Artikelilmiahs
Menampilkan 24.321-24.340 dari 50.307 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24321 | 27385 | K1C015023 | OPTIMASI DAYA PEMBANGKITAN GELOMBANG MIKRO BERBASIS SUPERPOSISI DUA LASER DIODA MENGGUNAKAN FIBER POLARIZATION CONTROLLER | Aplikasi gelombang mikro dalam teknologi radar memerlukan sebuah source (sumber) yang dapat menjangkau area yang luas sehingga daya optis (power intensity) dari sumber mampu menjangkau range kerja spektrum elektromagnetik gelombang mikro 300 MHz sampai 300 GHz. Namun belum ada penelitian tentang daya pembangkitan gelombang mikro berbasis superposisi laser DFB dipadukan laser tunable dengan FPC. Penelitian ini telah melakukan analisis dan percobaan variasi sudut FPC seperti tanpa FPC, dengan FPC sudut sembarang, variasi sudut FPC1, variasi sudut FPC2, variasi sudut FPC3, variasi sudut FPC1+FPC2 dan variasi sudut FPC1+FPC2+FPC3. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Penggunaan FPC terhadap rangkaian optimasi daya pembangkitan gelombang mikro mempengaruhi polarisasi yang terjadi dalam setiap rangkaian. Saat tanpa FPC, hasil selisih daya maksimum dan minimum pembangkitan gelombang mikro yang tinggi namun tidak mencakup kestabilan dan optimasi daya terbaik atau dalam kata lain hanya bisa kestabilan daya saja atau optimasi daya saja. Hasil tersebut berbeda jauh jika menambah FPC dalam rangkaian akan di peroleh hasil selisih daya maksimum minimum pembangkitan gelombang mikro yang mencakup kestabilan dan juga optimasi daya terbaik. Optimasi daya pembangkitan gelombang mikro berbasis superposisi dua laser dioda yang mempunyai selisih daya maksimum dan minimum pembangkitan gelombang mikro terbaik yaitu saat variasi sudut FPC1+2+3 atau sama dengan 25,28 dBm dengan I=337.2873 I0= 337.2873 (variasi FPC1+FPC2=102,565) kali serta frekuensi pelayangan (f) =4,895 GHz, dan panjang gelombang yang terbaca di OSA yaitu 1552.236 nm atau 15.52236μm. Kestabilan dan optimasi daya terbaik ada pada sudut FPC1 5ᵒ, FPC2 15ᵒ dengan FPC3 20ᵒ selisih daya FPC1+2+3 yaitu 14,16 dBm | The application of microwaves in radar technology requires a source (source) that can reach a large area so that the optical power (power intensity) from the source is able to reach the working range of the 300 MHz to 300 GHz microwave electromagnetic spectrum. But there is no research on the power of microwave-based DFP superposition based laser tunable combined with FPC. This research has conducted analysis and experiments on FPC angle variations such as without FPC, with arbitrary FPC angles, FPC1 angle variations, FPC2 angle variations, FPC3 angle variations, FPC1 + FPC2 angle variations and FPC1 + FPC2 + FPC2 angle variations. Based on the research that has been done, it can be concluded that the use of FPC on the optimization circuit of the microwave generation affects the polarization that occurs in each series. When without FPC, the difference between maximum and minimum power generation of microwaves is high, but does not include the best stability and power optimization, or in other words, it can only be just power stability or power optimization. These results differ greatly if adding FPC in the circuit will result in the difference between the minimum maximum power generated by microwave generation which includes stability and also the best power optimization. Optimization of microwave power generation based on the superposition of two diode lasers that has the best maximum and minimum difference in microwave generation that is when the angle variation of FPC1 + 2 + 3 or equal to 25.28 dBm with I = 337.2873 I0 = 337.2873 (variation of FPC1 + FPC2 = 102,565) times and frequency of flight (f) = 4.895 GHz, and wavelengths read in OSA are 1552,236 nm or 15,52236μm. The best stability and power optimization is at an angle of FPC1 5ᵒ, FPC2 15ᵒ with FPC3 20ᵒ power difference FPC1 + 2 + 3 which is 14.16 dBm | |
| 24322 | 28905 | D1A015247 | PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK RABAL DAN RABAL PLUS DALAM PAKAN TERHADAP KADAR HEMATOKRIT DAN LEUKOSIT ITIK TERKURUNG PERIODE PRODUKSI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik rabal dan juga rabal plus dalam pakan terhadap kadar hematokrit dan leukosit itik Tegal terkurung periode produksi. Probiotik rabal adalah probiotik yang menggunakan ragi dan bakteri asam laktat (BAL), sedangkan Probiotik Rabal Plus adalah Probiotik Rabal yang ditambahkan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus . Materi yang digunakan yaitu itik Tegal umur 48 minggu. Bahan yang digunakan antara lain sampel darah itik 36 tabung EDTA, probiotik rabal dan rabal plus, serta peralatan yang digunakan meliputi spuit, kotak termos, esbatu, tabung EDTA. Penelitian dilakukan secara experimen menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, setiap perlakuan diambil 2 sampel darah secara acak, dengan perlakuan R1: Ransum ditambah 3 ml/liter air probiotik rabal, R2: Ransum ditambah 5 ml/liter air probiotik rabal, R3: Ransum ditambah 7 ml/liter air probiotik rabal, R4: Ransum ditambah 3 ml/liter air probiotik rabal plus, R5: Ransum ditambah 5 ml/liter air probiotik rabal plus, R6: Ransum ditambah 7 ml/liter air probiotik rabal plus. Analisis dilakukan menggunakan analisis variansi. Hasil rataan nilai hematokrit dari perlakuan R1,R2,R3,R4,R5,R6 berturut turut adalah 35,33%, 30,50%, 31,67%, 32,33%, 36,17%, 32,17%, dan rataan leukosit R1,R2,R3,R4,R5,R6 berturut-turut yaitu 9391,67, 9516,67, 11450,00, 13741,67, 11700,00, 11816,67. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian probiotik rabal dan rabal plus tidak dapat meningkatkan kadar hematokrit, tetapi dapat meningkatkan kadar leukosit. | This study aims to find out effect of dietary rabal and rabal plus probiotics on hematocryte and leukocyte contents of laying ducks. Rabal probiotics is probiotics contains yeast and lactic acid bacteria (BAL), whereas Rabal Plus Probiotics are Rabal Probiotics added by Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus. The material used was Tegal ducks at 48 weeks old, 36 EDTA tube blood samples, probiotics rabal and rabal plus, and the equipment used included syringes, thermos boxes, ice cubes, EDTA tubes. The study used experiment with RAL (Randomized Complete Design) with 6 treatments and 3 replications. For each treatment, two random blood samples were taken, with treatment R1: Ration plus 3 ml /liter of water rabal probiotic, R2: Ration plus 5 ml /liter of water rabal probiotic, R3: Ration plus 7 ml /liter of water rabal probiotic, R4: Ration plus 3 ml /liter of water rabal plus probiotic, R5: Ration plus 5 ml /liter of water rabal plus probiotic, R6: Ration plus 7 ml /liter of water rabal plus probiotic. The analysis was done using analysis of variance. The mean results of hematocrit values from treatments R1,R2,R3,R4,R5,R6 were 35,33%, 30,50%, 31,67%, 32,33%, 36,17%, 32,17% respectively, and the average of leukocytes R1,R2,R3,R4,R5,R6 were 9391,67, 9516,67, 11450,00, 13741,67, 11700,00, 11816,67 respectively. The conclusion of the study was that the administration of rabal and rabal plus probiotics did not increased hematocrit levels, but increased level of leukocytes. | |
