. Jamur C. comatus di daerah tropis khususnya Indonesia, banyak ditemukan di hutan dengan lingkungan lembab. Pemanfaatan jamur C. comatus asal Indonesia perlu ditingkatkan untuk mengetahui efek kandungan senyawa bioaktifnya. Peran dari senyawa bioaktif sebagai antidiabetik dan antioksidan terkait dengan menaikkan level hormon Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) dan antioksidan endogen pada kondisi diabetes mellitus. Penyakit DM adalah gangguan metabolisme karbohidrat berupa tingginya kadar glukosa darah yang disebabkan terganggunya sel β pankreas dalam memproduksi insulin atau resistensi insulin. Reactive Oxygen Species (ROS), merupakan radikal bebas yang reaktif dan mampu merusak sel melalui peroksidasi lipid. Sel β pankreas mengandung sedikit antioksidan endogen dan sangat peka terhadap serangan ROS sehingga dapat mengalami nekrosis. Hormon GLP-1 mengatur kadar glukosa darah gastrointestin dihambat oleh enzim Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP 4) sehingga insulinotropik GLP-1 menurun. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ekstrak C. comatus terhadap kadar glukosa darah, insulin, GLP-1, hemoglobin glikosilat (HbA1c) dan glutathione (GSH), pada tikus Wistar (R. norvegicus) hiperglikemik serta mengetahui dosis ekstrak yang paling efektif sebagai antidiabetik dan antioksidan. Metode penelitian true experiment, post test only with control group design, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tikus dibagi menjadi 6 kelompok dengan 1 kelompok sehat dan 5 kelompok diinduksi STZ secara intraperitonial. Pemberian ekstrak dilakukan 1 kali pada pagi hari selama 14 hari. Pengambilan darah melalui vena orbitalis pada hari ke 15 untuk pengukuran parameter utama. Pengukuran insulin dan GLP-1 menggunakan kit ELISA dari BT Laboratory, glukosa darah diukur dengan glukometer, HbA1c diukur dengan glycohemoglobin analyzer dan GSH diukur dengan metode DTNB melalui spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak C. comatus dapat menurunkan kadar gukosa darah, HbA1c dan meningkatkan kadar insulin, GLP-1 dan GSH. Senyawa bioaktif yang teridentifikasi pada ekstrak C. comatus secara kualitatif dan kuantitatif sepektrofotometer adalah flavonoid, alkaloid dan saponin, kadar flavonoid total 16,40 mg/L (32,8%), dan alkaloid 2,97 mg/L (5,94%). Hasil HPLC C. comatus mengandung senyawa rutin 351,133 ppm, vitamin C 132,342 mg/L dan vitamin E 102,320 g/L. Ekstrak C. comatus dosis 250, 500 dan 750 mg/Kg BB memberikan efek signifikan pada taraf P<0,05 terhadap penurunan kadar glukosa darah, kadar HbA1c dan peningkatkan kadar insulin, GLP-1 dan GSH. Hasil uji lanjut menunjukkan dosis 250 mg merupakan dosis paling signifikan dalam menurunkan glukosa darah (23,92%), HbA1c (3,775%), serta meningkatkan insulin (8,11 mlU/L). Dosis 500 mg/Kg BB signifikan dalam meningkatkan kadar GLP-1 (1056,923 ng/L), dan GSH (4,46 µmol/L).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Coprinus comatus (Mull.), an edible mushrooms that’s known to be beneficial as antihyperglycemic agent. C. comatus in tropical regions, especially Indonesia are found in forests with humid environments. Utilization of C. comatus from Indonesia need to be increased to determine the effect of it’s bioactive compounds. The role of bioactive compounds as antidiabetic and antioxidants is related to increasing levels of Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) and endogenous antioxidants in the condition of Diabetes Mellitus. DM is a disorder of carbohydrate metabolism in the form of high blood glucose levels caused by disruption of pancreatic β cells in producing insulin or insulin resistance. Reactive Oxygen Species (ROS), are reactive free radicals that are able to damage cells through lipid peroxidation. Pancreatic β cells contain little endogenous antioxidants and very sensitive to ROS attacks, so it can lead to necrosis cell. The GLP-1 hormone regulates gastrointestinal blood glucose levels which are inhibited by the dipeptidyl peptidase-4 (DPP 4) enzyme so that the insulinotropic GLP-1 decreases. The aim of the reserach were to determine effects of C. comatus extract on blood glucose, insulin, GLP-1, glycosylated hemoglobin (HbA1c) and glutathione (GSH) in hyperglycemic Wistar (R. norvegicus) rats and to find out the most effective extract dosages as antidiabetics and antioxidant. The research method is true experiment, post test only with control group design, with Completely Randomized Design (CRD). Rats were divided into 6 groups with 1 healthy group and 5 groups induced by STZ intraperitonially. Administration extract of C. comatus once in the morning for 14 days. Blood drawn through the orbital vein on day 15 for measurement of the main parameters. Measurements of insulin and GLP-1 using an ELISA kit from BT Laboratory, blood glucose were measured with a glucometer, HbA1c were measured by a glycohemoglobin analyzer and GSH by DTNB method with spectrophotometer. The bioactive compounds were identified in C. comatus extract qualitative and quantitatively used a spectrophotometer were total flavonoid, alkaloid and saponin. Level of total flavonoid 16.40 mg/L (32.8%), and 2,97 mg/L (5.94%) alkaloid. HPLC analysis resulted of C. comatus extract contains 351,133 ppm of rutin, 132,342 mg/L of vitamin C and 102,320 g/L of vitamin E. C. comatus extract with doses 250, 500 and 750 mg have a significant effect on the level of P <0,05 in decreasing of blood glucose and HbA1c and increasing GLP-1, insulin and GSH levels. Further test resulted that 250 mg doses was the most significant in reducing blood glucose (23.92%), HbA1c (3.775%), and increasing levels of the Insulin (8.11 mlU/L). Dose of 500 mg was the most significant in increasing of GLP-1 (1056,923 ng/L), and GSH levels (4.46 µmol/L).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save