Artikel Ilmiah : F1B015080 a.n. ZENDY ANANTA

Kembali Update Delete

NIMF1B015080
NamamhsZENDY ANANTA
Judul ArtikelIMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN
PENYAKIT MASYARAKAT
(Studi Penanganan Pengemis di Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan, yaitu jumlah pengemis di Kabupaten Banyumas yang semakin tinggi, masih terdapat beberapa penolakan terhadap peraturan daerah. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam implementasi peraturan daerahPenelitian ini menggunakan model implementasi dari Mazmanian dan Sabatier yang telah diadopsi dan disederhanakan. Tahapan implementasi yang ditekankan adalah tahap pertama yaitu hasil kebijakan dari pelaksana kebijakan. Untuk menjelaskan hal tersebut digunakan pendekatan manajerial sederhana karena keberhasilan sebuah implementasi kebijakan tersebut dapat dilihat dari beberapa kelompok variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi, yaitu karakteristik dari masalah, karakteristik kebijakan dan variabel lingkungan.. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi belum optimal. Jumlah pengemis hanya bisa dikurangi dan tidak bisa dihilangkan. Peran masyarakat dalam membantu petugas masih jarang, padahal dibutuhkan perannya. Implementasi peraturan daerah dapat dikatakan belum optimal dengan kriteria dari aspek perancangan kebijakan, pelaksanaan kebijakan dan pengawasan kebijakan. Maka dari itu, perlu melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Diberikannya reward bagi masyarakat akan menambah semangat baik masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pengemis yang ada.

Abtrak (Bhs. Inggris)Implementation of Banyumas Regency Regulation Number 16 Year 2015 Regarding Prevention of Community Disease in its implementation is still a problem, namely the increasing number of beggars in Banyumas Regency still contains several considerations of regional regulations. Based on these data, it shows that there are expectations and challenges in the implementation of local regulations. This study uses an implementation model of Mazmanian and Sabatier that has been adopted and simplified. The agreed implementation stage is the first work of the policy results of the policy implementer. To explain the things that are used related to managerial related to the implementation of the policy can be seen from several variables that affect implementation, namely the characteristics of the problem, the characteristics of the policy and environmental variables. The results of the study show how the implementation has not been optimal. The number of beggars can only be counted and cannot be eliminated. The role of the community in assisting officers is still limited, even though its role is needed. Implementation of regional regulations can be approved not yet optimal with the criteria of policy design, policy implementation and policy oversight. Therefore, it is necessary to conduct socialization to all areas of Banyumas Regency. The gift given to the community will increase the enthusiasm of the community to complete the settlement of existing beggars.

Kata kunciimplementasi perda, penyakit masyarakat, penanganan pengemis
Pembimbing 1Dr. Sukarso, M.Si.
Pembimbing 2Drs. Bahtaruddin, M.Si.
Pembimbing 3Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes., M.Si.
Tahun2019
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2019-11-14 19:01:59.144029
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.