| 24323 | 27388 | F1F015011 | RESPON PASIF RUSIA DALAM MEYIKAPI TUDUHAN SERANGAN CYBER PADA PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2016 | Penelitian yang berjudul “Respon Pasif Rusia dalam Menyikapi Tuduhan Serangan Cyber pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada Tahun 2016” ditulis dengan menggunakan sudut pandang konsepsi Keamanan Internasional dan Realisme. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa Rusia mengambil sikap pasif dalam menyikapi tuduhan serangan cyber dalam pemilihan presiden Amerika Serikat di tahun 2016. Konsepsi keamanan internasional yang dalam penelitian ini adalah ancaman politik, karena Rusia mengubah haluan politiknya yang ingin bekerja sama dengan Amerika Serikat. Rusia melakukan serangan cyber untuk mengganggu kampanye Hillary Clinton yang berujung pada kemenangan Donald Trump sebagai Presiden terpilih AS 2016. Kongres AS, NSA, CIA, dan FBI kemudian menuduh Rusia sebagai dalang peristiwa serangan cyber yang berujung pada pengusiran 35 Diplomat Rusia. Namun, Rusia hanya mengambil sikap pasif sehingga peneliti menganalisis bahwa Rusia memiliki tujuan yang lain yaitu ingin mengembalikan imperium Rusia. Kata Kunci: Rusia, Amerika Serikat, Serangan cyber, Pemilihan Presiden AS 2016 | The study, entitled "Russia's Passive Response in Response to Allegations of Cyber Attacks on the 2016 US Presidential Election" was written using the perspective of the concept of International Security and Realism. The focus of this research is to find out why Russia is taking a passive attitude in responding to the accusations of cyberattacks in the United States presidential election in 2016. The international security conception in this research is a political threat, because Russia is changing its political direction in wanting to cooperate with the United States. Russia carried out a cyberattack to disrupt the Hillary Clinton campaign which led to the victory of Donald Trump as US President-elect 2016. The US Congress, the NSA, the CIA and the FBI then accused Russia of being the mastermind behind the events of the cyberattacks that led to the expulsion of 35 Russian Diplomats. However, Russia only took a passive attitude so researchers analyzed that Russia had another goal which was to restore the Russian empire. Keywords: Russia, United States, Cyberattack, 2016 US Presidential Election | |
| 24324 | 27389 | G1A015074 | KORELASI PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP FLEKSIBILITAS PUNGGUNG PADA MAHASISWA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNSOED | KORELASI PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN FLEKSIBILITAS PUNGGUNG PADA MAHASISWA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNSOED Yusril Firzatullah1, Dwi Arini Ernawati2, Gema Citra Dwijayanti3 1Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, 2Departemen Ilmu Kesehatan Mayarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman,3 Departemen Ilmu Anatomi dan Genetika, Fakultas Kedokteran, Unversitas Jenderal Soedirman ABSTRAK Latar belakang: Peningkatan lemak tubuh dapat membebani sendi yang digunakan untuk menopang, dan otot untuk menggerakkan tubuh. Persendian yang paling terkena dampak akibat lemak berlebih ialah persendian punggung karena punggung merupakan bantalan dari berat badan. Fleksibiltas persendian punggung yang buruk akan mudah terkena cidera sendi, dan otot pada punggung, dan mengakibatkan postur tubuh kurang baik. Tujuan: Mengetahui korelasi persentase lemak tubuh terhadap fleksibilitas punggung pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian: Menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 40 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data persentase lemak tubuh menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis dengan alat Body Composition Analyzer (Omron HBF-375). Pengumpulan data fleksibilias punggung menggunakan metode Sit and Reach Test dengan alat Sit and Reach Trunk Flexibility Box (The Baseline). Uji analisis bivariat penelitian ini menggunakan uji Pearson. Hasil:. Rata-rata persentase lemak tubuh responden ialah 20,1±6,39 sehingga dalam kategori baik. Rata-rata fleksibilitas punggung ialah 33,38±6,86 sehingga dalam kategori baik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Pearson didapatkan nilai p = 0,438 dengan r = -0,025. Hal ini menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara persentase lemak tubuh dengan fleksibilitas punggung (p>0,005). Kesimpulan: Fleksibilitas punggung mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed tidak berkorelasi dengan persentase lemak tubuh Kata kunci: Persentase Lemak Tubuh, Flerksibilitas Punggung, Mahasiswa Fakultas Kedokteran | CORRELATION BETWEEN BODY FAT PERCENTAGE WITH BACK FLEXIBILITY IN COLLEGE STUDENT AT UNSOED MEDICAL FACULTY Yusril Firzatullah1, Dwi Arini Ernawati2, Gema Citra Dwijayanti3 1Medical Faculty of General Soedirman University, 2Public Health Departments of General Soedirman University, 3Anatomy and Genetic Departements of General Soedirman University ABSTRACT Background: Increasing body fat can overload the body so that it overloads on the joints that are used to support, and muscles to move the body. The most joints affected by excess fat are the back joints because the back is a body weight cushion. Poor back joint flexibility will easily affect joint injuries, and muscles in the back, and affect poor posture. Objective: To reveal the correlation of body fat percentage to back flexibility college student in the medical faculty of Unsoed. Study design: This was an analytic observational design with cross-sectional approach. The subjects of this study were 40 Unsoed medical faculty college students who were selected by consecutive sampling method. Body fat percentage data collection used the Bioelectrical Impedance Analysis method with the Body Composition Analyzer (Omron HBF-375). Collecting back flexibility data used the Sit and Reach Test method with flexibility bench. The study method used Pearson test Results: The average of body fat percentage was 20,1±6,39, so that its category was good . The average of back flexibility, was 33,38±6,86 so that its category was good. The results of the bivariate analysis used the Pearson test obtained p = 0.438 with r = -0,025. This showed that there was no significant correlation between body fat percentage and back flexibility (p>0.005) Conclusion: Back flexibility in college student at Unsoed Medical Faculty does not have correlation with body fat percetage Keywords: Body Fat Percentage, Back Flexibility, Medical Faculty Student | |
| 24325 | 27391 | E1A015133 | IMPLEMENTASI PERAN HAKIM PENGAWAS DAN PENGAMAT TERHADAP RESIDIVIS (Studi di Wilayah Hukum Purwokerto) | Kondisi bangsa Indonesia yang saat ini terpuruk disebabkan karena banyaknya permasalahan bangsa. Salah satu permasalahan utama yang menyebabkan kondisi Indonesia memburuk adalah tidak terlaksananya keadilan dalam pelaksanaan pemenuhan hak asasi manusia. Pada faktanya masih banyak terjadi ketimpangan dalam pemenuhan hak asasi manusia bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk residivis yang sedang menjalani proses pidana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian yuridis sosiologis. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data yang didapatkan kemudian diolah dengan menggunakan reduksi dan kategorisasi data, lalu disajikan dalam uraian sistematis dan dianalisa dengan menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kimwasmat di Pengadilan Negeri Purwokerto yang bertugas di Lapas Kelas IIA Purwokerto sebagai aparat penegak hukum mempunyai peran penting dalam menegakkan pemenuhan hak residivis, serta sebagai aparat hukum yang menjamin hukuman yang dijatuhkan sudah dilaksanakan. Terdapat beberapa hambatan yang dialami oleh Kimwasmat dalam menjalankan tugasnya, seperti kurang didukungnya dari segi sarana prasarana dan penegak hukumnya. | Indonesian nation condition who slumped down now who caused by so many problems in indonesia. the main problems who cause indonesia in a aggravate condition is a justice about human rights who's not completely implemented. in fact there is alot inequality happen in fullfilment human right for all indonesian people including the recidivist who are running the criminal proceedings. This study was qualitative research with sociological juridical approach method. Primary data and secondary data were used in this study. The obtained data then processed using data reduction and categorization, presented in a systematic description and analyzed with qualitative data analysis methods. The results showed that the Kimwasmat in Purwokerto District Court who served in the Class IIA Prison in Purwokerto as a law enforcement officer has an important role in upholding the fulfillment of recidivist rights, as well as a legal apparatus that guarantees that the sentence handed down has been carried out. There are several obstacles experienced by Kimwasmat in carrying out his duties, such as his lack of support in terms of infrastructure and law enforcement. | |
| 24326 | 28680 | C1B016006 | OPTIMALISASI PRODUKSI MENGGUNAKAN ANALISIS LINEAR PROGRAMMING METODE SIMPLEKS Studi pada UMKM Mino Nopia Bapak Mangun | Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada UMKM yang memproduksi makanan khas Banyumas yaitu mino & nopia Bapak Mangun. Penelitian ini mengambil judul yaitu: ”Optimalisasi Produksi Menggunakan Analisis Linear Programming Metode Simpleks Studi Pada Umkm Mino Nopia Bapak Mangun”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah produksi yang optimal dan untuk menganalisis kombinasi produksi yang efisien dengan menggunakan alat analisis Linear Programming metode simpleks di UMKM Mino & Nopia Bapak Mangun. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan POM for Windows menunjukkan bahwa UMKM Mino & Nopia Bapak Mangun dapat memperoleh keuntungan yang optimal dengan memproduksi 1013 bungkus mino dan 300 bungkus nopia setiap bulanya. Peningkatan yang akan didapatkan setelah melakukan optimalisasi produksi dengan menggunakan linear programming metode simpleks sebesar Rp. 1.659.461 atau 15,07 persen dari keuntungan aktual yang didapatkan pada Bulan Desember 2019. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat di implikasikan dalam menentukan jumlah produksi setiap produknya. UMKM Mino & Nopia Bapak Mangun sebaiknya menggunakan analisis linear programming metode simpleks karena dapat membantu mengotimalkan kombinasi jumlah produk yang harus di produksi. | This research is a quantitative study at MSMEs that produce Banyumas special food namely Mino & Nopia Mr Mangun. This study takes the title, namely: "Optimizing Production Using Linear Programming Analysis Simplex Study Method at MSMEs Mino Nopia Mr Mangun". The purpose of this study is to analyze the optimal amount of production and to analyze the combination of efficient production using the Linear Programming analysis tool simplex method in MSMEs Mino & Nopia Mr Mangun. Based on the results of research and data analysis using POM for Windows, it can be concluded that MSMEs Mino & Nopia Mr. Mangun can obtain optimal benefits by producing 1013 packages of mino and 300 packages of nopia each month. The increase that will be obtained after optimizing production by using the linear programming simplex method is Rp. 1,659,461 or 15.07 percent of the actual profit gained in December 2019. Based on the results of research and data analysis, it can be implicated in determining the amount of production of each product. MSMEs Mino & Nopia Mr Mangun should use the simplex method linear programming analysis because it can help maximize combination the number of products that must be produced. | |
| 24327 | 27393 | H1E015016 | PENGUKURAN TINGKAT STRES MENGGUNAKAN HEART RATE VARIABILITY DALAM MENYELESAIKAN COGNITIVE TASK (STUDI KASUS PERMAINAN CATUR) | Stres adalah efek yang muncul ketika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan kemampuan, contohnya cognitive task. Heart rate variability (HRV) merupakan variasi dari beat to beat denyut jantung yang digunakan sebagai suatu alat yang dapat mendiskripsikan aktivitas sistem saraf yaitu saraf simpatetis dan parasimpatetis yang berkaitan dengan stres mental. Permainan catur membutuhkan decision making yang merupakan cognitive task. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana HRV wanita dengan rata-rata umur 19.11 (SD: 0.78) dan pria dengan rata-rata umur 19.22 (SD: 0.97) ketika bermain catur dengan level yang berbeda-beda dan perbedaan signifikan antara wanita dan pria. Penelitian dilakukan dengan sembilan responden wanita dan sembilan pria dilakukan pada ruangan yang sejuk dan tenang. HRV diukur dari baseline sebelum permainan, ketika bermain catur dan setelah bermain catur. Permainan catur memiliki tiga level yaitu low, medium dan high dimana setiap permainan terdapat dua soal yang berbeda. Terjadi penurunan HRV pria pada low ke medium level. Namun pada medium ke high level terjadi peningkatan HRV. Pada penelitian ini didapat HRV wanita meningkat dengan meningkatnya level permainan catur, ini merupakan hasil yang belum ditemukan pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Sedangkan, HRV wanita dan pria tidak menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. | Stress is effect that appears when doing something that requires ability, for example cognitive tasks. Heart rate variability (HRV) is a variation of the beat to beat the heart rate which is used as a tool that can describe the activity of the nervous system called sympathetic and parasympathetic nerves related to mental stress. Chess game requires decision making which is a cognitive task. The aim of this research are to analyze HRV women with average aged: 19.11 (0.78) and men with average age: 19.22 (0.97) when playing chess games with different level and significance difference between women and men. The study was conducted with nine female respondents and nine men conducted in a cool and quiet room. HRV is taken from the baseline before the game, during chess game and after playing chess. Chess game has three levels there are low, medium and high, each game has two different questions. A decrease in Male HRV at low to medium level. But on medium to high level there was an increase in HRV. In this research, it was found that female HRV increased with increasing levels of chess, this is a result that has not been found in previous research. Meanwhile, female and male HRV did not show any significant difference. | |
| 24328 | 27392 | A1D115025 | EFISIENSI SERAPAN N SERTA HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA LAHAN SAWAH IRIGASI TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) efisiensi penggunaan hara N tanaman padi pada lahan sawah irigasi Tajum Kabupaten Banyumas, (2) memetakan serapan unsur hara N pada lahan sawah irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas, (3) mengetahui korelasi serapan unsur hara N dengan produksi padi pada lahan sawah irigasi Tajum Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Bioteknologi Lingkungan PT. Biodiversitas Bioteknologi Indonesia Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 sampai dengan Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Terdapat 4 SLH yang terbentuk dari overlay peta administrasi, jenis tanah, kelerengan dan penggunaan lahan dan peta irigasi Tajum. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara komposit. Variable yang diamati yaitu 1) N total tanah, 2) serapan N, 3) pH H2O, 4) pH KCL, 5) tindakan budidaya, 6) jumlah anakan produktif, dan 7) hasil produksi. Rekomendasi pemupukan yang dapat diberikan pada SLH 1 dengan harkat sedang yaitu sebesar 275,95 kg N/ha, pada SLH 2 dengan harkat sedang yaitu sebesar 261,05 kg N/ha, pada SLH 3 dengan harkat sedang yaitu sebesar 170,80 kg N/ha dan pada SLH 4 dengan harkat sedang yaitu sebesar 288,70 kg N/ha. | Research aims to determine (1) the efficient use of nitrogen in paddy fields the irrigated of Tajum in Banyumas Regency, (2) mapping the nutrient uptake of N in the Tajum irrigation paddy fields in Banyumas Regency, (3) knowing the correlation of N nutrient uptake with rice production on the irrigated rice fields of Tajum, Banyumas Regency. The research method uses the survey method. Soil analysis was conducted at the Environmental Biotechnology Laboratory of PT. Biodiversity Biotechnology Indonesia Bogor. Sampling was carried out based on homogeneous land units (SLH). There are 4 SLH formed by overlaying administrative maps, soil types, slopes, and land use. Soil sampling is done by purposive sampling method using composite. The observed variables were 1) N total land, 2) N uptake, 3) ph H2O, 4) pH KCL, 5) cultivation measures, 6) Number of productive tillers, and 7) production yields. Recommendation of the fertilizer that can be given that is in SLH 1 that has a harp can be given a fertilizer of 275,95 kg N/ha, in SLH 2 in the medium can be given fertilizer of 261,05 kg N/ha, in SLH 3 in the medium can be given fertilizer of 170,80 kg N/ha, and in SLH 4 in the medium can be given fertilizer of 288,70 kg N/ha. | |
| 24329 | 27325 | F1A015005 | Studi Pengembangan Objek Wisata Bukit Cinta Watu Prahu Berbasis Pemberdayaan Masyarakat | Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui program pemberdayaan masyarakat, untuk mengetahui, menganalisis, mendeskripsikan dampak pengembangan dan untuk mengetahui faktor hambatan dalam pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah Pengelola objek wisata bukit cinta watu prahu, Pedagang, Karang Taruna, dan masyarakat sekitar. Validasi penelitian ini adalah perangkat desa Gunung Gajah dan Dinas pariwisata Kabupaten Klaten. Lokasi penelitian adalah di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program yang dilakukan pengelola dalam mengembangkan objek wisata Bukit Cinta Watu Prahu sebagai upaya memberdayakan masyarakat, diantaranya program pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam bentuk CSR, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam rangka mengembangkan objek wisata Bukit Cinta Watu Prahu. Adapun dampak yang dapat terlihat jelas dengan perkembangan objek wisata ini ialah, lebih mendorong masyarakat yang tinggal disekitar objek wisata untuk lebih aktif dan kreatif berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata dan kegiatan bermasyarakat. Dengan adanya kekreatifan masyarakat ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kendala atau hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan objek wisata Bukit Cinta Watu Prahu sebagai upaya memberdayakan masyarakat, diantaranya kurangnya kesadaran masyarakat terhadap perubahan yang ada dilingkungan mereka. Adapun faktor pendukung yang ada yaitu, sikap gotong-royong yang masih terasa. | The purpose of this research is to find out the community empowerment program, to find out, analyze, describe the impact of development and to find out the obstacles in development. This research used qualitative descriptive method. The main targets in this researh are manager of the Bukit Cinta Watu Prahu, trader, travel aware groups, and local community. The targets of the reseach validation are village officials of Gunung Gajah and Klaten District Tourism Office. The location of this research was in Gunung Gajah Village, Bayat Sub District, Klaten District. Data collection were done by observation, interview, and documentation techniques. Analysis in this research is interactive model data analysis according to Miles and Huberman. The results showed that the Bukit Cinta Watu Prahu tourism object development program as an implementation of community empowerment was carried out in the form of community economic empowerment with the support of corporate social responsibility (CSR) funds, and community economic empowerment programs ini the context of developing the Bukit Cinta Watu Prahu tourism object. The impact of the development of this tourism object is to encourage the surrounding community to become more active and creative in participating on tourism and community activities. The creativity of the community can create new jobs, new entrepreneurship opportunities, and the economic development of rural communities. The obstacle faced in developing the Bukit Cinta Watu Prahu tourism object is the low awareness of the community towards the changes that occur around them. The supporting factor in developing the Bukit Cinta Watu Prahu tourism object is the mutual cooperation in the community. | |
| 24330 | 27394 | H1E015030 | PENGGUNAAN ALGORITMA CEGA DALAM PERMASALAHAN FLOWSHOP SCHEDULING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MAKESPAN DAN ECO FACTOR KEBISINGAN (Studi Kasus: IKM Knalpot MMS-K4471NE) | Flowshop scheduling problem (FSP) terdiri dari beberapa job (n) yang diproses pada beberapa jumlah mesin (m) dengan alur proses yang sama. IKM-MMS K4471NE merupakan suatu industri yang bergerak di bidang manufaktur knalpot yang mana alur produksinya adalah flowshop yaitu seluruh job akan melewati 5 proses dengan tahapan yang sama. Pada IKM-MMS K4471NE belum ada penjadwalan yang terencana, sedangkan penjadwalan produksi merupakan suatu komponen yang vital dalam industri manufaktur. Berdasarkan hasil observasi, tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh proses produksi knalpot adalah sebesar 92 dB dimana tingkat kebisingan itu melebihi ambang batas yang sudah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2018 yaitu 85 dB untuk 8 jam kerja. Pada umumnya, penjadwalan produksi berfokus pada minimasi makespan, namun saat ini penjadwalan produksi dengan mempertimbangkan dampak lingkungan sedang berkembang pesat. Pada penelitian ini terdapat 3 skenario yang digunakan untuk menentukan penjadwalan produksi pada IKM-MMS K4471NE dengan mempertimbangkan makespan dan eco factor kebisingan. Untuk menyelesaikan permasalahan ini metode Cross Entropy-Genetic Algorithm (CEGA) digunakan. Pengolahan data menggunakan software Matlab. Berdasarkan hasil simulasi, algoritma CEGA dapat menghasilkan penjadwalan yang mempertimbangkan makespan dan eco factor kebisingan dengan urutan job yaitu job 2-job 5-job 4-job 8-job 1 dengan nilai makespan 82.761 detik dan eco factor kebisingan 291,05E+9 UBP/dB serta tingkat efisiensinya sebesar 18,13% apabila dibandingkan dengan metode yang digunakan di IKM saat ini. | Flowshop scheduling problem (FSP) consists of several jobs (n) that are processed on several machines (m) with the same process flow. IKM-MMS K4471NE is an industry engaged in manufacturing mufflers where the production flow is flowshop ie all jobs will go through 5 processes with the same stages. In SME-MMS K4471NE there is no planned scheduling, while production scheduling is a vital component in the manufacturing industry. Based on observations, the noise level caused by the muffler production process is 92 dB where the noise level exceeds the threshold set in Government Regulation No. 5 of 2018 which is 85 dB for 8 working hours. In general, production scheduling focuses on minimizing makespan, but currently production scheduling by considering environmental impacts is growing rapidly. In this study, there are 3 scenarios used to determine the production scheduling in SME-MMS K4471NE by considering the makespan and eco factor noise. To solve this problem the Cross Entropy-Genetic Algorithm (CEGA) method is used. Data processing using Matlab software. Based on the simulation results, the CEGA algorithm can produce scheduling that considers makespan and eco factor noise with job sequences, namely job 2-job 5-job 4-job 8-job 1 with makespan value 82.761 seconds and eco factor noise 291,05E + 9 UBP / dB and the level of efficiency is 18.13% when compared to the methods that currently used in SME. | |
| 24331 | 28681 | E1A016242 | PEMBATALAN PENGANGKATAN ANAK (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BUKITTINGGI NOMOR 9/Pdt.G/2015/PN.Bkt) | Pengangkatan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat. Anak angkat memiliki kewajiban untuk menghormati orang tua dan mentaati kehendak mereka yang baik sebagaimana diatur dalam Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Dalam prakteknya, tidak semua anak angkat menjalani kewajiban sebagaimana mestinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam mengabulkan pembatalan pengangkatan anak dalam Putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 9/Pdt.G/2015/PN.Bkt dan bagaimana akibat hukum dari pembatalan pengangkatan anak dalam putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 9/Pdt.G/2015/PN.Bkt. Metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, metode analisis menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim mengabulkan gugatan pembatalan pengangkatan anak karena Tergugat tidak menjalankan kewajibannya sebagai anak dan tidak menghormati Penggugat sebagai orang tua angkatnya. Majelis hakim juga mengabulkan gugatan Penggugat karena pada saat pembatalan pengangkatan anak, Tergugat telah berusia 49 Tahun sehingga tidak akan menjadi masalah bagi Tergugat. Menurut peneliti, hakim dalam memutus kurang memperhatikan peraturan perundang-undangan yang ada selain KUHPerdata dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. | Adoption as referred to in Article 1 Paragraph (2) Government Regulation Number 54 Year 2007 is a legal act that transfers a child from the environment of the parents, legal guardian, or other person who is responsible for the care, education and raising of the child, into the environment of adoptive parents’ family. Adopted children have the obligation to respect their parents and obey their good will as regulated in Article 46 Paragraph (1) of Act Number 1 Year 1974 about Marriage. In reality, not all adopted children undergo obligations as they should. The formulation of the problem in this research is how the judge's consideration in granting the cancellation of adoption in the Decision of the Bukittinggi District Court Number 9 / Pdt.G / 2015 / PN.Bkt and how the legal consequences of the cancellation of adoption in the decision of the Bukittinggi District Court Number 9 / Pdt.G /2015/PN.Bkt. The juridical normative approach method, the prescriptive analysis of research specifications, the method of collecting data using literature studies, the method of analysis using qualitative normative methods. The results showed that the panel of judges granted the cancellation of adoption because the Defendant did not carry out his obligations as a child and did not respect the Plaintiff as his adoptive parents. The panel of judges also granted the Plaintiff's claim because at the time of cancellation, the Defendant was 49 years old so that it would not be a problem for the Defendant. According to the researcher, the judge in making the decision paid less attention to the existing legislation beside KUHPerdata and Act Number 1 Year 1974 about Marriage. | |
| 24332 | 28906 | C1B016052 | ANALISIS PENGARUH CAR, NPF, OER, FDR, UKURAN PERUSAHAAN, INFLASI, DAN PDB TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan Tahun 2012-2018) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh CAR, NPF, OER, FDR, ukuran perusahaan, inflasi, serta pertumbuhan PDB terhadap kinerja keuangan bank umum syariah tahun 2012-2018. Sampel dari penelitian ini adalah 70 bank umum syariah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif dengan teknik analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. OER berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. Sedangkan NPF, FDR, ukuran perusahaan, inflasi dan pertumbuhan PDB tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank umum syariah. Implikasi dari penelitian ini adalah investor atau pihak-pihak yang berkepentingan dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada sektor perbankan. | The purpose of this study was to analyze the effect of CAR, NPF, OER, FDR, company size, inflation, and GDP growth on the financial performance of Islamic banks in 2012-2018. The sample of this study was 70 Islamic commercial banks selected using purposive sampling technique. This research is an associative quantitative study using panel data regression analysis techniques. Based on the test results in this study indicate that CAR has a positive effect on the financial performance of Islamic commercial banks. OER has a negative effect on the financial performance of Islamic banks. While NPF, FDR, company size, inflation and GDP growth do not affect the financial performance of Islamic banks. The implication of this research is that investors or interested parties can consider investing in the banking sector. | |
| 24333 | 28682 | I1A016063 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Pemilahan Limbah Medis Oleh Perawat Di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo | Abstrak FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PEMILAHAN LIMBAH MEDIS OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Anies Nurcholifah Pratiwi1, Agnes Fitria Widiyanto2, Kuswanto3 Latar Belakang : Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo merupakan instansi pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis. Proses pemisahan limbah medis dimulai oleh perawat yang berada di setiap unit pelayanan. Berdasarkan data sekunder masih ditemukan masalah adanya tercampurnya antara sampah medis dan non-medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pemilahan limbah medis oleh perawat di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metodologi : Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Analisis data dalam penelitian meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian : Variabel pengetahuan memiliki nilai p-value = 0,028 (bivariat) dan nilai p-value = 0,020 (multivariat) dengan OR = 4.972. Selanjutnya, variabel ketersediaan Fasilitas memiliki nilai p-value = 0,028 (bivariat) dan nilai p-value 0,028 (Multivariat) dengan OR= 4.530. Kesimpulan : ada hubungan dan pengaruh antara pengetahuan dan ketersediaan fasilitas terhadap praktik pemilahan limbah medis oleh perawat di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo. Selanjutnya, saran dalam penelitian ini ditujukan bagi perawat, Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan Peneliti Selanjutnya. Kata Kunci : Faktor, Berpengaruh, Pemilahan, Limbah Medis, Perawat. 1Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Universitas Jenderal Soedirman | Abstrak FACTORS THAT INFLUENCE THE MEDICAL WASTE SEPARATION PRACTICES BY NURSES IN PROF. DR. MARGONO SOEKARJO’S HOSPITAL Anies Nurcholifah Pratiwi1, Agnes Fitria Widiyanto2, Kuswanto3 Background : Prof. Hospital Dr. Margono Soekarjo is a health service agency that produces medical waste. The process of separating medical waste at Prof. Dr. Margono Soekarjo’s hospital is performed by nurses who are in each service unit. Based on secondary data there are still problems with the mixing of medical and non-medical waste. This study aims to determine the factors that influence the practice of sorting medical waste by nurses at Prof. Dr. Margono Soekarjo’s Hospital. Methods : This quantitative study uses a cross sectional study design approach. Data analysis in this study included univariate analysis, bivariate analysis using chi-square test, and multivariate analysis using logistic regression test. Results : Variable knowledge have p-value = 0,028 (bivariate) and p-value = 0,020 (multivariate) with OR = 4.972. Then, variable availability of facilities have p-values = 0.028 (bivariate) and p-values = 0.028 (Multivariate) with OR = 4.530. Conclusion : there is a relationship and influence between knowledge and availability of facilities on the practice of sorting medical waste by nurses at Prof. Dr. Margono Soekarjo’s hospital. In addition, the advice in this study is aimed at nurses, Prof. Dr. Margono Soekarjo’s Hospital, and Further Researchers. Keywords : Factors, Influences, Separation, Medical Waste, Nurses. 1College Student Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University 2Lecturer Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University | |
| 24334 | 28824 | G1A016065 | GAMBARAN ISU ETIK YANG DIHADAPI MAHASISWA PROFESI DOKTER DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang : Dokter tenaga pendidik di rumah sakit merupakan role model bagi mahasiswa. Dokter kerap dihadapkan dengan permasalahan etik dalam menangani pasien. Hal tersebut menimbulkan isu maupun dilema etik kedokteran. Pengalaman masa studi klinik memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku praktik di masa depan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran isu etik yang dihadapi mahasiswa profesi dokter di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode : Merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif pada sampel mahasiswa profesi dokter yang sudah melewati stase forensik dari Juli 2018 hingga Juni 2019. Sebanyak 73 mahasiswa mengumpulkan laporan isu etik dan 3 mahasiswa sebagai informan. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan 118 kasus sampel, peneliti menemukan 111 kasus yang dikategorikan sebagai isu dan 8 kasus sebagai dilema etik. Dari 111 kasus isu etik, 45 kasus mengenai isu komunikasi dan 44 kasus mengenai isu profesionalisme. Dua puluh satu kasus lainnya mengenai isu keputusan terkait terapi, keadilan, masalah terkait mahasiswa, dan kualitas layanan. Departemen obsgyn, IGD, dan bedah masing-masing dilaporkan sebanyak 22, 18, dan 18 pada laporan kasus isu etik. Departemen interna dan anak terlapor masing-masing sebanyak 6 kasus; departemen kulit dan THT masing-masing terlapor 2 kasus; dan departemen radiologi, saraf, dan mata masing-masing terlapor 1 kasus. Pengaruh role model terhadap mahasiswa dapat berupa pengaruh positif dan negatif. Kesimpulan : Gambaran isu etik yang dihadapi mahasiswa profesi dokter tertinggi mengenai isu komunikasi dan profesionalisme. Departemen tertinggi yang terlapor pada kasus etik adalah obsgyn, IGD, dan bedah. Kasus etik yang didapat dari role-model mempengaruhi pandangan mahasiswa terhadap praktik medis yang beretika. | Background : Doctors are role models for medical student’s future practice. Unfortunately doctors are often faced with ethical issues in treating patients. This raises the ethical issue and dilemma. Clinical study experience has a significant influence on future practice behavior. Method : The study was conducted using qualitative and quantitative method in descriptive research design. The subject were clinical rotations’s students finishing forensic station in July 2018 to June 2019. A total of 73 students collected reports on ethical issues and 3 students as informants. Results and Dicussion : The result showed 8 cases categorized as ethical dilemmas. As of 110 cases of ethical issues, 45 cases concerning communication and 44 cases concerning professionalism. Twenty-one other cases dealt with decision issues related to therapy, justice, students’s problem, and quality of service. The obsgyn, ER, and surgical departments were reported 22, 18, and 18 respectively in the case report on ethical issues. The interna and pediatric department each reported 6 cases; the dermatology department and ENT each reported 2 cases; and the radiology, neurology, and oftalmology department each reported 1 case. The influence of role models on students got positive and negative feedback. Conclusion : The study identified the highest ethical issues faced by clinical rotations’s students was the issues of communication and professionalism. The highest instalation reported in ethical cases are obsgyn, emergency room, and surgery. Ethical cases obtained from role-models influence students' views of ethical medical practice. | |
| 24335 | 28948 | C1B016019 | ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, PROFITABILITAS, SALES GROWTH, BIAYA AGENSI MANAJERIAL DAN STOCK VOLATILITY TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (Studi Kasus pada Perusahaan Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas (CR), leverage (DAR), profitabilitas (ROA), sales growth (SG), biaya agensi manajerial (BAM), dan stock volatility (STVL) terhadap financial distress (FD) pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2018. Populasi dalam sampel ini adalah sebanyak 17 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 13 perusahaan yang terdiri dari perusahaan financial distress dan nonfinancial distress. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas (CR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial distress (FD), leverage (DAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress (FD), profitabilitas (ROA) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial distress (FD), sales growth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress (FD), biaya agensi manajerial (BAM) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress (FD), dan stock volatility (STVL) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress (FD). | The purpose to this study was to analyze the effect of liquidity (CR), leverage (DAR), profitability (ROA), sales growth (SG), managerial agency costs (BAM), and stock volatility (STVL) on financial distress (FD) in textile companies and garments listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014 - 2018. The population in this sample is 17 companies. The samples used in this study were 13 companies consisting of financial distress and nonfinancial distress companies. Samples were taken by purposive sampling method. Data in this study were analyzed by logistic regression. The results showed that liquidity (CR) had a negative and not significant effect on financial distress (FD), leverage (DAR) had a positive and significant effect on financial distress (FD), profitability (ROA) had a negative and not significant effect on financial distress (FD) , sales growth has a negative and significant effect on financial distress (FD), managerial agency costs (BAM) have a positive and not significant effect on financial distress (FD), and stock volatility (STVL) have a positive and not significant effect on financial distress (FD). | |
| 24336 | 27397 | F1D015009 | POLITIK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PARKIR DAN RETRIBUSI PADA PERATURAN DAERAH NOMOR 17 TAHUN 2017 DI KOTA BEKASI | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana interaksi dan kepentingan actor dalam menjalankan politik implementasi Peraturdan daerah No. 17 Tahun 2017 di Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma kontruktivisme, serta menggunakan prespektif institusionalisme dan pendekatan penelitian studi kasus. Dalam pemilihan informan, peneliti ini menggunakan dua teknik pemilihan informan diantaranya adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sendiri dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah Konsep Kebijakan Publik, Proses Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan, Relasi Aktor, Politik Implementasi Kebijakan, dan Tata Kota dan Perparkiran. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam Perda. Karena tidak dijalankan sebagaimana seharusnya oleh pelaksana progam kebijakan. Dalam hal ini Implementasi Perda No. 17 Tahun 2017 ini melibatkan aktor formal yaitu Dishub, Bapenda. Adanya interaksi aktor ditunjukkan oleh masing-masing aktor dalam melihat permasalahan terkait pembagian tugas untuk pelaksanaan parkir dan pemungutan retribusi. Dalam pembagian tugas antara Dishub dan Bapenda yang masih tumpang tindih dalam pelaksanaanya di lapangan Hal ini membuat komunikasi kedua aktor tersebut kurang berjalan dengan efisien dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Dengan demikian interaksi aktor yang ada dalam implementasi Perda No.17 Tahun 2017 sarat akan nilai-nilai kepentingan yang terjalin melalui relasi masing-masing aktor. Relasi masing-masing aktor yang terlibat dalam politik implementasi Perda No17 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir di Kota Bekasi telah terbentuk melalui kepentingan ekonomi. Masalah dalam penyelenggaraan parkir yang masih belum berhasil sesuai dengan Perda yang ada dikarenakan tidak adanya fasilitas pendukung dalam pelaksanaan parkir. Serta adanya juru parkir tidak resmi atau liar ini membuat Pendapatan Asli daerah dari retribusi parkir kurang maksimal. Dengan adanya retribusi yang dihasilkan dari penyelenggaraan parkir di Kota Bekasi ini menjadi salah satu factor pendukung Pemerintah Kota Bekasi mendapatkan banyak keuntungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksana formal yaitu Dishub dan Bapenda masih belum bekerja secara maksimal, serta dengan adanya keterlibatan aktor pelaksana non-formal yaitu organisasi masyarakat juga menjadi kendala dalam keberhasilan implementasi Perda. | The results of this research article aim to describe how the interaction and interests of the actor in conducting the political implementation of regional Peraturdan District No. 17 year 2017 in Bekasi city. The method used in this research is a qualitative method of using a paradigm of contractivism, as well as the use of institutional institutionalism and a case studies research approach. In the informant elections, the researchers used two of the informant selection techniques including the purposive sampling technique and the snowball sampling. The collection of data used in the research itself is done by observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The thought frameworks used in this study include the concept of public policy, public policy process, implementation of policies, actors relations, policy implementation politics, and city governance and parking. The results showed that the implementation of local Regulation No. 17 of 2017 concerning the maintenance and retribution of the implementation parking does not match what is set in the local regulation. Because it is not executed as intended by policy implementation. In this case the implementation of regional regulation No. 17 of 2017 is involving a formal actor, Dishub, Bapenda. The interaction of actors is demonstrated by each actor in viewing issues related to the Division of duties for the implementation of parking and the collection of retribution. In the division of the task between Dishub and Bapenda which is still overlapping in the implementation in the field this makes the communication of both actors less efficient in carrying out their duties in the field. Thus the interaction of actors in the implementation of local regulation No. 17 year 2017 is full of values of importance intertwined through the relationship of each actor. The relationship of each actor involved in the political implementation of Perda No17 year 2017 about the maintenance and retribution of parking in the city of Bekasi has been formed through economic interests. Problems in the maintenance of the parking that still has not succeeded in accordance with the existing Perda because of the absence of supporting facilities in the implementation of parking. As well as the presence of unauthorized or illegal parking, this local revenue from parking retribution is less than maximum. With the retribution resulting from the maintenance of parking in the city of Bekasi became one of the factors supporting the government of Bekasi city gain many advantages. It shows that the formal executor of Dishub and Bapenda is still not working optimally, as well as with the involvement of non-formal implementing actors that the community organization is also a constraint in the success of implementation Local regulations. | |
| 24337 | 27398 | A1D115006 | KAJIAN TEKNIK BUDIDAYA DAN APLIKASI METABOLITSEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) DAN MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen yang tersarang di dalam teknik budidaya terhadap: intensitas serangan dan populasi musuh alami hama walang sangit (Leptocorisa acuta). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan lahan sawah di Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2019, menggunakan Rancangan Petak Tersarang Non Faktorial. Teknik budidaya merupakan faktor sarang yang terdiri dari konvensional, SRI, dan organik serta metabolit sekunder merupakan faktor tersarang yang terdiri dari 4 isolat asal Cipete, Papringan, Pasir Kulon, dan Kalisalak dengan 12 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan yang diujikan adalah insektisida imidakloprid (2 ml/l) dengan teknik budidaya konvensional P0(T1), metabolit sekunder isolat J1 dengan teknik budidaya SRI P1(T2), metabolit sekunder isolat dengan teknik budidaya SRI P2(T2), metabolit sekunder isolat J3 dengan teknik budidaya SRI P3(T2), metabolit sekunder isolat J4 dengan teknik budidaya SRI P4(T2 metabolit sekunder isolat J1 dengan teknik budidaya organik P1(T3), metabolit sekunder isolat J2 dengan teknik budidaya organik P2(T3), metabolit sekunder isolat J3 dengan teknik budidaya organik P3(T3), metabolit sekunder isolat J4 dengan teknik budidaya organik P4(T3). Variabel yang diamati meliputi: 1) populasi hama walang sangit, 2) populasi musuh alami, dan 3) intensitas serangan hama walang sangit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perlakuan terbaik yang mampu menekan populasi hama walang sangit (L. acuta) adalah perlakuan perlakuan metabolit sekunder isolat jamur asal Desa Papringan dan Desa Pasir Kulon yang tersarang di dalam teknik budidaya SRI dimana tidak ditemukannya hama walang sangit pada setiap pengamatan, serta perlakuan terbaik yang mampu menekan intensitas serangan walang sangit (L. acuta) adalah perlakuan metabolit sekunder isolat jamur asal Desa Cipete dan Desa Pasir Kulon yang tersarang di dalam teknik budidaya organik dimana tidak ditemukannya tanaman padi yang terserang hama walang sangit. (2) metabolit sekunder dengan teknik budidaya SRI maupun Organik tidak mempengaruhi populasi musuh alami Lycosa sp., Oxyopes sp., Argiope sp., Atypena sp., Tetrahnatha sp., Paederus sp., Coccinella sp., dan Ophionea sp.. | This research was aimed for knowing the influence of the application of secondary metabolites of entomopathogenic fungi population of natural enemy stink bug (Leptocorisa acuta). This research was conducted in Plant Proctetion Laborory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedriman University and the yield on Brobot village, Bojongsari district, Purbalingga Regency, Central Java on May 2019 to July 2019, uses a Non Factorial Nest Plot Design. The cultivation technique were nest factor consisting of conventional, SRI, and organic then secondary metabolites were a nested factor consisting of 4 isolate from Cipete, Papringan, Pasir Kulon, dan Kalisalak with 12 treatments with each treatment repeated 4 times. The treatments tested were imidacloprid (2 ml/ l) insecticide with conventional cultivation technique P0(T1), secondary metabolites isolate J1 with SRI cultivation technique P1(T2), secondary metabolites isolate J2 with SRI cultivation technique P2(T2), secondary metabolites isolate J3 with SRI cultivation technique P3(T2), secondary metabolites isolate J4 with SRI cultivation technique P4(T2), secondary metabolites isolate J1 with organic cultivation technique P1(T3), secondary metabolites isolate J2 with organic cultivation technique P2(T3), secondary metabolites isolate J3 with organic cultivation technique P3(T3), and secondary metabolites isolate J4 with organic cultivation technique P4(T3). Variables observed included: 1) population of stink bug, 2) population of natural enemies, and 3) intensity of stinking bug attacks. The results showed that (1) the best treatment that is able to suppress the population of stink bug (L. acuta) is treatment of secondary metabolites entomopathogenic fungi isolates from Papringan Village and Pasir Kulon Village which were nested in SRI cultivation techniques, where no pest was found in any observations, and the best treatment that is able to suppress the intensity of the attack of stink bug (L. acuta) is the treatment of secondary metabolites entomopathogenic fungi isolates from Cipete Village and Pasir Kulon Village which were nested in organic cultivation techniques, where no rice plants were found that were stricken with pests and bugs, and (2) secondary metabolites and SRI fishing techniques were also found organic Lycosa sp., Oxyopes sp., Argiope sp., Atypena sp., Tetrahnatha sp., Paederus sp., Coccinella sp., and Ophionea sp. | |
| 24338 | 27399 | A1F015046 | ANALISIS TEKNOEKONOMI PENDIRIAN INDUSTRI TAHU DI DESA KALISARI KABUPATEN BANYUMAS | Kondisi yang ditemukan pada proses produksi industri tahu di Desa Kalisari adalah mutu yang tidak seragam dikarenakan proses produksi yang tidak terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen organisasi, aspek hukum dan dampak lingkungan, dan aspek finansial pada industri tahu di Desa Kalisari. Penelitian dilaksanakan secara survei menggunakan metode purposive sampling melalui wawancara di rumah pengrajin tahu di Desa Kalisari, pemerintah setempat, ketua pengrajin tahu, dan pengelola limbah. Hasil analisis aspek pasar dan pemasaran menunjukkan adanya peluang pasar bagi produk tahu untuk dipasarkan di wilayah Kabupaten Banyumas, terdapat selisih permintaan 8.187.834 kg tahu tahun 2020. Kapasitas produksi tahu yakni 250 kg kedelai per hari menghasilkan 7.000 buah tahu kuning. Analisis manajemen operasional, struktur organisasi industri tahu direncanakan terdiri dari direktur, bagian administrasi, bagian pabrikasi dan bagian pemasaran. Analisis hukum dan dampak lingkungan menunjukkan badan usaha direncanakan berbentuk Usaha Dagang (UD). Limbah padat berupa ampas kunyit digunakan sebagai campuran pakan ternak, dan limbah ampas kedelai diproses menjadi tepung ampas kedelai. Limbah cair digunakan sebagai biogas dan limbah gas ditanggulangi dengan memasang cerobong asap yang tinggi dan bersekat/katalis. Analisis aspek finansial menunjukkan bahwa industri layak untuk didirikan. Industri tahu mempunyai NPV normal selama umur proyek sebesar Rp 1.319.789.246 ; IRR sebesar 43% ; PBP 2,11 tahun ; dan Net (B/C) atau PI sebesar 2,79. | The condition that found in the production process of tofu industry in Kalisari is the quality differences due to non-standardize production process. This study aims to determine the market feasibility and marketing aspects, technical and technological aspects, organizational management aspects, legal aspects and environmental impacts, and also financial aspects of the tofu industry in Kalisari village. The study was carried out in a survey process using purposive sampling method. This researcher was interviewing the tofu craftsmen at his house in Kalisari, the local government, the head of tofu craftsman, and the person who taking care of tofu waste .The result of analysis in market and marketing aspects shows that there is a market opportunity for tofu products to be marketed in the Banyumas Regency area, there is a difference in demand for 8,187,834 kg of tofu in 2020. The capacity of Tofu production needed 250 kg of soybeans per day that produces 7,000 yellow tofu. The analysis of operational management, organizational structure of the tofu industry is planned to consist of directors, administration, manufacturing and marketing. The legal analysis and environmental impact show that the planned business entity is in the form of a Usaha Dagang (UD). Solid waste in the form of turmeric pulp is used as a mixture of animal feed, and soybean waste is processed into soybean pulp flour. The liquid waste is used as biogas and gas waste is overcome by installing a high chimney and catalyst. The financial aspects analysis shows that the industry is feasible to be established. The tofu industry has a normal NPV for the life of the project amounting to Rp 1,319,789,246; IRR of 43%; PBP 2.11 years; and Net (B/C) or PI of 2.79. | |
| 24339 | 27347 | A1D115048 | Pengaruh Pupuk Organik Ampas Kopi dan Pengurangan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Merah (Lactuca sativa var. "Olga Red") | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik ampas kopi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa var. “Olga Red”); 2) mengkaji pengaruh pengurangan pupuk NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah; serta 3) mengkaji pengaruh kombinasi pupuk organik ampas kopi dengan pengurangan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Penelitian dimulai pada Juni sampai Agustus 2019, di screen house Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Bahan yang digunakan antara lain benih selada merah varietas “Olga Red”, air, tanah andisol, pupuk organik ampas kopi, dan pupuk NPK. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pengurangan dosis pupuk NPK yaitu 0 g; 0,8 g; dan 1,6 g. Faktor kedua adalah pupuk organik ampas kopi yaitu 0 g, 15 g; 30 g; dan 45 g. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap unit percobaan terdiri dari 5 tanaman diambil 3 sampel, secara keseluruhan diperoleh 12 kombinasi perlakuan, sehingga total tanaman adalah 180 dan 108 tanaman yang diamati. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot segar daun, bobot segar akar, bobot kering tanaman, bobot kering daun, bobot kering akar, dan luas daun. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam (Analysis of Variance), apabila terdapat pengaruh yang nyata, diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) dosis pupuk organik ampas kopi sejumlah yaitu 15 g/tanaman mampu meningkatkan tinggi tanaman, bobot segar tanaman, dan luas daun; 2) dosis pengurangan pupuk NPK sejumlah 1,6 g/tanaman dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot segar daun, bobot segar akar, bobot kering tanaman, bobot kering daun, dan luas daun; dan 3) kombinasi antara pupuk organik ampas kopi dan pengurangan pupuk NPK tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. | This research aimed to analyze: 1) the effect of coffee grounds organic fertilizer on the growth and yield of red lettuce, 2) the effect decreased ammount of NPK fertilizer on growth and yield of red lettuce and 3) the best combination of coffee grounds organic fertilizer with decreased ammount of NPK fertilizer on the growth and yield of red lettuce. The research was conducted from June to August 2019 at the screen house Limpakuwus Village, Sumbang, Banyumas and Agronomy Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Materials used include: red lettuce variety Olga red, water, andisol soil, coffee ground organic fertilizer, and NPK fertilizer. The experiment design used was Randomized Completely Block Design with two factors. The first factor was decreased ammount of NPK fertilizer, namely 0 g/plant, 0,8 g/plant, and 1,6 g/plant. The second factor was coffee grounds organic fertilizer, namely 0 g/plant, 15 g/plant, 30 g/plant, and 45 g/plant. Each treatment combination was repeated 3 times, each unit of the experiment consisted of 5 plants and 3 plants were used the sample as. Therefore, this research was consisted of 12 treatment combinations, with the total of 180 plants and 108 samples. The variables observed were plant height, leaf number, length root, fresh plant weight, fresh leaf weight, fresh root weight, dry plant weight, dry plant weight, dry leaf plant, dry root plant, and leaf area. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (Anova), if there is a significant effect followed test by Duncan Multiple Range Test (DMRT) on level 5%. The results showed that: 1) the best coffee grounds organic fertilizer dose is 15 g/plant increased plant height, fresh plant weight, and leaf area, 2) the best decreased ammount of NPK fertilizer dose of 1,6 g/plant increased plant height, leaf number, fresh plant weight, fresh leaf weight, fresh root weight, dry plant weight, dry leaf weight, and leaf area, and 3) the combination of the coffee grounds organic fertilizer and decreased ammount of NPK fertilizer could not increase the growth and yield of red lettuce. | |
| 24340 | 28683 | C1A013039 | PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL JAWA BARAT PERIODE 2013-2017 | Penelitian ini merupakan penilitan dengan studi kasus pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Jawa Barat periode 2013-2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh infrastruktur yang terdiri dari (panjang jalan, energi listrik, konsumsi air bersih, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional Jawa Barat Periode 2013-2017. Data variabel panjang jalan, energi listrik, konsumsi air bersih, infrastruktur pendidikan, dan infrastruktur kesehatan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Provinsi Jawa Barat dalam Angka. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 Kabupaten/Kota di Jawa Barat pada periode 2013-2017. Metode analisis regresi panel data digunakan untuk proses olah data. Hasil analisis data panel menunjukkan bahwa variabel panjang jalan, energi listrik, konsumsi air bersih, infrastruktur pendidikan, dan infrastruktur kesehatan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Jawa Barat, sedangkan variabel infrastruktur pendidikan tidak terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Jawa Barat. | Abstract This research is a research with case studies related to nfrastructure on regional economic growth in West Java in the period 2013-2017. The purpose of this study is to analyze the influence of infrastructure consisting of (road length, electricity, clean water consumption, education infrastructure, health infrastructure on West Java Regional Economic Growth for the period of 2013-2017. Variable data of road length, electricity, clean water consumption, education infrastructure and health infrastructure is secondary data obtained from the Province of West Java in Figures.This study was conducted on 10 Regencies / Cities in West Java in the period 2013-2017. The method of panel data regression analysis was used for data processing.The results of the panel data analysis showed that variable length of roads, electricity, clean water consumption, education infrastructure, and health infrastructure have a positive influence on the economic growth of regencies / cities in West Java, while the education infrastructure variable has not been proven to have a significant effect on regency / city economic growth in West Java. |